Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Diluncurkan Kejari PALI

PALI-- Kejaksaan Negeri (Kejari) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pencanangan zona integritas tersebut disaksikan Bupati PALI Heri Amalindo, Kepala Lapas Kelas 2 Muara Enim dan Kepala Pengadilan Negeri Muara Enim,  Senin (18/2) di Kantor Kejari PALI.

Seluruh pegawai Kejari membubuhkan tanda tangan mewujudkan zona integritas tersebut.

Kepala Kejari PALI Yunitha Arifin, menyatakan bahwa Kejari PALI saat ini tengah membangun zona integritas menuju WBK dan WBBM, yang mana masyarakat dapat mengakses layanan publik pada Kejari PALI secara transparan dan akuntabel.

"Diharapkan dengan adanya zona integritas kita dapat memberikan pelayanan khususnya pelayanan pubkik terdiri dari delivery barang bukti, pelayanan informasi manajemen perkara. Masyarakat juga dapat dengan mudah mengakses informasi-informasi penanganan perkara melalui akses kejaripaligo.id, yang mana masyarakat bisa melakukan pengaduannya melalui pengaduan online dan melakui delivery barang bukti, jadi masyarakat bisa mengetahui sampai dimana barang bukti penanganan perkara tersebut," jelas Yunitha.

Disamping itu, Yunitha juga menambahkan bahwa Kejari juga meluncurkan pelayanan TP4D, dimana dinas-dinas yang ada di Pemkab PALI dapat sharing dengan Kejari mengenai hukum. "Mereka (dinas-dinas) dapat mengakses secara online pelayanan TP4D, jadi mereka tidak perlu lagi datang ke kantor Kejari," imbuhnya.

Sementara itu Bupati PALI, Heri Amalindo menyatakan bahwa pemerintah sangat mendukung Kejari PALI dalam pencanangan WBK dan WBBM.

"Kami harap seluruh aparat kejaksaan jangan sungkan menegur pegawai pemerintahan, mengingatkan dan menasihatinya,  jangan sampai sudah parah baru ditegur. Mudah-mudahan dengan adanya zona integritas ini daerah kita bebas dari KKN dan pegawai pemerintahan kami bisa menjalankan tugasnya secara bersih. Dan kami juga dari pemerintahan merasa terbantu dengan adanya Kejari ini," ujar Bupati. (SN) 
Share:

Bus Damri masuk Rute Desa, ini rute dan jadwalnya.


PRABUMULIH – Demi mempermudah aktifitas warga dalam berpergian ke Kota maupun ke Desa kini Pemerintah Kota Prabumulih (Pemkot) telah menambah beberapa Armada Transportasi (Bus) Damri, tak hanya melayani antar Kota Bus Damri juga melayani rute ke beberapa desa di Kota Prabumulih, senin (18/2/19)

Penambahan empat unit bus Damri yang telah direalisasikan selama satu minggu ini masih sepi peminat, hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi Pemerintah kepada warga

Jalur yang dilewati Bus Damri yakni jurusan Prabumulih – Payuputat sebanyak dua bus dan jurusan Prabumulih – Tanjung Raman – Karangan sampai ke Desa Jungai juga sebanyak 2 unit bus
"Jadwal keberangkatan Damri Payuputat - Prabumulih dan sebaliknya"

Dari informasi yang didapat jadwal bus Damri beroperasi mulai pukul 06.30 Wib sampai dengan pukul 16.00 Wib dengan harga tiket yang dipatok hanya sebesar Rp.5 ribu saja sekali perjalanan

Keberadaan Bus masuk rute desa ini disambut baik oleh warga, pasalnya transportasi umum ini sangat membantu

“aku baru tau kalo ado bus damri lewat sini, sangat terbantu kami kak, apalagi di dusun kami memang dak ado lagi mobil angkot kalu nak kepasar” Ucap Adhe warga Gunung Kemala

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo, S.E saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan sangat setuju dengan adanya transportasi masal untuk masyarakat Prabumulih

“Kita apresiasi terobosan ini, karena transportasi umum seperti damri juga dibutuhkan masyarakat yang ada di desa, tapi tak hanya itu kalau bisa ongkosnya juga murah” Ucap Palo

Selain itu bus Damri yang telah beroperasi seminggu lebih ini diharapkan Pemerintah dan Instansi lain ikut mempromosikan ke masyarakat luas

“Kalo biso atur jam keberangkatnnya, pagi juga lebih bagus biar anak-anak sekolah bisa terbantu dengan bus ini, dan lebih penting lurah dan kadesnya membantu menginformasikan kepada masyarakat” lanjut ketua DPRD Kota Prabumulih ini

Nah, untuk lokasi trayek Bus Damri ini dipusatkan (mangkal) di Depan kantor DPRD Kota Prabumulih, masyarakat bisa menunggu disana dengan fasilitas bus yang nyaman dan tak hanya harga murah bus ini melayani dari pagi hingga sore sesuai jadwal masing masing rute (SN)

Share:

Syukuran Tiga Tahun Pimpin PALI, Heri Amalindo:Masih Ada Agenda Besar Yang Harus Dikerjakan

PALI--Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM menyebutkan masih banyak agenda-agenda besar yang belum dikerjakan dalam kepemimpinannya, seperti pengaktifan kembali Lapangan terbang  dan pembangunan pelabuhan di Bumi Serepat Serasan.

Hal itu dikatakannya saat acara syukuran tiga tahun kepemimpinannya di rumah dinas Bupati, Senin (18/2) yang menggelar yasinan bersama masyarakat Bumi Serepat Serasan. Dikatakan Bupati bahwa PALI terletak dijantung provinsi Sumatera Selatan yang harus memiliki sarana Bandara dan pelabuhan agar daerah-daerah lainnya datang ke PALI.

"Kalau sudah ada bandara dan pelabuhan, tentunya selain mempermudah akses masyarakat PALI, juga akan banyak warga dari daerah lainnya ke PALI. Kalau sudah demikian, masyarakat sekitar akan terangkat perekonomiannya, karena orang yang datang pasti butuh makan dan penginapan," ujar Bupati dihadapan ratusan masyarakat yang ikuti acara syukuran tersebut.

Selain itu, agenda berikutnya diutarakan Bupati adalah pemasangan jaringan gas dan jaringan air minum. "Seharusnya pemasangan jaringan gas sudah selesai, tetapi karena ada insiden pembakaran slang Jargas, jadi terhambat. Untuk itu kami meminta dukungan semua masyarakat agar proses pembangunan yang tengah berjalan bisa berjalan lancar," imbuhnya.

Pada kesempatan itu juga, Bupati menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh masyarakat yang telah bersatu padu dalam membantu pembangunan.

"Sudah tiga tahun kami diamanahkan untuk menjalankan roda pemerintahan di PALI, dan telah banyak yang kami lakukan yang saat ini diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Suksenya pembangunan yang telah dilaksanakan, berkat dukungan masyarakat juga," terangnya.

Pada usia Kabupaten PALI yang baru 5 tahun, Bupati menjelaskan bahwa PALI masih dalam pengawasan Kemendagri. "45 persen Daerah Otonomi Daerah (DOB) dikembalikan lagi ke Kabupaten induk, lantaran selalu ribut. Kami bersyukur di Kabupaten PALI masyarakatnya tetap menjaga persatuan," pujinya.

Untuk mencapai agenda yang belum dikerjakan, Bupati juga mengajak seluruh pegawai untuk mengabdi tulus agar PALI kedepan lebih maju lagi.

"Kami kedepan memprogramkan seluruh anak tidak ada lagi yang tidak bersekolah serta pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah. Untuk mencapai itu, kami mengajak kepada seluruh pegawai pemerintahan agar tetap bekerja, mengabdi dan melayani masyarakat," ajaknya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Drs H Soemarjono sampaikan terimakasihnya terhadap pemerintah daerah yang telah banyak berbuat selama tiga tahun kepemimpinan Bupati Heri Amalindo dan wakil Bupatinya Ferdinan Andreas Lacony.

"Kami mewakili seluruh masyarakat PALI menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Bupati yang mana sudah banyak dikerjakan, tetapi bukan berarti semuanya selesai. Untuk itu kami juga memohon doa dan dukungannya agar PALI mendapat pemimpin yang tetap amanah supaya bisa membangun
Kabupaten PALI," ucapnya.

Diceritakan Ketua DPRD PALI bahwa diketahui lima tahun lalu jalan penghubung banyak yang putus, tetapi setelah PALI terbentuk dan dibawah kepemimpinan Heri Amalindo, akses jalan sudah banyak yang dibangun.

"Alhamdulillah saat ini banyak jalan licin dan mulus, ini bentuk keberhasilan pemerintah dalam membangun daerah kita ini," ujar Soemarjono.(SN) 
Share:

Warga keluhkan Bekas Pemasangan Jargas tak ditimbun, Lurah : Nanti kita panggil kalau tak selesai


PRABUMULIH –  Pemasangan Jaringan Gas (Jargas) yang dipasang sejumlah titik membuat sebagian warga mengeluh, pasalnya galian pipa gas ditimbun asal-asalan bahkan tidak sama sekali membuat keresahan dikalangan masyarakat Kota Prabumulih

Warga Rt.02 Rw.03 Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih mengeluhkan bekas galian pipa gas disejumlah titik yang tidak ditimbun, hal ini menurut warga merugikan masyarakat bahkan menyebabkan kecelakaan karena timbunan yang asal-asalan

Salah satu pengerjaan penggalian pipa gas yang disoal warga yakni di jembatan Sungai Manggus yang tidak ditimbun, hal tersebut menurut warga akan menyebabkan erosi pada jalan yang digali karena lokasi penggalian yang dekat dengan sungai

“Coran jalan ini bisa patah karena terbawa arus air, apalagi disini banyak orang yang cuci motor” ucap Sudar warga Gunung Kemala

Dirinya menyayangkan pihak perusahaan yang melakukan penggalian tidak menimbun bekas galian yang dekat dengan bibir sungai

Sementara itu, Pihak perusahaan yang mendapatkan proyek pengerjaan jalan tersebut saat dikonfirmasi mengatakan sudah melaporkan keluhan warga ke pihak pemborong

“kemarin sudah saya laporkan pak, samo bos, katanya nanti akan segera diperbaiki” terang Riko selaku pengawas lapangan

 Terpisah, Lurah Gunung Kemala Sumarden, SKM saat ditemui dikantornya mengatakan belum mengetahui laporan warga dan jika benar dirinya berharap pihak pemborong untuk segera menimbun bekas galian yang disoal warga

“seharuanya perusahaan memperhatikan keselamatan warga, fasilitas umum jangan ditinggal saja, kalo jalannya amblas nanti siapa yang tanggung jawab” ucap Sumarden

Diketahui, sudah satu minggu lebih laporan warga namun hingga kini belum ada perbaikan dari perusahaan

“nanti kita panggil pihak pemborong kalau bisa segera ditimbun” tegasnya (SN)




Share:

BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir

PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus lakukan monitoring.

Antisipasi kejadian tidak diinginkan, Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar menghimbau agar masyarakat tetap waspada.

"Walau ini banjir tahunan, namun kami himbau kepada masyarakat agar tetap menjaga anak-anak untuk tidak mandi sembarangan karena, kalau kita lengah  bisa mengakibatkan korban jiwa serta bisa memicu penyakit lainnya," pesan Junaidi Anuar.

Himbauan itu disampaikan karena menurut Junaidi dari hasil pantauannya dilokasi banjir, terdapat banyak anak-anak mandi ditengah genangan air.

"Kita khawatir kalau anak-anak dilepas, bukan tidak mungkin akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Sebab, arus banjir cukup deras ditambah kedalaman air lumayan tinggi," tukasnya.

Karena intensitas hujan masih tinggi, Junaidi mengharapkan kerjasama semua pihak terutama kepala desa yang mempunyai wilayah agar segara melaporkan bila terjadi hal yang diluar kebiasaan.

"TRC BPBD secara rutin melakukan monitoring dan patroli darat, namun tetap kita butuh informasi dari masyarakat terutama Kadesnya agar sesegera mungkin melaporkan ke kami apabila banjir sudah mengancam keselamatan warga," tandasnya. (SN)
Share:

Akses PALI-Prabumulih Via Payu Putat Masih Terendam

PALI--Jalan penghubung PALI-Prabumulih via jembatan Payu Putat tepatnya di Kelurahan Payu Putat Kecamatan Prabumulih Barat sudah sepekan ini masih terendam banjir, aktivitas warga pun terhambat karena jalur tersebut nyaris putus. Pasalnya, diwilayah banjir terdapat jembatan darurat yang dibangun melalui swadaya masyarakat setempat dan selama banjir terjadi, jembatan tersebut tenggelam.

Warga yang menggunakan sepeda motor yang ingin menyeberang terpaksa harus merogoh kocek sebesar Rp 10.000 karena harus menggunakan jasa penyeberangan menggunakan perahu. Untuk pengendara roda empat, juga masih bisa melalui tetapi  harus ekstra hati-hati, karena jalur lintasan tertutup genangan air yang mencapai hampir satu meter serta jembatan darurat sama sekali tidak terlihat .

Keluhan beragam pun disampaikan warga karena apabila akses penghubung itu terputus, warga dua daerah tersebut terancam lumpuh, dan kalaupun harus mencari jalan lain, tentunya jarak tempuhnya cukup jauh.

Melihat kondisi ini, Aka Cholik Darlin SPdI MM Ketua umum Himpunan Masyarakat Lematang (Fakar Lematang) Kabupaten PALI, Prabumulih & Muara Enim ini mengharapkan Pemkot Prabumulih untuk dapat serius dan bekerja sama agar jalan tersebut segera di bangun dan di tingkatkan agar bebas banjir. Mengingat jalur tersebut adalah jalur segitiga emas penghubung dua daerah bahkan yang paling dekat adalah dua desa masyarakat Lematang yang berbeda wilayah namun satu suku yaitu suku Lematang.

Aka Cholik berencana dalam waktu dekat ini akan membawa surat resmi dan beraudensi dengan Pemkot Prabumulih untuk mengusulkan hal tersebut bersama ketua himpunan masyarakat Lematang Kota Prabumulih yang di ketua oleh Jon Kranoi dan Sekjen Murdani.

"Kita akan usulkan ke Pemkot Prabumulih agar kondisi ini kedepannya tidak terulang kembali," katanya.

Sementara itu, Ali Umar warga Kecamatan Prabumulih Barat yang mengelola jembatan darurat mengaku bahwa banjir tersebut akibat sungai Lematang meluap karena intensitas hujan cukup tinggi. Untuk jasa penyeberangan roda 4, dirinya memungut sukarela dari pengemudi karena jembatan darurat itu dibangun dengan swadaya masyarakat.

"Kalau tidak dibangun masyarakat, akses Prabu-PALI via Jembatan Payu Putat tidak bisa dilalui, pungutan tidak kami patok, sukarela dari pengemudi. Tetapi untuk pembangunan jembatan permanen, belum lama ini ada dari pemerintah provinsi mengukur jembatan yang telah kami bangun, dan menurut salahsatu pegawai Pemprov, jembatan ini bakal dibangun tahun ini juga, " terangnya.(SN) 
Share:

Warga Talang Jepit PALI Tewas Diduga Tersambar Petir

PALI - Ngatemi (48) warga talang jepit kelurahan talang ubi Selatan kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tewas tersambar petir saat sedang barsama dua cucunya.

Kejadian naas tersebut terjadi pada Sabtu (16/2/2019) sekitar pukul 16.00 WIB, dikebun korban diwilayah lubuk Guci kecamatan Talang ubi. Saat itu korban pergi ke kebun bersama suaminya Yatiman (52) dan dua cucunya, untuk menebang kayu.

Dari penjelasan Yatiman kondisi saat itu masih hujan rintik, korban dan dua cucunya berada di pondok yang berbentuk panggung, sedangkan dirinya berada sekitar 200 meter dari pondok untuk menebang kayu.

"Sepanjang hari ini memang gerimis, saat di kebun pun masih gerimis. Ketika saya akan menebang tiba-tiba ada suara petir, seketika saya ada firasat yang tidak enak, sehingga saya putuskan untuk kembali kepondok. Saya lihat istri saya (korban, red) sudah terbaring tepat didepan pintu pondok," ungkap Yatiman, saat dijumpai dirumah duka Sabtu malam (16/2/2019)

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa saat itu istrinya akan memasakkan mie instan untuk kedua cucunya, saat itu kedua cucunya berada diteras dan tidak terjadi apa-apa, padahan salahsatu dari tiang pondok patah akibat sambaran petir.

"Mungkin mukzizat anak-anak, sehingga tidak terjadi apa-apa pada cucu kami. Setelah kejadian itu saya minta tetangga didekat kebun untuk membantu korban ke rumah, dan ada juga dibantu odengan kendaraan perusahaan yang melintas." pungkasnya.(SN)
Share:

Jalan Pandan-Modong Bonyok

PALI--Akses jalan penghubung PALI-Prabumulih via Desa Modong tepatnya di jalan baru Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI kondisinya saat ini bonyok, berimbas aktivitas warga terhambat.

Dari pantauan media ini dilapangan, kondisi jalan yang mengalami rusak parah lebih kurang 50 meter. Meski tidak panjang, tetapi pengendara kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat harus ekstra hati-hati, karena kondisi jalan berlumpur serta licin dan terdapat lubang yang cukup dalam.

"Sudah hampir satu minggu jalan ini rusak. Awal rusaknya jalan ini selain ditimpa hujan terus menerus juga adanya angkutan kelapa sawit yang hilir mudik di jalan tersebut, membuat jalan ini hancur dan kami masyarakat kesulitan melalui jalan ini," ujar Warman, salahsatu warga setempat, Sabtu (16/2).

Lain halnya dengan pernyataan Aka Cholik Darlin, tokoh masyarakat Kecamatan Tanah Abang yang juga mantan anggota DPRD PALI dan saat ini dipercaya sebagai ketua umum Himpunan Masyarakat Lematang (Fakar Lematang).

Dirinya menyesalkan terjadinya kondisi jalan tersebut bisa babak belur seperti itu, padahal jalan tersebut belum lama dikerjakan pengerasan melalui APBD PALI dengan dana milyaran rupiah.

Politisi PKS tersebut berharap Bupati segera evaluasi tugas para ASN yang memantau proyek tersebut. Dan ditegaskannya pihak pemborong harus bertanggung jawab, karena jalan itu masih dalam masa perawatan.

"Yang paling penting teman-teman di DPRD PALI harus serius menyikapi ini sebagai fungsi pengawasan, terkhusus komisi II yang harus proaktif menyikapi keluhan rakyat, karena harus kita sadari bahwa kita terpilih karena mereka," tandasnya. (SN)
Share:

Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling


PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindu dan Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, sabtu (16/2/19)

Kali ini dua mobil Truk bermuatan kayu dan Fuso bermuatan logistik tersangkut dijalan yang berlobang hingga nyaris roboh

Dari terpantauaan mulai dari kawasan PDAM Kelurahan Tanjung Rambang sampai jembatan layang desa karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah jalan mengalami rusak berat yang mengakibatkan macet sepanjang kurang lebih 3 kilo meter

“rugi besar kalo setiap hari lewat sini harus antri karena jalannya rusak, apalagi mobilnya terjebak lobang harus bongkar muat” ucap Hendri salah satu sopir truk

Hendri menambahkan jika dirinya saat ini tidak hanya rugi dalam finansial juga rugi waktu karena harus menunggu macet

Menurut penuturan warga sekitar kemacetan sudah sering terjadi selama satu bulan terakhir karena mobil dengan tonase yang besar mengalami masuk lobang sehingga tak sanggup menahan beban yang dibawa menyebabkan mobil terguling

“sudah sering macet begini, paling ada mobil masuk lobang, kalo bisa ditambal dulu lah biar bisa lewat” ucap warga

Jalan yang licin dan berlumpur akibat diguyur hujan menanbah parah kerusakan jalan (sn)


SIMAK VIDEONYA ;


Share:

Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir

PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang.

Karena lokasi masih terendam banjir, bantuan tersebut dibagikan Dinsos dengan basah-basahan bahkan bagi yang tidak terjangkau dengan jalan kaki, Dinsos menggunakan perahu.

"Kami bagikan 110 paket sembako untuk warga terdampak banjir, dan mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban warga yang saat ini ada yang tidak bisa beraktivitas," ujar Metty Etika, Plt Kepala Dinsos PALI.

Sementara itu, Ballian kepala Desa Curup mengapresiasi kepedulian Pemkab PALI. "Meski bukan bencana besar, namun Pemda PALI peduli dan cepat menanggapi keluhan masyarakat," ucapnya. (SN)


SIMAK VIDEONYA :




Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts