Ditimpa Hujan Deras, Akses Jalan Desa Ini Nyaris Putus

PALI -- Akses jalan masuk maupun keluar untuk warga Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) nyaris putus lantaran arus sungai Penukal meluap karena ditimpa hujan deras sejak Jumat malam (9/11). Terendamnya akses jalan juga dipicu adanya pembangunan jembatan di desa tersebut, dimana jembatan sementara nyaris tidak terlihat akibat tergenang arus sungai Penukal.

Bahkan, pada Minggu (11/11), debit air  sungai Penukal semakin tinggi, melumpuhkan aktivitas warga. "Ini karena jembatan belum jadi, dan jembatan sementara dibangun cukup rendah mengakibatkan jembatan sementara tidak bisa dilalui," ungkap Edi, warga setempat.

Meski hujan tidak turun pada Sabtu malam, tetapi diakui Edi bahwa banjir yang semakin tinggi diakibatkan kiriman dari hulu sungai Penukal dan diperkirakan apabila hujan kembali turun air akan semakin tinggi.

"Kalaupun tidak turun hujan lagi, mungkin air akan surut dua harian. Untuk itu kami minta pihak pelaksana pembangunan jembatan tersebut untuk meninggikan jembatan sementara agar warga bisa beraktivitas," harap Edi.
Share:

Jelang Pemilu, Seluruh Parpol di PALI Deklarasikan Kampanye Damai

PALI -- Menemukan komitmen peserta Pemilu terhadap pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945 serta  melaksanakan kampanye yang damai demokratis dan mengedukasi pemilih dan melaksanakan kampanye tanpa hoaks, politisasi Sara dan politik uang serta memperkenalkan dan mensosialisasikan peserta Pemilu tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) PALI ajak seluruh Parpol ikuti deklarasi kampanye damai.

Deklarasi kampanye damai dilaksanakan usai upacara peringatan hari Pahlawan, Sabtu (10/11) di halaman Kantor Bupati PALI Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

"Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah kampanye anti Sara, hoaks dan untuk menjadikan pemilih yang berdaulat agar negara kuat," ujar H Hasyim, ketua KPUD PALI.

Dijelaskan H Hasyim bahwa KPU telah telah menetapkan 16 partai politik, dua Pasangan calon presiden dan wakil presiden dan 807 calon anggota DPD sebagai peserta Pemilu tahun 2019.

"KPU juga telah menetapkan daftar calon tetap atau DCT anggota DPR DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota pada tanggal 20 September 2018 sesuai dengan tahapan penyelenggaraan Pemilu 2019 dan masa kampanye telah dimulai pada tanggal 23 September 2018 sampai dengan tanggal 13 April 2019," jelas ketua KPUD.

Selama masa kampanye, ditambahkan H Hasyim bahwa peserta pemilu dapat melakukan kegiatan meraih simpatik pemilih dengan metode sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Dimaksudkan untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi misi program dan atau citra diri peserta pemilu," tambahnya.

Kegiatan deklarasi kampanye damai  juga diutarakan ketua KPUD PALI merupakan upaya KPU untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih dan diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih.

"Kita berharap agar peserta pemilu dapat meningkat melalui kegiatan kampanye yang tertib, tidak melakukan politisasi Sara tidak menyebarkan berita hoaks atau bohong, tidak melakukan politik uang dan tidak saling menghujat atau menghina. Dan kami menyarankan kepada seluruh Parpol agar memanfaatkan masa kampanye sebaik-baiknya untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi misi dan program peserta pemilu," jabarnya
Share:

Jangan Semata Upacara Tapi Harus Mampu menggali Semangat Baru

PALI - Peringatan hari Pahlawan tahun 2018 di Bumi Serepat Serasan dipusatkan di halaman Kantor Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi, Sabtu (10/11) dengan menggelar upacara pengibaran bendera merah putih.

Sekda PALI, Syahron Nazil didaulat sebagai Inspektur upacara dan diikuti hampir seluruh kepala OPD, FKPD dan pegawai dilingkungan Pemkab PALI juga sejumlah pelajar.

"Peringatan hari Pahlawan ini bukan semata menggelar upacara, tetapi harus syarat makna dan harus dapat menggali serta mampu menjadi semangat baru dari nilai nilai kepahlawanan," pesan Sekda.

Semangat baru itu dikatakan Sekda adalah semangat dalam membangun negara ini. Sebab, saat ini, jiwa kepahlawanan adalah bagaimana cara anak bangsa ini terus berkarya dan terus berupaya memajukan republik ini.

"Semangat pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia. Setiap etape perjuangan berlanjut ke etape berikutnya, karena setiap jaman ada pahlawannya dan setiap pahlawan berdedikasi sesuai jamannya," terang Sekda.

Usai menggelar upacara, Sekda PALI diikuti peserta upacara langsung menuju Taman Makam Pahlawan untuk melakukan tabur bunga sebagai tanda penghormatan kepada pahlawan yang telah berjuang demi bangsa ini. Sn
Share:

Pinjam Motor Lalu Digadaikan, Dodi Diamankan Polsek Tanah Abang

PALI-- Jajaran Polsek Tanah Abang meringkus Dodi Sartono (24) warga Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lantaran diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan satu unit sepeda motor milik Beti Laila (40) warga desa Suka Raja Kecamatan Tanah Abang.

Dodi ditangkap Polsek Tanah Abang pada Sabtu (10/11) sekitar pukul 03.00 WIB berdasarkan laporan korban dengan bukti LP / B / 63 / X /2018 / Sumsel/ Res ME / Sek T.Abang tgl 06 oktober 2018.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni yang pimpin langsung penangkapan pelaku ini bahwa kejadian tindak pidana itu dilakukan pelaku pada Jumat (8/11) sekira pukul 10.00 WIBi.

Berawal pelaku berangkat dari rumahnya yang berada di Desa Pandan menuju ke Desa Suka Raja dengan cara menumpang mobil truck yang melintas, setelah tiba di rumah korban, pelaku memanggil suami korban namun suami korban sedang keluar rumah dan mengatakan bahwa tidak ada angkutan kayu dikarenakan pelaku bekerja dengan korban sebagai sopir mobil truck pengangkut kayu.

"Saat itu pelaku langsung kerumah orang tuanya yang berada di Desa Sedupi Kec. Tanah Abang, setelah pukul 12.00 WIB, pelaku kembali lagi kerumah korban saat itu suami korban masih belum pulang. Tetapi pelaku langsung masuk kedalam rumah dan saat itu pelaku sempat memanggil korban untuk meminjam sepeda motor," ungkap Sofyan.

Setelah itu, ditambahkan Sofyan, pelaku langsung membawa sepeda motor korban dan membawanya kearah Desa Raja, untuk menemui temannya bernama Depi untuk meminjam uang.

"Namun Depi tidak dapat meminjami uang dengan alasan tidak ada uang, kemudian pelaku langsung pulang kerumahnya yang berada di Desa Pandan. Kemudian pelaku ke Desa Modong untuk bertemu Lukman untuk menggadaikan sepeda motor tersebut," tambahnya.

Atas dasar laporan korban itulah, kemudian jajaran Polsek Tanah Abang melakukan penyelidikan, dan setelah diketahui pelaku sedang berada di rumahnya, Kapolsek langsung memerintahkan Kanit Reskrim dan anggota untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Kita pimpin langsung penangkapan pelaku tersebut, dan saat melakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan kemudian bawa pelaku dan diamankan di Polsek Tanah Abang bersama barang buktinya berupa satu unit sepeda motor," tandasnya. sn
Share:

Peringati Hari Pahlawan, Kapolres : Semangat Pahlawan Didada ku

PRABUMULIH – Upacara peringatan Hari Pahlawan ke 73 tahun 2018 di gelar jajaran Polres Polres Prabumulih, Polda Sumatera Selatan, Sabtu (10/11/2018) pagi di lapangan Apel Mapolres Prabumulih.

Kapolres Mataram, AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H, selaku inspektur upacara membacakan amanat Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam amanatnya menegaskan, peringatan hari Pahlawan yang setiap tanggal, 10 Nopember diperingati bangsa Indonesia, adalah untuk mengenang peristiwa pertempuran 73 tahun yang silam yang merupakan pertempuran fisik pertama setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Semangat juang pantang menyerah dan pengorbanan yang tanpa pamrih oleh para pahlawan telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus menjadi contoh dan tauladan bagi kita semua sebagai generasi penerus bangsa,

Prosesi peringatan Hari Pahlawan, diseluruh Indonesia termasuk di Kota Prabumulih juga dilakukan upacara pengibaran bendera merah putih serta mengheningkan cipta secara serentak selama 60 detik.

Hal ini dimaksudkan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan serta memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari Indonesia.

Substansi dari setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema Hari Pahlawan Tahun 2018 adalah “Semangat Pahlawan Di Dadaku” mengandung makna, sesuai ftrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan.

“Siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga negara Indonesia tanpa terkecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bangsa dan negara,”

Selain itu, juga peringatan Hari Pahlawan, menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan instropeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Upacara peringatan Hari Pahlawan, diikuti seluruh Personil Jajaran Kepolisian Polres Prabumulih dan Polsek jajaran serta ASN Polres Prabumulih. (Bio/rel)
Share:

Gandeng Bawaslu Provinsi, Pengembangan Pengawasan Pemilu Partisipatif Terus Digelorakan

PALI -- Kegiatan Sosialisasi Pengembangan Pengawasan Pemilu Partisipatif dalam rangka pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) PALI, kali ini kegiatan yang dihadiri Bupati di wakili Ir. Arya Darmawan, Kapolsek Talang Ubi, Kompol Okto Iwan Setiawan, Kejari PALI, OPD, Kesbangpol, seluruh pimpinan partai politik, tokoh agama, tokoh masyrakat, tokoh pemuda, karang taruna dan pelajar pramuka digelar di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo, kemarin Kamis (8/11).

Pelaksanaan kegiatan tersebut menggandeng nara sumber dari KPUD PALI dalam hal ini diwakili Divisi Parmas, Adella Rosita dan Junaidi SE, Komisioner Bawaslu Provinsi Sumsel.

Dijelaskan ketua Bawaslu PALI, Heru Muharom didampingi komisioner lainnya Basrul SAP dan Iwan Dedi bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyampaikan bagaimana pentingnya pengawasan partisipatif untuk dilaksanakan karen Pemilu semua warga Indonesia

"Kita ajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan proses dan tahapan Pemilu. Sebab, pengawasan yang dilaksanakan bersama sangatlah penting menuju suksesnya Pemilu 2019 mendatang," ungkap Heru Muharom.

Pada kegiatan tersebut, Bawaslu PALI juga banyak melontarkan kuis yang disampaikan nara sumber untuk membuat suasana jadi semarak dan semangat mengikuti acara tersebut.

Sementara itu, Bupati PALI diwakili Staff Ahli, Arya Darmawan mengajak semua elemen ikut serta mengawasi pemilu 2019 untuk sama-sama menjaga proses Pemilu baik itu Pileg atau Pilpres agar terhindar dari pelanggaran. "Sehingga keamanan di Kabupaten PALI  terjamin dan tetap kondusif," ajaknya.

Senada diucapkan Junaidi SE, Komisoner Bawaslu Sumsel, bahwa dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu, Bawaslu tidak sendiri, tetapi bersama, KPU, DKPP, GAKUMDU, Kepolisian,Danramil, Satpol.pp serta elemen lainnya.

"Kita akan melakukan sekuat tenaga, usaha dan pemikiran untuk menjaga dan melaksanakan Pemilu Jujur, adil, mandiri dengan hasil berintegritas dan legitimate sesuai harapan masyarakat, bangsa dan negara ini," harap Junaidi.
Share:

Berbakti Pada Ibu, Pramugari Cantik Ini Relakan Gaji Rp 45 Juta dan Memilih Rp 450 Ribu

PRABUMULIH -- Pramugari adalah salah satu pekerjaan yang tidak sembarang orang bisa lakukan. Untuk menjadi seorang pramugari, selain harus memiliki paras cantik juga memiliki postur tubuh tinggi.

Tak cukup sampai disitu, seorang pramugari juga dituntut memiliki kecerdasan diatas rata-rata salah satunya memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik.

Terlepas dari sulitnya menjadi pramugari, profesi ini juga sangat menggiurkan. Pasalnya, pemasukkan pramugari terbilang cukup tinggi. Berkisar antara Rp 7 juta hingga Rp 40 juta. Hal ini sebanding dengan resiko yang didapat.

Profesi sebagai pramugari pernah dirasakan oleh Berlinda Fitriyani (28) salah satu Pegawai Harian Lepas (PHL) Pemerintah Kota Prabumulih.

Perjalanan menjadi seorang pramugari terbilang sangat mulus dilalui ibu dua anak ini. Ifit begitu ia disapa pernah lulus menjadi pramugari di lion air meskipun penawaran itu ia tolak. Lalu ia juga pernah menjadi pramugari di maskapai flat merah Garuda Indonesia.

Ifit mengatakan pendaftaran menjadi pramugari di maskapai Lion Air ia ikuti ketika lulus SMA. Setelah mengikuti seleksi tahap akhir dan disodorkan kontrak, tawaran emas tersebut kemudian ia tolak.

"Karena waktu ikut seleksi itu Ifit diam-diam tidak bilang sama mama. Setelah mama tahu Ifit ikut seleksi, mama tidak mengizinkan. Sebagai anak ya Ifit nurut kata mama," ujarnya.

Dikatakan Alumni Bujang Gadis Prabumulih (BGP) tahun 2008 ini, setelah menolak tawaran tersebut Ifit kemudian bekerja sebagai PHL di Pemkot Prabumulih dibagian humas protokol untuk membantu ekonomi keluarga.

"Satu tahun setelah itu ada lowongan Pramugari di Garuda  tahun 2010 tapi tidak lulus. Tapi tetap semangat 2011 ada lowongan lagi, khusus untuk Haji Alhamdulillah Lulus dan kali ini mama dukung," ungkapnya.

Diterangkan Ifit, menjadi seorang pramugari ada banyak pengalaman yang didapat. Salah satu pengalaman yang tidak terlupakan ketika pesawat garuda Jakarta ke Jeddah mengalami kendala, hidrolik sistem pesawat tak berfungsi dan membuat roda pesawat tidam bisa keluar.

"Mengetahui informasi dari pilot, sebenarnya jantung ini sudah lemas. Tapi Ifit menciba profesional dan menyampaikan masalah tersebut kepada penumpang dengan santai agar penumpang tidak panik," terangnya.

Saat itu, kata Ifit, pilot memutuskan pesawat untuk melakukan pendaratan dsrurat di Bandara Muskat Oman. Dimana suasana ketika itu sangat mencekam peswat berputar selama 4 kali untuk mencoba mengeluarkan roda pesawat.

"Seluruh penumpang sudah sangat panik menangis histeris, ada yang terus berzikir. Alhamdulillah setelah 4 kali mencoba pendaratan berhasil," bebernya.

Meskipun beresiko tinggi, kata Ifit, menjadi seorang pramugari ia memperoleh gaji yang cukup fantastis. Dalam satu bulan ia bisa mendapatkan gaji hingga Rp 40 juta.

"Alhamulillah. Kalau gajinya hanya Rp 2,6 juta, tunjangannya yang lumayan besar. Dalam sebulan Ifit pernah dapat Rp 45 juta," jelasnya.

Namun, lanjut Ifit, pekerjaan sebagai pramugari hanya ia jalani selama 2 tahun. Setelah itu, ia memutuskan untuk berhenti dan kembali menjadi PHL di Pemkot Prabumulih.

"Setelah itu dapat penugasan di Medan, karena cukup jauh kasihan Mama jadi Ifit putuskan untuk mundur," pungkasnya.
Share:

Bawa Sempira dan Kunci Leter T, Warga Prabumulih Terjaring Razia

PALI -- Razia/2-1 Operasi Zebra Musi 2018 kembali dilakukan Polsek Tanah Abang dengan menurunkan hampir seluruh personilnya dipimpin langsung Kapolsek Tanah Abang, AKP Sofyan Ardeni. Razia yang dilakukan pada Kamis (8/11) ini, Polsek Tanah Abang menahan Karman Warga Tanjung Telang Kelurahan Gunung Kemala Kota Prabumulih lantaran terjaring razia dan kedapatan membawa senjata api rakitan jenis laras pendek beserta lima butir amunisinya serta kunci leter T yang dibawanya menggunakan tas sandang.

"Razia ini kita lakukan sekitar pukul 10.30 WIB dengan lokasi di Jalan antara Desa Muara Dua dan Desa Tanah Abang.

Kita turunkan 15 personil gabungan dari Unit Reskrim, Unit Intelkam, Babinkamtibmas dan Sat Sabhara Polsek Tanah Abang. Kegiatan razia/2-1 dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Nomor : Sprin/72/XI/2018 Tanggal 08 November 2018," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang, AKP Sofyan Ardeni.

Dijelaskannya bahwa target multi sasaran antara lain Premanisme, sasaran khusus 3C , Narkoba , Senpi, Handak serta penyakit masyarakat lainnya dan RANMOR R2/R4 tanpa dilengkapi dokumen yang sah dalam rangka cipta kondisi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tanah Abang.

"Selain mengamankan satu pelaku pembawa Senpira, kita amankan juga 1 unit kendaraan R4 jenis Dum Truck warna Kuning dgn nomor polisi BG 8147 UQ tanpa kelengkapan surat kendaraan.

Memberikan teguran kepada pengendara R2 dan R4 agar melengkapi surat-surat kendaraan bermotor dan mematuhi aturan berlalu lintas," tambah Sofyan.

Adapun pelaku pembawa Senpira dikatakan Sofyan langsung digelandang ke Mapolsek Tanah Abang guna pengembangan sidik berikutnya pengembangan kasusnya.

"Operasi Zebra ini digelar serentak di Satwil Polda Seluruh Indonesia selama 14 hari, yakni mulai 30 Oktober hingga 12 November 2018, Khusus Polres Muara Enim dan Polsek jajaran tetap melaksanakan Ops Zebra, dengan cara bertindak simpatik. Sementara BB dan pelaku kita bawa ke Mapolsek untuk diinterogasi guna pengembangan," tandasnya.

Digelarnya operasi zebra tersebut dijabarkan Kapolsek Tanah Abang guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara di jalan raya.

"Kemudian meminimalisasi pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas, serta menurunkan tingkat kejahatan penyakit masyarakat. Selain itu operasi ini juga diharapkan dapat menjaga situasi keamanan mengingat di bulan Desember akan ada perayaan Natal dan juga tahun baru 2019," pungkasnya.
Share:

Kerap Banjir Setiap Kali Hujan, Warga Arjuna Minta Solusi Pemerintah

PRABUMULIH -- Banjir setinggi lutut orang dewasa genangi pemukiman warga di Jalan Arjuna 1 Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Kamis (8/11) sore sekitar pukul 17.00 wib.

Hujan deras yang mengguyur Kota Prabumulih sejak pukul 15.15 wib membuat air meluap dan masuk ke rumah-rumah warga. Warga pun hanya pasrah lantaran banjir kerap kali menggenangi kawasan tersebut apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.

Ade Risky warga sekitar mengatakan banjir terjadi diduga akibat intensitas air yang mengalir tinggi sementara parit yang ada berukuran kecil sehingga tidak dapat menampung debit air.

"Mungkin gara-gara parit diri kecil," Ujar Ade.

Dikatakan Ade, banjir menggenangi sejumlah rumah yang berada tepat didekat parit. "Yang kebanjiran rumah disekitar parit itulah," ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Prabumulih dapat mencarikan solusi terkait masalah banjir tersebut. "Kasihan warga disini setiap banjir air masuk kerumah," terangnya.

Selain itu, Ade juga meminta agar Dinas Kebersihan membantu warga untuk membersihkan parit dikawasan tersebut untuk memperlancar arus air apabila terjadi hujan.

"Kalau bisa dinas kebersihan turun, nanti dibantu warga. Atas dulu yang bergerak warga pasti bantu," tuturnya.

Banjir juga hampir masuk kepemukiman warga di Jalan Tebat Kelurahan Wonosari. Beruntung hujan berhenti sehingga debit air berkurang. "Hampir masuk rumah tadi. Kami sudah siaga," tambah Asep.
Share:

Kurang Layak Ditempati, DPRD Minta Pemkot Prabumulih Tunda Pembagian Lapak PTM II

PRABUMULIH -- Keluhan para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Prabumulih terkait pembagian lapak di Pasar Tradisional Modern (PTM) II ditindaklanjuti langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih.

Kamis (8/11) siang sekitar pukul 14.00 wib unsur Pimpinan dan anggota  Komisi II DPRD Prabumulih gelar sidak ke PTM II untuk memastikan kesiapan pasar modern tersebut sebelum ditempati oleh pedagang.

Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo mengatakan dari hasil sidak yang dilakukan banyak keluhan dari para pedagang salah satunya adalah tempat berjualan.

"Tempat pedagang berjualan setelah kita tinjau memang ada beberapa bagian yang tidak layak," ujar Palo.

Dikatakan Palo, keluhan masyarakat tersebut akan disampaikan ke Pemerintah Kota Prabumulih untuk dicarikan solusi terbaik.

"Akan kita sampaikan ke Pemkot, kita carikan mana yang paling baik untuk para pedagang," ungkapnya.

Terkait banyaknya kekurangan dari gedung PTM II, Palo meminta agar Pemerintah Kota menunda terlebih dahulu pembagian lapak pedagang untuk menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan.

"Kita dengar semua pihak kalaulah memang kita anggap belum layak untuk ditempati untuk para pedagang lebih baik ditunda terlebih dahulu," terangnya.

Menurut Palo, kios di PTM I lebih layak dihuni lantaran ukurannya lebih besar dan nyaman untuk ditempati. "Sangat beda dengan OTM II, jadi kita harapkan jangan dipaksakan," tuturnya.

Terlebih dahulu, kata Palo, Pemerintah Kota harus mendengar apa yang menjadi keluhan para pedagang. "Kalaulah dipaksakan tentu ini bukan jalan terbaik," tambahnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts