Siagakan 140 Personil, Kapolres Tetap Himbau Masyarakat PALI Saat Rayakan Natal dan Tahun Baru

PALI -- Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) AKBP Yudi Suharyadi menyatakan bahwa pihaknya siap amankan perayaan Natal dan tahun baru 2020 untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga Bumi Serepat Serasan. 

Bentuk pengamanan jelang dan saat hari Natal serta tahun baru, Kapolres PALI sebut pihaknya bersama instansi terkait bakal menggelar Operasi lilin selama 10 hari.

"Opserasi lilin kita lakukan selama 10 hari, sejak tanggal 23 Desember 2019 sampai tanggal 2 januari 2020," ungkap Kapolres, Kamis (19/12).

Dalam mengamankan Natal dan tahun baru, Kapolres bakal mengerahkan 140 personil. "Gelar pasukan sudah kita lakukan, kita ajak TNI, Kejari, Sekda, Satpol.PP dan OPD lainnya untuk gelar pasukan," tukas Kapolres. 

Meski polisi siagakan kekuatan penuh, namun Kapolres tetap mengimbau kepada masyarakat yang akan merayakan natal dan tahun baru untuk tetap antisipasi. 

"Kalau hendak meninggalkan rumah, harap kunci dan apabila ada benda berharga, sebaiknya titipkan dengan tetangganya. Kita juga akan terus lakukan patroli rutin untuk menekan tindak kriminal," saran Kapolres. 

Pihak Polres juga telah mendirikan Pos penjagaan yang dipusatkan di Simpang Lima Kecamatan Talang Ubi. Pada pos penjagaan tersebut, selain kepolisian, pihak TNI serta dari instansi terkait lainnya juga bakal berpartisipasi untuk piket penjagaan selama perayaan natal dan tahun baru. 

Salah satu yang ikut siaga pada pos penjagaan adalah tim PSC atau Public Safety Center 119. Bahkan tim PSC juga memberikan layanan kegawat daruratan, dimana masyarakat bisa menghubungi call centre 0811 7388119.

Pada operasi lilin, PSC menurunkan tim sebanyak 26 personil ditambah satu bidan dan tiga (3) orang dokter dan dibagi beberapa shif akan berjaga dan tersebar di tujuh (7) puskesmas yang ada di Kabupaten PALI. 

"Jadwal kita sejak tanggal 21 Desember 2019 sudah mulai stay di Posko PSC 119 Depan Terminal Pendopo. Kita juga ikut siaga pada pos operasi lilin di Simpang Lima " ujar Ernawati, koordinator PSC PALI. (sn)  
Share:

Inilah Peserta Yang Lolos Jadi Panwascam di PALI

PALI -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) keluarkan pengumuman hasil seleksi calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) tes tertulis berbasis online dan wawancara.

"Seluruh peserta yang lolos laki-laki" kata Basrul, komisioner Bawaslu PALI, Kamis (19/12).

Hasil tes ditegaskan Basrul ditentukan langsung dari Bawaslu pusat. "Hasil tes tertulis langsung konek ke link Bawaslu pusat, bahkan saat wawancara, rekaman langsung kita kirim ke pusat. Jadi yang menilai dan memutuskan adalah kemampuan peserta itu sendiri, tidak ada intervensi pihak manapun," tukasnya.

Adapun hasil seleksi yang lolos sebagai berikut.

Kecamatan Talang Ubi.

1.Hairil 
2.M Fazri Zulni
3.Rudi Hartono

Penukal Utara.

1.Farizi
2.Anton Afrison
3.Iwan

Penukal.

1.Harnas Pratama
2.Aswar
3.Ithezen

Abab.

1.Subelah
2.Busairi
3.Subendi

Tanah Abang.

1.Heri Jemanto
2.Adiarsyah
3.Supri Indra Yadi


Share:

320 Peserta Ikuti Simulasi CAT CPNS

PALI -- Setelah mengumumkan jumlah peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar simulasi CAT terhadap peserta khusus yang mempunyai KTP PALI, Kamis (19/12) di SMPN 1 Talang Ubi.

Dikatakan Plt BKPSDM PALI, Alfian Herdi melalui Kabid Pengadaan, pemberhentian, mutasi dan promosi, Deasy Rosalina bahwa untuk peserta yang ikuti simulasi CAT CPNS berjumlah 320 peserta.

Tapi menurut Deasy, tidak menutup kemungkinan peserta bakal bertambah. Sebab, apabila ada peserta ber-KTP PALI yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi dipersilahkan datang ke lokasi simulasi CAT.

"Yang sudah koordinasi dengan kami ada 320, sementara untuk jumlah seluruh peserta CPNS yang lulus seleksi administrasi asal PALI lebih kurang ada 1.200. Karena mungkin saat ini, peserta lain berada diluar PALI dan mereka tetap ikuti mekanisme yang ditetapkan kemenPan-RB," katanya.

Untuk simulasi CAT sendiri dijelaskan Deasy dibagi 4 sesi, masing-masing sesi waktunya 1 jam 15 menit. Tetapi kalau ada yang datang lagi diluar 320 peserta, Deasy menyatakan akan tambah sesinya. 

"Simulasi ini hampir mirip dengan tes tertulis seleksi CPNS, hanya saja mungkin soal yang berbeda. Untuk tesnya sendiri dijadwalkan pada Februari 2020," jelas Deasy.

Sebelumnya BKPSDM PALI mengumumkan jumlah peserta seleksi CPNS dari 4.556 yang lolos verifikasi administrasi ada 3.599 peserta. Dari jumlah yang lolos seleksi administrasi, lebih kurang 1.200 peserta berasal dari PALI.(sn) 
Share:

Juarsah: Dharma Wanita Ambil Bagian Dalam Pembangunan

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai salah satu bagian dalam satuan di dalam pemerintahan, Dharma Wanita diharapkan lebih siap dan berinisiatif tinggi dalam mengambil bagian dalam perwujudtan pembangunan. Hal ini disampaikan Plt Bupati H Juarsah dalam sambutannya di hari peringatan Ulang Tahun Dharma Wanita di Gedung Kesenian Dayang Rindu, Rabu (17/12).

Selain itu, Juaraah juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Dharma Wanita Persatuan yang telah aktif melakukan pengabdian kepada masyarakat baik di bidang pendidikan, sosial dan bidang ekonomi serta kegiatan lainnya.

Setiak kita memperingati hari ulang tahun, setiap itu pula kita melakukan refleksi, introspeksi dan evaluasi diri apa apa yang telah dilakukan pada tahun lalu apakah sudah sesuai dengan peran, tugas dan pengabdian Dharma Wanita.

“Hal ini dilakukan agar muncul semangat dan tekad yang baru untuk melakukan peningkatan, perbaikan hal hal yang dirasa belum maksimal untuk dilaksanakan untuk menuju hal yang lebih baik,” ujar Juarsah.

Organisasi Dharma Wanita Persatuan harus bisa melngkah dan mengambil keputusn yang baik dengan penuh percaya diri yang diwujudkan melalui program peogram yang semakin profusional. Dan juga dapat mengambil kevijakan demi kepentingan kaum perempuan swhingga Dhrama Wanita menjasi pusat keunggulan di Indonesia.

Dalam menyambut tantangan pwrkembangan dalam kegiatan bernegara, perempuan diharapkan untuk mempunyai peran dalam politik pembangunan bangsa. Dharma Wanita diharapkan menjadi salah satu unsur yang dapat mempercepat kesetaraan gender dan mengambil peran strategis dalam pembangunan Nasional.

Kedepan diharapkan kepada Dharma Wanita dapat memperkuat dan berpartisipasi membantu pelaksanaan program program pemerintah secara loyalitas dan desikasi yang tinggi sehingga tujuan pembangunan nasional bisa terwujud.

Pada kesempatan tersebut, selain potong tumpeng yang dilakukan langsung oleh kerua tim penggerak PKK Muara Enim juga pemberian bantuan kepada anak anak panti asuhan dan anak yatim piatu. Selain itu juga diadakan bazzar serta seminar sebagai rangkain acara.
Share:

Lupa Cabut Kunci Kontak, Hartono Kehilangan Motor


MUARA ENIM - SININEWS.COM - Naas dialami Hartono (40) warga Aska agung Rt 25, Bedeng VI Jln cendana Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul. Karena terburu buru masuk kerumah dan lupa mencabut kunci kontak, 9 November sekitar pukul 19.00 wib, motor milik petani ini hilang dalam hitungan menit saja.

Usai mengetahui motor miliknya hilang saat keluar rumah, dan sempat panik mencari ke sekeliling kontrakannya, akhirnya Hartono melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Lawang Kidul.

Mendapat laporan tersebut, Tim Laki Polsek Lawang Kidul melakukan penyelidikan dan mengetahui bahwa pelaku adalah Tommy Sanjaya (36) yang merupakan tetangga korban.

Berdasarkan informasi yang didapat tim dari masyarakat, pelaku berada dirumah pamannya di Desa Lontar Kecamatan Muara jaya Kabupaten Ogan komering ulu. Selanjutnya Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir Alim, SH, MM memerintahkan team Bang Laki Unit Reskrim Polsek Lawang Kidul yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Toni Hermawan, ST, SH, MM untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Selanjutnya team Bang Laki Unit Reskrim Polsek Lawang Kidul menuju ke Desa Lontar Kec Muara jaya ke rumah paman pelaku. Dan setibanya team bang Laki melakukan penangkapan terhadap tersangka yang berada di rumahnya dan mengamankan barang bukti yang berhubungan dengan kejadian tersebut  dan team bang Laki melakukan pengembangan.

Saat melakukan pengembangan, tersangka berusaha melarikan diri. Lalu team bang laki melepaskan tembakan peringatan, tetapi tersangka masih melarikan diri. Akhirnya team bang laki langsung melakukan tindakan tegas yang terukur dengan melepaskan tembakan ke arah kaki pelaku. Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa dan diamankan di Polsek Lawang Kidul guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juono melalui Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir Alim dalam hal ini memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap berpartisipasi dalam keamanan masing-masing terutama motor harus dikunci ganda, parkir kendaraan di tempat yang aman dan bila malam hari masukan ke dalam rumah, aktifkan poskamling. 

“Lalu untuk para pelaku yang sekarang sudah masuk DPO Polres Muara Enim dan Polsek Lawang Kidul kita mengimbau segera menyerahkan diri, atau akan kita kejar terus dan akan kita lakukan tindakan tegas yang terukur apabila masih bermain-main di wilayah Kecamatan Lawang Kidul,” pungkasnya.
Share:

Bangun Asrama Untuk Mahasiswa Prabumulih di Palembang, Begini Syaratnya!

Foto : Diandes Haidir, ST selaku PPTK PU Kota Prabumulih saat dibincangi diruang kerjanya
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Pemerintah Kota Prabumulih (Pemkot) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) sedang membangun asrama untuk Mahasiswa yang menempuh pendiddikan di Kota Palembang, selasa (17/12)

Pembangunan asrama yang diperuntukan untuk mahasiswa itu sedang dalam tahap pembangunan tahap awal yang dibangun ditanah dengan ukuran 24 x 52 Meter persegi dengan ukuran bangunan  16 x 48 meter akan menampung 48 kamar dengan fasilitas yang direncanakan sama seperti di Asrama yang ada dijogja

Asrama yang terletak di Jalan Masjid Cheng Ho Jakabaring Kota Palembang itu akan sangat membantu bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan disana 

Witri Niarti mantan Mahasiswa Bina Husada Kota Palembang Menyambut gembira pembangunan asrama untuk mahasiswa menurutnya saat ini para mahasiswa harus mengeluarkan biaya sebesar Rp.4 juta hingga 7 juta pertahun, adanya pembangunan Asrama ini akan membantu meringankan biaya sekolah

“dulu kita jadi anak kost harus bayar Rp.4juta pertahun, kalo ado asrama pasti lebih ringan” harapnya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), H Beny Akbari melalui PPTK Pembangunan Asrama Diandes Haidir, ST saat dibincangi diruang kerjanya mengatakan saat ini proses pembangunan sedang berjalan 

“saat ini masih tahap pertama dalam proses pembangunan ini hanya sebatas pondasi dan nanti tahun depan insyallah bisa rampung” ucapnya

Disinggung mengenai kendala Andes mengatakan saat ini hanya terkendala pada proses pengecoran yang memakan waktu lama karena kontur tanah yang saat ini banjir sehingga pekerja harus mengeringkan terlebih dahulu

“disana kan tanahnya diarea rawa-rawa jadi kita kesulitan dalam pengecoran dan tanah disana harus ditimbun” sambung Andes

Perlu diketahui, saat ini Pemkot Prabumulih telah membangun Asrama Mahasiswa Prabumulih dijogja dan yang kedua sedang dibangun di Kota Palembang. Pembangunan tersebut berdasarkan beberapa usulan mahasiswa yang menempuh pendidikan disana

Untuk syarat bagi mahasiswa yang ingin menghuni Asrama tersebut pihak Pemkot Prabumulih hanya memberi syarat Katu Penduduk (KTP) asli Prabumulih yang sekolahnya juga di Prabumulih (sn1)

Share:

Dicekoki Miras Hingga Tak Sadarkan Diri Lalu Digagahi, Siswi SMP di PALI Lapor ke PPPA

Foto : Hanya Ilustrasi
PALI, SININEWS.COM-- Bagi warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang mempunyai anak baru menginjak remaja harus ektra dalam melakukan pengawasan. Sebab disinyalir kurang dalam memperhatikan perkembangan anaknya, baru-baru ini seorang siswi yang masih duduk di bangku SMP salah satu sekolah di Talang Ubi menjadi korban pemerkosaan yang pelakunya diduga pacarnya sendiri.

Hal itu terungkap saat korban, sebut saja Bunga didampingi orangtuanya mendatangi ruang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak milik Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten PALI, Selasa (17/12) di Rumah Cinta Kecamatan Talang Ubi. 

"Kemarin kami kedatangan korban dan keluarganya. Kondisi korban alami trauma berat dan tidak mau berbicara serta memutuskan berhenti sekolah. Tapi setelah kita pulihkan psikologisnya, korban yang masih dibawah umur itu mau berbicara," ungkap Yenni Nopriani Kepala DPPKBPPPA PALI melalui salah satu staffnya, Rabu (18/12).

Dari keterangan korban, aib itu terjadi pada Senin tanggal 16 Desember 2019, bermula diajak pacarnya yang juga masih pelajar di salah satu SMA di Talang Ubi ketika pulang sekolah. Sebelum mendapatkan pelecehan seksual, korban sempat dicekoki minuman keras. 

"Kepada Psikolog, korban bercerita bahwa dia (korban) diajak jogging disekitar lapangan Gelora, kemudian diberi bungkusan minuman diduga miras. Setelah diminum, korban diajak pacarnya naik sepeda motor. Namun sesampainya di sekitar Masjid Al-Mukhlisin Komplek Pertamina Pendopo, korban tidak sadarkan diri. Dan saat sadar sudah berada di sekitar Pahlawan," terangnya. 

Setelah kejadian itu, korban bersama orangtuanya mendatangi Polsek Talang Ubi lalu ke PPPA yang sebelumnya telah melakukan visum di RSUD Talang Ubi. 

Dan dari pengakuan korban ditambahkan staff PPPA bahwa korban tengah galau karena sering dibully di kelasnya juga kurang perhatian kedua orang tuanya. Jadi ketika diberi minuman langsung ditenggaknya. 

"Ini menjadi pelajaran kita semua yang harus memperhatikan anak kita terlebih yang baru menginjak remaja. Kami juga meminta seluruh pihak sekolah atau wali kelas untuk melarang sesama pelajar saling ejek. Untuk kondisi korban saat ini sudah sedikit pulih dan mau sekolah kembali, sementara proses hukumnya kami serahkan ke pihak berwajib," tambahnya. 

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Aipda Hairil Rozi membenarkan adanya laporan pelecehan seksual yang dialami siswi SMP. 

"LP sudah masuk, pelaku sudah kita jemput di sekolahnya namun saat dijemput pelaku tidak berada di sekolah," kata Kanit Reskrim. (sn)


Share:

Jadikan Desa Pengabuan Sebagai Lumbung Padi, Ini Yang Jadi Usulan Dewan PALI


Foto, lahan sawah di Desa Pengabuan




PALI -- Bentangan lahan sawah baru di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang luasnya lebih kurang 1.000 hektar berpotensi menjadi salah satu wilayah lumbung padi apabila dikelola dengan baik serta ditunjang infrastruktur pendukung yang lengkap.

Untuk itu, Afias, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI mengusulkan selain membangun irigasi, jalan menuju sawah milik petani juga harus diperhatikan. 

"Saya nilai saat ini lokasi sawah di Desa Pengabuan sudah layak untuk lahan pertanian. Irigasi telah dibangun berikut penunjang lainnya, namun jalan juga tidak kalah pentingnya sebagai akses petani untuk mempermudah menuju lahan sawah atau saat mengeluarkan hasil panennya," saran Afias, Rabu (18/12).

Sebagai anggota dewan yang lahir di Desa Pengabuan, selain mengusulkan ke Pemkab PALI, Afias juga meminta pihak perusahaan yang beroperasi disekitar Desa Pengabuan untuk berkontribusi membangun sarana bagi petani padi. 

"Alhamdulillah dari Pertamina Adera sudah ada respon untuk membantu perbaikan jembatan penghubung yang kondisinya saat ini memprihatinkan. Hanya saja, pihak Adera meminta rencana anggaran perbaikan dari pihak pemerintah. Kami juga berharap, bukan hanya dari Adera, tapi juga perusahaan lainnya ikut berpartisipasi," imbuh anggota dewan dari PKS itu. 

Dengan lengkapnya infrastruktur, Afias yakin Desa Pengabuan akan mampu memasok kebutuhan beras di Kabupaten PALI.

"Potensi itu ada, tinggal lagi pembinaan dinas terkait untuk mendorong petani mengolah sawahnya dengan baik agar produksi gabah bisa maksimal. Karena selama ini petani sawah di Pengabuan khususnya masih otodidak, cara bersawah masih cara turun temurun dengan kebiasaan menanam padi menggunakan bibit yang panen 6 bulan, jadi tidak bisa memanen dua kali dalam setahun," tambahnya. 

Sebelumnya, Erizon, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI menyebutkan bahwa pihaknya di tahun 2020 memprioritaskan pertanian padi sebagai upaya mewujudkan swa sembada pangan di Bumi Serepat Serasan. 

"Memaksimalkan pengelolaan lahan sawah akan mampu mendongkrak produksi padi di PALI. Pemkab juga bakal membantu benih dan pupuk melalui kelompok tani. Mudah-mudahan dengan pengelolaan baik dipandu petugas lapangan selain produksi padi melimpah juga kesejahteraan petani juga terangkat," kata Erizon. (sn) 




Share:

100 Rumah Tak Layak Huni di PALI Dibedah, Tahun 2020 Dinsos Sebut KAT Talang Ritam Prioritas

Foto : Hanya Ikustrasi
PALI, SININEWS.COM - Program bedah rumah dari Kementerian Sosial RI tahun 2019 ini telah terserap di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dari data Dinas Sosial (Dinsos) PALI, ada 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bedah rumah layak huni tersebar di tiga kecamatan. 

Dikakatakan Metty Etika, Plt Kepala Dinas Sosial PALI bahwa 100 KPM tersebut berdasarkan profosal tahun 2016 dan 2017.

"Alhamdulillah PALI tahun ini dapat 100 KPM, dan sudah terealisasi dan sudah dihuni keluarga penerima. KPM tersebar di tiga kecamatan, yakni 30 KPM di Talang Ubi, 30 KPM di Abab dan 40 KPM di Kecamatan Tanah Abang," ungkap Metty, Selasa (17/12).

Untuk tahun 2020, diakui Metty pihak Kementerian belum memberikan SK berapa jumlah kuota yang bakal diterima di PALI. 

"Biasanya di bulan Maret atau Juni SK dikeluarkan Kemensos. Tetapi saat ini baru ada 44 Kepala Keluarga (KK) yang bakal menerima bantuan dari Kemensos. Bantuan itu diterima di Komunitas Adat Terpencil (KAT) kategori 3 di Talang Air Itam Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara," terang Metty. 

Sementara untuk bantuan bedah rumah yang bersumber dari APBD PALI, Kepala Dinsos menyebut bahwa penganggaran  dan pengelolaannya dilakukan Dinas Perkim. 

"Kalau Dinsos tidak mengangarkan program bedah rumah dari APBD, kita hanya memfasilitasi bantuan dari dana APBN. Karena ditakutkan akan tumpang tindih anggaran dengan Dinas Perkim. 
Anggaran yang sifatnya teknis harus di Tupoksi OPD," tambahnya. 

Diharapkan Metty bahwa program bedah rumah yang telah diterima warga PALI bisa bermanfaat sesuai tujuan pemerintah yang mengeluarkan program tersebut sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan. 

"Keluarga penerima yang tadinya memiliki rumah tidak layak huni saat ini telah bisa merasa nyaman dan tenang dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari tanpa harus was-was. Dan kami akan terus berupaya menjemput bola ke Kemensos agar bantuan berupa program bedah rumah bisa kembali turun ke PALI bahkan jumlahnya bisa bertambah," harapnya. (sn)
Share:

Jelang Akhir Tahun, Proyek Fisik Banyak Belum Selesai


MUARA ENIM, SININEWS.COM --Kerap sekali terjadi setiap tahunnya. Meski tutup tahun anggaran tahun 2019 tinggal 2 pekan lagi, namun masih dijumpai banyak proyek fisik yang diangarkan menggunakan dana APBD Muara Enim belum selesai dikerjakan dengan kondisi pekerjaan sekitar 75-85 persen.

Terbukti saat ini para kontraktor sedang gencar gencarnya menggarap pekerjaan proyek tersebut untuk agar mencapai target penyelesaian hingga berakhirnya tahun anggaran 31 Desember yang tinggal dua pekan lagi.

Proyek yang masih dalam pengerjaan di dalam Kota Muara Enim, diantaranya pembangunan landskip taman Adipura dan pembangunan tanam gapura batas kota Muara Enim berlokasi di Desa Kepur menggunakan dana APBD miliaran rupiah.

Sekeda Muara Enim, Ir H Hasanudin MSI, selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Muara Enim, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya proyek fisik yang belum selesai dikerjakan menjelang berakhirnya tahun anggaran 2019 pada 31 Desember mendatang.

“Jadi saya kira gini, target itu harus dicapai, pada saatnya nanti kontrak habis tidak tercapai, maka direalisasikan sesuai fisik yang ada dilapangan. Saya sudah intruksikan pada dinas yang menangani fisik agar segera melakukan monitoring dan evaluasi kondisi dilapangan,” jelas Sekda usai membuka acara sosialisasi kampung iklim tingkat desa di hotel Griya Serasan, Selasa (17/12).

Dia menegaskan, terkait masalah realisasi keuangan, harus sesuai kegiatan fisik dilapangan. Sehingga pembayaran proyek harus disesuaikan dengan fisik yang dikerjakan fisik.

“Kalau tak capei target, pembayaran harus sesuai fisik di lapangan, saya sudah pintakan itu. Tak mungkin pekerjaan fisik 75 persen dibayar 100 persen. Saya minta seluruh kepala OPD mengevaluasi kondisi fisik dilapangan bagi yang ada fisik maupun keuangannya,” tegasnya.

Karena, lanjutnya, usul pencairan dana ada batas waktunya, ditambah pada tanggak 24 dan 25 Desember mendatang libur nasional dan libur akhir tahun. Sehinga sebelum memasuki libur nasional, harus sudah dilakukan evaluasi.

Ketika ditanya bagaimana bagi kontraktor yang pekerjaan fisiknya tidak capai target?, apa harus dievaluasi. Dijawabnya bahwa semuanya ada mekanisme. Tentu bagi mereka yang tak capai target wanprstasi karena bagi capai target.

Apakah mereka akan dipakai lagi pada tahun anggaran 2020?, dijawabnya, mereka yang wanprestasi, ada hukuman yang harus diterima atau panismen yang harus diterima.

Bisa jadi, lanjutnya, kalau memang kesalahan dia (kontraktor-red) sendiri, maka wanprestasi harus dibayar dengan panismen. “ Kecuali ada gangguan alam, tapi sekarang walaupun musim hujan belum pada tingkat menghawatirkan dan tidak banjir. Maka kalaupun ada hal yang belum selesai, tentu ada kelalaian,” tegasnya.

Ditegaskannya, batas terakhir tahun anggaran tetap 31 Desember. Pencairan dana tanggal juga tanggal 15 Desember terakhir dilakukan. Dengan demikian seharusnya, para kontraktor sudah menyampaikan prediksi realisasi keuangan yang harus dibayarkan sebelum tutup tahun anggaran.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts