Masih Ngeyel, Wabup Akan Tertibkan Pedagang Bandel

MUARA ENIM--Masih banyaknya para pedagang kakilima  yang menggelar dagangan di sepanjang jalan disekitar Pasar Inpres kota Muara Enim, membuat Wakil Bupati (wabup) Muara Enim, H Juarsah SH geram. Orang nomor dua di Bumi Serasan Sekundang, Rabu (20/3) pagi sekitar pukul 08:00 wib melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Inpres untuk mengingatkan alias mengultimatum para pedagang bandel.
             Kedatangan Wabup ke pasar inpres didampingi sejumlah anggota Sat Pol PP Kabupaten Muara Enim. Meski tak ada penertiban, namun Wabup mendeadline para pedagang agar tidak lagi berjualan di jalan dan segera menempati lapak yang disediakan di halaman depan eks SMK Negeri 1 Muara Enim.
            "Jangan diulangi lagi pak, buk. Tempat kan sudah disediakan, jalan ini untuk dipakai kendaraan bukan untuk berjualan,"kata Wabup.
             Dalam sidaknya itu, Wabup pun tak segan berkomunikasi langsung dengan para pedagang yang mayoritas berjualan sayur mayur dan ikan tersebut. Namun politisi partai PKB ini mengingatkan pedagang agar patuh supaya tidak terkena penindakan."Sekali lagi tidak ada toleransi, kalau masih berjualan kami tertibkan langsung,"tegas Wabup.
             Berdasarkan pantauan, setiap pagi disepanjang jalan  Pasar Inpres kerap terjadi kemacetan lalulintas karena bagian badan jalan dipenuhi lapak-lapak para pedagang.  Selain menyebabkan kemacetan,  kondisi ini juga membuat jalanan tampak kotor akibat sampah-sampah berserakan paska pedagang berjualan.
                Sering dilakukan sosialisasi dan himbauan dari instansi terkait supaya pedagang tak lagi menggelar lapak dijalan. Bahkan, pemerintah kabupaten Muara Enim telah menyiapkan lahan untuk mereloksi pedagang supaya berjualan di depan eks SMK Negeri 1 Muara Enim.
Namun himbauan tersebut banyak tak indahkan para pedagang sehingga kondisi jalan langganan macet lantaran dipenuhi lapak pegadang. 
Share:

Pagi Pagi Kantor BPMPT Muara Enim Ludes Terbakar

MUARA ENIM--Warga Jalan Kemayoran Kota Muara Enim, Rabu (20/3) sekitar pukul 05.45 WIB mendadak heboh. Itu disebabkan  kantor Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) kabupaten Muara Enim, yang berada di  jalan tersbut dan bersebelahan dengan gedung kantor Bupati Muara Enim tiba tiba terbakar.
               Api melalap bangunan gedung tersebut sangat cepat membuat gedung tersebut tak tersisa lagi. Bahkan seluruh dokumen penting dan berkas berkas perusahaan yang tengah mengurus proses perizinan di kantor tersebut turut terbakar. Selain itu ijazah salah seorang pegawai kantor tersebut juga turut ludes terbakar.  
                “Ada ijazah pegawai ikut terbakar. Kemungkinan pegawai tersebut tengah mengurus berkas berkas kenaikan pangkat sehingga membawa ijazahnya ke kantornya dan tidal langsung membawanya pulang,” jelas salah seorang pegawai. 
                Dalam kejadian itu, tidak saja gedung BPMTP yang terbakar, tetapi tower internet Pemkab Muara Enim juga ikut roboh. Tower tersebut roboh akibat kabel sling penahan tower tersampat mobil pemadam kebakaran saat melintas di jalan belakang gedung kantor Bupati menuju lokasi kantor BPMTP yang terbakat.  
                   Informasi dihimpun menyebutkan,  penyebab kebakaran diduga  berasal korsleting listrik diruang bagian belakang kantor. Menurut pengakuan warga sekitar, sebelum api dengan cepat menghanguskan bangunan,  mereka menyaksikan sempat terjadi percikan api dari dalam kantor sekitar pukul 05:45 WIB.
                Nahasnya, api tersebut langsung dengan cepat menyambar sejumlah barang-barang didalam kantor hingga bagian atap. Sehingga penyebaran si jago merah tak terkendali dan menghanguskan seluruh bagian gedung kantor.
                  Besarnya api juga hampir menyambar bangunan samping kantor Bupati Muara Enim. Namun, petugas Dinas pemadam Kebakaran menerjunkan sebanyak 5 unit mobil pemadam untuk menjinakkan api.Sayangnya, api telah terlanjur membesar sehingga petugas kesulitan melakukan pemadaman cepat. Petugas baru dapat menjinakkan api satu jam kemudian atau sekitar pukul 07:10 WIB.
                 Kejadian kebakaran itu mendapatkan perhatian khusus Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM yang melihat langsung ke lokasi kebakaran. Dia juga melihat tower internet di belakang gedung Pemkab Muara Enim yang rohob akibat tersambar mobil pemadam kebakaran.
                “Ini merupakan musibah. Solusinya kita memindahkan kantor BPMPT ke gedung yang baru. Kita harapkan minimal 2x24 jam kantor tersebut sudah berfungsi kembali seperti sedia kala untuk melayani masyarakat karena kantor tersebut merupakan pelayanan masyarakat,” jelasnya.
                    Terhadap dokumen dokumen yang terbakar, lanjutnya, lantinya akan dibuat laporan bencana. Kemudian nantinya dibuat dokumen baru. “Pada intinya walaupun gedung tersebut terbakar, tetapi pelaksanaan pelayanan masalah prizinan harus tetap berjalan,” jelasnya. 

Share:

Kotak Suara Dijemur, Begini Keterangan Ketua KPUD PALI

PALI--Kotak suara untuk Pemilu 17 April 2019 mendatang, yang disimpan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Gudang samping Mapolsek Talang Ubi, terlihat dijemur di halaman gudang tersebut pada Selasa (19/3).

Tentu saja, kotak suara yang dijemur menjadi perhatian masyarakat. Untuk menghindari persepsi buruk, Fikri Ardiansyah, Ketua KPUD PALI menyampaikan bahwa kotak suara yang dijemur itu hanya lembab dan jumlahnya hanya 7 buah.

"Kotak suara tidak ada yang rusak, hanya lembab. Itu diketahui saat gudang penyimpanan kotak suara dibongkar karena akan dipindah ke gudang sebelah," ungkap Fikri Ardiansyah, kepada media ini, Rabu (20/3).

Diakuinya bahwa saat penjemuran kotak suara, banyak masyarakat menghubunginya menanyakan penyebabnya, dan ada juga yang langsung menuduh bahwa KPUD PALI tidak profesional.

"Saat dipindah itu, seluruh kotak suara dibongkar dan terlihat banyak dihalaman gudang. Nah, karena terlihat banyak, masyarakat menganggap banyak kotak suara yang rusak, padahal kotak suara yang ada dihalaman gudang belum dimasukan karena pegawai kita tengah menyusun kotak suara yang lain di gudang sebelahnya," tukasnya.

Pemindahan kotak suara ke gudang sebelahnya telah selesai dilakukan, untuk kotak suara yang lembab dikatakan Ketua KPUD PALI bahwa kondisinya tidak rusak.

"Sebenarnya tidak terlalu lembab, itu akibat ada dibagian paling bawah dan berada dekat dinding. Tapi sekarang sudah aman dan kering. Alasan pindah gudang, karena gudang bekas kotak suara nantinya akan digunakan untuk pelipatan kertas suara, dimana saat ini kertas suara diperkirakan datang ke KPUD PALI pada Rabu malam ini," pungkasnya.(SN) 
Share:

Bobol Rumah Warga Lawang Kidul, Indra Lesmana Dibekuk Polisi


MUARA ENIM,--Petugas Polsek Lawang Kidul, akhirnya berhasil membekuk satu dari dua pelaku pembobol rumah milik Zulkagus (35), warga perumahan MTS Jalan Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim yang terjadi pada  (9/1) sekitar pukul 21.00WIB.

Pelaku diketahui bernama Indra Lesmana (27), seorang buruh warga BTN PAMA, Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim. Pelaku ditangkap petugas di rumahnya, Senin (18/3) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kini pelaku bersama barang buktinya telah diamankan petugas di Mapolsek Lawang Kidul. Sedangkan teman pelaku yang telah diketahui identitasnya telah ditetapkan sebagai DPO.

Aksi pembobolan itu dilakukan pelaku bersama temannya pada saat korban pergi ke rumah mertuanya. Lantas pelaku bersama temannya masuk dari pintu belakang rumah tersebut dan mengambil barang barang berharga milik korban.
Pada saat korban pulang kerumahnya, dilihatnya semua isi rumahnya sudah berantakan dan barang barangnya sudah hilang. Lalu kejadian itu dilaporkannya ke Polsek Lawang Kidul.

Lalu petugas menindak lanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya pelaku berhasil membekuk pelaku.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Selasa (19/3) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 363 KUHP,” jelasnya. (SN)

Share:

Warga Ulak Bandung Kaget, Ada Mayat Mengapung Di Sungai


MUARA ENIM - Warga Desa Dusun V, Desa Ulak Bandung, Kecamatan Ujanmas, Muara Enim, Senin (18/3) sekitar pukul 16.30 WIB mendadak heboh. Itu terjadi setelah seorang warga menemukan sesosok mayat laki laki ditemukan mengapung di tepian Sungai Lematang.

Belakangan diketahui masyarakat tersebut bernama Edwin Praja (24), warga Dusun VII, Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujanmas, Muara Enim.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Weldi (15), seorang pelajar yang merupakan warga desa setempat. Pada sore itu, saksi pergi ketepian Sungai Lematang bertujuan hendak mandi.

Ketika sampai di pinggir sungai tersebut,  melihat sesuatu mengapung di pinggir sungai. Lalu dia menarik benda yang mengapung tersebut. Betapa terkejutnya dia, pada saat ditarik ke pinggir sungai ternyata mayat manusia.

Lalu penemuan itu dilaporkannya kepada Kepala Desa Ulak Bandung, Yusriadi. Lantas kejadian itu dilaporkan sang Kepala Desa kepada petugas Polsek Gunung Megang.
Mendapat laporan tersebut, petugas meluncur ke lokasi kejadian dan mengevakuasi mayat Mr tersebut serta melakukan identifikasi.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan petugas, ternyata mayat tersebut diketahui bernama Edwin Praja (24). Korban pergi dari rumahnya pada hari yang sama pada pukul 13.00 WIB, mengendarai sepeda motor yamaha mio BG 6657 OW.

Dia hendak mencari adiknya.  Korban diduga terpeleset ke Sungai Lematang hingga terbawa arus sungai saat hendak membuang air kecil. Pada saat mayat korban ditemukan, kunci sepeda motornya masih berada di dalam kantong celananya. Kemudian sepeda motornya juga masih ditemukan di pinggir Sungai Lematang Desa Ujanmas Lama, tak jauh dari korban terpeleset.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Selasa (19/3) membenarkan penemuan mayat tersebut. “Kuat dugaan korban hanyut ke sungai akibat terpeleset saat membuang air kecil dipinggir sungai tersebut.” Jelasnya. (SN)

Share:

Wakil Walikota Prabumulih Lantik 35 Pejabat ASN Esselon II, III dan IV


PRABUMULIH – Wakil Walikota Prabumulih lantik 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, S.H di gedung kesenian rumah dinas Walikota Prabumulih, Dalam acara tersebut Sekitar 8 orang pejabat Esselon II, 14 orang pejabat Esselon III dan 13 Pejabat Esselon IV telah resmi dilantik untuk mengisi jabatan baru diantaranya Camat RKT, Camat Cambai, Lurah Cambai, Lurah2 Mangga Besar dan Dokter Madya di RS.Umum Daerah Kota Prabumulih serta beberapa Kepala Bidang diruang lingkup Pemerintah Kota Prabumulih, selasa (19/3/19)

"Wakil Walikota Prabumulih H. Adriansyah Fikri, SH saat memasangkan Tanda Pangkat pada pejabat Eselon III dan IV Kota Prabumulih "

Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM melalui Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH dalam sambutannya mengatakan Pejabat ASN yang telah dilantik dan diambil sumpahnya diharapkan mampu melayani masyarakat tanpa pandang bulu dan mementikan kepentingan orang banyak dari pada kepentingan pribadi

“Bagi pejabat yang dilantik kita harapkan mampu melayani masyarakat dengan baik dan jangan sampai ada kasus pungli seperti lurah yang viral beberapa waktu lalu” ucapnya

Dalam sesi wawancara usai pelantikan Pejabat di lingkungan Pemkot Prabumulih kemarin Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH mengatakan kepada awak media jika para pejabat yang telah dilantik tidak memberikan pelayanan yang baik dan tidak mau menerima keluhan masyarakat maka dirinya melalui Pemerintah Kota Prabumulih akan melakukan evaluasi terkait kinerja para ASN

“yaa setiap tiga bulan sekali kita akan lakukan evaluasi untuk memantau kinerja para ASN yang telah menduduki jabatan baru, jangan terlena dengan jabatan dan manfaatkan lah sebaik mungkin” tegasnya kepada wartawan
"Prosesi pengambilan sumpah jabatan saat pelantikan Pejabat ASN Eselon III dan IV digedung Kesenian Rumdin Walikota Prabumulih"

Sementara itu, Joni Panhar, ST,MM Lurah Mangga Besar yang saat ini resmi dilantik dalam jabatan barunya Sekretaris Camat Prabumulih Utara Kota Prabumulih disela acara mengatakan sangat bersyukur dengan posisi jabatan yang saat ini diemban dan dirinya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Prabumulih yang telah memberinya amanah untuk melayani masayarakat

“Allhamdulillah kita banyak bersyukur masih bisa melayani masyakat dan kita akan terus meningkatkan pelayanan yang terbaik khususnya warga Prabumulih Utara” ucapnya (Adv/sn)
Share:

PALI Miliki SLB, Anak Berkebutuhan Khusus Tahun Ini Bisa Sekolah

PALI-- Pemenuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, Pemerintah telah bangun Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang letaknya Di Jalan lintas Talang Akar -Pendopo Kecamatan Talang Ubi. Meski ada beberapa sarana belum lengkap, tetapi secara keseluruhan bangunan sekolah tersebut saat ini sudah siap menampung siswa untuk menimba ilmu disana.

Bahkan, pihak SLB Negeri PALI telah membuka pendaftaran tenaga pengajar dan siswa. "Kami telah membuka peluang bagi warga PALI apabila ingin mengabdi di SLB untuk mendidik anak-anak spesial dengan kebutuhan khusus agar melayangkan lamarannya ke kami," ungkap Fadri Zuhri, Kepala SLB Negeri PALI, Rabu (19/3).

Sosialisasi keberadaan SLB di PALI telah gencar dilakukan pihak sekolah agar menarik minat para orangtua yang memiliki anak spesial untuk menyekolahkannya di SLB.

"Kami gencar menyampaikan melalui berbagai forum, menyurati Camat, Lurah/Kades, Ketua RW/RT/Kadus, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada warganya yang memiliki anak dalam kondisi berkebutuhan khusus yang masih dalam usia sekolah SD atau SMP agar dapat menyekolahkan anak tersebut di SLBN PALI," terangnya

Karena diakui Fadri bahwa selama ini mungkin banyak orang tua malu menyekolahkan anaknya di sekolah umum, berimbas pada hak pendidikan yang seharusnya diterima anak terputus.

"Dengan adanya SLB, tidak ada lagi pembatas antara anak normal dan berkebutuhan khusus dalam mendapatkan hak pendidikan. Untuk masa penerimaan siswa SLBN PALI dimulai bulan Mei s/d Juli 2019, surat edaran resminya akan menyusul," imbuh Fadri.

Ditambahkan Fadri bahwa SLB yang dibangun di PALI dananya bersumber dari pemerintah provinsi, tetapi dari Dinas Pendidikan PALI juga membantu dalam penyelesaian bangunan SLB.

"SLBN PALI langsung dibawah naungan provinsi. Sarana memang masih kurang karena kita baru, tetapi kita tetap akan operasikan sekolah itu tahun ini, dan sambil berjalan pihak provinsi akan melengkapinya," tambahnya.

Terpisah Kamriadi, Plt Dinas Pendidikan Kabupaten PALI membenarkan bahwa pihaknya turut andil dalam melengkapi sarana SLB sebagai dukungan Pemkab PALI atas keberadaan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.

"Kita bantu bangun talud. Tetapi secara keseluruhan SLB wewenang Pemprov, dari fisik bangunan sampai SDMnya," ucapnya(SN) 
Share:

Damri Tarik Armadanya Dari PALI, Ini Penyebabnya

PALI--Keberadaan armada bus Damri yang melayani masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak tahun 2017 dan 2018 dengan beberapa rute terpaksa dihentikan sementara oleh pihak Damri lantaran ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dihentikannya moda transportasi tersebut.

Tentu kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena dengan adanya armada Damri dengan ongkos murah dapat membantu masyarakat. 

"Sangat disayangkan bus Damri tidak ada lagi di PALI, padahal kami sangat terbantu. Karena anak kami yang bekerja sebagai tenaga honorer di Pemkab yang bolak balik tiap hari menggunakan Damri merasa nyaman. Untuk itu kami berharap ada upaya pemerintah agar Damri beroperasi lagi," pinta Ashar, salahsatu warga asal Kecamatan Penukal. 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Slamet Suhartopo mengemukakan bahwa salahsatu penyebab dihentikannya operasional bus Damri di PALI adanya temuan dari pihak Damri yang menyebutkan ada sopir yang nakal yang sering keluar jalur trayek yang telah ditentukan. 

"Ada beberapa oknum, jadi bukan hanya satu kasus yang ditemukan. Seperti adanya keluar jalur trayek, ada juga alat mobil atau sparepart yang ditukar, ditambah lagi adanya kecelakaan yang merenggut korban jiwa," ungkap Suhartopo saat dihubungi media ini, Selasa (19/3).

Atas temuan itulah, dikatakan Suhartopo bahwa pihak Damri mengevaluasi seluruh trayek yang ada di Kabupaten PALI. 

"Kita berusaha berkoordinasi dengan  pihak Damri agar jangan dihentikan, tetapi untuk tahun ini mereka menarik semua armadanya dan kemungkinan tahun depan beroperasi lagi, namun tergantung hasil evaluasi yang dilakukan pihak Damri," imbuhnya. 

Untuk atasi permasalahan tersebut, karena keberadaan bus Damri sudah dirasakan masyarakat cukup membantu dalam bertransportasi, Suhartopo telah menganggarkan untuk penyediaan armada bus. 

"Tahun ini kita utamakan pengadaan bus untuk sekolah sebanyak dua unit. Selanjutnya tahun 2020 kita akan siapkan bus untuk umum," janjinya. (SN) 

Share:

MTQ Sebagai Bagian Pengembangan SDM di Bidang Keagamaan

MUARA ENIM--Kemajuan daerah bisa dilihat tidak hanya dari pertumbuhan ekonomi dan infrastrukturnya saja. Ada faktor lain tang menjadi indikasi yakni kemmapuan Sumber Daya Manusianya. Salah satu yang bisa dilakukan untuk meningkatkannya adalah dari bidang keagamaan.

Salah satu langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Muara Enim adalah dengan melaksanakan Musabakah Tilawatil Quran (MTQ) ke 36 sebagai salah satu upaya peningaktan SDM di Muara Enim khususnya di bidang keagamaan.

Bupati Muara Enim, H Ahmad Yani dalam sambutanya mengatakan, pelaksanaan MTQ ini tidak hanya menguatkan syiar agama islam saja, tapi juga memiliki ruang dan tempat tersendiri di masyarakat. Selain sebagai media dakwah yang efektif, hal ini juga terbukti menjadi daya dorong dalam perkembangan perekonomian masyarakat.

“Nantinya diharapkan, khafilah khafilah yang berlomba dan menjadi juara saat ini, kedepan bisa bersain dibtingkat yang lebih tinggi lagi baik secara nasional maupun internasional mewakili Muara Enim,” ujar Bupati.

Srlain itu, lanjut Bupati lagi, kegiatan ini juga sebagai bagian pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan sehingga visi dan misi Kabupaten Muara Enim yang “Merakyat” agamis bisa terwujud dan menjadi momentum mempererat tali silaturahmi.

“Langkah langkah yang kita buat telah tetstruktur, sistematis dan masif. Seperti menghafal alquran bagi anak anak. Bila hal ini terwujud maka akan banyak sekali penghafal alquran di Kabupaten Muara Enim dari tingkat desa bahkan sampai ke rumah tangga,” ujarnya.

Selanjutnya, salah satu upaya pemerintah juga dalam agendanya adalah tiap jumat berkunjung ke desa untuk memotifasi dan menjalin silaturahmi agar bisa menyebar ke masyrakat. 

“Beberpaa waktu yang akan datang akan dilaksanakan festival anak yatim. Banyak agenda yang bisa memuwujidkan Muara Enim agamis. Kami juga tudak lupa meminta masukan dari pemuka agama hal hal apa saja tang bisa dilakukan,” pungkas Bupati.

Dalam pelaksanaan MTQ ke 36 dan Pegelaran Seni Islam tingkat kabupaten ini ribuan santri dan santri wati dari tiap tiap kecamatan di Muara Enim mengikuti perlombaam tilawatil yang terbagi dalam beberapa kategori dengan hadiah utama umroh.

Selain perlombaan, ada juga pelaksanaan pegelaran seni islam berupa hadroh, ceramah islam, dan beberapa pegelaran yang bisa disaksikan dalam kurun waktu seminggu kedepan di Lapangan Merdeka.
Share:

Asik Terlelap, Dua Rumah Warga Ludes Terbakar

MUARA ENIM--Masyarakat Dusun I, Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Senin (18/3) sekitar pukul 03.00 WIB pajar mendadak heboh. Itu terjadi akibat dua unit rumah berkontruksi kayu luder terbakar dilalap sijago merah.
              Pada kejadian itu tidak ada menelan korban jiwa. Namun seluruh harta benda korban ludes terbakar karena tidak sempat terselamatkan. Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran. Namun kerugian yang diderita korban mencapai ratusan juta.
                  Adapun rumah yang terbakar milik Yuliansyah Alias Kaka (35) dan Bambang (30). Kedua rumah milik korban ini letaknya berdampingan. Saat ini penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan petugas Polsek Lembak.
               Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian kebakaran itu pertama kali diketahui oleh Sulesna merupakan istru Yuliansah yang terbangun dari tidurnya karena terdengar suara ledakan dari bagian dapur rumahnya.
           Ketika dia terbangun, kobaran api sudah membesar di rumah Bambang yang merupakan masih keluarganya. Kemudian dia juga melihat api mulai membesar dari bagian belakang belakang rumahnya.
               Lalu dia memberitahukan suaminya dan berteriak minta tolong. Warga disekitar menjadi bangun dan berupaya menolong memadamkan kobaran api dengan peralatan ala kadarnya.
                Kemudian berupaya menyelamatkan barang barang yang bisa dikeluarkan dengan cepat agar tidak ikut terbakar. Karena kondiri api terus membesar, membuat korban dan warga menjauhi api tersebut. Sekitar pukul 04.30 WIB, 2 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Prabumulih tiba dilokasi kejadian dan berhasil memadamkan kobaran api.
                  Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kaposel Lembak, Iptu Desi Azhari, membenarkan kejadian itu. “Kejadian itu telah ditangani personil Polsek Lembak,” jelasnya. 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts