Sampai Lgostik Didistribusikan, KPUD PALI Akui Kekurangan 3.400 Susu



PALI. Komisi Pemulihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai distribusikan logistik secara bertahap ke Kecamatan-kecamatan yang ada di Bumi Serepat Serasan pada Minggu (14/4).

Pada pelepasan perdana pendistribusian logistik Pemilu, disaksikan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Irwan dan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten PALI, Rizal Pahlevi.

Fikri Ardiansyah, Ketua KPUD PALI mengemukakan bahwa distribusi logistik Pemilu secara bertahap dan diutamakan kecamatan terjauh.

"Kita kirim logistik untuk tahap awal ke kecamatan Penukal Utara dan Penukal karena jarak kedua kecamatan tersebut jaraknya terjauh. Selanjutnya Kecamatan Abab, Tanah Abang lalu Talang Ubi. Distribusi logistik nantinta dari Kecamatan dikirim lagi ke PPS lalu ke TPS," ungkap Fikri Ardiansyah.

Diakui Fikri  bahwa hingga pendistribusian perdana  pihaknya masih kekurangan surat suara sebanyak 3400 surat suara, terdiri dari surat suara pemilihan, diantaranya surat suara Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi , Kabupaten maupun kota.

"Tetapi setelah pendistribusian perdana, KPUD bersama Bawaslu dan TNI serta Polri, akan secepatnya mengambil surat suara tersebut di KPU Provinsi Sumsel," tukasnya.

Untuk pengawalan pendistribusian logistik, pihaknya dibantu TNI dan Polri serta untuk antisipasi cuaca, KPUD telah siapkan pelindung air hujan.

"Semoga didalam pendistribusian tidak ada kendala, persoalan cuaca ekstrim, KPU sudah menyiapkan plastik pembungkus surat tersebut dengan ketebalan 0,4 cm, dengan bungkus tersebut, logistik aman dari air hujan," terangnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Muara Enim menyebutkan bahwa ada 500 personil mengawal pendistribusian logistik Pemilu.

"Kita sudah siapkan 500 lebih personil, baik dari Polri dan TNI untuk mengawal Pemilu agar berjalan sukses," tandasnya (sn)
Share:

Jelang Pemilu, KPUD PALI mulai pendistribusian Logistik ke Kecamatan


PALI - Jelang Pemilu 2019 Semakin Dekat, Mulai hari minggu.(14/4), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai melakukan pendistribusian Ke Kecamatan Yang Ada di Kabupaten PALI secara Bertahap.

Kapolres Muara Enim Afner Juwono SH, SIK, melalaui Kabag OPS Irwan SH,MH mengatakan "untuk menghantarkan distribusian dari KPU Kabupaten PALI ke kecamatan Dan Desa kita sudah siapkan personil untuk mengamankan di perjalanan, dengan aman".ujarnya kabag OPS

ia juga menyampaikan "kita sudah menyiapakan 500 lebih personil baik dari Polri dan TNI untuk mengawal PEMILU, untuk mengawal dan menjaga agar sukses dan damai".jelasnya

Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM Di sampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesbangpol Rizal Vahlefi, dengan pelaksanana pesta demokrasi Pemilu 17 april ini marimakita kita suksekan, dengan aman dan tertib.pintanya

Dengan adanya kekurangan logistik kepada pihak penyelenggara Pesta demokrasi agar segera cepat di lengkapi

"Dengan masih adanya kekurangan Bupati PALI meminta kepada Pihak Penyelenggara agar bisa cepat di lengkapi.pungkasny (sn)
Share:

Dewantara : Saya Pastikan Bawaslu OKU Netral

BATURAJA – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Ogan Komering Ulu (OKU), Dewantara Jaya menegaskan pihaknya akan bekerja profesional dan jujur dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Tujuan tidak lain untuk mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 pada 17 April mendatang.

“Mulai dari pusat sampai jajaran ke bawah, Bawaslu akan bekerja netral. Saya pastikan Bawaslu OKU netral. Kami tidak memihak,” kata Dewantara Jaya didampingi Anggota Bawaslu Kordiv HPP, Anggi Yumarta dan Anggota Bawaslu OKU, Kordiv Pengawasan, Hubal dan Humas, Yeyen Andrizal, Jumat (12/4).

Dalam kesempatan Apel Akbar Patroli Pengawas Anti Politik Uang Pada Tahap Masa Tenang Pemilu DPR RI, DPRD Prov, DPRD Kab/kota, DPD dan Presiden dan Wakil Presiden secara tahun 2019 itu Dewantara berpesan kepada jajaran dibawahnya agar melaksanakan tugas dengan baik.

Pahami tugas dan fungsi masing-masing. Sebagai pimpinan di Bawaslu OKU, kata pria yang akrab dengan wartawan ini menegaskan, dirinya bertanggung jawab jika ada permasalahan di Bawaslu OKU. 

“Jangan takut. Bekerjalah sebaik-baiknya. Laksanakan kerja sesuai tugas dan fungsi kalian. Kita bekerja dilindungi oleh undang-undang,” tegas Dewantara Jaya dihadapan ratusan peserta yang hadir mulai dari Panwascam se-OKU, PPL dan jajaran Staf Bawaslu OKU.

Disamping tugas dikatakan Dewantara, sejalan dengan slogan Bawaslu “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadailan Pemilu”, Bawaslu  mengajak masyarakat untuk berperan aktif. Jika ada kecurangan pemilu silakan laporkan. Pihak Bawaslu sejak kemarin sudah membuka posko laporan. “Jangan takut melapor ke Bawaslu. Kerahasiaan identitas pelapor kami jamin,” tegas Dewantara.

Sementara Wakil Bupati OKU, Johan Anuar berharap penyelenggaraan pemilu kali ini dapat berjalan dengan baik tertib aman dan tetap kondusif. "Awasi yang menggunakan politik uang dan laporkan. Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," tegas Johan.

Pantauan wartawan dilapangan, pada kegiatan apel akbar itu juga dilakukan Penandatangan Deklarasi Anti Politik Uang, Politisasi Sara dan Hoax pada Pemilu tahun 2019 bersama unsur muspida, Pengurus Parpol Peserta Pemilu dan Tim Kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden. (Win)
Share:

Hendak Melerai, Bapak Malah Ikut Dipukul

MUARA ENIM--Sial dialami Lempar Tobing (68) warga Saringan Utara Rt. 06 Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul. Saat hendak melerai anaknya yang dipukul oleh tersangka Panca (32), dirinya malah menjadi korban pemukulan.

Kronologis kejadian berawal, Sabtu (30/3) ketika anak korban Rizki Ketika keluar rumah dan melintas dipasar baru. Kemudian datanglah seorang laki laki yang tidak dikenal mendatangi korban dan berkata "KAUNILAH YANG NAMA AGUS KAN! sambil menunjukkan sebuah cincin ditangannya.

Selanjutnya, pelaku Panca langsung memukul kuping kiri korban sebanyak satu kali. tiba tiba muncullah kawan kawan pelaku memukuli korban pada bagian leher, punggung, dan ada yang memukul kepala korban dengan menggunakan kayu bulat.

Beberapa saat kemudian, datanglah orang tua korban Lempar Tobing ketempat itu dan berusaha menolong anaknya, tetapi malah ikut dipukuli pelaku. Akibat dari kejadian tersebut kedua korban sama sama mengalami luka robek pada kepala bagian atas dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepolsek lawang kidul untuk ditindak lanjuti.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono, melalui Kapolsek Lawang Kudul AKP Azizir Alim, Jumat (12/4) saat dokinfirmasi membenarkan telah terjadi tindakan penganiayaan yang dilakukan ileh tersangka Panca bersama rekan rekannya di Pasar Baru Lawang Kidul.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk, unit reskrim mendpat info bahwa pelaku pengeroyokan yang masih DPO bernama Panca bin usman Ali berada di pasar Tanjung Enim. Atas perintah kapolsek, melalui kanit reskrim Ipda Rahman Edi bersama team buser langsung menuju pasar baru tanjung enim.

“Sesampainya dilokasi, dan saat di tangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan. Selanjutnya oleh perugas pelaku dibawa ke Polsek Lawang Kidul untuk diperiksa. Dikantor, pelaku mengakui perbuatannya terhadap korban bersama teman pelaku yg sdh terlebih dulu di tangkap,” ujar Kapolsek.

Ternyata, lanjut Kapolsek lagi, tersangka juga merupakan DPO kasus pencurian dua buah ban mobil yang tempat kejadian di Pasar Baru Tanjung Enim. “Kita terus mengembangkan dan memintai keterangan pelaku dan juga sudah mengamankan batamg bukti. Tersangka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 363 dan 170,” pungkasnya.
Share:

Yakin Lulus 100 Persen

Muara Enim - Kepala SMA Negeri 1 Ujan Mas, Penderizal Spd MM menyakini anak didik kelas XII tahun ini akan lulus 100 persen. Hal itu disampaikannya dihadapan siswa dan orang tua atau wali murid saat menggelar acara pelepasan siswa-siswi kelas XII, Kamis (11/4).

“Kami yakin anak-anak akan lulus 100 persen. Keyakinan itu karena sekolah bersama anak-anak sudah melakukan tahapan panjang untuk menghadapi ujian. Bahkan sebelum UNBK lalu, kita menggandeng salah satu bimbel terkemuka di Indonesia agar membuatkan soal sebagai upaya mengetahui sejauh mana kemampuan siswa,” ucapnya. 

Melalui berbagai cara yang dilakukan sebagai bekal peserta didiknya menghadapi UNBK, dia berharap, kelulusan nantinya dibarengi dengan mendapatkan nilai yang maksimal.
Kemudian, Penderizal mengimbau, setelah lulus siswa-siswinya tersebut melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. 

“Orang tua saya harap bisa mendukung keinginan anak-anak jika mereka mau melanjutkan kuliah. Karena pendidikan itu sangat penting,” tutur dia.

Ketua Komite SMA Negeri 1 Ujan Mas, H Wilian Husin, mewakili orang tua dan wali murid mengucapkan terima kasih kepada guru dan pegawai sekolah karena selama ini telah membekali ilmu, pengetahuan dan bakat kepada siswa-siswi. 

“Atas nama orang tua dan anak-anak kami juga memohon maaf. Karena selama menempuh pendidikan di sini banyak kesalahan yang dilakukan mereka,” ungkap Wilian.

Tokoh Masyarakat Ujan Mas yang juga Anggota DPRD Muara Enim, H Faizal Anwar, mengapresiasi acara pelepasan siswa yang dibuat sekolah dan komite tersebut. Ia berharap, lulusan SMA Negeri 1 Ujan Mas ke depan dapat menjadi kebanggaan, contoh yang baik, serta ikut mengharumkan nama daerah.

“Terkait apa yang disampaikan kepala sekolah agar anak-anak setelah ini melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Itu memang betul sekali. Mengingat kemajuan zaman. Pendidikan juga sangat dibutuhkan saat ini, karena kompetisi di era sekarang semakin ketat,” kata Faizal.

Dalam acara ini, SMA Negeri 1 Ujan Mas melepas sebanyak 221 siswa kelas XII. Mereka dikembalikan kepada orang tua atau wali murid setelah selama tiga tahun mengikuti proses belajar mengajar, termasuk serangkaian ujian beberapa waktu lalu.

Turut menghadiri pelepasan siswa-siswi ini, Koordinator Pengawas SMA Provinsi Sumsel wilayah Muara Enim dan PALI Hj Yanina, Ketua Komite Sekolah H Wilian Husin, Tokoh Masyarakat Ujan Mas H Faizal Anwar dan Norman, Bhabinkamtibmas Ujan Mas Aiptu Lukman, tamu undangan serta para orang tua/wali murid.

Sementara itu, kesemua siswa menyampaikan, pertama, tidak akan melakukan corat-coret seragam, dan tidak konvoi kendaraan pada saat pengumuman kelulusan nanti. Kemudian, kedua, mereka siap tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang. 
Share:

Penggunaan Suket Tetap Harus Melalui Perekaman

MUARA ENIM--Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan bahwa pemilih yang tidak mempunyai KTP el bisa mencoblos menggunakan surat  keterangan, ternyata tidak serta merta bisa digunakan. 

              Pasalnya surat keterangan tersebut bisa dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), jika  pemegang surat keterangan terlebih dahulu melakukan perekaman di Dukcapil.

             Karena, tanpa melakukan perekaman, maka data pemegang surat keterangan tersebut tidak bisa terverifikasi pada data kependudukan. “Jadi surat keterangan harus melalui proses perekaman biar datanya bisa terverifikasi,” jelas PLt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Muara Enim, Untung Susilo pada rapat kordinasi dengan KPUD dan Pawanlu, beberapa hari lalu.

                Menurutnya, hingga 30 Maret lalu, pihaknya sudah melakukan perekaman sebanyak 409.176 orang atau sekitar 98 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Muara Enim. 

                 Jumlah itu, lanjutnya, setelah dilakukan palidasi oleh Kemendagri. Karena dari 414,469 orang yang telah dilakukan ferekaman, ternyata setelah dilakukan palidasi, ada sekitar 5000 lebih  terindikasi mengalami ganda, sehingga jumlahnya tinggal menjadi 409.176 orang. 

                       Pihaknya terus melakukan upaya percepatan perekaman KTP el bagi masyarakat, sesuai dengan intruksi Dirjen Kependudukan Kemendagri. Upaya yang dilakukan diantaraya pada hari libur nasional kantor yang dipimpinnya tetap bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat.

                 Bahkan pada hari pencoblosan Pilpres dan Pileg tanggal 17 Aprilmendatang, kantornya tidak libur tetapi tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengantisifasi permasalahan pada hari pencoblosan tersebut.  

           Sementara itu, Ketua KPUD Muara Enim, Ahyaudin, pada rapat tersebut menjelaskan, jumlah Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP 2) Muara Enim sebanyak 417.526 pemilih. 

            Menurutnya jumlah penduduk  567.450 jiwa, jumlah kursi di DPRD Muara Enim 45 kursi, jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan 100 orang dengan 20 kecamatan. Kemudian jumlah PPS 765 orang dan TPS sebanyak 1.643 TPS. 
Share:

Muara Enim Diprediksi Juara LPD Tingkat Kabupaten

MUARA ENIM--Pemkab Muara Enim diperkirakan akan keluar sebagai juara pertama pada penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2019 tingkat kabupaten se Indonesia.

             Soalnya hasil penilaian tahap 1  hingga tahap 4 telah dilakukan tim PPD dari Kementerian PPN/Bappenas, Muara Enim sudah masuk nominasi 10 besar. 

                 “Muara Enim sudah banyak inovasi, maka yang mana nanti kita lakukan pendalaman. Dari penilaian tahap 1 hingga tahap 4 Muara Enim sudah masuk nominasi 10 besar,” jelas Ketua Tim Penilai PPD dari Kementerian PPN/Bappenas, Dr Yoga, Kamis (11/8).

                Penegasan itu disampaikannya pada acara penilaian tahap akhir atau tahap V tingkat kabupaten penghargaan PPD tahun 2019 yang berlangsung di ruang rapat Pangripta Bappeda Muara Enim.

                    Rapat yang diikuti para kepala OPD, pemangku kepentingan lainnya itu dibuka Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM. 

                 Menurutnya, penilaian akhir yang dilakukan untuk melalukan verifikasi lapangan. “Penilaian tahap akhir verifikasi ini sifatnya bisa memantapkan  atau bisa juga merusak, maka bagaimana yang sesungguhnya,” jelasnya. 

                 Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, Muara Enim akan mendapatkan juara pertama sebagaimana harapan yang disampaikan bupati. Penghargaan PPD tersebut nantinya akan diberikan pada tanggal 5-6 Mei mendatang pada saar pelaksanaan Musrenbang nasional.

                 Sementara itu, Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani pada pembukaan acara itu mengatakan, penilaian ke V merupakan lanjutan dari penilaian Provinsi  dan penilaian tahap III dan V oleh tim penilai pusat   yang telah dilalui beberapa waktu lalu.

                Kesempatan ini lanjutnya, merupakan kebanggaan sekaligus media belajar bagi pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam rangka meningkatkan kinerha pelayanan kepada masyarakat, yang dimulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.

              Dijelaskannya melalui verifikasi dan kunjungan, tim penilai meninjau dan melihat langsung pencapaian pembangunan dan inovasi di  Kabupaten Muara Enim.

               “Kami berharap kiranya dalam penilaian ini Muara Enim bisa meraih juara pertama. Kami juga berharap masukan  dari tim penilai guna perbaikan serta peningkatan kinerja pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam perencanaan dan inovasi pembangunan,” harapnya
Share:

Sadis, Anak Bunuh Ibu Kandung

BATURAJA - Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (10/4) sekitar pukul 23.30 WIB mendadak gempar.

Pasalnya, salah seorang warga setempat, Salbiah (60) ditemukan tewas dengan kondisi leher nyaris putus di rumahnya. Diduga nenek itu tewas dibunuh oleh anak kandungnya sendiri, Akmaludin (38), Rabu (10/4) sore.

Menurut informasi, peristiwa yang membuat  geger warga Dusun III Desa Tanjung Agung ini baru diketahui menjelang tengah malam. Setelah tetangga korban mendengar teriakan minta tolong dari  dalam rumah korban.

Mendengar  suara  itu warga mengintip kedalam rumah, warga tidak berani  langsung masuk kedalam rumah karena di dalam rumah tersebut ada  anak korban yang dipasung karena diduga mengalami gangguan jiwa.

Anak korban yang sedang dipasung itu minta bantuan warga untuk memeriksa kondisi ibunya yang baru saja ribut dengan kakaknya.

“Anak korban minta tolong perikso ibunyo yang baru bertengkar dengan kakaknya,” terang salah seorang nara sumber seraya menambahkan begitu diintip ternyata ibunya sudah tergeletak bersimbah darah.

Warga lalu beramai-ramai masuk kedalam rumah korban dan betapa terkejutnya warga menyaksikan wanita yang sudah menjanda ini sudah tewas bersimbah darah.

Warga setempat lalu melaporkan kasus dugaan pembunuhan ini kepada Polsek Lengkiti. Mendapat laporan itu Kapolsek Lengkiti  Iptu Marjuni  bersama anggota masing-masing Kanit Res Bripka Charles, Kanit SPK Aiptu Hambali langsung meluncur kelokasi kejadian.

Polisi dibantu perangkat desa setempat langsung melakukan evakuasi jenazah dan melakukan visum dibantu petugas medis Puskesmas terdekat. Jenazah korban rencananya akan dimakam di kampung halamannya hari ini juga.

Menurut informasi,  Rabu (10/4) sekitar pukul 17.00 WIB ada warga yang melihat Akmaludin naik mobil menuju arah Kota Baturaja.

Anak korban ini menurut isu yang beredar pernah memiliki riyawat gangguan jiwa. ”Dio itu kumat-kumatan, tapi idak separah adeknyo yang dipasung itu," terang salah seorang sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.

Menurut sumber, korban mendiami rumahnya di Dusun III Desa Tanjungagung itu memang hanya bertiga dengan  anaknya. Korban sudah berpisah /cerai dengan suaminya.

Kehidupan korban memang memprihatinkan, wanita malang ini harus bekerja sendiri untuk  memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari  dengan kondisi kedua anaknya yang tidak bisa membantu korban meringankan beban korban.

Terpisah Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan SKom dan Kaspolsek Lengkiti, Iptu Marjuni yang dikonfirmasi Kamis (11/4)  mengatakan, tersangka pelaku yang diduga membunuh  korban sudah dititipkan di Mapolres OKU.

Dikatakan Kapolres, saat ini Kasatreskrim sedang ke TKP  untuk mendalami kasus ini, sedangkan tersangkanya sudah diamankan di Polres untuk menghindair hal-hal yang tidak diinginkan.

Dikatakan Kapolres, tersangkanya akan dikirim ke Palembang untuk menjalani pemeriksaan  kejiwaan. Kapolres yang juga didampingi Kasi Humas Polres OKU, AKP Rahmad Haji mengatakan, polisi sedang mendalami kasus ini untuk mengetahui motif pembunuhan yang diduga dilakukan oleh anak kandung korban sendiri. (win)
Share:

KPU PALI Gelar Simulasi Pemungutan Suara

PALI--Pesta demokrasi telah diambang mata, peserta Pemilu saat ini sibuk meraih simpatik pemilih agar bisa mendulang suara pada pelaksanaannya pada 17 April mendatang. Penyelenggara Pemilu pun tak kalah sibuk, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), mereka (KPU) tengah berjibaku melaksanakan tahapan agar pelaksanaan Pemilu bisa sukses.

Seperti pada Kamis (11/4), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)  Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019. Simulasi ini dilakukan di halaman parkir Gelora November, Komplek Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Situasi dan kondisi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam simulasi tersebut  dibuat serupa dengan pelaksanaan 17 April mendatang. Kotak suara, bilik suara, kertas suara, kursi tunggu pemilih, kursi saksi, spot duduk bagi disabilitas lengkap disediakan.

Dijelaskan Ketua KPUD PALI, Fikri Ardiansyah melalui Divisi Teknis, Sunario bahwa pada simulasi tersebut diperagakan proses pemungutan suara dari awal sampai akhir.

"Penting untuk diketahui, sebagai informasi pemilih, alur pemilihannya yaitu pertama-tama pemilih mendaftarkan dirinya kepada KPPS  yang bertugas memeriksa kesesuaian antara nama pemilih dalam form C6-CWK. Kemudian pemilih dipersilakan duduk menunggu. Lalu Ketua KPPS memanggil pemilih yang bersangkutan, seraya menyerahkan lima lembar surat suara. Surat suara yang sah digunakan adalah surat suara yang telah dibubuhi tandatangan Ketua KPPS," terang Sunario.

Saat pemilih menerima lembar surat suara, diterangkan Sunario, Ketua KPPS meminta pemilih untuk mengecek terlebih dahulu kondisi fisik surat suara. Selanjutnya, pemilih menuju ke bilik suara untuk melakukan pencoblosan. Usai mencoblos, KPPS 6 memandu pemilih memasukkan lima surat suara tercoblos sesuai dengan kotak suaranya masing-masing. Setelah itu, pemilih berjalan menuju KPPS 7 di pintu keluar untuk menyelupkan salah satu jari tangannya ke botol tinta sebagai penanda bahwa yang bersangkutan sudah menyalurkan hak pilihnya.

"Simulasi yang dilakukan bertujuan untuk mengukur waktu ketepatan penghitungan surat suara nantinya. Mencari gambaran seperti apa mengukur waktu, karena asumsi dari penyenggara tersita banyak waktu, kita ingin memberikan gambaran seperti ini, agar tidak seberat yang kita bayangkan," kata Sunario

Ia mengharapkan dengan simulasi ini, semua petugas TPS bisa memprediksi berapa menit proses pemungutan suara dan protes dari masing masing saksi.

"Kita bisa melihat dan mengetahui berapa waktu selama proses pemilihan berlangsung begitu juga dalam penghitungan itu berapa menit, karena kita memilih dan menghitung natinya pada 17 April 2019 mendatang." imbuhnya
Share:

BPBD PALI Kenalkan Sejak Dini Proses Penanggulangan Kebakaran Lahan dan Hutan ke Siswa

PALI--Antisipasi adanya bencana terutama kebakaran hutan dan lahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kenalkan penanggulangan bencana terhadap siswa Sekolah Dasar (SD) IT Insan Mulia, Kamis (11/4) di halaman kantor BPBD, Kecamatan Talang Ubi.

"Kita kenalkan sejak dini cara dasar penanggulangan bencana, sasarannya memang pelajar SD. Pada sosialisasi tersebut, kita ajak pelajar untuk mengetahui jenis bencana, antisipasi serta penanggulangannya," ujar Junaidi Anuar, kepala BPBD PALI.

Ajak masyarakat untuk antisipasi bencana dan kebakaran hutan serta lahan, Junaidi mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya bersosialisasi tetapi langsung turun ke tengah-tengah masyarakat.

"Kita pasang spanduk di setiap wilayah dengan slogan Kita Jaga Alam, Alam Jaga kita, dan juga kita turun langsung untuk sosialisasikan ke masyrakat agar hindari penebangan liar serta pembakaran lahan agar tidak terjadi  bencana," terangnya.

Sementara itu Lasmiadi kepala Yayasan SD IT Insan Mulia Pendopo apresiasi kegiatan tersebut. "Pastinya menambah wawasan pelajar, serta anak-anak diajak mencintai serta memelihara alam demi masa depan kehidupan bersama," katanya. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts