Ratusan Sopir Angbara Mengeluh, Ini Penyebabnya..

foto: puluhan angbara tersendat di jalan khusus batubara di Simpang tiga Desa Prambatan

 

PALI-- Mobilisasi angkutan batubara dari tambangnya yang berada di Kabupaten Lahat menuju pelabuhan batubara Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) rupanya sudah dua hari belakangan ini mengalami hambatan, pasalnya dibeberapa titik terjadi pemeriksaan kelengkapan surat jalan.

 

Menurut informasi dari beberapa supir angkutan batubara, pemeriksaan kelengkapan surat jalan dilakukan oleh dari beberapa orang yang mengaku dari pihak PT Bukit Siguntang Lestari (BSL).

Saat pemeriksaan kelengkapan surat jalan dari PT BSL, rupanya tidak hanya melakukan pemeriksaan saja, tetapi juga tak sedikit angkutan batubara yang telah sarat muatan disuruh putar balik karena tidak mengantongi surat jalan dari perusahaan tersebut, mengakibatkan di jalur angkutan batubara tersendat.

 

Keadaan ini tentunya membuat para sopir kebingungan, sebab kebanyakan dari mereka mengaku selama ini tidak ada kendala baik ditambang, ketika dijalan sampai bongkar di pelabuhan.

Indra (29) salah satu sopir angbara yang dijumpai di lapangan tepatnya di simpang LLAJ Desa Prambatan mengaku bahwa dirinya sudah dua hari dua malam berada di jalan. Karena, diakuinya kemarin (Selasa, 22/5) malam mobil yang dikendarainya dan ratusan mobil angbara yang lain tidak bisa bongkar muatan di dermaga batubara karena dihadang beberapa orang yang mengaku dari  PT BSL.

"Baru besoknya (Rabu, 23/5) aku bongkar muatan di dermaga. Tapi setelah itu, aku tidak disuruh muat lagi pak," ungkapnya.

Akibatnya, dirinya kini hanya mengantongi uang Rp 1.000,- lantaran sudah habis selama dia berada di jalan dan makan di warung tempat dirinya kini berada. "Sudah habis duit jalannya pak, karena sudah dua hari dua malam kami di jalan," ungkap bapak anak satu ini.

Tidak hanya Indra, Somad (27) salah satu sopir angbara asal Kabupaten Muara Enim pun terpaksa harus menunda dirinya pulang cepat ke rumah, karena ketika hendak dibongkar muatan mobilnya tiba-tiba di simpang LLAJ Desa Prambatan distop oleh orang yang sama dengan kasus yang sama juga.

"Tadi kami disuruh putar balik, karena kami tidak bawa surat dari PT BSL. Kami disuruh menghubungi pihak transportir dan biar pihak transportir yang komunikasi dengan mereka," ungkapnya, Rabu (23/5) malam.

Dirinya kini hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti itu. "Harus bagaimana lagi pak, kami cuma nurut saja. Cuma sekarang biaya operasional kami jadi bertambah karena terhadang mau bongkar muatan. Sementara anak istri kami nunggu di rumah. Kalau seperti ini terus, bagaimana kami mau hidupi keluarga, apalagi sebentar lagi lebaran," keluhnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak transportir maupun PT BSL. (red)
Share:

Hampir Setahun Berlangsung, Warga Desak Pemprov Untuk Perbaiki

PALI-- Amblasnya gorong-gorong yang ada di jalan lintas Kabupaten antara Musi Banyuasin dan PALI yang letaknya di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang telah berlangsung hampir satu tahun belum juga diperbaiki pihak pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Padahal jalan tersebut merupakan urat nadi warga di dua Kabupaten tersebut dalam beraktivitas. Namun, keluhan warga belum juga mendapat tanggapan, meskipun berbagai kalangan menyuarakan agar Pemprov segera memperbaikinya.

Kini, warga pun mulai geram, khususnya warga di Desa Panta Dewa serta pengguna jalan. Suara lantang pun banyak terdengar dari masyarakat agar Pemprov memperhatikan kondisi jalan lintas PALI-Muba yang mengalami kerusakan dibeberapa titik termasuk ambrolnya gorong-gorong di desa tersebut.

Sebab, meskipun warga sekitar telah bergotong royong membuat jembatan darurat, tetap saja, bahaya selalu mengintai pengendara terutama kendaraan pengangkut barang.

"Sebentar lagi lebaran, dan jalan lintas ini jadi rute mudik warga untuk rayakan hari Raya Idul Fitri. Tapi, pastinya warga terhambat di lokasi jalan ini. Karena pengendara harus ekstra hati-hati ketika melewati jembatan darurat yang dibuat warga," ungkap Enggi, salahsatu pengendara yang melintas di lokasi tersebut, Rabu (23/5).


Enggi pun meminta wakil rakyat yang ada di Kabupaten PALI maupun yang di Provinsi Sumsel agar mendesak Pemprov supaya memperbaiki jalan tersebut.

"Silahkan sibuk dengan urusan Pilgub yang sebentar lagi akan digelar, tetapi tolong perhatikan juga keluhan masyarakat. Karena jalan ini butuh diperbaiki," tukasnya.

Sementara itu, Suwandi, kepala Desa Panta Dewa mengaku dirinya sudah bosan meminta pihak terkait untuk memperbaiki jalan tersebut.

"Dari pertama kali kejadian amblasnya gorong-gorong itu, kami telah mengajukan permintaan perbaikan melalui Pemkab PALI untuk disampaikan ke Pemprov, tetapi hingga kini belum ada kabar berita lagi. Memang ada saat itu dari Pemprov membawa gorong-gorong, tetapi ukurannya sangat kecil, jadi kami tolak. Karena yang kami butuhkan gorong-gorong berdiameter besar atau dibuatkan jembatan," jelas Kades.

Terpisah, Asgianto ST, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan ketika dihubungi media ini menjelaskan bahwa Dewan Provinsi telah mengusulkan perbaikan gorong-gorong tersebut sejak kejadian berlangsung.

Dan saat ini, proses pengerjaan perbaikan telah dipersiapkan karena Pemprov telah menganggarkannya melalui pos anggaran Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Alam.

"Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini sudah bisa dikerjakan. Tinggal kita awasi bersama agar tidak ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab menolak pembangunan tersebut, supaya anggarannya tidak begeser ke tempat lain," terangnya. (red)
Share:

Jaga Kenyamanan Masyarakat Berpuasa, Satpol-PP PALI Razia Petasan

PALI-- Banyaknya keluhan masyarakat terkait banyaknya bunyi petasan yang kerap terjadi ketika usai berbuka puasa bahkan jelang makan sahur sampai pagi hari di Ibukota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yakni di kota Pendopo Kecamatan Talang ubi, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten PALI bersama Polsek Talang Ubi merazia petasan yang dijual beberapa pedagang yang mangkal disekitar Terminal dan Pasar Pendopo.

Hasilnya, sebanyak ratusan petasan dari berbagai jenis diamankan.

Menurut Kepala Satpol-PP PALI, Manamin melalui Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Arwan SH bahwa razia tersebut menindaklanjuti keluhan masyarakat. Mereka merasa terganggu dengan banyaknya suara petasan sesudah berbuka puasa dan sesudah sahur sampai pagi.

"Petasan tersebut kita amankan beberapa penjual yang ada di sekitar terminal. Razia ini akan kita lanjutkan ke pasar-pasar kalangan yang ada di wilayah Kabupaten PALI demi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa," terang Arwan.


Ditambahkan Arwan bahwa para pedagang petasan yang terjaring razia hanya diberi teguran dan membuat pernyataan untuk tidak menjual kembali petasan.

"Kita hanya beri teguran dan menyuruh mereka membuat pernyataan untuk tidak menjual kembali petasan.Apabila teguran itu tidak dipatuhi,akan kita tindak tegas," tandasnya.

Arwan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membeli maupun menjual petasan.

"Kalau ingin berpuasa tenang dan nyaman,jangan beli maupun gunakan apalagi menjual petasan," tutupnya.(red)
Share:

Perlancar Aktivitas Warga Serta Mobilisasi Perusahaan, PT EPI Bantu Perbaikan Jalan

PALI-- Sebagai perusahaan yang setiap hari mengangkut batubara dari Kabupaten Lahat menuju pelabuhan batubara yang ada di wilayah Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI, PT Energate Prima Indonesia (EPI) tentunya ikut berperan dalam memperhatikan keadaan jalan yang dilaluinya.

Terlebih jalan yang dilalui PT EPI dalam wilayah Kabupaten PALI adalah jalan provinsi. Meskipun yang memakai jalan provinsi tersebut bukan hanya PT EPI, tetapi tidak menjadi permasalahan bagi perusahaan ini. PT EPI tetap ikut merawat serta memperbaiki jalan yang berlubang.

Perbaikan dilakukan PT EPI secara rutin baik menggunakan alat manual dengan menimbun lubang-lubang pada badan jalan maupun dibantu alat berat guna menghamparkan batu split disepanjang jalan yang dilalui perusahaan tersebut.

"Ini bentuk kepedulian kami, meskipun yang melalui jalan ini bukan hanya perusahaan kami," ungkap Jabat, koordinator Lapangan PT EPI, Rabu (23/5).


Diakuinya belum lama ini, pihak PT EPI melakukan perbaikan jalan di sepanjang jalan Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi.

"Sebelumnya kami telah lakukan tebas bayang sepanjang jalan dari Desa Talang Bulang sampai Desa Panta Dewa dengan menggunakan alat berat. Dan kali ini kita timbun jalan yang berlubang agar pengendara nyaman dan tidak terganggu," ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa penimbunan serta perbaikan jalan tersebut agar masyarakat dan mobilisasi perusahaan jadi lancar.

"Kita tambal sulam jalan provinsi sambil menunggu pemerintah memperbaiki jalan tersebut, agar selain mobilisasi perusahaan lancar juga masyarakat pengguna jalan bisa nyaman," jelasnya.(red)
Share:

Razia KTP Dimulai, Puluhan Warga Terjaring

PALI-- Razia gabungan antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan jajaran Polsek Talang Ubi digelar di depan Kantor Disdukcapil PALI untuk operasi Yustisi, Selasa (22/5).

Puluhan warga terjaring razia yang dikhususkan memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik. Bagi warga yang terjaring dan tidak membawa KTP, langsung dilakukan pengecekan melalui iris mata.

"Kita cek iris matanya menggunakan alat perekaman KTP elektronik, dari hasilnya ketahuan yang bersangkutan pernah melakukan perekaman atau belum. Bagi yang belum pernah sama sekali, kita anjurkan warga bersangkutan untuk urus administrasinya melalui Lurah maupun kepala desanya," ungkap Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI melalui sekretarisnya Husni Zailani.

Dalam razia tersebut, dikatakan Husni Zailani bahwa apabila ada ditemukan KTP elektronik masih masuk wilayah Muara Enim tetapi warga bersangkutan berdomisili di PALI, maka pihaknya akan langsung mengganti KTP tersebut menjadi KTP PALI.

"Ada beberapa warga yang kedapatan KTPnya masih Muara Enim. Temuan itu langsung kita tindaklanjuti kemudian menggantinya," imbuhnya.

Untuk itu, Husni Zailani menghimbau agar warga PALI untuk selalu membawa KTP elektroniknya kemanapun pergi, dan yang belum memiliki KTP elektronik untuk segera mengurusnya.

"Serta bagi yang masih memegang KTP elektronik tetapi tertera kabupaten Muara Enim, segera bawa ke Disdukcapil untuk segera dilakukan pergantian. Mengurus KTP elektronik semuanya gratis," terangnya.

Pada Razia Yustisi kali ini, diungkapkan Husni Zailani pihaknya belum memberlakukan sangsi, hanya bentuk himbauan agar masyarakat tertib administrasi kependudukan.

Karena telah banyak upaya yang dilakukan Disdukcapil PALI untuk mendorong masyarakat PALI agar wajib memiliki KTP elektronik, baik itu sosialisasi, pelayanan di kantor bahkan sering melakukan jemput bola.

"Untuk menghimbau agar warga tertib administrasi kependudukan, maka kami lakukan razia Yustisi, belum ada sangsi yang diberikan kepada warga yang terjaring, hanya sebatas teguran dan mengarahkan warga yang belum berKTP untuk segera mengurusnya," jelasnya.

Sementara itu, Manamin kepala Satpol-PP PALI didampingi Arwan SH, Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol-PP PALI menyebut bahwa pihaknya hanya melakukan pendampingan terhadap Disdukcapil dalam menggelar Razia Yustisi.

"Memang kegiatan ini sangat positif dalam mendorong warga Memiliki KTP elektronik, dan bagi yang sudah memiliki, wajib membawnya kemana-mana, untuk  mengantisipasi ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. (red)
Share:

Puluhan Warga Prabumulih Jadi Korban Penipuan Investasi dan Arisan Online Senilai Rp 2,4 Miliar

PRABUMULIH – Arisan Online (Arisol) akhir-akhir ini menjadi perbincangan panas di Bumi Seinggok Sepemunyian, pasalnya puluhan ibu-ibu sosialita harus menelan kecewa saat Owner atau pemilik Arisan Online melarikan diri

Dari dasar laporan polisi LP/B/85/V/2018/sumsel/Polres Pbm,Tanggal 20 Mei 2018 Salah satu korban Penipuan Arisan online atas nama Erly Yanti (40) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Prabumulih, senin (21/5/18) dirinya mengaku telah tertipu arisan online abal-abal

“aku sudah setor Rp.67 juta kepada Dewi untuk investasi dengan harapan keuntungan dua kali lipat, seharusnya narik bulan Juli ini” tuturnya

Santy Sandra Dewi alias Dewi Matras, sang pelaku arisan online kini melarikan diri bersama anggota keluarganya. Saat puluhan ibu-ibu hendak mendatangi rumahnya sudah dalam keadaan kosong tak berisi.

“Kito cubo telepon Dewi tapi tak pernah bisa terhubung, pas mau kerumahnya sudah tidak ada lagi orang” tutur DV salah satu korban

DV mengaku dari puluhan member yang ikut arisol mengalami kerugian mencapai Miliaran Rupiah yang dibawah kabur oleh pelaku

“aku ikut arisan beliau karna dulu diajak saudara Dewi yang sudah pernah merasakan keuntungan dari investasi arisan online” katanya

Dirinya mengaku menginvestasikan uang sebesar Rp.10 juta dengan iming-iming keuntungan dua kali lipat, tambahnya

Belum lama berjalan arisan online yang diketuai oleh Santi Sandra Dewi alias Dewi Matras kini meninggalkan kekecewaan pahit kepada membernya, pelaku Dewi kabur tanpa kabar membawa uang Miliaran rupiah dari para membernya

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutah.ruk melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

Menurut Kasat, modus penipuan yang dilakukan pelaku yakni dengan menawarkan investasi kepada korbannya melalui media online. Para korban dijanjikan keuntungan sebesar 20 persen setiap 15 hari dari jumlah investasi yang dilakukan.

“dari laporan yang kami terima korban yang sudah melapor sudah 30 orang dengan investasi kepada pelaku berbeda” akunya (sn01)
Share:

Terlibat Pungli, Remaja Tanjung Rambang Diamankan Petugas

PRABUMULIH – Kasus pungutan liar masih marak dijalanan Kota Prabumulih yang akhir-akhir ini menjadi perhatian oleh pihak kepolisian Polres Prabumulih

Para pelaku pungli yang beraksi dijalan yang rawan seperti persimpangan, perlintasan rel kereta api bahkan tempat pemukiman warga yang dianggap strategis untuk melakukan aksi

Kejadian yang disaksikan oleh anggota Polres Prabumulih beberapa hari yang lalu itu terlihat seorang remaja berpura-pura mengatur lalu lintas layaknya petugas satlantas dan meminta uang kepada pengguna jalan yang melintas jum’at (18/5/18)

JN (16) Warga Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah terpaksa diringkus oleh Petugas Polsek RKT karena kedapatan melakukan Pungutan liar (pungli) dijalan perlintasan K.A

Penangkapan dilakukan team opsnal Polsek RKT yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Aiptu Darmawan, SH sekitar pukul 23.00 wib saat sedang melakukan patroli hunting di sekitaran rel K.A Tanjung Rambang

Saat diamankan petugas menggeledah terduga pelaku pungli dan ditemukan uang pecahan Rp.2000 yang jumlahnya mencapai Rp.30.000 yang diduga hasil pungli saat beraksi

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutahuruk, SIK, MH melalui Kapolsek Rambang Kapak Tengah (RKT) Iptu Vedria Sukri membenarkan telah terjadi penangkapan pelaku pungli dan saat ini tersangka beserta barang bukti sudah diamankan (bio/sn01)
Share:

Harumkan Kota Prabumulih, Pemkot Beri Rara LIDA Hadiah Sepeda Motor

PRABUMULIH - Tiara Ramadhani atau Rara Liga Dangdut Indonesia (LIDA) pulang ke kampung halamannya, Kota Prabumulih. Ia tiba sekitar pukul 08.30 wib dan disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi, Ketua DPRD Prabumulih H Ahmad Palo beserta anggota DPRD lainnya dan Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk di Pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih.

Kedatangan dara 16 tahun ini disambut meriah masyarakat dan Ralova yang telah hadir sejak pagi hari. Dalam acara tersebut secara simbolis Walikota Prabumulih memberikan hadiah berupa satu unit sepeda motor untuk Ibunda Rara, Tapyati.



"semalam saya berfikir mau kasih apa ya. Soalnya pak Gubernur sudah kasih banyak hadiah. Barulah saya terpikir untuk memberikan hadiah motor untuk ibu Rara, lalu saya kinta kepala BKD secepatnya membeli motor," terang Richard, Jumat (18/5).

Richard berharap hadiah yang diberikan oleh Pemerintah Kota Prabumulih dapat bermanfaat bagi keluarga Rara. "jangan lihat dari nilainya. Tapi inilah bentuk apresiasi kami," ungkapnya.

Richard menyebutkan Rara putri terbaik yang dimiliki oleh Kota Prabumulih, Sumatera Selatan dan Indonesia. Bahkan, Richard menegaskan juara LIDA sebenarnya adalah Rara. "itu diakui seluruh negeri," tegasnya.



Menurut Richard, ia berani mengatakan hal itu lantaran kualitas Rara dalam bernyanyi sudah mendapat pengakuan dari sebagian besar masyarakat Indonesia.

"Kenapa saya berani bicara seperti itu? Saya punya teman di seluruh Indonesia. Semua menghubungi saya, vocal yang sangat bagus itu ada di Rara tetapi karena SMS yang tumburan jadi terhambat sehingga Rara jadi terbaik bagi kita semua," ujarnya.

Dikatakan Richard, Rara memiliki segudang talenta musikalitas. Bukan hanya dalam bernyanyi lagu dangdut saja tapi semua jenis lagu pun dikuasainya.

Hal senada diungkapkan Ekin Gabriel, GM Programming Indosiar. Menurutnya, Rara bukan juara 2, melainkan juara 1 di hati masyarakat Kota Prabumulih, Sumsel dan Indonesia.



"betul kata pak Walikota tadi, Rara memiliki banyak kemampuan. Dangdut, pop. Bahkan lagunya bersama Fildan kemarin tembus sampai 1 juta penonton," ujarnya.

Ekin meminta agar masyarakat Sumatera Selatan khususnya Kota Prabumulih tetap semangat dan mendukung Rara. Rara sendiri nantinya akan menjadi wakil Indonesia dalam Liga Dangdut Asia.

"ini bukan aset Prabumulih saja. Mohon maaf, tapi Rara adalah aset Indonesia. Mohon dukungannya agar Rara bisa berkarya, berkarir dan membanggakan Indonesia," terangnya.

Ekin juga berharap dengan adanya Rara di LIDA, akan ada Rara Rara lagi yang muncul di kota Prabumulih. "akan ada audisi di bulan oktober. Kami berharap pemuda pemudi bakat terbaik bisa tampil," tambahnya.



Sementara dihadapan masyarakat dan para pendukungnya, Rara mengucapkan terimakasih atas dukungan seluruh masyarakat Kota Prabumulih yang telah memberikan dukungan SMS dan juga Doa.

"maaf Rara belum bisa memberikan yang terbaik. Rara hanya dapat juara 2," Ujar Rara.

Dukungan morilpun diberikan Polres prabumulih. Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutauruk mengatakan jika anggotanya merupakan pendukung Rara dan siap untuk kembali memberikan dukungan penuh dara cantik itu di ajang liga dangdut Asia mendatang.

"kalau Rara mau tampil, anggota saya minta izin agar bisa pulang cepat. Mereka adalah pendukung Rara semua. Polres Prabumulih siap mendukung Rara di liga dangdut Asia nanti," tutur Tito.



Dalam kegiatan tersebut, Rara menghibur masyarakat dan pendukung yang hadir dengan menyanyikan tiga buah lagu, yakni lagu "Egois" yang dipopulerkan Lesti, "Biar Merana" yang dipopulerkan Rita Sugiarto dan lagu daerah Kota Prabumulih, "Seinggok Sepemunyian".

Usai acara, Rara kemudian diarak keliling Kota. Dari pantauan, kedatangan Rara disambut antusias masyarakat Kota Prabumulih. Bahkan sejumlah masyarakat yang tengah bekerja, berlarian mengetahui iring-iringan kendaraan yang mengarak Rara melintas.(SN/Adv)
Share:

Polisi Berhasil Gulung Begal Motor Terhadap Guru SD di PALI

PALI -- Jajaran Polsek Penukal Abab berhasil meringkus dua dari tiga pelaku pembegalan terhadap dua orang guru SDN 07 Penukal Utara pada Rabu (9/5) lalu, saat kedua tenaga pengajar tersebut hendak menuju Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berboncengan  mengendarai sepeda motor.

Kedua pelaku tersebut masing-masing bernama Denis (21) warga Desa Sungai Langan Kecamatan Penukal dan Amat (19) warga Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Kedua pelaku ditangkap di Talang Kukui Desa Sungai Langan pada Selasa (15/5).

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS bahwa penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan korban bernama Ernawati seorang guru PNS yang mengajar di SDN 07 Penukal Utara dengan bukti LP/B/75/V/2018/Sumsel/Res.ME/Sek.P.Abab, tanggal 9 Mei 2018, tentang CURAS Menggunakan senpi PSL 365 KUHP.

Menurut Acep, Tempat Kejadian Perkara (TKP) di jalan Dusun Talang Nagka Desa Mangkunegara, kejadiannya pada Rabu (9/5) sekira pukul 10.30 WIB. Dimana saat kejadian korban dibuntuti oleh tiga orang pelaku dengan mengendarai sepeda motor.

"Korban yang berboncengan dengan saksi hendak ke Desa Babat, namun saat dalam perjalanan dari Desa Lubuk Tampui Penukal Utara, tepatnya di TKP yang memang lokasinya sepi, tiba-tiba  datang dari arah belakang motor pelaku kemudian mendekati motor korban dari samping dan langsung memberhentikan motor korban dari depan dengan cara menghadang motor korban," ungkap Acep, Kamis (17/5).

Korban ketakutan,karena dikatakan Acep bahwa kedua pelaku ketika korban menghentikan motornya, turun dari motor yang dikendarainya dan salah satu pelaku mengeluarkan sejenis senjata api sambil menodongkan dengan cara mengancam akan menembak apabila tidak menyerahkan motor dan tas korban.

"Kemudian kedua korban tersebut merasa terancam dan ketakutan sehingga menyerahkan sepeda motor dan tas miliknya. Dengan adanya kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp.7.000.000,- sehingga melaporkan kejadian itu ke kantor Polsek Penukal Abab," terangnya.

Setelah menerima LP dan olah TKP, dijelaskan Aceo, jajarannya kemudian melakukan penyelidikan. Dan pada Selasa (15/5) pihaknya menerima informasi akan keberadaan pekaku.

Selanjutnya seluruh anggota berangkat untuk melakukan penangkapan. Saat ditangkap, kedua pelaku tidak melakukan perlawanan dan ditemukan 2 (dua) senpira milik kedua pelaku dan uang Rp. 60.000 sisa dari hasil penjualan sepeda motor milik korban tersebut.

"Kedua pelaku berikut BB dibawa ke Polsek Penukal Abab guna proses hukum lebih lanjut," tukasnya

Adapun barang bukti yang dibawa berupa satu lembar STNK Asli sepeda motor milik korban, satu pucuk senjata api rakitan laras pendek beserta 1 (satu) amunisi, satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, Uang sejumlah Rp. 60.000,- (sisa hasil penjualan sepeda motor korban) dan motor milik korban.

"Saat ini kedua pelaku masih kita periksa guna pengembangan dan melacak dimana keberadaan satu pelaku lainnya. Pelaku kita kenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya. (red)
Share:

Percepat Pemerintahan, Pj Walikota Prabumulih Lantik 68 Pejabat Esselon




PRABUMULIH - Sebanyak 68 orang pejabat struktural esselon II, III dan IV dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih dilantik oleh Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih, H Richard Chahyadi AP MSi, Rabu (16/5).

Acara yang digelar di Gedung Kesenian Rumah Dinas Walikota Prabumulih itu melantik 14 orang pejabat esselon II, 33 orang pejabat esselon III dan 21 orang pejabat esselon 4.








Pj Walikota Prabumulih, H Richard Chahyadi AP MSi mengatakan, pelantikan tersebut merupakan salah satu langkah untuk percepatan pemerintahan yang lebih baik.Salah satunya agar lebih tertib dalam urusan administrasi dan berkonsolidasi dengan asisten yang membidangi.

Mengingat, selama ini banyak yang ingin beraudinesi dan memasukan surat tapi tidak tahu arah dan tujuannya sehingga surat sering tidak ditemukan dimana keberadaannya.

"selama 3 bulan menjabat sebagai Pjs Walikota Prabumulih hal ini masih terus dilakukan. Makanya dilakukan rolling untuk penyegaran," ujarnya.









Richard berharap kegiatan sekretariat dibawah Sekretaris daerah (Sekda). Sementara, seluruh proses administrasi yang berkaitan dengan administrasi kegiatan di pemkot prabumulih dibawah asisten I, II dan III.

"saya ingin lebih tertata, terarah dan tertuju kepada yang benar-benar membidangi daripada administrasi yang masuk dipemkot prabumulih,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada Kepala Dinas Pariwisata dan pemuda Olaharaga untuk menyiapkan seluruh fasilitas, sarana dan prasarana dalam rangka menghadapi pekan olahraga provinsi (porprov) 2019 dimana kota prabumulih ditunjuk sebagai tuan rumah.









"Saya ingin dipercepatkan, dikoordinasikan apa-apa yang perlu dipersiapkan sebagai tuan rumah. Jangan sampai event tersebut yang seharusnya kita selaku pelaksana dipindahkan kekabupaten lain atau kabupaten tetangga yang dianggap mampu atau siap," terangnya.

Lebih lanjut Richard meminta, kepada seluruh OPD untuk lebih meningkatkan konsolidasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi.

"Saya ingin koordinasi ke provinsi lebih nyambung dan saya tak ingin mendengar ada kemacetan dalam berobat gratis dan tidak ada kesiapan uang untuk membayar," tuturnya.







 Masih kata Pj Wako, pejabat juga harus terjun langsung kelapangan supaya mengetahui secara detail apa persoalan yang terjadi.

"Saya ingin orang yang saya percaya dapat berinovasi dan mampu melayani masyarakat," tambahnya.(SN/Adv)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts