Pemilu Sudah Berlalu, Warga PALI Kembali Bersiap Laksanakan Pilkada

PALI--Bagi masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali harus bersiap menyongsong pesta demokrasi pada tahun 2020 mendatang, kali ini untuk memilih Bupati dan wakil Bupati PALI.

Meski pelaksanaan di tahun 2020, tetapi tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di PALI  akan dimulai pada tahun 2019 ini.

Hal itu dikatakan langsung ketua KPUD PALI Fikri Ardiansyah. Dijelaskannya, untuk tahapan diperkirakan akan dimulai pada bulan Agustus 2019 nanti.

"Mungkin mulai bulan Agustus sudah tahapan penyusunan program kegiatan," ungkapnya, Senin (13/5).

Disinggung lebih lanjut mengenai masa pendaftaran calon dan lainnya, Sekretaris DPD KNPI PALI periode 2015-2018 itu belum bisa memberikan keterangan, karena masih menunggu PKPU terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020 mendatang.

"Belum bisa dijelaskan, karena kita masih menunggu PKPU nya," tutupnya. (sn)
Share:

Satu tongkrongan Miras Ciu, Pemuda ini dikeroyok dan ditusuk 6 lobang

"Kedua pelaku diamakan polisi yang menusuk teman sendiri akibat adu mulut"
PRABUMULIH – Polsek Prabumulih Timur pimpinan AKP Alhadi Ajansyah S.H berhasilkan mengamankan dua orang laki-laki yang diduga terlibat kasus pengeroyokan terhadap korban Maryadi (22 tahun) yang merupakan warga jalan Nigata RT 03 RW 02 Kel. Prabujaya Kec. Pbm Timur Kota Prabumulih, Minggu (12/5/2019) sekira pukul 22.30 WIB.

Pelaku yang belakangan diketahui bernama Dwik Hidayat (22 tahun) yang merupakan warga jalan Prof M.Yamin RT. 07 RW. 03 Kel. Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih dan Adi Saputra warga jalan Mayor Iskandar Kel. Mangga Besar Kec. Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Kejadian pengeroyokan tersebut sendiri terjadi pada saat pelaku nongkrong di jalan Nigata Perumahan Dokter Rahman Kel.Prabujaya Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih sambil minuman keras jenis Arak (ciu) bersama korban, pada saat itu terjadi cekcok mulut sehingga menyebabkan pelaku tersinggung, kemudian pelaku langsung mencabut pisau dan langsung menikam korban ke arah punggung sehingga mengakibatkan korban mengalami luka tusukan sebanyak 6 lubang di bagian punggung korban.
"Korban An.Maryadi yang dikeroyok dua teman nongkrong saat terjadi adu mulut dengan dua rekannya"

Kedua pelaku diamankan pada hari Minggu (12/5/2019) sekira pukul 22.30 WIB berawal saat Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansah SH & Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Timur Ipda Hendra Jaya  melakukan pendekatan kepada kedua keluarga pelaku dan menyarankan kepada keluarga untuk menyerahkan pelaku kepada petugas kepolisian, tidak lama kemudian kedua pelaku diserahkan oleh keluarganya.

Selanjutnya kedua pelaku diamankan ke Polsek Prabumulih Timur guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah S.H membenarkan penangkapan kedua pelaku.

" Kedua pelaku sudah diamankan di Polsek Prabumulih Timur guna dilakukan penyidikan lebih lanjut dan diancam pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan " Ujar AKP Alhadi (sn/bio)
Share:

Dua Hari, Pemuda Prabumulih Kumpulkan Rp 2,5 Juta Sumbangan untuk Palestina

PRABUMULIH--Sebagai bentuk kepedulian rakyat Palestina atas serangan Israel dibulan suci Ramadhan ini, tim Sinergi Sriwijaya Peduli Kota Prabumulih bersama anak-anak muda Kota Prabumulih menggelar penggalangan dana untuk Palestina. 

Kegiatan ini berlangsung satu minggu. Dimana sebelumnya hari Sabtu (11/5) di simpang Patung Kuda Kelurahan Muara Dua dan Minggu (12/5) di Lampu Merah dekat Pertamina Kelurahan Prabumulih Kota Prabumulih.

Perwakilan tim koordinat Sinergi Sriwijaya Peduli Kota Prabumulih, Riko Perdian mengatakan penggalangan dana dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rakyat di Palestina agar dapat makan sahur dan berbuka seperti masyarakat lain yang ada di Indonesia. 

"kami selaku tim Sinergi Sriwijaya Peduli Kota Prabumulih bersama anak-anak muda Kota Prabumulih yang tergabung dalam anak-anak GRPB, FBI, IRKOP, Karang Taruna kelurah Tanjung Rambang, LDK STEI AL-FURQON Dan Bonvika  yang turut andil dalam penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang ada di Palestina," ujar Riko Perdian di Prabumulih, Senin(13/5). 

Riko Perdian menuturkan bahwa penggalangan dana dilakukan dengan ikhlas sebagai bentuk kepedulian kepada sesama umat Muslim. RIko mengajak masyarakat kota Prabumulih yang ingin bergabung, untuk membuat agenda penggalangan dana yang akan dilakukan. 

"Kami sangat menerima dengan lapang hati, karena kami disini tidak ada namanya dibayar. Kami ingin merubah tradisi dari dulunya anak-anak muda Kota Prabumulih sering keluyuran gak keruan pada saat Menunggu Bedug magrib,  supaya bisa saling membantu sesama umat manusia," tuturnya.

Lebih jauh Riko menerangkan kegiatan yang sama akan terus digelar selama sepekan. "Kami juga akan bagi-bagi takjil di Kota Prabumulih kota," terangnya.

Riko mengatakan semoga kegiatan tersebut bisa mengetuk pintu hati masyarakat kota Prabumulih supaya bisa berdonasi untuk Palestina. "Dengan demikian supaya bisa membuat saudara kita yang ada di balita bisa makan sahur dan berbuka seperti kita yang ada di Indonesia," beber Riko sembari menambahkan bagi masyarakat yang ingin menyumbang bisa melalui rekening BRI Syariah : 1042807113 atas nama Riko Perdian.
Share:

Bayar pett Listrik PLN di Bulan Ramadhan Uji Kesabaran Warga PALI

"Foto : ilustrasi /mudanews"
PALI - ‎Ujian umat muslim di Bumi Serepat Serasan pada bulan suci Ramadhan rupanya bukan hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi ketika listrik PLN mati yang sering terjadi saat warga berpuasa bahkan pernah saat hendak berbuka dan makan sahur mengalami gelap gulita menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat untuk menahan ocehan dan sumpah serapah terhadap petugas PLN yang seharusnya menjaga dan menjamin listrik terus menyala.

"Seharusnya pihak PLN meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Karena dari dulu sampai kini  tidak ada perubahan yang berarti. Alasan mereka mematikan aliran listrik, pasti karena gangguan. Jadi jangan salahkan pelanggan kalau mereka sering menumpahkan kekesalannya secara lisan maupun melalui media sosial," ungkap Harmoko, warga Tempirai, Minggu (12/5).

Karena, diakui Harmoko, ketika mati lampu, bukan hanya gelap gulita, tetapi berimbas juga pada sinyal Handphone (HP) yang turut mengalami gangguan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

"Terkadang saat penting hendak menghubungi keluarga, sinyal putus karena listrik padam. Bahkan tidak jarang, rezeki lewat karena jaringan internet lelet. Kami telah melayangkan surat terbuka terhadap Bupati, DPR dan pihak terkait lainnya agar mengevaluasi kinerja PLN," tukasnya.

Menanggapi permasalahan ini, selain pihak PLN, juga pihak provider dari Telkomsel, turut angkat bicara. Pihak Telkomsel mengklaim bahwa servis tingkatan kuat atau tidaknya sebuah jaringan HP memang tergantung dari pasokan listrik PLN.

Melalui Coorporate Communication Sumbagsel Telkomsel, Gumilar mengatakan, bahwa tower Telkomsel (Satuan Daya) atau disebut BTS kekuatannya masih harus terkoneksi dengan jaringan PLN.

Dimana, BTS membutuhkan listrik untuk mengoperasionalkanya, sehingga jika pasokan listrik padam, maka secara otomatis‎ sinyal juga akan mati atau tidak bekerja dan mengalami gangguan servis jaringan.

"Memang BTS Power kita koneksinya tergantung dari PLN.
Kalau listrik padam jaringannya akan off juga, meski kita ada pasokan batre sendiri, namun kemungkinan hanya bisa bertahan 2-3‎," ungkap Gumilar.


‎Meski begitu lanjutnya, selain memiliki Genset khusus guna mengantisipasi pemadaman listrik, pihak Provider Telkomsel juga memiliki program (MBP) Mobile Backup Power.

Proses kerja MBP ini membekap seperti batre. Hanya saja ketahanannya maksimal 1-2 jam guna mengantisipasi sementara jika listrik padam.

"Dari itu, kita selalu berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengoperasionalkan jaringan kita, sehingga sama-sama lancar," jelasnya. ‎

Terpisah, Tasili Manager PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Pendopo memberikan alasan bahwa jarak gardu induk (GI) yang jauh dari pusat ibukota PALI.

"Kita tidak punya gardu induk, saat ini jaringannya masih tersambung di wilayah Gunung Megang Muara Enim sekitar 56 KM jaraknya kesini. Kita ada rencana membangun gardu induk PLN di simpang Belimbing, namun tinggal menunggu kapan pelaksanaannya," kata Tasili.


Selain itu, ditambahkan Tasili bahwa adanya tanam tumbuh yang roboh saat cuaca buruk dan menimpa kabel listrik menjadi gangguan yang menyebabkan matinya aliran listrik.

"Banyak juga faktor alam, seperti adanya hewan dan pohon yang tersangsut pada kabel listrik, yang menyebabkan pemadaman. Dalam mengatasi hal tersebut, dalam satu bulan sekali, kita melakukan pemangkasan dahan pohon yang dirasa menggangu arus kabel listrik," pungkasnya. (sn)
Share:

Dishub Bakal Lakukan Tindakan Tegas Kalau MHP Molor Kerjakan Perbaikan Jalan Simpang Raja

PALI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bakal menindak PT Musi Hutan Persada (MHP) apabila pekerjaan perbaikan jalan poros Simpang Raja-Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi terutama yang dilalui armada pengangkut kayu milik PT MHP yang saat ini tengah diperbaiki perusahaan itu molor dari target.

Melalui Plt Kepala Dishub Palu, Slamet Suhartopo bahwa sudah banyak keluhan warga yang diterimanya terkait pekerjaan perbaikan jalan tersebut yang dinilai lelet dan kurang serius dilakukan pihak MHP.

Banyak warga mendesak Dishub PALI agar menghentikan sementara aktivitas mobilisasi angkutan kayu selama perbaikan belum selesai. Pasalnya, lebih dua bulan, perbaikan jalan yang rusak parah akibat hilir mudik angkutan kayu tidak kunjung selesai dan memperparah kerusakan jalan yang telah mulus di cor beton pemerintah Kabupaten PALI berimbas terhambatnya aktivitas warga.

"Dari keterangan pihak MHP melalui perwakilannya, Pak Mutakabir bahwa target pekerjaan perbaikan jalan yang hanya sepanjang 962 meter selesai pada 21 Agustus 2019, maka kami akan pantau dan tunggu janji itu. Apabila molor, kita akan tindak," tandas Suhartopo, Senin (13/5).

Untuk tindakan penghentian sementara aktivitas armada pengangkut kayu, Suhartopo mengatakan pihaknya belum ada rencana kearah sana. Sebab menurutnya, pihak perusahaan saat ini tengah bekerja melakukan perbaikan.

"Tetapi kalau molor dan terkesan semaunya, kita tindak tegas. Namun kalau saat ini, biarkan mereka (pihak MHP) bekerja," tegasnya.

Mengetahui pihak MHP hanya mengerjakan perbaikan kurang separuh jalan yang rusak, Pidin, warga pengguna jalan asal Tanah Abang menyayangkan kalau sebesar perusahaan itu tidak mampu memperbaiki keseluruhan jalan yang rusak akibat mobilisasi angkutan kayu, dimana panjang jalan yang dilalui perusahaan itu hanya kurang lebih 2,5 KM.

"Sepatutnya perusahaan itu malu melihat kondisi jalan yang hancur lebur, bahkan sempat putus. Sementara perbaikan hanya mampu 900 meter lebih. Padahal puluhan angkutan kayu setiap hari lalu lalang di jalan yang telah dibangun pemerintah untuk rakyatnya. Kalau demikian, lebih baik MHP buat jalan sendiri apabila hanya bisa numpang lewat saja, dan jangan ganggu aktivitas warga, karena jalan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat," cetus Pidin.

Sebelumnya, perwakilan PT MHP, Mutakabir SH saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/5) menyebut bahwa pekerjaan perbaikan jalan direncanakan rampung 21 Agustus 2019.

"Terdapat 44 point perbaikan di ruas jalan cor tersebut dengan lebar 5.126,75 M2 dan Panjang 962 M. Ditargetkan 21 Agustus 2019 sudah selesai pekerjaan , saat ini sudah berjalan 30% proses pekerjaan ( 40 hari kerja ) sdh berjalan. Umur beton 21-28 hari dan volume beton 1.026 m3 . Faktor cuaca menjadi faktor utama pendukung percepatan perbaikan jalan tersebut," terang Mutakabir yang sering di sapa Obby.
Share:

IPEMI Prabumulih Gelar Buka Bersama Anak Panti

PRABUMULIH--Bulan suci Ramadhan merupakan momen untuk umat Islam mencari pahala dan saling berbagi. Hal itu pula yang dilakukan oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) kota Prabumulih. 

Momen jumat berkah kemarin (10/5) dimanfaatkan IPEMI berbagi dengan mengajak anak panti asuhan Riyadhul Kholisin berbuka puasa bersama di rumah makan pondok bambu. 

"Alhamdulillah, kita diberi kesempatan mengajak anak-anak panti asuhan untuk makan bersama," Ujar Ketua IPEMI kota Prabumulih Siska Amelia Nasril.

Siska berharap kegiatan berbagi dengan sesama dibulan suci Ramadhan ini dapat meningkatkan rasa peduli IPEMI dengan sesama. 

"Ramadhan ini adalah momentum untuk meningkatkan ibadah serta berlimpah berkah," ungkapnya.

Dari pantauan, acara buka bersama kemarin diisi dengan tausyiah dari H Lukman Hakim Idrus. Dalam Tausyiahnya H Lukman menyampaikan bahwa bulan Ramadhan memang merupakan bulan baik untuk berbagi dan berlomba mencari amal kebaikan. 

"Mudah-mudahan apa yang dilakukan IPEMI mendapat ganjaran pahala dari Allah," terangnya.
Share:

Puluhan Bal Petasan dan Miras Diamankan

MUARA ENIM--Razia yang dilakukan petugas Polsek Gelumbang berhasil mengamankan puluhan bal petasan dari berbagai jenis, puluhan botol minuman keras (Miras) dan 5 jerigen tuak yang dijual di warung warung di pasar Gelumbang,  Sabtu (11/5).

            Razia yang dipimpin langsung Kapolsek Gelumbang, AKP Dwi Satya Arian itu, menindaklanjuti Sprin Kapolres Muara Enim, nomor sprin/379/V/OPS/1.1.1/2019 tanggal 9 Mei 2019.

             Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi mengatakan, razia terpadu tersebut dilaksanakan di seluruh Polsek jajaran Polres Muara Enim termasuk PALI.

              Menurutnya, razia tersebut dengan sasaran penyakit masyarakat, 3C, senpi, sajam, premanisme, prostitusi, judi, miras , petasan dan street crime. “Razia yang digelar dalam rangka cipta kondisi bulan Ramadhan dan operasi ketupat 2019,” jelasnya, Minggu (12/5).
Share:

Puncak Kemarau Bulan Juli

MUARA ENIM--Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Pandji Tjahtanto S Hut, MSI, mengatakan sesuai dengan prakiraan, puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada bulan Juli – September mendatang. Karena berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, awal musim kemarau tahun ini  dimulai pada bulan Juni.

              “Walaupun  sampai hari ini kondisi cuaca masih kondusif, hujan masih ada. Namun saya ingatkan kepada semua pihak  untuk tidak terlena  dan selalu siaga dalam menghadapi perubahan cuaca  dan iklim yang  seringkali tak menentu,” jelas Pandji saat memimpin apel siaga api yang dilaksanakan manajemen perusahaan HTI PT Musi Hutan Persada beberapa waktu lalu.

              Menjadi sangat penting, lanjutnya, untuk  memastikan bahwa tak ada kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan asap. Karena  jelas akan mengganggu kesehatan lingkungan  serta aktifitas kerja setiap hari.

          Dijelaskannya, upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan  di Sumsel makin ditingkatkan oleh semua pihak, melalui berbagai strategi pendekatan yang lebih efektif.

             Karena, lanjutnya, Provinsi Sumsel  termasuk salah satu provinsi  di Indonesia  yang memiliki kerawanan kebakaran hutan , kebun dan lahan tinggi.

              Itu dapat dilihat dari bencana kebakaran hutan  dan lahan beserta  asapnya yang besar  di tahun  2015 tercatat luas  hutan, kebun dan lahan  yang terbakar  mencapai sekitar 736.563 hektar. 

                  Namun, lanjutnya, pada tahun 2016 kebakaran berkurang menjadi 978 hektar. Kemudian tahun 2017  kebakaran menjadi 9.285 hektar dan tahun 2018  kebakaran kebun, hutan dan lahan  menjadi 41.150 hektar.

                  “Berarti terjadi penurunan yang cukup siknifikan,” jelasnya. Demikian juga terhadap jumlah titik panas atau hitspot pada tahun 2015 berjumlah 27.043 titik, tahun 2016 berjumlah 1.214 titik, tahun 2017 dan 2018  sebanyak 2.840 titik.

                “ Sampai dengan Bulan April lalu sudah mulai terdeteksi adanya hotspot  berjumlah 46 titik,” jelasnya. Potensei kebakaran  hutan dan lahan di Sumsel cukup tinggi dengan adanya lahan gambut  yang cukup luas mencapai 1,41 juta hektar atau sekitar seperlima dari luas wilayah Sumsel. Lahan gambut tersebut tersebut di wilayah OKI hingga perbatasan Muba dan Jambi,  di wilayah Kabupaten PALI, Muara Enim, Ogan Ilir, Banyuasin dan  Musi Rawas Utara.
Share:

Warga Nilai Lelet, MHP Nyatakan Akhir Agustus Selesaikan Perbaikan Jalan Simpang Raja

PALI. Kubangan lumpur memang sudah tidak tampak lagi ketika warga pengguna jalan poros Simpang Raja arah Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi yang menjadi rute mobilisasi angkutan logging milik PT Musi Hutan Persada (MHP) karena saat ini sudah memasuki masa kemarau. Namun meski tidak berlumpur, tetapi kini berganti debu tebal yang menyesakan pernafasan terlebih saat berlintasan armada pengangkut kayu.

Kondisi itu berkat aktivitas angkutan kayu yang cukup padat, menyebabkan jalan sepanjang lebih kurang 2,5 KM yang telah mulus di cor beton pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hancur lebur, dan cor beton yang dibangun dari uang rakyat itu kini lebih 80 persen rusak berat. 

Imbasnya, warga yang menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua harus bersusah payah apabila ingin menembus jalan tersebut, meskipun pihak MHP tengah memperbaiki tetapi warga menilai pekerjaan perbaikan jalan yang telah luluh lantak tidak serius, karena sudah lebih dua bulan dikerjakan, hanya beberapa titik yang baru terlihat selesai.

"Kalau serius, pasti pihak MHP mengebut pekerjaan itu. Kami setiap hari melintas dijalan itu, tetapi pekerja perbaikan jalan jumlahnya sedikit dan memulai kerja sudah tengah hari," ungkap Edi, salahsatu warga pengguna jalan asal Tanah Abang.

Senada dikeluhkan Ebi, petani setempat yang setiap hari Kamis mengeluarkan getah hasil sadapannya menggunakan sepeda motor dari dalam kebun ke Pasar Kalangan Simpang Raja. Dia mengaku bahwa sebelum jalan itu hancur, kurang setengah jam membawa getah menuju pasar Simpang Raja.

"Namun saat ini lebih satu jam membawa getah, karena jalan rusak terlebih saat penghujan. Kalau kemarau debu tebal harus kami hirup apabila berlintasan angkutan kayu. Kami minta pihak MHP kebut perbaikan jalan, kalau perlu bekerja siang malam agar cepat selesai. Dan kami meminta Dishub PALI menghentikan sementara mobilisasi angkutan kayu sebelum jalan selesai diperbaiki," pintanya.

Terpisah, perwakilan PT MHP, Mutakabir SH saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/5) mengatakan bahwa pekerjaan perbaikan jalan direncanakan rampung 21 Agustus 2019.

"Terdapat 44 point perbaikan di ruas jalan cor tersebut dengan lebar 5.126,75 M2 dan Panjang 962 M. Ditargetkan 21 Agustus 2019 sudah selesai pekerjaan , saat ini sudah berjalan 30% proses pekerjaan ( 40 hari kerja ) sdh berjalan. Umur beton 21-28 hari dan volume beton 1.026 m3 . Faktor cuaca menjadi faktor utama pendukung percepatan perbaikan jalan tersebut," terang Mutakabir yang sering di sapa Obby. (SN)
Share:

Ambruk, Warga Minta Pembangunan Turap Segera Diperbaiki

PALI-- Pembangunan Turap jalan yang baru selesai lebih kurang lima bulan yang ada di Desa Tempirai Induk Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibeberapa titik telah mengalami kerusakan, bahkan lebih dari 30 meter, bangunan turap ambruk.

Tentu kondisi itu dikeluhkan warga sekitar, lantaran pembangunan yang menurut warga setempat menelan dana hampir Rp 3 milyar tersebut belum lama selesai dibangun sudah mengalami kerusakan.

Seperti dituturkan Dahlan (35) warga setempat bahwa dari awal warga mengingatkan pelaksana agar membangun turap tersebut dengan perhitungan matang serta sesuai perencanaan.

Pasalnya menurut Dahlan, kondisi tanah yang dibangun merupakan rawa-rawa yang tentunya rawan longsor karena struktur tanah labil.

"Harusnya ada pondasi, karena dilokasi dibangun turap rawa-rawa. Dan benar saja, saat ada banjir, ada titik yang ambruk, dan beberapa titik lagi nyaris sama, karena turap sudah miring," ungkap Dahlan.

Robohnya turap tersebut diakui Dahlan baru sekitar tiga minggu lalu, dan hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan pelaksana maupun instansi terkait.

"Proyek itu selesai diakhir tahun 2018, dengan panjang lebih kurang 600 meter. Robohnya saat ada banjir terakhir  sekitar tiga minggu lalu. Kami berharap selain diperbaiki, pemerintah juga melalui instansi terkait mengusut indikasi kecurangan yang dilakukan pelaksana, pasalnya, ketinggian turap ada yang tidak mencapai satu meter," tukasnya.

Sementara itu, Etty Murniaty, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten PALI saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/5) secara singkat menjawab bahwa pihaknya telah turun kelapangan mengecek pekerjaan turap tersebut.

"Sudah di cek kelapangan," singkatnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts