-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
Menjaring Atlet Muda, 130 Pebulutangkis ikuti KERJURKOT
Bandit motor di "Dor" kaki, Polisi terus kejar pelaku buron
Disdukcapil PALI Incar Ponpes dan Sekolah
Bahkan untuk menggenjot terwujudnya tujuan tersebut, Disdukcapil PALI bidik sekolah-sekolah dan pondok pesantren untuk lakukan perekaman KTP elektronik bagi yang telah berumur 17 tahun dan pendataan serta pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak atau pelajar dibawah usia 17 tahun.
Seperti belum lama ini, Disdukcapil sambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Desa Prambatan Kecamatan Abab.
"Kita datangi, mendata pelajar di Ponpes Mambaul Hikam lalu apabila ada yang belum mempunyai KTP elektronik bagi yang telah berusia 17 tahun langsung kita lakukan perekaman," ungkap Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI, Selasa (3/9).
Meski target perekaman KTP elektronik dan pencetakan KIA sudah lebihi, namun diakui Rismaliza bahwa pihaknya tidak serta merta berpangku tangan dan menurunkan pelayanan pengurusan administrasi kependudukan bagi masyarakat Bumi Serepat Serasan.
"Dengan jemput bola cara efektif mengetahui data langsung ditengah-tengah masyarakat. Sebab apabila hanya menunggu di kantor, mungkin masih banyak warga yang tidak sempat untuk mengurus adminduknya. Tetapi dengan adanya jemput bola, memudahkan warga untuk melakukan perekaman maupun mengurus administrasi kependudukan lainnya," urai Rismaliza.
Sebelumnya, program jemput bola Disdukcapil PALI mendapat apresiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI, yang disampaikan Aswawi Mansur saat rapat paripurna belum lama ini.
"Meski ada peningkatan pelayanan, namun kami memberi saran agar Disdukcapil PALI terus lakukan pelayanan jemput bola dan untuk lebih intens lagi dalam pendataan, terlebih tidak lama lagi bakal digelar Pilkada serentak. Kami berharap, pada gelaran Pilkada tahun 2020, seluruh warga PALI sudah memegang KTP elektronik. Karena KTP sebagai syarat menyalurkan hak pilih warga," saran Aswawi.(sn)
Api Ngamuk di Sungai Baung, Rumah Komar Hangus
"Api pertama kali terlihat di arah dapur dan langsung membesar," ungkap Andi, warga sekitar lokasi kebakaran.
Hal sama diceritakan Hasan, Kepala Dusun setempat bahwa saat kejadian, pemilik rumah tengah pergi ke pasar untuk berbelanja, karena pemilik rumah berprofesi sebagai pedagang sayuran.
"Kondisi rumah saat kejadian tengah kosong, hanya ada anaknya yang menunggu, dan beruntung kejadian ini tidak menelan korban jiwa," kata Hasan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran Kabupaten PALI, Muslim mengaku bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung meluncur ke lokasi.
"Kita turunkan dua unit armada Damkar dan dua unit mobil tangki air, sampai lokasi, api telah besar. Untuk penyebab belum diketahui, namun asal api menurut keterangan warga berasal dari dapur," terang Muslim. (sn)
KPK Segel Ruang Kerja Sementara Bupati Muara Enim
Marsin Naik Pangkat Atas Pengabdian
Bupati Launching Aplikasi Silperlime
Puluhan Kades Datangi Kantor Dewan, Masalahnya ADD
Mereka (Kades) rupanya ingin mengadukan permasalahan terkait Alokasi Dana Desa (ADD) yang isunya dipangkas hampir 60 persen. Para Kades diterima langsung ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono, wakil ketua DPRD Darmadi Suhaimi, ketua Komisi I, H Ubaidillah dan anggota Komisi I, H Asri AG.
"Barusan kami ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD), dan dari keterangan pihak DPMD, anggaran untuk ADD sebesar Rp 105 M tersisa hanya Rp 49 M, artinya hampir 60 persen ADD dipangkas," ungkap Amirudin, Kepala Desa Prambatan Kecamatan Abab.
Keluhan sama diutarakan Arka Nurawi, Kepala Desa Babat Kecamatan Penukal bahwa sampai memasuki triwulan ketiga ini, ADD belum kunjung dicairkan hanya baru 18 persen itupun baru untuk honor perangkat desa.
Sementara untuk bangunan fisik, menurut Arka anggarannya dipangkas habis sementara pembangunan fisik sudah ada yang berjalan.
"Kalau dipangkas, siapa yang akan mengganti biaya pembangunan fisik yang sudah dibangunkan dan operasional kami tidak ada sama sekali sementara pelaksanaannya sudah dilakukan. Jadi apabila ini memang dipangkas, kami tidak menerima dan kami bakal demo besar-besaran," tandas Arka.
Pada pertemuan itu, Ketua DPRD PALI H Soemarjono mengaku bahwa dewan tidak bisa menjawab sebab yang bisa menjawab adalah pihak DPMD.
"Sebagai penentu teknis adalah DPMD, jadi yang menjelaskan kenapa dan alasan ADD yang bersumber dari APBD PALI dipangkas adalah pihak DPMD, karena yang diajukan ke dewan bentuknya glondongan," jelas Ketua dewan PALI.
Tetapi dengan adanya keluhan Kades yang telah melaksanakan pembangunan fisik melalui ADD, ketua DPRD PALI menekankan agar DPMD mengcover anggaran yang telah dibangunkan.
"Itu harus di cover oleh DPMD. Dan para Kades harusnya menyampaikan surat ke kami secara resmi agar kami bisa meminta kepada pemerintah melalui DPMD agar bisa mengambil langkah untuk atasi permasalahan ini," sarannya.
Terpisah, Mardiansyah, Sekretaris DPMD PALI menjawab bahwa seyogyanya 10 persen dari dana perimbangan memang mendapat Rp 105 M, namun beberapa bulan lalu, DPMD menerima surat dari Bapenda bahwa dana perimbangan yang seharusnya disalurkan Rp 105 M menjadi Rp 49 M.
Kemudian diakui Mardiansyah datang lagi surat dari BPKAD yang menyebut anggaran untuk ADD tersisa Rp 31 M.
"Belum lama ini kami datangi BPKAD minta tambah menjadi Rp 49 M, karena kalau Rp 31 M untuk gaji perangkat saja tidak cukup, dan anggaran Rp 49 M itu sudah masuk pada APBD perubahan," jelas Mardiansyah. (sn)
Hanya Tampal Sulam dan Lelet, Warga Minta PU Provinsi Desak Pelaksana Kebut Pekerjaan Perbaikan Jalan PALI-Muba
Seperti dikeluhkan Hendra, salah satu petani karet yang setiap hari melalui jalan lintas tersebut. Dirinya mengaku bahwa perbaikan jalan tersebut memang tahap pengerjaan dengan tampal sulam, namun bekas kerukan ditengah jalan yang menjadi lubang seyogyanya langsung ditampal, malah dibiarkan berhari-hari.
"Ada yang sudah hampir satu bulan lubang yang dibuat pekerja dibiarkan. Ini tentu mengganggu dan mengintai keselamatan pengendara," kata Hendra, Senin (2/8).
Diutarakan juga Anto, warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi bahwa jalan rusak tersebut agar secepatnya diaspal kembali. Sebab menurut Anto, Pemprov Sumsel seolah tidak serius dalam memperbaiki jalan itu, karena selain perbaikan dilakukan tampal sulam, pekerjaannya juga sangat lamban.
"Kami berharap pihak PU Pemprov untuk meninjau kelapangan untuk menegur pelaksana agar mengebut pekerjaan," harapnya.
Terpisah, Drs H Soemarjono, Ketua DPRD PALI meminta pihak Pemprov Sumatera Selatan untuk secepatnya menyelesaikan perbaikan jalan lintas PALI-Muba.
"Mumpung masih musim kemarau, jadi kami minta baik dinas PU provinsi maupun pelaksana agar mempercepat pekerjaan perbaikan jalan. Karena sudah banyak keluhan masyarakat masuk ke kami," tandas Ketua DPRD PALI. (sn)









