FGD Guru Sekota Prabumulih, Deru : Walikotanya tiap hari merayu terus!

PRABUMULIH – Pemerintah Kota Prabumulih Gelar Focus Grup Discussion (FGD) Pendidikan Vokasi Sektor ESDM bersama puluhan Guru dan kepala sekolah se Kota Prabumulih di Gedung Patra Ria PT.Pertamina EP Asset 2 Prabumulih,kamis (7/2/19)

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru, SH.MM didampingi Duta Literasi Percha Leanpuri, Kepala BPSDM ESDM RI Prof.Dr.ir.IGN Wiratmaja Puja, M.Sc, Direktur PEM Akamiga Cepu Prof.Dr.R.Y Perci Burhan, M.Sc dan tampak hadir juga Waka Polres Prabumulih, GM PT.Pertamina beserta unsur muspida lainnya

Dalam sambutanya Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,MM yang didampingi Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH beserta istri mengatakan jika Prabumulih saat ini telah melakukan perubahan besar dalam Pemerintahannya dengan beberapa program unggulan yang memihak kepada masyarakat kecil

Hal tersebut diungkapkannya melalui acara Focus Grup Discussion bersama ratusan Guru dan Kepala Sekolah Sekota Prabumulih, Ridho mengungkapkan didepan Gubernur dan para tamu undangan bahwa Pemerintah Kota Prabumulih Menolak keras Eksplorasi Tambang Batubara dan telah mengambil kebijakan untuk melarang Truk Batubara melintasi dijalan Kota yang saat ini sudah hancur

Tak hanya itu orang nomor satu di Prabumulih itu juga memaparkan capaian 5 Tahun setelah kepemimpinannya hingga kini telah berhasil membangun ratusan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu dan puluhan rumah ibadah berhasil dibangun dan direnovasi melalui APBD Kota Prabumulih

“kita merangkul instansi pemerintahan dan swasta untuk bersama-sama membantu masyarakat miskin, seperti saat ini DPRD, Perusahaan perusahaan ternama di Prabumulih bahkan Bank Swasta dan Nasional juga kita bekerjasama untuk membangun rumah layak huni"

Dalam tayangan yang dipaparkan Walikota Prabumulih terlihat beberapa perusahaan telah bersama sama Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dengan cara melakukan bedah rumah yang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Prabumulih

Diketahui Walikota Prabumulih melalui kepemimpinan Ridho Yahya Pemerintah menyisihkan sebagian dari gajih para Pegawai (PNS) untuk program gotong royong yang terlihat nyata telah bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat

Dari beberapa program itu keberhasilan Pemkot Prabumulih dalam penyambungan Gas Alam gratis terdapat ratusan ribu lebih sambungan gas (Jargas) di Prabumulih telah berhasil disambung

Sementara itu, Gubernur Sumatera selatan H.Herman Deru, SH,MM menanggapi beberapa program yang dipaparkan Walikota Prabumulih, dirinya mengatakan jika setiap ada acara Ridho sering merayu jika ada maunya

 

"Walikota Prabumulih selalu merayu saya pak, setiap ada kegiatan dia selalu minta tolong disetop truk batubara itu pak, warga kami sudah resah" ucap Deru menirukan pembicaraan sambil tertawa lepas

Deru menambahkan jika saat ini Prabumulih di pimpin oleh orang yang amanah, dan dirinya akan selalu mendengarkan pendapat dan keluhan dari bawahan demi kepentingan bersama

"Yaa kita pasti selalu mendengarkan keluhan dan masukan pemimpin didaerah sebelum mengambil keputusan" ucapnya
Share:

Museum 3D Pertamina EP Aset 2 Kota Prabumulih Di Resmikan Gubernur Sumsel



 

PRABUMULIH - Museum 3D Pertamina EP Aset 2 kota Prabumulih di resmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, peresmian ini dilakuan dilapangan museum gas pada hari Kamis 07/02/19.

 

Gubernur Sumsel Herman Deru pada kesempatan peresmian ini mengatakan, museum 3D Pertamina Migas EP Asset 2 bisa dijadikan suatu tempat mendapatkan informasi tentang migas di Prabumulih tetapi juga di Sumatera Selatan.

 

Selain memberi manfaat bagi dunia migas juga bagi dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, serta masyarakat luas karena memberi informasi dan pengetahuan tentang seluk beluk migas.

Gubernur Sumsel Herman Deru pada kesempatan ini menyampaikan bahwa museum ini akan sangat berguna untuk masyarakat sekaligus membuka semua mata untuk lebih mengenal sejarah kemajuan Sumsel. Tidak hanya di bidang arkeologi namun juga dibidang teknologi, bahwa di masa lalu Sumsel sudah mempunyai teknologi, dari sejak massa Belanda menjajah Indonesia dulu.

 

Gubernur juga mengatakan bahwa dia suka dengan namanya museum 3D."Saya suka namanya museum 3D. Museum ini menjadi bukti bahwa Migas di Sumsel sudah berjaya dari dulu. Begitu sejarahnya” ujarnya.
Direktur Pertamina EP 2 Prabumulih A.Pujianto mengungkapkan awalnya museum ini adalah salah satu bentuk CSR di bidang pendidikan kepada pemerintah Prabumulih. Namun seiring perjalanannya muncul ide membuat museum yang berbeda dan bisa mengedukasi. Mengingat kunci kemajuan masyarakat Indonesia adalah melalui pendidikan yang juga menjadi pondasi kemajuan di suatu negara.

 

“Kami wujudkan museum ini nanti bisa bermanfaat, di generasi masa depan menjadi museum ini menjadi salah satu ajang edukasi pelajar dan sarana rekreasi untuk masyarakat konsepnya menghibur,” ujarnya.

 

Kedepan ia mengharapkan museum ini bukan cuma sarana pembelajaran namun jadi sarana rekreasi untuk keluarga di kota Prabumulih, disamping dengan memberikan pengetahuan berkaitan hulu migas dalam bentuk edukasi ini meliputi pengetahuan proses produksi bagaimana dicarinya minyak dan bagaimana tersedia di atas kepermukaan.

 

“Akan ada berbagai penjelasan di museum ini melalui visualisasi serta audio, dan juga ada wahana rekreasi seperti spot selfie, kepada pihak-pihak sekolah kami harapkan dapat hadir ke museum agar bisa mendapatkan manfaat seluas-luasnya untuk pelajar,” harapnya.

 

Dengan kehadiran museum 3D Pertamina Migas EP Asset 2 Kota Prabumulih ini diharapkan koleksi koleksinya dapat memberi informasi kepada masyarakat tentang migas serta atraksi yang menarik serta dalam perjalanannya terus dikembangkan sehingga lebih atraktif dan informatif. Karena sangat edukatif ia sangat berharap Pemda provinsi Sumsel akan selalu mendukung kehadiran museum ini.

 

Sementara itu Walikota Prabumulih Ir.Ridho Yahya mengatakan museum ini dapat menambah pendapatan anggaran daerah, karena dilihatnya kota Prabumulih ini hanya menjadi tempat pelintasan saja. Maka dari itu Pemerintah dan Pihak Pertamina Berusaha keras untuk membuat tempat untuk orang-orang bisa berkunjung ke Prabumulih.

 

“Kami ingin kota kami bukan cuma menjadi perlintasan tujuan orang lewat ke kota lainnya, namun bisa menjadi tempat singgah, sehingga menambah Pendapatan anggaran daerah,” harapnya.
Langkah yang diambil PT. Pertamina dengan mendirikan museum khusus tentang migas ini patut diapresiasi, karena museum merupakan jendela suatu bangsa, suatu daerah atau suatu pengetahuan tertentu. Seperti museum timah di provinsi Babel.
Share:

Petani Karet Mengeluh Karena Hargakaret dan Cuaca Yang Takmenentu



 

PRABUMULIH -- Musim hujan yang melanda di awal awal tahun ini sangat mempengaruhi hasil dari petani karet yang ada di kota Prabumulih ini.

 

Karenasering hujan di pagi dan sore hari maka petani karet di Kelurahan Sindur kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih jarang mennyadab karet dikarenakan cuaca yang tak bersahabat.


Keluhan ini di sampaiakn oleh Enada (41) warga yang tingal di kelurahan sindur Prabumulih timur petani karet yang memiliki lahan seluas satu hekrar, saat di temui kamis 07/02/19, ia mengatakan bahwa kalau cuaca di bulan kemaren dan bulan ini sangat tidak bersahabat dikarenakan para petani karet tidak bisa menyadab karet.



Enanda juga memberitahukan bahwa harga karet yang sangat tidak stabil ini membuat penghasipan tidak menentu "harga karet kalau 1 minggu itu hanya Rp.8900 / 1 Kg dan kalau harga 2 minggu Rp.7200 /Kg".



Sama dengan halnya di katakan oleh Andi (34) Petani karet yang memiliki 1 hektar lebih kebun karet yang ia kelolah setiab harinya, ia mengatakan bahwa harga karet sekarang tidak menentu dan apalagi keadaan cuaca yang tak mendukung membuat penghasilan karet dua minggunya hanya sebesar 20 Kg.



Andi juga mengeluhkan dengan harga yang sangat rendah ini tidak bisa membeli 1 kg beras dengan 1 kg karetnya, " kalau untuk sekarang harga bahan pokok yang melambung tinggi dan harga karet yang rendah tidak hanya dapat mencukupi untuk makan sehari hari saja, kalau untuk anak sekolah dan keperluan lain lain kami mengusahakannya bekerja di tempat lain" tendasnya
Share:

Bobol Bengkel, Pria Ini Masuk Sel Polsek Penukal Abab

PALI--Jajaran Polsek Penukal Abab berhasil kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) sebagaimana dalam pasal 363 KUHP pada Rabu (6/2) sekitar pukul 01.00 WIB. Dimana satu orang yang diduga sebagai pelakunya diamankan dan langsung digelandang ke Mapolsek Penukal Abab.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian didampingi Kanit Reskrim Ipda Agus W bahwa pelaku yang diamankan adalah Kendri (30) warga Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI.

Pelaku diamankan atas dasar LP/ B / 22 / I / 2019 / Res Muara Enim / Sek. P. Abab tgl 22 Januari 2019 dimana pelapornya adalah Alri (40) masih satu desa dengan pelaku.

"Kejadian tindak pidana tersebut berlangsung pada Jumat (17/1/2019) lalu sekira pukul 13.30 WIB. Dalam melakukan aksinya, pelaku mencongkel dinding bengkel yang terbuat dari kayu. Setelah terbuka pelaku masuk bengkel dengan mengambil barang barang milik korban berupa 1 (satu) buah velg truck, 2 (dua) sak semen, 1 (satu) unit mesin genset sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta rupiah," jelas Alpian, Kamis (7/2).

Setelah mendapat laporan korban, diakui Alpian bahwa pihaknya langsung melakukan penyelidikan, dan setelah mendapat informasi dari informen bahwa pelaku dimaksud tengah berada di rumah temannya di Desa Jerambah Besi wilayang hukum Talang Ubi maka Kapolsek Penukal Abab bersama Kanit Reskrim Ipda Agus. W dan anggota Reskrim Polsek Penukal Abab langsung melakukan penangkapan.

"Saat penangkapan, diamankan juga barang bukti 1 (satu) unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat mengangkut barang curiannya, 1 (satu) unit velg truck, 1 (satu) unit mesin genset dan 1 (satu) bilah Sajam berupa golok/parang," tandasnya.(SN)
Share:

Kaum Milenial Jadi Sasaran Penyuluhan Berlalulintas

MUARA ENIM -- Saat ini kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Baik itu para orang tua maupun pelajar sekolah. Dari para pengguna tersebut, dominasi penggunanya adalh kaum milenial yakni kisaran usia 17-35 tahun.

Dengan tingginya pengguna kendaraan bermotor, maka tinggi juga kemungkinan terjadinya kecelakaan lalulintas oleh kurangnya kesadaran pengguna dalam berlalu lintas.

Untuk menekan angka kecelakaan lalulintas dikalangan pengendara milenial, Polres Muara Enim mengadakan giat Fokus Grup Diskusi (FGD) dalam rangka program kepolisian, milennial road safety festival, dengan tema “mewujudkan milennial cinta lalulintas menuju indinesia gemilang” yang dilaksanakan, Kamis (7/2) yang berlangsung di Ruang Rapat Utama, Polres Muara Enim.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini ditujukan kepada kamu milennial yang berusia 17-35 tahun agar selalu senantiasa mematuhi aturan berlalulintas.

“Selain itu, saya juga menghimbau generasi Millennial yang menggunakan kendaraan bermotor, untuk selalu mematuhi dan mentaati tertib berlalu Lintas,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengatakan, FGD ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan berlalulintas yang dominan korbannya adalah dari kaum Millennial terutama anak Sekolah.

“Saya harapkan, dengan adanya diskusi ini, seluruh elemen yang terlibat baik orang tua, pihak sekolah, dinas terkait serta masyarakat bersama sama memberikan pengertian dan imbauan agar berhati hati dalam menggubakan kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kapolres Muara Enim, AKBP Afneryuono, SH, SIk,.MH didampingi Kabag Ops Polres Muara Enim, Kompol Irwan Andeta, SH, SIk, Kbo Satbinmas, dan Kbo Sat Lantas Polres Muara Enim.

Hadir juga dalam acara tersebut Kadis Pora Pemkab Muara Enim, Kadis Perhububgan, Humas Pt.Ba, Kuminity Motor, Pimpinan Dealer Motor, Kepala Ojek tiap Pangkalan serta Perwakilan SLTA dan Guru SLTA.(SN)
Share:

Jelang Pileg, Calon di Prabumulih Mulai Tebar Pesona

PRABUMULIH -- Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) April 2019, sejumlah calon legislatif (Caleg) mulai tebar pesona. Seusai istilah tak kenal maka tak sayang, para caleg mulai menyebar gambar dirinya baik dalam bentuk stiker maupun kalender.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sufyan Ats Aswari. Sejak satu bulan terakhir dirinya disibukkan dengan blusukkan dari kampung ke kampung dan dari pintu ke pintu.

Menurut Sufyan, kegiatan program door to door tersebut lebih efektif dan tepat sasaran ketimbang cara sosialisasi lainnya. "Selain bisa menyapa langsung warga yang ada di dapil saya, juga banyak keluhan-keluhan masyarakat juga saya dapatkan," ujar Sufyan.

Dikatakan Sufyan, sistem sosialisasi dengan cara door to door sendiri ia terapkan setelah mendapat masukkan dari Calon Presiden, Joko Widodo.

"Alhamdulillah sejauh ini program door to door yang disarankan oleh bapak Jokowi, banyak disambut baik masyarakat," terangnya.(SN)
Share:

Hendak Cari Narkoba, Petugas Malah Dapat Senpira

MUARA ENIM--Meski gagal mendapatkan barang bukti narkoba, namun petugas Sat Res Narkoba Polres Muara Enim berhasil mendapatkan dua pucuk senjata api rakitan jenis pistol berikut amunisinya dari tersangka Edo Arian Sapta (41), warga Dusun III, Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Muara Enim, Rabu (6/2) sekitar pukul 06.00WIB.

Selain mengamankan 2 pucuk senpira jenis pistol, petugas juga berhasil mengamankan 8 butir amunisinya dan 2 unit mesin judi jackpot. Kini tersangka bersama barang buktinya diamankan di Mapolres Muara Enim untuk menjalani proses hukum.

Penangkapan tersangka bermula dari, petugas mendapatkan laporan dari masyarakat Desa Gunung Raja, yang telah resah dengan aktifitas transaksi narkoba dilakukan pelaku. Atas informasi itu petugas melakukan penyelidikan ke desa tersebut.

Petugas berhasil membekuk pelaku di desa tersebut. Namun saat dilakukan penggeledahan, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Namun petugas menemukan senpira berikut amunisinya dan 2 unit mesin jackpot di kediaman tersangka.

Petugas langsung mengamankan tersangka berikut barang buktinya dengan menggelandangnya ke Mapolres Muara Enim.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Kamis (7/2) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya.(SN)
Share:

Konslet, Rumah-Motor Ludes Terbakar

MUARA ENIM--Sungguh malang nasib Ruslani (70), warga Dusun III, Desa Pinang Belarik, Muara Enim. Soalnya rumah panggung yang bisa ditempatinya ludes terbakar besama satu unit sepeda motor suzuki smash BG 4277 DO. Peristiwa yang sempat menghebohkan warga desa itu terjadi Rabu (6/2) sekitar pukul 15.40 WIB.

Dalam kejadian itu tidak ada menelan korban jiwa. Namun seluruh harta benda korban ludes terbakar. Penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik.

Kejadian itu bermula, korban dan keluarganya tengah tidak berada di rumah. Kemudian sekitar pukul 15.40 WIB, tetangganya melihat bagias atas rumah korban mengeluarkan kepulan asap.

Warga sekitar, berupaya memadamkannya dan meminta bantuan mobil pemdadam kebarakan dari Pemkab Muara Enim. Namun kondisi api cepat membesar melalap bangunan rumah korban yang terbuat dari kayu tersebut.

Sehingga harta benda korban yang berada di dalam rumah tersebut tidak sempat terselamatkan. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 16.25 WIB, setelah mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Muara Enim tiba di lokasi kejadian.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Kamis (7/2) membenarkan kejadian itu. “Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik dan barang barang milik korban tidak berhasil diselamatkan,” jelasnya.(SN)
Share:

Mau Ikut Pelatihan ke LIPI Bogor, Silahkan Datangi Litbang PALI

PALI--Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuka kesempatan kepada pelaku usaha kreatif yang ada di Bumi Serepat Serasan untuk ikut pelatihan cara meneliti serta mengembangkan usahanya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor Jawa Barat.

Dikatakan Abu Hanifah, Kepala Badan Litbang PALI bahwa pihaknya bakal memfasilitasi pelaku usaha untuk belajar di LIPI Bogor.

"Siapapun yang ingin belajar ke LIPI Bogor silahkan koordinasi dengan kami, tetapi untuk biaya ditanggung masing-masing peserta. Kami hanya lalukan pendampingan," ujar Abu Hanifah, Kamis (7/2).

Pada pelatihan di LIPI Bogor, Abu Hanifah menjelaskan bahwa peserta bakal mendapatkan banyak ilmu, diantaranya penelitian, pengembangan serta masih banyak hal lainnya.

"Terlebih di PALI punya pelaku usaha pengolahan biji karet menjadi berbagai macam makanan. Nah, nanti apabila pelaku usaha itu ikut pelatihan, maka nantinya biji karet diteliti, dan mencari cara menghilangkan racun dengan cepat serta meneliti kandungan gizinya," terangnya.

Setelah ikut pelatihan, dikatakan Abu Hanifah nantinya peserta bisa meminta bantuan kepada instansi terkait untuk mendapatkan peralatan usahanya untuk mengembangkan keahlian yang didapat.

"Bisa mengajukan permintaan bantuan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian, sesuai bidang usaha yang digelutinya. Untuk saat ini, Litbang telah mengembangkan asap cair untuk berbagai keperluan, dan apabila ada warga yang ingin belajar membuat asap cair, dipersilahkan datang ke kantor kami," ajaknya.(SN)
Share:

Tingkatkan PAD Melalui Sektor Pajak, Kades dan Pengusaha Dikumpulkan Bapenda PALI

PALI--Meningkatkan pendapatan daerah kabupaten PALI melalui dana bagi hasil Pph sesuai pasal 21 dan pasal 25/29 serta menambah pengetahuan masyarakat dan pihak perusahaan tentang perlunya pembuatan NPWP ditempat melakukan usaha dan meningkatkan pembuatan NPWP baru bagi usaha kecil menengah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar Sosialisasi percepatan penyaluran tahapan dana transfer (meningkatkan dana bagi hasil Pph pasal 21 dan pasal 25/29), Kamis (7/2) di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo.

Dijelaskan, Kartika Anwar S.Kom,Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lainnya Bapenda PALI bahwa kegiatan tersebut berdasarkan Undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum tata cara perpajakan sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan undang-undang nomor 16 tahun 2009 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 5 tahun 2008 tentang perubahan keempat atas undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum tata cara perpajakan menjadi undang-undang (Lembaran Negara RI tahun 2009 nomor 62,tambahan lembaran negara RI nomor 4.999).

"Juga berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan, ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan menggenjot pembuatan NPWP terhadap wajib pajak," terang Kartika.

Peserta kegiatan dikatakan Kartika terdiri dari Kepala OPD dan Bendahara pengeluaran, Camat dan Bendahara pengeluaran, perusahaan yang ada di Kabupaten PALI serta seluruh kepala desa.

"Tujuan membukakan pengetahuan masyarakat dan perusahaan akan pentingnya membayar pajak demi kelangsungan pembangunan di negeri ini terutama pembangunan di PALI. Sebab, selama ini masih banyak pengusaha asal PALI yang NPWPnya masih terdaftar di pusat, yang secara otomatis, pajaknya tidak terserap kabupaten PALI," tukasnya.

Pada kegiatan tersebut, hadir Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM juga sejumlah kepala OPD, FKPD Camat dan Kepala Desa serta kepala Kanwil Pajak Provinsi Sumsel dan Kepulauan Babel, Dr Imam Arifin MA.

"Semua ASN dan penguasa adalah wajib pajak. Terutama pengusaha yang telah menikmati hidup, merasakan aman dan nyaman dalam menjalankan bisnisnya, tetapi pertanyaannya adalah, sudahkah anda membayar pajak?," kata Imam Arifin, kepala Kanwil

Sementara itu, Bupati PALI menyambut baik kegiatan itu karena sebagai warga negara mempunyai kewajiban dalam melaporkan penghasilan dan membayar pajaknya. Karena pajak menurut orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan sangat berpengaruh signifikan terhadap pembangunan.

Bupati juga mengaku bahwa banyak pengusaha yang menjalankan bisnisnya di PALI membayar pajak penghasilannya di Jakarta. Dengan adanya sosialisasi itu, sebagai upaya mengajak penggiat usaha agar membuat NPWP di PALI agar pajaknya masuk ke kas daerah.

"Mari bersama-sama membayar pajak sesuai penghasilan kita untuk meningkatkan PAD PALI. Mulai sekarang kita berbenah, sebab PAD kita sampai saat ini dari sektor pajak hanya Rp 14 M," ajak Bupati.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts