Sudah Libur Panjang Tapi Masih Molor, Bupati PALI Murka

PALI, SININEWS.COM -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo geram lantaran banyak pegawai di sekretariat daerah tidak hadir pada hari pertama masuk kerja pasca libur panjang lebaran, pada Senin (10/6), di halaman kantor Bupati PALI, jalan merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya. 

"Tidak seharusnya seperti ini, selalu kena tegur dan kena marah saat hari pertama masuk kerja pasca libur panjang. 12 hari libur sudah lebih dari cukup, kalau hari ini masuk kerja, dari Minggu kemarin harusnya yang mudik sudah kembali ke PALI," kata Bupati saat pimpim apel pagi. 

Padalah menurut Bupati seluruh pegawai baik ASN dan TKS harus semangat, terlebih TKS yang sudah dinaikan honornya dua kali lipat.

"Honor pegawai TKS sudah kami naikan dua kali lipat, tetapi masih saja banyak yang tidak hadir. Kami naikan gaji supaya pegawai sadar dan semangat serta menunjukan kinerja yang baik dan bagus, bukan malah sebaliknya," tukas Bupati. 

Ditambahkan Bupati bahwa apabila ingin PALI maju, seluruh pegawai harus disiplin. 

"Ciri maju bukan karena pintar tapi disiplin, karena negara-negara maju pegawainya disiplin. Contoh Malaysia, Thailand dan negara maju lainnya, kalau masuk jam 7,  jam 6 sudah dikantor, bukan seperti di sini yang sering molor. Untuk itu, kedepan perbaiki, siapapun pemimpin kalau kita kerja bagus pasti terpakai," imbuhnya. 

Sementara itu, Sekda PALI Syahron Nazil menegaskan bahwa pegawai yang tidak disiplin terancam kena sanksi. 

"Kita lihat dulu penyebab ketidak hadiran pegawai bersangkutan, kalau logis kita akan pertimbangkan, tetapi apabila itu sudah menjadi kebiasaan, maka sanksi tegas bakal dilakukan, terutama bagi pagawai TKS yang akan diputus kontraknya," tandas Sekda.
Share:

Sempat Lukai Korban Pelaku Begal Diamuk Massa

MUARA ENIM-- Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ketanah. Mungkin pepatah ini tepat untuk kedua pelaku begal yang sering beraksi di wilayah kecamatan Ujanmas kabupaten Muara Enim. 

Pelaku yang diduga resedivis kambuhan ini berhasil ditangkap warga dan sempat diamuk massa atas ulahnya yang melakukan pembegalan kepada remaja yang sedang berada di jalan lingkar Ujanmas tepatnya jalan Linggar RSS Ujanmas permai menuju Masjid Al-Baniah Ujanmas, Muara Enim.

Informasi yang berhasil dihimpun kedua pelaku yang diketahui bernama Parisno Bin Rusman (30) warga dusun III Desa Penangiran Kecamatan Gunung Megang dan Ledo Saputra bin Muhammad (24) yang juga merupakan warga Desa Penanggiran yang terletak di dusun IV Kec. Gunung Megang, Muara Enim.

Kedua pelaku ini melakukan tindak pidana kejahatannya Pada saat korban dan saksi sedang bersantai di dekat RSS Ujanmas Permai dusun I desa Ujanmas Baru tepatnya di Jalan baru Desa Ujan Mas Baru Kec.Ujan Mas, datang dan tiba (dua) orang pelaku Tindak Pidana tersebut yang mana  pelaku memegang satu pucuk senjata korek api bentuk Reforvel dan  pelaku langsung mengacungkan senjata Korek api tersebut ke korban dan saksi,setelah itu Pelaku meminta HP korban dan saksi, korban dan saksi terkejut dan langsung lari sambil berteriak meminta tolong kepada warga yang berada tak jauh dari lokasu kejadiaan.

Saat Korban berlari meminta pertolongan bertemu warga dan bercerita tentang kejadian tersebut dan warga bersama person polsek Gunung Megang langsung beramai-ramai mencari kedua pelaku tersebut.
Kurang lebih 2 menit kedua pelaku dapat di tangkap dan dihajar warga.
Setelah itu kedua pelaku di amankan Warga dan anggota Polsek Gunung Megang sekira pukul 17: 50 wib Anggota Polsek Gunung Megang membawa kedua pelaku dan mengamankan keduanya di Polsek Gunung Megang guna menghindari amukan massa lainnya.

Kapolsek Gunung Megang AKP. Feryanto menerangkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari warga atas adanya tindak pidana pembegalan tersebut dan pelaku berhasil ditangkap warga dan sempat diamauk massa.

"Minggu pada tanggal 09 Juni 2019 sekitar jam 19:40 wib SPK "A" dan unit Gabungan Polsek Gunung Megang telah melakukan pengamanan dan membawa kedua pelaku diduga melakukan tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHP beserta barang bukti berupa 1 (satu) Sapu tangan untuk menutupi Mulut dan hidung, 1 (satu) buah korek api bentuk senpi refolver, dan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat warna hitam lis putih dengan Nopol: BD 4368 CM. Pengamanan ini kita lakukan untuk melakukan tindakan lebih lanjut serta pengembangan terhadap kasus ini,"terang Fery.

Kemudian Fery juga menghibau kepadaa masyarakat agar berhati-hati dan jangan sampai melintas ditempat sepi sendirian dan jika mengalami hal yang mencurigakan agar dapat melaporkannya kepada pihak kepolisiaan.

"Bagi warga yang pernah mengalami pembegalan ataupun tindak kejahatan lainnya kita menghimbau agar dapat melapor ke Polsek Gunung Megang dan kita juga berpesan agar menghindari tempat-tempat sepi ataupun jalanan yang jarang dilewati oleh orang kebanyakan," pungkasnya.
Share:

BREAKING NEWS : Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk dengan Kaki Terikat di Payuputat

PRABUMULIH – Sesosok mayat pria menghebohkan warga Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, mayat yang ditemukan oleh warga yang saat itu sedang membuang air kecil itu ditemukan sudah mulai membusuk, minggu (9/6/19)

Penemuan mayat laki-laki sekitar pukul 16.30 Wib itu diketahui oleh Piter (21) bersama dua rekannya Mego (20) dan Prim (20), ketiganya menuturkan kepada petugas Kepolisian beserta Babinsa dan Babinkhamtibmas Kelurahan Payuputat yang berada dilokasi kejadian mengatakan mencium bau busuk disemak belukar tak jauh dari jalan milik pertamina tepatnya dikebun karet milik warga Julkarnain (50)

Pemilik kebun saat dibincangi mengatakan saat pagi hari dirinya menyadap karet sekitar pukul 04.00 dinihari  belum mengetahui adanya mayat saat melewati lokasi menemuan mayat itu

“aku dinihari tadi nyadap karet disini pak tapi belum ado bau menyengat” terang Maulana saat dibincangi dilokasi yang merupakan keponakan pemilik kebun karet

Dilokasi kejadian polisi menemukan beberapa luka

Korban yang mengenakan sepan Levis,  berbaju kaos warna hitam yang bertuliskan Police dan mengenakan jaket warna hitam. Ditubuh korban juga terdapat ciri – ciri Tato motif burung dibagian dada dengan tinggi badan diperkirakan sekitar 170 cm
Share:

Bupati: Idul Fitri Kita Kembali Ke Fitrah

"Foto bersama Bupati Muara enim usai sholat idul fitri"

MUARA ENIM - Umat islam di seluruh penjuru dunia hari ini berbondong bondong menuju ke Masjid  mengadakan sholat idul fitri 1440 Hijriah tahlil dan tahmid berkumandang bertanda hari kemenangan berahir.

Begitu pula yang dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Muara Enim bersama masyarakat. Rabu (05/06) mengadakan sholat idul fitri 1440 Hijriah  bersama di Madjid agung Jalan Ahmad  Yani , Muara Enim .
Sholat idul fitri1440 Hijriah ini dihadiri Wakil bupati kabupaten Muara Enim H.juarsyah,Sekretaris daerah ketua Dprd kemenag,serta tokoh agama, pemuda dan Masyarakat
Dalam sambutan nya, Bupati kabupaten Muara Enim Ir,H Ahmad Yani MM,Menyampaikan ucapan Selamat hari raya idul fitri 1440 Hijriah. Dikatakan bupati, zakat juga telah kita tunaikan kiranya masih terbayang oleh kita bagaimana berat nya perjuangan dalam nenahan segala hawa nafsu dari hal yang dapat  membatalkan puasa .

"Semua itu kita lakukan dengan maksud untuk mencapai derajad manusia yang beriman tertuang dal surat albaqarah 183 kehadiran bulan suci ramadhon telah melahirkan  insan insan yang beriman dan bertaqwa sehingga ketika hati raya idul fitri hari ini sebagai pribadi yang fitra sebagai paripurna pribadi yang senantiasa untuk mewarnai pembangunan dalam kehidupan berbansa dan bernegara pribadi yang siap menuju kabupaten Muara Enim yang Agamais,Berdaya saing,Mandiri sSehat dan Sejahtera", Tutup bupati.

Sementara itu,dalam tauziah nya Prof,Dr,H  Izommidin Ismail Ma.mengatakan zakat dan infaq adalah kewajiban kita selaku hamba allah yang bertaqwa kepadaNYA.

"Maka dengan itu hari ini kita kembali kefitrah  Menurut Izuddin umat islam dalam menjalankan ibada duci dibulan Ramadhon selama satu bulan penuh segala rintangan dan cobaan yang selalu ada maka dari itu  hendaknya kita melatih kesabaran sejak dini,”Pungkasnya. (Adv/sn)
Share:

Salahsatu Komplotan Begal Betung Berhasil Diringkus, Kaki Sebelah Kanan Bolong

PALI -- Komplotan begal yang sering beraksi di wilayah Kecamatan Abab, tepatnya di jalan antara Purun Kecamatan Penukal dan Betung Abab Kabupaten PALI, akhirnya berhasil diringkus jajaran Polsek Penukal Abab pada Minggu (2/6) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat penangkapan, pelaku Yari Beni (20) warga Desa Betung Kecamatan Abab rupanya hendak melawan petugas, tetapi polisi langsung mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki sebelah kanan pelaku yang akhirnya, pelaku tersebut tersungkur tak berdaya.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian didampingi Kanit Reskrim Ipda Agus Widodo bahwa pelaku bersama komplotannya sudah meresahkan warga lantaran diduga pelaku ini kerap melakukan pembegalan dengan jumlah komplotan sebanyak empat orang, dijalur dalam wilayah hukum Polsek Penukal Abab.

Saat ditangkap, ditemukan barang bukti berupa 3 (tiga) bilah sajam jenis pisau garpu, 4 (empat) bilah sajam jenis parang panjang +/_ 50cm, 1 (satu) perangkat keranjang kerupuk milik korbannya, 3 (tiga) unit R2 jenis Yamaha scorpio 125 warna hitam (tanpa no. Pol), Honda revo 110 warna hitam (tanpa no. Pol) dan Mocin TAJIMA warna hitam (tanpa no. Pol).

"Pada hari jumat tanggal 10 mei 2019 sekira pukul 11.30 wib di simpang 4 Babat Purun Pengabuan Betung Kec. Abab, telah terjadi CURAS yg terjadi pada saat korban Dedi Junaidi, warga Pendopo Kecamatan Talang Ubi seusai berdagang kerupuk keliling tanpa disadari telah diikuti 2 (dua) orang pelaku Yari Beni dan NB (DPO)," ungkap Alpian, Selasa (4/6).

Kemudian ditambakan Alpian di TKP pelaku pura-pura terjatuh dari motor, lalu salah satu pelaku NB (DPO) menodongkan senpira dan langsung merampas kendaraan bermotor milik korban yg sedang mengangkut gerobak kerupuk yg digunakannya tersebut.

"Sementara pelaku lain CC (DPO)  dan JH (DPO) berperan mengawasi dan menentukan korban. Atas kejadian itu korban mengalami kerugian kehilangan sepeda motornya, dengan nilai kerugian ditaksir sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah)," tukasnya.

Setelah mendapat informasi keberadaan tersangka dari masyarakat, Kapolsek Penukal Abab mengumpulkan anggota polsek untuk lidik dan melakukan penangkapan.

"Kita langsung menuju lokasi  persembunyian tersangka yang sering keluar masuk dari hutan karet desA Betung. Sekira pukul 15.00 WIB, tersangka melintas dengan menggunakan r2 honda revo warna hitam (tdk ada nopol) di jalan simang golden spike. Mengetahui hal itu, kita langsung lakukan pengejaran. Namun karena tersangka ngebut sehingga pengejaran lolos," terangnya.

Kemudian anggota kumpul di depan makam pahlawan Desa Betung, tak lama kemudian pelaku melintas di jalan makam pahlawan dan dilakukan pengejaran, namun sesampai di jalan lingkar Desa Betung Induk tersangka berbalik arah dan anggota memberhentikan motor pelaku.

"Pelaku berusaha melarikan diri, dan  pada saat dilakukan penangkapan pelaku hendak menikam salahsatu anggota kita dengan menggunakan pisau yang ada di pinggangnya, namun tidak mengenai dan tersangka langsung melarikan diri ke dalam hutan dan dilakukan tembakan peringatan ke atas namun pelaku tdk menghiraukan sehingga dilakukan tindakan tegas, terukur dan terarah yang akhirnya pelaku terlumpuhkan dan ditangkap lalu di bawa ke Polsek Penukal Abab," beber Alpian.

Dijelaskan Alpian bahwa pelaku diduga sering melakukan aksinya dengan mengantongi 6 LP, yakni:

1. LP/B/166/IX/2018/SUMSEL/RES. MUARA ENIM/SEK. P ABAB, tgl 24 september 2018 perkara 351 KUHPidana (penganiayaan), pelapor an. WIDODO BIN MUSTAMIR.

2. LP/B/57/III/2019/SUMSEL/RES. MUARA ENIM/SEK. P ABAB, tgl 21 maret 2019 perkara 365 KUHPidana (R2), pelapor an. IBRAHIM BIN MAHASAN.

3. LP/B/63/III/2019/SUMSEL/RES. MUARA ENIM/SEK. P ABAB, tgl 27 Maret 2019 perkara 365 KUHPidana (R2), pelapor an. YATIMIN BIN MARNO.

4. LP/B/86/V/2019/SUMSEL/RES. MUARA ENIM/SEK. P ABAB, tgl 6 MEI 2019 perkara 365 KUHPidana (R2), pelapor an. MERIADI BIN JALUDIN

5. LP/B/91/V/2019/SUMSEL/RES. MUARA ENIM/SEK. P ABAB, tgl 11 mei 2019 perkara 365 KUHPidana (R2), pelapor an. DEDI JUNAIDI BIN TOHIM

6. LP/B/93/V/2019/SUMSEL/RES. MUARA ENIM/SEK. P ABAB, tgl 14 mei 2019 perkara 365 KUHPidana (R2), pelapor an. USMAN EFENDI.

"Tindakan yang di ambil, melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi. Membawa pelaku ke Puskesmas guna pertolongan pertama, melengkapi mindik  dan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor atau pelaku guna pengembangan. Tiga teman pelaku masih kita kejar," pungkasnya. (sn)
Share:

Lagi! Jelang Lebaran, Harga Karet Anjlok

PALI, SININEWS.COM -- Lagi-lagi, petani karet di Bumi Serepat Serasan harus mengusap dada dan mengencangkan ikat pinggang untuk menghemat pengeluaran jelang lebaran ini, lantaran harga getah karet pada Minggu (2/6) kembali anjlok. Dari harga getah kualitas mingguan pada sebelumnya yang menembus Rp 8.200/kg kali ini hanya dihargai Rp 6.500/kg.

Menurut petani, penyebab anjloknya harga getah karena pembeli atau toke getah beralasan pabrik getah sudah tutup akibat sudah mendekati lebaran. 

"Setiap akan lebaran dan libur hari-hari besar keagamaan, pabrik getah tutup dipakai alasan toke getah untuk menekan harga," ungkap Rozali, petani karet asal Babat Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. 

Kondisi ini tentu sangat memberatkan petani, lantaran disaat desakan kebutuhan hidup harus mereka penuhi untuk mempersiapkan hari raya Idul Fitri, sementara penghasilan petani malah menurun. 

"Seperti sudah jatuh tertimpa tangga. Bagaimana tidak, karena satu pekan terakhir ini hujan kerap turun siang hari membuat produksi getah menurun. Belum lagi harga getah dicekik pembeli, juga diperparah harga bahan pangan terus melonjak membuat kami semakin sulit. Jalan satu-satunya untuk menutupi kebutuhan hidup adalah berhutang," keluh Jamhuri, petani karet asal Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi. 

Sementara itu, Dedi salahsatu pembeli getah mengaku bahwa turunnya harga getah karena pabrik getah sudah tutup, sehingga pembeli getah harus mengeluarkan biaya lebih untuk menyimpan getah sampai pabrik getah. 

"Biaya angkut dan bongkar muat sudah pasti nambah, belum lagi penyusutan selama penyimpanan. Karena kalau hari hari biasa, sudah membeli langsung dimuat kemudian dikirim ke pabrik. Tapi akibat pabrik tutup, terpaksa getah dari petani kita simpan dulu. Untuk itu, kita turunkan harga agar tidak merugi," katanya.
Share:

Jelang Lebaran, Sejumlah Bahan Pokok di PALI Merangkak Naik

PALI, SININEWS.COM -- Warga Bumi Serepat Serasan harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk mempersiapkan hari raya Idul Fitri, pasalnya sejumlah bahan pokok di sejumlah pasar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada H-4 lebaran mulai merangkak naik. 

Seperti harga cabe di pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi, jenis cabe merah dan rawit, dalam dua hari belakangan ini melonjak tajam. Dari harga semula yang hanya dikisaran Rp 25.000-Rp 30.000/kg kali ini mencapai Rp 55.000/kg.

"Iya pak, hari ini harga cabe naik dua kali lipat. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa, dan meski mahal tetap kami  beli karena butuh," ungkap Siti Halimah, Sabtu (1/6).

Meminta pemerintah untuk menekan harga pun dirasa percuma, karena diakui Siti Halimah setiap jelang lebaran, harga kebutuhan pokok tidak bisa terkendali. 

"Mungkin sudah hukum alam, karena memang jelang lebaran permintaan membludak sementara stok tidak bertambah berimbas harga-harga bahan pokok melambung," imbuhnya. 

Sementara itu, Misda, pedagang cabe dan sayuran di pasar Pendopo mengaku bukan hanya cabe, tetapi sejumlah jenis sayuran juga mengalami hal sama. 

"Seperti harga kacang panjang, kubis, wortel dan kentang harganya naik, tetapi tidak signifikan. Hanya bawang putih yang alami penurunan, dimana pada awal puasa menembus angka Rp 100.000/kg, kali ini turun menjadi Rp 35.000/kg," jelas Misda. 

Terpisah, Junaidi Kabag Perekonomian Kabupaten PALI menyebut bahwa setelah tim gabungan pengendalian harga bahan pangan terjun kelapangan melakukan pemantauan sejak awal puasa sampai jelang lebaran, harga kebutuhan pokok tidak begitu signifikan kenaikannya. 

"Serta stok untuk semua jenis bahan pangan aman," katanya. (sn)
Share:

SIM Habis Saat Libur Lebaran, Jangan Khawatir

MUARA ENIM -- Pelayanan SIM baik perpanjangan maupun pembuatan baru di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Satlantas Polres Muara Enim libur selama masa cuti bersama dan lebaran, yakni mulai tanggal 30 Mei sampai 9 Juni 2019. 

Pelayanan tersebut bakal kembali normal pada Senin, 10 Juni.

“Sehubungan dengan libur dan cuti bersama Idul Fitri, pelayanan SIM di Satpas Satlantas Polres Muara Enim diliburkan. Hal ini sesuai dengan surat telegram Kapolri,” jelas Kasat Lantas Polres Muara Enim, AKP Feby Febriyana SIK, ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/5).

Bagi masyarakat yang ingin memperpanjang SIM yang telah habis masa berlakunya pada tanggal 30 Mei hingga 9 Juni 2019, maka diberikan toleransi, yaitu dapat diperpanjang dengan masa tenggang tanggal 10-18 Juni 2019 dengan mekanisme perpanjangan.

“Sesuai pentunjuk dan arahan Kakorlantas Polri, bahwa untuk SIM yang habis masa berlakunya tanggal 30 Mei sampai 9 Juni 2019 diberikan toleransi selama satu minggu untuk melakukan perpanjangan mulai tanggal 10 Juni hingga 18 Juni 2019,” bebernya.

Akan tetapi, bagi pemilik SIM yang habis masa berlakunya tanggal 30 Mei-9 Juni tidak melakukan perpanjangan pada tanggal yang telah ditentukan tersebut, maka mereka wajib mengikuti proses penerbitan SIM baru sesuai golongannya. “Jadi pemegang SIM itu harus ikut tes lagi,” pungkasnya.
Share:

Jelang Lebaran, Petani Sawit Menjerit

MUARA ENIM--Para petani kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim menjelang lebaran Idul Fitri 1440 H benar benar menjerit. Soalnya sejak memasuki bulan suci Ramadhan, harga kelapa sawit tanda buah segar (TBS) terus mengalami penurunan yang cukup drastis.

                  Harga TBS kelapa sawit ditingkat petani tinggal Rp 800/kg yang sebelumnya sempat mencapai Rp 1100/kg. Harga yang terus mengalami penurunan membuat petani benar benar terpukul.

                Karena disaat petani membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan lebaran dan persiapan anak sekolah tahun ajaran baru, tetapi harga komoditi kelapa sawit malah turun.

                “Saya juga tidak tau persis apa penyebabnya, yang pasti harga kelapa sawit di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terus turun, bahkan hampir setiap hari turun, makanya kami juga membeli sawit petani terpaksa harganya turun juga,” jelas Lai Manulang, salah seorang agen kepala sawit, kemarin.

               Sementara itu, para petani kelapa sawit sangat menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan tidak berpihak kepada petani kelapa sawit. Karena pemerintah terkesan tidak peduli terhadap kondisi harga kelapa sawit petani yang terus mengalami penurunan.

                “Seharusnya pemerintah mengambil sikap menentukan harga kelapa sawit petani non plasma. Sehingga petani kelapa sawit bisa sejahtera. Kalau seperti ini bagaimana petani kelapa sawit mau sejahtera,” jelas Anton dan Wak Toh, salag seorang petani kelapa sawit.

                 Selama ini, lanjutnya, pemerintah hanya menentukan harga kelapa sawit petani plasma yang dibina oleh perkebunan pemerintah maupun swasta. Sedangkan harga kelapa sawit petani non plasma  diserahkan kepada harga pasar.   

                 “Kita meminta pemerintah tidak ada diskriminasi antara petani kelapa sawit plasma dan non plasma, sehingga harga kelapa sawit petani bisa stabil,” pinta petani.
Share:

Bawa Pistol, Parang hingga Pirek, Tiga Pemuda asal Payuputat ditangakp Polisi

"Tiga pelaku asal Payuputat berhasil diamankan tim Tantura Polres Prabumulih"

PRABUMULIH – Tim Tantura Polres Prabumulih semakin giat menyisir tempat yang rawan tindakan Curat, Curas dan Curanmor (3C), kali ini tim yang beranggotakan Tantura muda itu mengamankan 3 tersangka yang diduga spesialis pencuri sepeda motor

Tiga kawanan diiduga perampok itu berhasil diamankan saat tertangkap tangan memiliki dan menyimpan senjata api rakitan jenis Revolver beserta dua amunisi, tak hanya itu petugas juga menemuka  Senjata tajam (sajam) berupa pisau dan Pirek alat yang digunakan untuk menghisap sabu-sabu, kamis (30/5/19)
Ketiga pelaku dimaksud yakni Windy Apriansyah (19), Niko Kasa (19) dan Adam Sari (17) yang ketiganya merupakan warga Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat yang selama ini sering meresahkan warga

Kejadian penangkapan berawal ketika tim tantura pimpinan Aipda Dodi beserta 7 personil lainnya sedang melakukan patroli di daerah Taman Kota Prabujaya Kota Prabumulih, sekitar pukul 23.30 wib seorang anggota melihat dua pemuda ini sedang mendorong motor jambrong miliknya

Melihat keberadaan polisi tersangka merasa gugup saat dihampiri petugas, benar saja saat dilakukan penggeledahan dua tersangka remaja asal Payuputat ini kedapatan membawa Senpi hingga Parang yang diduga akan digunakan untuk kejahatan
"Barang bukti yang berhasil diamakan petugas"

Salah satu pelaku berhasil kabur hingga akhirnya petugas dengan sigap berhasil mengamankannya dan berhasil menciduknya untuk dibawa ke Polres Prabumulih

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIK.MH saat dikonfirmasi melalui pimpinan giat Tantura AIPDA Dodi mengatakan ketiga tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres

“tersangka dan barang bukti sudah kita amankan untuk nanti dimintai keterangan” tegasnya (sn/bio)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts