Bus Trans Enim Masih Diminati Warga

MUARA ENIM - SININEWS.COM - Sejak dioprasikannya angkutan bus bantuan dari kementrian Perhubungan kepad Pemkab Muara Enim pada awal puasa lalu dan tidak dikenakan biaya, maka saat ini masyarakat harus membayar Rp 15 ribu untuk tujuan Simpang Meo dan Rambang Dangku tetap menjadi pilihan warga.

Reni (24) warga tanjung agungmengatakan, sejak ada trans enim dirinya jadi nyaman pulang pergi dari tanjung agung ke muara enim untuk melakukan urusan jadi lebih nyaman.

“Lebih byaman, tidak desak desak, bisnya bersih dan sejuk. Jadi kami penumpang merasa nyaman. Kenapa risak dari sulu bus seperti ini ada, jadi kami bisa sama dengan daerah lain,” ujarnya.

Ditanya mengenai ongkos, Reni mengatakan tidak leberatan dengan ongkos seperti itu karena layanan yang diterima kuga layak. “Jadi wajar kalau seperti itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Muara Enim, Riswandar mengatakan, saat ini telah diberlakukan tarif untul jurusan Simpang Meo dan Rambang Dangku sebesar Rp 15 ribu. 

“Setelah dikaji maka penumpang dikenakan tarif sesuai jarak tempuh yang kurang lebih 60 kilometer. Dan itu hanya untuk biaya oprasional berupa BBM,” ujarnya.

Ditambhakan Riswandar, memang tarif ini tidak sama dengan tarif umum. “Untuk jadwal sendiri bus berangkat pagi jam 7 dari Muara Enim, kemudian siang juga ada pemberangkatan lagi,” tambahnya.

Pengaturan jadwal keberangkatan ini, lanjutnya, bertujuan agar tidak mengganggu angkutan umum yang lain yang saat ini masih beroprasi. “Jadi bus yang ada selama ini tetap mendapatkan penumpang seperti biasanya,” ujarnya.

Selain itu, terangnya pagi, bus ini kuga sebagai penunjang program pariwisata. “Untuk penumpang yang ke arah simpang meo apabila hendak ke air terjun bedegung, bus akan lamgsung mengantarkannya. Dan ongkos yang dikenakan tetap sama,”.

Jadi, lanjut Riswandar lagi, bagi masyarakat yang akan menuju lokasi wisata Air Terjun Bedegung bisa langsung meminta kepada sopir untuk diantarkan langsung menuju lokasi. “Itu salah satu upaya kita memudahlan masyrakat untuk menuju lokasi,” pungkasnya, seraya menambahkan saat ini peminat bus semakin meningkat.

Seperti diketahui, bus bantuan dari Kementrian Perhubungan ini ada lima unit. Untuk masing masing jurusan disiapkan dua unit. Sementara, satu unit lainnya di standby kan di Kantor apabila akan digunakan guna keperluan mendadak.
Share:

DPRD Segera Panggil Diknas Pendidikan dan Kepala SMAN 4 Klarifikasi Video Bullying

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Video siswa SMA Negeri 4 Prabumulih diduga menjadi korban bully teman sekolahnya yang sempat viral disosial media facebook beberapa waktu lalu sampai juga ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih. 

Ketua DPRD Prabumulih, H Ahmad Palo saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengaku sudah menyaksikan video tersebut. Namun dirinya belum bisa berkomentar banyak lantaran belum mendapat klarifikasi dari Dinas Pendidikan dan Kepala SMA Negeri 4 Prabumulih. 

"Kami sudah bahas di pimpinan bahwa pimpinan akan minta klarifikasi dari diknas Pendidikan," ujar Palo, Senin (26/8). 

Terlepas salah benarnya video tersebut, Palo meminta Kepala Sekolah agar menghimbau para siswa untuk tidak melakukan hal seperti itu. 

"Kedepan para kepala sekolah baik SD, SMP, SMA melalui Dinas Pendidikan, bahwa teknologi kalau salah penggunaan tentu akan merugikan ya harus menghimbau kepada siswa karena tidak baik bagi dunia pendidikan," ungkapnya. 

Dikatakan Palo, dalam waktu dekat pihaknya akan meminta klarifikasi dengan mengundang Dinas Pendidikan dan juga kepala sekolah, untuk mengetahui apakah itu prank ataukah benar terjadi bully.

"Satu dua hari ini akan kami undang. Apakah prank atau benar terjadi bully," terangnya. 

Disinggung mengenai adanya dugaan ancaman gang dilakukan pihak sekolah kepada orang tua siswa agar bungkam perihal kejadian itu, orang nomor satu di DPRD Prabumulih ini enggan berkomentar banyak sebelum ada klarifikasi. 

"Kalaulah memang dibutuhkan DPRD, orang tua siswa akan kami mengundang. Didunia pendidikan juga tidak baik ada ancam mengancam," tambahnya.
Share:

137 Cakades di PALI Teken Komitmen Pilkades Damai

PALI,SININEWS.COM - Deklarasi damai dan gelar pasukan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang bakal digelar serentak pada 29 Agustus 2019 mendatang dilakukan Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan mengajak 137 orang Calon Kepala Desa dari 36 desa yang bakal gelar Pilkades serentak, Senin (26/8) di halaman Kantor Bupati PALI.

Sekda PALI, Syahron Nazil yang pimpin upacara gelar pasukan dan deklarasi damai menyampaikan pesan agar seluruh Cakades, Tim pengamanan, panitia dan masyarakat agar bersatu padu mewujudkan gelaran Pilkades berjalan damai dan lancar.

"Pilkades merupakan pesta demokrasi ditingkat desa, kami ingin proses ini berjalan tertib dan lancar," harap Sekda.

"Kami berharap kepada Cakades yang telah membacakan ikrar damai untuk menerapkannya agar proses demokrasi ini tidak tenteram. Sampaikan visi misi kepada masyarakat dan utamakan program bertanding secara jujur," tukas Sekda.

Pada pihak pengamanan, Sekda juga berpesan harus didukung tenaga pengamanan profesional.

"Keamanan Pilkades tidak lepas dari tim pengamanan yang profesional dan menjunjung netralitas. Juga pada panitia agar berpegang teguh pada perundang undangan yang berlaku, jadi apabila ada permasalahan bisa diselesaikan sesuai aturan," pesannya.

Masyarakat pun dihimbau Sekda agar memilih calon yang dapat bisa mensejahterakan masyarakat jangan ada maksud lain.

"Kepda calon Kades terpilih, penuhi janji-janjinya. Dan yang terpenting sekarang adalah para calon harus siap menang dan siap kalah," tutupnya.

Diketahui bahwa gelaran Pilkades serentak di Kabupaten PALI bakal berlangsung pada Kamis tanggal 29 Agustus 2019. (sn)
Share:

Paripurna Bahas APBD-P Tahun 2019 Selesai, Ini Hasilnya

PALI,SININEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyetujui Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Reperda APBD-P) Kabupaten PALI tahun anggaran 2019 pada rapat paripurna VIII, Senin (26/8).

Rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono dihadiri 21 anggota dewan dari 25 anggota yang ada, dengan agenda penyampaian laporan hasil kerja Komisi-komisi dewan, permintaan persetujuan secara lisan terhadap pembahasan Raperda APBD-P, penandatanganan bersama persetujuan Raperda APBD-P dan sambutan Bupati PALI terhadap hasil pembahasan Raperda APBP-P tahun anggaran 2019.

Pada penyampaian Komisi I DPRD PALI yang dibacakan Aswawi Mansyur anggota dewan dari PPP, menyoroti kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terutama dalam gelaran Pilkades yang dinilainya DPMD kurang matang dalam perencanaannya. Untuk itu Komisi I memberi usulan dan saran pendapat agar pelaksanaan Pilkades kedepan direncanakan betul-betul matang.

Selain menyoroti DPMD, Komisi I juga menyatakan dukungannya terhadap program Disdukcapil PALI yang melakukan jemput bola. Namun kedepan, Komisi I mengusulkan agar pelaksanaan jemput bola langsung dilakukan perekaman E KTP,  karena perekaman itu menjadi hambatan warga untuk menbuat KK Dan KTP. Komisi I juga mengharapkan kiranya Disdukcapil untuk bekerja secara ekstra dalam pendataan penduduk, karena sebentar lagi PALI bakal menggelar Pilkada.

Komisi I juga mendukung kinerja Dinsos  dalam pendataan dan penambahan usulan penerima Jaminan kesehatan ,KIS, KIP dan PKH dengan catatan tidak mengganti nama-nama yang ada.

Terhadap Sekrtartiat Darah, Komisi I mengusulkan agar Sekda dapat secara terus menginventarisasi aset daerah.

Hasil Kerja Komisi II dibacakan Suarno anggota dewan dari Partai Golkar. Komisi II menyoroti kinerja dinas  PUBM dan dinas Perkim, pada kesempatan itu, Komisi II mengusulkan agar PUBM dan Perkim untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur publik dan kedepan sangat perlu perencanaan yang matang serta dilakukan pengawasan.

Komisi II juga menginginkan agar memprioritaskan percepatan pengalihan aset PDAM agar permasalahan air bersih di Kabupaten PALI bisa segera teratasi.

Sementara Komisi III dibacakan Edi Eka Puryadi anggota dewan dari PKS. Pada penyampaian hasil kerja komisi III DPRD PALI ini menyimpulkan bahwa mitra Komisi III, yakni dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, ketahanan pangan, Koperasi dan UKM, Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Disnakertrans, Bapenda dan BAPPEDA minim anggaran dan berharap kedepan Pemkab PALI lebih memperhatikan penganggarannya.

Setelah penyampaian hasil laporan Komisi-komisi, selanjutnya pimpinan rapat paripurna meminta persetujuan secara lisan kepada seluruh anggota dewan terhadap pembahasan rancangan peraturan daerah perubahan APBP-P dilanjutkan penandatanganan persetujuan bersama.

"Telah dibahas secara seksama sehingga telah ditantatangani bersama, untuk itu kami mengapresiasi terhadap DPRD PALI yang telah menyetujui pembahasan Raperda APBP-P, selanjutnya hasil pembahasan ini bakal kami bawa ke Gubernur untuk selanjutnya bisa disetujui menjadi Perda," terang Bupati saat sampaikan sambutan usai penandatanganan persetujuan bersama. (sn)
Share:

Unjuk Rasa Goyang DPMD PALI Berakhir Foto Bareng

PALI, SININEWS.COM - Puluhan pemuda yang tergabung pada Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi PALI lakukan aksi unjuk rasa yang dimulai di Simpang Lima Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI dilanjutkan ke Kantor Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (26/8).

Pada aksi tersebut, pengunjuk rasa menginginkan Bupati PALI untuk mengevaluasi kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) karena dianggap menyulut kegaduhan ditengah-tengah masyarakat akibat adanya beberapa kebijakan yang dianggap pengunjuk rasa plin-plan.

Unjuk rasa tersebut juga mendesak agar  Bupati mengganti kepala DPMD serta menginginkan Bupati dan DPRD PALI agar menjamin gelaran Pilkades serentak berjalan aman dan damai.

Aksi tersebut sempat memanas lantaran saat berorasi, Ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono memotong orasi pengunjuk rasa yang tengah menyampaikan bahwa kemerdekaan tidak dirasakan warga PALI. Tetapi suasana unjuk rasa kembali mencair setelah Bupati PALI berjanji bakal mengevaluasi kinerja DPMD.

Bahkan Bupati siap menuruti keinginan pengunjuk rasa untuk memecat A Gani sebagai kepala DPMD hari itu juga asalkan ada yang siap menggantikannya.

"Kami siap melantik hari ini juga kalau ada yang siap menggantikannya. Namun kami berharap selesaikan dulu gelaran  Pilkades dan kami akan mengevaluasi kinerja DPMD," ucap Bupati.

Setelah Bupati menjawab semua tuntutan pengunjuk rasa, suasana mencair dan berakhir foto bareng antara seluruh pengunjuk rasa dan Bupati. (sn)
Share:

Proyek Peningkatan Jalan Sp Karta Dewa - Desa Persiapan Sp 3 Babat, PWI PALI Turun Tangan dan Inilah Hasil Investigasinya

PALI,SININEWS.COM – Menyelusuri adanya pemberitaan sebuah media online tentang Proyek APBD PALI 2019 di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi yakni Proyek Peningkatan Jalan SP. Karta Dewa – Desa Persiapan SP 3 Babat beberapa waktu yang lalu. Maka tim Investigasi PWI PALI yang terdiri atas beberapa media termasuk diantaranya Jaringan Warta Online (JARWO) melakukan crosscheck ke Lokasi pada Senin (26/8/2019).

Dari Pantauan Tim, Proyek yang bernomor Kontrak : 094/002/PJSKDDPSB/SPK/APBD/2019 tertanggal 24 Juni 2019 seperti Plang yang terpasang dilokasi bernilai Rp.2.948.716 yang didanai oleh APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2019 dengan Pelaksana : PT. SINAR MUARA PENUKAL. Setelah menelusuri dan pantauan sejak dimulainya proyek, pekerjaan masih dalam ambang kewajaran.

Beberapa Alat Mekanis (alat Berat) yang digunakan oleh Pelaksana Proyek
Indikasi tersebut menurut Tim yang dipimpin langsung oleh Ketua PWI PALI Adv. Nurul Fallah, SH terlihat sesuai data dan fakta di Lapangan. Pertama, Perusahaan telah menggunakan alat berat standar dan lengkap, baik itu alat mekanis maupun manual. Kedua, Material yang digunakan sudah memenuhi kriteria pada umumnya, misalnya batu cor yang digunakan adalah batu split23. Sedangkan pekerjaan itu sendiri dikerjakan tepat waktu dan sesuai standar cor beton pada umumnya yakni 123.

Material Batu Split23 dan agregat
Saat tim melakukan konfirmasi ke Pimpinan PT. SINAR MUARA PENUKAL, Horizal dirinya menjelaskan “kami sudah bekerja sesuai RAB, ini kan daerah kami sendiri. Teman-teman sudah lihat sendiri dilapangan, tidak benar kami tidak menggunakan batu atau hanya menggunakan batu krokos saat melakukan pengecoran. Teman-Teman lihat sendiri Batu cor Split23 yang kami gunakan. Sementara pekerjaan mekanis sebagai pendukung kami lengkap, mobil molen, Greder, Stumpwal, dan pekerjaan selesai tepat waktu” demikian Jelas Icon Panggilan Horizal Sehari-hari.

Lebih jauh Icon menyatakan sangat berterima kasih adanya kritikan dari teman-teman media “ saya senang pekerjaan kami diperhatikan, karena sebagai putra daerah saya juga ingin pro aktif membangun PALI. Apalagi jika teman-teman media ikut mengawasi pekerjaan kami. Karena mutu pekerjaan ini sangat penting. Tetapi kami berharap jika memang ada yang harus kami perbaiki baik dari sisi teknis maupun hal lainnya sudilah kiranya teman-teman berdiskusi dan bertanya kepada saya jangan langsung memberitakan. Karena sebagai orang bisnis kami sedikit terganggu dengan adanya pemberitaan tanpa konfirmasi kepada kami, karena kami mempertaruhkan reputasi dan tentunya kami berhak untuk memberikan penjelasan sesuai kondisi dan situasi ” tambah Horizal yang juga Ketua DPC Hanura PALI ini.

“Ada sedikit trouble dalam pengecoran yakni keretakan disebelah dalam itu akibat banyaknya kendaraan besar roda 10 dan bermuatan berat entah dari perusahaan apa yang melewati jalan cor tersebut. Hal ini diluar kemampuan kami, karena seyogyanya jalan tersebut baru dapat dilewati paling tidak 1 bulan, atau minimal 10 Hari setelah pengecoran. Kami bukan mencari pembenaran, tetapi kami punya bukti untuk itu “ Urai Horizal sembari menunjukkan foto kendaraan yang melintas di lokasi proyek tersebut kepada Tim PWI PALI.

Ketika Tim Investigasi melakukan Konfirmasi ke PU BM PALI, melalui PPTK Proyek Rendy dijelaskan bahwa sejauh ini pekerjaan Proyek yang berlokasi di Desa Panta Dewa tersebut tidak ada masalah.“Proses Tender, Perizinan, maupun pekerjaan dilapangan sudah memenuhi prosedur. Dan sejauh ini menurut pengawasan kami dilapangan tidak ada kendala” papar Rendy.

Sedangkan Ketua LSM TEGAR, Nurul Fajri Dahlan yang ikut mendampingi Tim Investigasi PWI PALI menyampaikan bahwa proyek tersebut tak ada masalah.

“ Menurut kami proyek ini tak ada masalah seperti lazimnya proyek pengecoran di PALI lainnya. Dilapangan tidak kami temukan hal-hal yang janggal. Tidak seperti yang diberitakan sebelumnya. Dan lagi kami berharap kepada teman-teman media memberitakan sesuatu itu apalagi yang menyangkut reputasi sesorang atau badan hukum seharusnya kredibel, dan berdasarkan data dan fakta yang akurat. Seorang Wartawan harus menjunjung tinggi kode etik profesi. Setiap pemberitaan harus konfirmasi, dan orang atau badan hukum yang menjadi objek berita harus diberi ruang yakni hak jawab pada media dan waktu yang sama. Kita meratifikasi azas praduga tak bersalah, sehingga yang berhak mengatakan benar dan salah adalah Pengadilan” Kata Yet (nama panggilan Nurul Fajri red)

“Saya juga menghimbau teman – teman LSM jangan menerima laporan masyarakat tanpa data dan fakta, dan jangan tradisikan tembak pucuk kudo, tapi apabila ada laporan tentang pengawasan publik lakukan investigasi ke lapangan secara utuh dan menyeluruh. Kita melakukan tugas mulia sesuai undang-undangdan akan bertanggungjawab kepada Tuhan. Seperti yang kami lakukan hari ini, kami tidak membela perusahaan tapi kami ingin menguji fakta sebuah pemberitaan apakah benar atau tidak. Dan saat ini kami bisa membuktikan bahwa berita yang sudah dimuat dimedia tersebut tidak sesuai fakta dilapangan’ tutup Fajri.(rel) 
Share:

Jebol Paksa Kaca Mobil dan Ringkus 4 TSK, Polisi Gagalkan Transaksi Narkoba

PALI, SININEWS.COM - Unit Reskrim Polsek Penukal Abab melakukan penyergapan terhadap sebuah mobil jenis Toyota Innova yang ditumpangi empat orang warga Niru Kabupaten Muara Enim pada Jumat (23/8) kemarin. 

Dalam penyergapan tersebut berhasil ditemukan narkoba, senjata api rakitan dan senjata tajam. 

Penyergapan tersebut terjadi di Jalan Poros Betung - Sekayu Kabupaten Muba tepatnya di Simpang 4 Kecamatan Abab Kabupaten PALI karena adanya gerak gerik mencurigakan dari mobil tersebut. 

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono, melalui Kapolsek Penukal Abab, Iptu Alpian disampaikan Kanit Reskrim, Ipda Agus Widodo berkata, penyergapan mobil ini bermula dari laporan masyarakat bahwa diduga adanya transaksi narkoba. 

Kemudian saat dilakukan penyergapan, ke empat pengendara mobil tak kooperatif, sehingga sehingga dilakukan upaya paksa dengan memecahkan kaca mobil. 

"Kemudian digeledah, kita temukan Senpira serta beberapa senjata tajam dan narkoba diduga sabu-sabu seberat 50 gram dan 9 butir ekstasi," jelasnya Ipda Agus, Minggu (25/8/2019). 

Menurutnya, ke empat orang yang diamankan ini mendapat barang haram tersebut dari lintas wilayah. 

"Mereka mendapatkan narkoba belum bisa kita sebutkan, karena masih dalam pengembangan. Namun diduga, pelaku ini pemain lama karena barang bukti narkoba yang diamankan cukup banyak," jelasnya. (sn)
Share:

Belum Juga Difungsikan, Bangunan Pasar Ini Untuk Siapa?

PALI,SININEWS.COM - Keberadaan pasar yang telah dibangun seyogyanya bisa bermanfaat bagi warga sekitar sebagai tempat transaksi dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, rupanya masih jauh dari harapan. Pasalnya, dibeberapa tempat diwilayah Bumi Serepat Serasan, bangunan pasar yang telah selesai dibangun, hanya diselimuti semak belukar dan hingga kini belum jelas kapan difungsikan.

Seperti di bangunan pasar rakyat Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Tampak bangunan yang dikerjakan bersumber dari APBN dengan nilai milyaran rupiah yang selesai dibangun tahun 2018 tersebut tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar.

Hal ini tentu mengundang reaksi dari berbagai kalangan, dimana sebelumnya anggota Dewan PALI menginginkan pemerintah agar mengoperasikan pasar-pasar yang telah dibangun, dan kali ini datang dari sejumlah warga yang mempertanyakan bangunan pasar yang kokoh untuk siapa.

"Sangat disayangkan saja, kenapa bangunan yang telah kokoh berdiri dibiarkan, kan mubazir," ujar Jhen, salah satu warga Desa Betung, Minggu (25/8).

Sama diutarakan Asmadi, warga Betung lainnya bahwa pemerintah, dari Kabupaten sampai tingkat desa harus bersikap tegas untuk merelokasi pasar yang ada saat ini.

"Pasar yang ada di Desa Betung kami nilai memang masih layak, namun berada di tengah-tengah pemukiman menjadi salah satu poin pasar tersebut bisa mengganggu aktivitas warga lainnya, salah satunya kemacetan. Untuk itu memindahkan pasar cara efektif agar bangunan pasar yang menelan anggaran tidak sedikit bisa dimanfaatkan," sarannya.

Terpisah, Camat Abab, Emil Wasik menyebut bahwa belum difungsikannya gedung pasar rakyat di Desa Betung masih ada yang belum diselesaikan.

"Masih ada yang belum selesai, jadinya belum bisa dioperasikan. Untuk semak belukar nanti kita bersihkan. Namun meski ditumbuhi semak belukar, kondisi pasar masih kokoh dan terawat, dan untuk pengoperasiannya tinggal menunggu waktu tepat saja," terang Camat. (sn) 
Share:

Jebol Paksa Kaca Mobil, Ternyata Barang Ini Yang Ditemukan Polisi

PALI,SININEWS.COM - Unit Reskrim Polsek Penukal Abab melakukan penyergapan terhadap sebuah mobil jenis Toyota Innova yang ditumpangi empat orang warga Niru Kabupaten Muara Enim pada Jumat (23/8) kemarin.

Dalam penyergapan tersebut berhasil ditemukan narkoba, senjata api rakitan dan senjata tajam.

Penyergapan tersebut terjadi di Jalan Poros Betung - Sekayu Kabupaten Muba tepatnya di Simpang 4 Kecamatan Abab Kabupaten PALI karena adanya gerak gerik mencurigakan dari mobil tersebut.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono, melalui Kapolsek Penukal Abab, Iptu Alpian disampaikan Kanit Reskrim, Ipda Agus Widodo berkata, penyergapan mobil ini bermula dari laporan masyarakat bahwa diduga adanya transaksi narkoba.

Kemudian saat dilakukan penyergapan, ke empat pengendara mobil tak kooperatif, sehingga dilakukan upaya paksa dengan memecahkan kaca mobil.

"Kemudian digeledah, kita temukan Senpira serta beberapa senjata tajam dan narkoba diduga sabu-sabu seberat 50 gram dan 9 butir ekstasi," jelasnya Ipda Agus, Minggu (25/8/2019).

Menurutnya, ke empat orang yang diamankan ini mendapat barang haram tersebut dari lintas wilayah.

"Mereka mendapatkan narkoba belum bisa kita sebutkan, karena masih dalam pengembangan. Namun diduga, pelaku ini pemain lama karena barang bukti narkoba yang diamankan cukup banyak," jelasnya. (sn)
Share:

Muara Enim Juara TTG ke XV Sumsel

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Kerja keras tim inovasi Badan Penelitian Pengembangan Daerah (Balitbangda) Muara Enim pada gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke XV tahun 2019,  tingkat Provinsi Sumsel yang dibuka Gubernur Sumsel, H Herman Deru, di Kabupaten Banyuasin, Kamis-Sabtu (22-24/8),  membuahkan hasil yang gemilang.

               Soalnya tim inovasi TTG Balitbangda Muara Enim berhasil meraih juara pertama katagori tehnologi unggulan terbaik, menyingkirkan 16 Kabupaten/kota se Sumsel yang mengikuti kegiatan tersebut.

               Dengan berhasil sebagai juara pertama tersebut, maka tim inovasi Balitbangda Muara Enim melaju pada gelar TTG tingkat Nasional mewakili Provinsi Sumsel yang akan berlangsung di Provinsi Bengkulu pada akhir bulan September mendatang.

               Kepala Balitbangda Muara Enim, M Tarmizi Ismail SE MSi didampingi Kabid Inovasi dan Teknologi Balitbangda Muara Enim, Loehalni Agoestirini SP MSi MM,  ketika dikonfirmasi membenarkan atas diraihnya juara pertama tersebut.

                “Alhamdulillah ini semua atas kerja keras dan kekompakan semua tim.  sehingga kita berhasil keluar sebagai juara pertama pada gelar TTG ke XV tingkat Provinsi Sumsel tahun 2019.  Kita berterima kasih pada inovator, yang telah mempersiapkan TTG nya sebaik mungkin dan telah memberikan kontribusi pada Tehnologi Tepat Guna,” jelas Tarmizi, Minggu (25/8).

            Menurutnya, pada gelar TTG tersebut ada 5 alat tehnologi yang ditampilkan. Yakni alat untuk membuat tempung ekstrak jahe merah (Jahera), alat pemotong rumput tenaga surya, alat penyedot potongan besi, lampu hemat energi dan zat perangsang perakaran pertumbuhan tanaman.

             Dijelaskannya, dengan keluarnya sebagai juara, maka Muara Enim akan mewakili Sumsel, maju pada gelar TTG tingkat nasional di Provinsi Bengkulu.

             “Untuk gelar TTG tingkat nasional nanti, kita tetap berkordinasi dengan Provinsi Sumsel untuk mematangkan perispan pada TTG tingkat nasional tersebut,” jelasnya.

              Dia berharap, alat yang digelar pada TTG tersebut, nantinya bisa diimplementasikan dengan meminta suport pada pihak terkait agar bisa dipakai masyarakat.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts