Buron 4 Tahun, James Penipu pegawai Honorer Prabumulih Diringkus

PRABUMULIH – Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang idaman semua orang, dengan cara mengikuti tes CPNS yang digelar dibeberapa kota pasti akan diikuti demi bekerja mengabdi dengan pemerintahan. Namun tidak demikian dengan HR (43) yang merupakan salah satu pekerja Honorer Golongan K2 di ruang lingkup Pemkot Prabumulih ini tertipu karena ingin jadi PNS.

HR di imingi akan diangkat sebagai PNS di Pemkot Prabumulih oleh James (39) warga Rt.02 Rw.03 No.226 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, selasa 20 Februari 2015 lalu

James menjanjikan HR akan dibantu menjadi Pegawai Negeri Sipil di Pemkot Prabumulih dengan syarat memberikan imbalan berupa uang sebesar Rp.145 Juta

Hal tersebut membuat korban HR tertarik dengan tawaran Pelaku dan menyetujuinya dengan membuat surat perjanjian. Tanpa berfikir panjang Korban pun memberikan uang tersebut dengan cara bertahap

Namun setelah lunas korban tak kunjung diangkat menajadi PNS dan terus menghubungi pelaku dengan cara kerumah dan menelpon sang pelaku yang sudah kabur, tak terima dengan hal tersebut korban pun melaporkan kejadian itu ke Mapolres Prabumulih

Petugas yang menerima laporan penipuan langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran tehadap pelaku. Setelah 4 tahun buron akhirnya polisi pun berhasil menangkap pelaku dikediamannya

Sementara itu, Wakapolres Prabumulih Kompol Haris Brata, SIK yang didamping oleh AKP Abdul Rahman mengatakan saat konferensi pers pelaku selama ini buron ke Jakarta dengan uang korban

“petugas kita berhasil mengamankan pelaku penipuan berkedok pengangkatan PNS dikediamannya disukajadi, saat ditanya dia selama ini bolak balik Jakarta” ucap wakapolres menirukan ucapan James , jum’at (25/1/19)

Masih kata Wakoplres, James melakukan aksinya seorang diri, dan pelaku mengaku kepada korban sedang mengurus berkas ke Jakarta

“uangnya saya pakai ke Jakarta pak” kata James dengan singkat menjawab saat diwawancari awak media

Akibat perbuatannya itu pelaku penipuan diancam dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman kurangan selama lamabya 4 tahun penjara (sn01)
Share:

Anjing Gila Gigit Lima Anak

PALI-Ketenangan warga Desa Persiapan Desa Madu Kincing Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak terusik, lantaran pada Jumat sore (25/1) sekitar pukul 16.00 WIB mendadak ada seekor anjing gila mengamuk dan menerkam anak-anak yang tengah bermain dihalaman rumah.

Tak tanggung-tanggung, anak yang terkena terkaman anjing gila tersebut memakan berjumlah 5 orang dan mengalami luka gigitan cukup serius, bahkan dua diantara korban harus dilarikan ke rumah sakit.

"Ada korban yang parah lalu kami larikan ke rumah sakit Sekayu Muba, sebab dibagian alat kelamin korban terluka akibat gigitan anjing gila itu," ujar Rota (30) salahsatu warga setempat, Sabtu (26/1).

Atas kejadian itu, warga pun geram dan langsung memburu anjing tersebut sampai tengah malam. "Kami satu dusun keluar semua untuk memburu anjing gila itu. Dan tengah malam tadi, anjing itu berhasil kita tangkap lalu kita bunuh untuk menghindari ada korban berikutnya. Bahkan bukan hanya anjing yang menggigit anak-anak saja, dua anjing lainnya yang serupa juga kami bunuh," terang Rota.(red)
Share:

Harga Karet Murah?, Tanam Ini Kalau Mau Jadi Jutawan

PALI - Ditengah ketidakpastian harga getah karet yang saat ini masih belum stabil, rupanya ada ladang bisnis baru yang prospeknya cukup menjanjikan dimana tidak banyak orang yang menggelutinya. Padahal pasar untuk tanaman ini terbuka lebar dan tidak memerlukan modal besar maupun perawatan khusus serta tidak mengenal musim. Yakni berkebun lengkeng.

Samsuar Teguh pria paruh baya asal Talang Ubi yang membuka lahannya menjadi kebun lengkeng berlokasi di kawasan Kalimancala Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengaku omzetnya mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Kebun seluas lebih kurang 8 hektar tersebut setiap minggunya menghasilkan sedikitnya 100 kilogram buah lengkeng yang dia jual Rp 25.000/kg.

"Kalau total seluruh tanaman Lengkeng sebanyak 730 batang. Namun, menanamnya bukan sekaligus tetapi bertahap. Untuk penjualan tidak susah, sebab pembeli menjemput sendiri buah lengkeng yang telah dipetiknya," ucap Samsuar saat ditemui di kebun sekaligus rumahnya, Kamis (24/1).

Diungkapkannya, dari 730 batang yang ditanamnya ada enam varietas buah lengkeng yakni Runway, Aroma Durian, Diamond, Kristal, Pimpong dan Lengkeng Merah, membuat harga buah lengkeng dari kebun miliknya tidak pernah turun.

"Rencananya kami akan menambah varietas lainnya hingga seluruh varietas yang jumlahnya ada sembilan varietas bisa kita tanam semua. Jadi pembeli bisa memilih sendiri buah lengkeng jenis yang disukainya" ungkapnya.

Kebun lengkeng milik Samsuar diakuinya juga menjadi objek wisata buah, karena setiap harinya, terlebih saat liburan, banyak warga datang ke kebunnya untuk membeli buah lengkeng yang ingin langsung memetik sendiri.

"Kami tidak kenakan tarif tambahan, hanya membeli buahnya saja apabila ada warga ada yang ingin datang langsung ke kebun," tukasnya.

Selain tanaman Lengkeng, dijelaskannya, dia juga menanam buah-buahan lainnya. Namun, memang lebih dominan tanaman buah Lengkeng sehingga buah-buahan lain tidak terlalu banyak seperti jeruk, jambu jamaica, cempedak dan durian.

"Kalau untuk tanaman durian ada 67 batang terdiri dari 30 batang durian montong dan 37 batang durian lokal. Untuk tanaman jeruk lumayan banyak karena hampir seluruh penjual minuman di Pendopo membeli di kebun kita ini," jelasnya.

Samsuar juga menyatakan bersedia berbagi ilmu apabila ada petani lain tertarik menanam lengkeng maupun durian.

"Bisnis lengkeng tidak pernah rugi, bahkan kami kewalahan dalam melayani permintaan pasar. Kami akan bangga apabila ada warga lain untuk meniru jejak kami," tutupnya.

Sementara itu, Beri salahsatu warga pengunjung kebun milik Samsuar mengatakan bahwa dirinya rutin setiap minggu mengambil lengkeng untuk dijual kembali di pasar Pendopo.

"Kualitas lengkeng pak Samsuar tidak kalah dengan buah lengkeng impor. Sebab, di kebun pak Samsuar banyak jenis lengkengnya dan harganya juga terjangkau dibanding harga buah lengkeng impor," katanya
Share:

Disayangkan,! Museum Migas 3D Pertamina Belum dibuka untuk umum

foto : ilustrasi


PRABUMULIH – Museum Migas Tiga Dimensi (3D) yang dibangun PT.Pertamina EP asset 2 di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya diarea Komplek Perumahan Pertamina dengan luas 15.000 meter persegi yang diresmikan bulan Maret 2018 lalu hingga kini belum dibuka untuk umum, kamis (24/1/19)

Tak hanya untuk rekreasi dan edukasi Museum 3D rencana dipersiapkan Café dengan desain dari Kontainer bekas serta sentra mitra binaan yang akan menghadirkan produk hasil pemberdayaan mitra CSR dari empat lapangan di Asset 2 dengan memberdayakan masyarakat lokal yang dilakukan melalui pemilihan dan pelatihan petugas dan pengurus museum itu kini belum tampak aktifitasnya sejak diresmikan bulan Maret lalu

Museum Migas yang digadang-gadang Meseum pertama di Indonesia itu belum bisa dinikmati oleh masyarakat umum, hal tersebut bukan tanpa alasan, museum migas 3D yang dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan juga rekreasi itu masih dalam tahap koordinasi dan beberapa perbaikan

“untuk saat ini masih belum dibuka untuk umum karena masih dalam tahap koordinasi internal untuk pengelolaannya” Ucap Putri selaku Humas PT.Pertamina EP Asset 2

Masih kata Putri, pihaknya terus mengupayakan secepatnya Museum Migas 3D bisa dinikmati masyarakat luas

“Untuk undangan sudah bisa masuk museumnya, namun harus mengajukan surat untuk kunjungan kepada pengelola” terangnya seraya mengatakan yang melakukan kunjungan seperti sekolah, komunitas atau rombongan lainnya jika ingin berkreasi dan beredukasi di Museum Migas 3D Pertamina EP asset 2 Prabumulih

Terkait pengunjung Meseum yang kini belum bisa menikamti secara umum pihak Pertamina ingin meseum tersebut tepat guna dan juga mematuhi atauran yang ada, bagaimana agar dapat dinikamati masyarakat umum secara luas, namun juga dapat tepat guna, maksimal, efektif dan efisien

“kita berharap secepatnya bisa dibuka untuk umum, namum belum tahu kapan waktunya, yang jelas kita masih berkordinasi untuk pengelolaan museum ini” tutup Putri
Share:

Gara gara ini sejumlah petani merugi!

foto : ilustrasi


PALI - Petani karet di Bumi Serepat Serasan sepertinya harus mengencangkan ikat pinggang kala musim penghujan saat ini, sebab hujan yang aktif turun di setiap hari memaksa petani mengurungkan aktivitasnya.

Terlebih, banjir sering melanda kebun petani, dimana selain tidak beraktivitas, terkadang peralatan sadap mereka habis terbawa banjir. Tentu keadaan ini dikeluhkan petani yang menanggung rugi setiap hari ketika hujan turun disiang hari.

"Otomatis penghasilan kami hilang, juga kami harus mengeluarkan ongkos lebih untuk mengganti tempat penampung getah yang hanyut terbawa banjir, karena kebun kami sering dilanda banjir saat hujan deras turun," keluh Kori (35) petani karet asal Tanah Abang, Kamis (24/1).

Sama halnya diutarakan Mustar, warga Desa Curup Kecamatan Tanah Abang. Diakuinya bahwa selain kebun karet banyak terendam, sudah dua pekan ini kebun jagung dan palawija lainnya kebanjiran.

"Tanaman jagung, kacang panjang dan palawija lainnya terendam sudah dua minggu lebih, sebagian besar sudah membusuk. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, terutama bibit," ujarnya.

Terpisah, Junaidi Anuar kepala BPDB PALI sebelumnya menyebutkan bahwa warga yang terkena imbas banjir agar secepatnya melaporkan ke masing-masing kepala desa.

"Nantinya, Kades mendata berapa banyak petani yang terkena imbas banjir, kemudian disampaikan ke BPBD dan yang membutuhkan bantuan bidang pertanian, kita akan koordinasikan dengan instansi terkait," ucapnya.
Share:

Pos Terpadu Mulai Beroperasi

PALI -  Keberadaan pos terpadu yang dibangun disejumlah titik-titik rawan tindak kriminal tentunya mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan karena pos tersebut bakal segera dioperasikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan menggandeng Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Pos terpadu juga akan memberikan rasa aman terhadap masyarakat yang rutin beraktivitas disekitar lokasi keberadaan pos terpadu, sebab sebelum pos tersebut dibangun, tindak kriminal kerap terjadi.

"Saat ini masih menunggu Dinas Perkim untuk penyediaan listrik disetiap pos. Kalau sudah ada sarana listrik, kita akan tunggu pos terpadu yang ada di Simpang Suka Maju-Sungai Ibul dan pos Simpang Y Jerambah Besi," ungkap Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI, Kamis (24/1).

Dijelaskan Zulkopli, bahwa pos terpadu selain dari Satpol.PP yang menunggu, juga bakal melibatkan Linmas serta Dishub.

"Linmas setempat akan kita berdayakan, karena apabila Linmas, mereka kenal setiap orang yang melintas disekitar pos terpadu. Jadi apabila ada kejadian tindak kriminal seperti pembegalan, Linmas pasti tahu siapa saja yang melintas sebelum kejadian, untuk mengungkap secara cepat kasus tersebut," terang Zulkopli.

Zulkopli juga merasa yakin, apabila pos terpadu sudah dioperasikan maka pelaku kejahatan akan berpikir ulang apabila akan melakukan aksinya.

"Pos terpadu akan dijaga selama 24 jam, jadi masyarakat akan merasa aman dan ruang gerak penjahat semakin sempit. Kita berharap, keberadaan pos terpadu bisa didukung semua lapisan masyarakat dan ikut berpartisipasi dalam merawatnya," harapnya.
Share:

Baru Menghirup Udara Bebas, Sumarsono Ditahan Kembali

MUARA ENIM--Perbuatan nekat yang dilakukan Sumarsono (37), warga Desa Pagar Dewa, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim, membuatnya ditahan kembali di Mapolsek Tanjung Agung. Residivis yang baru saja keluar dari tahanan terlibat kasus pencurian sepeda motor ini, diamankan petugas Polsek Tanjung Adung, gara gara melakukan  pengancaman menggunakan senjata tajam jenis pisau kepada Dedi Darmadi (24), warga desa yang sama pada 29 Januari 2018 lalu sekitar pukul 19.00 WIB.

Kejadian itu bermula dari pada saat itu antara pelaku dan istrinya terlibatan keributan dalam rumah tangga. Lantas istri  pelaku meminta tolong kepada korban untuk diantarkan mengejar pelaku menggunakan sepeda motor. Ketika sampai di jalan Desa Muara Emil, korban bertemu dengan pelaku.

Selanjutnya korban menurunkann istri pelaku dan dia langsung pergi mengendarai sepeda motornya. Ketika korban mau pulang kerumahnya, ketemu dengan pelaku. Tanpa basa basi, pelaku langsung mengejar korban menggunakan sebilah pisah yang diarahkan kepada korban.

Kemudian, korban dihadang temannya supaya tidak pulang kerumahnya, karena rumah korban sudah dirusak pelaku menggunakan pisau. Karena ketakutan, membuat korban sempat bersembunyi. Lantas kejadian itu dilaporkan korban ke Polsek Tanjung Agung.

Setelah kejadian itu, pelaku menjalani tahanan terlibat kasus pencurian sepeda motor. Ketika pelaku setelah bebas dari hukuman, petugas Polsek Tanjung mendapatkan informasi pelaku tengah berada di rumahnya. Lantas petugas langsung mengamankan pelaku.

Ditempat terpisah, petugas Polsek Gunung Megang, berhasil membekuk dua kakak adik yang melakukan pengeroyokan kepada kakak iparnya bernama Asren (46), warga Dusun V Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim pada  Minggu (20/1) sekitar pukul 11.00WIB.

Kedua pelaku diketahui bernama Yanseri (37) dan Pirman alias PP (34), keduanya warga Desa Penanggiran, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim. Kini keduanya berikut barang buktinya diamankan di Mapolsek Gunung Megang untuk menjalani proses hukum.

Kejadian itu bermula dari korban menegur pekerja angkut buah duku pelaku supaya tidak melintas kebun milik korban. Tidak terima dengan teguran itu, kedua pelaku menghampiri korban dan terlibat keributan mulut. Kedua pelaku langsung mengeroyok  korban dengan cara memukulinya menggunakan  cangkul milik korban.

Tidak terima dengan pebuatan kedua adik iparnya, pelaku melaporkan kejadian itu ke Polsek Gunung megang. Menindak lanjuti laporan tersebut, petugas membekuk pelaku.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, Rabu (23/1) membenarkan kejadian itu. “Para pelaku berikut barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya.(SN)
Share:

Angka Kemiskinan Muara Enim Turun

MUARA ENIM--Tingkat kemiskinan Kabupaten Muara Enim lima tahun terakhir trennya menurun lebih rendah dari pada tingkat kemiskinan Provinsi. Soalnya pada tahun 2018 lalu tingkat kemiskinan Muara Enim tinggal sebesar 12,56 persen.

Penegasan itu diungkap Kepala Bappeda Muara Enim, H Ramlan Suryadi pada Musrenbang RPJMD Muara Enim, Senin (21/1). “Indek  pembangunan manusia Muara Enim juga mengalami peningkatan , tetapi indeksnya  masih dibawah Provinsi  dan Nasional yakni 68,43 persen,” jelasnya.

Menurutnya, rata rata pertumbuhan ekonomi  Kabupaten Muara Enim  untuk kurun waktu lima tahun terakhir  3.14 persen dengan pertumbuhan tertinggi pada tahun 2017  8,71 persen dan pada tahun 2018 melambat menjadi 7,35 persen.

Dijelaskannya, begitu juga tingkat pengangguran terbuka mengalami  penurunan. Namun pada tahun 2018 naik 4,27 persen, lebih tinggi dari angka provinsi 4,23 persen, namun masih dibawah angka nasional 5,34 persen.

“Pada tahun 2023 mendatang  tingkat kemiskinan  di kabupaten Muara Enim dapat mencapai 1 digit yakni 9.30 persen. Indek pembangunan manusia juga diharapkan meningkat  72,44 persen dan pertumbungan ekonomi diharapkan bisa 8 persen,” jelasnya.(SN)
Share:

Wanita Malang Ini Diperkosa, Dibunuh dan Dibakar. Empat Pelaku Akhirnya Diamankan

MUARA ENIM -- Atensi khusus Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kepada anggotanya, untuk mengungkap kasus penemuan mayat wanita dalam kodisi dibakar  di Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, patut diapresisasi.

Tima Gabungan Subdit III Jatanras Direskrim Polda Sumsel bersama Satreskrim Polres Ogan Ilir dan Unit Reskrim Polsek Gelumbang, Muara Enim  langsung melakukan gerak cepat untuk mengkungkap kasus kematian wanita malang yang cukup keji dan sadis tersebut.

Hanya dalam hitungan jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap 4 dari 5 pelaku yang terlibat pembunuhan sadis,  yang menghabisi nyawa wanita malang diketahui bernama  Inah  Antimurti (31), warga Dusun II, Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, setelah melalui hasil pemeriksaan Forensik  tim dokter RS Bhayangkara Palembang terhadap mayat korban yang ditemukan.

Para pelaku ditangkap di tempat yang berbeda pada Selasa (22/1). Keempat pelaku yang diamankan bernama, Feri (30), warga Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, yang merupakan seorang tunawicara. Pelaku terlibat ikut mengangkat dan membawa mayat korban ke tempat pembungan di Sungai Rambutan.

Kemudian Febriansyah (16), seorang pelajar warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, berperan  memantau situasi  saat mayat korban  akan dibawa ke Sungai Rambutan setelah dibunuh di kamar kontrakannya di Desa Talang Taling. Pelaku juga ikut mengangkat kasur  yang digunakan membawa mayat ko korban.

Tersangka berikutnya Abdul Malik (22), warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang yang berperan  menahan kaku korban saat diperkosa pelaku Asri ( saat ini masih DPO karena melarikan diri). Kemudian menaikan mayat korban ke  mobil  dan ikut membawa mayat korban ketika dibuang ke Sungai Rambutan.

Selanjutnya, Dian Prayoga nalias Yoga (16),  warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, berperan  membeli minyak bensin untuk membakar mayat korban. Kemudian ikut membantu mengangkat kasus  yang digunakan membawa mayat korban untuk dibuang.

Sedangkan pelaku Arsi, yang melakukan pemerkosaan kepada korban sebelum dibunuh, berhasil melarikan diri dan kini ditetapkan sebagai DPO.  Selain mengamankan pelaku, tim gabungan juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit mobil pick up merek Daihatsu Granmax BG 9207 NH  yang digunakan oleh para pelaku untuk mengangkat mayat korban untuk dibuang ke Sungai Rambutan.

Kemudian mengamankan 1 bilah kayu yang digunakan para pelaku untuk memukul kepala mkorban. Serta satu unit sepeda motor honda beat warna putih BG 3262 KAI  milik korban yang berada di tangan saksi Andika (26), warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim dititipkan pelaku Asri dan Feri.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono, melaluin Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, Rabu (23/1) mengatakan, terungkapnya pelaku pembunuhan tersebut berdasarkan keterangan saksi  Soparudin (60), Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim telah membuat laporan Polisi kehilangan anggota keluarganya bernama Inah Antimurti (31) berikut sepeda motor Honda beat warga putih BG 3261 KAI.

Tim gabungan melakukan penyelidikan keberadaan sepeda motor tersebut. Pada  Selasa (22/1) sekitar pukul 10.00 WIB, lanjutnya, sepeda motor korban ditemukan berada di tangan saksi Andika  (26), warga Dusun I, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, yang dititipkan pelaku Asri dan Feri.

Berdasarkan petunjuk tersebut, ke empat pelaku berhasil dibekuk di lokasi yang berbeda. Sedangkan pelaku Asri masih dalam pengejaran dan tetapkan sebagai DPO. Berdasarkan keterangan para pelaku, lanjutnya, tempat kejadian perkara (TKP) awal terjadinya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts