Gelar Seminar dan Talk Show Enterpreanur, Mahasiswa FMIPA UNSRI lahirkan Produk jempolan

Foto : Dekan FMIPA Ishak Iskandar Fotbar peserta Talk Show Kewirausahaan Unsri Palembang

PALEMBANG, SININEWS.COM – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sriwijaya Palembang yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HMIK) gelar Seminar dan Talk Show Kewirausahaan dengan mengusung tema “Yang Muda Yang Berwirausaha” di Gedung Auditorium LIA Palembang, minggu (13/10)

Acara yang digelar setiap tahun itu merupakan peringatan hari jadi Fakultas MIPA yang ke-30 tahun dengan acara bertajuk Enterpreanur Day yang menggalakan semangat anak muda kreatif dengan berwirausaha

“kita berusaha menyiapkan dan membentuk wirausahawan muda dari mahasiswa Unsri untuk menciptakan pengusaha baru dengan tujuan mampu bersaing didunia bisnis selepas kuliah” ucap Ishak Iskandar Dekan FMIPA Unsri Palembang saat dibincangi disela acara 
SIMAK VIDEONYA DISINI
Ishak menambahkan jika saat ini lebih dari 25 produk hasil karya mahasiswa unsri telah berhasil ditampilakan diacara talk show dibeberapa pagelaran dan bahkan menjadi pembangkit ekonomi dari mahasiswa itu sendiri

Berbagai macam produk tampak terlihat dari Talk Show Market Day itu diantaranya Dendeng Daun Singkong yang memiliki varian rasa original dan spicy, tak hanya itu produk unggulan dari mahasiswa Fakultas MIPA itu seperti Sabun Pepaya, Budidaya ikan kakap, Sate Taichan Kasep dan masih banyak lagi produk-produk ang terlahir dari ide mahasiswa Universitas Sriwijaya

Irni Octaviani salah satu mahasiswa FKIP Bahasa Inggris UNSRI yang menjajakan produk Dendeng Daun Singkong menjadi salah satu produk andalan dan mampu meraup keutungan hingga ratusan ribu rupiah dengan harga yang relatife cukup murah yakni dipatok seharga Rp.10 ribu per 100 gramnya

Tak hanya enak untuk menjadi cemilan kata Rini, Dendeng ini juga mampu mengurangi penyakit asam urat dan dalam pengemasan produk mahasiswa FKIP Bahasa Ingrris ini mampu bertahan hingga dua bulan

“tidak hanya enak kak kami juga membantu mengurangi penyakit asam urat dan kita tidak mengunggunakn bahan kimia” katanya (sn1)

Share:

Sebelum Pali Terbentuk Heri Amalindo Sudah Mengurus Masyarakat PALI

PALI,SININEWS.COM - Meskipun sudah menginjak tahun ketujuh dipercaya memimpin kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, namun kiprah Heri Amalindo sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat PALI jauh sebelum Pali terbentuk.

"Sebelum Pali terbentuk dan masih menjabat Kepala Dinas PU propinsi sudah menunjukkan perhatiannya terhadap masyarakat kabupaten PALI" terang Firdaus Hasbullah SH, tokoh Pergerakan Pemuda Kabupaten PALI.

Menurut Firdaus, perhatian ini dibuktikan dengan dibangunnya beberapa jembatan tua dijalur jalan propinsi dan peningkatan jalan propinsi yang ada di kabupaten PALI.

Bukan itu saja, Firdaus juga menyatakan kekagumannya kepada Heri Amalindo yang dianggap Firdaus telah total membaktikan diri kepada masyarakat.

"Saking cintanya beliau kepada masyarakat, Heri Amalindo bahkan tidak sungkan mengeluarkan dana dari kantong pribadi demi membantu masyarakat. Tidak jarang saat mendengar warga yang sakit atau perlu bantuan beliau tidak sungkan membangu. Ini sosok pemimpin langka" tambah Firdaus.

Satu hal yang membuat Firdaus kagum adalah, komitmen Heri Amalindo dalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda. Pemberian beasiswa bagi mahasiwa berprestasi menjadi salah satu bukti.

"Adik-adik mahasiswa sekarang dapat beasiswa, ini bukti perhatian pak Heri. Belum lagi setiap tahun 100 pelajar dikirim study tour ke tiga negara guna meningkatkan wawasan. Boleh dicari, kabupaten mana di Indonesia ini yang berani bikin terobosan seperti ini" tegas mantan aktifis HMI ini.

Saat ditanya, persoalan air bersih yang menjadi kendala masyarakat. Menurut Firdaus aset PDAM baru satu bulan diambil alih dari Muara Enim, jelas butuh waktu. Dan Perumdam Tirta Pali Anugerah harus diberikan waktu untuk bekerja.

"Pembanguan water intake baru di Muara Sungai saat ini sedang dikerjakan. Kalau itu sudah selesai, masyarakat Pendopo tidak lagi kesulitan air bersih. Namanya pembangunan butuh waktu lah" tukasnya (sn) 
Share:

Amukan api di jalan Gunung Kemala putuskan kabel PLN, Kebun warga hangus terbakar

Foto : Tim pemadam kebakaran berusaha menjinakan amukan api di lahan kebun karet warga di Jalan lintas Gunung Kemala

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Api kembali membakar lahan kebun karet di jalan Gunung Kemala tepatnya di jalan Garin Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Utara, minggu (13/10)

Amukan api tak hanya membakar puluhan lahan namun juga membakar kabel listrik milik PT.PLN dan memercikan api yang cukup besar

Api diketahui bermula dari tepi jalan Gunung Kemala yang terus menjalar ke beberapa kebun karet milik warga

Hingga berita ini diturunkan warga sekitar saling bantu memandamkan api dengan alat seadanya dan telah meminta bantuan ke tim Pemadam Pemerintah Kota Prabumulih dan PT.Pertamina Ep Asset 2 Prabumulih

“kita sudah menghubungi tim kebakaran ini masih dalam perjalanan” Ucap Pardono Bhabinkamtibmas Gunung Kemala yang dibantu Arizal Bhabinkamtibmas Payuputat

Dari informasi dilapangan dua unit Mobil Pemadam Kebakaran sudah tiba dilokasi dan mencoba memadamkan amukan api

“Listik mati total untuk wilayah Gunung Kemala, bagi warga yang melintas harap berhati-hati karena kabel PLN masih menimbulkan api” himbau Pardono (sn1)

Share:

Isu Ada Bakso Mengandung Babi, Begini Keterangan Dinkes PALI

PALI,SININEWS.COM - Warga Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan isu adanya salah satu penjual bakso yang mencampur dengan daging babi melalui pesan whatsapp berantai. Tentu isu tersebut membuat gaduh warga terutama penggemar bakso.

Untuk mengetahui kebenaran itu, media ini menghubungi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Mudakir pada Minggu (13/10).

Dari pesan whatsapp Plt Kadisnkes bahwa pihaknya telah mengecek dan memeriksa kandungan bakso pada salah satu penjual bakso di kota Pendopo.

"Dinkes sudah melakukan pemeriksaan sesuai tupoksi kami yaitu pemeriksaan BTM atau bahan tambahan makanan seperti formalin, borax dan rodamin. Namun kalau untuk makanan yang mengandung babi sepertinya dari dinas peternakan," ungkap Mudakir.

Hasil pemeriksaan tersebut disampaikan Mudakir bahwa seluruhnya negatif, artinya bakso itu aman dikonsumsi.

"Dan hasil pemeriksaan BTM formalin, borax maupun rodamin selurunya negatif," tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah mengatakan bahwa untuk menjawab isu tersebut pihanya segera turun tangan.

"Segera kita tindak lanjuti agar masyarakat tenang," singkatnya.

Sementara dari penelusuran beberapa awak media yang bertugas di Bumi Serepat Serasan, toko bakso dimaksud sudah tutup hampir setengah bulan lalu, serta terlihat tidak ada aktivitas disana.

"Katanya mudik, dan ada kerabatnya yang lagi hajatan. Kami tidak tahu kalau penjual bakso itu mencampur baksonya dengan daging babi," kata salah satu pedagang disamping toko bakso tersebut. (sn)
Share:

Genjot PAD dari Sektor PBB, Bapenda PALI Bentuk Tim Gedor Wajib Pajak

PALI, SININEWS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyebut bahwa kesadaran masyarakat untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbilang masih rendah, sebab hingga pertengahan Oktober 2019 ini, perolehan PBB dari target Rp 1,6 M hanya terealisasi baru mencapai 41 persen. 

Padahal diungkapkan Amrullah, Kepala Bapenda PALI bahwa edaran dan SPT sudah disebar sejak April 2019 lalu, dimana seharusnya warga sebagai wajib pajak telah menyetor PBBnya.

"Kita sudah sampaikan SPT melalui kepala desa, namun kesadaran masyarakat sepertinya masih rendah," ungkap Amrullah,Minggu (13/10).

Untuk mengenjot pendapatan daerah melalui sektor PBB, dikatakan Amrullah pihaknya membentuk Tim yang melibatkan seluruh OPD.

"Tim bersama optimalisasi pendapatan daerah ini kita bentuk dari unsur seluruh OPD agar masing-masing OPD terlibat langsung dalam mendorong peningkatan PBB. Dan melalui tim ini kita bakal jemput bola terhadap wajib pajak," katanya. 

Bagi pengemplang pajak, ditegaskan Amrullah untuk saat ini hanya diberikan sanksi denda keterlambatan. 

"Belum ada aturan yang menindak tegas bagi pengemplang pajak atau warga pajak yang lalai membayar pajaknya. Hanya denda 2 persen untuk setiap keterlambatan. Namun, ketika warga bersangkutan mengurus kredit ke pihak Bank, tidak akan dipenuhi apabila tidak membayar PBBnya," urainya. 

Diakui Amrullah, masih rendahnya pendapatan dari sektor PBB tidak dialami dari sektor BPHTB, dimana hingga oktober ini telah melebihi target. 

"BPHTB targetnya Rp 650 juta, sudah lebihi target, begitu juga dari pajak Galian C, yang telah mencapai titik maksimal," tandasnya. 

Bapenda juga dalam waktu dekat ini bakal menggelar Pekan pajak dengan tujuan merangsang masyarakat untuk lebih berpartisipasi dalam pembangunan yang saat ini tengah gencar dilakukan Pemkab PALI dengan cara taat dan tepat waktu dalam membayar pajaknya. 

"Kita rencanakan akhir November ini kita gelar Pekan pajak, kita akan undang seluruh masyarakat. Dan pada kegiatan itu kita akan lakukan doorprize bagi yang telah membayar PBB atau pajak lainnya dengan hadiah senilai Rp 5 juta, agar bisa memotivasi warga lainnya," harap Amrullah. (sn)
Share:

Soal Kisruh Tapal Batas, Walikota Tak Keberatan Wilayah Prabumulih masuk Ke Muara Enim

Foto : Walikota Prabumulih Ir.Ridho Yahya saat diwawncarai awak media usai pelantikan dan pengambilan sumpah janji pimpinan DPRD Kota Prabumulih

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Polekmik Penegasan Tapal Batas antara Kabupaten Muara Enim dengan Prabumulih takkan pernah usai, hal tersebut diungkap Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM saat diwawancarai disela acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah janji Pimpinan DPRD Kota Prabumulih diruang rapat Paripurna, jumat (11/10)

Ridho mengatakan jika saat ini Pemerintah Kota Prabumulih sudah menyurati hal tersebut namun dirinya berpendapat jika Prabumulih merupakan anak dari Muara Enim yang harusnya berterima kasih atas pemberian wilayah oleh Muara Enim

“kita kan tangan dibawah jadi kita terima apa yang mereka (Muara enim.red) berikan ke kita” Ucapnya

Dalam wawancara itu Walikota Beranggapan tidak perlu memiliki wilayah yang besar jika masyarakatnya tidak sejahtera

“untuk apa sih wilayah besar, yang penting itu kesejahteraan masyarakat, nah mereka (masyarakat.red) masih menggunakan pola pendekatan lama, yaitu pola SDA” tambahnya

Pola pendekatan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimaksud dimana banyak sumber SDA kalau bisa menjadi wilayah Prabumulih dengan demikian Sumber Daya Alam yang memiliki aset besar dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah, namun hal tersebut merupakan cara lama, kata Ridho

Orang nomor satu di Kota Nanas itu juga menyarankan jika wilayah Prabumulih ada yang dekat dengan Wilayah Kabupaten Muara Enim untuk mempersilahkan ke wilayah tersebut

“kito kalau ada Prabumulih agak dekat dengan Muara Enim, ambil lah muara enim, yang penting dia pelayanan untuk masyarakatnya lebih cepat” tegasnya

Sementara itu, Ketua Koalisi Masyarakat Gunung Kemala (KMGK) Mat Yunus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan Pemerintah seharusnya tegas dengan permasalahan ini jangan membiarkan batas yang dipertahankan Masyarakat menjadi polemik

“itu bukan omongan seorang walikota, batas yang jadi permasalahan itu merupakan batas yang sudah di sahkan oleh Pemerintah pada waktu Prabumulih pisah dengan Muara Enim”

Perlu diketahui tapal batas yang saat ini jadi polemik merupakan pergeseran yang kedua kalinya yang awalnya terletak di Lebung Kure dan saat ini begerser ke arah Stasiun Pengumpul (SP) 7 PT.Pertamina dengan kata lain sekitar 2 kilometer wilayah muara enim telah menggeser Wilayah Prabumulih

“kita akan melakukan musyawarah, dan akan melakukan perlawanan dengan berunjuk rasa menuntut Pemerintah Prabumulih secara tegas menyelesaikan permasalahan ini” tegasnya (sn1)

Share:

Video Detik-Detik Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Oleh Orang Tidak Dikenal


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Menkopolhukam Wiranto dikabarkan ditusuk orang tidak di kenal di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019)

Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.

Wiranto yang baru keluar dari mobil tiba-tiba ditusuk orang tidak dikenal dari arah samping kiri mobil. Usai kejadian itu Wiranto langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Pantauan di RSUD Berkah Pandeglang, Wiranto langsung dirawat di Ruang Unit Gawat Darurat. Di sekitar lokasi terlihat banyak polisi yang berjaga di ruangan.

Selain tim medis Bupati Pandeglang Irna Narulita terlihat juga memasuki ruangan, sedangkan di luar ruangan mobil ambulans tampak bersiaga.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi terkait kejadian ini. (sn1/imo)
Share:

Calon Front Office Disdukcapil PALI Lalui Penjaringan, Ini Yang Dinilai Tim Penguji

PALI,SININEWS.COM - Sebanyak 35 orang calon pegawai Front office yang bakal bertugas di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (10/10) menjalani tes penjaringan di Aula Kantor Bupati PALI, dengan tim penguji langsung didatangkan Disdukcapil Provinsi Sumatera Selatan.

Dikatakan Rismaliza, Kepala Disdukcapil kabupaten PALI bahwa penjaringan dilakukan karena banyaknya pelamar setelah lowongan kerja sebagai front office dibuka pihaknya.

"Ada 35 pelamar yang mengirim berkas pendaftaran, tetapi saat tes, hanya ada 28 orang. Dari 28 orang, nantinya yang diterima 2 orang untuk bertugas pada Disdukcapil sebagai front office," ungkap Rismaliza.

Untuk pemberian honor pegawai front office, dijelaskan Rismaliza bahwa bersumber dari APBN.

"Kita hanya menjaring, untuk pemberian honor dari pemerintah pusat, kemudian setelah ada dua orang yang memenuhi kriteria, kita ajukan dan SK kan. Hasil tes ini akan diumumkan minggu depan," tukasnya.

Sementara itu, Hermince Angela salah satu penguji yang saat ini menjabat Kasi Kerjasama dan informasi layanan Disdukcapil Provinsi Sumatera Selatan mengemukakan bahwa ada dua tahap tes yang harus dilalui pelamar.

"Yang terpenting adalah berpenampilan menarik, karena sebagai front office, mereka pegawai paling depan dalam pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kita nilai skill, attitude,  pengetahuan tentang Capil, sikap dan etika, mengidentifikasi masalah serta mengatasinya. Hasil dari kami hari ini juga langsung kita sampaikan ke Disdukcapil PALI yang selanjutnya, pihak Capil PALI menyampaikan ke peserta dua orang nama yang masuk kriteria," tandasnya. (sn) 
Share:

Kain Tabak, Hasil Karya Tenun Warga Desa Bumi Ayu Terancam Punah

Foto : Kain Tabak yang masih tersisa, dan saat ini di pemarkan di Pekan Kebudayaan Nasional Jakarta

PALI,SININEWS.COM -  Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. Kearifan lokal biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut. Namun saat ini, kearifan lokal sudah banyak tersisih dengan kemajuan jaman dan ada diantaranya nyaris bahkan sudah punah.

Salah satunya yang terjadi di Bumi Serepat Serasan. Kabupaten muda hasil dari pemekaran Kabupaten Muara Enim tersebut memiliki banyak budaya dan adat istiadat yang menjadi ciri khas dan tidak dimiliki daerah lain, namun keberadaannya saat ini sudah tidak tampak lagi ditampilkan atau dipertontonkan di depan umum.

Seperti tari Dundang dan kain Tabak, kesenian asal daerah Lematang Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, yang saat ini nyaris punah. Dimana kain Tabak ini tidak bisa dipisahkan dengan tari Dundang, karena kain Tabak merupakan pakaian khas yang dipakai penari ketika menari.

Diceritakan Saprin, Kepala Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang bahwa kain Tabak saat ini hanya tersisa satu, itu pun keberadaanya bukan lagi ada di Tanah Abang melainkan sudah berada di daerah tetangga  yakni di Kota Prabumulih.

"Dahulu dari cerita nenek kami, kain Tabak ini ditenun warga Bumi Ayu dan Tanah Abang terutama daerah bantaran Sungai Lematang. Dibuat dari benang berkualitas dari serat kayu dan benang emas. Motifnya sangat unik dan tidak dimiliki daerah lain. Tapi saat ini hanya tinggal satu," ungkap Saprin.

Nasib kain Tabak dialami juga tari Dundang. Tarian khusus menyambut raja-raja itu keberadaanya sudah lama tidak muncul dikhalayak umum.


"Tari Dundang lama tidak ditampilkan, dan kami selaku pemerintah desa terus mencari penari yang masih hidup agar menelurkan ke generasi saat ini. Saat menarikan tari Dundang, penari wajib memakai kain Tabak," tukasnya.

Semangat membangkitkan kembali tari Dundang dan kain Tabak diakui Saprin bertambah dengan kabar masih adanya alat tenun yang masih tersimpan di rumah warga DesaTanah Abang Utara bahkan penenun kain Tabak masih hidup.

"Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menghidupkan kembali tari Dundang dan pembuatan kembali kain Tabak. Penenun meski usianya sudah lanjut usia, beliau siap mengajarkannya termasuk tari Dundang," kata Kades.

Dikatakan Kades bahwa meski terancam punah, namun pemerintah pusat telah mengakui kain Tabak dan tari Dundang merupakan peninggalan kuno asli Desa Bumi Ayu.

"Ya, berkat masih adanya sehelai kain Tabak, Desa Bumi Ayu dipanggil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk wakili Sumsel bahkan di pulau Sumatera hanya PALI dan Aceh yang tampil pada Pameran Desa Pemajuan Kebudayaan pada Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta. Artinya PALI khsuusnya Desa Bumi Ayu salah satu desa yang memiliki kearifan lokal yang masih terjaga dan harus dilestarikan bahkan dibangkitkan kembali," tandasnya.

Sementara itu, Yunimawati, Plt Kepala Disbudpar PALI melalui Kabid Kebudayaan, Felomina Emawati menjelaskan bahwa kain tenun Tabak sudah punah, kain tabak merupakan pakaian atau kostum khas tari dundang, dulu merupakan hasil karya tenun masyarakat desa bumi ayu,
Warisan budaya tenun songket ini bisa disimak dari pakaian yang menyelimuti arca arca yang ada di komplek percandian Bumi Ayu.

"Saat ini hanya ada satu satunya kain tenun Tabak yang masih terawat dengan baik. Dan alat tenun masih ada di desa tetangga yakni desa Tanah Abang Utara, dan masih ada satu warga yang bisa menenun tabak serta siap mengajarkannya. Aset itu bakal kita gali kembali agar keberadaan tari Dundang dan kain Tabak bukan hanya dongeng semata, tetapi benar-benar ada serta bisa ditampilkan kembali," jelas Ema.

Diketahui bahwa Desa Bumi Ayu berada pada meander Sungai Lematang yang berhulu di Bukit Barisan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, wilayah ini dikelilingi berbagai industri besar seperti Migas, kelapa sawit, batu bara dan pengolahan kayu untuk dijadikan bubur kertas.

Meskipun demikian, 90 persen warga Bumi Ayu masih bekerja sebagai petani karet. Jejak peradaban desa ini dapat ditelusuri dari keberadaan Candi bumi ayu.

Catatan tentang candi bumi ayu ini pertama kali muncul tahun 1864 oleh EP Tombrink dalam hindoe Monumenten in de Bovenlanden Van Palembang yang menyebutkan dalam kunjungannya di daerah Lematang ulu terdapat sisa runtuhan bangunan kuno peninggalan hindu beserta peninggalan purbakala penting lainnya.

Arus kebudayaan masyarakat Bumi Ayu bertemu dengan pengerukan bumi dan seluruh hasil diatasnya. Betapapun ditengah krisis ekologi yang dihadapi, masyarakat desa ini masih memiliki kearifan ekologis. Misalnya warga desa secara umum meyakini agar tidak mengajak tamu atau orang asing ke sungai disaat kemarau saat Sungai mengering. Ada juga larangan dalam hukum adat tidak dibenarkan menebang batang kayu, jenis Kelutum, unglen, kulim, dan tembesu (pohon-pohon tersebut tidak ada lagi). Berbagai kearifan tersebut penting untuk dikaji lebih jauh korelasi dan maknanya dengan ruang hidup yang didiami warga.

Adat istiadat bahasa seni tari, musik, silat, kerajinan, mitos, manuskrip-manuskrip dan kitab hukum adat menjadi kekayaan kultural desa bumi ayu yang masih terpendam. Beberapa diantaranya hilang keberadaannya. Seperti tari Dundang, dan songket /kain Tabak yang merupakan pakaian khusus yang dikenakan oleh para penari.

Sejalan dengan UU no 6 tahun 2014 tentang Desa dan UU kebudayaan no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, para pemuka adat, perangkat desa, warga masyarakat berusaha merumuskan rencana pembangunan desa yang berhulu kebudayaan mengerucutkan gagasan untuk mencari cara guna menemukan ekosistem objek pemajuan kebudayaan. (sn)
Share:

Terkait Pencemaran Lingkungan Oleh PT.GHEMMI, Wawako Prabumulih Geram dan Janji Usut Tuntas

Foto : Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH saat diwawancarai di ruangannya di Gedung Pemkot Prabumulih

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Sejumlah Masyarakat ditiga Wilayah kembali datangi Kantor DPRD dan Pemerintah Kota Prabumulih yakni Desa Dangku, Gunung Kemala dan Payuputat, rabu (8/9)

Kedatangan puluhan masyarakat tersebut kembali menagih janji perusahaan yang akan mengganti rugi limbah yang dihasilkan oleh PT.GHEMMI di Desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim

Diketahui, perusahaan Pembangkit Listrik asal China itu mengakibatkan pencemaran lingkungan berupa air asam tambang yang dialiri oleh Tambang Terbuka PT.Lematang Coal Lestari (LCL) yang merupakan Subcontrak perusahaan PLTU Guo Huo Musi Makmur Indonesia

“kasus ini sudah kita laporan sejak tahun 2011 lalu, hingga saat ini pihak perusahaan belum ada itikad baik kepada masyarakat yang terkena dampak limbah batubara” Ucap Azhari Ketua aksi dari Payuputat 
Foto : Azhari tokoh Masyarakat Payuputat
Limbah batubara yang mengalir kebeberapa sungai diwilayah pemukiman warga itu tak bisa digunakan lagi, bahkan sebagian kebun karet warga mati akibat air asam tambang perusahaan

Sebelumnya, Azhari menambahkan jika ditahun 2014 lalu pihaknya kembali menagih janji perusahaan dengan mendatangi kantor DPRD Kota Prabumulih hingga mendatangi kantor Gubernur

“kita sudah menyurati Gubernur, dalam isi surat itu Gubernur Sumsel menghimbau kepala Daerah yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan polemik ini, bahkan akan disanksi pencabutan izin” tegasnya usai Audensi dengan Anggota DPRD tadi pagi
Foto : Dampak limbah perusahaan PT.GHEMMI di Desa Gunung Raja Kab.Muara Enim
Dalam pertemuan tersebut pihak DPRD hanya memberikan saran untuk menyurati Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi hingga Kementerian

Usai melakukan penuntutan rombongan pencari keadilan ini kembali datangi Kantor Pemerintah Kota Prabumulih (Pemkot) diruang Walikota

“Kasus ini harus segara dituntaskan, enak saja Pemerintah Muara Enim menikmati hasilnya sedangkan warga Prabumulih menikmati dampaknya” tegas Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri 

Tak hanya itu Orang nomor dua di Kota Nanas itu geram dengan perusahaan tambang tersebut yang tak memperhatikan lingkungan sekitar khususnya wilayah Prabumulih
“saya tegaskan kasus ini akan saya sampaikan ke pihak Provinsi” lanjutnya

Dalam pertemuan itu Wawako juga menegaskan masyarakat untuk secara serius memperjuangkan hak yang sekarang dituntut

“jangan main-main kalau mau berjuang, kalian berani bersumpah untuk tidak tergiur dengan tawaran perusahaan diluar tuntutan” ucap Fikri yang mengingatkan warganya

Beberapa tuntutan warga yakni Menormalisasi sungai-sungai yang tercemar, mengganti rugi tanaman pohon karet warga yang mati akibat air asam tambang, dan memberikan kompensasi berupa tenaga kerja (sn1)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts