Raperda Asuransi Kematian Disahkan

MUARA ENIM--Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, akhirnya DPRD Muara Enim, mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang asuransi kematian bagi masyarakat  menjadi Peraturan Daerah (Perda) bersama 11 Raperda lainnya, Senin (11/2).

Pengesahan Raperda tersebut berlangsung dalam rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD, Aries HB SE. Rapat paripurna itu dihadiri Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, Sekda Ir H Hasanudin MSI, serta para asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Usai rapat paripurna tersebut, Kordinator Panitia Khusus , Dwi Windarti SH Mhum, yang juga Wakil Ketua DPRD Muara Enim, dalam jumpa pers dengan awak media mengatakan, pengesahan ke 12Raperda tersebut merupakan agenda semester I eksekutif dengan Badan Pembuat Peraturan Daerah  dan Bagian Hukum  Pemkab Muara Enim.

“Hasil kajian Pansus terhadap 12 Raperda yang diajukan pihak eksekutif sudah kami sampaikan  di rapat paripurna tadi,” jelas Dwi  didampingi Ketua Pansus Raperda, Wiliam Husin, Wakil Ketua Pansus, Hadiono, Sekretaris Pansus, Munyati SH dan Wakil Ketua DPRD, Nido dan Junidi serta sejumlah anggota Pansus lainnya.

Ketua Pansus Raperda, Wilian Husin, menambahkan dari 12 Raperda yang dibahas dan telah disahkan para rapat paripurna, ada beberapa Raperda yang harus diatus kembali melalui Peratuiran Bupati. Terutama masalah tehnis pelaksanaan Raperda tersebut agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

Pada jumpa pers tersebut, awak media juga sempat mempertanyakan teknis pelaksanaan asuransi kematian yang diatur melalui Perda tersebut. Apakah seliruh masyarakat Muara Enim akan dimasukkan menjadi peserta asuransi kematian?.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kabag Hukum Pemkab Muara Enim, Andre, mengatakan, bahwa nantinya seluruh masyarakat akan dimasukkan menjadi peserta asuransi kematian, terkecuali bagi masyarakat yang telah memiliki asuransi secara mandiri.

Namun masalah tehnisnya, nanti akan dibahas secara detil oleh pihak eksekutif. “Asuransi kematian ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim,” jelasnya.

Ketika ditanya lagi oleh awak media, berapa lama proses pencairan klaim asuransi tersebut. Lantas Ketua Fraksi PPP, H Marsito, bahwa fraksinya telah mengusulkan batas maksimal klaim pencairan asuransi kematian tersebut selama 30 hari sejak kelengkapan berkas persaratan diajukan.

Sementara, Kordinator Pansur, Dwi Windarti SH Mhum, kembali menambahkan, bahwa dengan adanya asuransi kematian tersebut, maka masyarakat akat pro aktif untuk mengurus akta kematian. Karena akta kematian tersebut sebagai salah satu persaratan untuk melakukan klaim asuransi kematian.(SN)
Share:

Peringati Hari Kanker Sedunia, TP.PKK PALI Ajak Ratusan Wanita PUS Tes IVA dan CEB

PALI - Pemeriksaan kesehatan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode inspeksi visual dengan asam asetat atau IVA serta Clinicial Breast Examination (CBE)/kanker payudara kembali dilakukan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI, dimana kali ini dilaksanakan di Desa Betung Selatan Kecamatan Abab, Senin (11/2).

Kegiatan yang diberi nama Gebyar program inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) /kanker leher rahim dan clinical breast examination (CBE)/kanker payudara dalam rangka memperingati hari kanker sedunia dengan tema I AM AND I WILL "Saya Peduli Untuk Deteksi Dini" tersebut dihadiri Bupati PALI Heri Amalindo, istri Bupati Ir Hj Sri Kustina serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

Pada kesempatan itu, Istri Bupati PALI mengajak seluruh wanita Pasangan Usia Subur (PUS) untuk tidak malu-malu memeriksakan dirinya sebagai antisipasi penyakit kanker rahim dan kanker payudara.

"Diketahui bahwa penyakit mematikan nomor satu di dunia bagi wanita adalah kanker, untuk itu dengan adanya program ini, jangan malu untuk melakukan pemeriksaan dini penyakit kanker leher rahim dan kanker payudara," ajak Ir Hj Sri Kustina.

Melalui program itu, diakui istri Bupati bahwa TP.PKK PALI dengan program tes IVA mendapat juara tingkat I Provinsi Sumatera Selatan."Tujuan utama kami bukan mengejar juara, tetapi ini tekad TP.PKK melaksanakan program ini karena sangat berguna bagi masyarakat. Serta suksesnya program tes IVA berkat dukungan semua masyarakat," terangnya.

Selain melakukan program pemeriksaan kanker, dikatakan Hj Sri Kustina bahwa TP.PKK PALI mendapat tugas perhatian terhadap penyakit TB Paru.

"Penderita TB Paru di Kabupaten PALI dari data Dinkes ada 450 orang. Ini harus kita cegah dan diobati karena penyakit ini sangat menular. Selain melakukan upaya pencegahan kita juga akan membagikan makanan tambahan bagi penderita TB Paru," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati PALI menyarankan kepada para suami agar tidak melarang istrinya untuk memeriksakan kanker secara dini. Sebab penyakit kanker salahsatu penyakit tidak menular, karena tidak menular itulah banyak orang meremehkan. Padalah penyakit ini sangat mematikan.

"Mari kita mensosialisasikan agar wanita PUS memeriksakan dini penyakit kanker rahim maupun kanker payudara. Dengan program TP.PKK khususnya Pokja 4 ini banyak membantu meringankan pemerintah dibidang kesehatan," ucapnya.

Selain pemeriksaan kanker, Bupati juga menghimbau masyarakat agar mewaspadai penyakit TB Paru. "Jangan malu untuk berobat, dan akan diberikan juga makanan tambahan bagi penderita tersebut. Pada seluruh bidan untuk segera menyampaikan informasi adanya penderita TB, karena penyakit ini harus segera diobati, cara pengobatan harus rutin selama 6 bulan," tambahnya.

Ditempat sama, Lydwirawan Plt Kepala Dinkes PALI menjabarkan terkait penyakit kanker. "Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal atau sering dikenal sebagai tumor ganas. Dan yang paling banyak membunuh adalah kanker rahim. Dengan pemeriksaan secara dini, kanker leher rahim bisa dicegah," ungkap Lydwirawan.

Untuk peserta pada program tersebut, disebutkan Lydwirawan ada 160 orang. "Kami juga undang wanita PUS dari 8 desa dari Abab dan Tanah Abang," pungkasnya.
Share:

Musim hujan tak menentu, Pengrajin Batu bata mengeluh

PRABUMULIH – Intensitas hujan yang saat ini tidak menentu membuat sebagian masyarakat di Kota Prabumulih mengeluh, hujan yang tak kenal waktu tak hanya menyebabkan banjir namun mata pencarian warga mulai terusik

Salah satunya Pengrajin Batu Bata milik Febrianto (30) warga Rt.06 Rw.01 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumilh, sabtu (9/2/19)

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai pencetak batu bata itu mengeluh karena cuaca saat ini yang selalu hujan dan menyebabkan produksi batu bata miliknya menurun drastis

“Biasanya kita bisa cetak 500 hingga 1000 buah perharinya, tapi sekarang kita belum berani cetak sebanyak itu karena susah untuk dikeringkan” ucap Febri yang memiliki 5 orang karyawan itu

Cuaca yang sering hujan menjadi salah satu pertimbangan bagi pengrajin batu bata karena proses pengeringan membutuhkan waktu yang lama sebelum memasuki tahap pembakaran hingga bisa dipasarkan ke konsumen

“kalo hujan terus seperti ini pengeringan batu cukup lama sekitar satu minggu, baru bisa dibakar”

Ayah dari dua orang anak ini mengatakan saat ini sudah banyak pelanggan yang memesan batu miliknya namun hingga kini dirinya belum bisa memenuhi permintaan pelanggan dengan cepat

“kita kewalahan pak, pesanan sudah banyak produksi terhambat hujan, kalo harga normal Rp.700/ buah tapi” jelasnya
Share:

Brama Kumbara Takluk Ditangan Tim Elang, Begini Ceritanya

PALI-- Meski senjata yang digunakan cukup lengkap, yakni dua buah gergaji besi berikut enam mata gergajinya ditambah tiga buah cangkul, tetapi Brama Kumbara (bukan nama jagoan dalam sebuah film kolosal) pria berusia 25 tahun asal desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI awalnya lari kocar-kacir ketika kedapatan tengah mencuri pipa milik Pertamina Pendopo yang lokasinya di Desa Beruge Darat Kecamatan Talang Ubi bersama tiga temannya.

Tetapi setelah dua orang pelaku yang menjadi teman Brama Kumbara tertangkap kemudian buka suara dan menunjukan persembunyiannya, Brama Kumbara tidak lagi bisa berkutik saat Tim Elang unit Reskrim Polsek Talang Ubi mencokoknya pada Sabtu (9/2) sekira pukul 14.00 WIB.

"Dua pelaku telah ditangkap sebelumnya saat kepergok tengah menggergaji pipa milik Pertamina atas nama Fitriadi dan Robinsyah. Dari keterangan dua tersangka itu, diketahui bahwa Brama Kumbara yang sempat jadi DPO kita tangkap," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah, Minggu (10/2).

Dijabarkan Arafah, bahwa kejadian pencurian tersebut pada Jumat (25/1/2019) lalu, saat pelapor, yakni dari pihak tim pengamanan Pertamina sedang melaksanakan patroli rutin ke jalur pipa di Desa Beruge Darat.

Tim pengamanan tersebut mendapat informasi dari warga bahwa ada 4 orang diduga sedang melakukan aksi pencurian besi pipa di jalur Betung-Benuang. Lalu tim pengamanan Pertamina langsung menghubungi dan koordinasi dengan Kepolisian yang kemudian menuju jalur pipa dimaksud.

Setibanya di TKP ternyata benar ada 4 orang pelaku sedang memotong pipa, dan saat akan diamankan 2 dari 4 orang pelaku berhasil melarikan diri kedalam kebun, namun 2 org pelaku (FITRIADI dan ROBINSYAH) berhasil diamankan dan sekarang berkas perkara kedua pelaku yang ditangkap sudah dikirim/tahap I ke Kejaksaan Negeri PALI. Sementara 2 orang pelaku (BRAMA KUMBARA dan Fr) berhasil melarikan diri/DPO, tetapi pelarian Brama Kumbara berakhir dan berhasil ditangkap.

"Pelaku melakukan aksi pencurian dengan cara menggali tanah sekitar 30 cm dengan menggunakan cangkul, linggis dan pipa besi. Dan setelah pipa besi ukuran 6 inci tersebut terlihat, kemudian pelaku memotong dengan menggunakan gergaji besi, kemudian mengangkat dan mengambilnya. Dengan adanya kejadian itu, pihak Pertamina Pendopo mengalami kerugian sebesar Rp.50.000.000," jelas Arafah.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 1 (satu) batang pipa ukuran 6 Inci, panjang 4 meter, 6 (enam) buah mata gergaji besi, 2 (dua) buah gergaji besi dan 3 (tiga) buah cangkul.

"Tersangka Brama Kumbara kita kenakan pasal 363 KUHP," tandas Arafah.(SN)
Share:

Sementara Ini Tampal Sulam, Setelah Penghujan MHP Janji Perbaiki Sepenuhnya

PALI--Setelah adanya desakan masyarakat agar pihak PT.Musi Hutan Persada (MHP) untuk memperbaiki jalan Simpang Raja-Simpang Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi terutama jalur yang dilalui armada pengangkut kayu yang mengalami banyak kerusakan, akhirnya PT MHP turun ke jalan dan memperbaiki titik-titik yang alami kerusakan cukup parah dengan melakukan tampal sulam menggunakan batu aggregate.

"Kami akan selalu berupaya melakukan peningkatan kualitas jalan dan menjaga perawatan jalan cor yang saat ini di lintasi oleh armada angkutan kayu milik PT.MHP," ucap Mutakabir SH, Sup'v CSR Unit VI Lubuk Guci Wil Benakat, Minggu (10/2).

Sementara ini, diakui Obby, sapaan pria tersebut bahwa ,PT.Musi Hutan Persada akan berupaya melakukan tambahan batu aggregate di setiap titik-titik lubang yang ada.

"Mengingat, Lapisan Pondasi Beton (LPB ) sudah mengalami sedikit rusak dan mengandung air, karena jalan tersebut tidak ada drainasenya. Maka setelah musim hujan dapat benar benar kita perbaiki sepenuhnya," janji Obby.

Sebelumnya, Etty Murniaty, kepala Dinas PUBM Kabupaten PALI mengaku bahwa pihaknya telah melayangkan surat agar pihak MHP secepatnya memperbaiki jalan yang rusak.

"Sudah kita buat surat, tapi belum ada tanggapan. Mereka sudah janji akan memperbaiki. Tapi masih menunggu instruksi pusat katanya," terang Etty. (SN)
Share:

Intensitas Hujan Tinggi, Gerus Jalan Muara Ikan-Madu Kincing

PALI -- Hujan yang tiada henti satu pekan terakhir ini di Bumi Serepat Serasan berakibat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain berdampak pada goyahnya perekonomian masyarakat, juga beberapa akses jalan yang belum tersentuh pembangunan tergerus dan menjadi sulit dilalui.

Seperti akses jalan alternatif dari Desa Muara Ikan menuju Desa Persiapan Madu Kincing, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), saat ini nyaris terputus.

Akibatnya, akses jalan yang biasa dilalui masyarakat, terutama anak-anak yang hendak sekolah ini, sempat membuat para pelajar SD Negeri 14 Penukal Utara ini, harus ditempuh dengan berjalan kaki hingga 1,5 kilometer jauhnya.

Ahmad (36), salah satu warga setempat mengatakan, bahwa rusaknya jalan tersebut, lantaran hujan deras yang secara berterus menguyur wilayah ini, hingga menyebabkan aliran air menyeberanggi areal jalan.

"Kalau jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat karena memang kondisinya rusak pak. Sedangkan jemabatan kayu yang dibangun warga sempat rusak terbawa arus, dan warga terpaksa jalan kaki. Namun, sekarang warga gotong royong perbaikinya, agar bisa dilalui sepeda motor," katanya, Minggu (10/2).

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten PALI, Ir Etty Muniarti mengatakan, bahwa tahun ini tidak ada anggaran untuk pembangunan jalan Desa Muara Ikan menuju Desa Persiapan Madu Kincing tersebut.

"Kalau tahun ini belum ada (teranggarkan pembangunan jalan tersebut,red). Mudah-mudahan di tahun depan (2020,red) mendatang," katanya singkat. (SN)
Share:

Bupati PALI Usulkan Bangun Kantor Pelayanan Pajak, Begini Jawaban Imam Arifin

PALI-- Imam Arifin, kepala kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak wilayah Sumsel Babel menilai PALI memiliki potensi untuk didirikan kantor pelayanan pajak. Hal itu dikataknnya setelah mendengar usulan Bupati PALI Heri Amalindo yang meminta agar di wilayah Bumi Serepat Serasan didirikan kantor pelayanan pajak pada salahsatu acara yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PALI belum lama ini.

"Tadi pak Bupati mengusulkan kepada kami, namun hal ini akan kami sampaikan terlebih dahulu usulan tersebut ke pimpinan. Namun, saya nilai kabupaten PALI sangat memungkinan untuk bisa didirikan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), seperti halnya di Muara Enim, Inderalaya dan lainnya. Fungsinya KP2KP itu bisa untuk sosialisasi serta pendaftaran wajib pajak," ungkap Imam.

Namun, Imam menjelaskan hal itu perlu waktu perencanaan. "Apalagi sekarang tahun 2019 sudah berjalan. Namun demikian, InshaAllah kita mendukung program pemerintah daerah kabupaten PALI dalam memajukan daerahnya," tutupnya.

Sebelumnya, Bupati PALI H. Heri Amalindo mengusulkan kepada Direktorat Jenderal Pajak wilayah Sumsel Babel untuk mendirikan kantor perwakilan pajak di Bumi Serepat Serasan.

"Tadi kita mengusulkan kepada Kepala Kantor Wilayah Dirjen Pajak Sumsel Babel agar di PALI juga didirikam kantor pelayanan pajak. Sehingga, akan mempermudah akses warga PALI yang hendak membayar pajak, kemudian juga nantinya dengan hadirnya kantor pelayanan pajak di PALI diharapkan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak," ungkap Bupati PALI.(SN)
Share:

Cuaca Tak Bersahabat, Petani Karet Gigit Jari

PALI--Intensitas hujan satu pekan terakhir ini di Bumi Serepat Serasan cukup tinggi, terlebih hujan sering turun pada pagi hari sampai sampai siang membuat petani karet harus mengelus dada karena mereka (petani) tidak bisa menyadap.

"Kalau minggu ini dipastikan tidak dapat getah. Kalau pun dapat, itu sisa hujan hasilnya tidak seberapa," ujar Soleha, petani karet asal Talang Ubi, Minggu (10/2).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Soleha mengaku apabila keluarganya tidak menghasilkan getah, jalan keluar satu-satunya adalah berhutang.

"Kami tidak ada sumber pendapatan lain, jadi kalau hujan siang seperti ini dan saat hari pasaran tiba tidak dapat getah, terpaksa harus cari hutangan," akunya.

Keluhan seperti itu memang kerap terdengar dari petani karet, namun kondisi tersebut memang dari alam dan saat ini memasuki puncak musim hujan. Dan saat seperti inilah, petani karet dituntut untuk mencari solusi agar ada penunjang bagi penghasilan keluarganya supaya ketika cuaca tidak bersahabat, petani karet mempunyai simpanan agar tidak terjerat lilitan hutang.

Seperti anjuran Bupati PALI Heri Amalindo yang mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami sayuran atau tanaman lain yang bisa dikonsumsi atau bisa menghasilkan uang.

Ajakan Bupati itu apabila dilaksanakan, tentu manfaatnya bisa dirasakan masyarakat itu sendiri, karena memanfaatkan pekarangan rumah tidak memerlukan kerja keras serta dapat menguntungkan dengan minim modal serta cara mudah dan murah dalam menunjang pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

"Masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumah dan pelihara ayam. Karena dengan memanfaatkan pekarangan rumah, warga bisa menanam berbagai macam sayuran serta tanaman obat minimal yang bisa dikonsumsi sendiri," ujar Bupati disalahsatu kegiatan belum lama ini.

Memelihara ayam juga banyak manfaatnya, dikatakan Heri Amalindo, selain daging yang bakal didapat, telur yang dihasilkan ayam juga sebagian bisa dikonsumsi dan diberikan kepada anak-anak.

"Telur kaya protein, selian mengurangi pengeluaran untuk membeli telur, juga bagus untuk pertumbuhan anak. Serta saat lebaran tiba, kalau ayam kita banyak, maka tidak akan ada lagi keluhan harga daging mahal atau harga sayur yang tinggi, sebab disekeliling kita sudah ada. Untuk itu, mari kita manfaatkan pekarangan yang manfaatnya selain memenuhi kebutuhan juga menambah keindahan rumah kita, serta dapat menghemat pengeluaran kita," ajaknya. (sn)
Share:

Tersandung Pipa Pertamina Adera, Dua Warga Muara Enim Huni Sel Polsek Tanah Abang

PALI-- Lesmi (39) dan Joni (32) keduanya warga Desa Talang Nangka Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim terpaksa masuk sel tahanan Polsek Tanah Abang lantaran tertangkap tim pengamanan PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field yang kemudian diserahkan ke pihak Polsek Tanah Abang lantaran diduga kuat sebagai pelaku pencurian pipa ex gas Liff yang kejadiannya pada Kamis (31/1/2019) lalu.

Kedua warga Kabupaten Muara Enim tersebut diserahkan tim pengamanan Pertamina Adera ke Polsek Tanah Abang pada Senin (4/2).

"Pada saat itu tim pengamanan PT Adera sedang melaksanakan patroli, tim patroli tersebut mendapati 1 unit mobil grand max berwarna silver bermuatan rongsokon yang di kendarai dua pelaku. Setelah di periksa didapati pipa tua yang menurut tim pengamanan Adera bahwa pipa-pipa tua tersebut milik PT Pertamina Adera yang hilang," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni, Sabtu (9/2).

Lanjut Kapolsek, tim Patroli PT Adera langsung membawa dua pelaku itu ke Polsek Tanah Abang.

"Menerima serahan itu, kemudian kami perintahkan unit Reskrim untuk melakukan introgasi terhadap dua orang tersebut. Setelah di lakukan introgasi, ternyata benar pipa tua itu milik PT Adera yang hilang pada Kamis (31/1/2019) lalu yang bertempat di area sumur Raja-10 dan Raja -38 Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI yang mana kejadian tersebut sudah di laporkan pihak PT Adera ke Polsek Tanah Abang," terang Kapolsek.

Pada saat kejadian pencurian pipa, dikatakan Sofyan sempat kepergok tim pengamanan Pertamina Adera, tetapi saat hendak ditangkap pelaku yang diduga berjumlah 6 orang tersebut melarikan diri.

"Kedua pelaku masih kita periksa untuk keperluan pengembangan. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa 3 batang pipa berwana hitam berukuran 2 inci dan 1 unit mobil jenis pick Up berwana silver dgn no.pol BG 9419 DJ. Untuk teman pelaku lainnya yang belum tertangkap, masuk DPO kita dimana saat ini tengah kita kejar," tandas Sofyan. (SN)
Share:

Bukan Hanya Sekolah, Bupati Sasar Mushola

PALI--Setelah bagi-bagi makanan tambahan pada kegiatan Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) yang diselenggarakan TP.PKK Kabupaten PALI di SDN 39 Talang Ubi Desa Persiapan Jerambah Besi, Bupati juga datangi Mushola yang ada di tersebut.

Mendatangi mushola tersebut merupakan ajakan masyarakat setempat untuk menyampaikan beberapa keinginannya terhadap orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan.

"Awalnya kami ragu mengajak pak Bupati untuk datangi mushola ini, tetapi tidak diduga, rupanya beliau (Bupati,red) tak kenal lelah layani keinginan masyarakat," ucap Abu Umar, salahsatu warga setempat, Sabtu (9/2).

Ada beberapa permintaan masyarakat kepada Bupati, diantaranya dikatakan Abu Umar adalah usulan pembangunan jalan penghubung antar desa, yakni Jerambah Besi-Sungai Ibul.

"Jalan tersebut akses masyarakat dua desa, bahkan lebih, pasalnya jalan itu banyak jalurnya. Karena selain menuju desa Sungai Ibul, juga bisa menghubungkan ke Desa Sungai Langan Kecamatan Penukal. Dan diantara jalur tersebut ada beberapa talang yang sudah ramai penduduknya," terang Abu Umar.

Sementara permintaan sajadah untuk Mushola, Diakui Abu Umar tidak harus melalui anggaran pemerintah, tetapi secara pribadi Bupati siap membantu. "Bahkan untuk pompa mesin sumur bor yang rusak, Bupati bakal membantu dengan dana pribadi, bantuan pompa air tanpa ada permintaan, karena pentingnya air bersih menggugah kepedulian pak Bupati," imbuhnya.

Menanggapi permintaan masyarakat Jerambah Besi, Bupati menganjurkan membuat surat permintaan yang ditujukan ke dinas terkait terhadap pembangunan jalan penghubung antar desa. (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts