BGP Bertolak ke Bali, ini tujuannya

PALI - Menambah wawasan terhadap Bujang Gadis PALI (BGP), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), memberangkatkan puluhan finalis BGP dari angkatan 2015,2016,2017 dan 2018 ke pulau Dewata Bali.

Sebelum bertolak, seluruh peserta kegiatan yang diberi nama wawasan nusantara dilepas secara resmi oleh Sekda PALI, Syahron Nazil yang mewakili Bupati, Senin malam (26/11) di rumah dinas Bupati PALI.

"Sebagai duta wisata dan duta pendidikan, tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan BGP dalam mengembangkan potensi di PALI, terutama wisatanya," ujar Yunimawati, Plt Kepala Disbudpar PALI.

Untuk peserta kegiatan wawasan nusantara, dijelaskan Yunimawati bahwa seluruh dari finalis BGP dari angkatan 2015. "Kegiatan ini merupakan apresiasi Bupati terhadap duta wisata dan duta pendidikan, yang tentunya kami harapkan sepulang dari pulau Bali, peserta bisa bertambah ilmunya. Dan saat di pulau Bali, seluruh peserta akan mengunjungi Dinas Pariwisata provinsi Bali untuk sharing juga mengunjungi beberapa tempat wisata di pulau dewata," tambahnya.

Sementara itu, Sekda PALI berpesan agar seluruh peserta menjaga kekompakan dan menjaga nama baik Kabupaten PALI.

"Tentunya keinginan Bupati adalah seluruh peserta menjadi motor dan motivator warga lainnya serta supaya menambah wawasan dalam pengembangan potensi yang ada di PALI terutama wisatanya. Sebab, di PALI banyak potensi yang perlu dikembangkan. Dimana diketahui bahwa di Sumsel ini hanya ada di PALI yang mempunyai destinasi wisata yang teregister, yakni candi Bumi Ayu," jelas Pesan Sekda.

Selain memberikan pesan tersebut, Sekda juga menekankan agar BGP yang tentunya menjadi cermin Kabupaten PALI yang harus mewakili budaya PALI.

"BGP harus memperlihatkan kesan yang bagus, jaga kesehatan serta yang terpenting dalam kegiatan wawasan nusantara ini adalah jangan rusak jadwal kegiatan dengan hal-hal kecil. Manfaatkan waktu yang telah terjadwal sebaik-baiknya dan sepulangnya nanti, bisa diterapkan di Kabupaten PALI ini," tutupnya. (sn)
Share:

APK Pemilu Mulai Disalurkan KPUD PALI

PALI - Alat Peraga Kampanye (APK) bagi seluruh Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu mulai disalurkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (26/11) di Gudang KPUD PALI.

Penyaluran APK Pemilu legislatif langsung dibagikan ketua KPUD PALI H. Hasyim didampingi seluruh komisioner disaksikan Bawaslu PALI.

"Untuk masing-masing Parpol menerima 10 buah Baliho dan 16 buah spanduk, dan alhamdulillah seluruh Parpol mengabil APK Pemilu," ujar H Hasyim.

Tak hanya APK Pemilu legislatif, H Hasyim juga menyebutkan bahwa APK Pilpres dan DPD juga serentak dibagikan.

"Namun untuk APK Pilpres dan DPD belum ada yang mengambil. Dan apabila ada tim sukses pasangan presiden maupun DPD yang akan mengambil silahkan hubungi kami atau datang langsung ke Gudang KPUD PALI disamping Mapolsek Talang Ubi sampai tiga hari sebelum hari H, tetapi kalau bisa secepatnya," tukasnya.

Sementara itu ketua Bawaslu PALI Heru Muharom melalui Divisi Pengawasan dan Hubungan Masyarakat serta antar Lembaga Iwan Dedi S. Kom menegaskan bahwa APK yang selama ini terpasang banyak yang tidak sesuai anjuran KPU.

Dan rencananya dikatakan Iwan Andi bahwa pada Desember, Bawaslu berencana menertibkan APK yang melanggar yang telah dipasang masing-masing Caleg maupun Parpol. "Tetapi sebelumnya kita akan rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk mensosialisasikan APK yang diperbolehkan. Sebab, saat ini banyak APK tidak sesuai, dan akan kita tertibkan. Penertiban akan diutamakan pada tempat-tempat yang dilarang dan melanggar estetika keindahan kota," tandasnya
Share:

KONI Pali gelar turnamen sepak bola U15 se sumsel



PALI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Piala Suratin U-15 se-Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut merupakan pertama kalinya digelar di Bumi Serepat Serasan yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Gelora November Kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI itu dilaksanakan sejak Minggu (25/11) s.d tanggal 28 November 2018.


Drs. Darmawi, MSi ketua Askab PSSI Kabupaten PALI menerangkan bahwa dalam turnamen kali ini, ada tiga kabupaten yang mengirimkan utusannya, yakni Palembang, OKI, dan tuan rumah Kabupaten PALI.

"Ada empat club yang akan berlaga dalam piala Suratin U-15 se-Sumsel pada tahun 2018 ini. Yaitu dari PALI, Palembang, OKI, dan Mesuji Raya," terang Darmawi didampingi Ichsanudin, ketua panitia pelaksana Piala Suratin U-15.

Darmawi menjelaskan bahwa turnamen itu juga bertujuan untuk menjaring atlet sepak bola usia 15 tahun yang nantinya akan dipersiapkan untuk ke jenjang yang lebih tinggi.

"Nantinya juara akan mewakili Sumsel dalam turnamen tingkat nasional. Selain itu, para juara juga akan mendapatkan hadiah berupa Thropy dan uang pembinaan," terang pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda da Olahraga kabupaten PALI itu.

Sementara itu, Mahmud perwakilan dari Asprov PSSI Sumsel mengapresiasi kepada KONI PALI yang telah mampu menggelar turnamen Piala Suratin U-15 di PALI.

Meskipun, PALI termasuk Daerah Otonomi Baru (DOB), namun Mahmud menilai seperti sudah berpengalaman dalam melaksanakan turnamen.

"Terimakasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada KONI dan Pemkab PALI yang telah sukses menjadi tuan rumah turnamen Piala Suratin. Semoga olahraga sepak bola di PALI akan lebih maju dan lebih memasyarakat lagi," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Bupati PALI yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten 1 bidang pemerintahan dan Kesehjateraan Pemkab PALI berharap agar para atlet yang bertanding nanti dapat menampilkan yang terbaik, sehingga ke depannya bisa masuk dan menjadi bagian dari tim nasional Indonesia.

Dia berharap ke depan, agar kabupaten-kabupaten yang lain bisa ikut berpartisipasi dalam turnamen piala Suratin U-15.
"Selain itu, menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar tahun 2019 di Prabumulih, PSSI diharapkan mampu menjadi tim sepakbola untuk bisa berlaga pada Porprov nanti. Menang kalah biasa, yang utama adalah junjung tinggi sportivitas kala bertanding," tutupnya (sn)
Share:

Minimalisir Penyebaran penyakit DBD, Dinkes Pali Fogging daerah rawan nyamuk

PALI - Setelah mendapat kabar tentang wabah penyakit Demam Berdarah yang saat ini tengah menjangkit di wilayah kecamatan Penukal Utara, Dinas Kesehatan kabupaten PALI kemarin (23/11/2018) telah mengirimkan tim untuk melakukan fogging ke kawasan desa Tempirai.

"Kemarin (23/11/2018) kami sudah menurunkan tim untuk melakukan foging. Namun karena kondisi kemarin turun hujan, maka tim hanya melakukan abatisasi, atau pemberian bubuk abate sekaligus menaburkannya ke tempat-tempat penampungan air milik warga setempat," ungkap Lydwirawan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten PALI, Sabtu (24/11/2018) usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD PALI.

Kendati demikian, pihaknya hari ini (Sabtu, red) kembali menurunkan tim untuk melakukan fogging ke wilayah tersebut.
"Ada tiga tim fogging, yaitu dari Puskesmas Talang Ubi, Puskesmas Penukal dan Puskesmas Tempirai. Namun, kemarin sebanyak 60 kg bubuk abate kita bagikan ke warga. Bubuk abate sendiri berfungsi untuk mematikan jentik-jentik nyamuk yang berkembang di tempat penampungan air," ungkapnya.

Dijelaskannya pula, dari hasil abatisasi kemarin, diketahui bahwa tempat penampungan air milik warga setempat menjadi tempat berkembangnya nyamuk aedes aegypty, penyebab penyakit Demam Berdarah.
"Setelah kami telusuri, nyamuk berasal dari tempat penampungan air yang tidak higienis sehingga menjadi tempat berkembang biak nyamuk," tambahnya.

Ia berpesan kepada warga PALI agar melakukan langkah 3 M, yakni mengubur barang bekas, menguras tempat penampungan air yang bisa menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk serta menutup tempat penampungan air.

"Selain itu, jika ada warga yang sakit panas dua hari tidak ada perubahan, disarankan langsung dibawa ke RSUD PALI agar mendapat penanganan medis lebih baik. Sehingga, tidak menimbulkan korban jiwa. Karena, DB merupakan salahsatu penyakit yang mematikan di Indonesia," tutupnya.
Share:

Tak ingin remaja berprilaku menyimpang, DPPKBPPPA Pali gelar sosialisasi kesekolah

PALI - Mengatasi permasalahan remaja, seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, narkoba sampai pernikahan usia dini, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI datangi sekolah-sekolah di lima kecamatan dalam wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kegiatan tersebut sebagai upaya memberikan pemahaman terhadap remaja dengan sasaran pelajar SMA atau sederajat agar lebih matang dalam pola pikir untuk menghindari permasalahan remaja.

Dikatakan Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI bahwa melalui penyuluhan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan forum anak di sekolah bersama Papsedu di Kabupaten PALI serta duta Genre diharapkan remaja bisa meminimalisir kasus pernikahan diusia dini.

"Kita ketahui bahwa masih adanya kasus nikah usia dini terjadi di PALI, kita prihatin dengan masih terjadinya kasus itu. Karena, resiko yang paling tinggi terjadi akibat pernikahan usia dini adalah perceraian serta KDRT. Disamping itu, belum siapnya mental remaja dalam mengarungi rumah tangga memicu banyak resiko lainnya, seperti alat reproduksi yang belum siap," terang Yenni, Minggu (25/11).

Kegiatan tersebut diakui Yenni akan terus dilakukan di lima kecamatan dan ditargetkan akan selesai sebelum ulangan semester.

"Saat ini sudah tiga kecamatan kita laksanakan penyuluhan tersebut. Dan kami berharap kegiatan ini bisa berpengaruh untuk menurunkan permasalahan remaja," harapnya.

Diketahui bahwa Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.
Share:

26 Warga Pali Positif terjangkit Demam Berdarah

PALI - Warga Bumi Serepat Serasan patut waspada ditengah cuaca yang tak menentu saat ini. Pasalnya, sebanyak 26 warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dipastikan positif terjakit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal itu, dikatakan Direktur RSUD Talang Ubi, dr Tri Fitrianti, bahwa jumlah 26 orang tersebut merupakan data yang dimilikinya dalam satu bulan ini, dan satu pasien tak bisa terselamatkan lagi, akibat serangan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini.

"Sebanyak 26 orang total keseluruhan di November ini yang masuk ke RSUD Talang Ubi positif DBD. Termasuk hari ini sebanyak tujuh pasien yang baru masuk dan menjalani perawatan," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya, dari jumlah 26 pasien itu mayoritas berasal dari Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara. "Mayoritas pasien dari Desa Tempirai, dan penyebabnya sendiri ialah banyaknya genangan air disekitar tempat tinggal yang tidak dibersihkan, sehingga menjadi sarang nyamuk," tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Paradi mengakui banyaknya warga Desa Tempirai, Selatan dan Utara yang terserang DBD dan saat ini sedang menjalani pengobatan di rumah sakit.

"Sebagian ada yang meninggal. Dan satu pasien warga kami meninggal beberapa hari lalu. Kami minta fogging massal di desa. Karena untuk fogging rutin sudah dilakukan. Untuk kali ini kami minta secara massal," pungkasnya (sn)
Share:

Cici Ariska Warga Pali Korban Lion Air JT610 Akhirnya Teridentifikasi

PALI - Cici Ariska (27), korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu akhirnya berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Mengetahui kabar tersebut, Marsudi (50) ayah dari Ciri Ariska hanya bisa pasrah dan bersyukur karena jenazah anaknya berhasil diketahui.

Informasi tersebut diterima oleh Marsudi dari Bayu yang tidak lain merupakan adik kandung dari Candra Kirana (alm) yang juga merupakan korban tragedi Lion Air JT 610 tersebut.

"Alhamdulillah sudah diketahui jenazah Cici. Kami pihak keluarga menerima dengan ikhlas bagaimanapun kondisi anak kami. Kami sudah pasrah," ungkap pria yang berdomisili di Desa Talang Mandung Kecamatan Jirak Jaya kabupaten Muba tersebut, Jumat (23/11) di rumah duka Anang Urip di Kelurahan Pasar Bhayangkara kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI.

Dijelaskan Marsudi bahwa Bayu mendapat telpon dari Tim DVI Mabes Polri sekitar pukul 11.00 WIB. "Setelah itu, Bayu langsung hubungi kami dan Eka, kakaknya Bayu yang saat ini sedang berada di Jakarta untuk mengurus administrasi kepulangan jenazah Cici Ariska," terangnya.

Marsudi mengatakan bahwa pihak keluarga saat ini tengah menyiapkan untuk tahlilan doa bersama, baik di rumah duka Anang Urip ayah Candra Kirana, maupun di rumahnya di Desa Talang Mandung dan di rumah duka adiknya Reka Andeska (almh).
"Kami juga beberapa hari yang lalu mendapat musibah. Reka Andeska (25) yang merupakan adik kandung Cici Ariska sekitar empat hari yang lalu meninggal dunia. Reka tidak pernah mengidap penyakit apapun, hanya saja setelah mendapat kabar tentang ayuknya (Cici, red) yang tewas dalam kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 beberapa waktu lalu membuat kondisi Reka yang baru habis melahirkan drop jatuh sakit. Diketahui Reka terlalu memikirkan kondisi ayuknya tersebut. Sehingga, jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia," cerita Marsudi yang tampak terlihat tabah.
Share:

Jembatan Ini Roboh, Warga Tuduh Alat Berat Penyebabnya

PALI -  Jembatan yang menjadi akses warga Desa Persiapan Gunung Menang Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk beraktivitas sehari-hari menuju kebun karetnya runtuh sejak Selasa malam (20/11) karena menurut warga sekitar diduga akibat dilalui alat berat yang hendak mengevakuasi alat berat lain yang rusak ketika mengerjakan normalisasi sungai Sebagut.

Imbasnya, ratusan warga urung melakukan aktivitasnya karena tidak bisa menyeberang sungai tersebut.

"Setelah alat itu lewat, jembatan rusak parah. Warga sudah coba perbaiki jembatan tersebut, tetapi karena jembatan terbuat dari pipa besi, jembatan tersebut sulit untuk kembali semula. Warga yang biasa beraktivitas melalui jembatan tersebut, sudah dua hari ini lumpuh," ujar Musiwan, Kepala desa Persiapan Gunung Menang, Kamis (22/11).

Untuk itu, Kades meminta pihak pelaksana pekerjaan normalisasi sungai Sebagut yang dikerjakan dari APBD Provinsi untuk bertanggung jawab dan memperbaiki jembatan tersebut.

"Sebenarnya kalau koordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa, tidak akan terjadi seperti ini, karena jembatan itu dibangun Pertamina pada tahun 1980an, dan sudah banyak pipa besi yang kropos serta tidak layak dilalui kendaraan berat. Tetapi, pelaksana sepertinya tidak butuh pemerintah desa dan memaksakan untuk menyeberang diatas jembatan itu. Untuk itu, Kami minta secepatnya diperbaiki, karena jembatan itu menjadi urat nadi perekonomian sebagian besar warga desa ini," pintanya.

Terpisah, Darmadi Suhaimi wakil ketua DPRD PALI menegaskan bahwa pihak pelaksana atau pemilik alat berat tersebut wajib memperbaiki jembatan itu.

"Kalau memang benar akibat alat berat itu, maka wajib pihak pelaksana atau tekait lainnya memperbaiki. Dari laporan yang saya terima, sudah dua hari warga sudah tidak bisa ke kebun, otomatis penghasilannya terputus," tandasnya.
Share:

Dua Pelajar Kena Tusuk, Polsek Tanah Abang Buru Pelakunya

"Foto : Ilustrasi"


PALI - Edo (17) dan Krismon (17) pelajar SMAN 2 Tanah Abang asal Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bunda kota Prabumulih lantaran mengalami luka tusukan yang dilakukan oleh pelaku yang saat ini tengah dikejar polisi ketika menyaksikan hiburan orgen tunggal (OT) yang digelar salahsatu warga di Desa Sedupi untuk merayakan resepsi pernikahan pada Selasa malam (20/11).

Amran, kepala desa setempat mengatakan bahwa menurut beberapa warga yang melihat kejadian itu bermula saat kedua korban menonton hiburan OT, kemudian dihampiri pelaku yang langsung meminta sejumlah uang kepada korban, tetapi korban tidak memberikannya dengan alasan tidak punya uang.

"Pelaku malah marah dan langsung menusuk kedua korban lalu kabur. Mengetahui kejadian itu, sebagian warga ada yang mengejar, namun pelaku berhasil lolos. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit, karena korban Edo mengalami luka tusuk di bagian perut dan Krismon mengalami luka tusuk dibagian dada," terang Kades.

Terpisah, AKP Sofyan Ardeni Kapolsek Tanah Abang mengakui kejadian tersebut, dan pihaknya tengah memburu pelaku.

"Saksi telah kita ambil keterangannya, dan berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga satu orang yang melakukan penusukan. Kita tengah kejar pelakunya, karena identitasnya sudah kita kantongi," tandasnya.
Share:

Satu Balita Asal PALI Meninggal Akibat DBD

PALI - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBB) kembali terjadi di wilayah Bumi Serepat Serasan, bahkan pasien atas nama Yulia Puspisa (4) bocah yang masih duduk di bangku TK asal Desa Tempirai Utara Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) itu tidak tertolong nyawanya.

Hal itu diakui dr Fitri, direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi. Menurutnya bahwa pasien tersebut merupakan rujukan dari Puskesmas Tempirai Penukal Utara, dan kondisi saat datang ke RSUD sudah shock dan jumlah trombosit dalam darahnya hanya mencapai 2.000.

"Saat masuk saja sudah shock, mungkin akibat keterlambatan pihak keluarga untuk membawanya ke Puskesmas atau rumah sakit. Dan Pada hari Senin malam (18/11) lalu , pasien meninggal," terang dr Fitri, Rabu (21/11).

Terpisah, Lydwirawan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam mengeliminasi DBD, tetapi akibat cuaca saat ini memasuki musim pancaroba mengakibatkan banyak air tergenang, membuat nyamuk cepat berkembang biak.

"Fogging sudah kita lakukan, terutama fokus di daerah endemis, seperti di wilayah Desa Tempirai juga Kecamatan Talang Ubi. Namun, menindaklanjuti kasus ini, kita akan segera lakukan pencegahan," ungkapnya.

Dia juga mengimbau agar warga PALI menjaga lingkungannya tetap bersih, dan rutin membersihkan bak air mandi serta mengubur sampah yang disinyalir bakal menjadi tempat genangan air.

"Cegah DDB dengan 3D, yakni menguras, mengubur dan menutup. Apabila lingkungan bersih, semoga kasus DBD yang menelan korban tidak menjadi wabah dan tidak terulang lagi di Kabupaten PALI. Kami juga mengimbau, apabila ada anggota keluarga yang mengalami demam tinggi, untuk segera datang ke Puskesmas atau minimal secepatnya menghubungi bidan desa," sarannya
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts