Pekerja Pertamina EP “Urunan” Bangun Rumah Layak Huni di Sukaraja

Prabumulih -- Umumnya, perusahaan membantu kehidupan masyarakat di sekitar dengan program CSR yang direncakan dan dianggarkan melalui keuangan perusahaan. Namun berbeda dengan PT Pertamina EP Asset 2, dalam memberikan manfaat dan nilai tambah kepada lingkungan ternyata tidak hanya mengandalkan anggaran CSR saja, namun para pekerjanya secara sukarela menyumbangkan sebagian pendapatannya untuk berbagi manfaat kepada sesama.

Hal tersebut diwujudkan dengan program donasi bedah rumah pekerja PT Pertamina EP Asset 2. Program kepedulian sosial bedah rumah dari pekerja PT Pertamina EP sendiri telah digalakkan sejak tahun 2016. Dalam kesempatan ini Sulaiman, warga pembuat bata merah yang beruntung mendapatkan bantuan bedah rumah. Lelaki dengan dua anak yang tinggal di Kelurahan Sukaraja, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan ini terlihat sangat bahagia mengetahui rumahnya telah berubah seratus persen menjadi lebih baik dan permanen.

Bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Pertamina (BAZMA) selaku pelaksana pekerjaan bedah rumah, PT Pertamina EP menggelar serah terima dan syukuran program bedah rumah secara sederhana pada Selasa (15/01) di Sukaraja. Sukarno, Lurah Sukaraja selaku Perwakilan pemerintah setempat mengapresiasi program donasi pekerja untuk bedah rumah tersebut, terlebih karena warganya terpilih sebagai penerima bantuan. Meskipun dirinya sempat “surprise” karena tidak mengetahui proses pembangunannya, namun Sukarno meyakini Pertamina punya mekanisme tersendiri dalam menentukan dan menyalurkan bantuan, serta memuji bentuk bangunan tipe 36 dengan spesifikasi sangat layak yang Pertamina EP berikan. Sementara itu Sulaiman juga nampak sangat bahagia. ”Terima kasih banyak Pertamina,” ungkap Sulaiman.

Mewakili Asset General Manager PT Pertamina EP Asset 2 Astri Pujianto, Arev Santosa menyampaikan rasa syukur dan bahagia karena program donasi pekerja untuk bedah rumah ini dapat terlaksana dengan baik. Dirinya berharap masyarakat dapat mendoakan baik kelancaran operasional maupun kemudahan rizki bagi PT Pertamina EP dan pekerjanya agar kemudian hari program-program sosial dan kemanusiaan dapat berjalan berkesinambungan dan meningkat.

Hingga saat ini donasi pekerja PT Pertamina EP telah membangun enam hunian yang tersebar di Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Pali. Adapun diluar donasi pekerja, PT Pertamina EP telah membantu 49 rumah semenjak tahun 2014 melalui program CSR.(ril)
Share:

Jelang UNBK sejumlah sekolah gelar try out

PALI - Menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK Negri 1 Talang Ubi, Kecamatam Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir( PALI) mempersiapkan Try out dan simulasi bagi murid-muridnya.

Alamsari S pd.i, Kepala Sekolah SMK Negri 1 Talang Ubi Mengatakan "Program penerintah dalam percepatan UNBK nanti kita sudah beritahukan kepada siswa/siwsi di sekolah agar para siswa siap melaksanakanya.
katanya

Ada 166 siswa/siswi di SMK N 1 Talang Ubi ini yang akan melaksankan UNBK, dan kita juga telah menambah jam Pelajaran bagi siswa/siswi yang akan melaksanakan UNBK nanti Ada empat mata pelajaran yang akan diujikan, matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan satu mata pelajaran pilihan siswa masing-masing".

SMK N 1 Talang Ubi juga telah mempersiapkan ruangan dan juga menjelaskan, sekolah telah siap dengan menyediakan empat ruangan dengan fasilitas komputernya.

“Semoga tidak terjadi kesalahan pada jaringan internet dan tidak terjadi padamnya listrik saat pelaksaanan UNBK,” tutupnya.
Share:

Jembatan di Desa Babat Nyaris Putus, Satu Mobil Terperosok

PALI - Kondisi jembatan penghubung antar kecamatan yang membentang di Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini mengkhawatirkan, dimana material semuanya terbuat dari pipa besi sudah kropos dan penyangga jembatan terlihat nyaris ambruk serta telah banyak kendaraan roda empat terperosok di jembatan tersebut.

Arka Nurawi, Kepala Desa Babat mengatakan bahwa kondisi jembatan tersebut sudah lama terjadi, dan untuk memperbaiki jembatan itu agar bisa dilalui, warga hanya mengandalkan alat seadanya.

"Jembatan itu dibangun perusahaan Migas dan umurnya sudah puluhan tahun, kondisi sekarang sudah lapuk, sementara jembatan tersebut selalu ramai dilalui kendaraan, baik masyarakat maupun perusahaan dengan bobot tentunya kapasitas berat," ujar Arka, Selasa (15/1).

Dengan kondisi tersebut, Kades mengharapkan pihak perusahaan atau pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan itu. Dan diakuinya bahwa pemerintah Desa Babat sudah melayangkan surat permintaan perbaikan kepada PT Medco yang sering melintasi jembatan itu.

"Kalau sampai ambruk, pastinya perekonomian masyarakat yang bergantung pada jembatan itu akan lumpuh. Untuk itu, kami berharap pihak perusahaan untuk secepatnya memperbaiki agar jembatan tersebut bisa tetap dilalui," tukasnya.

Sementara itu, Government Relations PT Medco & Energi, Julianto menyebutkan bahwa pihaknya telah mengirim pipa besi untuk memperbaiki jembatan tersebut.

"Untuk pengerjaan, ada pihak kontraktor yang tengah membangun jalan menyanggupi pemasangan pipa besi itu," katanya.

Terpisah, Drs Soemarjono, ketua DPRD PALI meminta Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas PU untuk memprogramkan pembangunan jembatan tersebut.

"Saya minta diprogramkan, kalau terkejar di anggaran induk, kalau tidak ya, di anggaran perubahan, karena jembatan itu merupakan akses vital masyarakat," tandasnya.
Share:

Puluhan Ormas Dan LSM di PALI belum serahkan data terbaru

PALI - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lalukan pendataan ulang bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Bumi Serepat Serasan.

Hal ini bertujuan agar keberadaan LSM atau Organisasi Masyarakat (Ormas) maupun forum bisa terpantau.

"Baru ada beberapa LSM maupun Ormas yang menyerahkan berkas. Padahal pendataan ulang itu telah kita lakukan sejak September 2018 lalu," ungkap Drs Darmawi, Plt Badan Kesbangpol PALI, Selasa (15/1).

Diakui Darmawi bahwa jumlah LSM yang terdata di Badan Kesbangpol PALI ada 32 organisasi sedangkan Ormas atau forum ada 11.

"Berkas yang mereka (LSM atau Ormas, red) yang diserahkan akan kita data kembali, yang artinya LSM tersebut masih aktif. Sebab, data tahun 2018 belum tentu sama dengan tahun ini. Karena mungkin ada perubahan pengurus atau alamat kantornya, jadi pendataan ulang sangat penting bagi kami agar keberadaan LSM dan Ormas maupun Forum legal," tukasnya.

Darmawi berharap agar seluruh LSM maupun Ormas dan forum untuk segera menyerahkan berkas baru.

"Kita sangat berharap seluruh LSM bisa mendukung kegiatan ini, karena keberadaan LSM atau yang lainnya sebagai mitra pemerintah bisa terus berkontribusi sesuai tupoksinya," harapnya
Share:

Pantau LSM di PALI, Kesbangpol Lakukan Pendataan

PALI -- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan pendataan ulang bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Bumi Serepat Serasan.

Hal ini bertujuan agar keberadaan LSM atau Organisasi Masyarakat (Ormas) maupun forum bisa terpantau.

"Baru ada beberapa LSM maupun Ormas yang menyerahkan berkas. Padahal pendataan ulang itu telah kita lakukan sejak September 2018 lalu," ungkap Drs Darmawi, Plt Badan Kesbangpol PALI, Selasa (15/1).

Diakui Darmawi bahwa jumlah LSM yang terdata di Badan Kesbangpol PALI ada 32 organisasi sedangkan Ormas atau forum ada 11.

"Berkas yang mereka (LSM atau Ormas, red) yang diserahkan akan kita data kembali, yang artinya LSM tersebut masih aktif. Sebab, data tahun 2018 belum tentu sama dengan tahun ini. Karena mungkin ada perubahan pengurus atau alamat kantornya, jadi pendataan ulang sangat penting bagi kami agar keberadaan LSM dan Ormas maupun Forum legal," tukasnya.

Darmawi berharap agar seluruh LSM maupun Ormas dan forum untuk segera menyerahkan berkas baru.

"Kita sangat berharap seluruh LSM bisa mendukung kegiatan ini, karena keberadaan LSM atau yang lainnya sebagai mitra pemerintah bisa terus berkontribusi sesuai tupoksinya," harapnya
Share:

Kondisi Jembatan di Desa Babat PALI Sangat Memprihatinkan, Segera Butuh Perbaikan

PALI -- Kondisi jembatan penghubung antar kecamatan yang membentang di Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini mengkhawatirkan, dimana material semuanya terbuat dari pipa besi sudah kropos dan penyangga jembatan terlihat nyaris ambruk serta telah banyak kendaraan roda empat terperosok di jembatan tersebut.

Arka Nurawi, Kepala Desa Babat mengatakan bahwa kondisi jembatan tersebut sudah lama terjadi, dan untuk memperbaiki jembatan itu agar bisa dilalui, warga hanya mengandalkan alat seadanya.

"Jembatan itu dibangun perusahaan Migas dan umurnya sudah puluhan tahun, kondisi sekarang sudah lapuk, sementara jembatan tersebut selalu ramai dilalui kendaraan, baik masyarakat maupun perusahaan dengan bobot tentunya kapasitas berat," ujar Arka, Selasa (15/1).

Dengan kondisi tersebut, Kades mengharapkan pihak perusahaan atau pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan itu. Dan diakuinya bahwa pemerintah Desa Babat sudah melayangkan surat permintaan perbaikan kepada PT Medco yang sering melintasi jembatan itu.

"Kalau sampai ambruk, pastinya perekonomian masyarakat yang bergantung pada jembatan itu akan lumpuh. Untuk itu, kami berharap pihak perusahaan untuk secepatnya memperbaiki agar jembatan tersebut bisa tetap dilalui," tukasnya.

Sementara itu, Government Relations PT Medco & Energi, Julianto menyebutkan bahwa pihaknya telah mengirim pipa besi untuk memperbaiki jembatan tersebut.

"Untuk pengerjaan, ada pihak kontraktor yang tengah membangun jalan menyanggupi pemasangan pipa besi itu," katanya.

Terpisah, Drs Soemarjono, ketua DPRD PALI meminta Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas PU untuk memprogramkan pembangunan jembatan tersebut.

"Saya minta diprogramkan, kalau terkejar di anggaran induk, kalau tidak ya, di anggaran perubahan, karena jembatan itu merupakan akses vital masyarakat," tandasnya.
Share:

Mantap!! Gelar ke-7 Kota Kecil Terbersih Kembali di Sabet Kota Prabumulih

PRABUMULIH – Kota Seinggok Sepemunyian kembali menyabet piala ADIPURA yang ke-7 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatan Republik Indonesia dalam kategori Kota Kecil Terbersih yang diterima langsung oleh Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH yang diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) H.Jusuf Kalla di Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta, senin (14/1/19)

ADIPURA yang merupak program nasional dan dilaksanakan setiap tahun itu mendorong Pemerintahan Kota Prabumulih menyabet 7 kali penghargaan secara berturut-turut, hal tersebut tak lepas dari program pemerintah Kota Prabumulih yang mengajak masyarakatnya untuk peduli terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat dengan beberapa program wirausaha yang hingga kini terus bergulir yang menyelaraskan fungsi pertumbuhan ekonomi, fungsi sosial, dan fungsi ekologis dalam proses pembangunan dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik



146 penerima Pengahargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatan Republik Indonesia (KLKH) yang dinilai memiliki komitmen dan berhasil menunjukan kepemimpinanya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan dan program kerja

Kota Prabumulih ditangan Ir.H.Ridho Yahya, MM dan H.Andriansyah Fikri, SH telah mendapatkan 7 piagam penghargaan Adipura dari KLKH karena program yang tepat untuk kepentingan masayarakat, salah satunya Bank Sampah Prabumulih, Bank Sampah mengajak masyarakat untuk menabung sampah setiap hari dengan nilai sampah yang diganti dengan rupiah dan disetorkan kedalam buka tabung

“kita ada bank sampah, masyarakat Prabumulih dan Instansi Pemerintahan diwajibkan nabung sampah, hal tersebut untuk mengurangi tumpakan sampah” ucap Fikri Walikota Prabumulih

6 Kota/Kabupaten di Sumatera Selatan yang berahsil menyabet penghargaan Adipura yakni Baturaja, Kayu Agung, Sekayu, Muara Enim dan Martapura

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLKH, Rosa Vivin Ratnawati, menyampaikan melalui program Adipura Pemerintah Kota dan Kabupaten diharapkan dapat mendukung target pengelolaan sampah sebesar 100% pada tahun 2025, dan menjadi salah satu strategi nasional pengelolaan sampah dengan cepat dan terukur
Share:

Sakit Tak Sembuh Sembuh, Ibrahim Pilih Bunuh Diri

MUARA ENIM,---Sungguh tragis tindakan yang dilakukan Ibrahim (55), warga Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Diduga karena sakit strok yang dialaminya sudah menahun tidak sembuh sembuh, dia nekat mengambil jalan pintas dengan melakukan gantung diri.

Aksi nekat tersebut dilakukan korban dengan cara menjerat lehernya menggunakan tali nilon warna hijau dan mengikatkannya di kayu teras rumahnya. Peristiwa itu diketahui warga setempat Senin (14/1) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Yang bersangkutan nekat bunuh diri duduga prustasi karena sakit strok yang dialaminya sudah bebeberapa tahun ini tidak kunjung sembuh,” jelas Indrowono.

Menurutnya, sesuai dengan keterangan kelaurganya, bahwa yang bersangkutan sebelumnya juga pernih mencoba hendak bunuh diri, namun berhasil dicegah keluarganya karena sempat ketahuan. Namun kali ini, yang berhasil melakukannya, diduga keluarganya sedang tidak berada di rumah.

Dijelaskannya, korban diketahui bunuh diri oleh tetangganya yang langsung melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa setempat. Selanjutnya perangkat desa menghubungi Polsek Gelumbang. “Pihak keluarga telah membuah surat pernyataan tidak bersedia jasad korban diotopsi untuk kepentingan penyelidikan dari kepolisian,” jelasnya.
Share:

Gagah Gagahan, Remaja Bawa Senpira Dibekuk

MUARA ENIM - Petugas Polsek Rambang terus melakukan pemberantasan senjata api rakitan diwilyah hukumnya. Kali ini petugas berhasil membekuk Junial Alazai alias Jun (17), warga Dusun III, Desa Marga Mulia, Kecamatan Rambang, Muara Enim, Minggu (13/1) sekitar pukul 02.30 WIB.

Remaja ini ditangkap petugas ketika berada di jalan dekat tempat pemakaman umum Desa Baru Rambang, Kecamatan Rambang yang kedapatan membawa senjata api rakitan jenis pistol berikut satu butir amunisi. Kini pelaku bersama barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Rambang untuk menjalani proses hukum.

Penangkapan pelaku bermula dari anggota Polsek Rambang dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Ringkas Defari I melaksanakan Giat mobile tempat rawan kriminalitas, sebagai antisipasi Kejadian 3C. Sewaktu melintas di TKP terdapat Sepeda motor berhenti di pinggir jalan dengan 1 org masih duduk di atas sepeda motor. Sedangkan 1 orang berdiri dibelakang sepeda motor tersebut,

Sewaktu di dekati 1 orang langsung menghidupkan motor dan Kabur. Sedang 1 orang tertinggal melarikan diri masuk hutan dekat pemakaman itu. Kkemudian di kejar petugas hingga akhirnya berhasil ditangkap. Ketika digeledah badannya di dapati senjata api laras pendek jenis pistol lokal kecepek berisi 1 butir peluru jenis FN diselipkan di pinggang sebelah kanan, Pelaku berikut senjata apinya diamankan dengan dibawa ke Mapolsek Rambang.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Senin (14/1) membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 1 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951.
Share:

Ancam Kualitas Jembatan, Warga Desak Pemkab PALI Tindak Pengusaha Tambang Pasir

PALI -- Aktivitas galian pasir di samping jembatan Payu Putat penghubung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kota Prabumulih yang letak operasi penggalian pasir tersebut di wilayah Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang disoal masyarakat Bumi Serepat Serasan, karena selain dikhawatirkan akan mengganggu kualitas jembatan yang baru saja dibangun pemerintah juga antrean angkutan pasir mengganggu kenyamanan lalulintas disana.

"Kami minta pemerintah Kabupaten PALI menindak pengusaha galian pasir tersebut, serta memeriksa kembali izin galian C atau izin lainnya. Sebab, kalau aktivitas itu dibiarkan kami khawatir jembatan Payu Putat ambruk, karena pasir yang ada dibawah jembatan dikeruk setiap hari," ujar Dedi, salahsatu warga PALI yang sering melintas di jembatan Payu Putat.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpolpp) Kabupaten PALI Zulkopli SH, memanggil pengusaha galian pasir tersebut.

"Pengusaha itu sudah datang, dan setelah melihat surat izinnya, semuanya lengkap. Hanya saja, kami minta galian pasir itu dipindahkan, jangan disamping jembatan," terang Zulkopli, Senin (14/1).

Dari jawaban pengusaha galian pasir, diakui Zulkopli bahwa pengusaha tersebut sudah menyanggupi untuk memindahkannya. "Mereka (penguasa galian pasir, red) sudah sanggup memindahkan usahanya untuk menjauh dari jembatan," tandasnya. (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts