7 Pelaku Pungli Diringkus Polisi, Diduga Pelaku Setor "Fee" ke Oknum Dishub?

 Foto : Pelaku saat diintrogasi Wakapolres di Press Realese didepan Kantor Polres Prabumulih 

PRABUMULUH, SININEWS.COM – Tujuh orang pelaku Pungutan Liar (Pungli) dibeberapa titik di Kota Prabumulih kembali dibekuk Tim Opsnal Polres Prabumulih, tak tanggung aksi pungli ini diduga melibatkan Oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Prabumulih, selasa (1/10)

Tujuh pelaku yang ditangkap dilokasi yang berbeda itu diantaranya Ofan (45), Densi (30) dan Dani (42) dibekuk petugas di tugu air mancur sedangkan empat pelaku lainnya berhasil diamankan Hendri (39), Anang (42), Junaidi (35) dan Febrianto (33) di depan Rumah Makan (RM) Siang Malam Prabumulih sekitar pukul 04.00 Wib dini hari tadi

Diantara ketujuh pelaku pungli mengaku jika pungli yang dilakukan melibatkan salah satu oknum Dishub Kota Prabumulih untuk memuluskan aksinya mengawal mobil truk besar melintasi jalan kota yang secara jelas dilarang yang dituang dalam Peraturan Walikota Prabumulih (Perwako)
“Kito tiap ngawal selalu setor pak samo Oknum Dishub kalu nak masuk jalan Kota” Ucapnya kepada awak media saat diwawancarai pada Konferensi Pers di Halaman Depan Kantor Polres Prabumulih

Dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dari pelaku sekitar Rp.978 ribu yang diduga hasil Pungli dengan modus pengawalan mobil truk untuk melewati jalur kota

Pelaksana Tugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Prabumulih Lukman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan saat ini belum bisa memberikan keterangan tekait adanya oknum Dishub yang terlibat
“langsung saja konfirmasi ke Kadinnya pak atau ke Kabid” ucapnya singkat

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya, SH,SIK,MH di press realese tadi pagi mengatakan saat ini pihaknya sudah memfasilitasi masyarakat untuk mengaduh dengan cara online jika terjadi pungli dijalanan dan jika terjadi pungli yang diduga petugas sebaiknya dikonfirmasikan kepada petugas yang jaga

“kita sudah buka pengaduan online, jadi jika masyarakat menjadi korban pungli bisa hubungi kita” tegasnya (sn1)

Share:

Hj Sri Kustina Dilantik

Jakarta, SININEWS.COM - Hj Sri Kustina Heri Amalindo hari ini, Selasa (1/10) dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) di Ruang Rapat Paripurna gedung DPR - MPR.

Sebelum pelantikan, Sekjen KPU, Sekjen DPR-RI dan Sekjen DPD- RI mengumumkan nama calon terpilih anggota DPR-RI, DPD dan MPR-RI tertua dan termuda.

Dimana anggota DPR-RI tertua atas nama H Abdul Wahab Dalimunte dengan usia 80 tahun dari Partai Demokrat Dapil Sumatera Utara I.

Untuk anggota DPR-RI termuda atas nama Hillary Brigitta Lasut usia 23 tahun dari Partai Nasdem Dapil Sulawesi Utara.

Anggota DPD-RI tertua atas nama Sabam Sirait usia 82 tahun dari DKI, sementara anggota DPD-RI termuda dari Sumatera Selatan atas nama Jialyka Maharani usia 22 tahun.

Dan anggota MPR-RI tertua atas nama Sabam Sirait usia 82 tahun, anggota DPR-RI termuda atas nama Jialyka Maharani dari Sumsel.

Kemudian untuk pimpinan sementara DPR-RI, ketua sementara atas nama H Abdul Wahab Dalimunte dan Hillary Brigitta Lasut.

Pada pelantikan anggota DPR-RI berjumlah 575 anggota dan DPD-RI berjumlah 136 anggota.

Pengucapan sumpah atau janji jabatan sebagai anggota DPR-RI dan DPD-RI dipandu ketua MA disaksikan Presiden RI Joko Widodo. (sn)
Share:

68 KK di PALI Mundur dari PKH

PALI,SININEWS.COM - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyebut sudah ada 68 Kepala Keluarga (KK) yang mengundurkan diri dari kepesertaan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), dimana program tersebut memang dikhususkan untuk warga yang benar-benar tidak mampu.

Menurut Metty Etika, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bahwa keinginan masyarakat penerima manfaat PKH untuk mengundurkan diri secara mandiri merupakan niat dan kemauan yang bersangkutan.

"Petugas pendamping PKH dilapangan, selain mendata juga membuka pemahaman kepada masyarakat bahwa program dari pemerintah pusat itu memang dikhususkan bagi warga sangat miskin. Dan alhamdulillah, ada diantaranya yang sadar dan merasa keluarganya mampu mengundurkan diri," ujar Metty, Selasa (1/10).

Dijelaskan Metty, bahwa terhitung tanggal 29 September 2019 saja, ada 20 KK yang mundur sebagai peserta penerima manfaat PKH dengan dibuktikan surat pernyataan diatas materai disaksikan petugas pendamping PKH.

"Jumlah keseluruhannya ada 68 KK. Ini patut dicontoh bagi warga lain yang merasa mampu, karena masih banyak warga yang jauh membutuhkan bantuan itu," tukasnya.

Dijelaskan Metty bahwa dari data Dinsos awal tahun 2019 penerima PKH berjumlah 7.628 KK, tetapi setelah ada yang mengundurkan diri dan pendataan petugas pendamping PKH dilapangan, total update akhir sampai awal Oktober ini menurun menjadi 7.229 KK. Update data itu dari hasil pemutakhiran data oleh pendamping selama 4 tahap tahun 2019, dan ada tiga kategori yakni non kategori atau habis tanggungan, sudah mampu dan mundur dari PKH secara mandiri.

"Mudah-mudahan saja, program ini bisa tepat sasaran, dan yang menikmatinya memang keluarga sangat miskin. Kami juga akan terus mendata sembari memberi pemahaman kepada masyarakat tentang PKH. Kami perlu informasi dari berbagai elemen, apabila ada warga yang dari golongan mampu masih menerima PKH, laporkan ke kami, begitu pun sebaliknya, apabila ada warga sangat miskin belum menerima, silahkan sampaikan ke kami agar cepat di data," tandas Metty.

Banyaknya warga mundur dari PKH, diakui Metty tak lepas dari dukungan Bupati PALI, Heri Amalindo yang memberikan support penuh terhadap petugas pendamping PKH. Salah satu  wujud dukungan Bupati PALI bakal memberikan sepeda motor sebagai operasional sebanyak 35 unit. "Juga bagi pendamping PKH bakal diberikan uang transport bulanan untuk 38 petugas," tutupnya. (sn) 
Share:

Security Pertamina Pendopo Bongkar Pencurian Minyak, Sailindra Diamankan

PALI,SININEWS.COM - Sailindra (38) warga Desa Lubuk Mumpo Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim tertangkap tangan oleh security  PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field tengah melakukan pencurian minyak di lokasi Betung jalur Line dari Sumur BTG#15 ke Stasiun pengumpul (SP) Betung Pertamina EP Pendopo Field Kecamatan Gunung Megang Muara Enim pada Selasa (1/10) sekira pukul 02.50 WIB.

Dari keterangan Ast Manager Pertamina Pendopo, Ferry Prasetyo Wibowo bahwa penangkapan pelaku tersebut berawal dari informasi Jaring kepada Nikmatul Huda (security) # bahwa telah terjadi pencurian minyak kondensat di line pipa Lokasi Betung #15.

Selanjutnya Nikmatul huda melaporkan kepada Senior Security Staff dan memerintahkan Senior Security Staff agar dilakukan pengintaian dan penangkapan.

Kemudian Jeffry.A, Nikmatul Huda, Arizal, Johnny AH, (security) dan Serda Junaidi (BKO) Segera Menuju ke TKP dan melakukan pengintaian.

Benar saja, saat di lokasi didapati pelaku tengah melakukan pencurian dengan menggunakan jerigen juga mengendarai sepeda motor.

"Setiba di dekat TKP, tim melakukan pengintaian dan mendekati TKP.
Pada pukul 02.50, Tim Non fik melihat tersangka sedang membawa jerigen berisi minyak kondensat dengan menggunakan sepeda motor. Lalu dilakukan penyergapan dan penangkapan terhadap pelaku beserta barang bukti yang dibawa. Selanjutnya melakukan cek TKP tempat pencurian di Lokasi BTG#15," terang Ferry, Selasa (1/10).

Sesampainya di TKP,  dikatakan Ferry didapati jalur line pipa minyak yang sudah di hottep dengan cara melubangi pipa minyak menggunakan driff besi, line pipa yg dirusak mengalirkan minyak kondensat ke lubang yang sudah dibuat bak tempat penampungan dalam tanah.
Lalu dipindahkan kedalam jerigen untuk diambil dan dicuri.

"Tersangka dibawa ke Posko Pendopo bersama barang bukti antara lain minyak kondensat sebanyak 5 jerigen ukuran 35 liter dan 1 jerigen ukuran 10 liter, 1 unit Sepeda motor Merk Honda Blade Nopol BG 3922 IS, 1 Buah tas berisi air minum dan makanan, 1 buah tas pinggang berisi uang senilai Rp.713.000 dan peralatan untuk merusak pipa dan 1 buah handphone. Kemudian kita akan serahkan tersangka ke Polsek Gunung Megang," tandas Ferry. (sn) 
Share:

Dipercaya Mertua Awasi Adik Ipar, Sueb Malah Garap NA

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Dipercaya oleh mertua untuk membimbing akhlak NA (15) yang tak lain adalah adik iparnya sendiri, Iip Mulyono alias Sueb (29) malah menyalahgunakan kepercayaan itu dan menggarap NA sebanyak 3 kali. 

Warga Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih ini melancarkan aksinya dikediamannya sendiri saat sang istri tengah tidur lelap. Parahnya lagi, NA digarap satu kamar dengan putri Sueb yang masih berusia 8 tahun.

Kejadian ini terungkap, setelah sang istri memaksa adik iparnya itu untuk mengakui perbuatan bejak Sueb setelah ditemukan kondom yang tercecer disekitar rumah. Sueb pun akhirnya diringkus unit PPA Polres Prabumulih Sabtu (21/9) dikediamannya. 

Dalam melancarkan aksinya, Sueb mengaku mengiming-imingi NA dengan sejumlah uang agar ia mau melayani nafsu bejatnya. Itu ia lakukan sebanyak 3 kali saat sang istri tengah tertidur lelap. 

"Pertamo aku kasih Rp 500 ribu, keduo aku kasih Rp 400 ribu dan yang terakhir Rp 300 ribu. Kejadiannyo 12 juni tengah malam pak," ujar Sueb, Senin (30/9). 

Menurut Sueb, muncul niat untuk meniduri NA lantaran adik iparnya itu kerap berpakaian seksi saat didalam rumah. "Itulah dio disuruh tinggal dirumah kami. Oleh galak keluyuran," ungkapnya. 

Sementara, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya didamping Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman menerangkan pelaku pelaku menindaklanjuti laporan orang tua korban. 

"Tersangka dijerat Pasal 31 UU nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara," terangnya.
Share:

Cinta Terpendam, Hakim Nekat Rekam Sang Pujaan Hati Saat Mandi

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Cinta terpendam Hakim Saputra (22) terhadap AW (20), yang tak lain merupakan rekan kerjanya dirumah makan   I'am Geprek Bensu jalan jendral sudirman no 12 AB kelurahan muara dua kecamatan Prabumulih Timur mengantarkannya ke jeruji besi penjara. 

Betapa tidak, karena cinta terpendamnya itulah membuat ia nekat merekam sang pujaan hati saat tengah mandi menggunakan kamera waterproof yang ia beli seharga Rp 150 ribu. Itu ia lakukan pada 16 september lalu sekitar pukul 08.00 wib.  

Kamera tersebut ia taruh dikotak sampah disudut kamar mandi. Ia atur sedemikian rupa agar saat AW mandi, kamera tersebut dapat merekam tubuh indah sang pujaan hati. 

"Kamera aku tarok di kotak sampah pak. Jadi gambar yang dapat posisinyo dari samping," ujar pria yang merupakan Warga Dusun 1 Kelurahan karang depo Kecamatan karang depo Kabupaten Musi Rawas Utara itu, Senin (30/9). 

Usai berhasil merekam sang pujaan hati mandi dengan durasi 4 menit, hakim kemudian mencoba memindahkan memori kamera ke handphonenya. Sialnya, memori tersebut tidak terbaca di handphonenya. 

"Yolah kawan dio satu gawean dengan aku minjam memori. Nah posisi memori itu sudah dio ambek dulu baru ngomong. Ternyata memori itu tebaco. Oleh itulah aku dilaporke," ungkapnya.

Hakim mengaku iseng melakukan perbuatan yang tak terpuji itu. Itu dilakukan lantaran ia tertarik dengan AW dan rencananya video tersebut untuk konsumsi pribadi. 

"Untuk pribadi pak. Katek niat lain, apolagi nak nyebarkenyo," terangnya. 

Sementara, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya mengatakan petugas kepolisian mengamankan tersangka setelah mendapat laporan dari korban. 

"Pelaku dikenakan pasal 29 atau pasal 35 undang-undang RI No 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman 6 bulan penjara dan maksimal 12 tahun penjara," tutur Kapolres.(SN)
Share:

INTEGRITAS SEBAGAI PONDASI IDENTITAS SEORANG PENGAWAS PEMILU

SININEWS.COM - Pemilu sebagai arena pertarungan politik membutuhkan posisi penyelenggara pemilu yang independen, berintegritas dan profesional. Integritas memiliki peran penting mengingat pemilu juga memerlukan penyelenggara yang jujur, adil dan demokratis. Pada sisi yang  lain  kejujuran pemilu merupakan modal utama menghadirkan pemilu yang dipercaya publik. Persoalannya siapa yang paling utama harus berintegritas dalam pemilu?.

Para ahli banyak memberikan pengertian terhadap integritas (Integrity) salah satunya adalah pendapat Butler dalam Wasesa (2011:48) mengkonsepsikan “integritas sebagai sebuah reputasi, dalam konteks organisasi seseorang dapat dipercaya karena kejujurannya.”  

Integritas berasal dari kata latin “integrate” yang artinya memberi tempat dalam suatu keseluruhan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, integritas berarti mutu, sifat atau keaadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Bilamana sikap integritas telah dimiliki dan menjadi pondasi seorang pengawas pemilu, maka sikap tersebut merupakan identitas/karakter bagi individu pengawas. 

Identitas berasal dari bahasa Inggris, yaitu "identity" yang artinya ciri-ciri, tanda-tanda,atau jati diri. Sedangkan menurut Arnold Dashefsky, Jati diri adalah ciri-ciri yang melekat pada diri seseorang atau kelompok.

Sebuah Lembaga/ Organisasi juga harus mempunyai Jati diri, Begitu juga dengan Badan Pengawas Pemilu mempunyai Jati diri yang harus dimunculkan sehingga tampak integritas dan profesionalitas sebagai lembaga pengawasan dalam menjalankan amanah yang tertuang dalam undang-undang. Jati diri Pengawas Pemilu dapat diartikan sebagai suatu kekuatan yang dimiliki Badan Pengawas Pemilu yang ada didalam Bawaslu itu sendiri, sebagai identitas, karakter atau ciri bawaslu yang menjadi modal dasar untuk membangun suatu kelembagaan. Soliditas, Integritas, Mentalitas dan Profesionalitas (SIMP) harus tertanam dalam jiwa seorang Pengawas  Pemilu sehingga membentuk Jati Dirinya.

Soliditas dapat dimaknai bagaimana setiap individu anggota pengawas dapat menjaga kesolidan dengan sadar , bahwa kita adalah teamwork yang sama, sehingga terjalin komunikasi, koordinasi yang baik antara sesama anggota, berdiskusi dan peka terhadap persoalan yang dihadapi anggota yang lain sehingga persoalan dan kendala yang dihadapi dapat diselesaikan. Dengan demikian kita akan menjadi suatu kekuatan yang kokoh dalam menjalankan tugas bila soliditas ini terbangun dengan baik.

Integritas merupakan prinsip yang mendasar dalam pelaksanaan tugas kita, dimana prilaku dan tindakan kita sama dan konsisten. Dalam melaksanakan tugas seorang pengawas sesuai dengan asas dan prinsip kepemiluan dan peraturan yang ada, tidak tergoda dengan bujukan atau rayuan pihak-pihak  yang sedang dalam perkara melakukan pelanggaran, tetap menegakkan aturan yang ada sesuai peraturan perundangan- undangan Pemilu.

Mentalitas seorang pengawas pemilu dalam kondisi apapun harus memiliki mental yang kuat terhadap tekanan pihak-pihak yang mencederai proses demokrasi dengan melakukan pelanggaran ketentuan yang ada, pengawas juga harus teguh pendirian dalam menjalankan tugas dan kebenaran sebuah proses. Ketika dilapangan maupun dalam penyelesaian perkara yang sedang dijalani kita juga harus kuat terhadap tekanan yang mengarah sikap merusak mental dan integritas kita sebagai seorang Pengawas.

Profesionalitas sebagai pengawas pemilu harus tertanam dalam jiwa seorang pengawas, karena sebagai lembaga pengawasan harus mampu memahami dan bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu juga dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan harus jelas sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang telah diatur serta  ditetapkan undang-undang, sehingga menghasilkan kinerja yang efektif, berkualitas dan terukur.

Oleh Basrul, S.AP
Koordiv SDM, Organisasi dan Datin Bawaslu Kabupaten PALI

Share:

Puluhan Mahasiswa Prabumulih Aksi Damai hingga Gelar Yasinan Bersama

Foto : Mahasiswa membacakan tuntutan didepan Anggota DPRD

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Prabumulih gelar aksi unjuk rasa didepan Gedung DPRD Kota Prabumulih, dalam aksi damai tersebut mahasiswa menuntut Pemerintah Kota Prabumulih untuk menyampaikan tuntutan mereka yang menolak beberapa polekmik Rancangan Undang-Undang (RUU) yang saat ini menjadi kontroversi nasional, senin (30/9)

Salah satu tuntutan mahasiswa yakni menuntut agar Pemerintah dan pihak berwenang mengusut tuntas aksi penembakan mahasiswa saat berdemo di Kendari beberapa waktu lalu, menuntut penindak tegasan pembakaran hutan, Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP, Tolak RUU KPK, Tolak RUU PKS, dan Tolak RUU Pertanahan

 Foto : Puluhan mahasiswa dan polisi membacakan surat yasin didepan kantor DPRD Kota Prabumulih 
Selain aksi penuntutan RUU mahasiswa dari tiga Perguruan Tinggi Yayasan Pendidikan Prabumulih (YPP), Akademi Komunitas Negeri (AKN) dan STIE Al Furqon itu menggelar baca yasin bersama di gedung DPRD Kota Prabumulih bersama puluhan Polisi 

Sementara itu, Muhammad Wahidin Humas sekaligus ketua lembaga dakwa kampus dalam pertemuan dengan anggota DPR yang baru dilantik mengemukakan tuntutan mereka agar aspirasi mereka bisa diteruskan ke Pemerintah Pusat

Ketua DPRD Kota Prabumulih terpilih sementara Sutarno, SE menerima langsung perwakilan Masa dari Mahasiswa untuk berdiskusi mengenai tuntutan yang digaungkan yang secara tegas menolak RUU yang kontroversi dikalangan masyarakat (sn1)


Share:

Usai Gelar Yasinan, Puluhan Mahasiswa Demo Diangkut Polisi

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Usai melaksanakan demo di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, puluhan mahasiswa diangkut menggunakan mobil polisi. 

Para mahasiswa ini diberi tumpangan untuk diantarkan kembali ke titik awal demo di lapangan eks Polsek Prabumulih Timur guna mengambil kendaraan yang dititipkan dilokasi tersebut. 

"Para mahasiswa silahkan naik mobil. Nanti kami antar," ujar Ketua DPRD, Sutarno, Senin (30/10).

Aksi demo yang dilakukan mahasiswa berjalan damai dan diterima oleh Ketua dan wakil Ketua DPRD untuk menyampaikan aspirasinya di ruang rapat DPRD. 

Sementara, sebagian besar mahasiswa yang menunggu diluar memilih melakukan yasinan bersama dengan anggota kepolisian yang melakukan pengamanan. 

Seusai melaksanakan yasinan dan aspirasi yang disampaikan sudah diterima DPRD. Para mahasiswa bubar secara teratur. 
Share:

575 Anggota DPR-RI Besok Dilantik, Salah satunya Hj Sri Kustina

Jakarta, SININEWS.COM - Sebanyak 575 anggota Dewan Perwalian Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) bakal dilantik besok, Selasa (1/10) di ruang rapat paripurna Gedung DPR-MPR, termasuk Hj Sri Kustina Heri Amalindo yang mewakili Dapil Sumsel 2 dari Partai Nasdem.

Bukan hanya anggota DPR-RI, sebanyak 136 anggota DPD-RI juga bakal serentak dilantik Mahkamah Agung, termasuk ada 4 orang perwakilan DPD dari Sumsel yakni Eva Susanti, Amalia, Jialyka Maharani dan Arniza Nilawati. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts