Momentum Hardiknas Harus Dijadikan Pembelajaran Berharga Bagi Bangsa

Muara Enim - Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui dinas Pendidikan menggelar upacara peringatan Hari pendidikan nasional yang di pusat di lapangan Merdeka Muara Enim (2/5).

Dalam upacara tersebut, bupati Muara Enim H Ahmad Yani selaku inspektur upacara, dihadiri wakil bupati H Juarsah SH, Sekretaris Daerah Ir H Hasanudin, Kapolres, Dandim, DPRD Muara Enim, BNND, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama. Diikuti unsur OPD Kabupaten Muara Enim, para asisten dan staf ahli. Peserta upacara para ASN, para guru/ tenaga pendidik, satpol PP, serta siswa-siswi SD, SMP, SMA, dan SMK yang ada di Kabupaten Muara Enim.

Dalam menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy Bupati Muara Enim   H Ahmad Yani,  bahwa patut disyukuri, bangsa Indonesia baru saja berhasil melewati tahap Puncak perhelatan pemilihan umum serentak tanggal 17 April 2019 yang lalu.

Kini prosesnya masih berlanjut menuju penentuan akhir tanggal 22 Mei 2019 dilihat dari dari sudut pandang pendidikan, di dalam Pemilihan Umum harus terjadi proses pembelajaran bagi setiap warga negara. Proses belajar pada hakikatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju ke kedewasaan.dalam hal ini semakin dewasa dalam berdemokrasi.

Perlu kita ketahui bersama bahwa terbentuknya warga negara yang demokratis merupakan tujuan pendidikan nasional kita. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 13: menyebutkan “Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Selama empat tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo-Yusuf Kalla lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur atau prasarana.

Pembangunan prasarana transportasi darat, laut maupun udara. Mulai jalan tol hingga jalan pedesaan, pelabuhan, dan lapangan terbang. Di samping infrastruktur komunikasi, infrastruktur pengairan untuk memenuhi kebutuhan air dan irigasi serta infrastruktur energi. Kecukupan infrastruktur adalah merupakan prasyarat untuk menjadi negara maju.

Dalam hal infrastruktur ini, sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Jokowi, Indonesia baru memiliki sekitar 39 persen dari yang seharusnya.

Walaupun demikian, alhamdulillah, pembangunan infrastruktur dalam empat tahun terakhir ini kian dirasakan manfaatnya.

Sebagaimana telah disampaikan oleh Presiden dalam banyak kesempatan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya.
Terkait dengan itulah, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah “Menguatkan Pendidikan,Memajukan Kebudayaan.”

Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Saat ini peserta didik kita didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan. Selaras dengan itu, dalam konteks kebudayaan, posisi kebudayaan sebagai basis pendidikan nasional semakin kukuh dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta Kongres Kebudayaan tahun 2018.

Implementasinya diharapkan semakin meningkatkan ketahanan budaya, meningkat pula dalam mengambil peran di tengah peradaban dunia.

Kita juga tidak dapat menutup mata terhadap berbagai keterbatasan yang masih ada dalam proses pembangunan pendidikan dan kebudayaan di tanah air. Kita masih dihadapkan pada kompleksitas masalah guru dan tenaga kependidikan. Kita juga masih sering menjumpai kasus-kasus yang tidak mencerminkan kemajuan pendidikan, betapapun pemerintah senantiasa responsif dalam memecahkan masalah-masalah tersebut selaras dengan paradigma pendidikan.

Kita juga mencatat, anggaran pendidikan kita sekitar 63% dikelola daerah. Oleh karena itu, perlu diingatkan terus-menerus agar daerah mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan untuk program-program prioritas, serta APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20%.

Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif.

Selanjutnya, atas nama pemerintah, izinkan saya menyampaikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para insan pendidikan dan kebudayaan di seluruh penjuru negeri, terutama kepada Ibu dan Bapak pendidik dan tenaga kependidikan di semua jenjang, para pegiat PAUD, penggiat literasi, para tokoh agama, wartawan, dan kontributor pendidik lainnya, yang tak lelah menyalakan mimpi, memberikan inspirasi, membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi sekitarnya.

Mengakhiri rangkaian acara, bupati dan wakil bupati Muara Enim menyerahkan hadiah lomba dalam acara Karnaval Budaya Muara Enim tahun 2019 yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Share:

Kedapatan Bawa Shabu, Haidi di Ringkus Dirumahnya

Muara Enim-Satnarkoba Kepolisian Sektor Gelumbang berhasil ungkap Kasus Narkoba dengan tersangka Haidi (49) Bin Idris warga Dusun II Desa Teluk Limau Kecamtan Gelumbang kabupaten Muara Enim, Rabu (1/5) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono SH SIK MH melalui Polsek Gelumbang AKP Dwi Satya Arian SIK SH MH menjelaskan kepada awak media,penangkapan berawal dari laporan masyarakat bahwa adanya transaksi narkotika jenis sabu-sabu yang sering di lakukan di desa teluk limau kecamatan Gelumbang.

Setelah mendapatkan Laporan dari masyarakat lanjutnya, Rabu ( 01 /5/2019 )sekitar pukul 04.30 WIB dengan dipimpin Kanit Reskrim IPDA Nasron Junaidi dan Kanit Intel IPDA Syawaludin untuk melakukan upaya penyelidikan.

Penyelidikan yang dilakukan Kanit reskrim dan Kanit Intel mendapatkan informasi dari anggota Opsnal Polsek Gelumbang bahwa pelaku tersebut sedang berada di rumahnya. Terkait dengan informasi yang didapat, Kanit reskrim dan Kanit Intel beserta anggota mendatangi kediaman pelaku tersebut.

"Kemudian pelaku tersebut di tangkap dan diamankan ke Polsek Gelumbang guna pemeriksaan lebih lanjut,”ungkap Kapolsek Gelumbang

Anggota Polsek Gelumbang berhasil mengamankan barang bukti,1 (satu) buah alat hisap atau bong, 1 (satu)buah guntingan karet ban dalam sepeda motor yang berisikan , 2 (dua) buah dompet bekas emas, 1 (satu) buah paket sabu-sabu ukuran besar dengan berat 6,07 gr, 1 (satu) buah paket sabu-sabu ukuran sedang dengan berat 2,81 gr,1 (satu) buah paket sabu-sabu ukuran sedang dengan berat 0,48,1 (satu) buah telepon genggam merek Advan  warna hitam 1 (satu) dan handphone Nokia warna hitam.
Share:

Mendekati Ramadhan, Harga Rempah Tidak Banyak Berubah

MUARA ENIM -- Mendekati bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, harga komoditi tempah seperti bawang merah, bawang putih, cabai, telur dan daging tidak mengalami kenaikan tang siknifikan di pasar impres Muara Enim.

Dari pantauan dilapangan, Kamis (2/5) harga bawang merah yang semula Rp 40rb/kilogram naik menjadi Rp 45rb/kilogram. Sementara itu, bawang putih semula Rp 45rb/kilogram naik menjadi Rp 60rb/kilogram dan harga telur Rp 21rb/kilogram menjadi Rp 23rb/kilogram.

Sementara, untuk harga komiditi seperti cabai juga tidak mengalami kenaikan signifikan yang awalnya Rp 30rb/kilogram menjadi Rp 35rb/kilogram. Sementara untuk harga daging ayam naik Rp 8rb dari awal Rp 30rb per kilogram. Sedangkan untuk harga daging sapi tetap tidak ada kenaikan yakni Rp 130rb/kilogram.

Saman salah satu pedagang di padar inpres mengatakan, mendekati Ramadhan kali ini tidak terjadi kenaikan signifikan di beberapa komoditi. Harga saat ini tidak berbeda jauh dari bulan bulan sebelumnya.

“Hanya bawang putih yang naiknya lumayan tinggi hingga Rp 15 ribu per kilogram. Ini terjadi dimungkinkan karena stok dari agen memang sedikit menurun jumlahnya. Jadi harga naik jauh dari sebelumnya,” ujarnya.

Harga saat ini, lanjut Saman, diharapkan bisa terus bertahan mengingat pada bulan ini biasanya tingkat belanja meningkat. “Kalau tiba tiba naik nanti kami takut pembeli semakin menurun dengan harga yang tinggi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ayu Pratiwi warga Rukun Damai, Muara Enim tang kerap berbelanja di pasar mengatakan, dirinya berharap harga dibulan Ramdhan nanti tidak banyak kenaikan, karena jelas akan memberatkan bagi pembeli yang kerap berbelanja.

“Mudah mudahan tidak banyak lagi kenaikan kenaikan pada komoditi lainnya. Kalau naik bisa bisa nanti kami ibu ibu masak dengan kekurangan rasa karena kurangnya bumbu yang semakin mahal,” pungkasnya.
Share:

Dua Daerah di PALI Kembali Jadi Bidikan Kemensos Masuk Program KAT

PALI--Setelah Talang Sebetung Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara ditetapkan sebagai daerah Komunitas Adat Terpencil (KAT) di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kementerian Sosial RI kembali membidik dua daerah lagi di wilayah Bumi Serepat Serasan yang dinilainya mempunyai penduduk suku yang masing terbilang terpencil.

Terbukti, pada Rabu (1/5) lalu, Kementerian Sosial RI melalui Direkktorat Dayasos dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan lalukan penjajakan dan study kelayakan terhadap Talang Air Itam Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara dan Talang Ali Desa Kota Baru Kecamatan Penukal Utara.

"Mudah-mudahan saja dengan kedatangan tim dari Direktorat Dayasos Kemensos RI, dua daerah itu disetujui menjadi daerah KAT. Karena, memang selama ini, dua daerah tersebut masih alami keterbelakangan, yang dihuni warga asli lokal," ungkap Ethika Metty, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Kamis (2/5).

Saat penjajakan tim dari Kemensos, dikatakan Ethika Metty bahwa dari Kabupaten PALI sendiri mengutus OPD terkait.

"Seperti dari Dinas sosial sendiri, Disdukcapil, Dinas PUBM, Dinas Perkim, Dinkes, Dinas Pendidikan, Camat serta Kepala Desa setempat. Karena membangun daerah KAT tidak bisa dilakukan satu OPD, tetapi harus bersinergi saling menunjang, agar membuka keterbelakangan dua daerah tersebut," terang Metty.

Manfaat program KAT dijelaskan Metty bahwa untuk membuka akses serta pola pikir warga KAT agar tidak tertinggal, warga KAT juga akan diupayakan untuk diberdayakan agar dapat menikmati pembangunan yang saat ini terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten PALI.

Guna mendukung upaya ini  Dinsos Kabupaten PALI,akan bekerja sama dengan Dinsos Provinsi Sumatera Selatan serta pihak Akademisi dan Universitas untuk  menentukan karakteristik masyarakat yang menjadi sasaran program KAT tersebut.

"Begitu juga dengan penerapan program pemberdayaan yang di maksud, seperti penyediaan pemukiman dan kebutuhan hidup dan yang lainya, yang telah dipersiapkan Kementerian sosial RI dalam program KAT ini," urainya.

Untuk Talang Sebetung Desa Tempirai Selatan yang telah masuk dalam program KAT, dikatakan Metty bahwa pada tahun 2019 ini bantuan dari Kemensos bakal segera turun.

"Artinya apabila akses jalan sudah terbuka, fasilitas penerangan telah ada juga pendidikan yang memadai, maka akan membukakan pola pikir warga KAT juga daerah yang selama ini dianggap terpencil jadi terbuka yang pada akhirnya, perekonomian warga setempat perlahan akan meningkat," tutupnya.
Share:

Menguatkan Pendidikan , Memajukan Kebudayaan


JAKARTA--Tema yang diangkat dalam peringatah hari pendidikan Nasional tahun 2019, adalah Menguatkan Pendidikan, memajukan kebudayaan. Pendidikan dan kebudayaan sangat erat kaitannya, dua hal ini seakan tidak bisa dipisahkan, karena  yang satu menyangkut prosesnya yang satunya lagi menyangkut produknya.

Pendidikan merupakan sesuatu yang dipelajari dalam waktu tertentu dengan metode tertentu sehinggi menjadi produk dari buah pendidikan yang dipelajari. Bila seseorang mengenyam pendidikan dengan bagus, maka akan membuat produk tindakan yang bagus pula. Tindakan ini yang bisa mengartikan perilaku kebudayaan, maka arti kebudayaan bisa berkembang  dan membuat budaya itu lentur dan dinamis.

Pendidikan merupakan pondasi kemajuan sebuah bangsa. Hasil dari pendidikan itu sendiri secara holistik akan berpengaruh ke sektor-sektor lainnya di dalam perkembangan sebuah Negara.

Pendidikan juga diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah sosial, budaya dan persamaan hak dan gender. Masalah budaya contohnya, di Indonesia masalah ini begitu popular dimana Indonesia memiliki keberagaman yang begitu kompleks dibanding negara lainnya dari adat istiadat, bahasa, agama dan wilayah.

Masalah pendidikan di Indonesia bukan sesuatu yang baru dan bukan pula sesuatu yang tidak dapat diselesaikan. Dari banyak penelitian sebelum-sebelumnya, ada beberapa masalah dalam pendidikan di Indonesia seperti masalah infrastruktur, sumber belajar, tenaga pendidik dan peran orangtua.

Penguatan Pendidikan Karakter

Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter adalah fondasi dan ruh utama pendidikan,” pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tak hanya olah pikir (literasi), Penguatan Pendidikan Karakter mendorong agar pendidikan nasional kembali memperhatikan olah hati (etik dan spiritual) olah rasa (estetik), dan juga olah raga (kinestetik).

Keempat dimensi pendidikan ini hendaknya dapat dilakukan secara utuh-menyeluruh dan serentak. Integrasi proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di sekolah dapat dilaksanakan dengan berbasis pada pengembangan budaya sekolah maupun melalui kolaborasi dengan komunitas-komunitas di luar lingkungan pendidikan.

Terdapat lima nilai karakter utama yang bersumber dari Pancasila, yang menjadi prioritas pengembangan gerakan Penguatan Pendidikan Karakter; yaitu religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan. Masing-masing nilai tidak berdiri dan berkembang sendiri-sendiri, melainkan saling berinteraksi satu sama lain, berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi.

Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Implementasi nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam sikap cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, anti perundungan dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih.
Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Sikap nasionalis ditunjukkan melalui sikap apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku, dan agama.

Adapun nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran. Seseorang yang berintegritas juga menghargai martabat individu (terutama penyandang disabilitas), serta mampu menunjukkan keteladanan.

Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Siswa yang mandiri memiliki etos kerja yang baik, tangguh, berdaya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan/pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap menghargai sesama, dapat bekerja sama, inklusif, mampu berkomitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, memiliki empati dan rasa solidaritas, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.

Memajukan Kebudayaan

Di zaman yang modern ini perkembangan ilmu pengetahuan sudah semakin maju. Perlu untuk disadari bahwa dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju juga perlu mempertimbangkan aspek budaya yang ada. Terutama dalam hal nilai-nilai positif yang ada dalam budaya masyarakat. Jangan sampai perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju malah menenggelamkan aspek nilai-nilai postif kebudayaan yang ada di dalam masyarakat.
Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah yang luas.

Sehingga tidak heran bila wilayah Indonesia yang tercakup mulai dari Sabang sampai Merauke menyimpan banyak kebudayaan yang multikultural. Aspek kebudayaan yang multikultural di Indonesia harus berada dalam satu nilai positif yang dapat dijalankan bersama. Hal tersebut perlu dilakukan agar persatuan dan kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat tetap terjaga.

Pancasila merupakan ideologi yang menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai luhur positif yang ada di dalam Pancasila perlu terus ditransformasikan kepada generasi muda bangsa Indonesia agar persatuan dan kesatuan di dalam corak masyarakat Indonesia yang multikultural dapat terus terjaga. Oleh karena itu, mengembangkan nilai-nilai positif bagi generasi muda sangatlah perlu untuk dilakukan mengingat di masa sekarang ini ideologi bangsa barat telah banyak merasuki generasi muda bangsa Indonesia.
Kebudayaan sebagai hasil budi manusia, dalam hal berbagai bentuk dan menifestasinya, dikenal sepanjang sejarah sebagai milik manusia yang tidak kaku, melainkan selalu berkembang dan berubah dan membina manusia untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan kultural dan tantangan zaman tradisional untuk memasuki zaman modern.

Manusia sebagai mahluk berakal dan berbudaya selalu berupaya untuk mengadakan perubahan-perubahan. Dengan sifatnya yang kreatif dan dinamis manusia terus berevolusi meningkatkan kualitas hidup yang semakin terus maju, ketika alamlah yang mengendalikan manusia dengan sifatnya yang tidak iddle curiousity (rasa keinginantahuan yang terus berkembang) makin lama daya rasa, cipta dan karsanya telah dadpat mengubah alam menjadi sesuatu yang berguna, maka alamlah yang dikendalikan oleh manusia.
Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berpikir, nilai, moral,norma, dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan alamnya. Sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan itu digunakan dalam kehidupan manusia dan menghasilkan sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, sistem pengetahuan, teknologi, seni, dan sebagainya. Manusia sebagai makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan; akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan, manusia diatur oleh sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan yang telah dihasilkannya.

Ketika kehidupan manusia terus berkembang, maka yang berkembang sesungguhnya adalah sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, ilmu, teknologi, serta seni. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai, moral, dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memajukan, memelihara dan melestarikan nilai-nilai dari budaya bangsa.

Hal yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah  generasi muda bangsa. Karena generasi muda masih sangat labil dan mudah terkonstruk oleh nilai-nilai budaya yang bukan merupakan budaya bangsa Indonesia. Maraknya penggunaan internet oleh kalangan muda perlu mendapatkan perhatian yang serius bagi seluruh elemen bangsa ini. Pengawasan orang tua didik sangatlah berperan penting dalam menghadapi hal ini. Pembimbingan sejak dini bagi generasi muda juga sangatlah penting demi terciptanya bangsa yang besar yang mau menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsanya.

Usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk memajukan dan mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa bagi generasi muda antara lain:

(1) Mengembangkan nilai-nilai moral yang dilandasi nilai-nilai dalam agama. Hal ini perlu dilakukan agar  generasi muda dapat hidup berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan di dalam agama.

(2) Mengembangkan sikap saling menghargai dan mnghormati antar sesama. Generasi perlu diajarkan untuk hidup saling menghormati dan menghargai antar sesama agar kerukunan hidup antar sesama dapat terwujud.

(3) Mengembangkan cara hidup tolong-menolong dalam kebersamaan. Hal ini perlu dilakukan karena bangsa Indonesia pada dasarnya bukanlah bangsa yang individualis. Jadi pola hidup tolong menolong itu sangatlah perlu dilakukan.

(4) Mengembangkan sikap peduli antar sesama masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

(5) Menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam ikatan bangsa Indonesia. hal ini sangat perlu dilakukan agar integrasi bangsa dapat terjaga dengan baik.

Mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda masa depan merupakan hal yang perlu dilakukan demi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam suatu negara. Perlu diketahui bahwa banyak dari generasi muda saat ini telah terasuki pemikiran barat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indoensia yang terkandung di dalam Pancasila.

Untuk itu, kebersamaan dalam membangun bangsa yang berdasarkan atas nilai-nilai luhur bangsa sangatlah perlu dilakukan. Agar impian untuk mewujudkan negara yang sejahtera dapat tercapai.


Oleh: BAYUMIE SYUKRI, AP., SE., M. Si
(Praktisi dan Pemerhati Pendidikan)
Share:

7 Truk Batubara PT GPP Paksa Melintas Jalan Warga

MUARA ENIM--Masyarakat Kampung Sosial, Desa Karang Raja, Kecamatan Kota Muara Enim, Selasa (30/4) mendadak heboh. Soalnya ada sekitar 7 unit truk yang sarat muatan batubara dari tambang batubara milik PT WSL yang berada di ujung kampung tersebut memaksakan diri hendak melintas jalan umum.

                Padahal hingga saat ini Gubernur Sumsel, H Herman Deru, belum mencabut larangan  truk angkutan batubara melintas jalan umum.

             Pengangkutan batubara tersebut diduga dilakukan manajemen PT GPP yang merupakan kontraktor penambangan batubara PT WSL. Truk tersebut akan melintas jalan baru milik Pemkab Muara Enim yang saat ini dikelola oleh PT DBU menuju jalan Trans Unit 7 Desa Muara Harapan hingga menuju jalan lintas Desa Penanggiran.

             Namun truk tersebut hingga Rabu (1/5) siang sekitar pukul 13.00 WIB, masih terhenti di pinggir jalan ujung kampung Sosial. Soalnya kontraktor PT DBU yang saat ini tengah melakukan perkerjaan perbaikan jalan baru milik Pemkab Muara Enim,  melarang truk tersebut melintas.

              Sejumlah aparat Polres Muara Enim, tampak terlihat melakukan pengamanan truk batubara yang tidak bisa melintas tersebut. Truk yang sarat muatan batubara itu menggunakan bak mati dan pada bagian atas bak ditutup dengan terpal cukup rapi. Sehingga masyarakat tidak menaruh curiga jika truk yang melintas sebenarnya mengangkut batubara.

                  Humas PT DBU, Agus yang berhasil dihubungi mengatakan kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan melarang truk tersebut melintas, karena posisi badan jalan tengah dilakukan perbaikan.

                   “Kita sudah buat berjanjian dengan pihak PT WSL dan PT GPP selaku kontraktor penambangan PT WSL. Namun sampai sekarang pihak PT GPP belum  menandatangani surat perjanjian yang telah kita buat. Jika jalan sudah selesai diperbaiki, mereka bisa melintas sesuai dengan kesepakatan perjanjian yang telah dibuat,” jelas Agus yang berhasil dihubungi melalui ponselnya, Rabu (1/5).

               Kabid Angkutan Dinas Perbungan Muara Enim, Ahmad Junaidi, yang berhasil dikonfirmasi mengatakan bahwa sampai sekarang Gubernur Sumsel tetap melarang truk angkutan batubara melintas jalan umum dari Muara Enim menuju Palembang.

                “Sampai sekarang larang itu masih diberlakukan Gubernur, tentunya saya kira PT GPP belum ada izin dari Gubernur mengangkut batubaranya melintas jalan umum,” jelas Junaidi, yang berhasil dihubungi melalui ponselnya, Rabu (1/5).
Share:

Buruh Tuntut Terbitkan Perda Pekerja Lokal

MUARA ENIM -- Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Bersatu Muara Enim (F-SBBM)  mendatangi kediaman dinas Bupati Muara Enim guna mempringati hari buruh atau Mayday di Balai Agung Serasan Sekundang (Bass), Rabu (1/5).

Dalam pertemuan dengan orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang, para buruh sepakat mendesak Bupati supaya segera menerbitkan peraturan daerah (Perda) pekerja lokal.

Ketua F-SBBM, Rahmansyah mengatakan pada peringatan mayday tahun ini total ada 4 pernyataan sikap yang disampaikan kepada pemerintah kabupaten Muara Enim. Diantaranya meminta Bupati menerbitkan perda tentang mengutamakan pekerja lokal.

"Tuntutan ini sesuai dengan isu berkembang sekarang, bahwa keberadaan buruh lokal tergusur oleh pekerja asing, kami minta pemkab Muara Enim bertindak tegas mengatasi isu ini dengan menerbitkan Perda,"kata Rahmansyah.

Menurut dia, hadirnya perda tersebut memperkuat hak-hak warga disini dalam memperoleh pekerjaan. Selain itu didalam perda nanti diharap dapat menjelaskan kriteria apa saja bagi perusahaan untuk merekrut pekerja asing.

"Kami ingin ada kriteria yang harus dipenuhi setiap perusahaan yang ingin merekrut tenaga asing, jangan sampai para pekerja asing diberi pekerjaan bersifat umum bukan teknis yang memang memperlukan keahlian khusus dari luar,"ungkapnya.

Selain itu, para buruh lanjutnya juga sepakat meminta Pemkab memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan pelanggar terhadap hak normatif buruh.  Meminta Pemkab menetapkan upah minimum sektoral Kabupaten setiap tahunnya.

"Terakhir kami juga meminta Pemkab bersama BUMN dan BUMD bersinergi menciptakan pelatihan terhadap SDM-SDM lokal utamanya sektor tambang batubara, minyak dan gas,"paparnya.

Sementara Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani mengapresiasi peringatan mayday di Kabupaten Muara Enim yang berlangsung kondusif. "Peringatan mayday menjadi momentum bagi pemkab Muara Enim untuk melindungi para pekerja supaya mendapatkan hak-haknya,"tegas Bupati.

Terkait tuntutan buruh, Bupati menegaskan akan mengakomdir dengan segera menerbitkan perda perlindungan pekerja lokal.
"Perda akan segera digodok untuk diterbitkan, diharap perda ini nanti dapat mengutamakan pekerja lokal mendapatkan pekerjaan,"ujarnya.

Lanjutnya, Pemkab dalam waktu dekat akan menggelar pelatihan bagi pekerja supaya dapat bersaing dan siap pakai. "Pelatihan ini untuk meningkatkan skil, agar pekerja lokal bukan lagi dominan tenaga umum melainkan tenaga teknis,"pungkasnya.
Share:

Harga Karet di PALI Mulai Merangkak Naik

PALI--Tanda-tanda akan membaiknya harga getah karet sudah mulai terlihat, sebab dalam dua pekan terakhir ini harga getah karet kualitas mingguan terus merangkak naik dari harga sebelumnya yang hanya dibawah angka Rp 7.000/kg, pada Selasa (30/4) terpantau harga getah karet di Bumi Serepat Serasan menembus angka Rp 8.000/kg.

Tentu kondisi ini menambah semangat para petani yang telah lama menunggu akan naiknya harga komoditi yang digelutinya.

Seperti diutarakan Dedi (38) petani asal Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dia tersenyum kala getah karet hasil sadapannya dihargai pembeli Rp 8.000/kg.

"Kami berharap akan naik lagi untuk mengimbangi harga kebutuhan pokok. Karena untuk harga Rp 8.000/kg, belum sebanding dengan harga beras yang saat ini dikisaran Rp 10.000/kg," ungkap Dedi.

Keinginan samapun diutarakan Nasar, petani asal Talang Ubi yang biasa menjual hasil sadapannya setiap minggu. Dirinya mengharapkan harga karet seimbang dengan harga bahan pangan.

"Percuma kalau harga getah naik sedikit, tetapi harga pangan melonjak jauh apalagi jelang puasa ini. Karena kami tidak ada penghasilan lain, kami hanya bergantung pada harga karet," ucapnya.

Terpisah, Amran, pembeli getah karet di pasar getah Desa Jerambah Besi menyebut bahwa saat ini pabrik memang telah menaikan harga getah, tetapi angkanya sangat tipis.

"Masih belim signifikan untuk angka kenaikannya. Tetapi kami beli sudah bersaing dengan pembeli lain untuk dapatkan getah petani. Namun, untuk pembelian, tergantung dari kualitas getah petani. Kalau getah bersih dan keras, otomatis harga tinggi," katanya
Share:

Seni Tanjidor PALI Tampil di Ibu Kota

PALI--Untuk pertama kalinya, seni Tanjidor khas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) asal Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal tampil di Hotel Ciputra Jakarta Selatan pada Senin (29/4), dalam rangka undangan dari Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya.

Tak pelak, penampilan seni Tanjidor memukau penonton yang hadir, ditambah tarian apik Burung Putih yang menambah tatapan penonton semakin terpana, tepuk tangan pun bergemuruh saat penampilan tari khas PALI itu berakhir.

Dikatakan Alamsri, Kepala Desa Spantan Jaya bahwa kedatangan tim seni Tanjidor dalam rangka ikuti whork shoop yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata, seni dan budaya RI.

"Kegiatan whork shoop dibuka pada Senin sampai dengan hari Jumat. Alhamdulillah, pada penampilan anak-anak dari PALI, banyak penonton kagum dan banyak bertanya letak wilayah PALI dimana karena penonton baru kali pertama menyaksikan tari Burung Putih," ucap Kades, Selasa (30/4).

Terpisah, Aka Cholik Darlin, ketua Dewan Kesenian Kabupaten PALI memberikan apresiasi terhadap pelaku seni asal Desa Spantan yang telah mengenalkan budaya PALI dikancah nasional.

"Ini berkat peran Bupati PALI yang serius mengembangkan budaya khas PALI. Karena mengenalkan suatu daerah salahsatunya melalui kesenian," kata Aka Cholik.

Kedepannya diharapkan Aka Cholik, pemerintah memberikan bantuan berupa fasilitas atau alat kesenian yang diperlukan.

"Menganggarkan untuk setiap kesenian yang dikelola beberapa sanggar seni agar lebih berkembang lagi dan memelihara serta menggali kembali budaya atau seni yang menjadi ciri khas daerah ini supaya PALI mempunyai jati diri kesenian yang benar-benar tidak dimiliki daerah lain," tandasnya. (sn)
Share:

Merasa Dicurangi, Caleg Dapil I Ramai Ramai Datangi Bawaslu Minta PSU

MUARA ENIM - Karena merasa adanya kecurangan pada Pileg 17 April lalu, Tujuh orang calon legislatif (Caleg) Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kabupaten Muara Enim, Senin (29/4) mendatangi Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Muara Enim.

Dalam laporan yang diterima oleh dua Staf Penindakan Pelanggaran Bawaslu Muara Enim Firmansyah Putra dan Arif. Mereka menuntut dua hal, pertama meminta kepada Bawaslu Kabupaten Muara Enim untuk merekomendasikan diadakannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh kecamatan dapil 1 Kabupaten Muara Enim.

Ketujuh Caleg yang datang melapor antara lain Iswanto (PDI-P), Yones Tober (PKS), M Zen Sukri (Gerindra), Lukman (Perindo), Syaiful Bahri (PKB), M Napeleon (PPP), dan Deni Kristian (Bekarya) yang merupakan Caleg dari dapil I.

Kedua, mereka juga menuntut untuk menunda atau menghentikan rapat pleno KPU di Kabupaten Muara Enim yang sudah terjadwal pada hari ini Senin, (29/4).

“Kecurangan yang kami laporkan, seperti temuan C1 yang tidak sesuai dengan perolehan jumlah suara yang sebenarnya. Hal ini dari berbagai macam sumber di tiap-tiap TPS se-dapil 1, dan dari berbagai macam partai terdapat indikasi mencurigakan untuk memenangkan caleg-caleg tertentu,” kata Iswanto didampingi Yones Tober dan M Zen Sukri.

Menurut mereka, hal tersebut terjadi hampir di semua kecamatan pada dapil 1 Kabupaten Muara Enim. “Bahkan juga waktu pleno PPK Gunung Megang, Belimbing, Benakat, Ujan Mas dan Muara Enim kotak suara tidak dibuka di depan saksi-saksi, ini diindikasikan kotak tersebut sudah terbuka, tidak tersegel lagi,” sebut mereka.

Maka sesuai Undang-undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu pada Pasal 372 Ayat 2 Huruf A yang berbunyi pembukaan kotak suara dan atau berkas pemungutan dan perhitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam kententuan peraturan perundangan-undangan, mereka pun menuntut dua hal.

“Untuk itu kami minta PSU dan menghentikan rapat pleno KPU di Kabupaten Muara Enim sebelum adanya tindakan dan respon hasil dari laporan yang kami ajukan hari ini,”harapnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts