Inilah Daftar Harga 20 Jenis Bahan Pangan di PALI Hari Pertama Puasa

PALI--Setelah lalukan inspeksi mendadak (Sidak) di dua pasar, yakni pasar Inpres Pendopo dan pasar Kalangan Abab,  Tim pengendalian harga pangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang terdiri dari Bagian Perekonomian, Disdagprin, Dinsos, Satpol.PP, Dishub, Kepolisian dan Dinas Ketahanan Pangan, merilis daftar harga kebutuhan pokok.

Dimana harga itu di dua pasar tersebut selisihnya tidak jauh berbeda.

Inilah daftar harga 20 jenis bahan pokok.

1.Beras Belitang.                Rp 11.000/kg
2.Daging Ayam Kampung Rp 50.000/kg
3.Daging Ayam Ras.          Rp 35.000/kg
4.Daging sapi.                    Rp 130.000/kg
5.Telur.                                Rp 22.000/kg
6.Cabe merah.                   Rp 25.000/kg
7.Cabe Rawit                     Rp 25.000/kg
8.Bawang Merah.             Rp 40.000/kg
9.Bawang Putih.               Rp 60.000/kg
10.Daun Katuk.                 Rp 4.000/ikat
11.Bayam.                         Rp 2.000/ikat
12.Daun Singkong.          Rp 2.000/ikat
13.Kacang panjang.        Rp 6.000/ikat
14.Kangkung.                   Rp 2.000/ikat
15.Kentang.                      Rp 8.000/kg
16.Ketimun.                      Rp 6.000/kg
17.Kol putih/kubis.          Rp 7.000/kg
18.Tauge/kecambah.      Rp 10.000/kg
19.Tomat sayur.                Rp 10.000/kg
20.wortel.                           Rp 8.000/kg
Share:

Datang Seorang Diri, Begini Tujuan Nenek Tunanetra ke PALI

PALI - Didampingi Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Metty Etika, Dr Hj Murtini, nenek penyandang disabilitas datangi kantor Bupati PALI, Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kacamatan Talang Ubi, Senin (6/5).

Kedatangan perempuan berumur 63 tahun itu bertujuan memotivasi penyandang disabilitas atau difabel supaya mandiri dan tidak menjadi beban terhadap keluarganya.

Disamping itu, dikatakan Hj Murtini, wanita tunanetra asal Kota Tengerang Banten saat diwawancara media ini, bahwa dirinya selain mendatangi Kabupaten PALI, juga telah memijakan kakinya di 616 daerah Kabupaten/kota di Indonesia.

"PALI merupakan daerah terakhir yang saya kunjungi, keinginan saya adalah pecahkan rekor MURI seorang wanita cacat bisa sambangi 616 daerah untuk meninjau pelayanan terhadap warganya yang mengalami kekurangan fisik atau difabel," ungkap Hj Murtini.

Diakuinya bahwa kedatangannya dirinya ke PALI sudah sejak Minggu (5/5), yang langsung menuju Mapolsek Talang Ubi.

"Setiap saya pijakan kaki ke suatu daerah, pertama sekali saya datangi adalah kepolisian, karena pilar keamanan dan kenyamanan penyandang difabel terletak pada ketegasan pihak kepolisian. Selanjutnya ke pemerintah daerah yang mempunyai wilayah dan seterusnya Dinsos, Kejari, Depag, PLN, Sekwan, BPN dan Samsat," urainya.

Dirinya juga telah menyampaikan keinginannya agar pemerintah pusat memberikan modal usaha terhadap warga penyandang difabel.

"Saya berkeliling sejak tahun 2014, dan saya pernah sampaikan kepada menteri sosial agar penyandang difabel dikasih modal jangan dikasih hati. Sebab, saya berkeinginan orang cacat harus mandiri bukan jadi beban, dan setiap bantuan harus dikembangkan bukan terus-terusan meminta kepada pemerintah," tandasnya.

Sementara itu, Metty Etika menyatakan bahwa pihaknya akan mendampingi Hj Murtini untuk mengelilingi PALI.

"Tentu kedatangan ibu Murtini memotivasi penyandang difabel yang ada di PALI, dan kami kedepan bakal mendampingi dan membina setiap warga yang megalami kekurangan fisik agar bisa diberdayakan," ujar Metty. (sn)
Share:

Tim Pengendalian Harga Pangan PALI Sidak Dua Pasar Sekaligus, Ini Hasilnya

PALI--Tim pengendalian harga pangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar di wilayah Bumi Serepat Serasan dalam memantau harga serta mengendalikan harga-harga kebutuhan bahan pokok.

Sidak sendiri dikatakan Junaidi, Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten PALI dibagi dua tim. Dan dari hasil Sidak, diakui Junaidi bahwa memang terdapat beberapa jenis kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan.

"Seperti bawang putih yang mencapai Rp 70.000/kg, tetapi kenaikan harga bawang putih bukan hanya di PALI  tetapi secara nasional. Untuk jenis bahan pokok lainnya terpantau stabil, meskipun naik, tetapi masih belum signifikan," terang Junaidi, Senin (6/5).

Pada Sidak yang dilakukan pada Minggu (5/5) lalu, ada dua pasar yang didatangi tim pengendalian harga bahan pangan yang terdiri dari Bagian Perekonomian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Satpol.PP, Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan serta dari kepolisian.

"Pasar Pendopo dan pasar Betung yang kami datangi, dari keseluruhan jenis pangan, selisih harga tidak berbeda jauh dari dua pasar tersebut," tukasnya.

Untuk menekan harga kebutuhan pokok, Junaidi bakal melaporkan kondisi harga bahan pangan di PALI ke Bulog provinsi Sumatera Selatan, dimana nantinya akan dihitung berapa kebutuhan, berapa pasokan yang biasa setiap hari masuk ke PALI serta stok yang ada.

"Nantinya akan dikalkulasikan untuk meminta tambahan pasokan agar harga-harga kebutuhan pokok bisa terkendali. Selama Sidak dan pantauan setiap hari, tidak kami temukan ada penimbunan bahan pokok yang dilakukan pedagang. Serta rencana kami, Sidak ke pasar-pasar bakal dilakukan kembali," imbuhnya.

Junaidi juga menyatakan bahwa Pemkab PALI bakal gelar pasar murah. "Sudah ada wacana gelar pasar murah, tetapi untuk pelaksanaanya masih menunggu arahan Sekda dan Bupati," tutupnya. (SN) 
Share:

Pemkab PALI Hapus Apel Pagi dan Senam Selama Puasa

PALI-- Hormati pegawai menjalankan ibadah puasa serta untuk menambah kekhusukannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluarkan kebijakan keringanan jam kerja serta menghapus sementara kegiatan rutin seperti apel pagi yang biasa dilakukan setiap hari, serta senam pada setiap Jumat pagi.

Kendati demikian, disiplin kerja harus tetap dipatuhi seluruh pegawai di pemerintahan PALI, karena meskipun bulan puasa, sanksi tetap akan diberikan terhadap pegawai yang bermalas-malasan.

"Untuk jam kerja sebelumnya masuk pada pukul 07.30 WIB, selama puasa dari Senin sampai Jumat, jam masuk kerja menjadi pukul 08.00 WIB. Istirahat dari Senin sampai Kamis hanya setengah jam, tetapi untuk Jumat, istirahat dari jam 11.30 WIB sampai pukul 13.00 WIB," ungkap Sekda PALI, Syahron Nazil, Senin (6/5).

Sementara untuk jam pulang kerja dijelaskan Sekda bahwa selama puasa dari Senin sampai Kamis pukul 15.00 WIB, untuk hari Jumat pukul 15.30 WIB.

"Biasanya pulang kerja pukul 16.00 WIB, tetapi selama puasa menjadi pukul 13.00 WIB untuk Senin sampai Kamis. Apel pagi dan senam ditiadakan,"  terang Sekda.

Diharapkannya dengan kebijakan tersebut seluruh pegawai mematuhi dan meski berpuasa tetap jangan mengurangi pelayanan terhadap masyarakat.

"Kita sebagai pelayan masyarakat harus tetap memberikan pelayanan sesuai dibidangnya masing-masing. Bagi yang bermalas-malasan tetap akan diberi sangsi," tandasnya.
Share:

Prabowo-Sandi Menang Telak di OKU

"Sumber foto : Google"

BATURAJA - Berdasarkan pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 di tingkat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sabtu (4/5) malam, pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi menang telak dari pasangan nomor urut 01, Jokowi-Amin Ma'ruf.

Paslon nomor urut 02 berhasil meraup 162.594 suara masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang, atau sebesar 75,73 persen. Sedangkan Paslon nomor 01 memperoleh 52.098 suara atau 24,27 persen.

Berdasarkan hasil rekapitulasi itu, Paslon 02 unggul di seluruh kecamatan (13 kecamatan) di wilayah OKU. Paling banyak didapat dari Kecamatan Baturaja Timur, dimana Paslon 02 mendapat 44.558 suara. Sedangkan Paslon 01, memperoleh 13.781 suara.

Yuhdi Hardianto, selaku perwakilan Partai koalisi pemenangan Paslon 02 di OKU, mengucapkan terima kasih pada segenap masyarakat OKU yang sudah memilih Paslon kosong dua.

“Alhamdulilah, walau target 80 persen agak meleset sedikit, tapi kami tetap bersyukur bahwasanya masyarakat OKU ingin ada perubahan dengan memilih Paslon 02,” ujar Yuhdi, yang juga menjabat Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) OKU.

Pihaknya meyakinkan akan terus memantau perolehan suara dan mengawal kemenangan itu. Sehingga, secara nasional hasilnya nanti sesuai dengan tahapan KPU dan dapat memuaskan bagi pendukung dan Paslon 02 (sn)
Share:

Jelang Ramadhan, Bupati OKU Sidak Pasar Tradisional


"Bupati OKU, H Kuryana Azis saat sidang ke sejumlah pasar tradisional di Baturaja"
BATURAJA -- Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Drs H Kuryana Aziz bersama Kapolres OKU dan unsur Muspida melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Pucuk Baturaja, Jumat (3/5).

Sidak ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan 1440 H. “Ini kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap tahun menjelang Ramadhan,” kata Kuryana didampingi Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari yang dibincangi usai Sidak.

Untuk  OKU menurut Kuryana, stok dan harga pangan masih relatif stabil meskipun ada kenaikan yang agak signifikan pada bawang merah dan bawang putih. “Banyak faktor yang menyebabkan kenaikan harga bawang salah satunya musim yang tidak tidak menentu, sehingga bawang menjadi gagal panen, sedangkan pada bulan puasa permintaan meningkat,” sebutnya.

Namun untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan menjaga stok pangan, Kuryana mengatakan, pihak Bulog OKU telah mengambil langkah untuk mengatasi hal tersebut.

“Kalau dari Pemkab OKU, kita telah membuka pasar murah untuk masyarakat, jika masih tetap melonjak maka kita akan turun untuk operasi pasar,” ujarnya

Selain Bulog lanjut Kuryana, untuk mengantisipasi lonjakan harga bawang, Pemkab OKU melalui Dinas Pertanian OKU juga telah menyiapkan bawang merah siap panen yang dibudidayakan di Merbau dan Rantau Kumpai.

“Ada beberapa hektar pertengahan bulan ini panen, Insyallah itu bisa mencukupi kebutuhan masyarakat OKU dan menstabilkan harga bawang,” katanya.

Sementara itu Kapolres OKU, AKBP NK Widayana Sulandari menambahkan meskipun saat ini belum ditemukan adanya indikasi penimbunan pangan di OKU, namun Polres OKU bersama Pemkab OKU telah membentuk tim terpadu pengendali pangan untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan stok pangan, setiap hari tim intel berkoordinasi dengan tim terpadu untuk mengecek ke lapangan. “Kalau terjadi dan ditemukan adanya penimbunan maka akan kita tindak secara hukum,” tegas Kapolres.

Selain pasar tradisional, Bupati bersama Kapolres beserta rombongan juga mendatangi sejumlah minimarket yang beroperasi di Bumi Sebimbing Sekundang, hal ini untuk memastikan harga serta barang yang sudah habis masa pakai.(sn)
Share:

Usai Pilpres Harga Sawit Terpuruk

MUARA ENIM,----Pembuatan bio disel melalui program B-20 dan B 100 yang diklaim pemerintah bisa  meningkatkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani, ternyata tidak berpengaruh.

Terbukti usai pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg), harga TBS kelapa sawit petani yang sudah sempat merangkak naik menjadi Rp 1.100/kg di tingkat petani, kini kembali turun.

Sejak sepekan belakangan harga TBS kelapa sawit tinggal Rp 900- Rp 950/kg di tingkat petani. Kondisi itu membuat petani kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim menjadi menjerit.

Soalnya harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya memasuki bulan suci Ramadhan, telah mengalami kenaikan.

“Apa yang dikatakan pemerintah membuat B-20 dan B-100 sawit, ternyata sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap harga sawit petani, bahkan bertambah turun harganya,” jelas Wak Toh, salah seorang petani sawit di Muara Enim.

Sementara, harga kebutuhan pokok memasuki bulan suci Ramadhan telah mengalami kenaikan. “Kondisi petani sawit semakin terpuruk, karena harga sawit turun, sedangkan harga sembako melambung. Artinya ada kesan pemerintah tidak berperan untuk menstabilkan harga kelapa sawit maupun harga sembako,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang agen pengumpol TBS kelapa sawit petani, Silai, mengaku harga kelapa sawit turun. “Harga jual kita ke pabrik kelapa sawit juga turun, terpaksa kita menurunkan harga juga dalam memberi buah kelapa sawit petani,” jelas Lai, Sabtu (4/5).

Dia juga mengaku tidak tau apa penyebab turunya harga kelapa sawit tersebut. Selain harga sawit di pabrik turun, juga banyak sortir. “Kondisi harga kelapa sawit turun seperti ini, tidak saja petani yang menjerit, kami selaku agen pengumpul juga menjerit, karena pabrik banyak melakukan sortir, terutama buah yang masaknya tidak sempurna maupun tanda buah yang kecil kecil,” jelasnya. (sn)
Share:

Warga Muaraenim sambut Ramadhan dengan Pawai Obor, dan Syiarkan Islam

MUARA ENIM Menyambut Bulan Suci ramadhan, warga kota muara enim melaksanakan pawai obor mengelilingi kota muara enim. Kegiatan yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu ini akan dijadikan anggota rutin menyambut bulan suci ramadhan.

Salah seorang panitia, Mgs Umar SpdI mengatakan pawai obor sudah dilaksanakan sejak dua tahun lalu dua hari sebelum ramadhan. "Pawai keliling kota muara enim bersama seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak anak hingga orang tua," ujarnya.

Lanjutnya, selain menyambut bulan suck ramadhan, pawai obor ini juga dimaksudkan melaksanakan  syiar islam. "Karena saat pawai juga dengan bertakbir dan bershalawat, dan ini juga di lakukan di tiap daerah salah satunya di dusun muara enim dan kepur," bebernya.

Menurutnya, pawai obor memiliki makna cahaya di dalam kegelapan sebagaimana islam menerangi alam yang gelap gulita. "Dan sampai saat ini islam terus bercahaya sepanjang hidup manusia," imbuhnya.

Salah seorang warga, Yuli mengaku budaya pawai obor sangat dinanti masyarakat karena hanya ada sekali salam satu tahun. "Saya dengan anak anak sengaja tunggu depan rumah, ketika pawai datang kami pun ikut bergabung," ungkapnya

Menurutnya, pawai ini sangat baik dijadikan agenda rutin oleh pemerintah agar euforianya sampai ke daerah lain. "Karena ini syiar islam, sebagai umat muslim ini merupakan hal yang sangat baik," tukasnya. (sn)
Share:

12 Orang Dijadikan Tersangka Pasca Demo Rusuh di Bawaslu PALI


PALI - Aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Jumat (3/5) lalu yang berakhir ricuh serta melukai belasan petugas Kepolisian dan TNI berbuntut panjang.

Pasalnya, ada 25 orang ditangkap polisi karena dianggap menjadi penyulut rusuhnya aksi yang menuntut Bawaslu PALI merekomendasikan disejumlah TPS agar dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) karena dinilai ada pelanggaran dalam proses pemungutan suara pada Pemilu 17 April lalu.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kasubag Humas Polres Muara Enim Ipda Yarmi bahwa dari 25 orang yang ditangkap dan langsung diperiksa keterangannya.

"Setelah melalui pemeriksaan, akhirnya dari 25 orang, 12 diantaranya dijadikan tersangka," ungkapnya, Minggu (5/5).

Dikatakn Kasubag Humas Polres Muara Enim bahwa aksi unjuk rasa tersebut diduga ada calon legislatif yang menggerakkan masa.

"Nanti caleg bersangkutan yang diduga menggerakkan masa bakal dipanggil. Untuk sementara memang baru 12 orang ditetapkan jadi tersangka, namun tidak menutup kemungkinan akan bertambah," tandasnya.

Saat ini, ditambahkan Ipda Yarmi bahwa 12 tersangka masih diperiksa di Polres Muara Enim sementara 13 orang lainnya masih sebagai saksi.

"Diketahui bahwa ada 10 anggota kepolisian dari Polres Muara Enim dan satu anggota TNI terluka dan dirawat di rumah sakit, saat ini seluruh korban sudah diperbolehkan pulang. Polres Muara Enim akan terus mengembangkan kasus ini sampai tuntas," tegasnya.

Terpisah, Iptu Alpian, Kapolsek Penukal Abab yang terluka saat kerusuhan terjadi memberikan kesaksiannya bahwa masa saat itu melempari petugas menggunakan batu.

"Leher saya terkena batubata sampai bengkak dan saat ini masih terasa sakit, tetapi tidak lagi dirawat di rumah sakit. Saat kejadian, kami telah berupaya menenangkan masa, tetapi masa semakin beringas, kemudian terjadi kerusuhan itu," terangnya. (sn)
Share:

Pasca Rusuh, Aktivitas Bawaslu Kembali Normal Dibawah Pengamanan Kepolisian

"Situasi unjukrasa beberapa waktu lalu di depan kantor Bawaslu PALI yang sempat ricuh yang dijaga ketat oleh aparat keamanan"

PALI - Pasca aksi demo dilakukan oleh masa yang tergabung pada Aliansi Masyarakat Tanah Abang Abab Bersatu (Mantab) yang berbuntut pada aksi anarkis didepan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Jumat (3/5/2019) lalu, aktivitas Bawaslu sudah berjalan seperti biasa.

Dimana diketahui sebelumnya bahwa aksi unjuk rasa yang menuntut Bawaslu agar merekomendasikan Pemilihan Suara Ulang (PSU) dibeberapa TPS karena diduga ada pelanggaran berakhir rusuh yang mengakibatkan belasan anggota Kepolisian dan TNI terluka serta 25 orang pengunjuk rasa ditangkap.

"Aktivitas kembali berjalan seperti biasa. Sementara untuk tuntutan pengunjuk rasa, kita sarankan apabila ingin laksanakan PSU harus melalui Mahkamah Konstitusi (MK), karena PSU bisa dilakukan maksimal 10 hari setelah Pemilu," ungkap Iwan Dedi, anggota Bawaslu PALI, Minggu (5/5).

Meski demikian, diakui Iwan Dedi bahwa kantor Bawaslu masih dijaga anggota Kepolisian untuk antisipasi adanya aksi susulan.

"Saat terjadi kerusuhan, kita tengah lakukan mediasi dengan perwakilan pengunjuk rasa. Tetapi tiba-tiba ada yang melempari batu karena mereka (pendemo) diduga tidak sabar. Namun untuk permasalahan kericuhan itu menjadi wewenang pihak kepolisian, dan sampai saat ini pun, kantor kami masih dilakukan pengamanan untuk antisipasi masa susulan," terangnya.

Terpisah, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan mengatakan bahwa pihaknya tetap lakukan pengamanan. Bahkan bukan hanya di kantor Bawaslu tetapi di kantor KPUD PALI juga dilakukan penjagaan.

"Kita tetap jaga siang dan malam, namun pasca kerusuhan aksi unjuk rasa beberapa hari lalu, kondisi PALI aman dan terkendali," Okto. (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts