-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
Bus Trans Enim Masih Diminati Warga
DPRD Segera Panggil Diknas Pendidikan dan Kepala SMAN 4 Klarifikasi Video Bullying
137 Cakades di PALI Teken Komitmen Pilkades Damai
Sekda PALI, Syahron Nazil yang pimpin upacara gelar pasukan dan deklarasi damai menyampaikan pesan agar seluruh Cakades, Tim pengamanan, panitia dan masyarakat agar bersatu padu mewujudkan gelaran Pilkades berjalan damai dan lancar.
"Pilkades merupakan pesta demokrasi ditingkat desa, kami ingin proses ini berjalan tertib dan lancar," harap Sekda.
"Kami berharap kepada Cakades yang telah membacakan ikrar damai untuk menerapkannya agar proses demokrasi ini tidak tenteram. Sampaikan visi misi kepada masyarakat dan utamakan program bertanding secara jujur," tukas Sekda.
Pada pihak pengamanan, Sekda juga berpesan harus didukung tenaga pengamanan profesional.
"Keamanan Pilkades tidak lepas dari tim pengamanan yang profesional dan menjunjung netralitas. Juga pada panitia agar berpegang teguh pada perundang undangan yang berlaku, jadi apabila ada permasalahan bisa diselesaikan sesuai aturan," pesannya.
Masyarakat pun dihimbau Sekda agar memilih calon yang dapat bisa mensejahterakan masyarakat jangan ada maksud lain.
"Kepda calon Kades terpilih, penuhi janji-janjinya. Dan yang terpenting sekarang adalah para calon harus siap menang dan siap kalah," tutupnya.
Diketahui bahwa gelaran Pilkades serentak di Kabupaten PALI bakal berlangsung pada Kamis tanggal 29 Agustus 2019. (sn)
Paripurna Bahas APBD-P Tahun 2019 Selesai, Ini Hasilnya
Rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono dihadiri 21 anggota dewan dari 25 anggota yang ada, dengan agenda penyampaian laporan hasil kerja Komisi-komisi dewan, permintaan persetujuan secara lisan terhadap pembahasan Raperda APBD-P, penandatanganan bersama persetujuan Raperda APBD-P dan sambutan Bupati PALI terhadap hasil pembahasan Raperda APBP-P tahun anggaran 2019.
Pada penyampaian Komisi I DPRD PALI yang dibacakan Aswawi Mansyur anggota dewan dari PPP, menyoroti kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terutama dalam gelaran Pilkades yang dinilainya DPMD kurang matang dalam perencanaannya. Untuk itu Komisi I memberi usulan dan saran pendapat agar pelaksanaan Pilkades kedepan direncanakan betul-betul matang.
Selain menyoroti DPMD, Komisi I juga menyatakan dukungannya terhadap program Disdukcapil PALI yang melakukan jemput bola. Namun kedepan, Komisi I mengusulkan agar pelaksanaan jemput bola langsung dilakukan perekaman E KTP, karena perekaman itu menjadi hambatan warga untuk menbuat KK Dan KTP. Komisi I juga mengharapkan kiranya Disdukcapil untuk bekerja secara ekstra dalam pendataan penduduk, karena sebentar lagi PALI bakal menggelar Pilkada.
Komisi I juga mendukung kinerja Dinsos dalam pendataan dan penambahan usulan penerima Jaminan kesehatan ,KIS, KIP dan PKH dengan catatan tidak mengganti nama-nama yang ada.
Terhadap Sekrtartiat Darah, Komisi I mengusulkan agar Sekda dapat secara terus menginventarisasi aset daerah.
Hasil Kerja Komisi II dibacakan Suarno anggota dewan dari Partai Golkar. Komisi II menyoroti kinerja dinas PUBM dan dinas Perkim, pada kesempatan itu, Komisi II mengusulkan agar PUBM dan Perkim untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur publik dan kedepan sangat perlu perencanaan yang matang serta dilakukan pengawasan.
Komisi II juga menginginkan agar memprioritaskan percepatan pengalihan aset PDAM agar permasalahan air bersih di Kabupaten PALI bisa segera teratasi.
Sementara Komisi III dibacakan Edi Eka Puryadi anggota dewan dari PKS. Pada penyampaian hasil kerja komisi III DPRD PALI ini menyimpulkan bahwa mitra Komisi III, yakni dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, ketahanan pangan, Koperasi dan UKM, Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Disnakertrans, Bapenda dan BAPPEDA minim anggaran dan berharap kedepan Pemkab PALI lebih memperhatikan penganggarannya.
Setelah penyampaian hasil laporan Komisi-komisi, selanjutnya pimpinan rapat paripurna meminta persetujuan secara lisan kepada seluruh anggota dewan terhadap pembahasan rancangan peraturan daerah perubahan APBP-P dilanjutkan penandatanganan persetujuan bersama.
"Telah dibahas secara seksama sehingga telah ditantatangani bersama, untuk itu kami mengapresiasi terhadap DPRD PALI yang telah menyetujui pembahasan Raperda APBP-P, selanjutnya hasil pembahasan ini bakal kami bawa ke Gubernur untuk selanjutnya bisa disetujui menjadi Perda," terang Bupati saat sampaikan sambutan usai penandatanganan persetujuan bersama. (sn)
Unjuk Rasa Goyang DPMD PALI Berakhir Foto Bareng
Pada aksi tersebut, pengunjuk rasa menginginkan Bupati PALI untuk mengevaluasi kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) karena dianggap menyulut kegaduhan ditengah-tengah masyarakat akibat adanya beberapa kebijakan yang dianggap pengunjuk rasa plin-plan.
Unjuk rasa tersebut juga mendesak agar Bupati mengganti kepala DPMD serta menginginkan Bupati dan DPRD PALI agar menjamin gelaran Pilkades serentak berjalan aman dan damai.
Aksi tersebut sempat memanas lantaran saat berorasi, Ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono memotong orasi pengunjuk rasa yang tengah menyampaikan bahwa kemerdekaan tidak dirasakan warga PALI. Tetapi suasana unjuk rasa kembali mencair setelah Bupati PALI berjanji bakal mengevaluasi kinerja DPMD.
Bahkan Bupati siap menuruti keinginan pengunjuk rasa untuk memecat A Gani sebagai kepala DPMD hari itu juga asalkan ada yang siap menggantikannya.
"Kami siap melantik hari ini juga kalau ada yang siap menggantikannya. Namun kami berharap selesaikan dulu gelaran Pilkades dan kami akan mengevaluasi kinerja DPMD," ucap Bupati.
Setelah Bupati menjawab semua tuntutan pengunjuk rasa, suasana mencair dan berakhir foto bareng antara seluruh pengunjuk rasa dan Bupati. (sn)
Proyek Peningkatan Jalan Sp Karta Dewa - Desa Persiapan Sp 3 Babat, PWI PALI Turun Tangan dan Inilah Hasil Investigasinya
Dari Pantauan Tim, Proyek yang bernomor Kontrak : 094/002/PJSKDDPSB/SPK/APBD/2019 tertanggal 24 Juni 2019 seperti Plang yang terpasang dilokasi bernilai Rp.2.948.716 yang didanai oleh APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2019 dengan Pelaksana : PT. SINAR MUARA PENUKAL. Setelah menelusuri dan pantauan sejak dimulainya proyek, pekerjaan masih dalam ambang kewajaran.
Beberapa Alat Mekanis (alat Berat) yang digunakan oleh Pelaksana Proyek
Indikasi tersebut menurut Tim yang dipimpin langsung oleh Ketua PWI PALI Adv. Nurul Fallah, SH terlihat sesuai data dan fakta di Lapangan. Pertama, Perusahaan telah menggunakan alat berat standar dan lengkap, baik itu alat mekanis maupun manual. Kedua, Material yang digunakan sudah memenuhi kriteria pada umumnya, misalnya batu cor yang digunakan adalah batu split23. Sedangkan pekerjaan itu sendiri dikerjakan tepat waktu dan sesuai standar cor beton pada umumnya yakni 123.
Material Batu Split23 dan agregat
Saat tim melakukan konfirmasi ke Pimpinan PT. SINAR MUARA PENUKAL, Horizal dirinya menjelaskan “kami sudah bekerja sesuai RAB, ini kan daerah kami sendiri. Teman-teman sudah lihat sendiri dilapangan, tidak benar kami tidak menggunakan batu atau hanya menggunakan batu krokos saat melakukan pengecoran. Teman-Teman lihat sendiri Batu cor Split23 yang kami gunakan. Sementara pekerjaan mekanis sebagai pendukung kami lengkap, mobil molen, Greder, Stumpwal, dan pekerjaan selesai tepat waktu” demikian Jelas Icon Panggilan Horizal Sehari-hari.
Lebih jauh Icon menyatakan sangat berterima kasih adanya kritikan dari teman-teman media “ saya senang pekerjaan kami diperhatikan, karena sebagai putra daerah saya juga ingin pro aktif membangun PALI. Apalagi jika teman-teman media ikut mengawasi pekerjaan kami. Karena mutu pekerjaan ini sangat penting. Tetapi kami berharap jika memang ada yang harus kami perbaiki baik dari sisi teknis maupun hal lainnya sudilah kiranya teman-teman berdiskusi dan bertanya kepada saya jangan langsung memberitakan. Karena sebagai orang bisnis kami sedikit terganggu dengan adanya pemberitaan tanpa konfirmasi kepada kami, karena kami mempertaruhkan reputasi dan tentunya kami berhak untuk memberikan penjelasan sesuai kondisi dan situasi ” tambah Horizal yang juga Ketua DPC Hanura PALI ini.
“Ada sedikit trouble dalam pengecoran yakni keretakan disebelah dalam itu akibat banyaknya kendaraan besar roda 10 dan bermuatan berat entah dari perusahaan apa yang melewati jalan cor tersebut. Hal ini diluar kemampuan kami, karena seyogyanya jalan tersebut baru dapat dilewati paling tidak 1 bulan, atau minimal 10 Hari setelah pengecoran. Kami bukan mencari pembenaran, tetapi kami punya bukti untuk itu “ Urai Horizal sembari menunjukkan foto kendaraan yang melintas di lokasi proyek tersebut kepada Tim PWI PALI.
Ketika Tim Investigasi melakukan Konfirmasi ke PU BM PALI, melalui PPTK Proyek Rendy dijelaskan bahwa sejauh ini pekerjaan Proyek yang berlokasi di Desa Panta Dewa tersebut tidak ada masalah.“Proses Tender, Perizinan, maupun pekerjaan dilapangan sudah memenuhi prosedur. Dan sejauh ini menurut pengawasan kami dilapangan tidak ada kendala” papar Rendy.
Sedangkan Ketua LSM TEGAR, Nurul Fajri Dahlan yang ikut mendampingi Tim Investigasi PWI PALI menyampaikan bahwa proyek tersebut tak ada masalah.
“ Menurut kami proyek ini tak ada masalah seperti lazimnya proyek pengecoran di PALI lainnya. Dilapangan tidak kami temukan hal-hal yang janggal. Tidak seperti yang diberitakan sebelumnya. Dan lagi kami berharap kepada teman-teman media memberitakan sesuatu itu apalagi yang menyangkut reputasi sesorang atau badan hukum seharusnya kredibel, dan berdasarkan data dan fakta yang akurat. Seorang Wartawan harus menjunjung tinggi kode etik profesi. Setiap pemberitaan harus konfirmasi, dan orang atau badan hukum yang menjadi objek berita harus diberi ruang yakni hak jawab pada media dan waktu yang sama. Kita meratifikasi azas praduga tak bersalah, sehingga yang berhak mengatakan benar dan salah adalah Pengadilan” Kata Yet (nama panggilan Nurul Fajri red)
“Saya juga menghimbau teman – teman LSM jangan menerima laporan masyarakat tanpa data dan fakta, dan jangan tradisikan tembak pucuk kudo, tapi apabila ada laporan tentang pengawasan publik lakukan investigasi ke lapangan secara utuh dan menyeluruh. Kita melakukan tugas mulia sesuai undang-undangdan akan bertanggungjawab kepada Tuhan. Seperti yang kami lakukan hari ini, kami tidak membela perusahaan tapi kami ingin menguji fakta sebuah pemberitaan apakah benar atau tidak. Dan saat ini kami bisa membuktikan bahwa berita yang sudah dimuat dimedia tersebut tidak sesuai fakta dilapangan’ tutup Fajri.(rel)
Jebol Paksa Kaca Mobil dan Ringkus 4 TSK, Polisi Gagalkan Transaksi Narkoba
Belum Juga Difungsikan, Bangunan Pasar Ini Untuk Siapa?
Seperti di bangunan pasar rakyat Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Tampak bangunan yang dikerjakan bersumber dari APBN dengan nilai milyaran rupiah yang selesai dibangun tahun 2018 tersebut tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar.
Hal ini tentu mengundang reaksi dari berbagai kalangan, dimana sebelumnya anggota Dewan PALI menginginkan pemerintah agar mengoperasikan pasar-pasar yang telah dibangun, dan kali ini datang dari sejumlah warga yang mempertanyakan bangunan pasar yang kokoh untuk siapa.
"Sangat disayangkan saja, kenapa bangunan yang telah kokoh berdiri dibiarkan, kan mubazir," ujar Jhen, salah satu warga Desa Betung, Minggu (25/8).
Sama diutarakan Asmadi, warga Betung lainnya bahwa pemerintah, dari Kabupaten sampai tingkat desa harus bersikap tegas untuk merelokasi pasar yang ada saat ini.
"Pasar yang ada di Desa Betung kami nilai memang masih layak, namun berada di tengah-tengah pemukiman menjadi salah satu poin pasar tersebut bisa mengganggu aktivitas warga lainnya, salah satunya kemacetan. Untuk itu memindahkan pasar cara efektif agar bangunan pasar yang menelan anggaran tidak sedikit bisa dimanfaatkan," sarannya.
Terpisah, Camat Abab, Emil Wasik menyebut bahwa belum difungsikannya gedung pasar rakyat di Desa Betung masih ada yang belum diselesaikan.
"Masih ada yang belum selesai, jadinya belum bisa dioperasikan. Untuk semak belukar nanti kita bersihkan. Namun meski ditumbuhi semak belukar, kondisi pasar masih kokoh dan terawat, dan untuk pengoperasiannya tinggal menunggu waktu tepat saja," terang Camat. (sn)
Jebol Paksa Kaca Mobil, Ternyata Barang Ini Yang Ditemukan Polisi
Dalam penyergapan tersebut berhasil ditemukan narkoba, senjata api rakitan dan senjata tajam.
Penyergapan tersebut terjadi di Jalan Poros Betung - Sekayu Kabupaten Muba tepatnya di Simpang 4 Kecamatan Abab Kabupaten PALI karena adanya gerak gerik mencurigakan dari mobil tersebut.
Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono, melalui Kapolsek Penukal Abab, Iptu Alpian disampaikan Kanit Reskrim, Ipda Agus Widodo berkata, penyergapan mobil ini bermula dari laporan masyarakat bahwa diduga adanya transaksi narkoba.
Kemudian saat dilakukan penyergapan, ke empat pengendara mobil tak kooperatif, sehingga dilakukan upaya paksa dengan memecahkan kaca mobil.
"Kemudian digeledah, kita temukan Senpira serta beberapa senjata tajam dan narkoba diduga sabu-sabu seberat 50 gram dan 9 butir ekstasi," jelasnya Ipda Agus, Minggu (25/8/2019).
Menurutnya, ke empat orang yang diamankan ini mendapat barang haram tersebut dari lintas wilayah.
"Mereka mendapatkan narkoba belum bisa kita sebutkan, karena masih dalam pengembangan. Namun diduga, pelaku ini pemain lama karena barang bukti narkoba yang diamankan cukup banyak," jelasnya. (sn)









