Tidak Ingin Anak-anak Punya Anak, Dinas Ini Gencar Sambangi Sekolah

PALI--Sosialisasikan pernikahan usia ideal, yakni unit perempuan usia 21 tahun dan laki-laki usia 25 tahun, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gencar sambangi sekolah-sekolah.

Karena pernikahan usia dibawah ideal atau masih kategori belum cukup umur dikatakan Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI sangat berisiko dan akan menjadi beban dikemudian hari.

"Banyak risiko yang bakal dihadapi apabila melakukan pernikahan belum cukup umur, selain belum siapnya mental dalam mengarungi rumah tangga, yang bersangkutan juga rentan terhadap perlakuan KDRT," ungkap Yenni Nopriani, Selasa (19/2).

Untuk membuka wawasan masyarakat terutama remaja agar menghindari pernikahan usia dibawah umur, Yenni sengaja fokus mensosialisasikannya ke sekolah-sekolah terutama tingkat menengah atas.

"Dari pelajar kita berikan pengetahuan, yang diharapkan mereka (pelajar) akan menyampaikan ketengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, upaya ini bisa menekan angka pernikahan usia dibawah umur," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati PALI Heri Amalindo dalam kesempatan lain selalu menyebut bahwa pemerintah tidak ingin anak-anak mempunyai anak. Artinya, apabila usia anak atau masih remaja sudah menikah dan mempunyai anak, tentunya akan merepotkan anggota keluarga lainnya.

"Pernikahan usia anak-anak atau masih remaja sangat berisiko, dan itu harus dicegah. Bayangkan saja kalau anak-anak sudah punya anak?. Selain repot, pasti memicu angka perceraian dan KDRT serta penyakit lainnya, karena alat reproduksi anak-anak belum siap untuk melahirkan," tandas Bupati.(SN) 
Share:

Disatroni Rampok, Anak Istri ini nyaris Disandera


PRABUMULIH – Pencurian dengan pemberatan yang saat ini menghantui warga Kelurahan Gunung Kemala membuat sebagian warga resah pasalnya kemarin malam dua orang perampok satroni rumah warga, senin (18/2/19) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari

Perampokan yang terjadi dirumah Fenky (31) warga Rt.02 Rw.03 Ngerawan Patah Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih berakhir dramatis

Satu unit sepeda motor Honda Beat warna Hijau dengan nomor polisi BG 2250 CL lenyap dibawar kabur perampok melalui jendela depan rumah korban

Rumah korban yang saat itu dihuni Dewi (30) merupakan istri korban bersama anak sulungnya sedang tidur dikamar, saat itu Fengky sedang bekerja shif malam. Tiba-tiba terdengar suara orang membuka pintu

“aku kaget suami aku baru pegi begawe jam cak ini sudah balek” Ucap Dewi

Tanpa menghiraukan kecurigaan sang istri menyaut suara tersebut dengan memanggil suaminya
“Yah ngapo cepat nian balek begawe” terangnya

Mendengar suara korban kedua pelaku mencoba memaksanya keluar dari kamar dengan mendobrak pintu kamar, hingga mencongkel menggunakan besi. Sadar yang masuk kedalam rumah adalah rampok Dewi mencoba menahan pintu kamar dari dalam untuk berlindung dengan anaknya yang saat itu sedang tidur pulas

“Aku dak biso ngomong lagi pak, didalam kamar aku bediri sambil nahan pintu kamar takut dio masuk”

Selama dua jam lebih korban berdiri sambil terdiam menahan pintu agar perampok tidak masuk kamarnya, dirinya keluar setelah adzan subuh berkumandang. Tanpa bisa bicara Istri korban mencoba meminta tolong warga sekitar dengan cara melompat-lompat keluar rumah dengan wajah yang pucat itu, namun tak satupun orang bisa menolong

“dio ini cuma lompat-lompat dihalaman depan rumah tapi tidak bisa ngomong, banyak orang yang lewat itu kaget dan bertanya” terang Fengky setelah mengetahui kabar rumahnya dibobol perampok

Setelah beberapa jam kemudian istri korban sadar dan bicara bahwa motornya hilang dibawa kabur rampok.

Hinggga berita ini diturunkan korban belum melapor secara resmi ke pihak kepolisian (SN)

SIMAK VIDEONYA DISINI :


Share:

Curi Besi Pagar Sekolah, Herdi Terancam 7 Tahun Penjara

PALI-- Kelakuan M Herdi (21) warga Talang Pipa Kecamatan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI sungguh tidak terpuji, pasalnya lingkungan sekolah yang seharusnya dijaga dan dipelihara semua lapisan masyarakat rupanya malah besi pagar SMA YPIP Pendopo dicurinya.

Tentu saja, perbuatan Herdi terendus polisi dari hasil penyelidikan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari pihak sekolah. Dan pada Senin (18/2) 20.00 WIB, Herdi ditangkap Tim Elang Unit Reskrim Polsek Talang Ubi dan terancam bui 7 tahun penjara karena dijerat pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP.

"Pelaku ini diduga bukan sekali ini saja melakukan aksinya, karena pihak sekolah mengaku telah banyak kehilangan pipa besi yang dijadikan pagar sekolah. Pelaku ini juga dibantu temannya yang kini masuk DPO," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah, Selasa (19/2).

Modus yang dilakukan pelaku dijelaskan M Arafah bahwa pelaku melakukan pencurian dengan cara pelaku bersama dengan temannya Yd (DPO) mendatangi SMA YPIP pada saat keadaan sekolah libur hari, pada minggu (10/2/2019) sekitar jam 14.00 WIB.

Kedua pelaku membawa linggis sebagai alat untuk melakukan aksi pencurian tersebut. Kedua pelaku masuk kedalam pagar sekolah tersebut dan kemudian mengambil pipa pagar dengan cara menggali pipa ditanah dan kemudian melepaskan sanbungan las setiap pipa karena kondisi pipa tersebut sudah berkarat sehingga memudahkan kedua pelaku melepaskan dari sanbungan las.

"Dengan adanya kejadian itu pihak sekolah melaporkan ke kami karena mengalami kerugian sebesar Rp 5 juta. Anggota kita langsung melakukan lidik dan berdasarkan pemeriksaan/keterangan diketahui ciri-ciri dari salah satu pelaku tersebut," tukasnya.

Setelah penyidik dapat mengidentifikasi pelaku berada, kemudian dikatakan M Arafah dirinya beserta jajarannya melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku.

"Pelaku tidak melakukan perlawanan dan setelah dilakukan interogasi serta pengembangan pelaku mengakui perbuatan dan mengakui bahwa barang yang diambil tersebut disimpan dirumah pelaku dan kemudian dilakukan penyitaan terhadap barang yang diduga hasil curian itu. Pelaku dan BB kemudian diamankan ke Polsek Talang Ubi guna pemeriksaan lebih lanjut. Adapun BB yang diamankan berupa 3 (tiga) batang pipa ukuran 2 inci, panjang sekitar 2 meter," tandasnya. (SN)

SIMAK VIDEO PENANGKAPAN PELAKU :


Share:

Awak Media berperan Aktif dalam membangun, Bumi Serepan Serasan


PALI - Dalam di Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Memintak kepada awak media agar bisa terus bersinegri untuk membantu mengkritik membangun untuk di bumi serepat serasan ini.

Hal itu di sampaikan Bupati PALI Ir H Heri Amalindo saat acara di Kepemimpinannya tiga tahun.(18/2) Heri Amalindo berharap awak media sebagai penyambung lidah rakyat yang berperan aktif menyuarakan keluh kesah masyrakat sesui dengan etika jurnalistik

Selain itu , kritik dari para awak media sangat di harapkan dalam membangun kepemerintahan Kabupaten yang masih muda ini, agar bumi serapat serasan bisa menyesuaikan dengan Kabupaten yang sudah mapan

"Mari kita bersama membangun bumi serepan serasan ini agar bisa menjadi Kabupaten yang terdepan walau Kabupaten kita terbilamg masih muda" ucapnya

Ia meminta kepada awak media agar bisa menyampaikan "apa kondisi Infakstruktur di kabupaten PALI, Pendidikan, serta kesehatan masyrakat PALI agar kita bisa terus cepat tanggap dalam membenahi kekurang yang mungkin di keluhkan masyrakat. Harapnya

yang saat ini kabupaten PALI telah bebas dari ancaman kejahatan(Begal) yang membuat masyrakat PALI Resah, untuk saat ini sudah berapa tahun bumi serepat serasan bebas Dari kejahatan jalanan

"Bupati PALI Juga mencerikan keaman di PALI saat ini Bebas dari kejahatan, berkat awak media yang terus menyampaikan banyak kejahatan di PALI, dengan itu Kepolisian yang bertugas Di PALI terus memberantas kejahatan di bumi serepan serasan ini.pungkasnya (SN)
Share:

Curi Ban Honda Jazz, warga Gelumbang dibekuk


MUARA ENIM--Petugas Polsek Gelumbang berhasil meringkus, Reta Dinata (22), warga Kampung II, Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Sabtu (16/2) sekitar pukul 21.00WIB.

Pelaku dibekuk terlibat pencurian 2 unit ban mobil honda jazz di gudang rumah milik Jhoni Iswandi (55), warga yang sama pada Kamis (14/2) sekitar pukul 12.00 WIB. Kini pelaku berikut barang buktinya diamankan petugas.

Korban mengetahui ban mobilnya hilang pada saat hendak menghidupkan mobilnya. Tiba tiba dia sudah tidak melihat lagi 2 buah ban mobil yang berada di gudang tersebut.

Kejadian itu dilaporkannya ke Polsek Gelumbang. Mendindak lanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku yang tengah berada di warung bakso di Kelurahan Gelumbang.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, ketika dikonfirmasi, Senin (18/2) membenarkan penangkapan itu.

“Pelaku berikut barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 363 KUHP,” jelasnya. (SN)
Share:

Jalan Pandan-Modong Bakal Dibangun

PALI--Sempat sulit dilalui karena akses jalan penghubung PALI-Prabumulih via Desa Modong tepatnya di jalan baru Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kondisinya bonyok, karena ditimpa hujan terus menerus berimbas aktivitas warga terhambat. Namun kondisi itu akhirnya dilakukan perbaikan pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) dengan cara ditimbun menggunakan batu krokos.

"Yang mengalami rusak parah lebih kurang 50 meter. Meski tidak panjang, tetapi kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat harus ekstra hati-hati, karena kondisi jalan berlumpur serta licin dan terdapat lubang yang cukup dalam," ungkap Warman, warga sekitar Senin (18/2).

Namun diakui Warman bahwa sejak Minggu (17/2) jalan lama sudah ditimbun."Alhamdulillah sudah ada upaya dari pemerintah, tetapi kalau jalan lingkar atau jalan baru masih belum ditimbun dan meski sudah ditimbun tetapi akibat kondisi jalan bonyok ,tetap pengendara harus berhati-hati," katanya.

Terpisah, Etty Murniaty, Kepala Dinas PUBM PALI mengatakan bahwa Pemkab PALI bakal menyelesaikan jalan baru di Desa Pandan yang sebelumnya baru dilakukan pengerasan.

"Tahun 2019 ini jalan tersebut akan rampung dikerjakan dengan dicor beton. Selain jalan tersebut, jalan arah jembatan Tanjung Dalam juga bakal rampung dicor sehingga memudahkan masyarakat dalam beraktivitas," terangnya. (SN) 
Share:

Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM Diluncurkan Kejari PALI

PALI-- Kejaksaan Negeri (Kejari) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pencanangan zona integritas tersebut disaksikan Bupati PALI Heri Amalindo, Kepala Lapas Kelas 2 Muara Enim dan Kepala Pengadilan Negeri Muara Enim,  Senin (18/2) di Kantor Kejari PALI.

Seluruh pegawai Kejari membubuhkan tanda tangan mewujudkan zona integritas tersebut.

Kepala Kejari PALI Yunitha Arifin, menyatakan bahwa Kejari PALI saat ini tengah membangun zona integritas menuju WBK dan WBBM, yang mana masyarakat dapat mengakses layanan publik pada Kejari PALI secara transparan dan akuntabel.

"Diharapkan dengan adanya zona integritas kita dapat memberikan pelayanan khususnya pelayanan pubkik terdiri dari delivery barang bukti, pelayanan informasi manajemen perkara. Masyarakat juga dapat dengan mudah mengakses informasi-informasi penanganan perkara melalui akses kejaripaligo.id, yang mana masyarakat bisa melakukan pengaduannya melalui pengaduan online dan melakui delivery barang bukti, jadi masyarakat bisa mengetahui sampai dimana barang bukti penanganan perkara tersebut," jelas Yunitha.

Disamping itu, Yunitha juga menambahkan bahwa Kejari juga meluncurkan pelayanan TP4D, dimana dinas-dinas yang ada di Pemkab PALI dapat sharing dengan Kejari mengenai hukum. "Mereka (dinas-dinas) dapat mengakses secara online pelayanan TP4D, jadi mereka tidak perlu lagi datang ke kantor Kejari," imbuhnya.

Sementara itu Bupati PALI, Heri Amalindo menyatakan bahwa pemerintah sangat mendukung Kejari PALI dalam pencanangan WBK dan WBBM.

"Kami harap seluruh aparat kejaksaan jangan sungkan menegur pegawai pemerintahan, mengingatkan dan menasihatinya,  jangan sampai sudah parah baru ditegur. Mudah-mudahan dengan adanya zona integritas ini daerah kita bebas dari KKN dan pegawai pemerintahan kami bisa menjalankan tugasnya secara bersih. Dan kami juga dari pemerintahan merasa terbantu dengan adanya Kejari ini," ujar Bupati. (SN) 
Share:

Bus Damri masuk Rute Desa, ini rute dan jadwalnya.


PRABUMULIH – Demi mempermudah aktifitas warga dalam berpergian ke Kota maupun ke Desa kini Pemerintah Kota Prabumulih (Pemkot) telah menambah beberapa Armada Transportasi (Bus) Damri, tak hanya melayani antar Kota Bus Damri juga melayani rute ke beberapa desa di Kota Prabumulih, senin (18/2/19)

Penambahan empat unit bus Damri yang telah direalisasikan selama satu minggu ini masih sepi peminat, hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi Pemerintah kepada warga

Jalur yang dilewati Bus Damri yakni jurusan Prabumulih – Payuputat sebanyak dua bus dan jurusan Prabumulih – Tanjung Raman – Karangan sampai ke Desa Jungai juga sebanyak 2 unit bus
"Jadwal keberangkatan Damri Payuputat - Prabumulih dan sebaliknya"

Dari informasi yang didapat jadwal bus Damri beroperasi mulai pukul 06.30 Wib sampai dengan pukul 16.00 Wib dengan harga tiket yang dipatok hanya sebesar Rp.5 ribu saja sekali perjalanan

Keberadaan Bus masuk rute desa ini disambut baik oleh warga, pasalnya transportasi umum ini sangat membantu

“aku baru tau kalo ado bus damri lewat sini, sangat terbantu kami kak, apalagi di dusun kami memang dak ado lagi mobil angkot kalu nak kepasar” Ucap Adhe warga Gunung Kemala

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo, S.E saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan sangat setuju dengan adanya transportasi masal untuk masyarakat Prabumulih

“Kita apresiasi terobosan ini, karena transportasi umum seperti damri juga dibutuhkan masyarakat yang ada di desa, tapi tak hanya itu kalau bisa ongkosnya juga murah” Ucap Palo

Selain itu bus Damri yang telah beroperasi seminggu lebih ini diharapkan Pemerintah dan Instansi lain ikut mempromosikan ke masyarakat luas

“Kalo biso atur jam keberangkatnnya, pagi juga lebih bagus biar anak-anak sekolah bisa terbantu dengan bus ini, dan lebih penting lurah dan kadesnya membantu menginformasikan kepada masyarakat” lanjut ketua DPRD Kota Prabumulih ini

Nah, untuk lokasi trayek Bus Damri ini dipusatkan (mangkal) di Depan kantor DPRD Kota Prabumulih, masyarakat bisa menunggu disana dengan fasilitas bus yang nyaman dan tak hanya harga murah bus ini melayani dari pagi hingga sore sesuai jadwal masing masing rute (SN)

Share:

Syukuran Tiga Tahun Pimpin PALI, Heri Amalindo:Masih Ada Agenda Besar Yang Harus Dikerjakan

PALI--Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM menyebutkan masih banyak agenda-agenda besar yang belum dikerjakan dalam kepemimpinannya, seperti pengaktifan kembali Lapangan terbang  dan pembangunan pelabuhan di Bumi Serepat Serasan.

Hal itu dikatakannya saat acara syukuran tiga tahun kepemimpinannya di rumah dinas Bupati, Senin (18/2) yang menggelar yasinan bersama masyarakat Bumi Serepat Serasan. Dikatakan Bupati bahwa PALI terletak dijantung provinsi Sumatera Selatan yang harus memiliki sarana Bandara dan pelabuhan agar daerah-daerah lainnya datang ke PALI.

"Kalau sudah ada bandara dan pelabuhan, tentunya selain mempermudah akses masyarakat PALI, juga akan banyak warga dari daerah lainnya ke PALI. Kalau sudah demikian, masyarakat sekitar akan terangkat perekonomiannya, karena orang yang datang pasti butuh makan dan penginapan," ujar Bupati dihadapan ratusan masyarakat yang ikuti acara syukuran tersebut.

Selain itu, agenda berikutnya diutarakan Bupati adalah pemasangan jaringan gas dan jaringan air minum. "Seharusnya pemasangan jaringan gas sudah selesai, tetapi karena ada insiden pembakaran slang Jargas, jadi terhambat. Untuk itu kami meminta dukungan semua masyarakat agar proses pembangunan yang tengah berjalan bisa berjalan lancar," imbuhnya.

Pada kesempatan itu juga, Bupati menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh masyarakat yang telah bersatu padu dalam membantu pembangunan.

"Sudah tiga tahun kami diamanahkan untuk menjalankan roda pemerintahan di PALI, dan telah banyak yang kami lakukan yang saat ini diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat. Suksenya pembangunan yang telah dilaksanakan, berkat dukungan masyarakat juga," terangnya.

Pada usia Kabupaten PALI yang baru 5 tahun, Bupati menjelaskan bahwa PALI masih dalam pengawasan Kemendagri. "45 persen Daerah Otonomi Daerah (DOB) dikembalikan lagi ke Kabupaten induk, lantaran selalu ribut. Kami bersyukur di Kabupaten PALI masyarakatnya tetap menjaga persatuan," pujinya.

Untuk mencapai agenda yang belum dikerjakan, Bupati juga mengajak seluruh pegawai untuk mengabdi tulus agar PALI kedepan lebih maju lagi.

"Kami kedepan memprogramkan seluruh anak tidak ada lagi yang tidak bersekolah serta pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah. Untuk mencapai itu, kami mengajak kepada seluruh pegawai pemerintahan agar tetap bekerja, mengabdi dan melayani masyarakat," ajaknya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Drs H Soemarjono sampaikan terimakasihnya terhadap pemerintah daerah yang telah banyak berbuat selama tiga tahun kepemimpinan Bupati Heri Amalindo dan wakil Bupatinya Ferdinan Andreas Lacony.

"Kami mewakili seluruh masyarakat PALI menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Bupati yang mana sudah banyak dikerjakan, tetapi bukan berarti semuanya selesai. Untuk itu kami juga memohon doa dan dukungannya agar PALI mendapat pemimpin yang tetap amanah supaya bisa membangun
Kabupaten PALI," ucapnya.

Diceritakan Ketua DPRD PALI bahwa diketahui lima tahun lalu jalan penghubung banyak yang putus, tetapi setelah PALI terbentuk dan dibawah kepemimpinan Heri Amalindo, akses jalan sudah banyak yang dibangun.

"Alhamdulillah saat ini banyak jalan licin dan mulus, ini bentuk keberhasilan pemerintah dalam membangun daerah kita ini," ujar Soemarjono.(SN) 
Share:

Warga keluhkan Bekas Pemasangan Jargas tak ditimbun, Lurah : Nanti kita panggil kalau tak selesai


PRABUMULIH –  Pemasangan Jaringan Gas (Jargas) yang dipasang sejumlah titik membuat sebagian warga mengeluh, pasalnya galian pipa gas ditimbun asal-asalan bahkan tidak sama sekali membuat keresahan dikalangan masyarakat Kota Prabumulih

Warga Rt.02 Rw.03 Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih mengeluhkan bekas galian pipa gas disejumlah titik yang tidak ditimbun, hal ini menurut warga merugikan masyarakat bahkan menyebabkan kecelakaan karena timbunan yang asal-asalan

Salah satu pengerjaan penggalian pipa gas yang disoal warga yakni di jembatan Sungai Manggus yang tidak ditimbun, hal tersebut menurut warga akan menyebabkan erosi pada jalan yang digali karena lokasi penggalian yang dekat dengan sungai

“Coran jalan ini bisa patah karena terbawa arus air, apalagi disini banyak orang yang cuci motor” ucap Sudar warga Gunung Kemala

Dirinya menyayangkan pihak perusahaan yang melakukan penggalian tidak menimbun bekas galian yang dekat dengan bibir sungai

Sementara itu, Pihak perusahaan yang mendapatkan proyek pengerjaan jalan tersebut saat dikonfirmasi mengatakan sudah melaporkan keluhan warga ke pihak pemborong

“kemarin sudah saya laporkan pak, samo bos, katanya nanti akan segera diperbaiki” terang Riko selaku pengawas lapangan

 Terpisah, Lurah Gunung Kemala Sumarden, SKM saat ditemui dikantornya mengatakan belum mengetahui laporan warga dan jika benar dirinya berharap pihak pemborong untuk segera menimbun bekas galian yang disoal warga

“seharuanya perusahaan memperhatikan keselamatan warga, fasilitas umum jangan ditinggal saja, kalo jalannya amblas nanti siapa yang tanggung jawab” ucap Sumarden

Diketahui, sudah satu minggu lebih laporan warga namun hingga kini belum ada perbaikan dari perusahaan

“nanti kita panggil pihak pemborong kalau bisa segera ditimbun” tegasnya (SN)




Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts