Ratusan Warga Patih Galung Kecewa Tak bisa Coblos Presiden dan Wakil


PRABUMULIH – Ratusan warga Rt.01 Rw.02 Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih Sumatera Selatan kecewa lantaran tak bisa memilih Presiden dan Wakil Presiden, rabu (17/4/19)

Hal tersebut membuat sebagian warga Patih Galung Kecewa dengan panitia yang tidak menyediakan Blanko surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden saat pemilihan berlangsung

“kita sangat kecewa pak, pemilihan 5 tahun sekali kita tidak bisa milih presiden” ucap salah satu warga

Diketahui, Sekitar 206 balnko surat suara yang ada di TPS 09 Kelurahan Patih Galung tidak ditemukan satu lembar pun surat suara Pemilihan Presiden, hal tersebut diketahui Kelompok panitia pemungutan suara (KKPS) Patih Galung

“saat kita buka surat suara yang disaksikan oleh beberapa saksi di TPS, kita tidak menemukan surat suara untuk presiden” ungkap Erna Apriani, S.Pd.M.Si selaku ketua KPPS TPS 09 Patih galung

Kepala Sekolah SD negeri 32 Prabumulih itu menambhakan, hal tersebut sudah dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih untuk segera ditindak lanjuti namun masih menunggu kejelasan dari pihak KPU Prabumulih

Sementara, itu Rudi salah satu warga Patih Galung mengaku resah dan kecewa dengan pihak KPPS karena menurutnya ada indikasi kecurangan

"Pemilihan diundur sampai jam 11 pak, kita sudah lama menunggu dari pagi" akunya

Dirinya menambahkan panitia mencoba mencari surat suara untuk pemilihan presiden dengan meminta surat yang lebih dibeberapa TPS yang ada di Patihgalung  (sn)
Share:

Jemput Bola, KPPS Gunung Kemala datangi langsung rumah pemilih yang sakit


PRABUMULIH – Terbaring sakit warga Rt.01 Rw.01 Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumatera Selatan tetap bisa memberikan hak suara dalam pesta demokrasi Pemilihan Umum Tahun 2019,. Suparman (65) warga yang mengalami sakit Stroke setahun silam itu tetap bisa memberikan hak suaranya di TPS 03 Kelurahan Gunung Kemala, rabu (17/4/19)

Panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Gunung Kemala yang disaksikan beberapa Saksi Partai, Saksi Presiden dan Bhabinkamtibmas mendatangi langsung rumah warga yang tidak bisa memilih langsung karena sakit
"Panitia Pemungutan suara yang disaksikan saksi partai dan keamanan dalam proses pecoblosan dirumah Suparman"

Ketua KPPS TPS 03 Supiyan Hadi mengatakan saat ini hanya ada satu warga yang melaporkan keluarganya untuk menyalurkan hak pilihnya kepada panitia, hal tersebut menurutnya sangat penting dan akan dilayani dengan memberikan kesempatan untuk mencoblos

“kita tetap memberikan kesempatan yang sama sebagai pemilih bagi warganya yang tidak bisa langsung datang ke TPS dikarenakan sakit, jika dilaporkan kita akan datang langsung kerumah” ucapnya

Dalam proses pemilihan tersebut pihak panitia memperbolehkan keluarganya untuk mendampingi untuk memilih dengan disaksikan oleh beberapa saksi-saksi dan keamanan untuk menghindari kecurangan dalam proses pencoblosan
Terpisah, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Gunung Kemala Darmanto saat dikonfirmasi mengatakan warga yang mengalami sakit dan tidak bisa memilih langsung ke TPS, warga wajib melaporkan ke panitia dengan membawa bukti undangan pemilihan yang diberikan petugas sebelumnya

“warga yang mengalami sakit tapi ingin mencoblos akan kami layani seperti pemilih lainnya” namun kata dia, petugas akan datang langsung kerumah warga yang mengalami sakit berat seperti, lumpuh, stroke yang memang tidak mungkin untuk berjalan ke TPS” ucapnya saat dibincangi wartawan (sn)
Share:

Usai Mencoblos, Soemarjono Ajak Warga Jangan Golput

PALI-- Sekitar pukul 07.30 WIB, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  Drs H Soemarjono sambangi TPS 05 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi, Rabu (17/4) untuk salurkan hak pilihnya. Dimana TPS itu sebelumnya menjadi tempat pencoblosan bagi Bupati PALI Heri Amalindo.

Usai melakukan pencoblosan, Ketua DPRD PALI ini sampaikan apresiasinya terhadap masyarakat yang telah menyalurkan hak pilihnya atau yang masih berada di TPS untuk mengantre.

"Yang belum sempat mencoblos tetapi sudah ada di TPS silahkan antri dengan baik. Yang belum datang silahkan secepatnya ke TPS," ajak Soemarjono.

Ketua DPRD juga menekankan agar masyarakat pemilih jangan Golput.

"Ini perata kita semua sebagai warga negara, jadi sukseskan dengan cara datang ke TPS dan salurkan hak pilih sesuai hati nurani. Beda pilihan tidak masalah, yang penting jaga kerukunan," imbuhnya. (sn)
Share:

Harga Cabe dan Bawang di PALI Melambung

PALI--Dibalik hingar bingarnya pesta demokrasi yang digelar pada Rabu (17/4), dimana seluruh mata tertuju pada persiapan serta pelaksanaan Pemilu, ada keluhan yang dialami masyarakat Bumi Serepat Serasan akan melonjaknya harga sejumlah jenis bahan pangan yang kenaikanya mencapai 100 persen.

Seperti pantauan media ini di Pasar Kalangan Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI pada Selasa (16/4). Harga bawang mencapai Rp 40.000/kg yang sebelumnya harga bawang merah hanya Rp 20.000/kg.

Tak hanya bawang merah, cabe merah dan cabe rawit juga ikut-ikutan naik, yang tadinya hanya Rp 24.000/kg, naik menjadi Rp 36.000/kg. Yang paling signifikan adalah ayam potong, sebelumnya dijual Rp 20.000/ekor, pada penjualan kali ini sudah menembus angka Rp 40.000/ekor.

"Terkejut ketika tanya harga, sebab bahan pangan yang wajib dibeli, seperti bawang dan cabe rupanya naik," terang Mardiana, warga setempat.

Diakui juga Rusi, warga lainya bahwa melonjaknya harga bahan pangan yang mencapai dua kali lipat tentu menyulitkan warga. Pasalnya penghasilan warga yang bergantung pada getah karet belum kunjung membaik.

"Minggu ini memang harga getah naik tipis, tetapi tidak membuat perekonomian kami bertambah karena lonjakan harga bahan pangan. Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk menekan harga Sembako," pintanya.

Terpisah, Suhaida, pedagang bawang merah dan sayuran di pasar tersebut mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan pangan bukan karena dipengaruhi Pemilu, tetapi memang saat dirinya mengambil barang di pemasok sudah naik.

"Mungkin juga akibat barang sedikit sementara permintaan banyak, yang akhirnya harga sayuran serta bahan pangan lainnya naik. Ditambah lagi jelang puasa yang biasanya banyak warga menggelar sedekah sambut bulan Ramadhan," terangnya.(sn) 
Share:

Tidak Bisa Dibuka, KPPS Putuskan Gunting Gembok Kotak Suara

PALI--Keterlambatan pelaksanaan pencoblosan terjadi di TPS 7 Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lantaran gembok pada salahsatu kotak suara tidak bisa dibuka.

Tentu kondisi tersebut membuat panik KPPS di TPS tersebut, karena waktu semakin siang serta pemilih sudah banyak yang datang, sementara salahsatu kotak suara masih tergembok.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Ketua KPPS TPS 7 memutuskan untuk menggunting tali gembok tersebut disaksikan PTPS dan para saksi Parpol.

"Terlambat sekitar tiga perempat jam, dimana seharusnya proses pemungutan suara berlangsung sejak pukul 07.00 WIB, namun akibat anak kunci gembok diduga tertukar, jadinya tertunda beberapa saat," terang Herman, Rabu (17/4).

Setelah berunding dengan seluruh anggota KPPS dan PTPS serta saksi Parpol, ketua KPPS menghubungi ketua PPS meminta arahannya.

"Karena jaringan telepon susah, kami kesulitan menghubungi ketua PPS, tetapi setelah dicoba beberapa kali, akhirnya bisa tersambung. Dan atas izin ketua PPS, gembok yang tidak bisa dibuka akhirnya kami gunting," imbuhnya.

Setelah gembok digunting, proses pemungutan suara pun dilaksanakan, hingga berita ini diturunkan, pemilih masih mengantri untuk menyalurkan hak pilihnya. (sn)
Share:

Satu TPS Dengan Bupati, Sekda PALI Sampaikan Ini

PALI--Rupanya TPS V Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi menjadi tempat pencoblosan beberapa pejabat teras atas di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Seperti diketahui sebelumnya bahwa orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan Heri Amalindo beserta istrinya, Hj Sri Kustina dan anak-anaknya menyalurkan hak pilihnya di TPS tersebut.

Selain itu, terlihat juga Sekretaris Daerah (Sekda) PALI, Syahron Nazil melakukan pencoblosan di TPS tersebut.

"Silahkan bagi yang belum mencoblos untuk datang ke TPS masing-masing. Karena suksesnya pesta demokrasi bukan hanya terlaksana damai saja, melainkan dilihat dari tingginya partisipasi pemilih," ajak Sekda usai lakukan pemilihan.

Sekda juga menghimbau agar warga PALI usai lakukan pencoblosan mengajak warga lain yang telah mempunyai hak pilih untuk datangi TPS.

"Saling mengingatkan bahwa hari ini pesta demokrasi, pesta rakyat, artinya pesta kita semua. Mari ramaikan dengan datang ke TPS untuk salurkan hak pilihnya, beda pilihan sudah biasa, tetapi siapapun nanti yang terpilih, kita semua harus terima karena ini adalah demokrasi. Tetap jaga persatuan dan kebersamaan agar PALI tetap kondusif," tandasnya.

Disamping Sekda PALI ,dikabarkan ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono juga bakal menyalurkan hak pilihnya di TPS tersebut. (sn)
Share:

TPS V Kelurahan Handayani Jadi Tempat Salurkan Hak Pilih Bupati PALI

PALI--Heri Amalindo Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) salurkan hak pilihnya di TPS V Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi pada Rabu (17/4). Kedatangan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan didampingi Hj Sri Kustina dan anak-anaknya.

Usai melaksanakan pencoblosan, Bupati kembali mengajak seluruh masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih agar datangi TPS.

"Sebagai warga negara yang baik, mari kita lakukan pemilihan dengan tertib dan aman, walau pilihan kita berbeda tapi jangan membuat kita terpecah belah. Jangan Golput tetapi tetap jaga persatuan dan kesatuan agar gelaran pesta demokrasi ini di kabupaten kita bisa berjalan aman dan damai serta partisipasi pemilih tinggi," ajak Bupati. (SN)
Share:

BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit


PRABUMULIH -  BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), selasa (16/4/19)

"Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," kata Kepala BPJS Kesehatan Yunita Ibnu, Selasa (16/04).

Menurut Yunita, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor kabupaten, sehingga masing-masing kantor kabupaten bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Yunita.

Yunita mengatakan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Yunita juga berharap pihak RS dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ucap Yunita.

Yunita juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Ia mengatakan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

"Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," imbuh Yunita.

Sebagai informasi, khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Prabumulih terdapat 206 FKTP dan 14 FKRTL yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan Cabang Prabumulih. Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Prabumulih adalah sebesar Rp 54,6 M sepanjang bulan April 2019. (sn)
Share:

Karena Ini Bupati PALI Bakar Surat Suara Pemilu

PALI--Karena rusak dan dianggap tidak layak dipakai untuk Pemilu besok, Rabu (17/4), surat suara tersebut dibakar KPUD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) disaksikan Bupati PALI Ir Heri Amalindo MM, di halaman Gudang Logistik KPUD PALI samping Mapolsek Talang Ubi ,Selasa (16/4).

Bukan hanya menyaksikan pembakaran surat suara rusak, Bupati juga ikut lakukan hal sama seperti KPUD untuk kepentingan pemusnahan agar surat suara rusak tidak disalahgunakan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketua KPUD Kabupaten PALI Fikry Ardiyansah mengatakan jumlah surat suara yang dimusnahkan berjumlah 1.828 lembar.

"Pemusnahan ini kita lakukan secara transparan dengan cara dibakar. Supaya tidak ada kecurigaan saat Pemilu dan kita bisa saksikan bersama," kata Fikry.

"Puncak tahapan Pemilu sebentar lagi akan digelar. Untuk itu segala upaya demi keamanan Pemilu betul-betul harus kita jaga bersama," tukasnya.

Sementara itu Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM menyatakan bahwa upaya tersebut menghilangkan prasangka buruk masyarakat akan adanya kecurangan Pemilu.

"Kita apresiasi upaya ini, sebab bukan tidak mungkin apabila surat suara dibuang ditempat sampah atau tempat lain akan disalahgunakan oknum tidak bertanggung jawab. Namun, kalau dibakar seperti ini seluruhnya musnah dan kecurigaan masyarakat pasti ikut hilang," ucap Bupati.

Ia juga menghimbau  kepada masyarakat Kabupaten PALI untuk besok meluangkan waktunya menyalurkan hak piihnya di TPS masing-masing.

"Gunakanlah hak suara kita, luangkan waktu untuk Datang ke TPS, setelah laksanakan pencoblosan, silahkan kembali lakukan rutinitas sehari-hari" ajaknya. (sn)
Share:

Pantau Kesiapan Pemilu di Bumi Serepat Serasan, Bupati PALI datangi Beberapa TPS

PALI--Pelaksanaan pesta demokrasi tinggal menghitung jam saja, untuk itu Bupati Penukal Abab Lematamg Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo memantau secara langsung kesiapan Pemilu yang bakal digelar besok, Rabu (17/4).

Terlihat pada Selasa (16/4) orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan meninjau TPS dibeberapa kelurahan dalam Kecamatan Talang Ubi, didampingi Badan Kesbangpol, KPUD, Kejari dan tim pengamanan Pemilu.

"Dari pantauan dilapangan, hampir 80 persen TPS di PALI sudah siap laksanakan gelaran Pemilu besok," ujar Bupati. 

Antisipasi akan turunnya hujan, Bupati mengapresiasi PPS dan KPPS serta penyelenggara pesta demokrasi lainnya yang telah menyiapkan tenda pada setiap TPS. 

"Kami berharap Pemilu berjalan lancar dan sukses, karena kami pantau hampir seluruh TPS memasang tenda serta ditata rapi agar pemilih nyaman. Untuk itu, jangan Golput, silahkan semua warga PALI datang ke TPS, pilih dan coblos sesuai hati nurani tetapi tetap jaga persatuan dan kesatuan," ajaknya. (sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts