Tewas Dipondok Kebun Karet, Mulyadi Jadi Korban Pembunuhan?

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Sejumlah warga kawasan Simpang Penimur Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih dihebohkan dengan penemuan mayat di kebun karet, Selasa (3/9) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Mayat yang diketahui bernama Mulyadi (43) warga Desa Talang Batu Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih itu, tewas di dalam sebuah pondok di kebun karet milik Arlan. 

Menurut informasi, mayat diketahui oleh Matwi, saat tengah bekerja menyadap karet dikebun milik Arlan. Sehari sebelumnya, korban masih terlihat beraktifitas dan tidak menunjukkan adanya kelelahan ataupun sakit. 

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman mengatakan usai menerima laporan penemuan mayat, pihaknya telah menerjunkan petugas ke TKP. 

"Memang kata keluarganya korban menderita sakit," ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaan, kata Kasat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Atas permintaan Istri Korban, Sonina, akhirnya jenazah korban dibawa pulang untuk dimakamkan.

"Istrinya tidak bersedia mayat korban untuk dibawa ke rumah sakit. Dan atas permintaan istrinya juga, jenazah langsung dibawa pihak keluarga untuk segera dimakamkan," terangnya. 
Share:

Menjaring Atlet Muda, 130 Pebulutangkis ikuti KERJURKOT

TANGERANG, SININEWS.COM - Sebanyak 130 atlet Bulutangkis mengikuti Kejuaraan Kota (Kerjurkot) PBSI Kota Tangerang di Gor Balai Rakyat, Perum 1 Kota Tangerang, Selasa (3/9/2019).

Kejurkot tersebut berlangsung sejak tanggal 2 hingga 4 September 2019.

Sekretaris Umum PBSI Kota Tangerang, Acep Ginandjar mengatakan dalam kejurkot tersebut mempertandingkan 5 kategori usia. Kelima kategori tersebut diantaranya Pra usia dini, usia dini, anak-anak, pemula, dan remaja.

"Namun yang paling banyak didominasi kategori usia dini dan anak-anak," ujar Acep saat dimintai keterangan oleh sininews.com

Ratusan atlet yang mengikuti kejurkot tersebut tersebar dari 13 club yang tersebar di Kota Tangerang.

Selain itu, Acep mengatakan atlet berprestasi dalam Kejurkot ini merupakan langkah untuk menjaring atlet dalam menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Banten yang akan digelar Oktober mendatang.

"Nanti ada atlet yang terjaring ini mereka lari ke Kejurprov akan ada pembinaan, Kita masukan ke binaan Puslatcab," katanya. (sn/yogi)
Share:

Bandit motor di "Dor" kaki, Polisi terus kejar pelaku buron


PRABUMULIH, SININEWS.COM – Polres Prabumulih tak hentinya menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan khususnya pencurian sepeda motor diwilayah hukum Polres Prabumulih

Kali ini Polres Prabumulih berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor milik Icha Tri Wulandari yang hilang dicuri didepan Apotik Orange dijalan Urip Sumaharjo Kelurahan Pasar Kecamatan Prabumulih Utara, jumat(28/8/19) sekitar pukul 14.30 wib saat sedang membeli obat

Dari keterangan Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, Sik.MH dalam konferenai pers tadi pagi telah berhasil mengamankan pelaku Dedi Rianto alias Dedi Nanet (32) warga Jalan Arimbi Rt.07 Rw 04 Kelurahan Prabujaya dan satu teman pelaku AG saat ini masih buron

Dari hasil pengembangan pengembangkan petugas pelaku Dedi juga melakukan aksinya bersama Yusuf Sandri alias Gudel (38) yang merupakan warga Gang Arena Kelurahan Mangga Besar, pelaku yang melakukan aksinya di daerah Bukit Lebar Kelurahan Majasari tersebut merupakan residivis yang seringkali melakukan aksi dibeberapa tempat di Kota Prabumulih

“pelaku Yusuf Gudel ini sudah 7 kali masuk penjara, kali ini kembali masuk dengan kasus curanmor” terang Kapolres

Saat proses penangkapan Yusuf petugas terpaksa melakukan penembakan terhadap pelaku yang mencoba melawan dan hendak melarikan diri 

Kedua pelaku kini dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman sekitar 5 tahun kurangan penjara (sn)
Share:

Disdukcapil PALI Incar Ponpes dan Sekolah

PALI, SININEWS. COM - Menjadikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tertib Administrasi Kependudukan (Adminduk), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PALI terus lakukan pelayanan baik itu mengoptimalkan pelayanan di kantor Disdukcapil maupun jemput bola.

Bahkan untuk menggenjot terwujudnya tujuan tersebut, Disdukcapil PALI bidik sekolah-sekolah dan pondok pesantren untuk lakukan perekaman KTP elektronik bagi yang telah berumur 17 tahun dan pendataan serta pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak atau pelajar dibawah usia 17 tahun.

Seperti belum lama ini, Disdukcapil sambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hikam, Desa Prambatan Kecamatan Abab.

"Kita datangi, mendata pelajar di Ponpes Mambaul Hikam lalu apabila ada yang belum mempunyai KTP elektronik bagi yang telah berusia 17 tahun langsung kita lakukan perekaman," ungkap Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI, Selasa (3/9).

Meski target perekaman KTP elektronik dan pencetakan KIA sudah lebihi, namun diakui Rismaliza bahwa pihaknya tidak serta merta berpangku tangan dan menurunkan pelayanan pengurusan administrasi kependudukan bagi masyarakat Bumi Serepat Serasan.

"Dengan jemput bola cara efektif mengetahui data langsung ditengah-tengah masyarakat. Sebab apabila hanya menunggu di kantor, mungkin masih banyak warga yang tidak sempat untuk mengurus adminduknya. Tetapi dengan adanya jemput bola, memudahkan warga untuk melakukan perekaman maupun mengurus administrasi kependudukan lainnya," urai Rismaliza.

Sebelumnya, program jemput bola Disdukcapil PALI mendapat apresiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI, yang disampaikan Aswawi Mansur saat rapat paripurna belum lama ini.

"Meski ada peningkatan pelayanan, namun kami memberi saran agar Disdukcapil PALI terus lakukan pelayanan jemput bola dan untuk lebih intens lagi dalam pendataan, terlebih tidak lama lagi bakal digelar Pilkada serentak. Kami berharap, pada gelaran Pilkada tahun 2020, seluruh warga PALI sudah memegang KTP elektronik. Karena KTP sebagai syarat menyalurkan hak pilih warga," saran Aswawi.(sn)
Share:

Api Ngamuk di Sungai Baung, Rumah Komar Hangus

PALI,SININEWS.COM - Api kembali mengamuk di wilayah Bumi Serepat Serasan pada Selasa (3/9) sekitar pukul 08.00 WIB. Kali ini api membakar rumah Komar (55) dan nyaris menghanguskan dua rumah lainnya di Dusun 5 Desa Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

"Api pertama kali terlihat di arah dapur dan langsung membesar," ungkap Andi, warga sekitar lokasi kebakaran.

Hal sama diceritakan Hasan, Kepala Dusun setempat bahwa saat kejadian, pemilik rumah tengah pergi ke pasar untuk berbelanja, karena pemilik rumah berprofesi sebagai pedagang sayuran.

"Kondisi rumah saat kejadian tengah kosong, hanya ada anaknya yang menunggu, dan beruntung kejadian ini tidak menelan korban jiwa," kata Hasan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran Kabupaten PALI, Muslim mengaku bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung meluncur ke lokasi.

"Kita turunkan dua unit armada Damkar dan dua unit mobil tangki air, sampai lokasi, api telah besar. Untuk penyebab belum diketahui, namun asal api menurut keterangan warga berasal dari dapur," terang Muslim. (sn)
Share:

KPK Segel Ruang Kerja Sementara Bupati Muara Enim


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Ruang kerja sementara Bupati Muara Enim H Ahmad Yani yang berada di Gedung Bappeda Pemkab Muara Enim, Senin (2/9) malam terlihat disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Dari informasi yang didapat, ruangan tersebut di segel karena diduga KPK berhasil melakukan Oprasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua orang pejabat di lingkungan Pemkab Muara Enim dan satu orang pengusaha.

Belum diketahui kebenaran secara pasti lokasi dan siapa saja yamg terlibat dari informasi tersebut. Pasalnya, Kepala Bagian Humas Pemkab Muara Enim Arie Irawan,S.STP,M.Si, Senin (2/9) sekitar pukul 23.00 saat si hubungi melalui pesan singkat hanphone miliknya tidak aktif, begitu juga dengan pejabat lainnya.

Di lokasi, para awak media sudah banyak berdatangan untuk memastikan kebenaran berita tersebut. Kenyataanya, para wartawan memang menemukan pintu depan dan samping ruang Bupati telah di segel oleh KPK.
Share:

Marsin Naik Pangkat Atas Pengabdian

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Raut ceria terpancar diraut wajah Kompol H Marsin saat upara kenaikan pangkat pengabdian dipimpin Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono berlangsung di halaman Mapolres, Senin (2/9).

              Soalnya kenaikan pangkat dari AKP menjadi Kompol yang diraihnya buah dari pengabdian yang dilakukannya selama ini di institusi Polri. Kenaikan pangkat pengabdian yang diraihnya berdasarkan surat telegram nomor STR/329/VI/O.T.L.3/2019 Tgl 25 Juni 2019.

              Kompol H Marsin mengabdikan diri di institusi Polri mulai dari pangkat Tamtama, bintara dan perwira hingga menjadi perwira menengah. 

                Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono pada upacara tersebut mengatakan, kenaikan pangkat pengabdian tersebut berdasarkan penilaian dan penghargaan institusi Polri. Baik  dinilai dari masa kerja, kinerja serta pengabdian yang telah diberikan.

                “Ini akan menjadi contoh dan motivasi bagi personil lainnya,” jelas Kapolres.
Share:

Bupati Launching Aplikasi Silperlime

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan H Juarsah SH, telah melaunching aplikasi Sistem Informasi Layanan Perbendaharaan Online Muara Enim (Silperlime) versi android. Itu dilakukan untuk mempermudah para kontraktor maupun OPD dalam memonitor berkas penerbitan Surat Perintah  Pencairan Dana (SP2D).

                 Launching tersebut berlangsung dihalaman Pemkab Muara Enim, pada pelaksanaan apel bulanan, Senin (2/9).

                “Dengan adanya aplikasi ini dapat memudahkan semua pihak yang berkepentingan dalam memperoleh informasi  terkait proses SP2D. Karena dimanapun dan kapanpun yang bersangkutan bisa memonitor keberadaan berkas tersebut melalui aplikasi HP androidnya,” jelas Bupati.

                  Menurutnya, aplikasi tersebut merupakan pengembangan  dari inovasi  sistem pelayanan  pembendaharaan  Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

                   Pada apel tersebut, bupati juga memberikan apresiasi  atas terpilihnya  Kabupaten Muara Enim  sebagai juara satu  se Provinsi Sumsel dalam gelar Teknologi Tepat Guna  (TTG) ke XV tingkat Provinsi Sumsel tahun 2019 yang dimonitori oleh tim inovasi Balitbangda Muara Enim.

                    Sementara itu, Kepala BPKAD Muara Enim, Armeli Mendri, mengatakan aplikasi tersebut untuk memudahkan OPD maupun rekanan pemborong dalam memonitor keberadaan berkas SP2D.

               “Selama ini informasi proses penyelesai berkas SP2D di BPKAD hanya mereka lihat dilayar monitor display di BPKAD. Sekarang kita tingkatkan lagi untuk memudahkannya,” jelasnya.

               Karena. Lanjutnya, saat ini semua orang sudah punya HP android. Dengan ada aplikasi tersebut, maka mereka bisa melihat dari HP andoidnya tinggal mengakses di plestor dan instor dan untuk mengakses  kode berkas yang ada di BPKAD.

             “Nanti akan muncul berkas tersebut sudah berada di mana. Karena berkas itu ada 7 tahapan. Jadi mereka bisa memonitor proses tahapan berkas tersebut sudah sampai dimana,” jelasnya.
Share:

Puluhan Kades Datangi Kantor Dewan, Masalahnya ADD

PALI,SININEWS.COM -  Puluhan Kepala Desa di wilayah Bumi Serepat Serasan datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan wajah terlihat memendam kekecewaan pada Senin (2/9).

Mereka (Kades) rupanya ingin  mengadukan permasalahan terkait Alokasi Dana Desa (ADD) yang isunya dipangkas hampir 60 persen. Para Kades diterima langsung ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono, wakil ketua DPRD Darmadi Suhaimi, ketua Komisi I, H Ubaidillah dan anggota Komisi I,  H Asri AG.

"Barusan kami ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD),  dan dari keterangan pihak DPMD, anggaran untuk ADD sebesar Rp 105 M tersisa hanya Rp 49 M, artinya hampir 60 persen ADD dipangkas," ungkap Amirudin, Kepala Desa Prambatan Kecamatan Abab.

Keluhan sama diutarakan Arka Nurawi, Kepala Desa Babat Kecamatan Penukal bahwa sampai memasuki triwulan ketiga ini, ADD belum kunjung dicairkan hanya baru 18 persen itupun baru untuk honor perangkat desa.

Sementara untuk bangunan fisik, menurut Arka anggarannya dipangkas habis sementara pembangunan fisik sudah ada yang berjalan.

"Kalau dipangkas, siapa yang akan mengganti biaya pembangunan fisik yang sudah dibangunkan dan operasional kami tidak ada sama sekali sementara pelaksanaannya sudah dilakukan. Jadi apabila ini memang dipangkas, kami tidak menerima dan kami bakal demo besar-besaran," tandas Arka.

Pada pertemuan itu, Ketua DPRD PALI H Soemarjono mengaku bahwa dewan tidak bisa menjawab sebab yang bisa menjawab adalah pihak DPMD.

"Sebagai penentu teknis adalah DPMD, jadi yang menjelaskan kenapa dan alasan ADD yang bersumber dari APBD PALI dipangkas adalah pihak DPMD, karena yang diajukan ke dewan bentuknya glondongan," jelas Ketua dewan PALI.

Tetapi dengan adanya keluhan Kades yang telah melaksanakan pembangunan fisik melalui ADD, ketua DPRD PALI menekankan agar DPMD mengcover anggaran yang telah dibangunkan.

"Itu harus di cover oleh DPMD. Dan para Kades harusnya menyampaikan surat ke kami secara resmi agar kami bisa meminta kepada pemerintah melalui DPMD agar bisa mengambil langkah untuk atasi permasalahan ini," sarannya.

Terpisah, Mardiansyah, Sekretaris DPMD PALI menjawab bahwa seyogyanya 10 persen dari dana perimbangan memang mendapat Rp 105 M, namun beberapa bulan lalu, DPMD menerima surat dari Bapenda bahwa dana perimbangan yang seharusnya disalurkan Rp 105 M menjadi Rp 49 M.

Kemudian diakui Mardiansyah datang lagi surat dari BPKAD yang menyebut anggaran untuk ADD tersisa Rp 31 M.

"Belum lama ini kami datangi BPKAD minta tambah menjadi Rp 49 M, karena kalau Rp 31 M untuk gaji perangkat saja tidak cukup, dan anggaran Rp 49 M itu sudah masuk pada APBD perubahan," jelas Mardiansyah. (sn)
Share:

Hanya Tampal Sulam dan Lelet, Warga Minta PU Provinsi Desak Pelaksana Kebut Pekerjaan Perbaikan Jalan PALI-Muba

PALI, SININEWS. COM - Pekerjaan perbaikan jalan lintas PALI-MUBA yang masuk wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dikeluhkan warga karena dinilai lelet serta lubang-lubang yang menganga mengganggu kenyamanan dan keamanan pengendara.

Seperti dikeluhkan Hendra, salah satu petani karet yang setiap hari melalui jalan lintas tersebut. Dirinya mengaku bahwa perbaikan jalan tersebut memang tahap pengerjaan dengan tampal sulam,  namun bekas kerukan ditengah jalan yang menjadi lubang seyogyanya langsung ditampal, malah dibiarkan berhari-hari.

"Ada yang sudah hampir satu bulan lubang yang dibuat pekerja dibiarkan. Ini tentu mengganggu dan mengintai keselamatan pengendara," kata Hendra, Senin (2/8).

Diutarakan juga Anto, warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi bahwa jalan rusak tersebut agar secepatnya diaspal kembali. Sebab menurut Anto,  Pemprov Sumsel seolah tidak serius dalam memperbaiki jalan itu, karena  selain perbaikan dilakukan tampal sulam, pekerjaannya juga sangat lamban.

"Kami berharap pihak PU Pemprov untuk meninjau kelapangan untuk menegur pelaksana agar mengebut pekerjaan," harapnya.

Terpisah, Drs H Soemarjono, Ketua DPRD PALI meminta pihak Pemprov Sumatera Selatan untuk secepatnya menyelesaikan perbaikan jalan lintas PALI-Muba.

"Mumpung masih musim kemarau, jadi kami minta baik dinas PU provinsi maupun pelaksana agar mempercepat pekerjaan perbaikan jalan. Karena sudah banyak keluhan masyarakat masuk ke kami," tandas Ketua DPRD PALI. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts