Korupsi Dana Desa, Kades ini habiskan uang hingga Rp. 481 juta


BATURAJA - Zulfikri Umar (42) Kepala Desa Ulak Lebar non aktif di Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) hanya bisa tertunduk lesu saat ia ditahan di Mapolres OKU atas dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dan penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017.

Tak tanggung- tanggung Kades non aktif melakukan tindak pidana korupsi mencapai Rp481.057.200.

Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim, AKP Alex Andrian dalam press rilisnya menyatakan, modus pelaku melakukan tindak pidana korupsi ini yakni melakukan pencairan dana desa tahap pertama sebesar Rp481.057.200.

“Pencairan ini dilakukan oleh pelaku sendiri tanpa melibatkan perangkat desa selaku PTPKD,” Kata Kapolres, Selasa (26/2).

Dana desa yang dicairkan lanjut Kapolres, digunakan pelaku untuk keperluan pribadi yakni membeli satu unit mobil Toyota Avanza seharga Rp150 Juta, untuk keperluan istri melahirkan dan keperluan pribadi lainnya. “Kasus ini kita ungkap sejak adanya laporan pada April 2018 lalu,” ungkapnya.

Dari tangan tersangka Polres OKU menyita barang bukti berupa satu unit mobil pribadi jenis Toyota Avanza seharga Rp150 Juta, serta melakukan penyitaan terhadap rekening pribadi tersangka di Bank Sumsel Babel Baturaja dan melakukan pembekuan rekening tersangka sebesar Rp96 Juta.

“Atas dugaan tindak pidana korupsi ini negara mengalami kerugian sebesar Rp481.057.200,” ungkapnya.

Tersangka lanjut Kapolres, dijerat pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Ancamannya hukumannya diatas 5 tahun,” tegas Kapolres. (SN)
Share:

Galuh Adiwinata, warga Prabumulih bersuara emas yang ditemukan Musisi Terkenal Harry Toledo


PRABUMULIH – Galuh Adiwinata putra kedua dari pasangan Asef Suparman dan Totin Hartati yang memiliki suara dengan ciri khas yang beda dengan penyanyi kebanyakan yang ber Genre Pop Jazz itu menjadi buah bibir dikalangan anak muda generasi milenial saat ini. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Harry Toledo yang mendengar suara emas putra asli Prabumulih melalui rekaman video bernyanyi disalah satu Caffe

Galuh yang dikenal suka bernyayi sejak masih kecil itu sudah beberapa kali mengikuti kompetisi dan manggung dibeberapa tempat hiburan seperti caffe, dan tak hanya itu pria yang berasal dari sekolah SMA Negeri 1 Prabumulih yang juga merupakan satu sekolah dengan penyanyi dangdut Rara LIDA itu kini menjadi idola baru bagi pencinta musik khususnya warga Prabumulih.

SIMAK VIDEONYA :



Lounching Album Perdana dengan Judul “18” dengan lagu single andalan “Ku tak ingin” yang digelar di Gedung Patra Ria Komplek Pertamina Asset 2 Prabumulih selasa malam ramai dikunjungi oleh anak muda, selasa (27/2/19)

Acara yang digelar sekitar pukul 19.00 wib merupakan awal peluncuran album perdananya dengan tujuh lagu yang diciptakannya yang mengambil dari cerita pengalaman hidup pribadinya

“saya sangat berterima kasih lagu saya diterima oleh penggemar saya di Prabumulih, mungkin ilmu dan pengalaman masih sedikit tapi saya tetap berusaha menampilkan yang terbaik buat warga Prabumulih” ucap Galuh saat diwawancarai oleh awak media disela istirahat Lounching Albumnya tadi malam

"Perfome Galu Adiwinata di Gedung Patra Ria Komplek Pertamina Prabumulih"


Tak hanya bisa bernyanyi di genre musik Pop Jazz pria yang tahun lalu duduk dibangku kuliah dengan jurusan Game Application And Technology di Univeraitas BINUS Jakarta itu juga mahir dalam memainkan Gitar

Dalam naungan Musik Distribusi Stoodio Indonesia Galuh menitih karirnya dengan sentuhan tangan dingin seorang Harry Toledo yang juga merupakan Produser, yang pernah menghantarkan penyanyi Indonesia sekelas Tompi kepuncak kejayaan

“saya hanya iseng saja buka kiriman video dari rekan kerja, biasanya puluhan video rekaman yang diajukan kesaya, saya terkejut kok bagus banget suara ini anak” Ucap Musisi Indonesia Harry Toledo saat konferensi pers tadi malam diruangan gedung Patra Ria Komplek Pertamina

Presiden Indonesian Bass Family (IMF) Harry Toledo juga mengatakan sangat tertarik dengan ciri khas suara anak muda asal Prabumulih itu.

“rekan kerja saya minta maaf ke saya karena biasaya kalau mau kirim sesuatu (video galuh) itu harus melalui Prosedur, dia sampai rela dipecat” terangnya menceritakan proses pengenalan Penyanyi Pop Jazz itu

Dirinya sepulang dari luar negeri mengaku kaget mendengarkan lagu yang dinyanyikan Galu Adiwinata disalah satu Caffe

Hingga kini Galuh dengan sentuhan musisi terkenal indonesia itu akan menggelar Lounching Album di tiga tempat yakni Prabumulih, Palembang dan terakhir di Jakarta (SN)
Share:

Pemkab PALI Bangun Pos Terpadu, Polres Dukung dan Siap Bantu

PALI-- Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono menyatakan pihaknya akan menugaskan beberapa anggotanya untuk bantu menunggu pos terpadu yang telah dibangun pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibeberapa titik tempat rawan aksi kejahatan di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Hal itu dikatakannya untuk menekan angka kriminalitas di Kabupaten PALI. "Kita akan bantu Satpol.PP PALI untuk monitoring penjagaan pos terpadu," ungkap Kapolres belum lama ini.

Dengan adanya pos terpadu, Kapolres akui bahwa pihaknya terbantu dalam meminimalisir tindak kriminal. "Meski saat ini belum dioptimalkan dalam penjagaan, tetapi kami sangat mendukung adanya pos terpadu. Untuk saat ini memang kita fokus pengamanan Pemilu, namun usai gelaran pesta demokrasi, kita akan bantu monitoring penjagaan di pos-pos terpadu yang telah dibangun," tukasnya.

Disamping penempatan anggota kepolisian di pos-pos terpadu, Kapolres juga sebut bahwa pihaknya juga bentuk Polisi air (Polair) apabila Polres PALI telah berdiri.

"Kalau Polres PALI berdiri, bakal ada Satuan Polair. Gunanya untuk memantau aktivitas warga di perairan. Adanya satuan Polair juga mempersempit ruang gerak peredaran narkoba melalui jalur air. Untuk penempatan satuan Polair bisa di pelabuhan Desa Prambatan Kecamatan Abab," tandasnya.

Terpisah, Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI mengapresiasi dukungan dari Kapolres. Zulkopli juga menjelaskan bahwa untuk penjagaan pos terpadu optimalnya diperkirakan bulan Maret 2019.

"Kita masih menunggu dinas PU untuk memasang penerangan. Untuk penjagaan, kami apresiasi pihak kepolisian atas dukungannya. Disamping itu, kita juga libatkan anggota Linmas setempat agar warga yang biasa beraktivitas disekitar lokasi rawan tindak kriminal bisa mudah dikenali," ucapnya.(SN) 
Share:

Cukup KK dan KTP PALI, Bupati Jelaskan Program UHC Tidak Batasi Jenis Penyakit

PALI- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo mempersilahkan masyarakat Bumi Serepat Serasan untuk berobat melalui Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi dengan cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik serta Kartu Keluarga (KK).

Karena, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah mengeluarkan program UHC (Universal Health Comperage).

"Kita bekerjasama dengan BPJS kesehatan yang dibantu UHC, artinya bagi masyarakat yang belum terdaftar di BPJS atau yang sudah terdaftar tetapi tidak mampu bayar iurannya di BPJS bisa pakai KTP atau KK untuk berobat," ujar Bupati, Selasa (26/2).

Untuk jenis penyakit yang dijamin, Bupati menjelaskan bahwa tidak ada batasan  penyakit yang dijamin pada program UHC. "Tidak semua masyarakat yang memiliki penyakit berat. Kadang ada pasien yang dua atau tiga hari sembuh, kadang juga ada yang memerlukan perawatan lama. Seperti ada anak Balita belum lama ini mengalami bocor jantung, yang perlu penanganan khusus dan kita kirim ke Jakarta. Artinya dengan asuransi ini, tidak ada jenis penyakit yang dibatasi atau tidak masuk dalam program ini, namun masyarakat PALI bisa berobat secara gratis hanya bawa KTP atau KK," jelas Bupati.

Sebelumnya, kepala Dinas Sosial (Dinsos) PALI, Metty Etika menjelaskan program UHC. "Ini program pak Bupati PALI untuk menjamim kesehatan masyarakat Bumi Serepat Serasan. Jadi, bagi warga yang sakit, silahkan dibawa ke rumah sakit dengan KK dan KTP," ungkap Metty.

Untuk memastikan identitas kependudukannya terdaftar pada program tersebut, Metty menyarankan agar msyarakat untuk mengecek di Pukesmas masing-masing kecamatan.

"Jika belum terdaftar silahkan bawa fotocopy KTP dan KK ke Dinsos PALI untuk menjadi anggota BPJS program Jamkesda yang iurannya dibayar pemerintah. Tetapi bagi masyarakat yang pernah masuk BPJS mandiri kemudian tidak mampu membayarnya lagi, silahkan membuat surat  pernyataan diatas materai untuk keluar dari kepesertaan BPJS mandiri kemudian dimasukan keprogram pemerintah Jamkesda," jelas Metty.

Dalam hal ini, Metty mengaku bahwa pihak Dinsos hanya melakukan pendataan saja. "Kita hanya melakukan pendataan," pungkasnya. (SN)
Share:

Balita di PALI Nyaris Tewas Tenggelam di Tengah Banjir

PALI--Sabil anak yang baru berusia 3 tahun asal Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) nyaris saja meregang nyawa karena lepas dari pengawasan kedua orang tuanya sebab tenggelam ditengah banjir yang melanda desa tersebut.

Beruntung, nyawa anak pasangan dari Kari (55) dan Ani (45) bisa diselamatkan setelah dua jam tidak sadarkan diri, karena cepat diketahui kedua orang tuanya.

"Aku tengah nyadap pak, dan istri aku sedang mencari kayu bakar. Saat kejadian, anak kami sedang bermain dengan kakaknya yang baru berumur 7 tahun di pondok. Kondisi pondok tergenang banjir," ujar Kari, kepada media ini, Selasa (26/2) saat di ruang UGD RSUD RSUD Talang Ubi.

Saat bermain, diceritakan Kari diduga kedua anaknya turun dari pondok. "Saat diketahui, anak kami yang kecil (Sabil) sudah terkulai lemas, dan dipeluk kakaknya diangkat dari air. Kami pun langsung berlari untuk menyelamatkannya," tuturnya.

Korban sempat tidak sadarkan diri lebih kurang dua jam, tetapi diakui Kari bahwa dirinya tidak menyerah. Setelah beberapa kali badan korban dibalik, lalu keluar air dari mulutnya, kemudian Kari melarikan anaknya ke Puskesmas Tanah Abang dibantu warga lainnya.

"Setelah di Puskesmas baru anak kami sadar dan muntah air. Saat dibawa dari kebun sampai Puskesmas, posisi anak kami tidak sadarkan diri. Kami sempat putus asa dan tidak menyangka akan hidup lagi. Setelah sadarkan diri, pihak puskesmas merujuk anak kami ke RSUD Talang Ubi," kenangnya.

Sementara itu, salahsatu petugas puskesmas Tanah Abang mengatakan bahwa korban diduga tenggelam selama dua atau tiga menit. "Beruntung cepat diketahui, lambat sedikit saja, bukan tidak mungkin nyawa korban tidak bisa diselamatkan," katanya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kabupaten PALI, Junaidi Anuar menyampaikan himbauan agar warga mengawasi anak-anaknya agar tidak mandi atau bermain ditengah banjir. "Meski warga Desa Curup sudah terbiasa banjir, tetapi tetap waspada untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya. Karena kedalaman air cukup tinggi dan arus banjir lumayan deras. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," sarannya.(SN) 
Share:

DPRD PALI Bahas 8 Raperda

PALI -- Pembahasan 8 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) kembali digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui rapat paripurna II, Selasa (26/2) dihadiri 17 anggota dewan dari 25 anggota dewan yang ada.

Rapat paripurna dengan agenda penyampaian hasil laporan kerja Pansus, Permintaan persetujuan dari anggota dewan secara lisan, Penandatanganan Keputusan bersama 8 Raperda serta  Sambutan Bupati dipimpin langsung ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono yang dihadiri Bupati PALI H Heri Amalindo.

Hasil laporan kerja Pansus dibacakan ketua Pansus, H Asri AG. "DPRD hanya membentuk satu Pansus, semuanya terlibat langsung dalam membahas, mengkaji dan menelaah 8 Raperda tahun 2019," kata H Asri.

Walaupun dengan waktu yang singkat, dibacakan H Asri bahwa Pansus berusaha memberi masukan dengan melalui rapat koordinasi, kunjungan kerja dan konsultasi di beberapa kementerian.

Dalam membacakan hasil laporan kerja Pansus, H Asri menyebutkan beberapa masukan terhadap 8 Raperda yang diajukan Pemkab PALI, diantaranya menyoroti mahalnya tarif kelas 3 RSUD Talang Ubi.

"Setelah kami sandingkan dengan beberapa rumah sakit, ternyata tarif di RSUD Talang Ubi cukup mahal. Ini perlu pembenahan administrasi dengan tidak mengenyampingkan pelayanan," tukasnya.

Adapun 8 Raperda yang dibahas adalah
1.Penyelenggaraan PPPA,
2 . Administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
3.Pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.
4.Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
5. Rencana Induk Pembangunan pariwisata daerah
6.Pengelolaan Keuangan Daerah
7.Perubahan atas perubahan Perda nomor 5 tahun 2016 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah.
8.tarif pelayanan kelas 3 RSUD Talang Ubi.

Setelah paparan hasil laporan kerja Pansus, selanjutnya pimpinan paripurna meminta persetujuan dari anggota dewan secara lisan. Dan secara bulat, seluruh anggota dewan yang hadir menyetujui pembahasan 8 Raperda yang diajukan Pemda PALI.

Sementara itu, Bupati PALI mengapresiasi DPRD PALI yang telah menyetujui 8 Raperda. "Atas nama pemerintah, kami mengapresiasi terhadap DPRD PALI  yang telah membasas dan memberi masukan serta kritik terhadap 8 Raperda. Hasil pembahasan ini akan kami sampaikan ke Gubernur untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Perda," terang Bupati
Share:

Tingkatkan PBH, Herman Deru Imbau Perusahaan Buat NPWP Dalam Provinsi Sumatera Selatan

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru meminta para pengusaha yang ada di daerah ini untuk  membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) melalui kantor pelayanan pajak  yang ada di Sumatera Selatan.

“Jadi bagi para pengusaha yang ada di Sumsel selain  mendaftar kan NPWP  di kantor pajak  pusat, seharusnya  mendaftar NPWP-nya di daerah ini agar ada kontribusi untuk masyarakat di Sumsel,” ungkap Herman Deru, disela-sela menerima audensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan,  Imam Arifin rangka pekan panutan penyampaian SPT Tahunan PPH, bertempat diruang audensi Gubernur, Senin (25/2) siang.

Yang terjadi selama ini lanjut Herman Deru, NPWP perusahaan yang berada di Sumsel lebih banyak terdaftar di kantor pajak luar Provinsi Sumsel. Sehingga mengakibatkan, Sumsel tidak mendapatkan bagian hasil dari pembayaran pajak melainkan masuk ke kas daerah lain , dimana NPWP dikeluarkan.

“Saya meminta masyarakat pengusaha, BUMN, BUMD yang bergerak di Sumsel dapat memberikan kontribusinya  bagi daerah ini melalui pembayaran pajaknya,” harap Herman Deru.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan,  Imam Arifin menegaskan  tujuannya melakukan audensi untuk melaporkan sejumlah agenda diantaranya meminta bantuan pada Gubernur selaku kepala daerah untuk mengingatkan warga Sumsel agar dapat  menyampaikan SPT tahunan melalui e-filing paling lambat 31 Maret 2019 mendatang.

“Ini rutin setiap tahun kami lakukan,  sekaligus meminta Gubernur untuk dapat secara langsung memberikan contoh menyampaikan SPT tahunan melalui e-filing,  pada minggu kedua atau ketiga di bulan Maret 2019 mendatang,” tambahnya.

Dia memaparkan untuk target penerimaan pajak pada tahun ini, melalui Kanwil Pajak Sumselbabel sebesar Rp 15,07 Triliun. Target tersebut  terealisasi sekitar 92 persen.  atau naik sebesar 15 persen  dari target tahun sebelumnya.

“Sektor penyumbang pajak terbesar di Sumsel adalah sektor perdagangan, pertambangan,  perkebunan serta ekspor dan impor,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penandatanganan kesepahaman bersama atau MoU terkait dengan

Konfirmasi Status Wajib Pajak yang nantinya akan berisikan pertukaran data antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dari pengusaha yang ada di Sumsel
Share:

Seleksi Calon Petugas Haji

MUARA ENIM -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muara Enim, gelar tes tertulis calon petugas haji 2019. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sumsel H Darami, bertempat di Balai An-Nazkir Kantor Kemenag Muara Enim, Senin (25/2).

“Setiap peserta seleksi petugas haji harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan panitia,” tegas H Darami, saat sampaikan sambutan.

Menurut Darami, tes tersebut berlangsung selama satu setengah jam, mulai pukul 8.00 hingga 9.30 Wib. “Seleksi ini serentak dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Sumsel,” tambah dia.

Kepala Kantor Kemenag Muara Enim, H Abdul Harris Putra didampingi Kasubbag TU, H Solihan menuturkan, jumlah peserta seleksi calon petugas haji Kabupaten Muara Enim sebanyak 10 orang.

“Dua orang mengikuti tes Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), tiga orang seleksi Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH), dan lima orang lainnya ikuti seleksi Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI),” beber Harris.

Lanjut Harris, kesepuluh orang yang mengikuti tes tertulis tersebut, sebelumnya sudah lebih dulu mengikuti seleksi administrasi. “Mereka ini sudah lulus seleksi administrasi. Hari ini seleksi lanjutan yakni tes tertulis,” katanya.

Sementara itu, selama pelaksanaan tes, peserta seleksi dilarang membawa smartphone. Hal ini dilakukan supaya berjalannya proses seleksi petugas haji tidak ada kecurangan.
Share:

Sepulang antar anak sekolah, rumah warga ini hangus terbakar


PRABUMULIH – Warga Jalan Ry.p1 Rw.03 Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan tadi pagi dihebohkan dengan adanya api yang nyaris menghanguskan rumah Eko Prayitno (41) sekitar pukul 09.00 Wib pagi, senin (25/2/19)

Kejadian kebakaran itu diketahui istri korban yang sebelumnya mengantar anak ke Sekolah, sesampainya dirumah istri korban mencurigai mencium bau seperti terbakar, merasa curiga korban pun mengecek kedalam rumah

Seketika korban menjerit minta tolong kepada warga karena api sudah membakar atap plafon tepatnya dikamar belakang rumah korban

Seketika mendengar jeritan korban minta tolong, warga pun berdatangan untuk memadamkan api

“kami denger wong jerit minta tolong, jadi kami keluar rumah” ucap Evi yang merupakan tetangga korban

Dari kejadian tersebut beberapa perabotan dirumah korban habis terbakar dan kerugian yang dialami korban ditafsir sekitar Rp.25 juta

Dari lokasi kejadian terlihat satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kota Prabumulih diterjunkan guna memadamkan api yang terus menjalar kerumah korban yang diduga karena konsleting listrik (SN)

Share:

Begal Motor Dibekuk

MUARA ENIM--Hanya dalam hitungan jam, petugas Unit Reskrim Polsek Gelumbang berhasil membekuk satu dari 2 pelaku begal motor dengan korban Eru Ratna Dewi (36), warga Dusun I, Desa Sebau, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Minggu (24/2) sekitar pukul 09.00WIB.
              Pelaku diketahui bernama Heryansyah (26), warga Desa Tanjung Miring, Kecamatan Sungai Rotan, Muara Enim. Pelaku bersama temannya membegal korban ketika  mengendarai sepeda motor honda scoopy BG 3613 DAF, melintas antara jalan Desa Sebau dan Desa Jambu, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Minggu (24/2) sekitar pukul 08.30WIB.
             Kejadian itu pada saat korban tengah melintas di jalan desa tersebut. Tiba tiba muncul pelaku dan temannya dengan menggunakan penutup wajah masker menyetop korban.
            Pelaku meminta korban untuk menyerahkan sepeda motornya. Saat itu pelaku berupaya meminta pertolongan dengan mengambil Hp untuk menelpon. 
         Namun pelaku langsung menodongkan senjata api rakitan jenis pistol kearah korban. Pelaku meminta korban untuk tidak ada barang barang yang dibawa jika ingin selamat.
             Lantas korban pasrah memberikan HP, uang tunai Rp 409.500 serta sepeda motornya untuk diambil pelaku. Ketika pelaku hendak pergi membawa kabur sepeda motor tersebut, korban berteriak minta tolong yang terdengar oleh suami korban.
              Lalu, suami korban menghubungi menepon warga di Desa Sebau, memberitahukan bahwa istrinya telah dibegal. Lantas warga secara beramai ramai mengepung pelaku dengan membelokir jalan menuju keluar desa.
           Selanjutnya, Kepala Desa Sebau menghubungi Kapolsek Gelumbang mengatakan telah terjadi begal dan pelaku sudah dikepung warga. Lalu petugas Polsek Gelumbang langsung meluncur ke lokasi kejadian.
               Ketika sampai di lokasi kejadian, petugas bersama dengan warga menyisir hutan tempat pelarian pelaku yang telah dikepung. Akhirnya pelaku berhasil dibekuk petugas bersama warga. Sedangkan teman pelaku berhasil meloloskan diri.
                 Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor honda scoopy, HP milik korban, satu puncuk senjata api rakitan  dengan satu buah amunisi serta 1 buah kunti T.
                  Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan itu.
              “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan. Sedangkan teman pelaku yang telah diketahui identitasnya masih dilakukan pengejaran. Dalam kasus ini pelaku dijejar pasal 365 KUHP,” jelasnya. (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts