Ajang Putra-putri Sriwijaya, Bujang PALI Tembus Lima Besar

Foto. Delfi saat tujukkan aksinya


PALI,SININEWS.COM - Ajang pemilihan Putra-putri Sriwijaya dimana puncak grand final digelar pada Sabtu malam (12/10) lalu di hotel Harper Palembang menyisakan cerita menarik, dimana Delfi Ariansyah  perwalian Bujang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mampu mencuri perhatian juri dan penonton serta berhasil menyabet 5 besar atau juara harapan II Putra Sriwijaya.

Sedangkan Dina Samei, perwakilan gadis PALI memboyong juara Persahabatan Putri Sriwijaya. Tentu saja, prestasi tersebut menambah harum nama Kabupaten PALI yang bergema di hotel Harper ketika nama Delfi dan Dina disebut menjadi salah satu pemenang pada ajang tahunan yang diikuti 17 Kabupaten/kota se-provinsi Sumatera Selatan.

"Warga PALI patut bangga, karena anak-anak kita telah berhasil menembus lima besar ajang tahunan di provinsi Sumatera Selatan. Sebab tidak mudah mengalahkan daerah lain yang tentunya lebih maju dari PALI yang usia kabupaten kita baru enam tahun jalan," ungkap Yunimawati, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PALI, Senin (14/10).

Keberhasilan itu diakui Bunda Wati, sapaan Kepala Disbudpar PALI selain kemampuan Delfi dan Dina juga berkat dorongan dan dukungan serta support seluruh elemen masyarakat.

"Terkhusus support dari pak Bupati yang terus menyemangati Delfi dan Dina agar percaya diri dan tidak mudah menyerah. Pasca kegiatan pemilihan putra-putri Sriwijaya, dari Disbudpar tetap akan melakukan pendampingan serta tetap akan dibina agar Delfi dan Dina bisa maksimal menjadi duta wisata di PALI juga sebagai pemenang juara harapan II Putra Sriwijaya serta Persahabatan Putri Sriwijaya tahun 2019," tandas Bunda Wati.

Terpisah, Delfi Ariansyah mengemukakan terimakasihnya kepada Pemkab PALI yang telah mendorong dirinya tampil pada ajang bergengsi tersebut.

"Awalnya aku minder, tapi berkat dorongan Pemkab melalui Disbudpar kami berupaya menghilangkan perasaan itu dan tampil maksimal yang alhamdulillah meski jadi juara harapan II, tetapi kami bisa buktikan bahwa PALI mampu bersaing di kancah provinsi," kata Delfi. (sn)
Share:

Asap Pekat Selimuti PALI


PALI,SININEWS.COM -  Kebakaran lahan kian menjadi beberapa hari terakhir ini, akibatnya asap pekat mulai selimuti hampir seluruh wilayah Bumi Serepat Serasan sejak Minggu (13/10) menjelang malam sampai Senin pagi (14/10).

Warga pun mengeluhkan hal itu, sebab akibat asap tersebut selain mengganggu aktivitas juga mengintai kesehatan warga.

"Mata perih dan sesak napas tentu kami rasakan sejak kemarin sore," keluh Yupantri, salah satu warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Senin (14/10).

Yupantri juga mengecam warga yang sengaja membakar lahan demi kepentingan pribadi. "Asap muncul karena ada api, dan tidak mungkin api datang sendiri, pasti ada kesengajaan. Kami doakan meski tidak tertangkap tangan oleh pihak berwajib, tapi balasan setimpal pasti dirasakan pelakunya karena sudah membuat susah orang banyak," tandas Yupantri.

Sementara itu, Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyebutkan pada Minggu (13/10) titik api terdeteksi ada 20 titik, dimana paling banyak ada di Kecamatan Abab.

"Kemarin kita sampai malam untuk lakukan pemadaman, titik api paling banyak di Kecamatan Abab yakni ada 7 titik, dimana 5 titik diantaranya ada di wilayah Desa Tanjung Kurung," terang Junaidi.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Mudakir pihaknya bakal segera membagikan masker untuk antisipasi ISPA.

"Yang paling terdampak asap adalah wilayah Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Desa Air Itam Kecamatan Penukal, Desa Pengabuan, Tanjung Kurung dan Betung. Kita akan kerahkan petugas puskesmas untuk bagikan masker," kata Mudakir. (sn) 
Share:

Asap Kembali Selimut Wilayah Sumsel, Sejumlah Sekolah Diliburkan

PALEMBANG, SININEWS.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu aktivitas masyarakarat. Salah satunya aktivitas pendidikan harus diliburkan di Kota Palembang, Sumatera Selatan hari ini, Senin (14/10). Asap akibat karhutla menyebabkan aktivitas pendidikan diliburkan.

Melalui pesan digital, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang menginstruksikan kegiatan belajar mengajar di tingkat paud, TK, SD dan SMP negeri dan swasta diliburkan hingga batas yang belum ditentukan. Kegiatan belajar diliburkan sejak hari ini (14/10) karena asap yang mengganggu dan membahayakan masyarakat. Pantauan BNPB, kualitas udara dilihat dari indikator PM 2,5 pagi ini di wilayah Sumatera Selatan mencapai pada tingkat berbahaya atau pada angka 921. Kualitas udara tersebut seiring dengan jumlah titik panas atau _hot spot_ di wilayah itu hingga mencapai 691 titik, atau tertinggi di antara wilayah lain, seperti Riau, Jambi dan beberapa wilayah Kalimantan.

Penanganan darurat di wilayah Sumatera Selatan masih terus berlangsung hingga kini. BNPB mengerahkan 7 helikopter untuk melakukan pengeboman air atau _water-bombing_. Air yang digunakan untuk pengeboman sudah mencapai 66 juta liter air, sedangkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) telah mengelontorkan sekitar 14 ribu garam (NaCl). Operasi udara ini didukung juga personel darat gabungan mencapai lebih 8.000 personel. 

Data BNPB per 14 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB mencatat jumlah titik panas mencapai 1.184. Pantauan titik panas berdasarkan citra satelit modis-catalog Lapan dalam 24 jam terakhir. Dilihat dari sebaran titik panas di wilayah Sumatera, arah angin pada umumnya mengarah dari tenggara ke barat laut. Arah sebaran asap di Sumatera Selatan menyebar ke arah barat laut. Terpantau titik panas berada di wilayah-wilayah, seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin.

BMKG merilis citra sebaran asap pada hari ini tidak terdeteksi adanya _transboundary haze_ atau asap yang melewati batas negara. Data tersebut diambil dari citra satelit Himawari pada hari ini (14/10). Dari citra satelit itu, terpantau persebaran asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan.   

Sementara itu, KLHK mencatat kualitas udara dengan parameter PM 2,5 di beberapa wilayah menunjukkan tingkat yang memburuk. Kualitas udara Jambi menunjukkan angka 235 sangat tidak sehat, Kalimantan Tengah 102 tidak sehat, Kalimantan Selatan 174 sangat tidak sehat dan Riau 51 atau tidak sehat. Sedangkan sebaran titik panas di beberapa wilayah sebagai berikut, Sumatera Selatan berjumlah 691 titik, Kalimantan Tengah 230 titik, Jambi 117, Kalimantan Selatan 28, Riau 16 dan Kalimantan Barat 12.  (sn1)

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB
Share:

Diduga Minim Sosialisasi, Acara Kominfo PALI Sepi

PALI,SININEWS.COM - Kegiatan Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Pembangunan Daerah yang digelar Senin (14/10) di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo yang seharusnya diikuti seluruh OPD, Camat dan perangkat desa rupanya tidak seperti yang diharapkan dan kegiatan tersebut terlihat sepi.

Setelah Bupati PALI yang diwakili Asisten II, Husman Gumanti mengabsen satu per satu undangan, diketahui ada 10 OPD yang tidak hadir pada kegiatan tersebut, padahal menurut Asisten II kegiatan itu sangat penting dalam penyampaian data dan informasi terkait pembangunan daerah.

Tentu sepinya kegiatan tersebut dipertanyakan sejumlah elemen masyarakat, termasuk awak media yang meliput kegiatan tersebut.

Lantaran menurut Harmoko, salah satu awak media yang juga menjabat sekretaris PWI PALI bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) selama ini tidak pernah melibatkan media dalam menyampaikan informasi-informasi yang seharusnya disebarkan.

"Sepinya kegiatan itu diduga Kominfo kurang sosialisasi, terlebih setiap ada kegiatan yang saya tahu tidak pernah libatkan media," ungkap Harmoko.

Padahal ditegaskan Harmoko, bahwa Kominfo dan media massa saling terkait untuk berbagi informasi.

"Kedepan kami berharap, Kominfo bisa jalin komunikasi dengan seluruh awak media agar informasi terutama tentang kemajuan pembangunan pemerintah kabupaten PALI bisa menyebar sampai ke pelosok desa," harap Harmoko.

Sementara itu, Asrohi Kepala Diskominfo PALI menyangkal kalau pihaknya kurang sosialisasi, sebab undangan acara tersebut sudah disebar ke seluruh instalasi terkait. Untuk merangkul media massa, pihaknya berjanji bakal segera merancang mekanismenya.

"Kita bakal rancang, bentuk kerja sama dengan media massa," katanya. (sn)
Share:

Kumpulkan Rp 18 Juta untuk Wamena, yang Belum Nyumbang Bisa Datang Kesini

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Puluhan pemuda Islam Kota Prabumulih gelar aksi solidaritas penggalangan dana untuk masyarakat Wamena di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pasar 1 tepatnya di depan Masjid Nur Arafah, Jumat Lalu. 

Penggalangan dana Wamena ini didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, NU, FKAM, Ikadi, dewan dakwah, Pondok Syuratul Quran, FBI, KGC, MM, dan ormas Islam lainya. 

Kegiatan ini satu rangkaian dengan acar Tablig Akbar Buya H Jel Fatullah, lc yang merupakan salah satu tokoh forum masyarakat minang. Acara ini digelar 1 hari 2 malam dan didukung oleh ikatan keluarga minang dan kepolisian. 

Koordinator Lapangan, Adhanahar Dian Jaya mengatakan dari penggalangan dana yang dilakukan terkumpul uang sebanyak Rp 18 juta. 

"Insyaallah masih akan terus bertambah dari masyarakat yang berkomitmen akan memberikan donasi yang pada saat acara belum berkesempatan menyumbang," ujarnya, Senin (14/10).

Dana yang terkumpul, nantinya akan disalurkan melalui relawan WHC (divisi kemanusiaan Majelis Mujahidin) yang bertugas di Wamena. 

"Dana Insya Allah akan disalurkan langsung kesana," ungkap Dian begitu ia disapa. 

Dalam aksi penggalangan dana Wamena itu, pihaknya menerjunkan sebanyak 50 relawan. Nah, bagi masyarakat yang belum berkesempatan memberikan donasi, jangan berkecil hati. 

"Donasi dapat disalurkan ke toko Prabu Komputer dan Laznas Dewan Dakwah,"  terangnya.
Share:

Gelar Seminar dan Talk Show Enterpreanur, Mahasiswa FMIPA UNSRI lahirkan Produk jempolan

Foto : Dekan FMIPA Ishak Iskandar Fotbar peserta Talk Show Kewirausahaan Unsri Palembang

PALEMBANG, SININEWS.COM – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sriwijaya Palembang yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HMIK) gelar Seminar dan Talk Show Kewirausahaan dengan mengusung tema “Yang Muda Yang Berwirausaha” di Gedung Auditorium LIA Palembang, minggu (13/10)

Acara yang digelar setiap tahun itu merupakan peringatan hari jadi Fakultas MIPA yang ke-30 tahun dengan acara bertajuk Enterpreanur Day yang menggalakan semangat anak muda kreatif dengan berwirausaha

“kita berusaha menyiapkan dan membentuk wirausahawan muda dari mahasiswa Unsri untuk menciptakan pengusaha baru dengan tujuan mampu bersaing didunia bisnis selepas kuliah” ucap Ishak Iskandar Dekan FMIPA Unsri Palembang saat dibincangi disela acara 
SIMAK VIDEONYA DISINI
Ishak menambahkan jika saat ini lebih dari 25 produk hasil karya mahasiswa unsri telah berhasil ditampilakan diacara talk show dibeberapa pagelaran dan bahkan menjadi pembangkit ekonomi dari mahasiswa itu sendiri

Berbagai macam produk tampak terlihat dari Talk Show Market Day itu diantaranya Dendeng Daun Singkong yang memiliki varian rasa original dan spicy, tak hanya itu produk unggulan dari mahasiswa Fakultas MIPA itu seperti Sabun Pepaya, Budidaya ikan kakap, Sate Taichan Kasep dan masih banyak lagi produk-produk ang terlahir dari ide mahasiswa Universitas Sriwijaya

Irni Octaviani salah satu mahasiswa FKIP Bahasa Inggris UNSRI yang menjajakan produk Dendeng Daun Singkong menjadi salah satu produk andalan dan mampu meraup keutungan hingga ratusan ribu rupiah dengan harga yang relatife cukup murah yakni dipatok seharga Rp.10 ribu per 100 gramnya

Tak hanya enak untuk menjadi cemilan kata Rini, Dendeng ini juga mampu mengurangi penyakit asam urat dan dalam pengemasan produk mahasiswa FKIP Bahasa Ingrris ini mampu bertahan hingga dua bulan

“tidak hanya enak kak kami juga membantu mengurangi penyakit asam urat dan kita tidak mengunggunakn bahan kimia” katanya (sn1)

Share:

Sebelum Pali Terbentuk Heri Amalindo Sudah Mengurus Masyarakat PALI

PALI,SININEWS.COM - Meskipun sudah menginjak tahun ketujuh dipercaya memimpin kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, namun kiprah Heri Amalindo sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat PALI jauh sebelum Pali terbentuk.

"Sebelum Pali terbentuk dan masih menjabat Kepala Dinas PU propinsi sudah menunjukkan perhatiannya terhadap masyarakat kabupaten PALI" terang Firdaus Hasbullah SH, tokoh Pergerakan Pemuda Kabupaten PALI.

Menurut Firdaus, perhatian ini dibuktikan dengan dibangunnya beberapa jembatan tua dijalur jalan propinsi dan peningkatan jalan propinsi yang ada di kabupaten PALI.

Bukan itu saja, Firdaus juga menyatakan kekagumannya kepada Heri Amalindo yang dianggap Firdaus telah total membaktikan diri kepada masyarakat.

"Saking cintanya beliau kepada masyarakat, Heri Amalindo bahkan tidak sungkan mengeluarkan dana dari kantong pribadi demi membantu masyarakat. Tidak jarang saat mendengar warga yang sakit atau perlu bantuan beliau tidak sungkan membangu. Ini sosok pemimpin langka" tambah Firdaus.

Satu hal yang membuat Firdaus kagum adalah, komitmen Heri Amalindo dalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda. Pemberian beasiswa bagi mahasiwa berprestasi menjadi salah satu bukti.

"Adik-adik mahasiswa sekarang dapat beasiswa, ini bukti perhatian pak Heri. Belum lagi setiap tahun 100 pelajar dikirim study tour ke tiga negara guna meningkatkan wawasan. Boleh dicari, kabupaten mana di Indonesia ini yang berani bikin terobosan seperti ini" tegas mantan aktifis HMI ini.

Saat ditanya, persoalan air bersih yang menjadi kendala masyarakat. Menurut Firdaus aset PDAM baru satu bulan diambil alih dari Muara Enim, jelas butuh waktu. Dan Perumdam Tirta Pali Anugerah harus diberikan waktu untuk bekerja.

"Pembanguan water intake baru di Muara Sungai saat ini sedang dikerjakan. Kalau itu sudah selesai, masyarakat Pendopo tidak lagi kesulitan air bersih. Namanya pembangunan butuh waktu lah" tukasnya (sn) 
Share:

Amukan api di jalan Gunung Kemala putuskan kabel PLN, Kebun warga hangus terbakar

Foto : Tim pemadam kebakaran berusaha menjinakan amukan api di lahan kebun karet warga di Jalan lintas Gunung Kemala

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Api kembali membakar lahan kebun karet di jalan Gunung Kemala tepatnya di jalan Garin Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Utara, minggu (13/10)

Amukan api tak hanya membakar puluhan lahan namun juga membakar kabel listrik milik PT.PLN dan memercikan api yang cukup besar

Api diketahui bermula dari tepi jalan Gunung Kemala yang terus menjalar ke beberapa kebun karet milik warga

Hingga berita ini diturunkan warga sekitar saling bantu memandamkan api dengan alat seadanya dan telah meminta bantuan ke tim Pemadam Pemerintah Kota Prabumulih dan PT.Pertamina Ep Asset 2 Prabumulih

“kita sudah menghubungi tim kebakaran ini masih dalam perjalanan” Ucap Pardono Bhabinkamtibmas Gunung Kemala yang dibantu Arizal Bhabinkamtibmas Payuputat

Dari informasi dilapangan dua unit Mobil Pemadam Kebakaran sudah tiba dilokasi dan mencoba memadamkan amukan api

“Listik mati total untuk wilayah Gunung Kemala, bagi warga yang melintas harap berhati-hati karena kabel PLN masih menimbulkan api” himbau Pardono (sn1)

Share:

Isu Ada Bakso Mengandung Babi, Begini Keterangan Dinkes PALI

PALI,SININEWS.COM - Warga Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan isu adanya salah satu penjual bakso yang mencampur dengan daging babi melalui pesan whatsapp berantai. Tentu isu tersebut membuat gaduh warga terutama penggemar bakso.

Untuk mengetahui kebenaran itu, media ini menghubungi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Mudakir pada Minggu (13/10).

Dari pesan whatsapp Plt Kadisnkes bahwa pihaknya telah mengecek dan memeriksa kandungan bakso pada salah satu penjual bakso di kota Pendopo.

"Dinkes sudah melakukan pemeriksaan sesuai tupoksi kami yaitu pemeriksaan BTM atau bahan tambahan makanan seperti formalin, borax dan rodamin. Namun kalau untuk makanan yang mengandung babi sepertinya dari dinas peternakan," ungkap Mudakir.

Hasil pemeriksaan tersebut disampaikan Mudakir bahwa seluruhnya negatif, artinya bakso itu aman dikonsumsi.

"Dan hasil pemeriksaan BTM formalin, borax maupun rodamin selurunya negatif," tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah mengatakan bahwa untuk menjawab isu tersebut pihanya segera turun tangan.

"Segera kita tindak lanjuti agar masyarakat tenang," singkatnya.

Sementara dari penelusuran beberapa awak media yang bertugas di Bumi Serepat Serasan, toko bakso dimaksud sudah tutup hampir setengah bulan lalu, serta terlihat tidak ada aktivitas disana.

"Katanya mudik, dan ada kerabatnya yang lagi hajatan. Kami tidak tahu kalau penjual bakso itu mencampur baksonya dengan daging babi," kata salah satu pedagang disamping toko bakso tersebut. (sn)
Share:

Genjot PAD dari Sektor PBB, Bapenda PALI Bentuk Tim Gedor Wajib Pajak

PALI, SININEWS.COM - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyebut bahwa kesadaran masyarakat untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbilang masih rendah, sebab hingga pertengahan Oktober 2019 ini, perolehan PBB dari target Rp 1,6 M hanya terealisasi baru mencapai 41 persen. 

Padahal diungkapkan Amrullah, Kepala Bapenda PALI bahwa edaran dan SPT sudah disebar sejak April 2019 lalu, dimana seharusnya warga sebagai wajib pajak telah menyetor PBBnya.

"Kita sudah sampaikan SPT melalui kepala desa, namun kesadaran masyarakat sepertinya masih rendah," ungkap Amrullah,Minggu (13/10).

Untuk mengenjot pendapatan daerah melalui sektor PBB, dikatakan Amrullah pihaknya membentuk Tim yang melibatkan seluruh OPD.

"Tim bersama optimalisasi pendapatan daerah ini kita bentuk dari unsur seluruh OPD agar masing-masing OPD terlibat langsung dalam mendorong peningkatan PBB. Dan melalui tim ini kita bakal jemput bola terhadap wajib pajak," katanya. 

Bagi pengemplang pajak, ditegaskan Amrullah untuk saat ini hanya diberikan sanksi denda keterlambatan. 

"Belum ada aturan yang menindak tegas bagi pengemplang pajak atau warga pajak yang lalai membayar pajaknya. Hanya denda 2 persen untuk setiap keterlambatan. Namun, ketika warga bersangkutan mengurus kredit ke pihak Bank, tidak akan dipenuhi apabila tidak membayar PBBnya," urainya. 

Diakui Amrullah, masih rendahnya pendapatan dari sektor PBB tidak dialami dari sektor BPHTB, dimana hingga oktober ini telah melebihi target. 

"BPHTB targetnya Rp 650 juta, sudah lebihi target, begitu juga dari pajak Galian C, yang telah mencapai titik maksimal," tandasnya. 

Bapenda juga dalam waktu dekat ini bakal menggelar Pekan pajak dengan tujuan merangsang masyarakat untuk lebih berpartisipasi dalam pembangunan yang saat ini tengah gencar dilakukan Pemkab PALI dengan cara taat dan tepat waktu dalam membayar pajaknya. 

"Kita rencanakan akhir November ini kita gelar Pekan pajak, kita akan undang seluruh masyarakat. Dan pada kegiatan itu kita akan lakukan doorprize bagi yang telah membayar PBB atau pajak lainnya dengan hadiah senilai Rp 5 juta, agar bisa memotivasi warga lainnya," harap Amrullah. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts