TP PKK PALI Bagi Makanan Tambahan dan sembako untuk Balita dan Lansia

PALI. Pembagian makanan tambahan bagi Balita dan paket Sembako untuk Lansia dari Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terlihat saat launching pencanangan 9 desa menjadi kampung KB tingkat desa di Kabupaten PALI. Kegiatan Bakti sosial (Baksos) TP-PKK dibantu TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Baksos PKK PALI langsung dihadiri ketua TP-PKK juga, Ir Hj Sri Kustina, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM, ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono, kepala perwakilan BKKBN Sumsel, Drs Waspi serta sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkugan Pemkab PALI, Jumat (27/7) di Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara.

Yenni Nopriani, kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI menyebutkan bahwa bersamaan launching kampung KB tingkat desa se-kabupaten PALI yang tujuannya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sector terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas,juga didukung TP-PKK PALI dengan melakukan Baksos.

"Ada 150 paket  Sembako untuk Lansia dan makanan tambahan 50 paket untuk Balita, jamban gratis, pelayanan KB, penyuluhan pencegahan pernikahan usia dini, penyuluhan KDRT, pelayanan KTP elektronik. Kegiatan Baksos juga dibantu TMKK dan IBI," papar Yenni.

Ditempat sama, Drs Waspi, kepala perwakilan BKKBN provinsi Sumatera Selatan, menjelaskan manfaat kampung KB diantaranya mewujudkan masyarakat berkualitas. Atas pencapaian yang telah diraih Bupati PALI, kepala perwakilan BKKBN Sumsel sampaikan ucapkan selamat karena Bupati PALI telah mendapatkan penghargaan Manggala Karya Kencana, pada Harganas di Manado.

"Artinya dukungan dan komitmen bupati dalam mewujudkan pembangunan dibidang program kependudukan dan KB diakui pemerintah pusat," ucap Waspi.

Sementara itu, Bupati PALI yang meresmikan langsung Kampung KB menegaskan bahwa dalam rangka mewujudkan agenda nawacita meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program kependudukan dan KB tentunya harus didukung semua elemen masyarakat. Dimana penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan.

"Tentunya untuk mencapai tujuan tersebut harus ada dukungan semua pihak dengan cara mengendalikan pertumbuhan penduduk, memakai alat kontrasepsi agar pertumbuhan penduduk terkontrol menuju keluarga sehat dan berkualitas," ajak Bupati.

Bupati juga puji TP-PKK PALI atas program-programnya yang telah banyak membantu pemerintah. Dan belum lama ini, PALI meraih penghargaan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA).

"Salahsatu pencapaian penghargaan KLA adalah berkat adanya rumah cinta, dimana didalamnya terdapat fasilitas untuk anak. Kami berharap juga, kepada kepala desa, agar menyediakan ruang atau taman bermain untuk anak melalui penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD)," saran Bupati.(red)
Share:

Meresahkan Warga PALI, Begal Ini Tewas Ditembak Polisi

PALI. Sepak terjang Madon (30) asal Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI yang terkenal sadis dalam melakukan aksi begalnya berakhir sudah, setelah polisi melakukan tindakan tegas dengan menembak mati pelaku yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Penukal Utara, pada Kamis (26/7).

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, pelaku Madon yang kini menjadi almarhum mengantongi tiga Laporan Polisi (LP) masing-masing LP /B-20/XI/2016/Sumsel/Res Muara Enim/Sek Penukal Utara tanggal 20 November 2016, dengan TKP di perkebunan kelapa sawit milik PT LKK.

Kemudian LP /B-23/XI/2017/Sumsel/Res Muara Enim/Sek Penukal Utara tanggal 04 November 2017, Curas dengan  TKP di Afdeling 4 Blok G 1112 PT. LKK. Selanjutnya LP /B-16/IV/2018/Sumsel/Res Muara Enim/Sek Penukal Utara tanggal 21 April 2018, Curas dengan TKP di desa Tanding Marga Kec. Penukal Utara.

BB  Korban, 1 unit sepeda motor Honda Beat No. Pol. BG 4610 BAD.

"Pelaku melakukan Curas sepeda motor dan melukai korbannya dengan menggunakan senjata tajam, selain itu korban juga terlibat curas terhadap perkebunan sawit PT. LKK dan korban dilukai oleh pelaku dengan cara dibacok," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Wakapolres Ary Sudrajat didampingi Kasat Binmas AKP Arsyad, Kapolsek Penukal Utara dan Kapolsek Penukal Abab.

Wakapolres juga menjelaskan kronologis penangkapan pelaku Madon yang saat ditangkap tengah berada di sekitar pembangunan jembatan PT Medco desa Tempirai. Penangkapan pelaku atas koordinasi antara Kapolsek Penukal Utara dengan Kapolsek Penukal Abab.

Tetapi saat hendak ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dengan mengacungkan senjata api rakitan ke arah petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku dengan dilakukan penembakan pada kaki sebelah kanan.

"Meski sudah ditembak kakinya, tetapi pelaku masih berusaha melawan sehingga dilakukan penembakan lanjutan pada bagian punggung dan pinggang.Dan pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu buah Senpira laras pendek yang digunakan untuk melawan petugas dan 1 sajam jenis parang, pelaku sempat dibawa ke Puskesmas dan diarahkan oleh pihak Puskesmas ke Rumah Sakit H.M. Rabain Muara Enim, namun pelaku meninggal dunia dalam perjalanan," jelas Wakapolres.

Dalam keterangannya, Wakapolres menyampaikan pelaku sering melakukan tindak pidana diwilayah kecamatan Penukal Utara dan tercatat sudah 3 buah LP, dalam aksinya tersangka melakukan perampasan sepeda motor dengan menggunakan senjata tajam dan korbannya mengalami luka dibagian kepala Selain itu korban juga melakukan curas terhadap perkebunan sawit dimana korbanya dibacok dengan sajam oleh pelaku. Atas dasar tersebutlah dilakukan penangkapan dan tindakan tegas terhadap tersangka.

"Terhadap para pelaku curas di wilayah Kabupaten Muara Enim dan PALI, kami Polres Muara Enim tidak segan untuk melakukan tindakan tegas dan bagi para DPO yang masih berada diluar agar segera menyerahkan diri sebelum bertemu dengan petugas kami, hal ini merupakan upaya Polres Muara Enim dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat," tandasnya.

Pada penangkapan pelaku Madon, diamankan barang bukti berupa, satu pucuk senjata api rakitan, tiga butir amunisi aktif dan satu bilah senjata tajam jenis parang.

"Upaya yg dilakukan adalah membawa tersangka ke RS H.M. Rabain Muara Enim untuk VER dan identifikasi. Melengkapi pemeriksaan dan mindik, menyita BB. Selanjutnya menyerahkan jenazah tersangka kepada keluarganya.

Dan yang terpenting kita terus mengejar pelaku lainnya," pungkas Ary Sudrajat. (red)
Share:

Sakit Hati, Dua Pelajar Bobol Sekolah

PALI-- Mengaku sakit hati karena tidak naik kelas, dua pelajar SMPN 6 Talang Ubi yang terletak di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berinisial IG (14) dan HF (14) keduanya masih duduk di kelas 1 SMP tersebut nekat membobol sekolahnya sendiri dibantu pelaku Robiansyah (18) warga Desa Simpang Tais pada Minggu (22/7) lalu.

Akibat perbuatannya itu, kedua pelajar dan pelaku Robiansyah digelandang jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi, pada Rabu (25/7) sekitar pukul 08.00 WIB.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman disampaikan Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi, bahwa kejadiannya diketahui pada hari Minggu (22/7) sekitar pukul 18.00 WIB ketika penjaga sekolah sedang patroli di sekolahan, melihat pintu ruangan kantor terbuka.

Karena merasa curiga lalu penjaga sekolah masuk ke dalam kantor dan melihat barang-barang aset sekolah.  Ternyata 3 buah Infocus,1 buah UPS,1 buah tabung gas elpiji 3 kg sudah hilang. Setelah itu penjaga sekolah langsung menelpon kepala sekolah dan atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Talang Ubi.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Elang Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku dari hasil penyelidikan di ketahui identitas ketiga pelaku.

"Saat ditangkap, pelaku Robi sedang berada di rumahnya, dan langsung kita bawa ke Mapolsek bersama barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara untuk kedua pelaku yang berstatus pelajar diamankan saat berada di SPBU," ungkap Nasron, Rabu (25/7).

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, dijelaskan Nasron berupa 2 unit infocus, satu buah tabung gas elpiji ukuran 3 kg dan satu unit timbangan digital khusus untuk praktek laboratorium.

"Meski ada dua pelaku yang masih pelajar dan dibawah umur, tetap kami tahan dan semua pekaku kita jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara," tandas Kanit Reskrim.

Sementara dari pengakuan HF, salahsatu pelaku yang masih pelajar cukup mengejutkan, karena pelaku yang saat ini masih belia telah dua kali membobol sekolahannya sendiri. Dan yang paling mengejutkan bahwa cara membobol pintu sekolah cukup cepat, karena hanya dengan menggunakan sebuah obeng, aksi pelaku terbilang cepat.

"Aku sudah dua kali pak, dan hasil curian kami seluruhnya berjumlah Rp 800 ribu, dan dipakai untuk tambahan uang jajan," akunya dihadapan polisi
Share:

SatPol PP PALI Grebek Pelajar Ngomix

PALI. Penyalahgunaan sirup obat batuk merek Komix yang dicampur minuman penambah stamina rupanya masih marak dilakukan beberapa remaja di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terbukti pada Kamis (26/7) saat puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) PALI melalukan patroli rutin dalam meningkatkan disiplin pegawai dan pelajar saat jam kerja dan jam sekolah, ditemukan sekelompok pelajar berseragam SLTA tengah pesta sirup obat batuk tersebut di belakang gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo.

Temuan tersebut langsung dibubarkan Satpol-PP dan para pelajar yang tengah pesta sirup obat batuk langsung kocar-kacir, tetapi untuk membina para pelajar tersebut, Satpol-PP langsung mengejarnya. Dan tiga pelajar berhasil dibawa ke kantor Satpol-PP PALI untuk dibina selanjutnya pihak sekolah dan orang tua bersangkutan dipanggil, agar kedepannya bisa lebih aktif lagi mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan dan narkoba.

"Tiga pelajar dan bungkus sirup obat batuk yang baru saja dipakai kami bawa ke kantor. Untuk pelajar untuk diberikan pembinaan agar tidak mengulangi lagi. Kegiatan ini bertujuan menyelamatkan generasi muda kita agar terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan, dan akan kita lakukan rutin setiap hari," ungkap Zulkopli, Plt kepala Satpol-PP PALI, Kamis (26/7).

Diharapkan dengan melakukan razia rutin tersebut, mempersempit ruang gerak remaja dalam melakukan penyalahgunaan obat-obatan.

"Kita juga akan sweeping ke sekolah-sekolah serta memberikan sosialisasi terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan. Kegiatan ini juga tidak hanya dilakukan di kota Pendopo saja, melainkan akan berkeliling ke setiap kecamatan," tandasnya.

Sementara dari pengakuan AR (15) salahsatu pelajar yang terciduk Satpol-PP berkilah dirinya tengah melakukan pesta komix.

"Kami sedang duduk-duduk pak, karena ikut teman nongkrong dibelakang gedung Pesos. Kami tidak sedang ngomix, hanya mencari angin diluar karena jenuh berada di lingkungan sekolah terus," kilahnya.
Share:

Amblas, Jalan Lintas PALI-MUBA Rusak Parah

PALI. Jalan lintas antara Kabupaten PALI-Sekayu kabupaten Musi Banyuasin yang letaknya ada di wilayah Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sudah hampir satu tahun ini mengalami kerusakan akibat tergerus arus anak sungai Sebagut, menyebabkan amblasnya gorong-gorong yang memutuskan jalan lintas tersebut. Pasca gorong-gorong amblas, warga pun bergotong royong membuat jembatan darurat diatasnya.

Jalan yang seyogyanya menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi Sumatera Selatan tersebut, hingga kini masih juga belum diperbaiki, padahal kerap kali lokasi tersebut menjadi penghambat pengendara karena jembatan darurat mengalami kerusakan.

Terlebih belum lama ini, tiga warga yag biasa merawat jembatan darurat digulung polisi karena diduga telah melakukan pelemparan menggunakan batu terhadap mobil angkutan jamaah haji yang enggan memberikan sejumlah uang.

Puncaknya, pada Kamis pagi (26/7) jembatan darurat putus total dan tidak lagi bisa dilalui kendaraan. Sampai akhirnya banyak pihak turun tangan membantu pengendara agar bisa menyeberangi jembatan darurat tersebut.

"Kami baru saja menyampaikan profosal bantuan pembuatan plat deker dari pipa bekas ke Pertamina Adera untuk menuntaskan permasalahan ini, sebelum ada realisasi dari pemerintah provinsi. Tetapi apabila belum juga ada tanggapan dari perusahaan, maka kami akan kerahkan warga untuk bergotong royong," ungkap Suwandi, Kades Panta Dewa, Kamis (26/7).

Diakui Kades bahwa antrian panjang kendaraan sempat mengular saat Kamis dini hari, sebelum akhirnya banyak pengendara memutar arah mencari jalan lain.

"Kalau kendaraan roda dua sudah bisa melintas, tetapi harus ekstra hati-hati. Namun untuk kendaraan roda empat, kami sarankan agar mencari jalan lain. Sejak kamis pagi, banyak anggota Polsek Talang Ubi membantu pengendara roda dua untuk menyeberang," terang Kades.

Sementara itu, Afrizal Muslim, ketua GNPK-RI Kabupaten PALI mendesak agar pihak provinsi sesegera mungkin mengatasi persoalan tersebut. Sebab,

sudah hampir satu tahun tidak ada perhatian sama sekali baik dari eksekutif apalagi legeslatifnya.

"Jika dalam waktu dekat masih belum tersentuh, maka masyarakat akan datang beramai-ramai ke gedung DPRD provinsi," tandasnya.

Terpisah, Kapolres Muara Enim melalui Kabag OPS, Kompol Irwan Andeta SIK menyebut bahwa perbaikan jembatan darurat di desa Panta Dewa bukan sengaja dibiarkan pemerintah provinsi, namun sudah beberapa kali Pemprov berencana melalukan itu, tetapi warga setempat menolaknya dengan berbagai alasan.

"Beberapa warga membentuk kelompok dengan berdalih melakukan perawatan jembatan tersebut. Tetapi dibalik itu, warga tersebut meminta-minta dijalanan terhadap pengemudi bahkan sering memaksanya. Untuk kedepan, kami dari kepolisian siap mengawal pemerintah apabila akan membangun jembatan tersebut," tandas Kabag OPS Polres Muara Enim. (Admin)
Share:

DPPKBP3A PALI Launching Pencanangan 9 Kampung KB

PALI. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus membentuk kampung KB.

Meski baru berumur lima tahun, namun pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui DPPKBPPPA telah membentuk 15 kampung KB, yakni pada tahun 2016 dibentuk kampung KB tingkat Kabupaten. Pada tahun 2017 dibentuk 5 kampung KB tingkat Kecamatan, dan pada launching saat ini, 9 kampung KB tingkat desa.

"Alhamdulillah sudah 15 kampung KB terbentuk. Dan pencanangan kampung KB di Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara dilaksanakan Jumat (27/7) bersamaan dengan 8 kampung KB lainnya yang dilaunching secara serentak," ungkap Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI.

Pada launching pencanangan 9 kampung KB di Desa Tanjung Baru, dikatakan Yenni didukung TP-PKK PALI dengan membagikan makanan tambahan untuk Balita serta paket Sembako untuk Lansia.

"Kegiatan launching didukung penuh oleh TP-PKK. Dan berharap kerjasama lintas sektoral lebih berperan lagi dalam mendukung terciptanya PALI sejahtera menuju PALI Cemerlang," harapnya.

Sejak terbentuknya kampung KB dimana didalamnya terdapat berbagai macam kegiatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, diakui Yenni bahwa kabupaten PALI telah meraih berbagai penghargaan ditingkat provinsi.

"Bina Keluarga Lansia dari kampung KB kecamatan Penukal kita meraih juara 3 tingkat provinsi, kemudian UPPKS mendapat juara 2 tingkat provinsi serta juara 2 pelayanan KB dan KIA di RSUD PALI tingkat provinsi. Ini menjadi prestasi kita yang membanggakan," jelas Yenni.

Pada dasarnya dijelaskan Yenni bahwa sebelum pembentukan kampung KB ada tiga hal pokok yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai syarat dibentuknya Kampung KB dalam suatu wilayah, yaitu tersedianya data kependudukan yang akurat. Kedua, dukungan dan komitmen Pemerintah Daerah.Ketiga partisipasi aktif masyarakatnya.

"Sasaran Kegiatan Kampung KB merupakan subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan operasional pada Kampung KB selain keluarga. PUS, lansia, dan remaja juga keluarga yang  memiliki balita, keluarga yang memiliki remaja dan keluarga yang memiliki lansia. Sedangkan sasaran sektoral disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing yang pelaksananya adalah Kepala Desa/Lurah, Ketua RW, Ketua RT, PKB, Petugas lapangan sektor terkait, TP PKK, kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam hal ini PPKBD dan Sub PPKBD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda serta kader pembangunan lainnya," papar Yenni
Share:

Angkutan Jamaah Haji Dipalak, Tiga Pelakunya Digulung Polisi

foto : jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi saat menggulung tiga pelaku

 

PALI-- Jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi menggulung tiga pelaku yang biasa melalukan pungutan liar (Pungli) yang biasa mangkal di jembatan amblas yang ada di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebab tindakan ketiganya sudah meresahkan warga terutama pengguna jalan.

Dari keterangan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda Nasron Junaidi bahwa aksi terakhir ketiga pelaku adalah menghadang angkutan jamaah calon haji dan melakukan pemalakan terhadap pengemudi angkutan rombongan yang akan berangkat ke Tanah Suci itu.

Tetapi, pengemudi angkutan jamaah haji tidak memberikan sejumlah uang yang dipinta pelaku. Lalu pelaku memukuli dan melempar dengan batu kearah mobil jamaah haji tersebut.

"Kita amankan ketiga pelaku pada Senin malam (23/7) saat ketiganya berada di TKP. Para pelaku rupanya mendirikan pos di sekitar TKP, kemudian kita ratakan pos tersebut karena telah meresahkan masyarakat," ungkap Nasron, Rabu (25/7).

Dijelaskan Nasron, ketiga pelaku tersebut masing-masing bernama Yustaria (45) tahun, Darmawan (30) dan

Holman (38) ketiganya warga Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi. Nasron juga menjelaskan, saat penangkapan pelaku, diamankan barang bukti berupa 1 buah kapak, 1 buah senter, 1 buah sanggih/jaring bergagang kayu atau alat untuk meminta uang, 5 buah batu koral, uang tunai Rp 210 ribu berbagai pecahan antara pecahan Rp 1.000 sampai Rp 5.000.

"Ketiga pelaku dan barang bukti kita amankan di Mapolsek Talang Ubi, dan saat ini masih dalam pemeriksaan. Para pelaku terkenal licin, sebab, ketika anggota kita datang, para pelaku bubar. Tetapi ketika kita tidak ada, pelaku kembali melalukan Pungli," terang Nasron.

Sementara dari pengakuan Yustaria, salahsatu pelaku berkilah bahwa dirinya bersama kawan-kawan lainnya tidak melakukan Pungli, tetapi meminta kepada pengemudi seikhlasnya saja. Sebab, dilokasi kejadian, ada jembatan darurat yang dibuat atas jerih payahnya.

"Kami tidak memaksa pak, hanya sukarela saja. Dan menjaga jembatan darurat itu dibagi dua shift, siang dan malam. Setiap hari kami mendapat uang sekitar Rp 60.000/orang, dan uangnya kami pakai untuk keperluan sehari-hari," kilahnya dihadapan polisi. (red)
Share:

Solar Cepat Habis, Ini Penyebabnya

PALI-- Kondisi Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) 24.312.138 yang terletak di Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hampir setiap harinya dipenuhi mobil truk yang hendak mengisi bahan bakar disana.

Imbasnya, antrian panjang mengular dan yang dikeluhkan warga pengendara lainnya saat hendak mengisi BBM, adalah antrian mobil truk menghalangi jalan ketika akan memasuki SPBU tersebut.

Selain itu, warga pun mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis solar, karena sering kehabisan akibat banyaknya mobil truk pengangkut barang yang mengisi BBM di SPBU itu.

"Sebelum jam 12 siang, solar sudah habis, jadi kami terpaksa beli eceran atau harus mencari SPBU lain apabila kehabisan di SPBU Simpang Tais," ungkap Simbolon, Rabu (25/7).

Dia meminta agar pihak SPBU membatasi pengisian BBM bagi kendaraan pengangkut barang agar masyarakat lainnya tidak kesulitan mencari BBM jenis solar.

"Bagi pengemudi mobil truk, kalau mau mengisi BBM di SPBU itu, ya harus memberikan ruang bagi pengendara lain yang juga akan mengisi BBM, serta bagi pengelola SPBU juga harus bisa mengatur lalulintas disekitar SPBU serta membatasi pengisian BBM bagi mobil angkutan barang," pintanya.

Sementara itu, Zulkopli, Plt kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) PALI juga mengeluhkan hal sama, karena seringkali mobil Dalmas yang dimiliki Satpol-PP sering kehabisan BBM jenis solar saat hendak kelapangan.

"Kalau mobil truk itu mengangkut alat perusahaan, seyogyanya pihak perusahaan bersangkutan harus membantu menyediakan BBM solar agar tidak terjadi penumpukan armada pengangkut barang di SPBU yang mengakibatkan solar jadi cepat habis," saran Zulkopli.(red/mrsd)
Share:

KPUD Prabumulih Tetapkan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih

PRABUMULIH-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Prabumulih, menggelar rapat Pleno Terbuka penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota Prabumulih terpilih dalam pemilihan waliko dan wakil walikota Prabumulih 2018, Rabu (25/7).

Kegiatan yang diselenggarakan di aula Hotel Grand Nikita itu berlangsung aman, tertib dan sukses.

Rapat pleno terbuka itu dipimpin oleh Ketua KPUD Prabumulih, Muhammad Takhyul SIP dan para komisioner antara lain Sirajuddin SH, Wawan Irawan, Titi Melinda SE dan Era Hustri serta Sekretaris KPU, H Dinerson SH MH.

Hadir dalam rapat pleno itu Walikota terpilih Ir H Ridho Yahya MM dan wakil walikota terpilih H Andriansyah Fikri SH, tim sukses dan para partai pengusung, para pimpinan FKPD kota Prabumulih, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta undangan lainnya.



Dalam pleno itu disampaikan jika pada pilkada pasangan Ridho-Fikri memperoleh suara sebanyak 74.723 suara atau 79,26 persen dan kotak kosong sebanyak 19.552 suara atau 20,73 persen.

"Berdasarkan perolehan tersebut maka pada hari ini KPUD menetapkan H Ridho Yahya dan H Andriansyah Fikri sebagai Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih terpilih," tegas Ketua KPUD Prabumulih, Muhammad Takhyul.

Takhyul mengatakan, KPU sendiri mendapat dua penghargaan dari dalam pilkada tahun ini yakni sebagai KPU tercepat Se-sumsel melakukan rekapitulaai dan penempatan disiplin Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik di Sumsel.

"Alhamdulilah semua rangkaian terselenggara dengan baik tanpa hambatan dan KPU mendapatkan dua penghargaan dari KPU Sumsel," tuturnya. (Ad
Share:

KPUD PALI Sosialisasikan Tahapan Pendaftaran dan Verifikasi Bacaleg

PALI-- Tahapan pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang saat ini memasuki verifikasi berkas administrasi pendaftaran Bacaleg. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengumpulkan seluruh pengurus Parpol untuk menyampaikan proses tahapan pendaftaran dan verifikasi peserta Pemilu.

Ketua KPUD PALI, H Hasyim didampingi Adella Rosita, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat menjelaskan tujuan KPUD PALI mengundang seluruh Parpol adalah sesuai proses tahapan pendaftaran calon legislatif, yang saat ini sudah berjalan.

"Kita sudah menerima pendaftaran para calon legislatif, dalam proses pendaftaran ini perlu dikomunikasikan dengan seluruh parpol, karena ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh seluruh para calon," ungkap H Hasyim, saat acara sosialisasi tahapan pendaftaran dan verifikasi peserta pemilu, Rabu (25/7).

Ditambahkan H Hasyim bahwa diketahui Parpol diseluruh Indonesia ini, banyak yang menyerahkan berkas pendaftaran Bacalegnya saat detik-detik terakhir pendaftaran. Hal itu diakui H Hasyim cukup membuat kewalahan pihak penyelenggara Pemilu, tetapi KPU tetap melayani.

"Kami tetap layani sampai tengah malam pada masa akhir pendaftaran. Saat akhir pendaftaran, masih ada beberapa Parpol yang belum melengkapi berkas, dan beruntung KPU pusat mengeluarkan penambahan waktu hingga 18 Juli 2018 sampai pukul 9 pagi, dan alhamdulillah, seluruh Parpol peserta pemilu berkas pendaftaran Bacalegnya masuk di KPUD PALI," jelasnya.

Pasca menerima berkas pendaftaran, dikatakan H Hasyim bahwa tugas KPU selanjutnya adalah memverifikasi berkas administrasi seluruh Caleg.

"Nah, saat ini kita tengah melakukan verifikasi, dan nantinya, kami harapkan kepada pengurus Parpol, agar memberitahukan kepada seluruh Bacaleg yang masih belum lengkap berkasnya agar secepatnya melengkapi," tukasnya.

Sebelum diumumkan DCS, maka dijabarkan ketua KPUD PALI bahwa pihaknya akan mengeluarkan tiga kategori, yakni memenuhi syarat (MS), belum memenuhi syarat (BMS) dan tidak memenuhi syarat (TMS). Bagi kategori BMS dan TMS, nantinya akan langsung diberitahukan kepada Parpol bersangkutan agar segera melengkapi sampai tanggal 31 Juli 2018.

"Perlu diingat, kewajiban memperbaiki berkas pendaftaran Bacaleg adalah kewajiban Parpol dan Bacalegnya, KPU hanya menerima konsultasi. Setelah lengkap dan masuk DCS, maka akan diuji kelayakan oleh masyarakat, atau meminta tanggapan kepada masyarakat terkait masing-masing DCS. Hasilnya akan kita koordinasikan kembali dengan Parpol," bebernya.

Sosialisasi tersebut dihadiri Bupati PALI diwakili Asisten 1 Rizal Pahlevi, Panwaslu PALI serta perwakilan pengurus Parpol peserta pemilu. Asisten 1 mengharapkan pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang bisa sukses seperti apa yang telah dilalui pada Pilgub 27 Juni 2018 lalu.

"Kami harapkan seluruh Parpol bisa melaksanakan apa yang telah tertuang pada PKPU, agar seluruh tahapan Pileg bisa dilalui tanpa hambatan. Dan kami berharap dukungan semua pihak untuk mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019," harap Rizal Pahlevi.

Terkait indikasi adanya ASN ataupun kepala desa yang ikut berkompetisi jadi Bacaleg, seluruh parpol agar objektif melaksanakan peraturan KPU tentang persyaratan pencalonan.

"Kami juga menegaskan bagi ASN atau Kades yang akan Nyaleg, diwajibkan mundur terlebih dahulu," tandasnya. (red/mrsd)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts