Akun Palsu Facebook Menyerang SDN 37 Prabumulih



 

 

PRABUMULIH - Sekola Dasar Negri 37 kota Prabumulih mengadakan rapat dadakan tentang status akun Facebook pada hari Rabu 09.01.19 sekitar pukul 22.40 wib kemarin.


Status tersebut yang menuduh salah satu guru yang mengurusi dana PIP di SD tersebut meminta atau memotong 30% dana PIP tersebut. Akun palsu media sosial Facebook yang membuat status tersebut yaitu beratas namakan Fitri Agustin .





Dalam status akun Facebook palsu tersebut ia mengatakan.   "Maaf Bukan Hoax

Mohon sekira nya pihak diknas di kota prabumulih bisa menyelidiki terlebih dahulu andai tak percaya,karna kami para orang tua murid SDN 37 Yg terletak di Kelurahan. Sukaraja kota prabumulih Resah karna ada oknum guru yg memotong Meminta dana bantuan tabungan murid yg di berikan oleh program pemerintahan sebesar 30% oleh Guru yang bernama Beti, Karna apakah ini pemotongan sengaja dari program pemerintahan atau inikah yg di sebut Pungli di sekolah".



Setelah di konfirmasi kepada kepala sekolah SDN 37 Tutik stamina S.Pd disaat rapat bersama wali murit yang mendapatkan dana PIP tersebut mengatakan dengan adanya status di akun palsu Facebook tersebut, ternyata tidak benar adanya Pungli atau apapun itu sebesar 30% yang dia katakan dalam status akun palsu Facebook itu.



"Kami tidak pernah memotong ataupun meminta persenan dari murit dana   PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) yang di berikan pemerintah ke siswa siswi yang kurang mampu yang ada di SD kami ini,"



Dalam akun Facebook itu menyatakan pemotongan dana PIP itu sebesar 30% per siswa.



"Pihak sekolah tidak pernah meminta dana PIP tersebut sebesar 30% ataupun berapapun itu, ibu guru  yang mengurus dana tersebutpun tidak pernah meminta uang ataupun sejenisnya kepada anak murit. Karena yang mengambil uang tersebut ke bank BRI tersebut adalah wali murit dan murit tersebut, sekolah hanya meminta foto copi buku tabungan tersebut untuk meminta tanda bukti untuk laporan ke diknas".



Didalam rapat yang mendadak ini sempat hadir dari kepolisian yaitu BRIPKA SAIDIN, SE sebagai BHABINKAMTIBMAS KEL. SUKARAJA dan Lurah Sukaraja Sukarno S.H

 

 

Dalam kesempatan tersebut Sukarno Lurah Sukaraja tersebut mengatakan bahwa proses dana PIP tersebut yaitu dari pengajuan RT RW baruh ke kami.



Data keluarga tidak mampu yang memiliki anak, yang bersekolah dari RT maupun RW terus di berikan ke kami (Kelurahan) dan kami pun memberikan ke dinas sosial kota Prabumulih. Dan siswa pun mendapatkan kartu Indonesia Pintar.



" Persaratan untuk mendapatkan dana PIP tersebut yaitu, siswa harus mempunyai kartu Indonesia Pintar atau kalau belum mendapatkan kartu harus dapat surat keterangan dari RT RW atau lurah bahwa memang warga tersebut memang miskin"






Dan tidak mungkin guru bisa mengambil memotong dan meminta dana PIP tersebut karena dana tersebut berada di buku rekening tabungan siswa, pihak sekolah hanya meminta foto copi buku tabungan untuk laporan ke Diknas, kata lurah tersebut.













Share:

Prihatin, PT Pertamina Asset 2 Adera Field Prabumulih Bangun 6 Unit Toilet di 2 SD

PRABUMULIH – Dua sekolah dasar yang berada di Talang Borvit dan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih kembali mendapatkan bantuan berupa 6 unit bangunan Toilet yakni SD Negeri 55 dan SD Negeri 84 Talang Borvit Kelurahan Gunung Kemala, kemarin kamis (10/1/19)

Bantuan Pembangunan toilet untuk sekolah dasar itu diberikan oleh PT.Pertamina EP asset 2 Adera Filed karena sebelumnya keadaan bangunan toilet kedua sekolah tersebut sangat memprihatinkan

Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh utusan pihak PT.Pertamina EP asset 2 Adera Filed dalam pertemuannya di Aula Kantor Lurah Gunung Kemala Kota Prabumulih

Wawan Gunawan selaku Hubungan Masyarakat (Humas) Pertamina Field Adera menyampaikan hal tersebut karena sebelumnya warga setempat meminta kepada perusahaan untuk segera diberikan bantuan berupa 6 unit bangunan toilet di sekolah tersebut

“Bantuan itu kita berikan untuk SDN 55 sebanyak 3 Unit, dan SDN 84 sebanyak 3 unit juga, pihak perusahaan sudah berkewajiban untuk merealisasikan bantuan bagi masyarakat di wilayah kerja kami” ucapnya saat memberikan sambutan

Bantuan yang diberikan pihak perusahaan itu sekarang mendapat apresisasi dari berbagai pihak diantaranya kedua sekolah dasar tersebut dan pihak Pemerintah setempat

Sumadi, salah satu warga Desa Talang Borvit mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada perusahaan yang telah mambantu sekolah tempat anaknya belajar

“kami sangat berterima kasih karena untuk kebaikan anak kami juga yang sekolah disana” ucapnya

Hal senada juga disampaikan Sumarden, SKM selaku Lurah Gunung Kemala dalam sambutannya mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan pihak perusahaan yang telah merealisasikan bantuan 6 unit bangunan Water toilet itu untuk kedua sekolah yang ada di Gunung Kemala Kecamtan Prabumulih Barat.
Share:

Dua Sekolah di Gunung Kemala dapat bantuan 6 unit pembangunan Toilet

PRABUMULIH – Dua sekolah dasar yang berada di Talang Borvit dan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih kembali mendapatkan bantuan berupa 6 unit bangunan Toilet yakni SD Negeri 55 dan SD Negeri 84 Talang Borvit Kelurahan Gunung Kemala, kemarin kamis (10/1/19)

Bantuan Pembangunan toilet untuk sekolah dasar itu diberikan oleh PT.Pertamina EP asset 2 Adera Filed karena sebelumnya keadaan bangunan toilet kedua sekolah tersebut sangat memprihatinkan

Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh utusan pihak PT.Pertamina EP asset 2 Adera Filed dalam pertemuannya di Aula Kantor Lurah Gunung Kemala Kota Prabumulih

Wawan Gunawan selaku Hubungan Masyarakat (Humas) Pertamina Field Adera menyampaikan hal tersebut karena sebelumnya warga setempat meminta kepada perusahaan untuk segera diberikan bantuan berupa 6 unit bangunan toilet di sekolah tersebut

“Bantuan itu kita berikan untuk SDN 55 sebanyak 3 Unit, dan SDN 84 sebanyak 3 unit juga, pihak perusahaan sudah berkewajiban untuk merealisasikan bantuan bagi masyarakat di wilayah kerja kami” ucapnya saat memberikan sambutan



Bantuan yang diberikan pihak perusahaan itu sekarang mendapat apresisasi dari berbagai pihak diantaranya kedua sekolah dasar tersebut dan pihak Pemerintah setempat

Sumadi, salah satu warga Desa Talang Borvit mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada perusahaan yang telah mambantu sekolah tempat anaknya belajar
“kami sangat berterima kasih karena untuk kebaikan anak kami juga yang sekolah disana” ucapnya

Hal senada juga disampaikan Sumarden, SKM selaku Lurah Gunung Kemala dalam sambutannya mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan pihak perusahaan yang telah merealisasikan bantuan 6 unit bangunan Water toilet itu untuk kedua sekolah yang ada di Gunung Kemala Kecamtan Prabumulih Barat. (SN)
Share:

Disnakertrans PALI Catat 8 Pegawai TKA, Lebih Dari Itu Laporkan!

PALI -- Awal tahun ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali melakukan pendataan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di perusahaan-perusahaan wilayah operasinya di Bumi Serepat Serasan.

Diakui Usman Dani, kepala Disnakertrans bahwa jumlah TKA di Kabupaten PALI masih belum bertambah atau berkurang, meskipun ada salahsatu perusahaan yang mengerjakan tenaga asing tidak beroperasi.

"Setelah kita data, jumlah TKA tetap ada 8 orang, tersebar di beberapa perusahaan. Apabila lebih dari itu, maka ilegal. Untuk itu, silahkan lapor ke kita apabila ada TKA baru masuk atau mencurigakan," ujar Usman Dani, Kamis (10/1).

Tetapi untuk pekerja tenaga asing di PT Pelda Indo Ruber, perusahaan pengolahan getah yang beroperasi di Desa Modong Kecamatan Tanah Abang sifatnya rolling, atau gantian.

"Apabila ada yang keluar atau cuti, TKA di perusahaan itu giliran. Jadi jumlah tetap, namun masih kita pantau izin maupun pertukarannya. Untuk izin TKA kaluar masuk, itu dikeluarkan kementerian, jadi kita hanya memantau saja," terangnya.

Dari 8 orang TKA, ada diantaranya yang sudah habis masa tinggalnya. Untuk itu Disnakertrans sudah memanggil TKA bersangkutan. "Sudah kita panggil, dan saat ini yang bersangkutan telah mengurus perpanjangan izinnya," tandasnya.
Share:

Gegara Himpitan Ekonomi, Cecep Nekat Curi Besi

PRABUMULIH -  Kebutuhan hidup yang mendesak membuat seorang pria bernama Septiadi (30) alias Cecep nekat mencuri 5 batang besi milik Perusahaan minyak dan Gas Prabumulih, kamis (10/1/19)


Cecep digelandang ke Polsek Prabumulih Barat setelah adanya laporan Polisi No : Lp/B-73/IX/2018 /Sumsel/Pbm/Sek Pbm Brt,rabu,13 November 2018, dirinya diburu team opsnal Polsek Prabumulih Barat Kota Prabumulih setelah mencuri 5 batang besi dengan panjang sekitar lima meter


Pelaku ditangkap petugas sekitar jam 01.30 wib dini hari kemarin, anggota Timsus Gurita Polsek Prabumulih Barat pimpinan Kanit Reskrim AIPDA Hendra Jaya yang sebelumnya sudah melakukan penyelidikan


Setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku di Jalan Pertamina  Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan  Prabumulih Barat Kota Prabumulih, pelaku langsung ditangkap tanpa perlawanan


PT.Pertamina Asset 2 Prabumulih Goverment and Relation Ast Man Setyo Puji Hartono melalui Hubungan Masyarakat Putri saat dimintai keterangan mengenai kasus pencurian mengatakan beberap hari setelah kejadi itu petugas dilapangan sudah melaporkan kejadi tersebut ke pihak berwajib


“Kita sudah laporkan pak, jika pelakunya sudah tertangkap hukum sesuai undang undang yang berlaku” tukasnya


Sementara itu, Kapolres Prabumulih Barat AKBP Tito Hutauruk, SIK.MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Mahdi, SE.MM saat dihubungi melalui pesan WhatsApp membenarkan penangkapan pelaku cecep


“Pelaku kemarin sudah kita amankan dan sekarang masih dilakukan penyelidikan” tutupnya
Share:

Santap Makanan Jalanan, 8 Siswa SD Keracunan

MUARA ENIM - Delapan orang siswa kelas IV dan V SD Negeri 6 diduga keracunan makanan, sekolah yang terletak di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat itu menarik perhatian warga. Para siswa ini mengalami keracunan makanan diduga setelah menyantap makanan jajanan sagon yang dijual oleh salah seorang pedagang jajanan di sekolah itu.

Kejadian yang nyaris merenggut nyawa korban itu sempat membuat para guru dan orang tua murid panik, saat proses belajar mengajar sedang berlangsung berubah menjadi kehebohan yang terjadi sekitar pukul 09.00 wib, rabu (9/1/19)

Para siswa diketahui mengkonsumsi jajanan jalanan yang dijual di depan sekolah, saat kejadian para guru cepat mengambil tindakan dengan membawa ke 8 siswa yang mengalami keracunan makanan ke Puskesmas Pembantu Muara Lawai, dan selanjutnya di rujuk ke RSU dr HM Rabain Muara Enim. Sehingga para siswa cepat tertolong karena mendapatkan penangan medis secara cepat.

Dari penuturan para siswa, mereka mengalami kepala pusing , perut mual dan muntah muntah setelah menyantap makanan jajanan tepung sagon yang dijual seorang pedagang jajanan di sekolah tersebut seharga Rp 500/buah.

Salah satu siswa yang menjadi korban yakni Ziorinaldi, siswa kelas IV SDN 6, ketika dibincangi di ruang perawatan RSUD dr HM Rabain Muara Enim, mengatakan, kejadian itu bermula pada jam istrirahat pertama sekitar pukul 09.00 WIB. Zio bersama teman-temannya membeli Sagon itu dengan harga Rp.500, setelah dimakan beberapa menit zio dan temannya merasakan mual dan kepala rasa melayang” tuturnya

Hal senada juga dijelaskan Herlina, salah seorang guru yang membawa siswa keracunan ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim. “Siswa ini diduga keracunanan makanan kue tepung sagon yang dibeli dari pedagang jajanan berjualan di sekolah,” jelasnya. Para siswa membeli makanan jajanan itu pada saat jam istrirahat pertama.

Dari laporan para guru petugas Puskermas Pembantu Kecamatan Merapi Timur, tiba di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kepada siswa yang keracunan. Kemudian petugas Puskesmas Pembantu Kecamatan Merapi Timur, juga melakukan pengecekan ke sekolah siswa tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Merapi Timur, AKP Herly, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan ke lapangan
“ saya sudah perintahkan anggota untuk kroscek kelapangan langsung, sekrang kita masih menunggu hasil di lapangan” tegasnya

https://m.youtube.com/watch?v=nPpZ8ICzVgI
Share:

Mencekam! Puluhan Warga Blokade Jalan Jenderal Sudirman Hingga Menyebabkan Macet. Ricuh?

SUDIRMAN -- Buntut dari pelarangan parkir liar disisi Jalan Jenderal Sudirman Kota Palembang oleh Dinas terkait, sejumlah pemilik toko turun kejalan, Rabu (9/1).

Para pemilik toko kemudian melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes atas kebijakkan yang diberlakukan Pemerintah setempat yang dinilai merugikan para pemilik toko.

Pasalnya, akibat pelarangan parkir disisi jalan menyebabkan omzet pedagang menjadi menurun.

Alih-alih melakukan aksi protes, apa yang dilakukan pemilik toko ini menyebabkan kemacetan.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sejumlah petugas kepolisian disiagakan di lokasi.

Video blokade jalan oleh pemilik toko tersebut tersebar luas di sosial media, baik Whatapp maupun facebook.

SIMAK VIDEONYA :

 

https://m.youtube.com/watch?v=X62g1h777-A
Share:

Tuntutan ganti rugi tak sesuai, warga ancam tutup Jalan Pal 6 Pertamina

PRABUMULIH – Menindak lanjuti aksi warga Gunung Kemala, Payuputat Kota Prabumulih dan Desa Dangku Kabupaten Muara Enim yang tergabung dalam Forum Garuda beberapa waktu lalu yang menuntut ganti rugi atas pencemaran lingkungan akibat aktifitas pertambangan Batubara oleh PT.GHEMM Indonesia masih menemui jalan buntu, rabu (9/1/19)

Direktur utama PT.GHEMM Indonesia Mr. Yao yao dalam hal ini diwakili oleh Wanda dan Jhoni selaku Humas sekaligus Penerjemah bahasa mandarin mengatakan sebelumnya pihak perusahaan sudah membahas masalah pencermaran lingkungan ini dengan petinggi perusahaan itu

“Minggu kemarin setelah bos pulang dari Beijing kita sudah bilang tentang tuntutan warga, namun kata Jhoni, pak Yao yao hanya akan mengganti rugi lahan dengan keseluruhan bukan permeter yang diinginkan warga” ucapnya

Jhoni menambahkan seharusnya pihak Pemerintah turun langsung dan harus menengahi permasalahan ini apalagi kata dia masalah limbah ini sudah tiga tahun lebih belum selesai

“pihak Pemerintah yang terkait harusnya turun tangan, jangan tutup mata, kalau kami hanya sebatas pekerja di perusahaan ini tidak bisa berbuat banyak” terangnya

Wanda juga menambahkan tawaran ganti rugi yang diklaim warga dengan luas 24.000 hekatare itu tidak disepakati oleh direktur, perusahaan tidak dapat mengganti rugi dengan Rp 30 ribu permeter seperti yang diinginkan warga

“Bos bilang Cuma bisa ganti sedikit dari tuntutan warga, kita hanya bisa mengikuti arahannya” ucapnya

Sementara itu, M.Kosen,SH selaku Ketua Kordinator Aksi beberapa waktu lalu mengatak tidak setuju dengan tawaran pihak perusahaan, dia menilai ganti rugi yang diberikan PT.GHEMMI itu jauh lebih sedikit dibanding kerusakan kebun karet warga yang diakibatkan tambang batubara tersebut

“kebun karet punya saya itu ada 24.000 hektare yang terkena dampak, semua sudah menghasilkan uang, sedangkan sejak terkena dampak limbah, produksi karet semakin menurun, pihak perusahaan seharusnya bertanggungjawab atas pencemaran itu” tegasnya seraya mengatakan bahwa dirinya bersama sekitar 60 orang pemilik lahan yang terkena dampak itu meminta ganti rugi sebesar Rp.30 ribu permeter sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Selatan”

Dilain itu, puluhan warga yang merasa kebun karetnya terkena dampak limbah perusahaan akan kembali menutup akses jalan perusahaan melalui Pal 6

“Tadi warga ada telpon saya, mereka mengatakan akan menutup jalan Pal 6 yang sering dilewati perusahaan, untuk sementara waktu tidak boleh ada aktifitas perusahaan melewati jalan itu” ucap Kosen menirukan seruan warga

Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriyansah melalui Kanit Shabara Maliki saat dibincangi usai pertemuan tadi pagi mengatakan pihak kepolisian akan berusaha mencoba menengahi masalah dan menjamin keamanan, dan jika warga akan melakukan aksi lanjutan seperti pemblokiran jalan warga di himbau untuk tidak bergerak secara anarkis

“Kami tidak bisa melarang jika warga ingin kembali melakukan aksi lanjutan, tapi untuk lebih baiknya menyampaikan pendapat secara baik” terangnya
Share:

Ratusan masa Tuntut Pemkot tak izinkan Truk Kayu Lintasi Jalan Sudirman

PRABUMULIH– Aliansi Gerakan Rakyat Sipil (AGRESI) tadi pagi mendatangi Kantor Pemerintahan Kota Prabumulih, ratusan warga yang berunjuk rasa itu meminta kepada Pemerintah harus tegas dalam mengambil keputusan, diantaranya untuk tidak memberi izin kepada pengusaha yang melewati Jalan Jendral Sudirman, dengan muatan melebihi kapasistas, rabu (9/1/19)

“Truk yang bermuatan kayu Log dari PT Tel dan Musi Hutan persada (MHP) itu harus di stop, mereka bisa leluasa melewati jalan sudirman” ujar Sastra Amiadi selau Koordinator aksi

Sastra mengatakan meminta Pemkot untuk secara tegas melarang truck yang bertonase tinggi, karena hal ini kata dia, akan mempercepat rusak jalan Kota Nanas

Sastra menambahkan jika dirinya mewakili Agresi menuntut pemerintah untuk dapat menertibkan angkutan bermuatan kayu yang melebih muatan hal itu, ucapnya dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan

“Tidak sedikit korban kecelakaan akibat mobil besar yang melintas, bahkan dulu truk seperti batubara, kayu log sering jadi amukan masa” ucapnya

Kemudian Massa juga menuntut kepada pihak yang berwenang dapat menertibkan aksi Pungutan liar (pungli) di sepanjang jalan lingkar dan yang membebaskan mobil bermuatan besar lewat jalan kota pada malam hari

Sekda Prabumulih H.M Kowi saat menerima para pendemo mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi dari masyarakat tersebut dan akan menyampaikan langsung tuntutan tersebut kepada walikota.

"Saat ini pak Walikota sedang di Lampung untuk menyerahkan bantuan pada korban tsunami, nanti setelah bapak walikota pulang, baru kita sampaikan," ucapnya

Pendemo juga mengancam akan bertindak sendiri jika tuntutan tidak segera ditindak lanjuti dengan cara memberhentikan kayu yang melintas dijalan sudirman
Share:

Tuntuan Ganti Rugi Tak Sesuai, Warga Ancam Tutup Jalan Pal 6 Pertamina



PRABUMULIH – Pencemaran lahan warga dari aktifitas penambangan batubara PT.GHEMM Indonesia, Warga dari ketiga wilayah yang terkena pencemaran dari aktifitas Perusahaan tersebut yaitu, Gunung Kemala, Payuputat Kota Prabumulih dan Desa Dangku Kabupaten Muara Enim yang tergabung dalam Forum Garuda, rabu (9/1/19)


Direktur utama PT.GHEMM Indonesia Mr. Yao yao dalam hal ini diwakili oleh Wanda dan Jhoni selaku Humas sekaligus Penerjemah bahasa mandarin mengatakan sebelumnya pihak perusahaan sudah membahas masalah pencermaran lingkungan ini dengan petinggi perusahaan itu


“Minggu kemarin setelah bos pulang dari Beijing kita sudah bilang tentang tuntutan warga, namun kata Jhoni, pak Yao yao hanya akan mengganti rugi lahan dengan keseluruhan bukan permeter yang diinginkan warga” ucapnya


Jhoni menambahkan seharusnya pihak Pemerintah turun langsung dan harus menengahi permasalahan ini apalagi kata dia masalah limbah ini sudah tiga tahun lebih belum selesai


“pihak Pemerintah yang terkait harusnya turun tangan, jangan tutup mata, kalau kami hanya sebatas pekerja di perusahaan ini tidak bisa berbuat banyak” terangnya


Wanda juga menambahkan tawaran ganti rugi yang diklaim warga dengan luas 24.000 hekatare itu tidak disepakati oleh direktur, perusahaan tidak dapat mengganti rugi dengan Rp 30 ribu permeter seperti yang diinginkan warga


“Bos bilang Cuma bisa ganti sedikit dari tuntutan warga, kita hanya bisa mengikuti arahannya” ucapnya


Sementara itu, M.Kosen,SH selaku Ketua Kordinator Aksi beberapa waktu lalu mengatak tidak setuju dengan tawaran pihak perusahaan, dia menilai ganti rugi yang diberikan PT.GHEMMI itu jauh lebih sedikit dibanding kerusakan kebun karet warga yang diakibatkan tambang batubara tersebut


“kebun karet punya saya itu ada 24.000 hektare yang terkena dampak, semua sudah menghasilkan uang, sedangkan sejak terkena dampak limbah, produksi karet semakin menurun, pihak perusahaan seharusnya bertanggungjawab atas pencemaran itu” tegasnya seraya mengatakan bahwa dirinya bersama sekitar 60 orang pemilik lahan yang terkena dampak itu meminta ganti rugi sebesar Rp.30 ribu permeter sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Selatan”


Puluhan warga yang merasa kebun karetnya terkena dampak limbah perusahaan akan kembali menutup akses jalan perusahaan melalui Pal 6


“Tadi warga ada telpon saya, mereka mengatakan akan menutup jalan Pal 6 yang sering dilewati perusahaan, untuk sementara waktu tidak boleh ada aktifitas perusahaan melewati jalan itu” ucap Kosen menirukan seruan warga.



Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriyansah melalui Kanit Shabara Maliki saat dibincangi usai pertemuan tadi pagi mengatakan pihak kepolisian akan berusaha mencoba menengahi masalah dan menjamin keamanan  jika warga akan melakukan aksi lanjutan seperti pemblokiran jalan, warga juga di himbau untuk tidak bergerak secara anarkis


“Kami tidak bisa melarang jika warga ingin kembali melakukan aksi lanjutan, tapi untuk lebih baiknya menyampaikan pendapat secara baik” terangnya

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts