Jarang Ngalir Tapi Bayar Mahal, Pelanggan PDAM di Pendopo Mengeluh

PALI -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim sebagai penyedia air bersih bagi pelanggannya yang ada di Kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali dikeluhkan. Pasalnya, air bersih jarang mengalir membuat pelanggan sering kekurangan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Diakui Rozani, warga Gang Masjid Kecamatan Talang Ubi bahwa air mengalir ke rumah-rumah pelanggan PDAM secara bergilir, dengan tempo waktu empat hari sekali, itupun paling lama hanya 2 jam.

"Bayangkan saja hanya 2 jam mengalir dalam tempo empat hari, kalau tidak menyiapkan bak penampungan air yang besar, dipastikan tidak akan cukup," ujar Rozani, Kamis (18/10).

Dikatakan juga Dede, warga Bhayangkara bahwa dirinya harus merogoh pengeluaran tambahan demi menyiapkan bak air dengan kapasitas besar.

"Dalam satu rumah, kami ada enam orang, kalau tidak membeli tangki air, tidak bakal cukup. Walaupun ada tangki, terkadang saat air mengalir tidak terisi penuh, karena waktu mengalir cukup singkat," tukasnya.

Dirinya mengharapkan pihak PDAM meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. "Jarang ngalir tapi tetap mahal saat bayar, untuk kesekian kalinya, kami berharap benahi dan tingkatkan pelayanan dalam pemenuhan air bersih bagi warga," harapnya.

Terpisah, Rusdi, Manager PDAM Lematang Enim mengakui bahwa aliran air bersih ke kota Pendopo tersendat akibat kapasitas pompa air yang kecil, menyebabkan penyaluran air bersih ke pelanggan digilir.

"Sebenarnya kendala itu bukan kali ini saja, tetapi sudah lama terjadi. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kita lakukan penyaluran secara bergilir, ada yang dua hari sekali, ada juga yang lebih tergantung wilayah mana yang banyak membutuhkan air bersih. Namun untuk peningkatan kapasitas pompa air, itu rencananya akan disiapkan oleh Pemkab PALI," katanya
Share:

Paripurna HUT Prabumulih ke17, Ridho Minta Truk Batubara Dilarang Melintas

PRABUMULIH – Di peringatan hari jadi Kota Prabumulih yang ke-17 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih menggelar rapat Paripurna Istimewa, rabu (17/10/18)

Rapat yang digelar di Gedung DPRD Kota Prabumulih itu dihadiri oleh beberapa pejabat penting yakni Wakil Gubernur Sumatera Selatan H.Mawardy Yahya dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan para tamu undangan

Paripurna yang dibuka langsung oleh Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM menegaskan beberapa janji kampanye dan meminta komitmen dari janji yang diutarakan Gubernur dan Wakil Gubernur kepada masyarakat Sumatera Selatan khususnya warga Prabumulih


"Wakil Gubernur sumsel saat diwawancara awak media"


Salah satu janjinya untuk tidak memberi sedikit celah kepada usaha yang bergerak didunia Pertambangan Batubara, dalam sambutnya Ridho meminta kepada Wakil Gubernur untuk melarang mobil Batubara melintasi wilayah Kota Prabumulih

“Prabumulih dari dulu menolak eksplorasi Batubara, bahkan Cuma kita yang menolak tambang batubara, jadi mohon didukung program kami” ungkapnya

Dirinya juga menambahkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk segera melunasi Hutang Dana Bagi Hasil kepada Pemerintah Prabumulih sebesar Rp.78 Miliar

Tak hanya itu Ridho Yahya juga mengatakan jika Prabumulih akan mendapatkan bantuan pembangunan sekolah Akamigas atas keberhasilan program Gas Kota

Wakil Gubernur Susmel H.Mawardi Yahya dalam sambutannya juga menaggapi beberapa persoalan di Prabumulih terutama transportasi batubara yang saat ini masih meresahkan warga

“saat ini kita masih membahasnya dengan mengajak pihak perusahaan batubara, LLAJ dan Kepolisian (Kapolda) untuk mencari solusi”

Dikepemimpinan Herman Deru dan Mawardi Yahya tegasnya tidak akan mencabut peraturan pergub lama bahkan dirinya mengatakan tidak akan memberikan keringanan atau Dispensasi kepasa truk batubara

Sementara itu ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo, SE berharap dihari jadi Kota Prabumulih ke 17 ini masalah di Prabumulih bisa terselesaikan (TAU)
Share:

Kades Suka Maju Minta Medco Jangan Lagi Molor Bayar Ganti Rugi

PALI -- Setelah tarik ulur terkait ganti rugi pasca terjadinya pipa minyak milik PT Medco Energi yang bocor diduga akibat korosi, dimana kejadiannya berlangsung hampir setahun lalu yang lokasinya Di Desa Suka Maju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), akhirnya warga yang terkena imbas kejadian itu mendapat angin segar. Sebab, pihak perusahaan Migas itu disebut warga telah sepakat dan akan mengganti rugi melalui rekening penerima masing-masing.

Kabar itu disampaikan kepala Desa Suka Maju, Rudini bahwa pembayaran ganti rugi tersebut pihak perusahaan menjanjikan bakal mentransfer ke rekening warga penerima dalam waktu dekat ini.

"Janjinya minggu depan, soalnya warga sudah menyerahkan nomor rekening masing-masing. Adapun penerima ganti rugi sebanyak 18 kepala keluarga," ungkap Rudini, Rabu (17/10).

Untuk besaran ganti rugi diakui Rudini tergantung jumlah kerugian yang dialami warga. Sebab, pada saat kejadian, selain mengalami pencemaran lingkungan, rembesan minyak mentah masuk ke kolam ikan dan kolam perendaman getah karet warga.

"Getah karet yang kena imbas limbah minyak, diganti sebesar Rp 200.000/keping. Sementara untuk tanam tumbuh yang mati diganti sesuai peraturan yang berlaku termasuk ikan-ikan yang mati," tukasnya.

Rudini berharap, perusahaan menepati janjinya dan tidak molor lagi. "Diketahui bahwa kejadian pecahnya pipa minyak itu hampir setahun tepatnya tanggal 10 November 2017 pertama kali diketahui warga. Kurun waktu tersebut, sudah beberapa kali melakukan negosiasi dengan perusahaan yang difasilitasi Pemkab ataupun Dewan, yang akhirnya perusahaan sanggup mengganti rugi. Untuk itu, kami minta tepati janji, jangan sampai permasalahan ini berlarut-larut," harapnya.

Sementara itu, Julianto, salahsatu staff Medco membenarkan adanya ganti rugi terhadap warga Desa Suka Maju yang terkena imbas dari pecahnya pipa minyak milik perusahaan tersebut.

"Telah terjadi kesepakatan antara perusahaan dan warga, untuk realisasinya memang melalui rekening penerima masing-masing dan insyaallah tidak akan lama lagi. Artinya permasalahan itu selesai," terang Julianto.
Share:

SMP di Pali Tahun Depan Tidak Keluarkan Lagi Buku Rapor, Ini Penggantinya..

PALI -- Penilaian hasil belajar siswa agar lebih sistematis, komprehensif, akurat dan cepat didukung dengan perangkat aplikasi komputer, Kementerian pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan aplikasi e-Rapor untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program tersebut langsung ditindaklanjuti Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk menerapkan aplikasi e-Rapor diseluruh SMP yang ada di Bumi Serepat Serasan. Langkah awal menerapkan aplikasi e-Rapor tersebut, Disdik PALI mulai mensosialisasikannya.

"Kita kenalkan terlebih dahulu ke sekolah-sekolah cara penerapan e-Rapor. Jadi mulai tahun 2019, seluruh SMP di PALI tidak lagi mengeluarkan buku Rapor, tetapi pihak sekolah hanya mencetak hasil belajar siswa melalui aplikasi e-Rapor," ungkap Kamriadi, Kepala Disdik PALI, Rabu (17/10).

Penerapan aplikasi e-Rapor tersebut dijelaskan Kamriadi, sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan yang menjelaskan bahwa penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.

"Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar dimulai dengan merencanakan penilaian, menyusun instrumen, melaksanakan penilaian, mengolah dan memanfaatkan, serta melaporkan hasil penilaian," terangnya.

Tujuannya dikatakan Kamriadi bahwa proses penilaian hasil belajar peserta didik, baik oleh pendidik maupun oleh satuan pendidikan, akan lebih sistematis, komprehensif, lebih akurat, dan cepat dilakukan apabila didukung dengan perangkat aplikasi komputer.

"Berkaitan dengan hal tersebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengembangkan aplikasi e-Rapor utuk SMP yang terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), termasuk panduan penggunaannya," tukasnya.
Share:

Adakan Sunatan Massal di HUT KWP ke 9

PALI -- Korwil Komunitas Wong Pendopo (KWP) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI) dengan pengurus Pusat KWP, melaksanakn Rapat umum anggota(RUA) untuk menyusun pengurusan panitia dalam melaksanakan HUT KWP Ke-9 tahun di bumi serepat serasan ini serta kegiatan sosial sunatan masal. RUA dilaksanakn di mess Seruni Komplek Pertamina Pendopo(16/10) malam.

Dalam RUA itu juga membahas target dalam kegiatan sosial sunatan masal 100 anak yang di antara nya di ambil dari enam kelurahan seperti Talang Ubi Barat, Talang Ubi Timur, Talang Ubi Selatan dan Lainnya.

"Setelah  peserta yang sudah sunatan masal akan di beri peralatan sholat seperti Peci, Sarung, serta Uang Saku

Ketua umum KWP Pusat dr. Aminuddin Muchtar. SpOG, MM melalui seketaris jendral (sekjen) KWP Pusat Fachri Arifin kepada awak media menyampaikan bahwa pada tanggal 15 sampai dengan 16 Desember 2018 KWP akan mengadakan rangkaian kegiatan berupa Rapat Umum Anggota (RUA), Yang dihadiri oleh pengurus dan anggota KWP se-Indonesia dan dihadiri juga oleh Ketua Penasehat dan penasehat KWP.

Fachri juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat optimis sekali, Dengan barisan panitia yang sangat lengkap ini khususnya dari Pendopo, "Saya yakin acara ini akan berjalan sukses. Mudah-mudahan juga dana yang terkumpul cukup memadai,"harap Fachri yang turut diamini oleh pengurus-pengurus KWP lainnya.

Sementara itu Ketua Dewan Penasehat KWP Pusat Jusfic A. Siregar dalam keterangannya kepada sejumlah awak media usai rapat mengungkapkan," Kita bahagia sekali malam ini, Karena tim dari Jakarta sudah berhasil mengumpulkan kawan-kawan disini. Karena kita mempunyai planning yang cukup besar, Antara lain akan mengadakan Sunatan massal, Yang kira-kira pelaksanaannya tanggal 15 Desember 2018 Insyaa Allah, Selain itu kita juga akan mengadakan acara dalam rangka memperingati HUT KWP dan Rapat Umum Anggota (RUA). Karena kita akan mengadakan perubahan kembali kepengurusan KWP," ungkap Om Jusfice sapaan akrabnya. " Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar," harap Om Jusfic.
Share:

5 Ribu Lebih Pelanggan Gas Prabumulih Diancam Akan Diputus

PRABUMULIH - Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu akan menindak tegas bagi pelanggan yang masih menunggakan pembayaran, pasalnya 5000 lebih sambungan gas yang tersebar di wilayah Kota Prabumulih belum juga melunasi pembayaran

H.Azhari Harun selaku direktur PD Petro Prabu mengatakan akan mencabut ribuan sambungan gas pelanggan yang masih menunggak

Terlihat surat peringatan yang telah disebar kerumah-rumah oleh petugas PD Petro Prabu yang menunggak yang memberitahukan untuk segera melakukan pembayaran tunggakan penggunaan gas dan akan dicabut jika selama 30 hari dari peringatan itu belum juga dibayar

Suparman warga rt.01 rw.01 Kelurahan Gunung Kemala mengaku sudah dua kali mendapat surat peringatan dari pihak gas namun dirinya enggan membayar karena tagihan yang akan dibayar tidak sesuai pemakaian

“kita biasanya satu bulan itu 2 tabung kecil tabung 5kg, itu juga kadang tidak habis” ungkapnya.

Ia menambahkan untuk bulan ini tagihannya mencapai Rp.800 ribu lebih, kata pak RW harus diurus ke kantor mungkin ada gas bocor atau kesalahan sistem” tuturnya menirukan ucapan pak RW

Kebanyakan warga enggan membayar karena jarak kantor yang cukup jauh dan masih terkendala pengetahuan tentang keberadaan kantor tersebut, warga meminta agar Perusahaan membuka cabang atau loket pembayaran disetiap Desa / Kelurahan untuk mempermuda pembayaran

Dengan Adanya kebijakkan tersebut menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Hartono Hamid, PD Petro Prabu harusnya melakukan pembenahan sebelum melakukan pemutusan pelanggan. Mengingat, banyak pelanggan mengaku, belum bisa membayar lantaran belum mendapatkan rekening tagihan bahkan masih bermasalah dalam sistem pembayaran

"Benahi dulu administrasinya karena ada warga yang mengaku pembayaran gas yang dipakai tidak wajar melebihi pemakaian sebelum gas alam dipakai” katanya

Dengan adanya tunggakkan tersebut, kata Om Ton, PD Petro Prabu tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada para pelanggan. Terkait masalah itu, kata Om Ton, pihaknya akan memanggil Direktur PD Petro Prabu untuk meminta penjelasan. (TAU)
Share:

Terlibat Pengeroyokan, Dua Pekerja Jembatan Masuk Bui

PALI- Hanya gara-gara sebuah mesin air, Sayuti (34) dan Zakaria (60) warga Kota Palembang dimana keduanya merupakan pekerja di proyek pekerjaan jembatan di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI tega mengeroyok rekan kerjanya bernama Heriyanto (45) tercatat sebagai warga Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal hingga korban mengalami luka lebam bekas benda tumpul.

Akibat perbuatannya itu, Sayuti dan Zakaria kini mendekam di Sel tahanan Polsek Tanah Abang setelah polisi yang dipimpin langsung Kapolsek Tanah Abang, AKP Sofyan Ardani menangkap keduanya pada Selasa (16/10) sekitar pukul 11.30 WIB.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni bahwa kejadian pengeroyokan tersebut pada Selasa pagi (16/10) yang terjadi di bawah proyek jembatan Desa Tanjung Dalam. Saat kejadian, korban tengah ke lokasi pembangunan jembatan.

Korban melihat lantai jembatan yang sudah di cor belum disiram kemudian korban melihat drum yang terdapat banyak air di dalamnya. Setelah itu korban mengambil selang untuk menyiram lantai jembatan yang sudah di cor tersebut, kemudian korban menghidupkan mesin air tetapi air tidak mau naik setelah itu mesin air tersebut mati sendiri.

"Kemudian korban kembali menghidupkan mesin air tersebut dan di bantu tiga temannya, tetapi lagi-lagi mesin air tersebut tetap tidak mau hidup. Karena tidak hidup, lalu korban menelepon temannya untuk mengambil mesin air yang lain. Setelah itu kedua pelaku datang dan langsung marah-marah," ungkap Sofyan.

Dari situlah diterangkan Sofyan awal pengeroyokan terjadi. Entah apa sebabnya, pelaku Zakaria langsung memukul korban menggunakan kayu bulat kearah kepala, tetapi korban sempat menghindar. Namun, pelaku Sayuti ikut memukul korban menggunakan kayu persegi kearah kepala tetapi di tangkis oleh korban menggunakan tangan sebelah kanan sehingga tangan korban mengalami memar.

"Korban langsung pergi meninggalkan lokasi pembangunan jembatan dan langsung melapor ke Polsek Tanah Abang," tukasnya.

Dari laporan korban itu, dikatakan Sofyan pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan. "Saat itu juga, kita lalukan penangkapan, sebab dari laporan masyarakat bahwa kedua tersangka masih berada di tempat TKP Pengeroyokan tersebut. Saat ditangkap, keduanya tidak melakukan perlawanan yang kemudian kita bawa ke Mapolsek untuk mempertanggungjawabkan pembuatannya," tandasnya. (red)
Share:

Terlibat Pengeroyokan, Dua Pekerja Jembatan Masuk Sel Polsek Tanah Abang

PALI -- Hanya gara-gara sebuah mesin air, Sayuti (34) dan Zakaria (60) warga Kota Palembang dimana keduanya merupakan pekerja di proyek pekerjaan jembatan di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI tega mengeroyok rekan kerjanya bernama Heriyanto (45) tercatat sebagai warga Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal hingga korban mengalami luka lebam bekas benda tumpul.

Akibat perbuatannya itu, Sayuti dan Zakaria kini mendekam di Sel tahanan Polsek Tanah Abang setelah polisi yang dipimpin langsung Kapolsek Tanah Abang, AKP Sofyan Ardani menangkap keduanya pada Selasa (16/10) sekitar pukul 11.30 WIB.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni bahwa kejadian pengeroyokan tersebut pada Selasa pagi (16/10) yang terjadi di bawah proyek jembatan Desa Tanjung Dalam. Saat kejadian, korban tengah ke lokasi pembangunan jembatan.

Korban melihat lantai jembatan yang sudah di cor belum disiram kemudian korban melihat drum yang terdapat banyak air di dalamnya. Setelah itu korban mengambil selang untuk menyiram lantai jembatan yang sudah di cor tersebut, kemudian korban menghidupkan mesin air tetapi air tidak mau naik setelah itu mesin air tersebut mati sendiri.

"Kemudian korban kembali menghidupkan mesin air tersebut dan di bantu tiga temannya, tetapi lagi-lagi mesin air tersebut tetap tidak mau hidup. Karena tidak hidup, lalu korban menelepon temannya untuk mengambil mesin air yang lain. Setelah itu kedua pelaku datang dan langsung marah-marah," ungkap Sofyan.

Dari situlah diterangkan Sofyan awal pengeroyokan terjadi. Entah apa sebabnya, pelaku Zakaria langsung memukul korban menggunakan kayu bulat kearah kepala, tetapi korban sempat menghindar. Namun, pelaku Sayuti ikut memukul korban menggunakan kayu persegi kearah kepala tetapi di tangkis oleh korban menggunakan tangan sebelah kanan sehingga tangan korban mengalami memar.

"Korban langsung pergi meninggalkan lokasi pembangunan jembatan dan langsung melapor ke Polsek Tanah Abang," tukasnya.

Dari laporan korban itu, dikatakan Sofyan pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan. "Saat itu juga, kita lalukan penangkapan, sebab dari laporan masyarakat bahwa kedua tersangka masih berada di tempat TKP Pengeroyokan tersebut. Saat ditangkap, keduanya tidak melakukan perlawanan yang kemudian kita bawa ke Mapolsek untuk mempertanggungjawabkan pembuatannya," tandasnya.
Share:

Motor Terparkir Dicuri, Pelaku Ini Digelandang Tim Elang

PALI -- Tim Elang Polsek Talang Ubi berhasil meringkus Egong (22) warga Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin (15/10) sekitar pukul 22.40 WIB, karena diduga telah melakukan pencurian sepeda motor yang terparkir didepan lapangan Golf Pendopo pada Jumat (1/6) lalu.

Pelaku ini digelandang Tim Elang berdasarkan laporan korbannya dengan bukti LP / B / 119 / VI / 2018 / SUMSEL / RES M ENIM / SEK TL UBI, tanggal 01 Juni 2018.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi, Ipda Nasron Junaidi bahwa kejadian itu bermula saat korban sedang berada di Lapangan Golf  Handayani dan sepeda motor korban di parkiran di pinggir lapangan Golf.

"Pada saat korban hendak pulang ternyata sepeda motornya jenis matic sudah hilang,atas kejadian tersebut korban langsung melaporkan ke Polsek Talang Ubi," ungkap Nasron, Selasa (16/10).

Berdasarkan laporan tersebut ditambahkan Nasron bahwa Tim Elang Polsek Talang Ubi langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Dari hasil penyelidikan di ketahui pelaku bernama Egong dan beberapa kawanannya berinisial Fr (DPO),As (DPO), An (DPO).

"Setelah mendapat informasi bahwa pelaku EGONG sedang berada di rumahnya, Tim Elang langsung menuju ke rumah pelaku di Desa Talang Akar dan melakukan penangkapan," terangnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan disebutkan Nasron berupa satu unit sepeda motor Honda VARIO warna Putih BG 4451 PAA.

"Pelaku kita jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan diatas 7 tahun penjara. Sedangkan untuk pelaku lain, masih kita buru," tandasnya.
Share:

Persempit Ruang Gerak Begal, Satpol.PP PALI Bakal Patroli Rutin

PALI -- Masih adanya aksi kriminalitas jalanan yang tentunya mengganggu ketertiban umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bertekad membantu kepolisian dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

Satpol.PP PALI bakal melakukan patroli rutin bersama instansi penegak hukum disejumlah titik yang rawan terhadap aksi kriminalitas tersebut.

"Mempersempit ruang gerak pelaku Curas atau begal motor di jalanan adalah tugas kita bersama, kita akan berkoordinasi dan membantu pihak kepolisian serta TNI untuk melakukan patroli," ungkap Zulkopli, Plt Kepala Satpol.PP PALI, Selasa (16/10).

Dirinya juga bakal mengerahkan anak buahnya untuk lalukan patroli menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

"Untuk senjata api tengah kita siapkan guna menunjang kinerja anggota Satpol.PP saat melakukan patroli maupun kegiatan lainnya. Kalau untuk kendaraan sudah siap, namun kita akan koordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait," tukasnya.

Zulkopli juga menyebutkan bakal mendorong berdirinya pos terpadu disetiap lokasi rawan begal. "Diketahui bahwa ada beberapa titik lokasi rawan aksi pembegalan, kita dukung dan dorong terbentuknya pos terpadu agar ketika masyarakat beraktivitas merasa aman," tandasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts