Fasum Dan Kantor Disemprot Disinfektan

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19, Pemerintah Kabupaten Muar Enim melakukan penyempeotan disinfektan di daerah daerah yang dianggap sebagai lokasi yang bisa menjadi tempat berkumpulnya virus. 

Tempat tempat yang rawan seperti ruang terbuka (taman taman kota) kantor kantor pemerintah, stasiun kereta api, terminal kota serta masjid, menjadi sasaran petugas penyempeotan.

Ada sekitar 40 petugas yang dikerahkan untuk melakukan penyemprotan di lokasi lokasi tersebut. Mereka menggunakan peralatan standar penyemprotan dan menyebar di titik titik yang telah ditentukan dengan tenaga tang berasal dari BPBD, TNI, DInas Perkebunan dan Dinas Kesehatan.

Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah mengatakan, saat ini pemerintah berupaya untuk mencegah penyebaran virus dengan melakukan tindakan antisipasi seperti penyemprotan dan penyediaan hand sanityser di tiap tiap kantor dan tempat layanan publik.

“Meskipun saat ini belum ada yang terindikasi postif terjangkit virus covid 19 di muara enim, namun kita tidak boleh lengah dan tetap harus menjaga diri serta mengantisipasi berbagai kemungkinan,” ujarnya.

Juarsah juga mengimbau kepada masyarakat Muara Enim, meskipun saat ini belum ditemukan, tetap harus menjaga diri dengan membersihkan diri serta menjaga jarak satu sama lain dan jangan ada keramaian agar terhindar dari penyebaran.

Sementara itu, kebutuhan peralatan kesehatan seperti Alat Pelindung Diri (APD) sementara ini sudah ada namun masih membutuhkan tambahan. “Kita tetap berusaha mencari kekurangan APD dan peralatan kesehatan lainya,” pungkas Juarsah.

Sementara itu, Sekertaris Daerah, Hassanudin mengatakan, untuk tiap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) harus bersiap diri. “Jadi OPD jangan santai, ini sigatnya sementara dan belum bisa maksimal. Jadi OPD juga harus mengambil tindakan sendiri,” pungkasnya.

Juru Bicara Covid 19 Kabupaten Muara Enim, Panca Surya Diharta mengimbau, kepada seluruh masyarakat, pejabat maupun pekerja yang melakukan atau akan melakukan perjalanan ke luar kota yang pandemi dianjurkan untuk mengisolasi secara mandiri selama 14 hari.

“Tujuannya untuk antisipasi. Karena kita tidak tau apakah orang tersebut terjangkit atau tidak dan hal itu lebih baik kita lakukan daripada nanti terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Panca, apabila ada tetangga dan saudara yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemi agar dianjurkan mengisolasi diri dan memeriksakan diri. “Namun bila orang tersebut enggan, silakan tetangga atau saudara menghubungi pihak puskesmas agar nanti pihak puskesmas yang akan datang,” pungkasnya.
Share:

Ingin Kuasai Harta, Perampok Sadis Tega Bunuh Ibu Enam Anak

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Tega yang dilakukan oleh para pelaku perampokan (DPO) di Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim. Dirinya tega menghabisi nyawa korbannya seorang ibu rumah tangga hanya untuk menguasai harta milik korban.

Nasib malang ini dialami oleh korban Eliana (47) warga Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muaraenim. Ibu enam anak ini diduga menjadi korban perampokan dan ditemukan warga sudah tewas dengan kondisi menggenaskan sekitar 20 meter di belakang rumahnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Selasa (24/3/2020), kejadian perampokan tersebut terjadi Sabtu (21/3) pagi hari ketika sang suami bekerja dan anak korban pergi sekolah sehingga rumah praktis sepi. 

Dan dalam kondisi sepi tersebut, dimanfaatkan para perampok sadis tersebut menyarroni rumah korban. Ketika terjadi perampokan diduga korban melakukan perlawanan sehingga para perampok menghabisi korban dengan cara mengikat kedua kakinya, mata dan mulut terikat dan ditutupi kain lap supaya tidak bisa berteriak dan melihat serta mengenali pelaku perampoknya. 

Pelaku perampokan berhasil membawa lari satu unit motor dan barang berharga lainnya. Sekitar pukul 10.00, tanpa sengaja Hairul Saleh yang merupakan adik ipar korban melihat jasad korban dengan posisi tertelungkup dengan kedua kaki terikat, mulut tersumbat dan luka sayat dileher. 

Melihat hal tersebut, saksi langsung meminta tolong warga sekitar dan memberitahukan kepada Kepala Desa Hidup Baru, Antoni. Atas kejadian tersebut satu buah motor Beat warna Putih profit, hp dan cincin hilang dibawa perampok.

Ketika dikonfirmasi, Kades Hidup Baru Antoni, membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi Sabtu (21/3) dan diketahui sekitar pukul 10.30, setelah mendapat laporan dari masyarakat. 

“Setelah mendapat laporan bahwa ada warga yang di rampok, kami dari pemerintah desa langsung menghubungi pihak Polsek Gunung Megang dan Babinkatimas,” terang Kades.

Mendengar berita itu, Kades bersama perangkat desa dan dibantu beberapa warga langsung menuju ke lokasi. Saat berada dilokasi yang tidak jauh dari rumah korban ternyata benar informasi tersebut namun korban sudah tidak bernyawa lagi. 

"Sebagai Pemerintah Desa, Kita sangat prihatin dengan kejadian ini. Semoga aparat kepolisian dapat segera menemukan pelaku biadab pembunuhan ini," tegasnya.

Sedangkan menurut suami korban Andi (51) yang berhasil dihubungi mengatakan, pada saat kejadian itu kebetulan dirinya sedang tidak berada di rumah. Setelah pulang kerja ia sangat terkejut mendengar kabar istri meninggal. Lebih heran lagi, warga melarang dirinya melihat mayat istrinya karena dikhawatirkan tidak kuat melihat kondisi jasad korban. 

Atas meninggalnya sang istri, ia menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum, agar kasus ini segera terungkap.”Kami serahkan kepada penegak hukum, agar kasus ini segera terungkap,” pungkas ayah enam anak ini.

Sementara itu ketika dikonfirmasi , Kapolres Muaraenim AKBP Donni Eka Syaputra membenarkan adanya perampokan tersebut yang menyebabkan satu korban ibu rumah tangga meninggal. Dimana pelaku sudah diketahui identitasnya dan mudah-mudahan cepat tertangkap.”Modus murni perampokan. Doakan cepat tertangkap ya," pungkasnya.(SN)
Share:

Naas, Petani Karet Asal Talang Bulang Tewas Terlindas Truk Batubara Ketika Hendak Menyadap

PALI -- Warga Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikejutkan dengan adanya kejadian kecelakaan yang terjadi di jalan khusus batubara milik PT Servo yang berada di wilayah Desa tersebut pada Senin (23/3) sekitar pukul 06.00 WIB yang menelan korban jiwa. 

Tentu saja, akibat kejadian itu, warga berhamburan mendekati lokasi kejadian yang menelan korban Radencik perempuan berusia sekitar 50 tahun  warga yang berprofesi sebagai penyedap karet tercatat tinggal di Dusun I Desa Talang Bulang. 

Menurut Menriadi, Kepala Desa Talang Bulang bahwa kejadian itu berlangsung saat korban hendak menyadap karet di kebunnya dengan berjalan kaki melintas di jalan PT Servo. 

Tetapi naas, saat berjalan korban ditabrak dari arah belakang oleh sebuah mobil truk tronton batubara. Diduga pengemudi tidak melihat ada korban tengah berjalan. 

"Korban meninggal ditempat dengan kondisi mengenaskan karena kepala terlindas mobil. Sementara sopir mobil melarikan diri. Kasus ini sudah ditangani polisi," terang Kades. 

Sementara itu, Yayan Humas PT Servo membenarkan kejadian itu. Hanya saja untuk mencari kebenaran atau kronologi kejadian, pihaknya tengah melakukan investigasi bersama kepolisian di TKP. 

"Kejadian sebenarnya itu seperti apa, kita tunggu hasil investigasi petugas kita dan hasil dari olah TKP kepolisian," tandas Yayan. (sn)  
Share:

Jubir Tim Terpadu Penanggulangan Corona PALI Nyatakan ODP Covid-19 di Bumi Serepat Serasan Tidak Bertambah

PALI -- Juru bicara (Jubir) tim terpadu penanggulangan covid-19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dr Zamir menerangkan bahwa tiga warga Bumi Serepat Serasan yang saat ini dinyatakan Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 kondisinya sudah membaik.

Namun demikian, tim terpadu tetap memantau secara intensif perkembangan kondisi tiga warga tersebut dan tetap menekankan untuk isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Dan untuk menjawab simpang siur masyarakat akan keberadaan tiga warga berstatus ODP semuanya berada di Kecamatan Talang Ubi yang baru pulang dari luar daerah. 

"Kondisi terbaru tiga warga ODP mulai membaik. Sebelumnya memang ada keluhan batuk pilek serta demam, tetapi setelah kita pantau dan diberikan pengobatan secara intensif alhamdulillah keluhan itu berkurang," ungkap dr Zamir, Senin (23/3).

Untuk perkembangan pemantauan Covid-19, dr Zamir menyatakan bahwa status ODP di PALI belum bertambah atau berkurang. 

"Alhamdulillah tidak bertambah, tetap tiga orang statusnya ODP meskipun telah membaik. Untuk pantauan kami dilapangan, ada beberapa warga PALI yang baru pulang dari liar daerah atau luar negeri, setelah dilakukan pengecekan tidak ada ditemukan gejala mengarah pada Covid-19," tukasnya. 

Jubir tim terpadu penanggulangan corona Kabupaten PALI juga mengharapkan kerjasama dan kesadaran masyarakat untuk melaporkan setiap kedatangan warga dari luar daerah atau luar negeri. 

"Kami akan datang untuk mengecek kesehatan warga yang baru datang. Kami juga mengajak masyarakat patuhi anjuran pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus corona dan upayakan jaga jarak, jaga kebersihan, jauhi keramaian dan tetap berada di rumah atau social distancing. Pemantauan juga tetap dilakukan tim terpadu disetiap pintu masuk kabupaten PALI selama 24 jam," tandasnya. (sn) 

Share:

Meski Terbagi Zona, KPUD Selesai Lantik Seluruh Anggota PPS Terpilih

PALI -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sunario SE secara resmi melantik anggota PPS terpilih pada Minggu (22/3) dibagi tiga zona sesuai arahan pemerintah dan KPU RI untuk hindari penyebaran virus corona atau Covid-19 yang saat ini menjadi momok menakutkan di muka bumi ini.

Pembagian zona tersebut terdiri dari zona 1 meliputi Kecamatan Talang Ubi yang mana lokasi pelantikannya di gelar di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo. Zona 2 meliputi kecamatan Penukal dan Penukal Utara, lokasi pelantikan di Desa Air Itam dan zona 3 meliputi Kecamatan Tanah Abang dan Abab, lokasi pelantikannya dilaksanakan di Desa Tanah Abang Jaya.

Usai melantik anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), Ketua KPUD PALI mengumumkan bahwa sesuai edaran KPU RI akan adanya penundaan beberapa tahapan proses Pilkada tahun 2020 ini untuk seluruh daerah di Indonesia yang menggelar pesta demokrasi termasuk di Kabupaten PALI akibat mewabahnya virus corona.

Sunario menyebut bahwa akibat adanya beberapa tahapan Pilkada yang ditunda  berpengaruh pada masa kerja PPS yang telah dilantik.

Sebab, dari jadwal semula awal masa kerja PPS berlaku pada tanggal 23 Maret 2020 sampai 30 November 2020, akibat adanya kasus corona, maka masa kerja PPS menunggu arahan dari KPU RI yang waktunya belum bisa dipastikan.

"Ini sesuai edaran KPU RI, bahwa masa kerja PPS belum bisa ditentukan kapan dimulai dan kapan berakhirnya sampai ada pemberitahuan resmi dari KPU RI," ungkap Sunario.

Sunario menyarankan agar anggota PPS yang telah dilantik untuk tetap tinggal di rumahnya masing-masing.

"Tetap di rumah sambil menunggu arahan dari kami. Jangan dulu melakukan aktivitas sebagai PPS, sebab saat ini kita harus mawas diri dalam menanggulangi dan mencegah virus corona atau Covid-19. Kami juga saat ini terus menunggu arahan terbaru dari KPU RI," tukasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Sunario berharap agar wabah Covid-19 cepat berlalu.

"Kita rencanakan pelantikan PPS serentak. Namun dengan adanya himbauan dari pemerintah dan KPU RI, pelantikan dirubah pelaksanaannya. Yakni dibagi tiga zona. Terdiri dari Zona 1 meliputi Talang Ubi, zona 2 Penukal dan Penukal Utara serta zona 3, Tanah Abang dan Abab. Semoga saja, kita semua patuh dan jalankan seluruh arahan pemerintah agar bencana ini capat berlalu dan aktivitas kita normal kembali," harapnya.(sn)
Share:

PPDB SMAN 1 Unggulan Bebas Zonasi

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 8 Tahun 2020, jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 1 Unggulan Muara Enim bebas zonasi.

Hal ini selaras dengan petunjuk teknis PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021 Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, di mana SMA Negeri Rujukan yang boarding school/berasrama bebas zonasi, dengan ketentuan 10 persen jalur PMPA (Jalur Penelusuran Minat dan Prestasi Akademik) dan 90 persen jalur TPA (Tes Potensi Akademik).

SMAN 1 Unggulan Muara Enim adalah SMA terbaik di Kabupaten Muara Enim, dengan beragam prestasi baik di bidang akademik dan non akademik, pada tingkat kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional, antara lain sekolah kewirausahaan nasional, sekolah sadar hukum, dan sekolah inklusi.

Kemudian, juara umum lomba prestasi Pramuka Kwarda Sumsel, perwakilan Indonesia di Istanbul International Wonderful Education, juara I Olimpiade Matematika UNY regional Sumatera Bagian Selatan, medali perak Kejuaraan Silat Nasional Perisai Diri, dan lain-lain.

Dengan ketentuan bebas zonasi ini, SMAN 1 Unggulan Muara Enim mulai membuka kesempatan kepada alumni SMP/MTs baik negeri dan swasta dimanapun berada untuk menempuh pendidikan di Kampus Tembesu (Kampus Unggulan) sebagai siswa baru Tahun Pelajaran 2019/2020.

“SMA Negeri 1 Unggulan Muara Enim membawa esensi dari visinya yaitu unggul mutu akademik dan non akademiknya, serta mendidik peserta didik memiliki akhlakul karimah dan wawasan mendunia. Lalu, menjanjikan lulusannya mampu bersaing masuk perguruan tinggi negeri/swasta favorit serta ikatan kedinasan, hal ini sudah terbukti selama puluhan tahun,” jelas Kepala SMA Negeri 1 Unggulan Muara Enim, H. Darmadi, S.Pd., M,Si, (22/3/2020).

Adapun waktu pelaksanaan proses seleksi melalui jalur PMPA akan dilaksanakan 4 Mei—11 Juni 2019, sedangkan melalui jalur TPA dilaksanakan pada 19—30 Juni 2019. “Ketentuan dan berbagai persyaratan penerimaan peserta didik baru akan diinformasikan melalui laman situs http://sman1me.sch.id/,” tutup Darmadi.(sn)
Share:

Bupati HM Ilyas Berikan Bantuan Modal Usaha Rumahan

Teks photo : Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam mendengarkan keluh kesah para ibu-ibu yang butuh bantuan modal usaha kerupuk kemplang.
INDRALAYA, SININEWS.COM --  HM Ilyas Panji Alam menerima kunjungan sejumlah ibu-ibu yang tergabung kedalam kelompok usaha rumahan dari Desa Sekonjing Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jumat (20/3) pukul 10.00 di pendopoan Bupati OI Tanjung Senai Indralaya. 

Kedatangan ibu-ibu tersebut, untuk meminta bantuan langsung kepada Bupati OI HM Ilyas Panji Alam guna diberikan bantuan modal usaha kerupuk/kemplang yang sudah sejak lama mereka geluti. 

"Prospek usaha kemplang ini cukup menjanjikan. Namun terkendala modal yang pas-pasan. Untuk itu, kami mohon bantuan modal usaha kepada Bapak Bupati. Tujuannya agar usaha kami ini berjalan dengan lancar sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi kami,” ungkap Nurlaili perwakilan kelompok usaha saat dibincangi Jumat (20/3). 

Usai mendengar keluhan warganya, orang nomor satu di Kabupaten OI HM Ilyas Panji Alam langsung menginstruksikan Sekda H Herman SH MSi agar segera menyampaikan permohonan warga ini sudah ditindaklanjuti oleh Disperindagkop dengan difasilitasi untuk mendapatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Sumsel-Babel. 

“Setelah seluruh persyaratan yang ditentukan oleh pihak Bank sudah dilengkapi warga, selanjutnya kita fasilitasi untuk mendaftar ke Bank Sumsel-Babel,” jelas Sekda.

Kedatangan sejumlah ibu rumah tanggap tersebut diterima oleh Bupati OI HM Ilyas Panji Alam SE SH MM yang diwakili oleh Sekretaris Daerah H Herman MM didampingi Asisten I Drs H.A Rahman Rosyidi MM, MBA, Asisten II Muhsin Abdullah MM dan sejumlah Kepala OPD dilingkungan Pemkab OI.(Ber)


Share:

Hati-hati Dalam Bersosmed, Polres PALI Amankan Penyebar Hoax Pasar Pendopo Bakal Ditutup Gegara Corona

PALI -- Bagi masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) harap berhati-hati dalam memposting atau membagikan berita seputar virus corona atau Covid-19 yang belum jelas kebenarannya. Pasalnya pada Minggu (22/3), Polres PALI mengamankan pemilik akun facebook inisial ZS yang mengunggah postingan bahwa pasar Inpres Pendopo bakal ditutup sementara akibat mewabahnya virus corona.

Dijelaskan Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi bahwa tim patroli cyber melakukan pemantauan dan monitoring di akun sosial media berupa facebook, youtube, instagram dan twiter terkait isu atau berita hoax tentang virus corona.

Dari hasil monitoring akun media sosial facebook terdapat akun ZS yang memposting pada dinding halaman status facebooknya pada hari ini mengenai pasar tradisional Talang Ubi akan di tutup selama 3 hari dan akan belanja untuk persiapan selama 3 hari.

Sehingga hasil status facebooknya dilihat, diakses oleh banyak orang, terkait pemberitaan tersebut, masyarakat menjadi resah dan bertanya-tanya kebenaran dari berita tersebut.

"Kami telah melakukan penjemputan terhadap pemilik akun tersebut ke Sat Reskrim Polres PALI. Hasil dari intrograsi serta klarifikasi maksud dan tujuan membuat status di akun facebook miliknya, yang bersangkutan mengaku salah, karena saat berbelanja di pasar Talang Ubi mendengar dari para penjual dan pembeli bahwa pasar akan di semprot cairan desinspektan untuk mencegah penyebaran covid-19, dan para penjual serta pembeli berinisiatif  akan berbelanja untuk stok kebutuhan 3 hari kedepan," jelas Kapolres PALI.

Ditambahkan Kapolres bahwa yang bersangkutan sudah meminta maaf atas postingannya, dan menghapus isi postingannya, serta mengklarifikasi postingannya melalui video yang akan disampaikan kepada masyarakat.

"Untuk saat ini pemilik akun itu tidak kami tahan, hanya diberi teguran. Atas kejadian itu, kami menyampaikan kepada setiap pemilik akun media sosial agar berhati-hati untuk memposting status atau berita yang tidak ada pertanggung jawaban kebenarannya," tandas Kapolres. 

Dijabarkan Kapolres bahwa dari patroli cyber media sosial wilkum PALI, bahwa akun ZS yang memposting berita hoax mengenai pasar PALI akan ditutup, adalah tidak benar dan mengklarifikasi serta meminta maaf atas status yang di buatnya.

"Kita akan melakukan penindakan terhadap para pelaku penyebar berita hoax virus corona dan melakukan upaya take down atau blokir akun, serta memberi peringatan kepada penyebar hoax untuk di tindak lanjuti apabila masih melakukan atau memposting berita hoax," tegas Kapolres. (sn) 
Share:

Dampak Corona, Meski Sudah Dilantik Tapi Masa Kerja PPS Belum Pasti Kapan Mulai dan Kapan Berakhir

PALI -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sunario SE usai melantik anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) mengumumkan bahwa sesuai edaran KPU RI akan adanya penundaan beberapa tahapan proses Pilkada tahun 2020 ini untuk seluruh daerah di Indonesia yang menggelar pesta demokrasi termasuk di Kabupaten PALI akibat mewabahnya virus corona. 

Tentu dengan adanya penundaan  tersebut berpengaruh pada masa kerja PPS yang telah dilantik. 

Sebab, dari jadwal semula awal masa kerja PPS berlaku pada tanggal 23 Maret 2020 sampai 30 November 2020, akibat adanya kasus corona, maka masa kerja PPS menunggu arahan dari KPU RI yang waktunya belum bisa dipastikan.

"Ini sesuai edaran KPU RI, bahwa masa kerja PPS belum bisa ditentukan kapan dimulai dan kapan berakhirnya sampai ada pemberitahuan resmi dari KPU RI," ungkap Sunario, Minggu (22/3).

Sunario menyarankan agar anggota PPS yang telah dilantik untuk tetap tinggal di rumahnya masing-masing. 

"Tetap di rumah sambil menunggu arahan dari kami. Jangan dulu melakukan aktivitas sebagai PPS, sebab saat ini kita harus mawas diri dalam menanggulangi dan mencegah virus corona atau Covid-19. Kami juga saat ini terus menunggu arahan terbaru dari KPU RI," tukasnya. 

Dalam kesempatan itu juga, Sunario berharap agar wabah Covid-19 cepat berlalu. 

"Kita rencanakan pelantikan PPS serentak. Namun dengan adanya himbauan dari pemerintah dan KPU RI, pelantikan dirubah pelaksanaannya. Yakni dibagi tiga zona. Terdiri dari Zona 1 meliputi Talang Ubi, zona 2 Penukal dan Penukal Utara serta zona 3, Tanah Abang dan Abab. Semoga saja, kita semua patuh dan jalankan seluruh arahan pemerintah agar bencana ini capat berlalu dan aktivitas kita normal kembali," harapnya. (sn) 
Share:

Siaga Corona, Majid Agung ME Dibersihkan

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Untuk mengantisiapasi penyebaran virus covid 19, pengurusa dan IRMA Masjid Agung Muara Enim melakukan bersih bersih lingkungan dalam dan luar masjid agar jamaah merasa nyaman dan aman dalam melaksanakan ibadah.

Kegiatan Pengurus Masjid Agung Muara Enim bersama Anggota IRMA Masjid dibantu juga oleh Crew Merinem Becece Enim dengan satu persatu membersihakan dan menggulung karpet agar memudahka membersihkan.

Pengurus Masjid Agung Muara Enim Bpk. KMS. Ahmad Malian, SH serta Imam Masjid agung Muara Enim Ustadz Angga Purnama, S. Sy
di dampingi Manager Merinem Becece Pahrin Ilham, SH sangat antusias dengan dilakukannya giat ini.

“Selain diri pribadi dan keluarga agar terhindar dari virus Corona juga diharapkan Jama'ah yg ingin melaksanakan sholat dan aktivitas di Masjid Agung dapat dengan khusyuk, nyaman dan aman akan virus tersebut,” ujarnya, Sabtu (21/03/2020).

Ir. H. Mubri Ahmad, M. Si. Selaku ketua pengurus masjid agung Muara Enim di dampingi Bpk. H. Herwan Ahlawi, S. Pd selaku Sekretaris Masjid sangat berterima kasih kepada seluruh Anggita IRMA Masjid Agung dan Crew Merinem Becece.

“Terima kasih dengan semua yang sudah membantu. Yang mana peran mereka sangat bermanfaat untuk para Jama'ah masjid dan masyarakat Muara Enim khususnya,” terangnya lagi.

Mubri melanjutkan, pihaknya juga selaku pengurus masjid agung Muara Enim telah mengantisipasi sedini mungkin penyebaran virus Corona. “Pihak masjid agung telah menyiapkan dan menyediakan antiseptik dan sabun cuci tangan baik di dalam masjid maupun di area Tempat Wudhu dan WC,” terangnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, sajadah dan ambal masjid sudah di sterilkan dan digulung sementara, agar area di dalam masjid mudah di bersihkan untuk dilakukan pemberisah mendetail dan insya allah benar benar bersih dari Virus maupun kotoran yg ada.

“Dan kami juga mengimbau kepada jamaah yang ingin melaksanakan sholat berjamaah untuk memperhatikan beberapa hal diantaranya, apabila kondisi kurang fit sebaiknya sholat dirumah. Apabila masuk ke masjid pastikan untuk mencuci tangan dengan antiseptik yang telah disediakan oleh Pengurus Masjid. Tidak terlalu lama berdiam diri didalam masjid setelah sholat berjamaah. Untuk melapisi sajadah dengan sapuh tangan yang bersih atau bisa membawa sejadah dari rumah masing-masing.

“Dan selalu menjaga stamina dan kesehatan masing masing. Karena kebersihan itu sebagian dari Iman.
Demikian harapan kami selaku pengurus masjid agung Muara Enim semoga hal ini bermanfaat serta membantu kita semua dalam pencegahan covid 19 / Virus Corona,” pungkasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts