Api Bakar Lahan di Tanah Abang, BPBD Bersama Damkar PALI Sibuk

PALI,SININEWS.COM - Kebakaran lahan masih saja terjadi di wilayah Bumi Serepat Serasan, kali ini terjadi di Kecamatan Tanah Abang tepatnya di Desa Tanah Abang Jaya . Akibat kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pengendalian Bahaya Kebakaran (DPBK) sibuk memadamkan api yang membakar lahan semi gambut, dimana api tersebut telah dua hari membakar lahan kosong seluas lebih kurang 5 hektar.

"Kita bersama DPBK berupaya padamkan api di Tanah Abang, kita bawa dua unit mobik tangki air dan dua unit mobil Damkar," ungkap Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI, Selasa (15/10).

Ditambahkan Junaidi bahwa pihaknya juga dibantu warga sekitar, sebab api mendekati perkebunan karet warga.

"Kita coba memutus titik api jangan sampai menjalar ke kebun warga, api diketahui sudah dua hari dan menyumbang asap cukup pekat disekitar kecamatan Tanah Abang," tambahnya.

Sementara itu, Ibrahim Cik Ading,Kepala DPBK PALI menyebut bahwa penyebab kebakaran belum diketahui, apakah ada unsur kesengajaan atau memang musibah.

"Kita fokus pemadaman, untuk penyebab belum diketahui. Dan kita semaksimal mungkin mengatasi kebakaran ini agar masyarakat tenang," kata Ibrahim.

Diakui Ibrahim bahwa proses pemadaman sudah dua hari dilakukan antara DPBK dan BPBD dibantu warga sekitar.

"Kemarin sampai malam kami lakukan pemadaman, dan tadi malam api telah padam. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, kami kembali dapat laporan, api kembali muncul dan menjalar. Akibat kejadian itu, sedikitnya 5 hektar lahan hangus termasuk ada kebun karet warga kena imbasnya, dan kami berupaya memutus titik api," tutupnya. (sn)
Share:

Upaya tanggulangi kenaiakan bahan pokok, Disperindag gelar OPM,


PRABUMULIH, SININEWS.COM -   Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di Gedung serbaguna Desa Karangan, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Selasa (15/10/2019).

Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah dalam menanggulangi kenaikan harga bahan pokok. Ia menjamin harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding harga pasar.

"Dengan OPM ini masyarakat dapat membeli sembako dengan harga yang relatif murah dari harga pasaran. Tujuannya untuk membantu ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok," katanya.

Menurut Ridho, hampir seluruh masyarakat kota Prabumulih bermata pencaharian sebagai petani karet. Lonjakkan kenaikan harga sembako dipasaran, berbanding terbalik dengan pengahasilan masyarakat yang justru menurun.

"Harga jual komoditi karet sekarang menurun, sementara harga sembilan bahan pokok terbilang tinggi. Untuk membantu menurunkan inflasi harga tersebut maka kita adakan OPM ini." ujarnya.

Disisi lain, Ridho juga mengaku akan menyelesaikan seluruh Program pembangunan terkhusus di Desa karangan. Sehingga pembangunan tersebut akan menjadi kenang-kenangan sebelum masa jabatannya berakhir. 

"Program gas rumah tangga, bedah rumah, pembangun rumah ibadah telah kita realisasikan. Saat ini program sekolah AKMIGAS sedang berjalan, tentunya akan saya selesaikan sebelum massa jabatan saya berakhir." ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangan Salyadi Susanto, SE sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Kota dalam membantu warga Karangan mendapatkan kebutuhan sembilan bahan pokok. Ia berharap, program program kemasyarakatan seperti ini terus berlanjut.

"Kami selaku pemerintahan Desa Karangan sangat berterimakasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah kota. Mewakili masyarakat desa, Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkesinambungan." tandasnya. (Imo/sn1)
Share:

Keripik Jengkol Buatan PKK PALI Diborong Istri Gubernur

PALI,SININEWS.COM - Hj Febrita Lustia Deru istri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru rupanya hobi mengkonsumsi keripik jengkol.

Hal itu terbukti ketika melihat stand UP2K kelurahan Pasar Bhayangkara pada acara kunjungan kerja istri Gubernur selaku ketua TP.PKK Provinsi, Selasa (15/10) di Kelurahan Pasar Bhayangkara. Dimana pada stand tersebut menjual berbagai macam keripik, namun saat mengetahui ada keripik jengkol, istri Gubernur tersebut langsung memborong habis keripik dengan aroma khas itu.

"Iya pak, ibu Gubernur memborong habis keripik jengkol buatan PKK kelurahan Pasar Bhayangkara," kata Murnawarna Aroh, salah satu anggota PKK kelurahan Pasar Bhayangkara.

Bukan hanya memborong keripik jengkol, Hj Febrita juga kagum dengan hasil kerajinan tangan hasil karya asuhan TP.PKK Kabupaten PALI, dan istri Gubernur Sumsel pun membeli beberapa macam kerajinan tangan tersebut. (SN/ADV)
Share:

Enam Calon TKW Tiba Kembali di PALI, Bupati Minta Warga Tak Mudah Tergiur

PALI,SININEWS.COM - Enam orang calon TKW yang gagal berangkat akhirnya kembali lagi ke Bumi Serepat Serasan pada Senin sore (14/10) dengan didampingi perwakilan Kementerian Tenaga Kerja RI. Kedatangan mereke (calon TKW) disambut Bupati PALI Heri Amalindo dan langsung diserahkan ke pihak keluarganya yang telah menunggu di rumah dinas Bupati PALI.

Sebelum diserahkan ke pihak keluarga, Bupati berpesan agar kejadian tersebut menjadi pelajaran baik itu bagi enam orang calon TKW yang batal berangkat dan untuk seluruh masyarakat Kabupaten PALI.

"Jangan mudah percaya dan tergiur apabila ada orang yang mengiming-imingi pekerjaan enak dengan gaji besar dan berangkat dengan mudah ke luar negeri secara gratis. Tanyakan atau gali informasi ke pemerintah atau melalui Disnaker apabila berminat jadi TKI atau TKW, tentang proses menjadi tenaga kerja ke luar negeri," pesan Bupati.

Terlebih dikatakan Bupati untuk merubah data diri, seperti dialami enam calon TKW tersebut.

"Kita harus mempertanyakan kenapa harus merubah data, karena kalau sudah terlanjur dan berangkat ke luar negeri namun suatu saat ada masalah, yang rugi pasti yang bersangkutan karena akan sulit dalam mengurus administrasinya," tukas Bupati.

Sementara itu, Subiyanto, wakil presiden IV DPP KSPSI yang ikut mendampingi enam calon TKW asal PALI menjelaskan bahwa enam calon TKW tersebut nyaris menjadi korban perdagangan manusia.

Sebab, ada kejanggalan saat enam calon TKW asal PALI tersebut mendaftar di salah satu PJTKI di Jakarta dan saat prosesnya data kependudukan mereka dipindahkan dari PALI ke Lampung Timur.

Dan ketika pembuatan paspor, enam calon TKW dikirim ke Lampung saat malam hari. "Ketika kami sampaikan ke Kemenaker, lalu dilakukan Sidak, rupanya enam orang itu disembunyikan di salah satu mall di Jakarta, namun saya terus berkomunikasi dengan mereka sampai akhirnya pada Sidak ke dua, mereka ditemukan dan diamankan Kemenaker di RPTC," terang Subiyanto.

Subiyanto juga menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian Pemkab PALI yang langsung meninjau ke-enam calon TKW tersebut dengan mengutus Kepala Disnakertrans PALI.

"Respon cepat Pemkab PALI dan kepedulian pak Bupati yang langsung menyambut kedatangan enam calon TKW kami sangat apresiasi, dan kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran kita semua," katanya.

Sebelumnya diketahui bahwa ada enam warga PALI masing-masing bernama Seliyani (21) warga Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi, Yuyun (27) warga Gunung Menang Kecamatan Penukal, Badariawati (43) warga Panta Dewa, Pipin (21) warga Panta Dewa dan Debi Mardiana (33) warga Desa Babat Kecamatan Penukal serta Leny asal Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal yang mencoba peruntungannya menjadi TKW dengan tujuan Taiwan tetapi gagal.

Kejadian tersebut menyita perhatian masyarakat PALI, dimana ke enam warga PALI yang saat ini tercatat dari data Adminduknya sudah pindah ke Lampung Timur saat ini sudah tiba di PALI dan berkumpul bersama keluarganya setelah sebelumnya diamankan Kemennaker dari salah satu asrama PJTKI di Jakarta.(SN/ADV)
Share:

Bejat! Empat kali Salpani Gauli Bocah SD

PALI,SININEWS.COM - Kelakuan Salpani (46) warga Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sungguh tidak bermoral. Pasalnya, pria yang kesehariannya sebagai pedagang tersebut tega menggauli Bunga (nama samaran) anak yang kini masih duduk di kelas 4 SD baru berusia 12 tahun yang tak lain teman bermain anak kandung tersangka Salpian.

Perbuatan tersangka Salpian bukan hanya dilakukan satu kali, namun sudah empat kali terjadi yang membuat keluarga korban mengetahui aksi pencabulan tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Talang Ubi.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah membenarkan adanya kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, dan kini diakui Arafah bahwa tersangka sudah diamankan di Mapolsek Talang Ubi.

"Tersangka sudah kita tangkap pada Minggu (13/10) di rumahnya. Tersangka kita amankan berdasarkan laporan korban dengan bukti LP/B/246/X/2019/Sumsel/Res M. Enim/Sek Tlg ubi, tgl 13 Oktober 2019," ungkap Arafah, Selasa (15/10).

Dijelaskan Arafah bahwa awal kejadian pada hari Minggu (6/10) sekira pukul 08.00 WIB saat korban bermain bersama Melati (nama samaran) anak pelaku di rumah pelaku. Saat korban bermain tiba-tiba pelaku menyuruh anaknya untuk keluar mencari sikat gigi.

Ketika anak pelaku keluar, lalu pelaku menarik tangan korban dengan kuat ke dalam kamar rumah pelaku, kemudian pelaku menggulingkan korban di atas kasur dan pelaku pun menyetubuhi korban, setelah itu pelaku memberi korban uang sebesar Rp.2000,-.

Selanjutnya korban bermain lagi dengan anak pelaku, sekitar 10 menit kemudian, anak pelaku berkata kepada korban bahwa dirinya mau buang air besar. Saat anak pelaku sedang buang air besar, nafsu bejat pelaku kembali merasuki pikirannya, lalu mengulangi lagi perbuatannya menyetubuhi korban.

Bukan hanya sampai disitu, pelaku mengulangi perbuatannya kembali pada Rabu (11/10) sekira pukul 17.30 WIB saat korban sedang bermain dengan anak pelaku ditempat sama. Atas kejadian tersebut orang tua korban mengetahui kejadian itu dari pengakuan korban dan merasa keberatan lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Talang Ubi yang langsung ditindak lanjuti polisi dengan melakukan penangkapan.

"Pelaku kita kenakan pasal pasal 82 Ayat (1) UU RI No. 17 Th 2016 ttg perubahan kedua atas UU No. 23 Th 2002 ttg Perlindungan Anak hukumannya diatas 20 tahun penjara," tandas Arafah.

Sementara dari pengakuan tersangka, bahwa perbuatannya telah dilakukannya empat kali. "Aku khilaf pak, aku menyesal," katanya. (sn)
Share:

Ajang Putra-putri Sriwijaya, Bujang PALI Tembus Lima Besar

Foto. Delfi saat tujukkan aksinya


PALI,SININEWS.COM - Ajang pemilihan Putra-putri Sriwijaya dimana puncak grand final digelar pada Sabtu malam (12/10) lalu di hotel Harper Palembang menyisakan cerita menarik, dimana Delfi Ariansyah  perwalian Bujang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mampu mencuri perhatian juri dan penonton serta berhasil menyabet 5 besar atau juara harapan II Putra Sriwijaya.

Sedangkan Dina Samei, perwakilan gadis PALI memboyong juara Persahabatan Putri Sriwijaya. Tentu saja, prestasi tersebut menambah harum nama Kabupaten PALI yang bergema di hotel Harper ketika nama Delfi dan Dina disebut menjadi salah satu pemenang pada ajang tahunan yang diikuti 17 Kabupaten/kota se-provinsi Sumatera Selatan.

"Warga PALI patut bangga, karena anak-anak kita telah berhasil menembus lima besar ajang tahunan di provinsi Sumatera Selatan. Sebab tidak mudah mengalahkan daerah lain yang tentunya lebih maju dari PALI yang usia kabupaten kita baru enam tahun jalan," ungkap Yunimawati, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PALI, Senin (14/10).

Keberhasilan itu diakui Bunda Wati, sapaan Kepala Disbudpar PALI selain kemampuan Delfi dan Dina juga berkat dorongan dan dukungan serta support seluruh elemen masyarakat.

"Terkhusus support dari pak Bupati yang terus menyemangati Delfi dan Dina agar percaya diri dan tidak mudah menyerah. Pasca kegiatan pemilihan putra-putri Sriwijaya, dari Disbudpar tetap akan melakukan pendampingan serta tetap akan dibina agar Delfi dan Dina bisa maksimal menjadi duta wisata di PALI juga sebagai pemenang juara harapan II Putra Sriwijaya serta Persahabatan Putri Sriwijaya tahun 2019," tandas Bunda Wati.

Terpisah, Delfi Ariansyah mengemukakan terimakasihnya kepada Pemkab PALI yang telah mendorong dirinya tampil pada ajang bergengsi tersebut.

"Awalnya aku minder, tapi berkat dorongan Pemkab melalui Disbudpar kami berupaya menghilangkan perasaan itu dan tampil maksimal yang alhamdulillah meski jadi juara harapan II, tetapi kami bisa buktikan bahwa PALI mampu bersaing di kancah provinsi," kata Delfi. (sn)
Share:

Asap Pekat Selimuti PALI


PALI,SININEWS.COM -  Kebakaran lahan kian menjadi beberapa hari terakhir ini, akibatnya asap pekat mulai selimuti hampir seluruh wilayah Bumi Serepat Serasan sejak Minggu (13/10) menjelang malam sampai Senin pagi (14/10).

Warga pun mengeluhkan hal itu, sebab akibat asap tersebut selain mengganggu aktivitas juga mengintai kesehatan warga.

"Mata perih dan sesak napas tentu kami rasakan sejak kemarin sore," keluh Yupantri, salah satu warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Senin (14/10).

Yupantri juga mengecam warga yang sengaja membakar lahan demi kepentingan pribadi. "Asap muncul karena ada api, dan tidak mungkin api datang sendiri, pasti ada kesengajaan. Kami doakan meski tidak tertangkap tangan oleh pihak berwajib, tapi balasan setimpal pasti dirasakan pelakunya karena sudah membuat susah orang banyak," tandas Yupantri.

Sementara itu, Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyebutkan pada Minggu (13/10) titik api terdeteksi ada 20 titik, dimana paling banyak ada di Kecamatan Abab.

"Kemarin kita sampai malam untuk lakukan pemadaman, titik api paling banyak di Kecamatan Abab yakni ada 7 titik, dimana 5 titik diantaranya ada di wilayah Desa Tanjung Kurung," terang Junaidi.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Mudakir pihaknya bakal segera membagikan masker untuk antisipasi ISPA.

"Yang paling terdampak asap adalah wilayah Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Desa Air Itam Kecamatan Penukal, Desa Pengabuan, Tanjung Kurung dan Betung. Kita akan kerahkan petugas puskesmas untuk bagikan masker," kata Mudakir. (sn) 
Share:

Asap Kembali Selimut Wilayah Sumsel, Sejumlah Sekolah Diliburkan

PALEMBANG, SININEWS.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu aktivitas masyarakarat. Salah satunya aktivitas pendidikan harus diliburkan di Kota Palembang, Sumatera Selatan hari ini, Senin (14/10). Asap akibat karhutla menyebabkan aktivitas pendidikan diliburkan.

Melalui pesan digital, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang menginstruksikan kegiatan belajar mengajar di tingkat paud, TK, SD dan SMP negeri dan swasta diliburkan hingga batas yang belum ditentukan. Kegiatan belajar diliburkan sejak hari ini (14/10) karena asap yang mengganggu dan membahayakan masyarakat. Pantauan BNPB, kualitas udara dilihat dari indikator PM 2,5 pagi ini di wilayah Sumatera Selatan mencapai pada tingkat berbahaya atau pada angka 921. Kualitas udara tersebut seiring dengan jumlah titik panas atau _hot spot_ di wilayah itu hingga mencapai 691 titik, atau tertinggi di antara wilayah lain, seperti Riau, Jambi dan beberapa wilayah Kalimantan.

Penanganan darurat di wilayah Sumatera Selatan masih terus berlangsung hingga kini. BNPB mengerahkan 7 helikopter untuk melakukan pengeboman air atau _water-bombing_. Air yang digunakan untuk pengeboman sudah mencapai 66 juta liter air, sedangkan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) telah mengelontorkan sekitar 14 ribu garam (NaCl). Operasi udara ini didukung juga personel darat gabungan mencapai lebih 8.000 personel. 

Data BNPB per 14 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB mencatat jumlah titik panas mencapai 1.184. Pantauan titik panas berdasarkan citra satelit modis-catalog Lapan dalam 24 jam terakhir. Dilihat dari sebaran titik panas di wilayah Sumatera, arah angin pada umumnya mengarah dari tenggara ke barat laut. Arah sebaran asap di Sumatera Selatan menyebar ke arah barat laut. Terpantau titik panas berada di wilayah-wilayah, seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin.

BMKG merilis citra sebaran asap pada hari ini tidak terdeteksi adanya _transboundary haze_ atau asap yang melewati batas negara. Data tersebut diambil dari citra satelit Himawari pada hari ini (14/10). Dari citra satelit itu, terpantau persebaran asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan.   

Sementara itu, KLHK mencatat kualitas udara dengan parameter PM 2,5 di beberapa wilayah menunjukkan tingkat yang memburuk. Kualitas udara Jambi menunjukkan angka 235 sangat tidak sehat, Kalimantan Tengah 102 tidak sehat, Kalimantan Selatan 174 sangat tidak sehat dan Riau 51 atau tidak sehat. Sedangkan sebaran titik panas di beberapa wilayah sebagai berikut, Sumatera Selatan berjumlah 691 titik, Kalimantan Tengah 230 titik, Jambi 117, Kalimantan Selatan 28, Riau 16 dan Kalimantan Barat 12.  (sn1)

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB
Share:

Diduga Minim Sosialisasi, Acara Kominfo PALI Sepi

PALI,SININEWS.COM - Kegiatan Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Pembangunan Daerah yang digelar Senin (14/10) di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo yang seharusnya diikuti seluruh OPD, Camat dan perangkat desa rupanya tidak seperti yang diharapkan dan kegiatan tersebut terlihat sepi.

Setelah Bupati PALI yang diwakili Asisten II, Husman Gumanti mengabsen satu per satu undangan, diketahui ada 10 OPD yang tidak hadir pada kegiatan tersebut, padahal menurut Asisten II kegiatan itu sangat penting dalam penyampaian data dan informasi terkait pembangunan daerah.

Tentu sepinya kegiatan tersebut dipertanyakan sejumlah elemen masyarakat, termasuk awak media yang meliput kegiatan tersebut.

Lantaran menurut Harmoko, salah satu awak media yang juga menjabat sekretaris PWI PALI bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) selama ini tidak pernah melibatkan media dalam menyampaikan informasi-informasi yang seharusnya disebarkan.

"Sepinya kegiatan itu diduga Kominfo kurang sosialisasi, terlebih setiap ada kegiatan yang saya tahu tidak pernah libatkan media," ungkap Harmoko.

Padahal ditegaskan Harmoko, bahwa Kominfo dan media massa saling terkait untuk berbagi informasi.

"Kedepan kami berharap, Kominfo bisa jalin komunikasi dengan seluruh awak media agar informasi terutama tentang kemajuan pembangunan pemerintah kabupaten PALI bisa menyebar sampai ke pelosok desa," harap Harmoko.

Sementara itu, Asrohi Kepala Diskominfo PALI menyangkal kalau pihaknya kurang sosialisasi, sebab undangan acara tersebut sudah disebar ke seluruh instalasi terkait. Untuk merangkul media massa, pihaknya berjanji bakal segera merancang mekanismenya.

"Kita bakal rancang, bentuk kerja sama dengan media massa," katanya. (sn)
Share:

Kumpulkan Rp 18 Juta untuk Wamena, yang Belum Nyumbang Bisa Datang Kesini

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Puluhan pemuda Islam Kota Prabumulih gelar aksi solidaritas penggalangan dana untuk masyarakat Wamena di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pasar 1 tepatnya di depan Masjid Nur Arafah, Jumat Lalu. 

Penggalangan dana Wamena ini didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, NU, FKAM, Ikadi, dewan dakwah, Pondok Syuratul Quran, FBI, KGC, MM, dan ormas Islam lainya. 

Kegiatan ini satu rangkaian dengan acar Tablig Akbar Buya H Jel Fatullah, lc yang merupakan salah satu tokoh forum masyarakat minang. Acara ini digelar 1 hari 2 malam dan didukung oleh ikatan keluarga minang dan kepolisian. 

Koordinator Lapangan, Adhanahar Dian Jaya mengatakan dari penggalangan dana yang dilakukan terkumpul uang sebanyak Rp 18 juta. 

"Insyaallah masih akan terus bertambah dari masyarakat yang berkomitmen akan memberikan donasi yang pada saat acara belum berkesempatan menyumbang," ujarnya, Senin (14/10).

Dana yang terkumpul, nantinya akan disalurkan melalui relawan WHC (divisi kemanusiaan Majelis Mujahidin) yang bertugas di Wamena. 

"Dana Insya Allah akan disalurkan langsung kesana," ungkap Dian begitu ia disapa. 

Dalam aksi penggalangan dana Wamena itu, pihaknya menerjunkan sebanyak 50 relawan. Nah, bagi masyarakat yang belum berkesempatan memberikan donasi, jangan berkecil hati. 

"Donasi dapat disalurkan ke toko Prabu Komputer dan Laznas Dewan Dakwah,"  terangnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts