Masuk Sel Gara-gara Kartu Handhone Diberikan Teman, Begini Kronologinya


PALI, SININews.com- Aksi Bebi (19) warga Desa Harapan Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) rupanya ceroboh dalam mencuri handphone milik Cik Aluna (38) warga desa yang sama dengan pelaku Bebi.

Lantaran, setelah berhasil menggondol handphone milik korbannya yang diambil dalam rumah korban saat handphone itu tengah diisi batrainya, Bebi lantas mengeluarkan kartu perdana yang ada di dalam handphone kemudian diberikan kepada Iis teman dekat pelaku yang beralamat di Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang.

Tentu saja, saat korban kelimpungan mencari pelaku yang telah menggasak handphone kesayangannya mendapat titik terang setelah mencoba menelphone nomor kontaknya yang masih aktif dan ada orang yang mengangkatnya.

Setelah ditelusuri dari penerima telpon tadi, bahwa nomor tersebut didapat dari pelaku Bebi yang memberikan kartu perdana tersebut, kemudian, korban pun mendatangi Rahman, kepala desa setempat kemudian menghubungi polisi untuk menangkap pelaku Bebi.

"Pelaku sudah kita amankan pada Jumat (5/7) sekitar pukul 16.30 WIB, dan saat ini masih kita interogasi. Kejadian pencurian yang dilakukan pelaku terjadi pada Rabu  (26/6) lalu. Pelaku masuk rumah korban melalui pintu belakang saat korban tertidur dan tengah mengecas handphonenya," Ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni, Sabtu (6/7).

Setelah ditangkap, Sofyan mengatakan bahwa pelaku mengakui perbuatannya. "Handphone korban sudah dijualnya di salah satu conter di kota Prabumulih. Atas perbuatannya, pelaku kita jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 5 tahun," tandas Sofyan.(sn)
Share:

Serobot Wilayah Prabumulih hingga pasang patok ilegal, warga Gunung Kemala protes hingga pasang patok Balasan

Foto : Ratusan warga dan Pemerintah Prabumulih beserta Kapolsek Prabumulih saat mengecek tapal batas ilegal oleh Kabupaten Muara Enim

PRABUMULIH,SININews.com – Polemik tapal batas ditengah masyarakat Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih tak pernah usai, tapal batas wilayah Muara Enim – Prabumulih yang melintasi wilayah Gunung Kemala dengan Desa Gunung Raja hingga kini terus menjadi sorotan warga setempat, jum’at (5/7/19)

Ratusan warga Kelurahan Gunung Kemala melakukan aksi protes terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang secara sepihak telah menyerobot batas wilayah Prabumulih dengan cara memasang patok Tapal Batas yang terbuat dari semen coran

“kita sangat tidak setujuh dengan adanya patok tapal batas ini, lagi pula warga dan pemerintahan kita tidak tahu dengan adanya pemasangan patok tapal batas ini” ucap Mat Yunus selaku Ketua Gerakan Masyarakat Gunung Kemala (GMKM) 

Pemasangan Tapal Batas Prabumulih oleh warga Gunung Kemala 

Mat Yunus menuturkan jika Tapal Batas yang dipasang oleh Pemkab Muara Enim itu sangat merugikan terlebih banyak aset-aset yang ada di wilayah Prabumulih akan hilang 

“Aset Prabumulih semuanya habis di ambil oleh mereka, apa lagi perusahaan tambang batubara juga akan melebarkan lahan demi kepentingan pribadi” lanjutnya

Diketahui wilayah yang diperebutkan merupakan wilayah yang memiliki cadangan batubara yang cukup banyak yang diduga masyarakat pencaplokan wilayah oleh Muara Enim melibatkan kepentingan perusahaan

Sementara itu,  Mulyadi Musa Staf ahli Walikota Prabumulih saat diwawancarai dilapangan mengatakan jika saat ini Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM telah melayangkan surat teguran kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Kepala Bagian WAP Biro Pemerintahan Provinsi Sumsel

“Tadi surat protes sudah kita layangkan, dan seharuanya Pemasangan dan Penegasab Patok tapal batas yang dilakukan oleh Pemkab Muara Enim dalam kesepakatan harus menunggu Peraturan Kemendagri” terangnya

Lebih jauh polemik Tapal batas wilayah Muara enim dan Prabumulih belum pernah mengalami titik terang dari tahun ke tahun hingga kini meresahkan warga setempat

Hasil liputan dilapangan ratusan masyarakat beserta RT, RW, Tokoh Adat, Agama dan perangakat Kelurahan Gunung Kemala melakukan aksi protes dengan memasang Patok Tapal Batas Prabumulih dititik lama yakni sekitar 2 KM dari patok baru

Tak hanya itu, warga setempat menuntut Pemkot Prabumulih dan Pemkab Muara Enim untuk secara langsung melibatkan masyarakat dalam penentuan tapal batas tersebut dan menuntut Pemerintah Provinsi (Gubernur Sumsel) H.Herman Deru mempertimbangkan hak masyarakat Gunung Kemala dalam prosea penetapan tapal batas

Masa juga menuntut Gubernur Sumsel untuk mencabut hasil penentuan tapal batas tertanggal 12 Agustus 2017 lalu yang telah di sahkan oleh Walikota Prabumulih dan Ketua DPRD Ahmad Palo, SE yang diduga tidak sependapat dengan masyarakat perbatasan dan tanpa adanya pemberitahuan dan melibatkan masyarakat (sn)

Share:

Luar Biasa, Harga Buncis Tembus Rp 15000 Per Kg

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Harga sayuran kembali bergerak naik. Besarannya bervariasi, mulai Rp 1.000 hingga Rp 7.000 per kg, tergantung jenisnya. Stok yang terbatas menjadi penyebab kenaikan harga ini.

Seperti diungkapkan pedagang sayuran Ediar (52) di Pusat pasar pagi Muara Enim mengatakan, sejumlah sayuran yang mengalami kenaikan ini seperti buncis yang dipasarkan di kisaran Rp 7.000 ribu per kilo sebalumnya hanya Rp 8.000  per kilo. Namun saat ini dipasarkan di harga Rp 15.000 per kilonya.

Selain itu, kubis juga mengalami kenaikan dari harga Rp 5.000 perkilo  menjadi Rp 10.000 per per kilo. Kemudian sawi dari harga normal Rp 6.000 per kilo, saat ini menjadi Rp 10.000 per kg.  “Sayuran yang mengalami kenaikan buncis, kubis dan sawi,” ungkap Ediar, Jumat (5/7).

Sedangkan untuk cabe merah dan bawang merah dan bawang putih tidak mengalami kenaikan harga. Kondisi sayura mengalami kenaikan, kata dia, karena petani di Pagaralam dan Curup tengah fokus penen kopi. Sementara sayuran kondisinya kurang menjanjikan karena memasuki musim kemarau.

“Untuk sayuran dipasok dari Pagaralam dan Curup. Namun di daerah tersebut tengah panen kopi, jadi sebagian petani lebih memilih untuk memanen kopi. Kalau pun ada sayuran yang dikirim sedikit sehingga harganya naik ditambah cuaca kemarau. Untuk cabe dipasok dari Jogyakarta jadi harganya agak mahal mulai dari sebelum lebaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PasarMuara Enim Herman menjelaskan, kenaikan harga sayuran ini dinilai masih normal. Karena pasokan dari penghasil sayuran seperti Pagaralam dan Curup masih lancar.

Selain sayuran, cabai rawit masih bertahan mahal di kisaran Rp 65 ribu  per kilo. Sementara bawang merah dan bawang putih di harga Rp 37.000 per kilo. Daging sapi Rp 125 per kilo, ayam boiler Rp 30 ribu per kilo dan ayam kampung Rp 70 per kilo.

Sedangkan bahan pokok lainnya seperti beras berkaisaran mulai dari Rp 10 ribu per kilo hingga Rp 11 ribu per kilo. Gula pasir Rp 12 ribu per kilo, telur Rp 23 ribu per kilo, minyak goreng curah Rp 11 ribu per kilo dan minyak goreng kemasan Bimoli Rp 13 ribu per kilo.

“Dari laporan minggu ke empat bulan 6, harga sembako masih normal tidak mengalami kenaikan. Untuk minggu pertama bulan ini (Juli, red) masih dalam pemantauan harga,” pungkasnya.
Share:

Cari Rumput Angga Malah Dibacok

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Naas dialami Angga Saputra (23) warga Dusun I Desa Maga Mulia Kecamatan Rambang, Sabtu (29/6) sekitar pukul 15.30 wib, saat mencari rumput dirinya didatangi pelaku Deni (20) warga Dusun II Desa Marga Mulia yang marah marah dan membacok korban dengan parang milik korban.

Kejadian bermula saat korban dan temannya Rasyid sedang mencari rumput di depan TPU Sainaip. Tiba tiba datang pelaku yang menegur teman korban yakni Rasyid dengan mada tinggi. Tak lama kemudian terjadi perselisihan antara teman korban dan pelaku yang sempat mengambil parang milik korban Angga.

Sambil mengibas ngibaskan parang yang berhasil direbutnya, pelaku Deni sempat mengenai punggung korban Rasyid. Melihat kejadian tersebut, korban Angga mencoba melerai, namun naas, Angga malah mendapat sabetan paramg yang sempat ditangkisnya dengan tangan.

Melihat tangan korban Angga yang berlumuran darah dan berteriak meminta tolong, pelaku Deni kemudian melarikan diri. Selanjutnya korban Angga dan Rasyid ditolong warga dengan dilarikan ke RS Fadillah Prabumulih.

Usai mengobati lukanya, korban yang ditemani oleh keluarganya kemudian mendatangi Polsek Rambang untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono melalui Kapolsek Rambang membenarkan telah mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku.
Share:

Maling Hape Terdiam Saat Ditangkap

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Pelaku pencurian Handphone di Kecamatan Sungai Rotan tepatnya di rumah korban Ningsih di Dusun I Desa Penandingan yakni Romodon (16) terdiam waktu ditangkap oleh polisi saat sedang berada di rumahnya di Desa yang sama.

Pelaku yang merupakan tetangga korban ini melakukan aksinya pada Kamis (27/6) sekira pukul 05.00 wib,bertempat di rumah korban dengan mencongkel jendela ruang tamu korban dan baru diketahui keesokan harinya.

Dari tindakannya ini, pelaku yang beraksi sendiri ini berhasil menggondol barang korban berupa satu unit hape oppo, dua unit charger hp, minyak wangi dan jam tangan dengan kerugian jutaan rupiah.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono melalui Kapolsek Sungai Rotan, membenarkan telah mengamankan tersangka di rumahnya beserta barang bukti dan saat ini pelaku sudah diamankan di polsek Sungai Rotan

“Penangkapan sendiri dilakukan pada Kamis (4/7) sekitat pukul 12.30 di rumah tersangka disaksiskan lamgsung oleh orang tua pelaku yang kebetulan berada di lokasi,” ungkapnya.

Keberhasilan penangkapan ini, lanjut Kapolres,  berawal dari Penyelidikan terhadap pelapor dan mendapat info dari masyarakat bahwa pelaku/terlapor sedang berada di desa penandingan. 

“Berdasarkan info tersebut, Kanit Reskrim Polsek Sungai Rotan beserta personil Menuju Ke Rumah pelaku yang tinggal bersama orang tuanya di desa penandingan, dan langsung melakukan penangkapan terhadap Pelaku. Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan dan hanya terdiam,” pungkasnya, serata menambahkan bahwa pelaku dikenalan pasal 363 yakni pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun.
Share:

Dipelopori Tokoh Lematang, Mahasiswa Dorong Heri Amalindo Maju Dua Periode


PALI, SININews.com- Sejumlah aliansi mahasiswa asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), seperti  IMPTA (Ikatan Mahasiswa Pemuda Tanah Abang ), HIMUPALI (Himpunan Mahasiswa UIN  PALI) dan KBMPP (Keluarga Besar Mahasiswa Pemuda PALI), menilai Heri Amalindo telah mampu membawa kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan berubah dan menunjukkan kemajuan yang cukup pesat.

Hal itu diketahui saat sejumlah aliansi mahasiswa tersebut kumpul dan ngobrol bareng yang dikemas dalam kegiatan Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) bareng Mang Olek, yang digagas tokoh Lematang, Aka Cholik Darlin, Kamis malam (4/7), di Numa Coffe jalan Jendral Sudirman Palembang.

Yoga Arpindo Mahasiswa Tehnik Sipil Universitas Muhammadiyah mewakili IMPTA mengemukakan bahwa selama memimpin, Heri Amalindo sudah menunjukkan kinerja yang luar biasa.

Sama halnya diutarakan Aang, mahasiswa yang mewakili HIMU PALI, dirinya menyatakan bahwa program Heri Amalindo yang berikan baesiswa bagi mahasiswa sangat besar pengaruhnya untuk memotivasi mahasiswa.

"Program itu sudah kami rasakan manfaatnya. Mahasiswa berprestasi tetapi dari kalangan kurang mampu masih tetap bisa menimba ilmunya sampai menyelesaikan kuliahnya," ucap Aang.

Sementara itu Ijal mahasiswa UIN mewakili KBMPP memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan Ngopi ini, karena selain menjalin silaturrahmi antar aliansi mahasiswa, juga sebagai ajang berbagi informasi diantara mahasiswa.

"Kami berharap pertemuan seperti ini bisa berlangsung secara rutin. Kami bisa bahas dan mengumpulkan ide, saran dan masukan dari kawan-kawan untuk kemajuan PALI," tukas Ijal yang juga ketua GBPP (Gerakan Bersatu Pemuda Pemudi PALI).

Sedangkan Aka Cholik Darlin, tokoh Lematang yang juga anggota DPRD PALI periode 2014-2018 ini memberikan masukan kepada mahasiswa asal PALI yang tengah menimba ilmu di luar Kabupaten PALI agar terus memantau dan ikut berperan aktif dalam membangun PALI.

"Saya ajak mahasiswa untuk memanfaatkan sosial media dalam mengenalkan PALI, serta kemajuan serta prestasi yang telah dicapai dibawah pimpinan pak Heri untuk diviralkan melalui Sosmed agar PALI bisa dikenal luas," ajak Aka Cholik.

Aka Cholik juga berjanji bakal menggelar kegiatan serupa bukan hanya di Kota Palembang, namun dilakukan disetiap kecamatan. "Agar masyarakat luas memahami akan kemajuan PALI ini yang luar biasa berkembang pesat,"  tutupnya.(sn) 
Share:

Dua Pemuda Pemgangguran Sikat Barang Sekolah

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Entah memang tidak memiliki uang atau hanya iseng, dua pemuda asal Desa Kuripan Kecamatan Empat Petulai Dangku yakni Herdi (19) dan Puja (30) nekat mencuri barang barang milik SDN 11 Rambang Dangku.

Kejadian diketahui pertama kali oleh saksi Sanusi, Rabu (3/7) saat akan menghidupkan mesin air dibkantor SDN 11 Rambang Dangku. Sanusi kaget saat mengetahui pintu kantor sudah terbuka lebar dan kunci engsel gembok dalam keadaan rusak.

Melihat hal itu, Sanusi masuk ke dalam kantor dan mengetahui bahwa satu unit kipas angin milik sekolah sudah tidak ada di tempatnya yang kemudian saksi menelpon saksi Fadilan untuk mendatangi TKP. Sesampainya di lokasi, saksi Fadilan mengetahui bahwa satu unit orgen yamaha milik sekolah juga telah hilang.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono melalui Kapolsek Rambang Dangku membenarkan telah melakukan oenangkapan terhadap dua tersangka tang diduga telah melakukan pemcurian di SDN 11 Rambang Dangku pada Rabu (3/7).

Selanjutnya berdasarkan informasi dan laporan dari saksi saksi, Kamis (4/7) petugas yang mendapatkan informasi masyarakat bahwa ke dua pelaku tersebut sedang berada di desa kuripan anggota polsek rambang dangku langsung melakukan penangkapan yang di pimpin oleh kanit reskrim Polsek rambang dangku Ipda Guntur Iswahyudi.SH yang selanjutnya ke dua pelaku tersebut dibawa ke  Polsek rambang dangku untuk di amankan.

Dari penangkapan kedua tersangka, petugas hanya berhasil mengamankan satu unit kipas angin merk regency milik sekolah. Dari tindakannya tersebut, kedua pelaku dikenakan pasal 363 pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun.
Share:

Rampas HP Bunga, Dua Pemuda Diringkus

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Belum sempat menikmati hasil dari tindak pidana pencurian / jambret yang dilakukan nya pada Kamis (4/7/2019) sekira pukul 15.00 WIB di Jalan Jend Sudirman Komplek PT Pertamina Prabumulih, dua pelaku jambret ini terlebih dahulu ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Mahdi, S.E, M.M bersama Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Barat Ipda Darmawan, S.H.

Kedua pelaku yaitu Andi Saputra (18 tahun) warga jalan Jend Sudirman Kel. Patih Galung Kec. Prabumulih Barat kota Prabumulih dan Fernando (17 tahun) warga jalan M Yamin Kel Prabumulih Kec. Prabumulih Barat kota Prabumulih, keduanya ditangkap Kamis (4/7/2019) sekira pukul 22.55 WIB.

Keduanya ditangkap berdasarkan laporan korbannya Bunga Junistri (14 tahun), warga desa Negeri Agung dusun II Kec Rambang Kab Muara Enim.

Menurut korban kejadian tindak pidana pencurian / jambret tersebut berawal saat korban dan temannya baru saja mengunjungi Taman yang ada di Komplek PT Pertamina, kemudian ketika akan pulang dengan menggunakan sepeda motor, sepeda motor korban dipepet sepeda motor pelaku, salah satu pelaku mengambil satu unit HP Oppo A3S yang berada di tangan korban kemudian melarikan diri, korban sempat mengejar namun tidak berhasil, selanjutnya korban melapor ke Polsek Prabumulih Barat.

Tim Opsnal Polsek Prabumulih yang menerima laporan tersebut kemudian melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), kemudian menggali informasi dari beberapa saksi yang ada di TKP untuk kemudian melakukan penyelidikan.

Setelah mengidentifikasi kedua pelaku penjambretan tersebut bersadarkan ciri-ciri fisik dan sepeda motor yang digunakan oleh pelaku, selanjutnya pada hari Kamis (4/7/2019) sekira pukul 22.55 WIBTim Opsnal Polsek Prabumulih Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Mahdi, S.E, M.M bersama Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Barat Ipda Darmawan, S.H berhasil meringkus kedua pelaku penjambretan tersebut.

Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat terlebih dahulu meringkus pelaku Andi Saputra (18 tahun) saat sedang duduk-duduk di daerah Alai Batu Kel Prabumulih Kec Prabumulih Barat Kota Prabumulih, dihadapan petugas Andi mengaku melakukan aksinya bersama Fernando (17 tahun).

Tidak lama berselang petugas berhasil mengamankan Fernando (17 tahun) saat sedang asik bermain di warnet dekat kantor Kel Muntang Tapus Kota Prabumulih.

Dari Keduanya juga diamankan barang bukti 1 Unit sepeda motor motor mio sporty warna kuning mas dan 1 buah HPoppo A3S warna merah milik korban, selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Polsek Prabumulih Barat untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalaui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Mahdi, S.E, M.M saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan kedua pelaku, saat ini kedua pelaku dan barang bukti sudah kita amankan di Polsek Prabumulih Barat.

"Kepada kedua pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan (curat), dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandas AKP Murshal.
Share:

Dinas Koperasi UKM PALI Bantu Pelaku Usaha, Tapi Bentuknya Seperti Ini

PALI, SININEWS.COM -- Semakin pesatnya pembangunan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibarengi geliat ekonomi masyarakatnya yang semakin tumbuh memunculkan banyak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan berbagai macam jenis usaha. 

Dibalik hiruk pikuknya perputaran ekonomi di kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan itu, tersimpan keluhan pelaku UKM yang terkendala permodalan serta pemasaran dalam mengembangkan usahanya. 

Seperti dituturkan Rahma, pelaku usaha pengolahan ikan atau segururung asal Kecamatan Talang Ubi yang mengaku masih butuh suntikan dana agar usaha yang digelutinya bisa terus maju. 

"Kalau pemasaran alhamdulillah sudah banyak pesanan setiap hari, tetapi apabila ada pesanan dengan partai besar, terkadang kami tidak bisa penuhi lantaran keterbatasan modal," ucap Rahma, belum lama ini. 

Diutarakan juga Herman, pengrajin dandang asal Talang Miring bahwa meski produksi usahanya meningkat  namun tetap masih kewalahan layani permintaan pelanggannya. 

"Terutama saat pesanan bersamaan dari luar daerah seperti Jambi dan Bengkulu. Mereka minta kirim dalam jumlah banyak. Otomatis kami harus siapkan bahan lebih banyak dan bayar upah pekerja juga meningkat, sementara untuk pembayaran melalui transfer setelah barang sampai tujuan. Tentunya butuh modal besar," katanya. 

Menanggapi keluhan pelaku usaha, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Heri Saputra menyatakan bahwa pihaknya bakal merangkul pihak perbankan untuk dapat memberikan kredit lunak terhadap pelaku UKM di PALI. 

"Sebenarnya pihak bank sudah siap bantu, namun ada permintaan pihak bank, salah satunya bank Sumselbabel agar dilibatkan dalam membantu pendampingan, atau menjadi anak asuh agar perkembangan usaha pelaku UKM bisa dipantau dan dibantu. Jangan hanya menganggap bank itu sebagai sarana untuk simpan pinjam saja. Permasalahan modal telah ada solusi tinggal kemauan pelaku UKM untuk menindaklanjutinya," urai Heri. 

Untuk pemasaran diakui Heri bahwa pihaknya telah membantu promosi sekaligus pemasaran. Sebab disetiap event atau pameran baik dalam wilayah Sumsel atau tingkat nasional, produk UKM asal PALI, bentuk kerajinan maupun kuliner selalu ditampilkan. 

"Tinggal menjaga kualitasnya saja. Seperti ikan segururung, kita sudah koordinasi dengan LIPI pusat untuk lalukan penelitian sekaligus pelatihan bagaimana cara ikan segururung tahan lama. Dan kita juga akan kembangkan bumbu serta sambal hasil olahan ikan, dan rencananya kita akan buat sambal khusus segururung disajikan dalam kemasan dengan berbagai rasa," ungkapnya.(sn)
Share:

Balitbang PALI Tantang UKM Lahirkan Produk Khas Bumi Serepat Serasan

PALI, SININEWS.COM -- Genjot kreatifitas dalam meningkatkan pendapatan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memberikan tantangan terhadap pelaku UKM agar membuat produk khas dan membuat merek tersendiri untuk kemudian dipatenkan. 

Hal itu diungkapkan Abu Hanifah, Kepala Balitbang Daerah Kabupaten PALI saat lalukan sosialisasi pembuatan, pelatihan, serta penggunaan dan pemasaran asap cair, Rabu (4/7) di Kantor Balitbang PALI. 

"Sebenarnya sudah ada beberapa produk khas PALI yang tidak dimiliki daerah lain. Namun sayangnya belum satupun yang dipatenkan," kata Abu Hanifah. 

Untuk itu, Abu Hanifah menyarankan agar pelaku UKM yang ada di Kabupaten PALI untuk membuat merek dagang tersendiri yang kemudian bakal difasilitasi untuk dipatenkan. 

"Seperti ikan segururung, buatlah merek dagangnya kemudian dikemas bagus-bagus, lalu dipatenkan. Dengan adanya merek dagang dan hak paten, ditambah izin kesehatan ada maka produk kita bakal bisa mudah pasarkan," tambahnya. 

Untuk membuat hak paten, Abu Hanifah bakal berkoordinasi dengan Kementerian Hukum Dan HAM. "Kita akan urus hak patennya apabila ada pelaku UKM yang ada merek dagang dan kemasan yang bagus," tandasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts