Mahasiswa Bakal Demo, Tapi Banyak Tokoh Dukung Program Transmigrasi di PALI

PALI, SININEWS.COM - Direncanakan pagi ini, Selasa (16/7) Himpunan Mahasiswa PALI (HIMAPALI) bakal menggelar aksi damai mempertanyakan program transmigrasi yang direncanakan berlokasi di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI.

Namun aksi tersebut mendapat beragam tanggapan dari berbagai elemen masyarakat, salahsatunya tokoh muda Lematang Aka Cholik Darlin.

Menurut Aka Cholik, sebelum melakukan aksi, sebaiknya mahasiswa agar mengkaji secara akademis serta mencari tahu titik masalah dari bawah.

"Misalkan survei langsung ke masyarakat Desa Tempirai yang menerima dampak langsung program tersebut," saran Aka Cholik disampaikan via whatsapp, Selasa (16/7).

Karena dijelaskan Aka Cholik bahwa program transmigrasi bisa meningkatkan SDM PALI yang efesien.

"Adanya program transmigrasi di Tempirai adalah langkah positif yang dilakukan pemerintah, karena ini adalah keinginan masyarakat lokal yaitu warga desa Tempirai sejak lama, jadi hal ini sudah ada sinkronisasi dengan baik," jelasnya. 

Dari pengamatan Aka Cholik bahwa sampai saat ini, baik lisan maupun tertulis belum ada protes dari Ormas Tempirai bahkan kepala Desa atau BPD Tempirai yang terdengar. 

"Karena masyarakat Lematang adalah ikatan keluarga yang erat dengan Tempirai, jadi kami memantau perkembangan program transmigrasi tersebut," tambah Ketum Fakar Lematang itu. 

Aka Cholik berharap kepada pemerintah untuk terus kejar target agar transmigrasi cepat terwujud karena program ini sangat efesien dan berdampak pada SDM lokal cara bercocok tanam.

"Nantinya bakal ada perbauran antara transmigran lokal dan dari luar daerah, yang mana mereka nanti akan saling melengkapi. Jadi menanggapi program transmigrasi, secara pribadi saya sangat mendukung penuh program ini," tutupnya. (sn)
Share:

Terkait Aksi Damai, Mantan Sekum HIMAPALI Sumsel Angkat Bicara

PALI, Sininews.com - Terkait dua organisasi Mahasiswa asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yakni HIMAPALI Sumsel dengan HIMPALI Unsri silang pendapat tentang program pemerintah pusat dengan pemerintah daerah PALI yaitu program Transmigrasi yang akan di adakan di desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Mantan Sekretaris Umum HIMAPALI Sumsel Yogi S Memet S.IP angkat bicara.

Yogi S Memet  yang merupakan alumni FISIP UNSRI tersebut. Menilai bahwa dua organisasi mahasiswa tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu mengawal kebijakan pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten PALI sehingga dapat benar-benar dirasakan masyarakat.

"Saya menilai adik-adik mahasiswa ini memiliki tujuan sama, hanya saja cara mereka yang beda, tentu ini merupakan hal positif karena adik-adik ini peduli terhadap kebijakan dan program yang di buat pemerintah agar benar-benar pro rakyat" ujar Yogi, Selasa (16/7/2019)

Yogi berharap agar pergerakan mereka ini murni suara mahasiswa ini merupakan refresetativ dari masyarakat serta tidak di tunggangi kepentingan kelompok atau golongan lain.

" Yang penting mewakili suara masyarakat bukan kelompok atau golongan tertentu," tambah Yogi yang merupakan pemuda asli desa Tempirai.

Sementara, saat ini aksi damai tengah dilalukan HIMAPALI dengan jumlah peserta aksi sekitar 20 orang. Aksi damai tersebut digelar di Simpang Lima Pendopo, direncanakan bakal dilanjutkan ke DPRD dan kantor Bupati PALI. (sn)
Share:

Mahasiswa Demo, Tapi Banyak Tokoh Dukung Program Transmigrasi di PALI

PALI, Sininews.com - Direncanakan pagi ini, Selasa (16/7) Himpunan Mahasiswa PALI (HIMAPALI) bakal menggelar aksi damai mempertanyakan program transmigrasi yang direncanakan berlokasi di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI.

Namun aksi tersebut mendapat beragam tanggapan dari berbagai elemen masyarakat, salahsatunya tokoh muda Lematang Aka Cholik Darlin.

Menurut Aka Cholik, sebelum melakukan aksi, sebaiknya mahasiswa agar mengkaji secara akademis serta mencari tahu titik masalah dari bawah.

"Misalkan survei langsung ke masyarakat Desa Tempirai yang menerima dampak langsung program tersebut," saran Aka Cholik disampaikan via whatsapp, Selasa (16/7).

Karena dijelaskan Aka Cholik bahwa program transmigrasi bisa meningkatkan SDM PALI yang efesien.

"Adanya program transmigrasi di Tempirai adalah langkah positif yang dilakukan pemerintah, karena ini adalah keinginan masyarakat lokal yaitu warga desa Tempirai sejak lama, jadi hal ini sudah ada sinkronisasi dengan baik," jelasnya.

Dari pengamatan Aka Cholik bahwa sampai saat ini, baik lisan maupun tertulis belum ada protes dari Ormas Tempirai bahkan kepala Desa atau BPD Tempirai yang terdengar.

"Karena masyarakat Lematang adalah ikatan keluarga yang erat dengan Tempirai, jadi kami memantau perkembangan program transmigrasi tersebut," tambah Ketum Fakar Lematang itu.

Aka Cholik berharap kepada pemerintah untuk terus kejar target agar transmigrasi cepat terwujud karena program ini sangat efesien dan berdampak pada SDM lokal cara bercocok tanam.

"Nantinya bakal ada perbauran antara transmigran lokal dan dari luar daerah, yang mana mereka nanti akan saling melengkapi. Jadi menanggapi program transmigrasi, secara pribadi saya sangat mendukung penuh program ini," tutupnya. (sn) 
Share:

Mengaku Membela Diri, Hermanto Harus Hilangkan Nyawa Kasmadi


PALI, SININews.com - Mengaku membela diri saat akan diserang, Hermanto (31) terpaksa harus menghilangka nyawa Kasmadi (35) warga Dusun IV (Talang Ritam) Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI tang merupakan tetangganya sendiri.

Peristiwa mengenaskan ini berawal saat korban Kasmadi mendatangi pelaku yang hendak mandi di sungai pada Minggu (14/7) sekitar pukul 17.00 sore. Melihat gelagat yang kotban yang datang dalam kondisi emosi, korban sempat menghentikan langkahnya dan bertanya kepada korban ada biat apa mendatanginya.

Tanpa diduga, ternyata korban yang datang menggunakan sepeda motor langsung turun dan melayangkan tinjunya kewajah pelaku. Pelaku yang sehari harinya menyadap karet ini kaget dan berusaha mengelak serta menanyakan prihal apa yang membuat korban emosi. 

Tanpa fikir panjang dan tidak menghiraukan pertanyaan pelaku, korban yang emosi langsung menghunuskan pisau yang dibawanya ke arah pelaku yang telah memiliki tiga anak. Karena merasa terancam, pelaku mencoba melawan dan terjadilah pergelutan antara keduanya.

Akhirnya, pelaku berhasil mengambil pisau korban yang jatuh saat pergulatan langsung mengunuskan senjata tersebut secara membabi buta ke arah tubuh korban beberapa kali hingga korban terjatuh.

Menurut pelaku yang sempat diwawanarai mengatakan, setelah menusuk korban dirinya dan korban sama sama berusaha melarikan diri. “Aku liat korban lari, jadi aku melok lari, tapi ke arah sungai. Saat itula pisau itu nyampak di sungai,”ujar pelaku gemetar saat menceritakan kembali peristiwa berdarah tersebut.

Dirinya terus mengaku hanya membela diri saat peristiwa itu terjadi. Dan dirinya baru mengeetahui bahwa korban meninggal dari kakak iparnya yang kemudian menyarankan kepada pelaku untuk menyerahkan diri ke polisi, sembari terus mengatakan tidak tau penyebab korban emosi kepadanya.

“Aku nyelesel nian sudah cak ini. Kalau kemarin aku idak ladeni dio, mungkin dak jadi cak ini,” ujarnya tertunduk lesu dihadapan wartawan dalam gelar perkara di halaman Mapolres Muara Enim, Senin (15/7).

Sementara itu, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono mengatakan, pihakanya mengambil alih penahanan tersangka untuk mengantisipasi terjadinya balas dendam yang akan dilakukan oleh keluarga korban terhadap pelaku.

“Dari itu kita ambil alih penahan pelaku, namun proses hukum tetap dilakukan di Polsek Penukal Utara Kabupaten PALI. Saat ini pihak Polsek terus melakukan penyidikan terhadap pelaku yang sudah menyerahkan diri,” ujar Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, tusukan yang tersangka lakukan mengenai bagian leher sebelah kiri, tangan sebelah kiri, bahu sebelah kiri, pinggang sebelah kiri dan dibawah ketiak sebelah kiri. Atas tusukan sebanyak 5 (lima) lobang tersebut, korban sempat melarikan diri dan meminta pertolongan, kemudian ditemukan oleh 2 (dua) orang warga. 

Selanjutnya korban dibawa oleh adiknya yang bernama Rudi ke Puskesmas Tanding Marga dan dilakukan tindakan medis, namun korban tidak tertolong lagi dan meninggal dunia sekitar 30 menit sewaktu dilakukan perawatan medis. 

Selanjutnya oleh karena keluarga tidak bersedia untuk dilakukan Autopsi maka pihak keluarga korban membuat pernyataan tidak mau dilakukan Autopsi.
Setelah itu korban dibawa kerumahnya untuk di semayamkan di rumah duka.

"Barang Bukti yang diamankan berupa 1 (satu) Unit sepeda motor merk Revo pit warna hitam tanpa plat nomor yang berada di TKP diketahui adalah milik tersangka. Motifnya setelah diinterogasi, tersangka mengaku bahwa sebelumnya pada Jum'at tanggal 12 Juli 2019, jam 15.00 WIB, tersangka sempat ribut dengan korban gara-gara mengambil ikan di sungai,"pungkas Kapolres.

Menyikapi banyaknya peristiwa seperti ini, Kapolres menegaskan, pihaknya akan melakukan oprasi terhadap penendara sepeda motor. Karena banyak sekali pengendara yang merupakan warga PALI yang membawa Senpi dan Sajam.

“Mereka kerap beralasan membawa sajam untuk keperluan kekebun. Namun berdasarkan aturan, mereka harus melaporkan kepemilikan senjata taham tersebut dan kemudian kami akan membuat surat,” pungkas Kapolres.
Share:

Ini Keterangan Lengkap Polisi Atas Kasus Pembunuhan Talang Ritam

PALI, SININEWS.COM - Iptu Roni Hermawan, Kapolsek Penukal Utara membeberkan kasus pembunuhan yang menewaskan Kasmadi (35) warga Dusun IV (Talang Ritam) Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI. 

Dijelaskan Roni Hermawan bahwa pelaku bernama Hermanto (31) warga desa yang sama dengan korban dan saat ini sudah dibawa ke Polres Muara Enim. 

Diuraikan Kapolsek Penukal Utara bahwa pada Minggu (14/7/2019), sekira jam 17.00 WIB, tersangka Hermanto pergi mandi dengan menggunakan sepeda motor Revo. Sesampai di pinggir sungai, baru saja menstandarkan sepeda motornya, datang korban yang langsung memukul tersangka. 

Namun tinju korban dapat di tangkis oleh tersangka. Ketika itu korban mencabut pisau hendak melukai tersangka. Namun lagi-lagi upaya itu gagal karena tersangka sigap merebut pisau itu. Pelaku kemudian melukai korban dengan pisau tersebut. 

Selanjutnya  tersangka ditendang oleh korban dan terguling ke sungai, pada kesempatan itulah tersangka melarikan diri dengan menyeberangi sungai. 

Ternyata tusukan yang tersangka lakukan mengenai bagian leher sebelah kiri, tangan sebelah kiri, bahu sebelah kiri, pinggang sebelah kiri dan dibawah ketiak sebelah kiri. Korban sempat melarikan diri dan meminta pertolongan, kemudian ditemukan oleh 2 (dua) orang warga. 

Selanjutnya korban dibawa oleh adiknya yang bernama Rudi ke Puskesmas Tanding Marga dan dilakukan tindakan medis, namun korban tidak tertolong lagi dan meninggal dunia sekitar 30 menit sewaktu dilakukan perawatan medis. 

Selanjutnya oleh karena keluarga tidak bersedia untuk dilakukan Autopsi maka pihak keluarga korban membuat pernyataan tidak mau dilakukan Autopsi. Setelah itu korban dibawa kerumahnya untuk di semayamkan di rumah duka.
 
"Barang Bukti yang diamankan berupa 1 (satu) Unit sepeda motor merk Revo pit warna hitam tanpa plat nomor yang berada di TKP diketahui adalah milik tersangka. Motifnya setelah diinterogasi, tersangka mengaku bahwa sebelumnya pada Jum'at tanggal 12 Juli 2019, jam 15.00 WIB, tersangka sempat ribut dengan korban gara-gara mengambil ikan di sungai,"beber Kapolsek.ĺ
Share:

Warga Talang Ritam Geger, Ada Jasad Penuh Luka

PALI, SININEWS.COM - Warga Dusun IV (Talang Ritam) Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara digegerkan dengan adanya temuan sesosok jasad laki-laki dengan penuh luka pada bagian tubuh, Minggu (14/7) sekitar pukul 17.00 WIB. 

Menurut Kepala desa setempat, A Rivai, bahwa korban diketahui bernama Kasmadi (35) warga Dusun IV (Talang Ritam).

"Korban saat ini sudah dikebumikan, dan informasinya pelaku pembunuhan sudah menyerahkan diri ke pihak berwajib berinisial HR," ungkap Kades, Senin (15/7).

Dikabarkan Kades bahwa beredar isu, motif pembunuhan dilatar belakangi adanya masalah lama, dimana pelaku pernah kehilangan ayam bangkok. 

"Isu itu dari keterangan warga melalui  mulut ke mulut, tetapi untuk pastinya polisi yang menyelidiki motif kasus tersebut. Korban tewas dengan banyak luka," terang Kades. 

Terpisah, Iptu Roni Hermawan, Kapolsek Penukal Utara membenarkan kejadian tersebut. "Pelaku sudah menyerahkan diri dan sudah dibawa ke Mapolres Muara Enim. Untuk motif masih kita selidiki dan korban sudah dimakamkan pihak keluarganya," kata Kapolsek Penukal Utara.
Share:

Bakar Lahan Gambut, Titik Api Akhirnya Takluk

PALI, SININEWS.COM - Kebakaran lahan gambut yang terjadi sejak empat hari lalu di Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), akhirnya bisa ditaklukkan setelah tim terpadu penanggulangan Karhutlah dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, TNI, Polisi dibantu pekerja dari PT Golden Blossom Sumatera (GBS) setelah dua hari berjibaku melalukan pemadaman. 

"Alhamdulillah titik api dilokasi kebakaran sudah berhasil kita padamkan. Sempat kita kewalahan karena lokasi merupakan lahan gambut, namun berkat kerja keras tim, akhirnya upaya kita berhasil," ungkap Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI, Senin (15/7).

Pada kebakaran lahan gambut di wilayah Desa Prambatan, lebih kurang 10 hektar lahan warga yang merupakan lahan tidur hangus. "Lahan itu merupakan lahan warga bersebelahan dengan lahan perkebunan kelapa sawit milik PT GBS. 10 hektar lebih hangus dan lahan lainnya berhasil diselamatkan," imbuh Junaidi. 

Namun demikian, Junaidi menyatakan bahwa pihaknya tetap mewaspadai titik api kembali timbul dengan memantau sekitar lokasi bekas kebakaran. 

"Kita tugaskan beberapa anggota TRC BPBD untuk memantau dan meminta pihak GBS serta warga untuk segera melaporkan apabila titik api kembali muncul. Sebab lokasi kebakaran adalah lahan gambut yang mudah terbakar terlebih saat ini kondisi dilapangan cukup kering," terangnya. 

Untuk hindari kebakaran serupa, Junaidi tetap sampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan apabila membuka ladang baru. 

"Agar tidak timbulkan bencana asap, maka kami himbau agar masyarakat untuk hindari bakar lahan," tutupnya. (sn)
Share:

Puluhan Bakal Calon Kades Ikuti Psikotes

PALI, SININEWS.COM -  Meski terjadi tarik ulur dan adanya pro kontra terkait dana Pilkades, tetapi proses tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang bakal digelar serentak pada 29 Agustus 2019 mendatang tetap dilaksanakan. Seperti kali ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan tes psikotes terhadap bakal calon Kades, di SDN 4 Talang Ubi, Senin (15/7).

Pada Psikotes tersebut diikuti 9 desa yang bakal ikuti Pilkades serentak, dimana 9 desa tersebut memiliki lebih dari 5 calon Kades. Dan bagi desa yang melebihi kuota calon Kades, maka harus dilakukan psikotes untuk menjaring calon Kades yang bakal ikuti kontestasi Pilkades sesuai Perbup Nomor 068 tahun 2016 tentang tata cara pencalonan pemilihan pengangkatan dan pemberhentian Kepela Desa.

Dikatakan A Gani Akhmad, Kepala DPMD melalui Edi, staff bidang Pemdes mengatakan bahwa pihaknya mengundang tim penguji dari RSUD Muara Enim. 

"Tim penguji independen, kita tidak ikut campur dalam psikotes ini," ungkap Edi. 

Nantinya hasil psikotes diketahui lebih kurang satu minggu. "Hasil psikotes nanti diserahkan tim penguji ke panitia Pikades tingkat kabupaten. Selanjutnya bakal disampiakan langsung ke peserta psikotes," tukas Edi. 

"Yang lulus psikotes tidak mesti diambil 5 orang kontestan, namun sesuai kemampuan peserta, jadi apabila satu desa ada 8 bakal calon kades, sementara yang lulus psikotes, maka yang lulus itulah yang akan ikuti Pilkades," terang Edi. 

Adapaun 9 desa yang ikuti psikotes adalah. 

1. Desa Sungai Baung kecamatan Talang Ubi ada 7 bakal Cakades

2. Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi ada 8 bakal Cakades 

3.Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal ada 6 bakal Cakades

4. Desa Raja Barat Kecamatan Tanah Abang ada  6 bakal Cakades

5. Desa Curup Kecamatan Tanah Abang ada 6 bakal Cakades

7. Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang ada 6 bakal Cakades

8. DesaTempirai Kecamatan Penukal Utara ada 6 bakal Cakades

9. Desa Pengabuan Timur Kecamatan Abab ada 8 bakal Cakades.
Share:

Api Masih Berkobar, BPBD PALI Tambah Personil


PALI, SININews.com - Kebakaran lahan gambut yang terletak di wilayah Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih juga belum bisa dipadamkan meskipun tim terpadu siaga Karhutlah berjibaku hampir seharian untuk menaklukkan api sejak Sabtu (13/7) lalu. 

Dan hari ini, Minggu (14/7), Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menambah personil serta peralatan agar kebakaran bisa diatasi. 

"Lahan terbakar merupakan milik warga yang tidak terurus dengan luas lebih kurang 10 hektar yang benar-benar terbakar. Sedangkan yang lainnya masih dapat di selamatkan. Jenis lahan merupakan lahan gambut yg terletak di pinggir kebun sawit PT GBS," ungkap Junaidi via whatsapp, Minggu siang (14/7).

Diakuinya kebakaran diketahui Sabtu pagi dan pihaknya langsung ke lokasi bersama tim terpadu. "Pemadaman dilakukan sejak kemaren sampai malamnya. Dan hari ini, kondisi telah dapat diatasi namun api masih membara di gambut," tukasnya. 

Pihaknya juga menambah personil pemadaman, terdiri dari BPBD 16 orang, TNI 8 orang, dari GBS 50 orang.

Untuk peralatan kita tambah juga, yakni mesin pompa air kapasitas besar dioperasikan 8 unit dari BPBD dan 10 unit mesin pompa air dari GBS," terangnya.(sn)
Share:

Lahan Gambut di PALI Terbakar, 20 Hektar Lebih Lahan Tidur Hangus


PALI, SININews.com - Lahan gambut yang ada di Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan luas lebih kurang 20 hektar terbakar. Kebakaran pertama kali diketahui pada Sabtu (13/7) pagi. 

Kejadian itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI kewalahan, karena lokasi kebakaran merupakan lahan kosong.

"Lokasi kebakaran merupakan lahan tidur dengan kondisi gambut, dan posisinya tidak jauh dari lahan milik PT Golden Blossom Sumatera (GBS). Setelah mendapat laporan, tim terpadu langsung menuju lokasi dan berupaya memadamkan api," ungkap Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI, Minggu (14/7).

Diakui Junaidi bahwa meski tim terpadu menurunkan 50 personil dikerahkan untuk memadamkan api tersebut, terdiri dari 15 orang personil BPBD, 15 orang TNI dan 20 orang dari perusahaan GBS, namun pihaknya kewalahan dalam menaklukkan api. 

"Kondisi dilapangan cukup kering jauh dari sumber air juga angin kencang ditambah kondisi lokasi merupakan lahan gambut menghambat proses pemadaman. Kita berupaya sampai larut malam dan dilanjutkan pada esok harinya. Karena ditakutkan, saat api dipadamkan, hanya dipermukaan atas saja yang mati, sementara dibagian bagian bawah, titik api masih menyala," tukas Junaidi.

Selain mengerahkan 50 personil, Junaidi juga menggunakan 8 unit pompa air kapasitas besar dibantu 6 unit pompa air milik BGS. Junaidi juga menyatakan bahwa pihaknya membuat sekat agar api tidak meluas. 

"Kalau api terus menjalar, kita akan meminta bantuan dari BPBD provinsi untuk menurunkan pesawat water Boombing. Untuk penyebab timbulnya api masih dalam penyelidikan, namun saat ini kita fokus pemadaman," tandasnya. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts