50 Unit Rumah Bantuan Kementerian PUPR Mulai Dihuni Warga PALI

PALI -- 50 unit rumah yang telah dibangun berasal dari bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI tahun 2018 yang diperuntukkan untuk warga Takang Pipa Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang terkena relokasi Sungai Abab mulai dihuni beberapa kepala keluarga penerima rumah tersebut.

Dari pantauan media ini dilokasi perumahan, tampak beberapa warga yang telah menempati rumah tersebut sibuk bersih-bersih disekitar kediamannya.

"Aliran listrik tinggal menyambungkan saja, dan air bersih juga sudah terpasang. Untuk kondisi rumah, semuanya sudah siap pakai dan keseluruhan unit rumah sudah diserahkan ke masing-masing warga yang terkena relokasi," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Etty Murniaty melalui Ahmad Hidayat  Kabid Perumahan, Kamis (10/1).

Sementara itu, Erlan, warga setempat penerima rumah bantuan Kementerian PUPR yang saat ini berencana menempati rumah tersebut mengaku bahwa dirinya tinggal menunggu listrik dan air bersih mengalir.

"Ada sebagian yang sudah menempati, tetapi kalau kami masih nunggu listrik menyala. Kami juga sudah tidak sabar untuk pindah, sebab di Talang Pipa ketika hujan deras pasti banjir," katanya.

Diketahui bahwa sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) yang letak rumahnya berada dibantaran sungai Abab Talang Pipa Kecamatan Talang Ubi direlokasi pemerintah Kabupaten PALI lantaran daerah tersebut menjadi langganan banjir kala penghujan.

Kemudian, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR memberikan bantuan pembangunan 50 unit rumah khusus untuk warga terkena relokasi yang letaknya di Simpang Bandara Kelurahan Handayani Mulya.(SN)
Share:

KNPI PALI Beserta Organisasi Kepemudaan Liannya Serahkan Bantuan untuk Korban Tsunami Lampung

PALI -- DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersama beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di kabupaten PALI, Kamis (10/1) mengunjungi langsung korban Tsunami Selat Sunda di kawasan Kabupaten Lampung Selatan tepatnya di Desa Way Mulih dan Desa Jujur Kecamatan Rajabasa.

Selain melihat langsung korban Tsunami di Lampung Selatan, DPD KNPI Kabupaten PALI bersama perwakilan Gerakan Anak PALI Pecinta Alam (GAPPALA), perwakilan GANN PALI, dan beberapa OKP di Kabupaten PALI juga menyalurkan bantuan langsung ke warga korban Tsunami.

"Bantuan tersebut terkumpul atas aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh Pemuda PALI Peduli yang merupakan himpunan dari KNPI PALI, GAPPALA, GANN, Gerakan Pemuda Pemudi PALI Peduli (GP4), Generasi Muda Wong Pendopo Sumsel (GMWP SS), OSIS, dan OKP se-kabupaten PALI," terang M. Anasrul ketua DPD KNPI PALI, Kamis (10/1)

Ia juga menjelaskan bahwa dari aksi penggalangan dana tersebut terkumpul dana sebesar Rp 15.017.500,00 dan beberapa karung dan puluhan kardus pakaian layak pakai.

"Dana tersebut akan kita salurkan ke dua lokasi, yakni untuk korban Tsunami yang berada di Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan serta Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Namun untuk di wilayah Pandeglang Banten kemungkinan akan kita kirim via transfetlr," tambah Anas didampingi Sekretairis DPD KNPI PALI Beni Stiawan, ST.

Ditambahkan Anas, sesampai di Kabupaten Lampung Selatan, DPD KNPI kabupaten PALI disambut hangat Oleh Ketua DPD KNPI Lampung Selatan Firmansyah, dan langsung menuju lokasi poskoh korban Tsunami.

Hari Rabu sore lanjut Anas, dirinya beserta anggota berangkat dari kabupaten PALI menuju Kabupaten Lampung Selatan. Sampai di posko korban tsunami wilayah kalianda Anggota DPD KNPI PALI mengobrol dan langsung mendengar cerita dan keluhan dari korban. "Saat ini masih ada korban yang masih dirawat di rumah sakit dan sebagian masih di posko pengungsian karena belum ada tempat tinggal yang baru. Apalagi ada warga yang masih trauma ketika melihat Laut. Kita berharap baik di Lampung maupun di Banten korban Tsunami segera pulih dan bangkit dari bencana yang sudah melanda," tukasnya.

Kemudian Anas mengajak semua elemen pemuda dan masyarakat Indonesia untuk ikut membantu para korban tsunami, baik yang berada di Banten maupun yang berada di Lampung Selatan.

"Karena mereka tengah kesusahan. Makanya kami mengajak seluruh elemen membantu mereka para korban tsunami ini," pungkasnya.

Sementara itu Jay Husin, koordinator Posko Bersama di LKM Mandira Kecamatan Rajabasa mengucapkan terimakasih kepada Pemuda PALI yang telah ikut merasakan serta berbagi kepada korban Tsunami di Lampung Selatan.

Dijelaskannya pula, bahwa kondisi saat ini para korban sudah mulai membaik, kendati masih banyak warga yang masih dirawat di RS serta ada pula warga yang masih trauma.

"Yang paling parah yakni di pesisir pantai kecamatan Rajabasa. Namun, kondisinya sudah mulai membaik karena tim psikologi dan dinas terkait sudah masuk memberikan support pengobatan medis. Tercatat untuk di Rajabasa 90 orang yang meninggal serta masih ada enam orang yang masih belum diketemukan," jelasnya.(SN)
Share:

Heboh! Oknum Guru SDN 37 Prabumulih Diduga Sunat Dana PIP Siswa Sebesar 30 Persen

PRABUMULIH – Sekola Dasar Negeri 37 Kota Prabumulih mengadakan rapat mendadak guna memberi klarifikasi terkait adanya dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) para siswa sebesar 30 persen.

Terkuaknya dugaan pemotongan anggaran ini setelah ramai menjadi perbincangan hangat disosial media facebook yang diposting oleh akun Fitri Agustin Rabu malam (9/1).

Dalam sebuah postingan yang dikirim ke grup Berita Prabumulih, akun ini meminta agar Dinas Pendidikan Kota Prabumulih melakukan penyelidikan terkait pemotongan dana PIP tersebut.

Menurut akun ini pula, pemotongan dana yang dilakukan oleh salah satu oknum guru ini sudah sangat meresahkan bahkan merugikan siswa yang mendapat bantuan.

"Maaf Bukan Hoax Mohon sekira nya pihak diknas di kota prabumulih bisa menyelidiki terlebih dahulu andai tak percaya, karna kami para orang tua murid SDN 37 Yg terletak di Kelurahan. Sukaraja kota prabumulih Resah karna ada oknum guru yg memotong Meminta dana bantuan tabungan murid yg di berikan oleh program pemerintahan sebesar 30% oleh Guru yang bernama Beti, Karna apakah ini pemotongan sengaja dari program pemerintahan atau inikah yg di sebut Pungli di sekolah”

Rapat mendadak yang dihadiri walimurid, Lurah Sukaraja, Sukarno. Bahkan Kapolres Prabumulih yang mengetahui adanya kabar kurang sedap tersebut menerjunkan Bhabinkamtibmas Sukaraja Bripka Saidin.

Dalam rapat itu, Kepala SD Negeri 37, Tutik Stamina membantah adanya potongan dana PIP siswa tersebut.

"Kami tidak pernah memotong ataupun meminta persenan dari murid dana  PIP begitupun guru  yang mengurus dana tersebut karena yang mengambil uang tersebut ke bank adalah wali murid dan murid yang bersangkutan. Sekolah hanya meminta foto copy buku tabungan sebagai tanda bukti untuk laporan ke Diknas," tegasnya, Kamis (10/1).

Sementara, Sukarno menjelaskan dana PIP diberikan untuk warga yang kurang mampu. Data tersebut merupakan pengajuan RT RW yang disampaikan ke Kelurahan, kemudian diteruskan ke Dinas sosial untuk ditindaklanjuti.

"Persaratan untuk mendapatkan dana PIP yaitu siswa harus mempunyai kartu Indonesia Pintar atau kalau belum mendapatkan kartu harus dapat surat keterangan dari RT RW atau lurah bahwa memang warga tersebut kurang mampu," terangnya.

Dari pantauan, saat menyampaikan klarifikasi Tutik Stamina tak dapat membendung air matanya lantaran menyebarnya isu dugaan pemotongan dana PIP sebesar 30 persen tersebut. (SN)

 

SIMAK VIDEO KLARIFIKASI PIHAK SEKOLAH :

 

https://m.youtube.com/watch?v=0J_Xba2GHrc
Share:

Wow! 46 Warga PALI Terjangkit DBD

PALI -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bumi Serepat Serasan terus merebak. Terbukti, diawal tahun 2019 ini, tercatat ada 46 pasien penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi.

"Hari ini saja ada 12 pasien DBD yang dirawat, yang rata-rata anak-anak," ungkap Dina, kepala ruangan RSUD Talang Ubi, Kamis (10/1).

Dari 46 pasien, diakui Dina, ada satu pasien yang dirujuk ke Rumah Sakit Muara Enim. "Sementara untuk kondisi pasien masih fase sedang, tidak ada yang kritis," imbuhnya.

Yuni (26) salahsatu orang tua pasien yang dirawat di RSUD Talang Ubi asal Desa Tempirai Utara Kecamatan Penukal Utara mengaku bahwa anaknya sudah empat hari di rawat.

"Panas badannya tidak turun-turun, ketika dibawa ke Puskesmas, langsung dirujuk ke rumah sakit ini, karena menurut dokter, anak kami kena DBD. Kami minta instansi terkait untuk intensif melakukan penyemprotan atau upaya lainnya agar DBD tidak terus menyebar," pintanya.

Sementara itu, Lydwirawan, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI tetap menyarankan agar warga yang berdiam dilokasi endemik DBD harus melakukan 3M.

"Kalau fogging sudah kita lakukan, tetapi kalau sering dilakukan fogging, dampaknya akan resisten atau nyamuk akan kebal dan semakin ganas. Untuk itu, kita anjurkan masyarakat terapkan pola 3M dan pembagian bubuk abate," terang Lydwirawan.

Menurut Lydwirawan, penyakit DBD apabila sudah diinfus, pasien akan aman. "Tetapi kalau lambat ditangani akibatnya bisa mengakibatkan kematian. Untuk itu, apabila ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, untuk segera dibawa ke Puskesmas atau RS. Dari akhir 2018 sampai saat ini, ada 6 orang meninggal," tutupnya.
Share:

Akun Palsu Facebook Menyerang SDN 37 Prabumulih



 

 

PRABUMULIH - Sekola Dasar Negri 37 kota Prabumulih mengadakan rapat dadakan tentang status akun Facebook pada hari Rabu 09.01.19 sekitar pukul 22.40 wib kemarin.


Status tersebut yang menuduh salah satu guru yang mengurusi dana PIP di SD tersebut meminta atau memotong 30% dana PIP tersebut. Akun palsu media sosial Facebook yang membuat status tersebut yaitu beratas namakan Fitri Agustin .





Dalam status akun Facebook palsu tersebut ia mengatakan.   "Maaf Bukan Hoax

Mohon sekira nya pihak diknas di kota prabumulih bisa menyelidiki terlebih dahulu andai tak percaya,karna kami para orang tua murid SDN 37 Yg terletak di Kelurahan. Sukaraja kota prabumulih Resah karna ada oknum guru yg memotong Meminta dana bantuan tabungan murid yg di berikan oleh program pemerintahan sebesar 30% oleh Guru yang bernama Beti, Karna apakah ini pemotongan sengaja dari program pemerintahan atau inikah yg di sebut Pungli di sekolah".



Setelah di konfirmasi kepada kepala sekolah SDN 37 Tutik stamina S.Pd disaat rapat bersama wali murit yang mendapatkan dana PIP tersebut mengatakan dengan adanya status di akun palsu Facebook tersebut, ternyata tidak benar adanya Pungli atau apapun itu sebesar 30% yang dia katakan dalam status akun palsu Facebook itu.



"Kami tidak pernah memotong ataupun meminta persenan dari murit dana   PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) yang di berikan pemerintah ke siswa siswi yang kurang mampu yang ada di SD kami ini,"



Dalam akun Facebook itu menyatakan pemotongan dana PIP itu sebesar 30% per siswa.



"Pihak sekolah tidak pernah meminta dana PIP tersebut sebesar 30% ataupun berapapun itu, ibu guru  yang mengurus dana tersebutpun tidak pernah meminta uang ataupun sejenisnya kepada anak murit. Karena yang mengambil uang tersebut ke bank BRI tersebut adalah wali murit dan murit tersebut, sekolah hanya meminta foto copi buku tabungan tersebut untuk meminta tanda bukti untuk laporan ke diknas".



Didalam rapat yang mendadak ini sempat hadir dari kepolisian yaitu BRIPKA SAIDIN, SE sebagai BHABINKAMTIBMAS KEL. SUKARAJA dan Lurah Sukaraja Sukarno S.H

 

 

Dalam kesempatan tersebut Sukarno Lurah Sukaraja tersebut mengatakan bahwa proses dana PIP tersebut yaitu dari pengajuan RT RW baruh ke kami.



Data keluarga tidak mampu yang memiliki anak, yang bersekolah dari RT maupun RW terus di berikan ke kami (Kelurahan) dan kami pun memberikan ke dinas sosial kota Prabumulih. Dan siswa pun mendapatkan kartu Indonesia Pintar.



" Persaratan untuk mendapatkan dana PIP tersebut yaitu, siswa harus mempunyai kartu Indonesia Pintar atau kalau belum mendapatkan kartu harus dapat surat keterangan dari RT RW atau lurah bahwa memang warga tersebut memang miskin"






Dan tidak mungkin guru bisa mengambil memotong dan meminta dana PIP tersebut karena dana tersebut berada di buku rekening tabungan siswa, pihak sekolah hanya meminta foto copi buku tabungan untuk laporan ke Diknas, kata lurah tersebut.













Share:

Prihatin, PT Pertamina Asset 2 Adera Field Prabumulih Bangun 6 Unit Toilet di 2 SD

PRABUMULIH – Dua sekolah dasar yang berada di Talang Borvit dan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih kembali mendapatkan bantuan berupa 6 unit bangunan Toilet yakni SD Negeri 55 dan SD Negeri 84 Talang Borvit Kelurahan Gunung Kemala, kemarin kamis (10/1/19)

Bantuan Pembangunan toilet untuk sekolah dasar itu diberikan oleh PT.Pertamina EP asset 2 Adera Filed karena sebelumnya keadaan bangunan toilet kedua sekolah tersebut sangat memprihatinkan

Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh utusan pihak PT.Pertamina EP asset 2 Adera Filed dalam pertemuannya di Aula Kantor Lurah Gunung Kemala Kota Prabumulih

Wawan Gunawan selaku Hubungan Masyarakat (Humas) Pertamina Field Adera menyampaikan hal tersebut karena sebelumnya warga setempat meminta kepada perusahaan untuk segera diberikan bantuan berupa 6 unit bangunan toilet di sekolah tersebut

“Bantuan itu kita berikan untuk SDN 55 sebanyak 3 Unit, dan SDN 84 sebanyak 3 unit juga, pihak perusahaan sudah berkewajiban untuk merealisasikan bantuan bagi masyarakat di wilayah kerja kami” ucapnya saat memberikan sambutan

Bantuan yang diberikan pihak perusahaan itu sekarang mendapat apresisasi dari berbagai pihak diantaranya kedua sekolah dasar tersebut dan pihak Pemerintah setempat

Sumadi, salah satu warga Desa Talang Borvit mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada perusahaan yang telah mambantu sekolah tempat anaknya belajar

“kami sangat berterima kasih karena untuk kebaikan anak kami juga yang sekolah disana” ucapnya

Hal senada juga disampaikan Sumarden, SKM selaku Lurah Gunung Kemala dalam sambutannya mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan pihak perusahaan yang telah merealisasikan bantuan 6 unit bangunan Water toilet itu untuk kedua sekolah yang ada di Gunung Kemala Kecamtan Prabumulih Barat.
Share:

Dua Sekolah di Gunung Kemala dapat bantuan 6 unit pembangunan Toilet

PRABUMULIH – Dua sekolah dasar yang berada di Talang Borvit dan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih kembali mendapatkan bantuan berupa 6 unit bangunan Toilet yakni SD Negeri 55 dan SD Negeri 84 Talang Borvit Kelurahan Gunung Kemala, kemarin kamis (10/1/19)

Bantuan Pembangunan toilet untuk sekolah dasar itu diberikan oleh PT.Pertamina EP asset 2 Adera Filed karena sebelumnya keadaan bangunan toilet kedua sekolah tersebut sangat memprihatinkan

Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh utusan pihak PT.Pertamina EP asset 2 Adera Filed dalam pertemuannya di Aula Kantor Lurah Gunung Kemala Kota Prabumulih

Wawan Gunawan selaku Hubungan Masyarakat (Humas) Pertamina Field Adera menyampaikan hal tersebut karena sebelumnya warga setempat meminta kepada perusahaan untuk segera diberikan bantuan berupa 6 unit bangunan toilet di sekolah tersebut

“Bantuan itu kita berikan untuk SDN 55 sebanyak 3 Unit, dan SDN 84 sebanyak 3 unit juga, pihak perusahaan sudah berkewajiban untuk merealisasikan bantuan bagi masyarakat di wilayah kerja kami” ucapnya saat memberikan sambutan



Bantuan yang diberikan pihak perusahaan itu sekarang mendapat apresisasi dari berbagai pihak diantaranya kedua sekolah dasar tersebut dan pihak Pemerintah setempat

Sumadi, salah satu warga Desa Talang Borvit mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada perusahaan yang telah mambantu sekolah tempat anaknya belajar
“kami sangat berterima kasih karena untuk kebaikan anak kami juga yang sekolah disana” ucapnya

Hal senada juga disampaikan Sumarden, SKM selaku Lurah Gunung Kemala dalam sambutannya mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan pihak perusahaan yang telah merealisasikan bantuan 6 unit bangunan Water toilet itu untuk kedua sekolah yang ada di Gunung Kemala Kecamtan Prabumulih Barat. (SN)
Share:

Disnakertrans PALI Catat 8 Pegawai TKA, Lebih Dari Itu Laporkan!

PALI -- Awal tahun ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali melakukan pendataan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di perusahaan-perusahaan wilayah operasinya di Bumi Serepat Serasan.

Diakui Usman Dani, kepala Disnakertrans bahwa jumlah TKA di Kabupaten PALI masih belum bertambah atau berkurang, meskipun ada salahsatu perusahaan yang mengerjakan tenaga asing tidak beroperasi.

"Setelah kita data, jumlah TKA tetap ada 8 orang, tersebar di beberapa perusahaan. Apabila lebih dari itu, maka ilegal. Untuk itu, silahkan lapor ke kita apabila ada TKA baru masuk atau mencurigakan," ujar Usman Dani, Kamis (10/1).

Tetapi untuk pekerja tenaga asing di PT Pelda Indo Ruber, perusahaan pengolahan getah yang beroperasi di Desa Modong Kecamatan Tanah Abang sifatnya rolling, atau gantian.

"Apabila ada yang keluar atau cuti, TKA di perusahaan itu giliran. Jadi jumlah tetap, namun masih kita pantau izin maupun pertukarannya. Untuk izin TKA kaluar masuk, itu dikeluarkan kementerian, jadi kita hanya memantau saja," terangnya.

Dari 8 orang TKA, ada diantaranya yang sudah habis masa tinggalnya. Untuk itu Disnakertrans sudah memanggil TKA bersangkutan. "Sudah kita panggil, dan saat ini yang bersangkutan telah mengurus perpanjangan izinnya," tandasnya.
Share:

Gegara Himpitan Ekonomi, Cecep Nekat Curi Besi

PRABUMULIH -  Kebutuhan hidup yang mendesak membuat seorang pria bernama Septiadi (30) alias Cecep nekat mencuri 5 batang besi milik Perusahaan minyak dan Gas Prabumulih, kamis (10/1/19)


Cecep digelandang ke Polsek Prabumulih Barat setelah adanya laporan Polisi No : Lp/B-73/IX/2018 /Sumsel/Pbm/Sek Pbm Brt,rabu,13 November 2018, dirinya diburu team opsnal Polsek Prabumulih Barat Kota Prabumulih setelah mencuri 5 batang besi dengan panjang sekitar lima meter


Pelaku ditangkap petugas sekitar jam 01.30 wib dini hari kemarin, anggota Timsus Gurita Polsek Prabumulih Barat pimpinan Kanit Reskrim AIPDA Hendra Jaya yang sebelumnya sudah melakukan penyelidikan


Setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku di Jalan Pertamina  Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan  Prabumulih Barat Kota Prabumulih, pelaku langsung ditangkap tanpa perlawanan


PT.Pertamina Asset 2 Prabumulih Goverment and Relation Ast Man Setyo Puji Hartono melalui Hubungan Masyarakat Putri saat dimintai keterangan mengenai kasus pencurian mengatakan beberap hari setelah kejadi itu petugas dilapangan sudah melaporkan kejadi tersebut ke pihak berwajib


“Kita sudah laporkan pak, jika pelakunya sudah tertangkap hukum sesuai undang undang yang berlaku” tukasnya


Sementara itu, Kapolres Prabumulih Barat AKBP Tito Hutauruk, SIK.MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Mahdi, SE.MM saat dihubungi melalui pesan WhatsApp membenarkan penangkapan pelaku cecep


“Pelaku kemarin sudah kita amankan dan sekarang masih dilakukan penyelidikan” tutupnya
Share:

Santap Makanan Jalanan, 8 Siswa SD Keracunan

MUARA ENIM - Delapan orang siswa kelas IV dan V SD Negeri 6 diduga keracunan makanan, sekolah yang terletak di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat itu menarik perhatian warga. Para siswa ini mengalami keracunan makanan diduga setelah menyantap makanan jajanan sagon yang dijual oleh salah seorang pedagang jajanan di sekolah itu.

Kejadian yang nyaris merenggut nyawa korban itu sempat membuat para guru dan orang tua murid panik, saat proses belajar mengajar sedang berlangsung berubah menjadi kehebohan yang terjadi sekitar pukul 09.00 wib, rabu (9/1/19)

Para siswa diketahui mengkonsumsi jajanan jalanan yang dijual di depan sekolah, saat kejadian para guru cepat mengambil tindakan dengan membawa ke 8 siswa yang mengalami keracunan makanan ke Puskesmas Pembantu Muara Lawai, dan selanjutnya di rujuk ke RSU dr HM Rabain Muara Enim. Sehingga para siswa cepat tertolong karena mendapatkan penangan medis secara cepat.

Dari penuturan para siswa, mereka mengalami kepala pusing , perut mual dan muntah muntah setelah menyantap makanan jajanan tepung sagon yang dijual seorang pedagang jajanan di sekolah tersebut seharga Rp 500/buah.

Salah satu siswa yang menjadi korban yakni Ziorinaldi, siswa kelas IV SDN 6, ketika dibincangi di ruang perawatan RSUD dr HM Rabain Muara Enim, mengatakan, kejadian itu bermula pada jam istrirahat pertama sekitar pukul 09.00 WIB. Zio bersama teman-temannya membeli Sagon itu dengan harga Rp.500, setelah dimakan beberapa menit zio dan temannya merasakan mual dan kepala rasa melayang” tuturnya

Hal senada juga dijelaskan Herlina, salah seorang guru yang membawa siswa keracunan ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim. “Siswa ini diduga keracunanan makanan kue tepung sagon yang dibeli dari pedagang jajanan berjualan di sekolah,” jelasnya. Para siswa membeli makanan jajanan itu pada saat jam istrirahat pertama.

Dari laporan para guru petugas Puskermas Pembantu Kecamatan Merapi Timur, tiba di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kepada siswa yang keracunan. Kemudian petugas Puskesmas Pembantu Kecamatan Merapi Timur, juga melakukan pengecekan ke sekolah siswa tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Merapi Timur, AKP Herly, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan ke lapangan
“ saya sudah perintahkan anggota untuk kroscek kelapangan langsung, sekrang kita masih menunggu hasil di lapangan” tegasnya

https://m.youtube.com/watch?v=nPpZ8ICzVgI
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts