Lagi! Uang Infaq Masjid di Prabumulih Dicuri, Kotaknya Dibuang Dipinggir Jalan

PRABUMULIH -- Pencurian uang infaq kembali terjadi di Masjid Sirojul Huda, Jalan Bangau Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Sabtu (12/1).

Tak tanggung-tanggung, aksi pencurian diduga dilakukan pada siang bolong disaat aktifitas masyarakat dikawasan tersebut tengah ramai. Tak hanya uang, pelaku juga membawa kabur bersama kotak infaqnya.

Juli Virnando, salah satu jamaah masjid, menduga aksi pencurian dilakukan disaat masyarakat tengah melaksanakan sholat. Hal ini karena tidak ada bekas kerusakkan pada pintu maupun jendela masjid.

"mungkin saat orang lagi sholat, pelaku masuk," ujar Juli.

Namun, kata Juli, baik jamaah masjid maupun warga sekitar tidak mengetahui pasti kapan aksi pencurian tersebut dilakukan. "Kalau kejadian tidak tahu pasti apakah saat sholat zuhur atau Ashar," ungkapnya.

Diterangkan Juli, pencurian uang infaq terungkap setelah salah satu warga sekitar menemukan kotak infaq tergeletak dipinggir jalan sekitar 100 meter dari masjid.



Warga kemudian langsung memberitahu pengurus masjid perihal kejadian tersebut.

"kotak infaq itu ditemukan warga di samping king futsal sore tadi," terangnya.

Mengenai uang infaq yang dicuri, Juli mengaku tidak mengetahui pasti, namun uang yang berhasil dicuri diperkirakan jumlahnya banyak. "karna kotak infaq itu jarang dibuka," jelasnya.

Menurut Juli, pencurian uang infaq di Masjid tersebut sudah yang kesekian kali, namun hingga kini belum juga terungkap siapa pelaku pencurian yang dimaksud. "lebih dari dua kali. Bahkan dulu kotak infaq dibukanya di tempat wudhu," tuturnya.

Dengan kejadian tersebut, Juli berharap petugas kepolisian dapat segera menangkap pelaku pencurian karena sudah sangat meresahkan. "mungkin sudah dilaporkan karena Bhabinkamtibmas sore tadi datang. Kita juga menyarankan agar masjid dipasang cctv," tambahnya.(SN)

 

SIMAK VIDEONYA :

 

https://m.youtube.com/watch?v=AibVO87Aljk
Share:

Tim Relawan Pasangan Calon Presiden, Prabowo Sandi Di Bentuk



PRABUMULIH - Dalam rangka Pestarakyat di tanggal 17 April 2019 nanti, Tim Relawan Nasional Prabowo-Sandi (PAS) di wilaya kota Prabumulih mengadakan silaturahmi dan pembentukan pengurus Tim PAS pada hari Sabtu 01/12/2019.

 

Silaturahmi ini diadakan di Posko Pemenangan  Relawan Nasional Prabowo Sandi yang berada di Jalan Jendral Sudirman No.022 Rt.02 Rw.02 kota Prabumulih.


Selain relawan Prabowo Sandi yang mendatangi acara silaturahmi ini ada juga kerua NU H.Rasit Hambalibersama ke empat partai koalisi Gerindera, PKS, PAN, Demokrat, dan Berkarya.




Ibrahin Hamid sebagai ketua RN PAS Kota Prabumulih mengatakan, Untuk mengajak para relawan dan semua pengurus Relawan PAS ini membuat pasangan pilihan kita Bapak Prabowo Subianto dan Salahuddin Sandiaga Uno agar kelak menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden baru di tahun 2019 nanti.







Hamid juga menjelaskan, Saya pun mohon keikhlasan teman-teman pejuang terutama teman-teman dari relawan nasional Prabowo-Sandi RN PAS Kota Prabumulih agar tetap eksis menjadi relawan yang ikhlas berjuang karena Allah SWT, maka dengan ini Saya menyampaikan dari lubuk hati yang sedalam-dalamnya pada seluruh relawan agar tetap berjuang dan berbuat menjadi orang yang ikhlas berjuang, berjihad

karena Allah SWT.






 "Marilah kita berusaha dan bekerja sedikit berpuasa dalam arti meluangkan waktu, tenaga, dan harta untuk tujuan kemenangan Prabowo-Sandi sesuai kemampuan kita yang tentu dalam semua tindakan kita juga menjalankan hasil ijtima' ulama dan mengharap ridho dari Allah SWT".






Hamid mengatakan dalam kesempatan ini ia mengajak untuk kita mengawal PILPRES dan Pemilihan Angegota Dewan berjalan lancar, aman dan tidak

terjadi kecurangan.





"Kamipun mengajak dari partai koalisi Gerindera, PKS, PAN, Demokrat, dan Berkarya ayo kita menangkan Pemilu dan Pilpres ini dengan menyatukan barisan, menyatukan tekad, dan menyatukan persepsi untuk kemenangan Prabowo-Sandi dan Partai-partai pendukung koalisi yang sejalan dengan ijtima' ulama" Akhir Hamid.

Share:

Warga Sukaraja Keluhkan Sumur Berbau. Warga : Ini ulah Pertamina!



PRABUMULIH – Sejumlah warga di Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih mengeluhkan air sumur miliknya berbau menyengat dan berwarna kekuningan, hal tersebut membuat sebagian warga Jl. Patra TB Dalam RT.01 Rw.03 Kelurahan Sukaraja resah, sabtu (12/1/19)

Kejadian tersebut diduga karena adanya aktifitas Pemboran Sumur minyak PMB P23 milik PT.Pertamina EP Asset 2 Prabumulih yang jaraknya tak jauh dari lingkungan tempat tinggal masyarakat

“jarak dari Pemboran sekitar 10 meter pak dari rumah kami, sudah beberapa minggu yang lalu sudah kami laporkan ke perusahaan tapi sampai sekarang belum ado tanggapan” ucap Srike Idian Utama pemilik sumur yang tercemar



Srike Idian mengatakan 3 Desember tahun lalu sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada Pertamina Field Prabumulih karena keberatan dengan aktifitas pemboran minyak yang diduga telah mencemari sumur milik warga, namun hingga kini belum ada kabar dari pihak perusahaan

Senada dengan yang disampaikan Yosi Safitri yang tinggal di Jalan Raya Baturaja Rt.01 Rw.03 warga Sukaraja itu mengalami hal yang sama, sumur miliknya tidak bisa dikonsumsi untuk minum karena berbau dan berwarna kekuningan

“Kami dak sanggup minum air sumurnyo pak, bau nyo menyengat nian takut jadi penyakit kalu di minum” tuturnya menunjukan sumur miliknya

Sementara itu, Legal Relation Ast Man PT.Pertamina Setyo Pujihartono saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan dirinya belum ada laporan dari warga yang masuk kekantornya dan direncakan senin depan dirinya bersama tim akan kelapangan

“belum ada laporan yang masuk dimeja saya, mungkin belum sampai saja pak, nanti insyaallah senin kita kroscek untuk meninjau ke lapangan” jelasnya
Share:

Sekarang Penyaluran Bansos Didampingi Polisi

MUARA ENIM,----Mulai tahun 2019 ini berbagai jenis bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah untuk masyarakat kurang beruntung akan didampingi oleh petugas Kepolisian. Itu dilakukan menindak lanjuti kerjasama yang dilakukan Kapolri dengan Menteri Sosial.

Tujuannya, agar penyaluran berbagai bantuan sosial untuk keluarga kurang beruntung benar benar tetap sasaran dan tidak disalah gunakan.

Tindak lanjuti itu terungkap dalam rapat yang dilakukan Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono dengan Asisten I Pemkab Muara Enim, M Teguh Jaya dan Kepala Dinas Sosial Muara Enim, Drs Ali Rahman serta Kepala Dinas Sosial PALI di Mapolres Muara Enim, usai mengikuti telekomprenc Kapolri dan Menteri Sosial, Jumat (11/1).

“Kerjasama yang dilakukan Polri dengan Kementerian Sosial, intinya bagaimana kita mengawal niat baik pemerintah agar bantuan sosial yang disampaikan kepada masyarakat kurang beruntung benar benar tepat sasaran,” jelas Asisten I, M Teguh Jaya pada rapat tersebut.

Menurutnya, Kabupaten Muara Enim salah satu kabupaten di Sumsel dalam penyaluran bansos yang dilakukan selama ini tidak ada masalah. Bansos yang disaluran tetap sasaran. Dia berharap, agar pada tingkat Polsek juga dilakukan kerjasama dengan unsur terkait dalam menangani penyaluran bantuan sosial tersebut.

Dengan demikian, kerjasama yang dilakukan tidak saja di tingkat kabupaten, tetapi ditingkat kecamatan juga dilakukan. Masalah penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (Rasta), lanjutnya, yang selama ini sempat dialihkan ke Badan Ketahanan Pangan, sekarang telah dikembalikan lagi ke Dinas Sosial.

“Saya berharap setiap tahapan pihak kepolisian melakukan pendampingan dalam penyaluran bansos tersebut. Keterlibatan Kepolisian mulai dari pendataan hingga sampai penyampaian bantuan,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Afner Juwono mengatakan, siap melakukan pendampingan sebagaimana yang diitruksikan Kapolri dalam penyaluran Bansos tersebut. Pihaknya dalam waktu secepatnya akan membuat kesepakatan dengan pihak terkait yang menangani masalah penyaluran Bansos.
Share:

Untung Buser Datang, Nyawa Dua Pelaku Ini Selamat Setelah Dikepung Massa

PALI-- Darwis (21) dan RG (15) asal Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI nyaris tewas ditangan masa lantaran kedapatan mencuri travo las disebuah rumah yang tengah ditinggal pemiliknya pada Kamis (10/1) kemarin di Simpang Raja Kelurahan Handayani Mulya.

Beruntung nyawa korban diselamatkan jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi yang datang tepat ketika kedua pelaku ini dikepung masa.

Dari keterangan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah, berawal saat kedua pelaku melintas dengan mengendarai sepeda motor dengan cara berboncengan dari arah Pendopo ke Simpang Raja.

Kedua pelaku melihat mesin travo yang berada dilantai dalam rumah korban dimana posisi pintu terbuka. Saat itulah timbul niat pelaku untuk mencuri kemudian memberhentikan sepeda motornya.

"Pelaku sepakat melakukan aksi pencurian, kemudian pelaku RG turun lalu mengambil travo tersebut. Sementara pelaku Darwis menunggu diatas motor. Saat pelaku RG berusaha membawa travo, korban dan saksi melihat aksi pelaku, sehingga pelaku langsung ditangkap oleh korban dan saksi, pelaku nyaris dihajar masa," terang Arafah.

Saat itulah ditambahkan Arafah anggota Buser tengah melaksanakan patroli dan hunting disekitar Simpang Raja secara kebetulan saat melintas di sekitar TKP.

Anggita Buser langsung menghampiri TKP yang sudah dikerumunin massa, dan benar ada dua pelaku tersebut diatas sudah ditangkap oleh massa kemudian oleh Anggota Buser langsung mengamankan dua pelaku secara cepat untuk mengantisipasi adanya provokasi massa untuk menghakiminya.

"Pelaku dan BB diamankan selanjutnya dibawa ke Polsek Talang Ubi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Adapun barang bukti yang kita amankan berupa 1 (satu) unit mesin travo las dan 1 (satu) unit sepeda motor yang digunakan pelaku," tandasnya.

Sementara dari pengakuan Darwis salahsatu pelaku, bahwa niat mencuri datang saat rumah tengah kosong serta pintu terbuka. "Rencana kami barang curian itu untuk bayar utang pak," katanya.(red)
Share:

Hati-hati Modus Baru, Pura-pura Jual Madu Perempuan Ini Lakukan Curas

PALI-- Santi (40) warga Lrng Rela nomor 24 RT 11/RW 05 Kelurahan 32 Ilir Kecamatan IB II Palembang ditangkap Jajaran Polsek Penukal Abab lantaran diduga telah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan dasar laporan korbannya LP/ B / 200 / I XI / 2018 / Sumsel / Res.Muara Enim /Sek. Penukal abab Tgl 1 November 2018. Pencurian dengan kekerasan.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian bahwa kejadian berlangsung pada Kamis (1/11/2018) lalu sekira pukul 10.00 WIB di rumah korban Awiyah di Desa Gunung Menang Timur Kacamatan Penukal Kabupaten PALI.

Modus pelaku pura-pura menjual madu dalam kemasan botol sebanyak 5 (lima) botol kepada korban, dan pada saat korban hendak membayar madu itu, terlihat ada uang banyak dalam dompet korban oleh pelaku tersebut. Dan pelaku langsung menarik dompet beserta isinya uang berjumlah Rp. 2.500.000,- yang ada pada tangan korban kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil satu 1 (satu) unit handphone merk Xiaomi.

Mengetahui itu, korban kemudian meneriaki pelaku namun pelaku tidak menghiraukan teriakan korban dan langsung meninggalkan tempat kejadian dengan mengambil, membawa, menguasai suatu barang barang milik korban tersebut dengan maksud untuk dimilikinya (pelaku).

"Atas kejadian tersebut korban langsung melaporkan kejadian ke Polsek Penukal Abab," ungkap Alpian, Jumat (11/1).

Selanjutnya pada Kamis (10/1/2019) sekira pukul 14.00 WIB, Kapolsek Penukal Abab mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku Curas yang bermodus menjual madu ada di desa Babat Kecamatan Penukal. Kemudian kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim IPDA AGUS WIDODO, S.H beserta anggota unit Reskrim Polsek Penukal Abab untuk melakukan penyelidikan dan Penangkapan terhadap pelaku.

"Kemudian pelaku di bawa ke kantor Polsek Penukal Abab. Awalnya pelaku tidak mengaku, tetapi setelah di hadapkan dengan korban dan para saksi, pelaku tidak bisa mengelak lagi. Dan sat ini pelaku masih kita interogasi demi keperluan pengembangan," ucap Alpian.(red)
Share:

Pembinaan Kamtibmas Naik TSM

MUARA ENIM,----Pembinaan Kamtibmas yang dilakukan Kapolsek Gunung Megang, AKP Feriyanto SH, patut dicontah. Soalnya dalam melakukan pembinaan Kamtibmas ke sekolah sekolah dia bersama anggotanya tidak menggunakan kendaraan mobil maupun sepeda motor tetapi mengendarai sepeda yang diberi nama Transportasi Sehat Merakyat (TSM).

Pembinaan kamtibmas tersebut dilakukannya kepada siswa SMAN 1 Gunung Megang, Kamis (10/1). Kedatangan sang Kapolsek dengan mengendarai sepeda dayung itu mendapatkan sambutan simpatik dari para pelajar maupun dewan guru yang mengajar di sekolah tersebut.

Pembinaan kamtimbas dengan mengendarai sepeda dayung tersebut dilakukan Kapolsek bersama anggota sebagai tindak lanjut dari apa yang telah dirintis oleh Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono yang menganjurkan anggotanya untuk senantiasa menggunakan sepeda dalam melakukan berbagai kegiatan.

Apa yang dilakukan Kapolsek, untuk memberikan pelajaran bagi para siswa agar berangkat ke sekolah menggunakan sepeda dayung tidak menggunakan sepeda motor seperti yang terjadi sekarang ini.

“Apa yang kami lakukan, melakukan penyuluhan ke sekolah dengan mengendarai sepeda dayung agar para anak didik maupun guru bisa mengikutinya. Karena saat kecelakaan lalu lintas dodiminasi oleh para pelajar yang mengendarai sepeda motor,” jelasnya. (SN)
Share:

Aniaya Anak Hingga Kepala Berlumur Darah, Eko Dipenjara

MUARA ENIM,---Emosi yang tidak terkendali kepada anak akibatnya berurusan dengan pihak berwajib. Itulah yang dialami Eko Wijaya (30), warga Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, yang diamankan petugas Reskrim Polsek Gelumbang, Selasa (8/1) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dia diamankan petugas diduga telah menganiaya anak kandungnya bernama Daniel Eka Saputra (11) dengan melempar kepalanya menggunakan gelas hingga terluka. Tidak terima dengan perbuatan suaminya, membuat Agustina (27), istri pelaku melaporkan kejadian itu ke Polsek Gelumbang.

Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku pada Selasa (8/1) sekitar pukul 18.15 WIB. Kini pelaku yang merupakan ayah kandung korban telah diamankan dan ditahan di ruang tahanan Polsek Gelumbang untuk menjalani proses hukum.

Kejadian itu bermula dari antara pelaku dan istrinya terlibat keributan mulut di dalam rumah tersebut. Saat terlibat keributan mulut, istri pelaku tengah masak di dapur.

Ketika terjadi keributan tersebut, pelaku tidak bisa mengendalikan emosinya dengan mengambil gelas kaca yang berada di dekatnya hendak dilemparkan kepara istrinya. Namun istrinya menantang dengan mengeluarkan kalimat silakan kepada pelaku.

Namun pelaku batal melempar gelas kaca tersebut, karena istrinya sedang memasak di dapur sambil memegang pisau. Sehingga pelaku tidak barani melemparnya.

Untuk melampiaskan emosinya, pelaku melemparkan gelas kaca itu ke arah korban hingga mengenai kepala korban sampai terluka. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, istrinya melaporkan kejadian itu ke Polsek Gelumbang.

Laporan tersebut langsung ditindak lanjuti petugas dengan mendatangi pelaku yang tengah berada di rumahnya. Petugas langsung mengamankan pelaku.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, ketika dikonfirmasi, Kamis (10/1) membenarkan kejadian itu.

“Pelaku sudah diamankan, dalam kasus ini dijerat pasal 44 UU 23 tahun 2004,” jelasnya. (SN)
Share:

Imigrasi Deklarasi WBK dan WBB Kontribusi PNBP Rp 9 Miliar

MUARA ENIM,---Pimpinan dan pegawai Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim melakukan deklarasi satuan kerja zona integritas menuju Wilayah Bebas dan Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Itu dilakukan sebagai bentuk komitmen janji kinerja tahun 2019 dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Apel deklarasi yang berlangsung di aula gedung Imigras itu dipimpin Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, Telmaizul, Kamis (10/1). Apel itu dihadiri juga Kabag Ops Polres Muara Enim, Kompol Irwan Andeta serta perwakilan Kalapas Muara Enim.

“Deklarasi yang kita lakukan sebagai bentuk komitmen dan kebulatan tekat kita untuk kinerja di tahun 2019. Karena deklarasi ini setiap tahun dilakukan sebagai tindak lanjut dari perintah Sekjen Kementerian Hukum dan HAM,” jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, Telmaizul, usai pelaksanaan apel deklarasi tersebut.

Menurutnya, hasil kinerja selama satu tahun, pada akhir tahun akan dilaporkan kepada Kementerian Hukum dan HAM. Apa saja capaian yang telah dilakukan selama satu tahun, sesuai atau tidak dengan janji kinerja yang telah diucapkan.

Dengan adanya deklrasi tersebut, lanjutnya, secara keseluruhan kantor Imigrasi terus mengalami perubahan dan peningkatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan perubahan itu, lanjutnya, membuat lembaga yang dipimpinnya berhasil mendapatkan penghargaan pelayanan publik.

Untuk itu, lanjutnya, dia terus melakukan berbagai trobosan guna memberikan pelayanan prima dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena, dengan pelayanan prima, maka akan meningkatkan kontribusi kantor Imigrasi Muara Enim dalam hal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pembuatan paspor.

Menurutnya, terobosan yang dilakukan diantaranya dengan membuat Unit Kantor Imigrasi (UKK) di Kabupaten Musirawas mulai tahun 2017. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang akan membuat paspor di wilayah Kabupaten Musirawas, Empat Lawang, Muratara, dan Lubuk Linggau.

Karena, lanjutnya, kantor Imigrasi Muara Enim telah membawahi 9 Kabupaten dan 2 Kota. Dengan demikian wilayah kerjanya cukup luas dan perlu memdekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Tahun 2019 ini rencananya kita akan membuka UKK di Kabupaten OKU untuk melayani masyarakat yang hendak membuat paspor di wilayah Kabupaten OKU, OKU Timur dan OKU Selatan,” jelasnya.

Pembuatan kantor UKK tersebut, difasilitasi oleh Pemerintah Daerah setempat termasuk Sumber Daya Manusianya (SDM). “Dengan kita membuka UKK, maka kontribusi kita dalam penerimaan PNBP pada negara tahun 2018 lalu mengalami peningkatan cukup siknifikan hampir 100 persen,” jelasnya.

Kontribusi kantor Imigrasi Muara Enim dalam penerimaan PNBP dari pembuatan paspos, lanjutnya, pada tahun 2018 sebesar berjumlah Rp 9 miliar lebih, Terdiri dari penerimaan PNBM dari UKK Musirawas sebesar Rp 1,795 miliyar dan dari kantor Imigrasi Muara Enim sebesar Rp 6,363 miliyar.

Jumlah itu meningkat hampir 100 persen bila dibandingkan tahun 2017 lalu sebesar Rp 5,5 miliyar sebelum adanya kantor UKK di Musirawas. “Sekitar 80 persen masyarakat yang membuat paspor adalah untuk berangkat menunaikan ibadah haji dan umroh. Sedangkan 20 persen lagi untuk berpergian ke luar negeri,” jelasnya. (SN)
Share:

KPU PALI Cek Logistik. Antisipasi Kerusakkan dengan Alat Pengaman

PALI -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Fikri Ardiansyah bersama empat komisioner lainnya mengecek logistik Pemilu yang telah diterima dari KPU pusat, Kamis (10/1).

"Langkah awal tugas KPUD, kita ditugaskan KPU Provinsi agar mengecek logistik. Setelah kita lihat langsung, semua logistik tersimpan aman," ujar Ketua KPUD PALI.

Antisipasi gangguan binatang, Fikri mengatakan bahwa pihaknya telah memasang alat pengaman diantaranya anti rayap dan memasang kawat besi.

"Semua logistik disimpan dengan diberi bantalan palet plastik, dan kami yakin semuanya aman," tukasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ketua KPUD PALI mengajak semua elemen masyarakat terutama peserta Pemilu agar bersatu padu menjaga situasi politik agar tetap dingin.

"Suksesnya Pemilu harga mati bagi kami selaku penyelenggara, dan kami juga meminta dukungan semua pihak agar bersama-sama menjaga suhu Pili agar tetap kondusif," ajaknya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts