Puluhan Bal Petasan dan Miras Diamankan

MUARA ENIM--Razia yang dilakukan petugas Polsek Gelumbang berhasil mengamankan puluhan bal petasan dari berbagai jenis, puluhan botol minuman keras (Miras) dan 5 jerigen tuak yang dijual di warung warung di pasar Gelumbang,  Sabtu (11/5).

            Razia yang dipimpin langsung Kapolsek Gelumbang, AKP Dwi Satya Arian itu, menindaklanjuti Sprin Kapolres Muara Enim, nomor sprin/379/V/OPS/1.1.1/2019 tanggal 9 Mei 2019.

             Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi mengatakan, razia terpadu tersebut dilaksanakan di seluruh Polsek jajaran Polres Muara Enim termasuk PALI.

              Menurutnya, razia tersebut dengan sasaran penyakit masyarakat, 3C, senpi, sajam, premanisme, prostitusi, judi, miras , petasan dan street crime. “Razia yang digelar dalam rangka cipta kondisi bulan Ramadhan dan operasi ketupat 2019,” jelasnya, Minggu (12/5).
Share:

Puncak Kemarau Bulan Juli

MUARA ENIM--Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Pandji Tjahtanto S Hut, MSI, mengatakan sesuai dengan prakiraan, puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada bulan Juli – September mendatang. Karena berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, awal musim kemarau tahun ini  dimulai pada bulan Juni.

              “Walaupun  sampai hari ini kondisi cuaca masih kondusif, hujan masih ada. Namun saya ingatkan kepada semua pihak  untuk tidak terlena  dan selalu siaga dalam menghadapi perubahan cuaca  dan iklim yang  seringkali tak menentu,” jelas Pandji saat memimpin apel siaga api yang dilaksanakan manajemen perusahaan HTI PT Musi Hutan Persada beberapa waktu lalu.

              Menjadi sangat penting, lanjutnya, untuk  memastikan bahwa tak ada kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan asap. Karena  jelas akan mengganggu kesehatan lingkungan  serta aktifitas kerja setiap hari.

          Dijelaskannya, upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan  di Sumsel makin ditingkatkan oleh semua pihak, melalui berbagai strategi pendekatan yang lebih efektif.

             Karena, lanjutnya, Provinsi Sumsel  termasuk salah satu provinsi  di Indonesia  yang memiliki kerawanan kebakaran hutan , kebun dan lahan tinggi.

              Itu dapat dilihat dari bencana kebakaran hutan  dan lahan beserta  asapnya yang besar  di tahun  2015 tercatat luas  hutan, kebun dan lahan  yang terbakar  mencapai sekitar 736.563 hektar. 

                  Namun, lanjutnya, pada tahun 2016 kebakaran berkurang menjadi 978 hektar. Kemudian tahun 2017  kebakaran menjadi 9.285 hektar dan tahun 2018  kebakaran kebun, hutan dan lahan  menjadi 41.150 hektar.

                  “Berarti terjadi penurunan yang cukup siknifikan,” jelasnya. Demikian juga terhadap jumlah titik panas atau hitspot pada tahun 2015 berjumlah 27.043 titik, tahun 2016 berjumlah 1.214 titik, tahun 2017 dan 2018  sebanyak 2.840 titik.

                “ Sampai dengan Bulan April lalu sudah mulai terdeteksi adanya hotspot  berjumlah 46 titik,” jelasnya. Potensei kebakaran  hutan dan lahan di Sumsel cukup tinggi dengan adanya lahan gambut  yang cukup luas mencapai 1,41 juta hektar atau sekitar seperlima dari luas wilayah Sumsel. Lahan gambut tersebut tersebut di wilayah OKI hingga perbatasan Muba dan Jambi,  di wilayah Kabupaten PALI, Muara Enim, Ogan Ilir, Banyuasin dan  Musi Rawas Utara.
Share:

Warga Nilai Lelet, MHP Nyatakan Akhir Agustus Selesaikan Perbaikan Jalan Simpang Raja

PALI. Kubangan lumpur memang sudah tidak tampak lagi ketika warga pengguna jalan poros Simpang Raja arah Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi yang menjadi rute mobilisasi angkutan logging milik PT Musi Hutan Persada (MHP) karena saat ini sudah memasuki masa kemarau. Namun meski tidak berlumpur, tetapi kini berganti debu tebal yang menyesakan pernafasan terlebih saat berlintasan armada pengangkut kayu.

Kondisi itu berkat aktivitas angkutan kayu yang cukup padat, menyebabkan jalan sepanjang lebih kurang 2,5 KM yang telah mulus di cor beton pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hancur lebur, dan cor beton yang dibangun dari uang rakyat itu kini lebih 80 persen rusak berat. 

Imbasnya, warga yang menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua harus bersusah payah apabila ingin menembus jalan tersebut, meskipun pihak MHP tengah memperbaiki tetapi warga menilai pekerjaan perbaikan jalan yang telah luluh lantak tidak serius, karena sudah lebih dua bulan dikerjakan, hanya beberapa titik yang baru terlihat selesai.

"Kalau serius, pasti pihak MHP mengebut pekerjaan itu. Kami setiap hari melintas dijalan itu, tetapi pekerja perbaikan jalan jumlahnya sedikit dan memulai kerja sudah tengah hari," ungkap Edi, salahsatu warga pengguna jalan asal Tanah Abang.

Senada dikeluhkan Ebi, petani setempat yang setiap hari Kamis mengeluarkan getah hasil sadapannya menggunakan sepeda motor dari dalam kebun ke Pasar Kalangan Simpang Raja. Dia mengaku bahwa sebelum jalan itu hancur, kurang setengah jam membawa getah menuju pasar Simpang Raja.

"Namun saat ini lebih satu jam membawa getah, karena jalan rusak terlebih saat penghujan. Kalau kemarau debu tebal harus kami hirup apabila berlintasan angkutan kayu. Kami minta pihak MHP kebut perbaikan jalan, kalau perlu bekerja siang malam agar cepat selesai. Dan kami meminta Dishub PALI menghentikan sementara mobilisasi angkutan kayu sebelum jalan selesai diperbaiki," pintanya.

Terpisah, perwakilan PT MHP, Mutakabir SH saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/5) mengatakan bahwa pekerjaan perbaikan jalan direncanakan rampung 21 Agustus 2019.

"Terdapat 44 point perbaikan di ruas jalan cor tersebut dengan lebar 5.126,75 M2 dan Panjang 962 M. Ditargetkan 21 Agustus 2019 sudah selesai pekerjaan , saat ini sudah berjalan 30% proses pekerjaan ( 40 hari kerja ) sdh berjalan. Umur beton 21-28 hari dan volume beton 1.026 m3 . Faktor cuaca menjadi faktor utama pendukung percepatan perbaikan jalan tersebut," terang Mutakabir yang sering di sapa Obby. (SN)
Share:

Ambruk, Warga Minta Pembangunan Turap Segera Diperbaiki

PALI-- Pembangunan Turap jalan yang baru selesai lebih kurang lima bulan yang ada di Desa Tempirai Induk Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibeberapa titik telah mengalami kerusakan, bahkan lebih dari 30 meter, bangunan turap ambruk.

Tentu kondisi itu dikeluhkan warga sekitar, lantaran pembangunan yang menurut warga setempat menelan dana hampir Rp 3 milyar tersebut belum lama selesai dibangun sudah mengalami kerusakan.

Seperti dituturkan Dahlan (35) warga setempat bahwa dari awal warga mengingatkan pelaksana agar membangun turap tersebut dengan perhitungan matang serta sesuai perencanaan.

Pasalnya menurut Dahlan, kondisi tanah yang dibangun merupakan rawa-rawa yang tentunya rawan longsor karena struktur tanah labil.

"Harusnya ada pondasi, karena dilokasi dibangun turap rawa-rawa. Dan benar saja, saat ada banjir, ada titik yang ambruk, dan beberapa titik lagi nyaris sama, karena turap sudah miring," ungkap Dahlan.

Robohnya turap tersebut diakui Dahlan baru sekitar tiga minggu lalu, dan hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan pelaksana maupun instansi terkait.

"Proyek itu selesai diakhir tahun 2018, dengan panjang lebih kurang 600 meter. Robohnya saat ada banjir terakhir  sekitar tiga minggu lalu. Kami berharap selain diperbaiki, pemerintah juga melalui instansi terkait mengusut indikasi kecurangan yang dilakukan pelaksana, pasalnya, ketinggian turap ada yang tidak mencapai satu meter," tukasnya.

Sementara itu, Etty Murniaty, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten PALI saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/5) secara singkat menjawab bahwa pihaknya telah turun kelapangan mengecek pekerjaan turap tersebut.

"Sudah di cek kelapangan," singkatnya.
Share:

Pesta Narkoba di Bulan Puasa, Nyoman Digrebek Tim Elang

PALI-- Bukannya memperbanyak ibadah saat bulan suci Ramadhan, Nyoman Tri Saputra (33) warga Desa Semangus Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI malah asik pesta narkoba jenis sabu-sabu disebuah pondok di desa tersebut.

Tentu, kelakuan Nyoman terendus polisi, karena disinyalir pada pesta narkoba itu, juga terjadi transaksi jual beli barang haram tersebut. Dan saat pesta narkoba, Nyoman digrebek Tim Elang unit Reskrim Polsek Talang Ubi, kemudian digelandang ke kantor polisi beserta barang buktinya berupa 1 ( Satu ) buah bong dari plastik putih bening yg sudah terpasang 2 pipet plastik.

Juga 1 (satu ) buah kaca Pirek  warna putih bening yg didalamnya terdapat kristal putih diduga narkotika Jenis sabu-sabu, 2 (dua ) bungkus Klip plastik kecil yang berisikan sisa-sisa serbuk putih diduga narkotika jenis sabu-sabu serta 1 (satu ) buah pipet plastik warna pink berbentuk jarum.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah bahwa pada hari Jumat (10/5) sekitar pukul 01.00 WIB, anggota Polsek Talang Ubi mendapat informasi bahwa di TKP, pondok milik saudara Asguh di Dusun II Desa Semangus sering terjadi transaksi dan pesta narkotika.

"Selanjutnya atas informasi tersabut anggota kita berangkat ke TKP. Dan sampai TKP melihat tersangka Nyoman  sedang memegang alat bong beserta pireknya. Kemudian tersangka kita  lakukan penangkapan dan penggeledahan. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Talang Ubi guna dilakukan proses lebih lanjut," ungkap M Arafah.
Share:

Membanggakan, Personil Polres Prabumulih ini selain Bertugas juga menjadi peserta Qori Indonesia

"Bripda M.Husein saat diwawancara oleh Abdel dalam acara pencarian bakat Qori dan Qoriah Indonesia"
PRABUMULIH - Dalam ajang pencarian bakat Qori dan Qoriah yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun tv nasional rtv menarik perhatian masyarakat, khususnya warga Kota Prabumulih. Bagaimana tidak Sosok pria tampan yang berdinas disatuan kepolisian Polres Prabumulih itu menjadi salah satu peserta diajang pencarian bakat mengaji

Bripda Muhammad Husein yang sehari-hari bertugas sebagai operator 110 di SPKT Polres Prabumulih Polda Sumatera Selatan menjadi salah satu peserta program pencarian talenta religi bertajuk Qori Indonesia yang disiarkan oleh salah satu TV Nasional RTV setiap hari Senin sampai Jumat pukul 21.30 WIB.

Polisi yang akrab disapa Husein ini sendiri lahir di Palembang dari pasangan Ibu Irma Suryani dan Ayah H. Syamsuddin M.Nur ( Alm ), lulusan polisi tahun 2014 ini memang sejak kecil mengenal Al-Quran, terlebih keluarganya merupakan qoriah pada saat itu. Hafalan dimulai sejak dia duduk dibangku SMP yang berbasis pondok pesantren.

Saat dikonfirmasi Bripda Husein mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H, unsur pimpinan, rekan-rekan anggota SPKT, serta personel Polres Prabumulih atas dukungan kepadanya sehingga dapat tampil mengikuti kompetisi bidang Al Qur’an di Media Televis Rajawali TV Jakarta.

Berikut Video Penampilan Bripda Di Acara Qori RTV
https://www.youtube.com/watch?v=RWmH_HjGiHk

"Mudah-mudahan bisa membawa keberkahan tersendiri bagi dirinya pribadi dan Institusi Polri khususnya Polres Prabumulih, dan semoga bisa dapat menampilkan yang terbaik " Ujar Husein.

Kapolres Prabumulih AKBT Tito Hutauruk, S.I.K., M.H mengatakan banyak cara untuk mengembangkan diri Kepolisian, selagi hal tersebut positif dan bermanfaat bagi masyarakat tidak ada larangnya.

Bripda Husein sendiri merupakan salah satu personel Polres Prabumulih yang memiliki prestasi di bidang Agama, merupakan hasil penjaringan dari penerimaan anggota Polri melalui jalur prestasi sesuai kemampuan dan prestasi masing-masing.

"Bripda Husein merupakan salah satu hasil proses seleksi saat penerimaan dan mungkin rezekinya karena ternyata juga seorang penghafal Al-Quran dan ini juga tentu menjadi prestasi tersendiri dalam membawa nama baik institusi Polri' Ujar AKBP Tito.(sn)
Share:

Akhirnya! Rara Lida Lulus Ujian Nasional Sekolah

PRABUMULIH--Setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di SMA Negeri 1 Kota Prabumulih, Tiyara Ramadhani atau Rara Lida akhirnya dapat menyelesaikan pendidikannya. 

Rara dinyatakan Lulus Ujian Nasional sebagaimana disampaikan oleh kerabat Rara, Dini Yuharlen yang diberi mandat oleh orang tua Rara untuk mengurus proses kelulusan Rara disekolahnya. 

"Alhamdulillah Rara lulus. Tadi sempat tegang juga karena tidak bisa akses pengumuman online di internet," Ujar Dini, Jumat (10/5). 

Dini menjelaskan seharusnya surat kelulusan tersebut harus diambil Rara disekolah. Berhubung jadwal syuting yang cukup padat mengakibatkan harus diwakilkan. 

"Ibu Rara juga masih di Jakarta jadi saya yang dimandatkan untuk ambil surat ini kesekolah," ungkapnya sembari menunjukkan surat kelulusan milik Rara. 

Dini menerangkan saat ini Rara tengah mengisi sejumlah acara distasiun televisi yang telah mengontraknya empat tahun kedepan. 

"Ada mengisi Live, mengisi kegiatan Ramadhan. Jadwal penuh sampai H-7 Lebaran," terangnya.

Namun demikian, kata Dini, lebaran hari raya Idul Fitri Rara dipastikan pulang ke Kota Prabumulih untuk berkumpul dengan keluarganya.

"Insya Allah seminggu sebelum lebaran Rara pulang kerumah. Dua hari setelah lebaran kemudian langsung berangkat lagi mengisi jadwal offair diluar Kota," tuturnya.
Share:

Kantongi 21 Paket Sabu, Andi Gunawan Dipastikan Lebaran Dibalik Sel

PALI-- Meski bulan puasa, tetapi rupanya peredaran narkoba tetap saja tidak berhenti, terbukti pada Kamis (9/5) sekira pukul 20.00 WIB, Tim elang Reskrim Polsek Talang Ubi meringkus Andi Gunawan (35) warga Talang Baru Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) karena didapati mengantongi 21 paket narkoba jenis sabu-sabu yang disimpan didalam jaket yang dipakainya.

Tentu saja, akibat perbuatannya itu, Andi Gunawan, digelandang ke Mapolsek Talang Ubi dan dipastikan dalam merayakan hari lebaran bakal berada dibalik sel.

Andi Gunawan diringkus di rumah orang tuanya di Jalan Baru Kel.Talang Ubi Barat Kec.Talang Ubi Kab.PALI. Saat ditangkap, didapati barang bukti berupa
21 (dua puluh satu)  paket kecil diduga narkotika jenis sabu-sabu berat bruto 3.14 gram.

Juga 17 (tujuh belas ) lembar uang pecahan Rp.100.000 ribu, 12 (dua belas ) lembar uang pecahan  Rp.50.000, 1 ( satu) buah dompet warna coklat, 1 ( satu) buah handphone.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan didampingi Kanit Reskrim Ipda M Arafah bahwa penangkapan tersangka berawal anggota Polsek mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka Andi Gunawan sering menjual narkotika di wilayah Talang Ubi.

Kemudian Anggota Polsek Talang Ubi dipimpin Kanit Reskrim Ipda Arafah, melakukan penyelidikan keberadaan tersangka.

"Diketahui tersangka sedang berada di rumah orang tuanya. Kemudian dilakukan penangkapan dan penggeledahan dan ditemukan di jaket hitam yang dikenakan tersangka diduga narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 21  paket kecil. Selanjutnya Tersangka dan Barang Bukti dibawa ke Polsek Talang Ubi guna dilakukan proses lebih lanjut," terang Okto, Jumat (10/5). (sn)
Share:

Kapan Tobat? Bulan Puasa Masih Edar Sabu, Aang Diringkus Polisi

PRABUMULIH--Bulan suci Ramadhan tampaknya tak membuat para penyalahgunaan narkoba insyaf. Buktinya, aparat penegak hukum masih mendapatkan laporan transaksi narkoba disejumlah tempat. 

Baru-baru ini Satres Narkoba berhasil meringkus Aang Saputra (20) Jalan Karang Raja III belakang kantor lurah Kel. Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih. 

Aang diamankan petugas kepolisian Rabu (8/5) malam sekitar pukul 23.00 Wib. Selain pelaku turut diamankan pula barang bukti berupa 1 (satu) paket narkotika jenis shabu berat bruto 0,76 gram, 1 (satu) buah kotak rokok sampoerna dan 1 (satu) helai celana pendek warna merah. 

Penangkapan pelaku bermula dari laporan masyarakat yang mengaku resah lantaran di kawasan Jalan Ahmad Yani Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur sering terjadi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika setiap malam hari. 

Menindaklanjuti info tersebut Tim Opsnal Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan ke alamat tersebut dan sekira pukul 23.00 wib Tim Opsnal Resnarkoba melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka. 

Kemudian, dengan didampingi Masyarakat  setempat petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu berat bruto 0,76 gram disimpan di celana berwarna merah bagian perut milik tersangka Aang. 

Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke polres prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutahuruk melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku. 

"Benar sekali. Pelaku masih kita lakukan pemeriksaan," terangnya, Jumat (10/5). 
Share:

Barak GBS Terbakar, Seluruh Bangunan Rata

PALI - Barak atau Long hause milik PT Golden Blossom Sumatera (GBS) Divisi 4 Plasma yang masuk wilayah Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang difungsikan sebagai kantor dengan jumlah lima pintu terbakar pada Kamis (9/5) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari keterangan Putra, salahsatu pekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut bahwa saat kejadian, sebagian besar pekerja masih berada di lahan kebun.

"Asal api belum diketahui dari mana, karena api diketahui sudah membesar karena pekerja belum pulang dari lahan. Ditambah cuaca sangat terik dan angin cukup kencang membuat api cepat menjalar," ungkapnya.

Tidak satupun banguan longhause tersisa, karena diakui Putra, bahan bangunan terbuat dari papan kayu yang mudah terbakar. Namun untuk kerugian, dirinya tidak bisa menyebutkan, lantaran dirinya bekerja dilain divisi.

"Para pekerja tidak bisa berbuat banyak, sebab api terlalu besar dan bahan bangunan terbuat dari kayu. Namun beruntung tidak ada korban jiwa, hanya isi barak tersebut yang hangus terbakar," terangnya.

Sementara pihak PT GBS hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi.(sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts