Lokasi Transmigrasi Tempirai Bakal Genjot Percepatan Pembangunan di PALI

PALI--Sekretaris Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Syahron Nazil, apresiasi adanya lokasi transmigrasi di Bumi Serepat Serasan, dimana nantinya akan banyak penduduk luar bertransmigrasi ke PALI dan akan menularkan budaya kerja terhadap warga lokal.

"Melalui transmigrasi pasti akan ada perbauran budaya, terutama budaya kerja yang ulet dimiliki penduduk asal pulau jawa," ujar Sekda saat terima rombongan penjajakan dari Dinas Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Aula Kantor Bupati PALI, Kamis (11/4).

Diakui Sekda bahwa daerah yang cepat maju adalah daerah yang ada lokasi transmigrasinya.

"Kami harapkan juga di PALI bisa cepat maju seperti daerah lain yang miliki lokasi transmigrasi. Karena PALI punya banyak potensi, terutama rencana lahan transmigrasi di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara itu merupakan lumbung ikan air tawar," imbuhnya.

Dengan adanya transmigrasi, ikan air tawar yang melimpah dan banyak terbuang diharapkan bisa dikelola penduduk transmigrasi agar bisa bermanfaat.

"Transmigrasi akan membantu pemerintah dalam mengembangkan dan memberikan aura positif pada masyarakat. Apalagi kita banyak potensi yang belum dikembangkan," jelasnya. 

Sulistiyanto, kepala Disnakertrans Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebut tujuan rombongan dari dinas transmigrasi DIY datang ke PALI sebagai penjajakan dari program Kabupaten PALI.

"Selain bersilaturrahmi kita juga mengemban tugas dari gubernur dalam rangka penjajakan dan menindaklanjuti program dari Pemkab PALI dalam penempatan transmigrasi. Kami akan lihat administrasi kependudukan, tinjau lahan dan kesiapan lainnya, sebab apabila warga kami bertransmigrasi ke PALI otomatis jadi warga sini," terang Sulistiyanto.

Dikatakannya bahwa pemerintah DIY bakal mengirim penduduknya untuk bertransmigrasi ke PALI agar bisa memberikan kontribusi dalam percepatan pembangunan di PALI, bukan malah jadi beban.

"Apabila warga kami sudah disini kami titipkan agar diberikan pendampingan dan pembinaan supaya mereka bisa produktif. Apa yang menjadi kewajibannya harus dilaksanakan dan apa yang menjadi hak mereka juga harus diberikan," pungkasnya.

Usai beramah tamah, tim penjajakan dari DIY yang terdiri dari Dinas Transmigrasi Kota Yogyakarta, Sleman, Gunung Kidul dan Bantul langsung meninjau lokasi transmigrasi di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara didampingi kepala Disnakertrans PALI, Usman Dani. (SN) 
Share:

Peduli Sesama, Pertamina EP Asset 2 Gelar Donor Darah

PRABUMULIH-- Bakti Sosial Donor Darah yang digelar oleh PT Pertamina EP Asset 2 disambut antusias masyarakat, tak terkecuali para pegawai Pertamina sendiri. 

Salah satunya Riyono, pekerja Pertamian EP Asset 2. Pria yang telah melakukan donor darah sebanyak 37 kali mendonorkan darahnya ini mengatakan menjadi pendonor adalah gaya hidup kaum millennial, karena bangga dan bahagia dapat menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan.

“Pendonor darah itu gaya hidup Saya. Bangga dan bahagia rasanya ketika dapat memberikan tetes demi tetes darah untuk saudara yang membutuhkan. Apalagi saya memiliki golongan darah AB yang tergolong langka loh.” Imbuhnya Riyono.

Menurut Royono, Donor darah saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang banyak dilakukan kaula muda milenial, hal positif ini sudah menjadi budaya insan Pertamina EP Asset 2 guna membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan darah dan sekaligus mendukung PMI Kota Prabumulih untuk menjaga ketersedian stok kantong darah.

Sementara, Ketua PMI Kota Prabumulih, Hj. Suryanti Ngesti Rahatu Ridho Yahya berharap kedepan jumlah peserta donor setiap tahunnya terus meningkat, sehingga jumlah kantong darah yang dibutuhkan setidaknya dapat mendekati terpenuhi.

"Apalagi setiap waktu pasien yang membutuhkan bantuan darah terus meningkat tak sebanding dengan jumlah kantong darah yang dibutuhkan oleh bank darah RSUD Kota Prabumulih, karena Kebutuhan kantong darah Kota Prabumulih sekitar 400 kantong darah per bulan” ujarnya.

Ia merasa bersyukur atas penyelenggaraan bhakti sosial donor darah yang merupakan agenda rutin per tiga bulan sekali yang diadakan oleh Pertamina EP Asset 2.

“Kami dari PMI dan RSUD Kota Prabumulih sangat bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut. Sumbangsih dari PT Pertamina EP Asset 2 dalam menggelar donor darah ini sangat membantu jumlah kantong darah yang dibutuhkan oleh bank darah RSUD Kota Prabumulih,” kesannya.

Terpisah, Government & Public Relation Pertamian EP Asset 2 Arie Fahlupi A mengatakan kegiatan bhakti sosial yang berlangsung sehari, diikuti sebanyak 191 peserta donor, dari pendaftar sebanyak 208 orang, karena ada 17 orang yang batal mendonorkan karena faktor kesehatan. Sehingga jumlah kantong darah yang dapat diambil oleh tim dari PMI dan UTD RSUD Kota Prabumulih sebanyak 191 kantong darah.

Dengan rincian darah A sebanyak 59 kantong, darah B ada 49 kantong, darah AB berjumlah 64 kantong dan golongan darah O hanya 19 kantong.

"Jumlah tersebut terus meningkat dibandingkan dengan bhakti sosial donor darah pada HUT PT Pertamina (Persero) dan HUT PT Pertamina EP pada Desember tahun lalu," kata Arie, Rabu (10/4).
Share:

Maling Pipa Tertangkap Tangan Saat Beraksi

MUARA ENIM--Berakhir sudah petualangan kawanan pencuri pipa yang kerap beraksi di jalur pipa milik Perusahaan Gas Negara (PGN). Kawanan ini tertangkap tangaan oleh petugas pada, Senin (9/4) sekitar pukul 23.00 wib saat melakukan aksinya.

Aksi yang dilakukan kawanan ini terbilang profisional. Pasalnya, dalam aksinya mereka sudah menyiapkan semua peralatan yang akan digunkan. Bukan itu saja, mereka menggunakan alat khusus yang terbilang berat untuk dibawa yakni tabung gas untuk memmotong pipa menggunakan las.

Dari kawanan ini, duo orang yang tertangkap oleh petugas keamanan PT PGN. Kedua orang ini yakni Rizal (25) warga Dusun II Desa Talang Nangka Kecamatan Lembak. Kemudian, Memo (23) warga Dusun I Desa Talang nangka dan D yang saat ini dalam pengejaran petugas.

Peristiwa berawal sekitar pukul 23.00 Wib, security PT PGN yakni Ashari bersama tiga temannya melaksanakan patroli rutin dengan mengecek jalur pipa PT PGN di Desa Talang nangka Kecamatan Lembak Kabuoaten Muara Enim.

Setiba di jalur pipa gas PGN KP 61+100 Desa Talang Nangka, dari kejauhan Tim patroli melihat cahaya api propan Las. Karena curiga, tim patroli kemudian mengintai sambil pelan pelan mendekat lokasi.

Ketika mendekat itulah tim patroli melihat 3 orang laki laki yang sedang memotong pipa drainase (gorong-gorong) milik PT PGN dengan mengunakan las potong. Kemudian dengan sigap, tim berhasil mengamankan 2 orang pelaku dan satu orang lagi melarikan diri.

Setalh menamgkap dua pelaku, kemudian tim patroli perusahaan menghubungi pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lembak yang selanjutnya Regu piket jaga Polsek serta piket reskrim mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sesampai di TKP, para tersangka dan barang bukti di bawa ke Polsek Lembak guna pemeriksaan lebih lanjut dan pihak PT PGN membuat laporan polisi Atas kejadian tersebut. Karena kejadian ini pihak PT PGN mengalami kerugian lebih kurang Rp. 10.000.000

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono, melalui Kapolsek Lembak Iptu Desi Azhari saat dikonfirmasi, Selasa (10/4) membenarkan telah mengamankan dua tersangka pencuri pipa milik PT PGN pada, Senin (9/4) malam.

“Dari laporan para securty perusahaan. Kita lamgsung mendatangi TKP untuk melakukan pemgecekan langsung. Dan Saat ini kita telah mengamankan dua tersangka, namun satu tersangka lagi juga sudah kami ketahui identitasnya,” terang Kapolsek, seraya menambahkan bahwa barang bukti yang diamankan yakni satu unit tabung oksigen beserta propan las potong, satu buah tabung gas elpiji 3kg, 2 buah linggis, 2 keping lempengan pipa yang telah di potong.

Saat ini, lanjut Kapolsek, kedua sudah diamankan di Polsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain itu, barang bukti juga sudah diamankan. “Kedua tersangka kita kenakan pasal 363 pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun,” pungkasnya.
Share:

Warga Yang Ingin Jadi Kades Siap-siap, Berikut Jadwal Pilkades di PALI

PALI--Sebanyak 34 Desa di Bumi Serepat Serasan bakal laksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak pada Agustus 2019 mendatang, mengingat masa jabatan 34 kepala desa bersangkutan sudah habis bahkan saat ini banyak diantaranya sudah diambil alih Pejabat Sementara (Pjs).

Kabar itu disampaikan A.Gani Akhmad, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten PALI, Rabu (10/4).

"Rencananya pada Agustus 2019, untuk tanggalnya nanti disampaikan kembali. Tetapi mudah-mudahan rencana tersebut sudah fix dan telah kita edarkan ke desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades," ungkap A.Gani.

Untuk persiapan, ditambahkan A.Gani bahwa sejumlah desa telah membentuk panitia Pilkades.

"Syarat Pilkades harus membentuk panitia 6 bulan sebelum pelaksanaan. Dan sampai saat ini panitia Pilkades  telah banyak yang terbentuk. Bagi warga yang berminat untuk mencalonkan diri atau berkompetisi pada Pilkades di 34 desa, silahkan persiapkan diri dan persyaratannya melalui panitia Pilkades setempat," jelasnya.

DPMD bakal memantau proses pelaksanaan Pilkades dan apabila panitia kurang jelas dalam proses pelaksanaan, A.Gani mempersilahkan untuk berkonsultasi atau datang langsung ke kantor DPMD.

"Yang kami harapkan seluruh panitia terus berkoordinasi dengan kecamatan dan DPMD agar pelaksanaan Pilkades nanti bisa sukses. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan, jaga persatuan agar proses Pilkades bisa berjalan lancar sesuai jadwal yang direncanakan," harapnya. (SN) 
Share:

Karena Ini, 7 Pasangan di PALI Gugur Dan Tidak Terima Akta Nikah

PALI-- Dari 300 pasangan suami istri asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang ikuti Itsbat nikah yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PALI bekerjasama dengan Pengadilan Agama Kabupaten Muara Enim dan Kementerian Agama PALI, yang dilaksanakan sejak Senin (8/4) sampai Rabu (10/4) di halaman Rumah Dinas Bupati PALI ternyata ada 17 pasangan yang gugur.

Hal itu diungkapkan Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI usai penutupan kegiatan sidang Itsbat nikah, Rabu (10/4).

"Gugurnya 17 pasangan peserta dikarenakan ada dua faktor, yakni 10 pasangan tidak hadir dan 7 pasangan masih tahap perceraian," ungkap Rismaliza.

Pelaksanaan Itsbat nikah tersebut dijelaskan Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI dalam rangka memperoleh perlindungan kepastian hukum dan melindungi hak-hak anak yang lahir dari perkawinan sah.

"Alhamdulillah, pelaksanaan Itsbat nikah berlangsung sesuai jadwal, dan dihari terakhir pelaksanaan akta nikah langsung dibagikan," tukasnya.

Sementara itu, Bupati PALI mengatakan bahwa pemerintah kabupaten PALI berencana melaksanakan kegiatan serupa agar seluruh masyarakat kabupaten PALI yang belum tercatat pada Pengadilan Agama bisa miliki akta nikah.

"Akta nikah sangat penting sebagai syarat administrasi kependudukan. Bukan hanya untuk keperluan pasangan suami istri bersangkutan, tetapi untuk anak juga diperlukan, seperti pembuatan akta kelahiran serta syarat administrasi lainnya," ujar Bupati.

Terpisah, Edy Syafiq SH Panitera Pengadilan Agama Muara Enim mengapresiasi antusias warga PALI yang telah ikuti momen langka tersebut.

"Ditambah lagi support dari Bupati yang full mendukung kegiatan tersebut. Diharapkan, kedepan yang rencananya akan dilakukan kegiatan serupa sesuai janji Bupati, akan banyak lagi warga yang belum miliki akta nikah untuk ikut sidang Itsbat nikah," harapnya.(sn) 
Share:

Linmas PALI Penuhi Bandara Stanvack

PALI--Tim Satuan Tugas Perlindungan Masyarakat, Tanggap Darurat, Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana dan anggota Petaka Linmas Lingkup Satpol.PP Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi dikukuhkan pada Rabu (10/4) di lapangan terbang ex stanvack Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

Pengukuhan dilakukan langsung Bupati PALI, Heri Amalindo disaksikan sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkungan Pemkab PALI serta 1020 anggota Linmas Kelurahan/desa dan Kecamatan se-kabupaten PALI.

"Disamping melakukan pengukuhan Satgas Linmas dan lainnya, kami berpesan agar jaga kebersamaan karena sebentar lagi kita akan laksanakan Pemilu. Dan sebagai anggota Linmas kita harus bisa menjaga ketertiban jaga persatuan dan jangan terkotak kotak," pesan Bupati dihadapkan ribuan anggota Linmas.

Bupati juga menyampaikan apresiasinya terhadap prestasi Linmas PALI yang telah membuktikan jadi yang terbaik se-Sumsel.

"Beberapa bulan lalu, Linmas kita dapat penghargaan dari Gubernur menjadi Linmas terbaik. Artinya meski kita baru seumur jagung tetapi kita bisa buktikan bahwa kita jadi yang terdepan," tukasnya.

Sebagai anggota perlindungan masyarakat, Bupati menyarankan agar kedepan seluruh anggota Linmas untuk belajar bela diri.

"Kedapan Linmas harus latihan bela diri, karena bagaimana bisa lindungi masyarakat kalau lindungi diri sendiri belum mampu. Hal itu juga untuk meningkatkan kemampuan anggota Linmas dalam menjaga lingkungannya," terangnya.

Untuk kesejahteraan anggota Linmas, Bupati menyebut bahwa pemerintah telah memberikan dan menaikan honor Linmas. "Awalnya honor Linmas hanya Rp 200.000, saat ini sudah naik jadi Rp 346.000," ucap Bupati.

Sementara itu, Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP menjelaskan tujuan pengukuhan Satgas Linmas, Tanggap darurat, kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana serta anggota petaka Linmas lingkup Satpol.PP.

"Diharapkan tim dalam berkoordinasi dan bekerjasama dalam meningkatkan ketertiban umum serta cepat tanggap dalam menanggulangi setiap adanya bencana," jelasnya. (SN) 
Share:

Berat Tinggalkan Keluarga Rara Ingin Kuliah di Jakarta

PRABUMULIH -- Disaat sejumlah artis lebih memilih, karier dibanding pendidikan setelah lulus sekolah. Tiyara Ramadhani atau Rara Lida tetap mengutamakan pendidikan. 

Walaupun belum menerima kelulusan, Rara mengaku sudah menentukan langkahnya kedepan yakni akan melanjutkan pendidikan setelah lulus SMA. 

Akankan beasiswa di Jepang seperti yang pernah ditawarkan oleh mantan  Gubernur Alex Noerdin ketika itu akan diambil Rara? 

Dibincangi Selasa (09-04-2019), Rara mengisyaratkan tak akan mengambil tawaran sekolah di Jepang. "Rara maunya kuliah sambil nyanyi di Jakarta," kata Rara. 

Alasannya, selain tawaran tersebut belum ada kepastian. Rara ingin lebih dekat dengan keluarga, terutama sang ibu. "Yang itu (Jepang)  belum tau. Di Jakarta bae, kalau di sini (Jakarta, red) lebih dekat keluarga. lebih cepat pulang (Prabumulih, red)," tuturnya. 

Keinginan Rara untuk melanjutkan sekolah dibangku kuliah mendapat dukungan dari Ralova. "Kami sayang dedek Rara, memang keinginan kami dedek kuliah sambil tetap nyanyi. Sebab sayang kalau kariernya tidak dikembangkan," terang Sela Ralova Prabumulih. 

Sela menuturkan, Ralova akan tetap memberikan semangat dan dukungan untuk Rara. "Yang pasti dedek harus tetap jaga diri nanti," imbuhnya.(SN) 
Share:

HD: Cepat Lambat Pengerjaan Tol Tergantung Masyarakat

MUARA ENIM--Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, adanya ruas jalan tol ini merupakan hadiah untuk provinsi Sumatra Selatan. Sebab Presiden RI Joko Widodo menjadikan Sumsel sebagai lokasi proyek strategis nasional, dimana ruas jalan tol ini melintasi sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel.

"Mimpi kita jadi kenyataan. Tidak terbayang sekalipun ada ruas tol menjadi pintu keluar masuknya ada di Muara Enim. Ini tentu karena perjuangan tidak dengan tiba-tiba. Kesiapan pemda, dipaparkan pula di kementerian dan BPJT, sehingga keinginan kita terwujud punya tol," ujar Gubernur dalam sambutanya saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas jalan tol muara enim - sinpang indralaya dan ruas jalan tol muara enim - lubuk linggau, Selasa (9/4).

Diakuinya, untuk pembangunan jalan tol itu bukan hal yang sederhana karena cukup banyak kesiapan yang dilakukan banyak pihak. Bahkan penganggarannya pun cukup panjang dan berbelit.

"Proyek ini sebentar lagi kita mulai. Tapi jalan cepat kah atau jalan lambatkan tergantung dari masyarakat Muara Enim. Dari keselamatan pekerja, keamanan alat dalam pengerjaan hingga pembebasan lahan pun tergantung dari masyarakat kita sendiri," terang Herman Deru.

Ia menuturkan, pihaknya meminta apabila sudah ada ruas jalan tol dan memiliki rest area, maka diisi bukan dengan makanan fastfood produk luar negeri. Melainkan diisi dengan UMKM masyarakat Muara Enim, ada banyak kuliner yang bisa ditempatkan di rest area nanti," tandasnya.

Terkait dengan penetapan lokasi jalan tol, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Muljono menerangkan, agar pemda setempat dapat memberikan masukan dimana diharapkan agar jalan tol ini dapat menghubungkan ruas jalan dengan kawasan industri.

"Tidak ada gunanya tol itu lewat-lewat saja. Harus ada gunanya. Salah satunya dengan menghubungkan jalan tol dengan kawasan industri," kata Basuki.

Ia mengatakan, penandatanganan ruas jalan tol serupa sudah dilakukan untuk ruas jalan tol Lubuklinggau-Bengkulu. Menurutnya, pengerjaan ruas jalan tol di Lampung dapat menjadi contoh bagi pengerjaan jalan tol lainnya.
Share:

HK Minta Pemerintah Daerah Bantu Pembebasan Lahan

MUARA ENIM--Sementara itu, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero), Bintang Perbowo mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan untuk kawasan yang akan dilintasi tol ini. "Tol akan melintas dari Indralaya menuju ke Muara Enim dengan panjang lintasan 119 kilometer. Kemudian dilanjutkan dari Muara Enim ke Lubuklinggau sepanjang 114,5 kilometer dan Lubuklinggau ke Bengkulu sepanjang 95,8 kilometer," kata dia.

Untuk pengerjaan tol sendiri akan dimulai dengan pembebasan lahan. Diakui Bintang, pihaknya sudah melakukan pencatatan dan pendataan atas lahan yang akan dipakai untuk tol ini. Hanya saja pihaknya masih menunggu pemerintah daerah setempat untuk penetapan papan lokasi pengerjaan tol.

"Kami meminta bantuan pemerintah daerah, terutama Gubernur Sumsel dan Gubernur Bengkulu. Juga kepada Bupati dan Walikota untuk membantu mempermudah dalam pembebasan lahan ini. Untuk anggaran pembebasan lahan sendiri, kami belum bisa kalkulasi karena disesuaikan dengan pencatatan di lapangan sendiri," kata Bintang.

Ia menerangkan, selama 2019 ini pihaknya akan fokus pada pembebasan lahan dan direncanakan pada Oktober 2019 akan dilakukan pengerjaan kontruksi. Targetnya pada 2023 secara keseluruhan tol Indralaya hingga ke Bengkulu akan selesai pengerjaan dan dapat difungsionalkan untuk masyarakat umum.

"Pengerjaan tol ini sesuai dengan pembebasan lahan. Jika pembebasan lahan cepat dan tanpa hambatan maka pengerjaan pun bisa cepat dan tol pun cepat selesai," ujarnya.

"Total panjang tol ini 329,3 kilometer. Perkiraan sementara butuh investasi sekitar Rp85,5 triliun, diluar pembebasan lahan. Untuk tol ini masa konsesi sekitar 40 tahun," tambahnya.

Bintang menjelaskan, sesuai pemetaan yang dilakukan pihaknya, kondisi tanah yang akan dibangun untuk tol beragam. Ada tanah keras, tanah rawa, sungai, hingga perbukitan.

"Anggaran yang dibutuhkan untuk pengerjaannya pun beragam. Ada di vakum, di elevated, ada dengan file slab atau tiang pancang dan ada pengeboran. Kami mempersiapkan anggaran cukup besar untuk pengerjaan lahan di wilayah perbukitan di Bengkulu. Karena kita akan membangun dengan sistem pengeboran untuk terowongan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Jalan Tol, Danang Perikesit mengatakan, untuk pengadaan tanah akan dimulai April 2019 ini. Khusus untuk Ruas Jalan Tol Muara Enim-Simpang Indralaya dan Ruas Jalan Tol Muara Enim-Lubuklinggau di Muara Enim, memiliki investasi senilai Rp47,9 triliun.

Ada 6 simpang susun dalam ruas jalan tol tersebut yakni simpang susun Indralaya, simpang susun Prabumulih, simpang susun Muara Enim, simpang susun Lahat, simpang susun Musi Rawas, dan simpang susun Lubuklinggau.

"Simpang susun ini akan menjadi lokasi baru pusat pertumbuhan ekonomi. Karenanya pemda harus bisa memanfaatkan lokasi ini," kata dia.

Terkait dengan pengusahaan ruas jalan tol ini, tercatat masa konsensi oleh Hutama Karya selama 40 tahun sejak penerbitan surat kontruksi. Sementara untuk ekuitas atau modal Hutama Karya sebesar 70-80 persen dan hutang sebesar 30-20 persen.

"Artinya Hutama Karya harus bekerja keras untuk mengembangkan jaringan jalan. Untuk besarnya tarif tol ditetapkan Kementerian PU dan Pera, dimana penetapan pengoperasian tarif tol awal sesuaikan selama 2 tahun sesuai inflasi di daerah tersebut," kata dia.

Diakui Danang, ruas jalan tol ini merupakan skala prioritas dimana dapat meningkatkan konektivitas dan arus logistik. "Di sektor pertanian, pertambangan, pariwisata pun dapat meningkat. Hasilnya, dapat mendorong program yang ada di Sumsel," pungkasnya.
Share:

Basuki Hadi Muljono: Tol Harus Terkoneksi Dengan Kawasan Industri

MUARA ENIM--Pelaksanaan pengerjaan ruas Tol Muara Enim-Simpang Indralaya dan ruas jalan Tol Muara Enim-Lubuklinggau di Muara Enim harus disegerakan karena banyak hal yang berkaitan, diantaranya sebagai upaya mendukung kesejahteraan masyarakat dan harus terhubung dengan kawasan industri.

Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Basuki Hadi Muljono dalam sambutanya pada acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ruas jalan tol muara enim - simpang indralaya dan ruas jalan tol muara enim - lubuk linggau, Selasa (9/4).

Terkait dengan penetapan lokasi jalan tol, Basuki menerangkan, agar pemda setempat dapat memberikan masukan dimana diharapkan agar jalan tol ini dapat menghubungkan ruas jalan dengan kawasan industri.

"Tidak ada gunanya tol itu lewat-lewat saja. Harus ada gunanya. Salah satunya dengan menghubungkan jalan tol dengan kawasan industri," kata Basuki.

Ia mengatakan, penandatanganan ruas jalan tol serupa sudah dilakukan untuk ruas jalan tol Lubuklinggau-Bengkulu. Menurutnya, pengerjaan ruas jalan tol di Lampung dapat menjadi contoh bagi pengerjaan jalan tol lainnya.

Sebab di Lampung, pengerjaan jalan tol terbilang cepat sekali. "Lampung itu cepat sekali. Ini contoh yang baik, pembebasan lahannya berupa ganti untung, bukan soal harga yang menjadi masalah melainkan biasanya ada kepemilikan yang tumpang tindih," jelasnya.

Ia menuturkan, adapun salah satu pendukung cepatnya pembangunan jalan tol itu dikarenakan tim pembebasan lahan dipegang oleh salah satu direktur objek vital di Polda Lampung.

"Bukan karena ada kepentingan, tapi dengan begitu pembebasan lahan cepat selesai. Begitupun di Aceh Tol yang baru digroundbreaking Presiden RI pada Desember 2018 lalu, kini sudah 20 persen pengerjaannya dimana sudah memasuki tahapan land clearing," kata dia.

Kalau pembebasan lahan lancar, lanjut Basuki lagi, insya allah kontruksi akan cepat selesai. “Kami ingin kita semua menjadi satu tim agar kesejahteraan rakyat meningkat," pungkasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts