BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir

PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus lakukan monitoring.

Antisipasi kejadian tidak diinginkan, Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar menghimbau agar masyarakat tetap waspada.

"Walau ini banjir tahunan, namun kami himbau kepada masyarakat agar tetap menjaga anak-anak untuk tidak mandi sembarangan karena, kalau kita lengah  bisa mengakibatkan korban jiwa serta bisa memicu penyakit lainnya," pesan Junaidi Anuar.

Himbauan itu disampaikan karena menurut Junaidi dari hasil pantauannya dilokasi banjir, terdapat banyak anak-anak mandi ditengah genangan air.

"Kita khawatir kalau anak-anak dilepas, bukan tidak mungkin akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Sebab, arus banjir cukup deras ditambah kedalaman air lumayan tinggi," tukasnya.

Karena intensitas hujan masih tinggi, Junaidi mengharapkan kerjasama semua pihak terutama kepala desa yang mempunyai wilayah agar segara melaporkan bila terjadi hal yang diluar kebiasaan.

"TRC BPBD secara rutin melakukan monitoring dan patroli darat, namun tetap kita butuh informasi dari masyarakat terutama Kadesnya agar sesegera mungkin melaporkan ke kami apabila banjir sudah mengancam keselamatan warga," tandasnya. (SN)
Share:

Akses PALI-Prabumulih Via Payu Putat Masih Terendam

PALI--Jalan penghubung PALI-Prabumulih via jembatan Payu Putat tepatnya di Kelurahan Payu Putat Kecamatan Prabumulih Barat sudah sepekan ini masih terendam banjir, aktivitas warga pun terhambat karena jalur tersebut nyaris putus. Pasalnya, diwilayah banjir terdapat jembatan darurat yang dibangun melalui swadaya masyarakat setempat dan selama banjir terjadi, jembatan tersebut tenggelam.

Warga yang menggunakan sepeda motor yang ingin menyeberang terpaksa harus merogoh kocek sebesar Rp 10.000 karena harus menggunakan jasa penyeberangan menggunakan perahu. Untuk pengendara roda empat, juga masih bisa melalui tetapi  harus ekstra hati-hati, karena jalur lintasan tertutup genangan air yang mencapai hampir satu meter serta jembatan darurat sama sekali tidak terlihat .

Keluhan beragam pun disampaikan warga karena apabila akses penghubung itu terputus, warga dua daerah tersebut terancam lumpuh, dan kalaupun harus mencari jalan lain, tentunya jarak tempuhnya cukup jauh.

Melihat kondisi ini, Aka Cholik Darlin SPdI MM Ketua umum Himpunan Masyarakat Lematang (Fakar Lematang) Kabupaten PALI, Prabumulih & Muara Enim ini mengharapkan Pemkot Prabumulih untuk dapat serius dan bekerja sama agar jalan tersebut segera di bangun dan di tingkatkan agar bebas banjir. Mengingat jalur tersebut adalah jalur segitiga emas penghubung dua daerah bahkan yang paling dekat adalah dua desa masyarakat Lematang yang berbeda wilayah namun satu suku yaitu suku Lematang.

Aka Cholik berencana dalam waktu dekat ini akan membawa surat resmi dan beraudensi dengan Pemkot Prabumulih untuk mengusulkan hal tersebut bersama ketua himpunan masyarakat Lematang Kota Prabumulih yang di ketua oleh Jon Kranoi dan Sekjen Murdani.

"Kita akan usulkan ke Pemkot Prabumulih agar kondisi ini kedepannya tidak terulang kembali," katanya.

Sementara itu, Ali Umar warga Kecamatan Prabumulih Barat yang mengelola jembatan darurat mengaku bahwa banjir tersebut akibat sungai Lematang meluap karena intensitas hujan cukup tinggi. Untuk jasa penyeberangan roda 4, dirinya memungut sukarela dari pengemudi karena jembatan darurat itu dibangun dengan swadaya masyarakat.

"Kalau tidak dibangun masyarakat, akses Prabu-PALI via Jembatan Payu Putat tidak bisa dilalui, pungutan tidak kami patok, sukarela dari pengemudi. Tetapi untuk pembangunan jembatan permanen, belum lama ini ada dari pemerintah provinsi mengukur jembatan yang telah kami bangun, dan menurut salahsatu pegawai Pemprov, jembatan ini bakal dibangun tahun ini juga, " terangnya.(SN) 
Share:

Warga Talang Jepit PALI Tewas Diduga Tersambar Petir

PALI - Ngatemi (48) warga talang jepit kelurahan talang ubi Selatan kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tewas tersambar petir saat sedang barsama dua cucunya.

Kejadian naas tersebut terjadi pada Sabtu (16/2/2019) sekitar pukul 16.00 WIB, dikebun korban diwilayah lubuk Guci kecamatan Talang ubi. Saat itu korban pergi ke kebun bersama suaminya Yatiman (52) dan dua cucunya, untuk menebang kayu.

Dari penjelasan Yatiman kondisi saat itu masih hujan rintik, korban dan dua cucunya berada di pondok yang berbentuk panggung, sedangkan dirinya berada sekitar 200 meter dari pondok untuk menebang kayu.

"Sepanjang hari ini memang gerimis, saat di kebun pun masih gerimis. Ketika saya akan menebang tiba-tiba ada suara petir, seketika saya ada firasat yang tidak enak, sehingga saya putuskan untuk kembali kepondok. Saya lihat istri saya (korban, red) sudah terbaring tepat didepan pintu pondok," ungkap Yatiman, saat dijumpai dirumah duka Sabtu malam (16/2/2019)

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa saat itu istrinya akan memasakkan mie instan untuk kedua cucunya, saat itu kedua cucunya berada diteras dan tidak terjadi apa-apa, padahan salahsatu dari tiang pondok patah akibat sambaran petir.

"Mungkin mukzizat anak-anak, sehingga tidak terjadi apa-apa pada cucu kami. Setelah kejadian itu saya minta tetangga didekat kebun untuk membantu korban ke rumah, dan ada juga dibantu odengan kendaraan perusahaan yang melintas." pungkasnya.(SN)
Share:

Jalan Pandan-Modong Bonyok

PALI--Akses jalan penghubung PALI-Prabumulih via Desa Modong tepatnya di jalan baru Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI kondisinya saat ini bonyok, berimbas aktivitas warga terhambat.

Dari pantauan media ini dilapangan, kondisi jalan yang mengalami rusak parah lebih kurang 50 meter. Meski tidak panjang, tetapi pengendara kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat harus ekstra hati-hati, karena kondisi jalan berlumpur serta licin dan terdapat lubang yang cukup dalam.

"Sudah hampir satu minggu jalan ini rusak. Awal rusaknya jalan ini selain ditimpa hujan terus menerus juga adanya angkutan kelapa sawit yang hilir mudik di jalan tersebut, membuat jalan ini hancur dan kami masyarakat kesulitan melalui jalan ini," ujar Warman, salahsatu warga setempat, Sabtu (16/2).

Lain halnya dengan pernyataan Aka Cholik Darlin, tokoh masyarakat Kecamatan Tanah Abang yang juga mantan anggota DPRD PALI dan saat ini dipercaya sebagai ketua umum Himpunan Masyarakat Lematang (Fakar Lematang).

Dirinya menyesalkan terjadinya kondisi jalan tersebut bisa babak belur seperti itu, padahal jalan tersebut belum lama dikerjakan pengerasan melalui APBD PALI dengan dana milyaran rupiah.

Politisi PKS tersebut berharap Bupati segera evaluasi tugas para ASN yang memantau proyek tersebut. Dan ditegaskannya pihak pemborong harus bertanggung jawab, karena jalan itu masih dalam masa perawatan.

"Yang paling penting teman-teman di DPRD PALI harus serius menyikapi ini sebagai fungsi pengawasan, terkhusus komisi II yang harus proaktif menyikapi keluhan rakyat, karena harus kita sadari bahwa kita terpilih karena mereka," tandasnya. (SN)
Share:

Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling


PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindu dan Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, sabtu (16/2/19)

Kali ini dua mobil Truk bermuatan kayu dan Fuso bermuatan logistik tersangkut dijalan yang berlobang hingga nyaris roboh

Dari terpantauaan mulai dari kawasan PDAM Kelurahan Tanjung Rambang sampai jembatan layang desa karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah jalan mengalami rusak berat yang mengakibatkan macet sepanjang kurang lebih 3 kilo meter

“rugi besar kalo setiap hari lewat sini harus antri karena jalannya rusak, apalagi mobilnya terjebak lobang harus bongkar muat” ucap Hendri salah satu sopir truk

Hendri menambahkan jika dirinya saat ini tidak hanya rugi dalam finansial juga rugi waktu karena harus menunggu macet

Menurut penuturan warga sekitar kemacetan sudah sering terjadi selama satu bulan terakhir karena mobil dengan tonase yang besar mengalami masuk lobang sehingga tak sanggup menahan beban yang dibawa menyebabkan mobil terguling

“sudah sering macet begini, paling ada mobil masuk lobang, kalo bisa ditambal dulu lah biar bisa lewat” ucap warga

Jalan yang licin dan berlumpur akibat diguyur hujan menanbah parah kerusakan jalan (sn)


SIMAK VIDEONYA ;


Share:

Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir

PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang.

Karena lokasi masih terendam banjir, bantuan tersebut dibagikan Dinsos dengan basah-basahan bahkan bagi yang tidak terjangkau dengan jalan kaki, Dinsos menggunakan perahu.

"Kami bagikan 110 paket sembako untuk warga terdampak banjir, dan mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban warga yang saat ini ada yang tidak bisa beraktivitas," ujar Metty Etika, Plt Kepala Dinsos PALI.

Sementara itu, Ballian kepala Desa Curup mengapresiasi kepedulian Pemkab PALI. "Meski bukan bencana besar, namun Pemda PALI peduli dan cepat menanggapi keluhan masyarakat," ucapnya. (SN)


SIMAK VIDEONYA :




Share:

Begal Sadis Ditembak Mati Polisi

PALI-- Pelaku perampokan terhadap seorang petani dimana korbannya saat itu meninggal dunia pada Senin (29/9/2014) lalu dan melakukan perampokan lagi di sebuah rumah kos tenaga pengajar sekolah di Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI pada tahun 2017 lalu ditembak mati jajaran Polres Muara Enim pada Jumat (15/2/2019).

Tindakan tegas dilakukan polisi dibawah komando Kanit Pidum Polres Muara Enim, Ipda Praja Toga karena tersangka Harapan alias Arpan (32) warga Desa Tambak Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI melawan ketika hendak ditangkap menggunakan senjata api rakitan dan nyaris menembak petugas.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono bahwa tersangka ditangkap berdasarkan dua laporan korbannya yakni LP/B-50/IX/2014/Sumsel/Res.Ma.Enim/Sek. P. Utara, tanggal 30 September 2014 dan  LP/B-04/I/2017/Sumsel/Res.Ma.Enim/Sek. P. Utara, tanggal 26 Januari 2017 dimana salahsatu korban aksi tersangka Arpan meninggal dunia yakni Tukidi (50) warga Desa Sukamaju Kec. Talang Ubi PALI.

Dijelaskan Kapolres bahwa aksi kejahatan pertama yang dilakukan tersangka Arpan terjadi pada Senin (29 september 2014) sekira jam 09.30 WIB, dimana Arpan dibantu temannya Tomi (juga telah tertangkap dan ditembak mati pada tahun 2017). Saat melakukan aksinya,kedua tersangka dengan cara memepet kendaraan korban yang tengah dikendarainya.

Karena korban tidak mau memberikan sepeda motornya membuat tersangka Tomi dan Arpan  membacok kepala korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan tersangka tersebut membawa lari sepeda motor korban.

Sedangkan aksi yang kedua dilakukan tersangka pada Kamis (26 Januari 2017) sekira pukul 03.00 WIB bertempat di kontrakan pelapor/korban seorang guru di Dusun II Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI. Aksi tersangka Arpan dan Tomi  dibantu kawannya Martono (sudah tertangkap dan tengah menjalani hukuman) dan An (DPO).

Pada saat itu pelapor/korban sedang istirahat tidur bersama dengan 4 rekannya sesama tenaga pengajar. Kemudian masuklah 4 orang pelaku dengan menggunakan penutup muka berupa masker yang mana sebelumnya pelaku masuk kedalam kontrakan dengan cara mencongkel cendela rumah bagian samping.

Selanjutnya pelaku mengumpulkan pelapor/korban bersama dengan temannya dikamar belakang yang mana pada saat itu pelaku mengancam dengan menggunakan senjata api rakitan laras pendek dan salah satu pelaku juga sempat memukul korban dengan menggunakan kayu dan merampas barang yang dikenakan korban sehingga masker yang digunakan pelaku Arpan turun terlepas dari penutup muka sehingga dapat dikenali oleh pelapor/korban.

Kemudian para pelaku mengambil barang-barang lain milik korban berupa : 1 unit sepeda motor honda CB150R BE 8256 FV warna putih biru, 1 unit sepeda motor honda beat BE 7980 HS warna putih biru, 1 unit sepeda motor yamaha Byson BH 6366 ER warna putih lis hijau, 1 unit labtop merk LENOVO 14 inchi warna hitam, 1 unit labtop ASSUS 14 inchi warna merah, 1 unit labtop merk ACER 14 inchi warna hitam, 1 unit nootbook ASSUS warna merah, 1 unit HP samsung galaxy star warna putih, 1 unit HP merk OPPO warna putih, 1 unit HP merk BlackBerry warna hitam, 1 buah tas rangsel merk GIODARNO warna merah, 1 unit jam tangan merk ALEXANDER CRISTI dan dompet korban yang berisikan uang tunai lebih kurang sebesar Rp.3.000.000 (tiga juta rupiah).

"Pada Jumat (15 Februari 2019) sekira jam 23.00 WIB yang di pimpin langsung Ipda Praja Toga P, S.Tr.K melakukan penyelidikan untuk memastikan keberadaan pelaku Arpan yang tengah  berada pinggir jalan antara Lintas Desa Mangku Negara dan Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal Kabupaten PALI," ungkap Kapolres.

Setelah anggota memastikan memang benar itu tersangka Arpan, dikatakan Kapolres anggota langsung melakukan penangkapan. Tetapi ketika dilakukan  penangkapan pelaku Arpan melakukan perlawanan kepada anggota di lapangan dengan menggunakan senjata api rakitan dan anggota pun melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku dengan melakukan tembakan terarah terhadap pelaku.

"Selanjutnya pelaku Arpan dilarikan ke rumah sakit umum Dr. H.M Rabain Muara Enim dan dinyatakan telah meninggal dunia. Adapun barang bukti yang ikut diamankan berupa 1 (satu) pucuk senjata api rakitan laras pendek, 1 (satu) buah selongsong amunisi kaliber 38 yang sudah ditembakkan," tandas Kapolres.
Share:

Waspada! Ini lokasi jalan rusak parah hingga sebabkan macet


PRABUMULIH – Jalan Lintas Provinsi Prabumulih – Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu macet total sepanjang kurang lebih 5 kilo meter, kemacetan itu disebabkan karena adanya Truk pengangkut Sawit terguling hingga menutupi sebagian badan jalan, jum’at (15/2/19)

Tepatnya di Desa Air Asam Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim mengalami kerusakan jalan paling parah, jalan lintas provinsi yang merupakan akses vital Baturaja dan Muara Enim itu hancur hingga berlumpur

Sedihnya lagi, hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut menambah parahnya kerusakan jalan.

Dari pantauan media ini mobil pengangkut Kelapa Sawit milik salah satu perusahaan itu terbalik sejak pagi hari

“dari jam 6 pagi tadi pak mobilnyo terbalik ditambah ujan pulok jadi tambah ancur jalan” ungkap  Yadi salah satu saksi dilapangan yang juga merupakan Petugas Keamanan Lingkungan Masyarakat (Linmas) Desa Air Asam

"Lokasi mobil truk sawit terbalik dan terlihat sejumlah keamanan berjaga jaga dilokasi jalan yang rusak"

Dari hasil penyisiran tim sininews.com terdapat sekitar 4 titik terparah jalan yang sudah mulai rusak diwilayah Pemerintahan Muara Enim dan terdapat 6 titik terparah jalan rusak di wilayah Pemerintahan Prabumulih tepatnya di Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih

Akibat kejadian itu jalan menuju Baturaja macet total hingga 5 kilo meter, tak lama kemudian mobil truk sawit tersebut berhasil di angkat menggunakan alat berat backhoe

“baru sore sekitar jam 4 tadi mobilnyo diangkat pakai alat berat” sambung Yadi seraya mengatakan berharap Pemerintah untuk segera memperbaiki jalan yang rusak karena menurutnya, hampir setiap hari ada mobil yang terbalik akibat jalan rusak (sn)

Simak Video lengkap Mobil truk sawit terjungkal :



Share:

Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI

PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB. Aswawi ditangkap bersama satu tersangka lainnya, Tarudin (38) warga Teluk Lubuk Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim karena diduga sebagai pengedar narkoba.

Diungkapkan Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk Travolta SIK MH bahwa kedua tersangka ditangkap di Jalan Tangkupan Perahu kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur setelah sebelumnya dilakukan pengintaian selama dua minggu.

"Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap pelaku ditemukan 1 ( satu ) paket narkotika jenis sabu yang dibungkus menggunakan plastik klip bening yang dibalut dengan menggunakan tisu dibungkus lagi dengan plastik klip bening yang disimpan pelaku Tarudin disaku celana," ungkap Kapolres, Jumat (15/2).

Dijelaskan Kapolres, barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu berat bruto 10,30 gram, juga diamankan barang bukti lainnya berupa 2 Unit handphone.

"Kedua tersangka dan barang bukti kita amankan di Polres Prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut demi keperluan pengembangan," tandas Kapolres. (SN)
Share:

Dihadiahi Timah Panas Grandong Buka Suara, Pengakuannya Mengejutkan

PALI--Grandong yang nama aslinya Patra Tiranda (22) warga Lembak Kabupaten Muara Enim yang ditangkap Jajaran Polsek Penukal Abab pada Senin (11/2) lalu sekira pukul 03.00 WIB bersama satu rekannya Jakson (40) warga Desa Purun Selatan Kecamatan Penukal Kabupaten PALI karena menjadi tersangka spesialis pelaku begal mobil box akhirnya buka suara.

Dari pengakuan tersangka Grandong cukup mengejutkan, sebab aksi komplotan itu bukan hanya sekali, melainkan telah tiga kali merampok mobil box di jalur jalan umum antara Desa Purun Selatan dan Kecamatan Tanah Abang.

"Sudah tiga kali pak, dan uang hasil merampok, kami bagi rata dengan kawan-kawan. Setelah dibagi, aku pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Aku hanya rampok mobil box dengan cara menghadang, kalau begal motor, aku tidak pernah," ucap Grandong, Kamis (14/2).

Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian didampingi Kanit Reskrim Ipda Agus Widodo menegaskan bahwa tersangka Grandong terpaksa dilumpuhkan dengan cara ditembak dibagian kakinya lantaran melawan saat hendak ditangkap.

"Kita tangkap saat tersangka yang pengangguran itu tengah asik menonton hiburan orgen tunggal di wilayah Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI," terang Alpian.

Dalam melakukan aksinya, diakui Kapolsek bahwa Grandong dan Jakson selalu bertiga. "Satu pelaku lain masih kita kejar, untuk identitas dan alamatnya sudah kita kantongi," tukas Alpian.

Cara komplotan ini beraksi dijelaskan Alpian dengan menghadang korbannya yang tengah mengemudikan mobil box sambil menggunakan senpi rakitan jenis laras pendek.

"Saat melakukan aksinya, ketiga pelaku itu masing-masing menggunakan alat berupa senjata api senjata rakitan aktif untuk mengancam korbannya agar berhenti," ungkap Alpian.

Barang bukti yang turut diamankan disebutkan Alpian berupa 1 (satu) pucuk senpira, 2 (dua) butir amunis aktif, 1 (satu) buah topeng/sarung penutup muka, 2 (dua) bilah senjata tajam dan 1 (satu) buah kunci T.

"Pelaku kita kenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara diatas 7 tahun," tandasnya. (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts