-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
Gegara Tak Hadir Mediasi, 21 ASN Sepakat Gugat Mantan PJ Wako Prabumulih
Pembahasan LKPJ, Anggota Banggar Minta Hadirkan Sekda
MUARA ENIM,---Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Muara Enim meminta pimpinan dewan untuk menghadirkan Sekda Muara Enim, Ir H Hasanudin MSI dalam melakukan pembasahan Laporan Keterangan Pertanggunjawaban (LKPJ) Bupati Muara Enim tahun anggaran 2018.
Soalnya pengelolaan anggaran tahun 2018 dilakukan oleh tiga bupati, karena masa transisi. Sehingga Sekdalah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang mengetahui secara detil input, output maupun outcame penggunaan anggaran itu.
“Dalam melakukan pembahasan LKPJ tahun 2018 bersama masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, kami meminta pimpinan dewan untuk menghadirkan Sekda selaku Ketua Tim anggaran eksekutif. Dialah yang mengetaui input, output dan outcame penggunaan anggaran tersebut,” jelas anggota Banggar DPRD Muara Enim, H Faizal Anwar SE, pada rapat pembahasan LKPJ dengan 11 OPD, Selasa (11/6).
Rapat yang berlangsung di ruang Banggar DPRD tersebut, diikuti oleh 11 OPD dipimpin Ketua DPRD, Aries HB SE bersama Wakil Ketua DPRD lainnya. Kemudian diikuti juga oleh anggota Banggar DPRD lainnya.
Para Kepala OPD yang mengikuti rapat tersebut diantaranya, Kepala BPKAD, Armeli Mendri, Kepala Bappeda, H Ramlan Suryadi, Kepala Bapenda, H Rinaldo, Kepala Dinas Pekerbunan, Ir Mat Kasrun, Kepala Dinas Perkim, H Ahmad Yani Herianto.
Dalam rapat tersebut, Faizal juga sempat mempertanyakan permasalah Dinas Pariwisata yang telah dibentuk oleh Pemkab Muara Enim. “Dinas Pariwisata telah dibentuk, tentunya masalah kinerjanya juga menjadi pembasan dalam LKPJ ini,” terang Faizal.
Sementara itu, kepada awak media, Faizal menegaskan, pihaknya meminta Sekda dihadirkan dalam pembahasan tersebut, karena penggunaan anggaran APBD tahun 2018, dilakukan masa kepemimpinan Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar, kemudian Pj Bupati Muara Enim, Teddy Mellwansyah dan Bupati Muara Enim terpilih, Ir H Ahmad Yani MM.
“Inilah salah satu dasar saya meminta Sekda dihadirkan dalam pembahasan LKPJ ini, karena dia Ketua TAPD dan sangat mengerti masalah penggunaan anggaran tersebut,” tegasnya.
Menanggapi pertanyaan anggota banggar tersebut, Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB SE, langsung memerintahkan Plt Sekretaris Dewan untuk membuat surat khusus meminta kehadiran Sekda dalam pembahasan LKPJ tersebut.
“Pak Sekwan, supaya membuat surat untuk mengundang Sekda agar hadir dalam pembahasan LKPJ besok bersama OPD. Sedangkan pembahasan LKPJ dengan OPD hari tetap kita lanjutkan,” jelasnya.
Sementara itu, Izudin, anggota Banggar DPRD Muara Enim, juga sempat mempermasalahkan buku LKPJ yang setebal 30 cm diberikan eksekutif kepada Banggar terkesan dadakan. “Buku setebal 30 cm ini baru hari ini diserahkan ke banggar, langsung mau dilakukan pembahasan,” tegas Izudin.
Untuk itu dia meminta agar masing masing OPD menyampaikan resume pengelolaan anggaran tahun 2018. Atas permintaan tersebut, akhirnya masing masing OPD membuat resume pengelolaan anggaran tahun 2018 dan diserahkan kepada masing masiang anggota Banggar dan pimpinan dewan.
Kepada awak media, Izun mengatakan, bahwa penggunaan dana APBD tahun 2018 urusan wajib Dinas Pendidikan, pada pos belanja tidak langsung tidak tercapai target. Pada pos tersebut dianggarkan sebesar Rp 412.176.121.807,80, terealisasi sebesar Rp384.186.194.676.
Begitu juga pada pos anggaran belanja langsung tidak tercapai target. Pada pos tersebut dianggarkan195.987.111.050, terealisasi Rp 189.128.488.785,51.
“OPD Diknas tidak melihat kondisi sebenarnya, sehingga banyak laporan anggaran sia sia. Bukatinya belanja langsung terjadi selisih anggaran sangat besar akibat tidak capai target. Memang tidak dirugikan, dari pada Silpa lebih baik untuk perbaikan bangunan gedung sekolah,” tegasnya. (Sn)
26 Kades Persiapan Dikukuhkan
Ada Masalah? Bupati Pali : Jangan Curhat di Sosial Media
Jalin Silaturahmi dengan Halal Bihalal
Bolos Hari Pertama Kerja, ASN Terancam Tidak Naik Pangkat
Kedepan Prabumulih Akan Jadi Kota Bebas Penggunaan Tabung Gas 3 KG dan 12 KG
Betabuh Sampai Subuh, Musik Remix Diprotes Warga
PALI -- Meski telah dilarang untuk menggelar musik remix sampai larut malam, tetapi rupanya masih saja ada warga yang masih membandel dengan menggelar musik orgen tunggal dibarengi hentakan musik remix sampai larut malam bahkan sampai menjelang pagi.
Seperti yang terjadi di Desa Air Itam, yang terdengar musik remix hingga menjelang subuh . Hal itu diketahui saat akun facebook Wang Ritam mengunggah keluhannya yang dibagikan melalui gruop Wang Ritam belum lama ini.
Dimana isi cuitan pada akun itu mengeluhkan musik remix yang mengganggu kenyamanan warga lainnya. Bahkan dari keterangan unggahan itu, musik remix digelar sejak tanggal 3 Juni malam sebelum lebaran sampai tanggal 9 Juni 2019 atau tadi malam.
Musik remix tersebut menurut keterangan akun facebook itu dijelaskan dalam rangka menjelang hajatan di rumah salahsatu warga Desa Air Itam yang pelaksanaan hajatannya pada hari ini, Senin (10/6), tetapi jauh hari sebelumnya, musik orgen tunggal sudah dimainkan.
Pada tulisan di akun facebook Wang Ritam itu juga berharap pihak kepolisian dan instansi terkait menegur tuan rumah agar tidak mengganggu kenyamanan warga lainnya.
Menanggapi hal, Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian bakal berkoordinasi dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) PALI dalam menegur warga bersangkutan.
"Untuk batasan hiburan orgen tuggal merupakan peraturan Bupati, dan yang mengambil tindakan apabila ada yang melanggar Perbup, maka Satpol.PP yang berwenang. Kita akan koordinasi dengan Kasat Polpp untuk menentukan upaya apa terkait permasalahan ini," ungkap Alpian, Senin (10/6).
Terpisah, Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI menegaskan bakal segera memanggil kepala desa bersangkutan.
"Kami akan panggil kepala desanya, karena aturan tersebut sudah kita sosialisasikan langsung kelapangan dan juga telah menekankan kepala desa agar segara melaporkan apabila ada gelaran musik remix di wilayahnya," tandasnya. (sn)












