Curi Balam, Puji Dan Alex Disikat Petugas

MUARA ENIM-Aksi pencurian getah karet beku di pohon karet dalam kebun  masyarakat  yang kerap terjadi di Desa Ibul, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim, berhasil diungkap petugas Polsek Lembak, Selasa (5/2).

Petugas Polsek Lembak berhasil membekuk dua pelaku pencurian getah karet beku yang masih berada di dalam mangkuknya di pohon karet di kebun milik Marikum (34), warga Dusun II, Desa Ibul, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim.

Kedua pelaku diketahui bernama Puji (37) dan Alex Saputra (22), keduanya warga Desa Ibul, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim. Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti karet bekuk yang dicuri pelaku sebanyak 50 kg.

Penangkapan itu bermula dari, pada Minggu (3/2) sekitar pukul 07.00 WIB, korban mengalami kehilangan getah karet beku yang berada di mangkok pohon karet kebunnya  sebanyak 400 mangkok atau sekitar 60 kg.

Lantas korban melakukan pencarian dengan menelusuri arel perkebunannya. Saat itu korban menaruh curiga kepada  pelaku Puji yang kebunnya bersebelakan dengan korban. Lantas korban melakukan pemeriksaan terhadap kebun pelaku.

Saat itu korban melihat ada tumpukan karet dalam bak plastik milik korban di kebun pelaku. Sedangkan getah karet beku milik pelaku masih utuh di pohonnya karena belum diangkat.

Karena merasa curiga, lalu korban melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Ibul. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan Kepala Desa kepada Polsek Lembak.

Menindak lanjuti laporan sang Kades, petugas Polsek Lembak meluncur ke lokasi kejadian dengan melakukan kordinasi dengan Kepala Desa. Kemudian sang Kades memanggil pelaku Puji.

Setelah dilakukan introgasi, pelaku Puji mengakui perbuatannya. Dia melakukan pencurian itu bersama dengan pelaku Alex Saputra. Lantas kedua pelaku langsung diamankan petugas Lembak dengan membawanya ke Polsek Lembak untuk menjalani proses hukum.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Rabu (6/2) membenarkan kejadian itu. “Kedua pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Keduanya dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP,” jelasnya.(SN)
Share:

Dewan PALI Dengarkan Jawaban Bupati Tentang Pembahasan 8 Raperda

PALI-- Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam rangka pembahasan 8 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Pemerintah Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali dilanjutkan dengan agenda penyampaian jawaban Bupati PALI terhadap pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi-fraksi DPRD terhadap 8 raperda yang diajukan Pemda, Rabu (6/2) di ruang rapat paripurna DPRD PALI.

Rapat dipimpin langsung ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono dan diikuti 15 anggota dewan dari 25 anggota DPRD PALI yang ada.

"Setelah sempat diskor, maka rapat ini kami buka kembali dan terbuka untuk umum," ucap ketua DPRD PALI.

Pada rapat paripurna tersebut, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo menyampaikan jawabannya terhadap pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi-fraksi DPRD. Dimana salahsatunya menanggapi usulan dan masukan dari fraksi PDI.P yang mengusulkan tentang Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah, yang mengharapkan di tahun 2020 Kabupaten PALI dapat dana intensif daerah seperti Kabupaten/kota lainnya.

"Kami sepakat dengan ditetapkannya Perda ini untuk menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam pengelolaan keuangan daerah secara tertib, taat kepada peraturan dan perundang-undangan, yang ditunjukkan dengan perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI," urai Bupati.

Menanggapi sampaian dari fraksi Demokrat yang mengapresiasi adanya Raperda penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak, Bupati ucapkan terimakasihnya dan setelah ditetapkannya Raperda tersebut menjadi Perda dapat lebih melindungi dan memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak yang ada di Kabupaten PALI.

"Selanjutnya menanggapi saran terhadap Raperda penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, yang mengharapkan kepada pemerintah agar lebih optimal dalam melakukan pendataan dan pelayanan kependudukan, kami pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Kependudukan dan Capil siap melaksanakan saran tersebut sesuai aturan dan perundang-undangan," jabar Bupati.

Begitupun dengan usulan serta saran yang disampaikan Fraksi PAN, Golkar, Fraksi Gabungan Hati Berbintang serta fraksi gabungan P3KS, Bupati menjabarkan paparannya tentang 8 Raperda yang telah diajukan dan saat ini tengah dibahas.

Usai mendengarkan jawaban Bupati PALI, pimpinan Rapat paripurna menutup dan menyatakan untuk menskor rapat tersebut dan akan dilanjutkan pada Selasa (19/2) dengan agenda memberikan kesempatan Panitia Khusus (Pansus) terhadap pembahasan 8 Raperda.

Sebelumnya diberitakan bahwa DPRD PALI mulai membahas 8 Raperda melalui paripurna. Adapun 8 Raperda yang dibahas yaitu Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak dimana instansi terkaitnya adalah Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA).

Juga Raperda tentang Penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil instansi terkait adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Selanjutnya adalah Raperda tentang tarif pelayanan kesehatan kelas III pada RSUD Talang Ubi instansi terkait adalah RSUD Talang Ubi. Kemudian Raperda tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, instansi terkait Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Raperda Badan Permusyawaratan Desa (BPD), instansi terkait Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Raperda berikutnya tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, instansi terkaitnya adalah BPKAD, dan terakhir Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 5 tahun 2016 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah, instansi terkait adalah Bappeda. (SN)
Share:

Guru Ngaji di PALI Terima Intensif



PALI--Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kembali bakal menyalurkan anggaran untuk Imam, Mudim dan Ketua Masjid serta Ustadz dan ustadzah.

Hal ini merupakan kebijakan Bupati PALI sejak tahun 2015 lalu yang diberikan untuk membantu pengurus Masjid serta guru ngaji dalam peningkatan kesejahteraannya.

"Tahun 2019 ini juga program pemberian intensif terhadap ketua masjid, imam, mudim dan guru ngaji dilanjutkan. Penerimanya yang telah melakukan verifikasi di tahun 2018 lalu dan aktif memberikan laporan kegiatan setiap bulannya," ungkap Junaidi, Kepala Bagian Kesra PALI, Rabu (6/2).

Jumlah penerima, diakui Junaidi sekitar 1,200 lebih yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten PALI.

"Penerima wajib memberikan laporan kegiatan setiap bulan, dan bantuan intensif bakal disalurkan setiap triwulan melalui rekening penerima masing-masing sebesar Rp 250.000/bulan tanpa dipotong pajak. Jadi tidak ada bantuan intensif secara cash," urainya.

Diharapkan dengan adanya program itu, bisa membantu kelancaran kegiatan keagamaan dilingkungan Imam, Mudim maupun guru ngaji dan ketua masjid.

"Meski jumlahnya tidak terlalu besar, tetapi program ini diharapkan mampu membantu operasional kegiatan keagamaan dan menunjang penghasilan Imam, Mudim, ketua Masjid dan guru ngaji," harapnya.(SN)
Share:

KPUD Muara Enim Targetkan 80 Persen Partisipasi

MUARA ENIM -- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muara Enim menargetkan 80 persen partisipasi pemilih di tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan langsung ketua KPUD Muara Enim, Ahyaudin, Selasa (5/2).

"Terget dari pusat adalah 77,5 persen, dan kami menargetkan lebih dari itu sekitar 80 persen, ya minimal melebihi target nasional," ujar Ahyaudin.

Berkaca pada pilpres 2014 lalu, angka partisipasi politik 72,89 persen, artinya masih ada masyarakat yang tidak menggunakan haknya. "Angka golput itu akan di minimalisir dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan," ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, sudah dibentuk relawan demokrasi yang beranggotakan 55 personil yang bertugas di 20 kecamatan dengan sasaran 11 segmen. "Sekarang sudah berjalan dan KPU pun juga memiliki program sendiri disamping menjalankan program yang sifatnya nasional," ulasnya.

Sekarang, lanjutnya, KPU Muara Enim menggandeng perusahaan perusahaan di wilayah Muara Enim untuk membuatkan semacam baliho ataupun alat lain untuk sarana sosialisasi. " Minimal untuk karyawannya sendiri, sehinggga semua tepat sasaran," jelasnya.

Menurutnya, ada tiga poin yang disampaikan dalam sosialisasi, pertama adalah waktu pencoblosan, kedua jenis surat suara yang ada lima dan tata cara pencoblosan. "Tiga poin penting itu harus tersampaikan dalam sosialisasi, tinggal cara penyampaiannya saja agar partisipasi meningkat," ulasnya.

Dijelaskannya,  ada dua hal yang membuat partisipasi politik menurun, pertama kurang pedulinya masyarakat dan masih bingung terhadap para calon yang akan dicoblos. "Dua hal itu pada dasarnya sudah diluar dari kewenangan KPU, tapi target kami partisipasi pemilih meningkat," tukasnya.(SN)
Share:

Kasus Fatmi, Membuat Pelajar Masih Trauma

MUARA ENIM--Kasus perampokan disertai dengan pemerkosaan dan pembunuhan dialami Fatmi Rohanayanti (20), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Patah Palembang, yang mayatnya ditemukan warga dengan kondisi mengenaskan dan tragis di kebun karet di kawasan Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar Muara Enim, Kamis (31/1) lalu membuat para siswa SMA Negeri 1 Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar masih trauma.

Soalnya, para siswa ini menuju ke sekolah tersebut banyak yang mengendarai sepeda motor. Untuk mengantisifasi rata trauma para pelajar ini, Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, bersama anggota Bhabinkamtibmasnya, melakukan penyuluhan ke sekolah tersebut, Senin (4/2)

Penyuluhan yang disampaikan Kapolsek tidak saja masalah keamanan dalam mengendarai lalu lintas. Tetapi antisifasi masalah bahaya narkoba dan tertib berlalu lintas. Serta bahaya penyalahgunaan media sosial.

Kapolsek mengatakan, kegiatan penyuluhan yang dilakukan, untuk menjaga ketertiban dan keamanan bagi warga di Desa Menanti dan Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar. Karena saat ini mulai muncul isu lewat media sosial bentrok antara warga Desa Menanti dengan Desa Suban Baru yang tidak ada kebenarannya.(SN)
Share:

Silatuhrami Ke Vihara Vajra Bhumi Prabu, Walikota Prabumulih Disambut ratusan Jemaat Keturunan Tionghoa

PRABUMULIH -Walikota Prabumulih kunjungi Vihara Vajra Bhumi Prabu di jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, selasa (5/2/19)

Dalam kunjungan Ir.H.Ridho Yahya, M.M disambut meriah oleh pimpinan Vihara dan para jemaat Tionghoa keturunan China yang merayakan Tahun Baru Imlek yang ke 2570 yang dilambangkan dengan shio Babi

Tahun baru China yang digelar dari Malam pergantian tahun baru hingga siang ini warga keturunan china di Kota Prabumulih terlihat antusias menggelar prosesi ritual keagamaan yang digelar sejak pagi

Dalam kunjungannya Orang nomor satu di Prabumulih itu dalam pidatonya mengatakan sangat mengapresiasi toleransi warga Prabumulih yang diperlihatkan dengan ikut mensukseskan acara perayaan tahun baru bagi keturunan Tionghoa

“Pemerintah Prabumulih tidak bisa pilih kasih, apapun agama, suku, dan ras yang dianut kita wajib menjujung keyakinan mereka dengan cara menjaga toleransi antar umat beragama” terangnya



Acara sillaturahmi yang digelar di Vihara Vajra Bhumi Prabu dihadiri oleh ratusan warga keturunan Tionghoa se kota Prabumulih yang dipimpin langsung oleh Pandita Ali yang merupakan warga Palembang dan tampak hadir Wakil DPRD Kota Prabumulih Daud Rotasi, SE.MM dan juga Pihak Kepolisian Polres Prabumulih beserta jajarannya

Sementara itu, Ketua Organisasi Umat Budha Kota Prabumulih (Walubi) Suhandi mengatakan dirinya mewakili umat Budha Kota Prabumulih sangat berterima kasih karena ditahun baru ini masih diberikan kesempatan menyambut tahun bershio Babi

“Imlek tahun ini kita sangat berterima kasih kepada Pemerintah yang terus menjalin hubungan baik antar umat beragama khususnya keturunan Tionghoa dan tahun semoga diberi kelancaran rezeki” ucapnya

Tambah Suhandi, tahun ini berharap Rezeki untuk pengusaha dilimpahkan dan diberkati oleh tuhan (sn)
Share:

Harga Getah di Hari Imlek Melorot

PALI --  Sempat menembus harga Rp 7.000/kg pada penjualan minggu lalu, harga getah karet pada Selasa (5/2) di Pasar getah Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpantau kembali melemah, bahkan tak tanggung-tanggung, penurunan harga getah mencapai Rp 700/kg, yang tadinya Rp 7.000/kg menjadi Rp 6.300/kg.

Keadaan ini tentu dikeluhkan petani, dan petani pun menduga bahwa loyonya harga getah kali ini dipengaruhi adanya hari libur Imlek. Sebab, acap kali ada hari-hari besar, harga getah pasti melorot.

"Setiap hari-hari besar harganya pasti turun, tapi kami merasa ada permainan Tengkulak (pembeli) getah yang memanfaatkan hari libur untuk mencari keuntungan besar," ucap Iding, petani karet setempat.

Dikatakan juga Sakim, petani lainnya bahwa untuk mengantisipasi adanya spekulan Tengkulak getah, diharapkan adanya informasi dari pemerintah kondisi harga getah terbaru.

"Pemerintah harus mampu memberi informasi harga getah yang didapatnya dari pabrik langsung, dari harga mingguan ataupun harga getah bulanan agar tidak ada lagi rasa sangsi ketika terjadi penurunan," pintanya.

Terpisah, salahsatu Tengkulak getah mengaku bahwa kondisi menurunnya harga getah memang dipengaruhi tanggal merah membuat pabrik getah meliburkan pekerjanya.

"Pabrik tutup, otomatis kami harus menyimpan getah yang telah dibeli sampai pabrik buka. Saat jeda waktu menunggu pabrik buka, getah pasti mengalami penyusutan. Tetapi selain karena tanggal merah, harga dari pabriknya juga memang saat ini tengah menurun. Kalau kami tetap mengacu harga pasar, kalau di pabrik membeli mahal, pasti kami akan naikan harga ditingkat petani," terangnya.(SN)
Share:

Warga Eknis Tionghoa Merayakan Imlek Di Tahun Babi Tanah



 

PRABUMULIH -- Peringatan tahun baru Imlek di Vihara Vajera Bumi Prabu kota Prabumulih yang berada di jalan Jenderal Sudirman kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumuln Timur.

Kegiatan Peringatan tahun baru Imlek ini bersio Babi Tanah yang melambangkan kedamaian. Perayaan tahun baru Imlek ini yang ke 2570 jatuh pada hari selasa 5 februari 2019.





Hendri selaku Pandita di Vihara Vanjera Bumi Prabu mengatakan bahwa Imlek tahun ini bersio Babi Tanah yang melambangkan kesucian dan kesejahteraan dan semoga tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin.






Pandita juga mengucapkan tahun ini berdoa untuk keselamatan dan kedamaian, semoga tahun ini dapat memakmurkan seluruh umat Tionghoa di kota Prabumulih ini kuhusnya.






Suwandi Ketua Walubi mengatakan tahun ini adalah Taun Babi Tana yang melambangkan Kemakmuran dan kesejahteraan apalagi Indonesia akan mendapatkan pemimpin baru.








Suwandi juga mengatakan semoga warga eknis Tionghoa tentram dan tertip untuk memili pemimpin Indonesia dan jangan termakan isu-isu dan berita Hoax.






"Kalau untuk masala bisnis kita tahun ini makmur dengan menjalankan bisnis apapun dan semoga apa yang di impikan oleh warga eknis Tionghoa di kota Prabumulih ini tercapai".

Share:

Prosesi Perayaan Imlek, Pandita Vihara Prajna Maitreya : ini tahun babi. Rezeki, kesehatan akan mengalir

PRABUMULIH – Perayaan tahun baru imlek yang ke 2570 jatuh pada hari selasa 5 februari, hari tersebut merupakan hari kemenangan dan pergantian tahun bagi umat Tionghoa keturunan China, kegiatan yang diisi dengan sembahyang itu diikuti oleh puluhan jemaat di Vihara Prajna Meitreya di Kelurahan Pasar 1 Kota Prabumulih, senin (4/1/19)

Perayaan tahun baru imlek menurut kepercayaan keturunan Tionghoa adalah sebagai tanda syukur atas rezeki yang telah dilimpahkan selama satu tahun ini dengan melewati berbagai macam Doa, syukur dan persembahan karena telah diberkati dengan berkah, kecukupan, kesehatan, kedamaian dan kerukunan dalam berkeluarga

Malam penuh berkah dan syukur atas rahmat tuhan para budha bodisatwa itu digelar dengan serangkaian prosesi Sembahyang Pelepasan tahun lama yakni tahun anjing dengan dilakukan sajian sebagai tanda syukur dalam ibadah, dan dilanjutkan dengan bhakti puja penyambutan tahun baru atau memasuki tahun babi disertai dengan doa pertobatan dan terakhir memperingati hari lahir Prajna Maitrea dilambangkan sebagai budha bahagia, penuh berkah dan budha keberuntungan

Malam puncak Perayaan tahun baru imlek dengan penuh keiklasan dan semangat baru para jemaat Vihara Prajna Maitrea melakukan sembahyang dan doa bersama

Sementara itu, Pandita Ali selaku pimpinan Vihara Prajna Meitrea saat dibincangi seusai melakukan ritual mengatakan ditahun baru imlek (tahun babi.red) berharap untuk warga keturunan Tionghoa yang ada di Prabumulih untuk lebih sederhana dalam bersikap, berprilaku dan berkomunikasi demi menjaga kerukunan dan keharmonisan

“ditahun baru ini kita harap warga keturunan Tionghoa untuk lebih bisa menghargai pendapat dan bersikap yang baik dalam berkomunikasi di lingkungan dimanapun kita berada” harapnya seraya mengatakan warga muslim saat ini sangat peduli dengan warga minoritas yang ada di Prabumulih hal itu sangat membuat keharmonisan dalam bertetangga” tutupnya



Serangkaian perayaan acara tersebut tampak dijaga ketat oleh puluhan personil kepolisian Polres Prabumulih untuk mengamankan jalannya prosesi ritual sesembahan kepada tuhan

Terpisah, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K, M.H saat dikonfirmasi mengatakan telah menerjunkan personilnya dibeberapa tempat ibadah umat Budha di Kota Prabumulih agar diberi keamanan dalam beribada

“iya kita sudah tugaskan beberapa anggota kita untuk berjaga-jaga ditempat ibadah demi kenyamanan mereka juga” jelasnnya

SIMAK VIDEONYA :

https://youtu.be/biuAAr1Mk2Y
Share:

Kembali Di Hebokan Lagi Penemuan Sesosok Mayat Tampa Identitas Di Kabupaten Muara Enim



MUARA ENIM -- kembali mengemparkan warga tentang penemuan mayat mistirius di kabupaten Muara Enim kali ini tepatnya di Desa Beringin Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.

Warga Des Beringin ini di hebohkan adanya penemuan mayat pada hari Senin 04/02/19 sekitar pukul 14.30 Wib, tepatnya di jalan lintas Prabumulih – Baturaja Desa  Beringin Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.

Dari keterangan beberapa saksi yang menemukan mayat tersebut, bahwa padasaat perjalananya membawa mobil bermuatan sawit dari PT SSS Desa Lecah.

Mereka menerangkan bahwa disaat para sopir tiga orang itu hendak buang air kecil, namun alangkah terkejutnya mereka melihat mayat yang ada di semak semak pinggiran jalan lintas Prabumulih-Batu Raja ini, sebelum menemukan mayat tersebut mereka mencium bau busuk, ujar para saksi yang mengetahui mayat tersebut, yakni Adi Sudirman(26), diiyahkan saksi lainnya, Andika(25), M.Alim(27), Adi Jaya(30), dan Febri Candra (25).

Dan atas penemuan mayat tersebut,yang terlentang di parit pinggiran kebun milik warga Desa Beringin Kecamatan Lubai itu, berdasarkan keterangan dari mereka para sopir langsung melaporkan hal itu kepada pihak Kepolisian setempat, yang akhirnya para angggota Polsek Rambang Lubai langsung mendatangi TKP, serta menghubugi pihak Puskesmas setempat.

Sementara dari Sumber Polsek Rambang Lubai Polres Muara Enim tersebut,kini mayat yang tanpa identitas telah di bawa ke RS Bayangkara Palembang guna dilakukan Outopsi. Sementara ciri ciri korban menggunakan sarung motif kotak hijau,baju kemeja lengan pendek warna putih.Dan berdasarkan dari keterangan warga setempat mayat Mr x tersebut, diduga mengalami gangguan jiwa karena pernah terlihat mondar mandir didaerah tersebut.Sumber Polsek Rambang Lubai Polres Muara Enim Sumsel.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts