Bergerak Bersama Lawan Corona, Kepala Inspektorat PALI Anjurkan Kades Gunakan Dana Desa Tanggulangi Covid-19

PALI -- Upaya pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam memerangi penyebaran virus corona atau Covid-19 gencar dilakukan dengan berbagai cara. Selain melakukan penjagaan di seluruh pintu masuk Kabupaten PALI, juga seluruh OPD dan instansi digerakkan untuk mensosialisasikan pencegahan Covid-19 serta mensosialisasikan anjuran pemerintah agar mengurangi aktivitas di luar rumah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. 

Seperti pada Senin (30/3), tim penanggulangan corona kecamatan Talang Ubi yang dipimpin kepala Inspektorat Kabupaten PALI, Kartika Yanti berkeliling ke desa Panta Dewa Dan Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi. 

"Kegiatan ini dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat agar mawas diri mencegah penyebaran Covid-19. Kami juga mengajak masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah agar warga PALI terhindar terpapar virus corona," ungkap Kartika. 

Dalam menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk masyarakat, Kartika menyarankan para kepala desa untuk menggunakan dana desa dalam pengadaan APD seperti masker dan sanitizer atau penyemprotan disinfektan,  jangan hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah PALI. 

"Dari Dana Desa (DD) bisa digunakan untuk penanganan Covid-19. Sebab dari pusat sudah membolahkan penggunaan dana desa untuk tanggulangi virus corona. Apabila ragu atau takut menggunakan dana desa, silahkan berkoordinasi ke inspektorat dengan auditor kami," tandas Kartika. 

Pada kegiatan itu juga, tim gabungan yang terdiri dari seluruh OPD dan instansi membagikan brosur tentang pencegahan virus corona. 

Sementara dari perwakilan Dinas Kesehatan PALI menyarankan masyarakat apabila ada warga yang alami gejala batuk, pilek dan demam yang indikasinya mengarah terpapar Covid-19 agar jangan berobat ke Puskesmas atau rumah sakit tetapi segara hubungi Satgas penanganan Covid-19. 

"Silahkan hubungi PSC 119 Kabupaten PALI dengan call center 0811-7833-119. Ini untuk penanggulangan penyebaran virus corona," saran dari Dinkes.(sn) 


Share:

Bantu Penanggulangan Covid 19, Pertamina EP Asset 5 Serahkan Bantuan

TARAKAN, SININEWS.COM – Peduli dan perihatin dengan kondisi wabah virus corona (Covid-19), PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field serahkan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada petugas paramedis di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Provinsi Kalimantan Utara. 

"Wabah corona virus atau covid-19 tidak bisa di pandang sebelah mata sebab ini adalah bencana global. Apalagi Pertamina sebagai perusahaan milik Negara mengetahui bahwa RSUD kekurangan APD dan membutuhkan bantuan sudah seharusnya kita ambil tindakan," ujar Tarakan Field Manager, Agung Wibowo, disela pemberian bantuan APD kepada RSUD Provinsi Kaltara, Sabtu (28/3).

Adapun bantuan yang diberikan berupa masker N95 sebanyak 100 pcs, kemudian sepatu safety rubber shoes 4 pasang, dan latex glove sebanyak 36 pasang khusus untuk penanganan Covid-19.

Agung Wibowo menegaskan bantuan akan terus berlanjut, dari operasional perusahaan kita akan memberikan masker kepada tim setiap dua minggu sekali, supaya semua tersupport, baik dari segi operasional maupun bantuan untuk pihak Rumah Sakit rujukan covid-19.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa membantu rekan (Paramedis) disana (RSUD Provinsi Kaltara), Insya Allah kita tetap support,” terangnya.

Sementara itu Kasubag Umum dan Perlengkapan RSUD Provinsi Kaltara Heri Arfandi mengatakan, bantuan ini sangat berarti dan membantu rekan medis dalam menjalankan tugasnya. “Yang utama adalah APD, melihat kondisi saat ini yang paling utama kita butuhkan yaitu APD,” katanya.

Bantuan saat ini terus berdatangan ke rumah sakit mulai dari masyarakat, perusahaan hingga komunitas. “Bantuan dari Pertamina EP sangat bermanfaat sekali, akan kita gunakan untuk semua tidak hanya tenaga medis, petugas pengamanan, sopir, hingga cleaning service juga perlu,” terang Heri.

Sehari sebelum penyerahan tersebut, PT Pertamina EP Asset 5 Tanjung Field melaksanakan penutupan Taman Rekreasi 10K yang berlokasi di Tanjung, Kalimatan Selatan dalam rangka mendukung social distancing sehingga mengurangi potensi penyebaran virus, Jumat (27/03). 

Selain menutup taman, PEP Tanjung Field juga melakukan sterilisasi kios-kios tempat berjualan di Taman Rekreasi 10K dengan menyemprotkan disinfektan. Kios penjual makanan diarahkan menerapkan sistem take away bagi pembeli.

PEP Tanjung Field juga memberikan bantuan paket sembako sebanyak 100 paket kepada pemilik kios yang tidak dapat berjualan serta petugas kebersihan. Tanjung Field Manager Zulfikar Akbar mengatakan bahwa langkah-langkah preventif tersebut adalah sebagian dari upaya pencegahan penyebaran COVID-19. 

“Namun, tetap harus ada kesadaran pada diri individu masing-masing untuk menjaga kebersihan dan menerapkan himbauan dari pemerintah dengan serius,” imbuhnya.

Lebih lanjut Zulfikar menerangkan harapan terkait dengan penyerahan bantuan, “semoga dengan adanya bantuan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan pemilik kios yang tidak dapat berjualan selama masa penutupan.”, pungkasnya.(ril/SN)
Share:

64 Orang Masuk Daftar ODP Di Muara Enim

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Berdasarkan data Per 27 Maret 2020, sebanyak 64 orang masuk dalam dalam daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) Tim Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Muara, Panca Sirya Diharta, dari pemantauan sejak tanggal 30 Januari 2020 hingga per tanggal 27 Maret 2020, sudah sebanyak 64 orang masuk dalam ODP yang tersebar dari 11 Puskesmas di wilayah Kabupaten Muaraenim.

Dari 11 Puskesmas tersebut, paling banyak berasal dari Puskesmas Tanjungenim yakni sebanyak 18 orang.Disusul dari Puskesmas Tanjung Agung sebanyak sembilan orang, Puskesmas Teluk Lubuk dan Gelumbang yang masing-masing delapan orang dan Puskesmas Gunung Megang enam orang.

Lalu, Puskesmas Tebat Agung, Puskesmas Sugihwaras dan Puskesmas Muaraenim yang masing-masing empat orang.
Setelah itu, Puskesmas Benakat, Puskesmas Ujan Mas dan Puskesmas Lembak yang masing-masing satu orang.

"Ini berkat kerja keras tim Satgas Gugus Tugas Kabupaten Muaraenim yang menyisir dan mendata hingga ke kecamatan dan desa yang disampaikan ke pusat pengendali di Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim," ujar Panca, Minggu (29/3/2020).

Untuk data per tanggal 27 Maret 2020, lanjut Panca, jumlah Orang Dalam Pemantauan total (ODP) sebanyak 64 orang, dimana enam orang telah selesai pemantauan dengan kondisi sehat, dan 58 orang masih dalam proses pemantauan.

Sedangkan yang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak satu orang, dan saat ini masih dalam pengawasan (RSMH Palembang) menunggu hasil laboratorium.
Dan jika dikelompokkan dalam umur, dari umur 1-4 tahun sebanyak satu orang, umur 5-14 tahun satu orang, umur 15-19 tahun sembilan orang, umur 20-44 tahun 43 orang, umur 45-54 tahun lima orang dan umur 55-59 tahun sebanyak tiga orang.

Sedangkan untuk jenis kelamin dari 64 orang tersebut yakni perempuan 20 orang dan laki-laki 44 orang.
"Kami minta bagi warga yang telah bepergian ke luar kota terutama daerah pandemi virus corona untuk segera melaporkan diri meski tidak sakit," harapnya.(SN)
Share:

Jalan Bergelombang Tewaskan Pengendara Motor

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Akibat jalan yang tidak rata (bergelombang) mengakibatkan kejadian tragis yang dialami oleh mahasiswa UIN RAFA Palembang. Dirinya harus tewas mengenaskan akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya, Minggu, (29/032020) sekitar pukul 08.00 Wib di Jalan lintas Muara enim - Prabumulih tepatnya di Desa Tanjung Serian kecamatan Muara Enim, kabupaten Muara Enim.

Dari informasi yang didapat, kecelakaan yang mengakibatkan Abdul Hadi (23) mahasiwa UIN RAFA Palembang ini saat Sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BG 6769 ZJ yang di kendarai oleh korban berjalan dari arah Muara Enim menuju ke arah Prabumulih. Sesampainya di TKP tepatnya di jalan Lintas Prabumulih - Muara Enim di desa Tanjung Serian diduga saat melewati jalan tikungan yang bergelombang korbn melebar ke kanan jalan. 

Akibat melebar keknan jalan tersebut, kemudian dari arah berlawanan datang lah Mobil Truck angkutan Batubata hingga bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh korban hingga mengakibatkan korban terlindas oleh Truck tersebut hingga tewas di TKP.

"Benar telah terjadi lakalantas antara Mobil truck batubata BG 4916 AS yang bertabrakan dengan Sepeda motor Honda Beat BG 6769 ZJ yang mengakibatkan pengendara sepeda motor tersebut tewas di tempat mengalami luka remuk di bagian kepala dan meninggal dunia di TKP,"ungkap Kasatlantas Polres Muara Enim AKP. Febby Febriaya, Minggu (29/03/2020).

Masih kata Febby, saat ini korban telah di bawa ke RSUD HM. Rabain dan kendaraan tersebut telah diamankan di Satlantas Polres Muara Enim.

"Korban telah dibawa ke RSUD H.M. Rabain dan sopir Truk Batubata tersebut melarikan diri sedangkan kedua kendaraan telah diamankan di Satlantas Polres Muara Enim," pungkasnya.(SN)
Share:

Tangkal Covid-19, Pemkab PALI Perketat Pintu Masuk

PALI -- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tidak ingin kecolongan dan mengambil risiko dalam antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan, Pemkab PALI melakukan berbagai upaya dalam menangkal virus yang mampu menggemparkan isi jagat ini agar tidak masuk ke Bumi Serepat Serasan. 

Salah satu upayanya adalah dengan memperketat penjagaan di seluruh pintu masuk Kabupaten PALI selama 24 jam. 

Seluruh petugas gabungan berjaga di pintu masuk mengawasi dan memeriksa suhu tubuh serta mengecek riwayat perjalanan atau asal warga yang hendak masuk ke PALI.

Dikemukakan Sekda PALI Syahron Nazil yang ikut memantau di salah satu gerbang masuk PALI, yakni di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi, bahwa langkah pemantauan dan pemeriksaan warga yang hendak masuk ke PALI memang tidak seratus persen bisa mencegah masuknya virus corona.

"Namun dengan cara ini, bisa membangkitkan kesadaran masyarakat untuk lebih waspada ketika ada orang baru datang dari luar daerah terlebih daerah pandemik Covid-19 untuk segera melaporkan ke petugas satgas," ungkap Sekda, Minggu (29/3).

Disamping memperketat pintu masuk, Sekda juga menyebut bahwa Pemkab PALI telah mengeluarkan kebijakan mempersingkat jam kerja serta menerapkan sistem shift bagi pegawai di seluruh OPD. 

"Untuk mengurangi kerumunan orang, kita lakukan shift kerja. Namun Pemkab PALI tidak ada rencana merumahkan pegawai atau work in home, lantaran pelayanan di PALI sebagian besar masih manual," tukasnya. 

Sekda juga menyampaikan kabar baik bahwa PALI bakal mendapat bantuan 3 box alat Rapid test. 

"Alhamdulillah kita bakal dapat 3 box Rapid test atau alat test virus corona, dimana dalam satu box ada 20 unit alat. Memang bantuan itu jauh tidak memadai, namun saat darurat seperti ini, bantuan itu sangat berarti. Pemkab juga saat ini tengah berupaya melakukan pembelian alat pengukur suhu tubuh juga menambah Rapid test. Tetapi kendalanya saat ini, alat yang berhubungan Covid-19 susah didapat," terangnya. 

Dengan kondisi saat ini, Sekda menghimbau warga PALI untuk tetap waspada tetapi jangan panik. 

"Patuhilah seluruh anjuran dan ajakan pemerintah. Pelajar di rumahkan bukan berarti libur, di anjurkan kurangi kegiatan di luar rumah bukan melarang untuk mencari kehidupan, namun ini semua semata-mata untuk kebaikan bersama dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona," tandasnya. (sn)
Share:

Dampak Covid-19, Rutan Prabumulih Lakukan Lockdown

Foto : Ilustrasi / Kegiatan Kepala Rutan Prabumulih Reza Mediansyah saat memberikan vitamin kepada warga binaan beberapa waktu lalu, minggu (29/3)
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Virus Corona semakin mengganas setelah diketahui warga Palembang dan Prabumulih positif terjangkit Covid-19, hal tersebut menambah deretan kasus korban virus pandemi dunia.

Hingga kini di Sumatera Selatan dua orang dinyatakan positif, minggu (29/3/20) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Prabumulih melakukan langkah yang tegas dengan mengkarantina wilayah tersebut (Lockdown) dari pengunjung atau tidak menerima kunjungan dari keluarga Warga Binaan Rutan

"saat ini Rutan kita lockdown mengingat penyebaran virus corona sudah mulai mewabah ke daerah Prabumulih” ucap Nawi Humas Rutan Kls II B Prabumulih saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon

Untuk memutus penyebaran virus corona pihak Rutan menutup semua akses pelayanan kunjungan kecuali pelayanan Video Call bagi warga binaan untuk bertatap muka dengan keluarganya

"Video Call untuk warga binaan masih tetap kita bolehkan, dan hanya petugas yang berjaga bisa masuk kedalam rutan, saat ini kita juga telah buat tempat penyemprotan Disenfektan transparan diruang tertutup untuk para pegawai” lanjut Nawi

KLIK LINK RESMI PEMPROV SUMSEL COVID-19
http://www.corona.sumselprov.go.id/index.php?module=home&id=1
Sementara itu, Doni Mirasafutra Kepala Keamanan Rutan Kelas IIB Prabumulih juga mengatakan saat ini telah melakukan Lockdown guna menekan angka penyebaran virus corona kedalam rutan

"Iya pak kita Lockdown untuk sementara waktu, kita tidak menerima semua bentuk kunjungan dari siapapun termasuk Polisi, Pengacara bahkan Wartawan karena demi kenyaman dan kesehatan warga binaan" Ucapnya dari sambungan telepon seraya mengatakaan alasan mengkarantina wilayah rutan untuk memutus rantai penyebaran virus corona (covid-19) yang saat ini Prabumulih telah masuk kedalam zona kuning

Untuk informasi saat ini Pihak Rutan tidak menerima semua bentuk kunjungan dari luar untuk penitipan barang tidak diperkenankan masuk kecuali penitipan berbentuk uang karena warga binaan bisa melakukan transaksi pembelian didalam lingkungan rutan yang sudah disediakan

Akibat wabah virus corona Rutan masih belum memastikan sampai kapan berakhirnya lockdown dihentikan dan untuk para awak media dihimbau untuk peliputan melalui telepon dan tidak bertemu atau bertatap muka secara langsung (tau/sn) 
Share:

Terkena Dampak Corona, Tahapan Pilkada di Tunda PPK dan PPS di Non Aktifkan

PALI -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memutuskan untuk menonaktifkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Hal itu dilakukan dalam menindakkanjuti surat keputusan KPU RI nomor 179/PL.02-Kpt/KPU/III/2020 tentang penundaan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan wakil walikota tahun 2020 dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Dijelaskan Sunario SE, ketua KPU Kabupaten PALI bahwa atas dasar surat keputusan KPU RI itu, kemudian KPU Kabupaten PALI juga mengeluarkan surat keputusan dalam menindaklanjuti edaran KPU RI tersebut. 

"Kami mengeluarkan surat keputusan yang isinya menetapkan penundaan masa kerja anggota PPS yang telah di putuskan dari tanggal 23 maret 2020 sampai 23 november 2020 ditunda dan akan ditentukan kemudian," ungkap Sunario, Minggu (29/3).

Bukan hanya PPS, Sunario juga menyatakan bahwa seluruh anggota PPK yang telah dilantik pun dan telah memulai bekerja di non aktifkan. 

"Ini kami lakukan melaksanakan perintah KPU RI yang menunda tahapan Pilkada tahun 2020 serentak di Indonesia. Langkah ini demi kebaikan kita bersama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona," tukasnya. 

Imbas penundaan tahapan Pilkada juga menyasar pada pelaksanaan pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). 

"Termasuk penundaan pendataan pemilih dan penyusunan jumlah mata pilih. Dan untuk pemberitahuan kapan tahapan Pilkada dimulai kembali, kami menunggu arahan KPU RI," tandasnya. (sn) 
Share:

Dendam Pelaku Yang Akibatkan Eliana Tewas Megenaskan

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sempat menjadi buronan pihak kepolisian, akhirnya satu dari tiga pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap korban Eliana berhasil ditangkap. Tersangka diamankan setelah petugas mendapatkan informasi keberadaan tersangka.

Menurut keterangan tersangaka, tindakan nekat yang dilakukannya trrhadap korban karena dirinya dendam terhadap anak korban yang selingkuh dengan istri pelaku Romanto (26) dan hububgan tersebut di restui oleh suami korban.

Diceritakan pelaku, kejadian tersebut berawal pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2020 sektar pukul 05.00 Wib. Pelaku bersama dengan temannya SN (DPO), AJ (DPO) berkumpul di rumah AJ untuk merencanakan pembunuhan terhadap ANDI selaku suami korban.

Kemudian sekira pukul 07.30 Wib, tersangka berangkat bersama dengan SN (DPO), AJ (DPO) menuju kerumah korban dengan berjalan kaki yang jaraknya lebih kurang 100 meter melintasi belakang rumah korban. Setelah sampai dibelakang rumah korban, pelaku menunggu target ANDI keluar dari rumah, tetapi tidak keluar-keluar.

Serelah ditunggu rupanya keluarlah korban Eliana yang merupakan istri ANDI dan langsung melemparkan batu kearah Pelaku sambil berteriak “MALING”. Yang kemudian dikejar oleh terangka sambil membawa sebilah pisau yang sudah tidak bersarung ditangan kanan.

Setelah itu, tersangka menendang kaki korban sehingga terjatuh. Selanjutnya tersangka meminta bantuan SN (DPO) dengan AJ (DPO) untuk mengikat tangan dan kaki korban dengan menggunakan tali. Setelah terikat tersangka mengambil baju yang ada dijemuran untuk membekap mulut korban.

Dalam kondisi terikat, selanjutnya tersangka menyayat dagu korban, urat nadi sebelah kanan, urat nadi sebelah kiri tetapi korban masih bernafas sehingga tersangka langsung menggorok leher korban sampai korban meninggal dunia. 

Setelah melukai korban, kemudian tersangka masuk kedalam rumah korban melalui pintu belakang mengambil sepeda motor honda beat BG 6163 DAJ dengan cara memotong kabel kunci kontak sedangkan SN (DPO) dan AJ (DPO) juga masuk kedalam rumah korban yang kemudian tersangka menggunakan sepeda motor korban menuju ke arah Talang Gerandong untuk melarikan diri.

Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian, S.H, S.Ik, M.H menjelaskan, penangkapan pelaku diawali dengan olah TKP dan memeriksa para saksi yang ada di TKP dan setelah mendapat informasi bahwa pelaku berada didaerah talang gerandong kemudian memerintahkan Tim Rajawali yang dipimpin langsung oleh IPDA Guntur Iswahyudi, SH untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku Romanto dan mengamankan barang bukti yang kemusian dibawa ke polres untuk ditindak lanjuti.

Sementarai itu, Barang bukti yang diamankan yaitu 1 (satu) sepeda motor honda beat BG 6163 DAJ (milik korban), 1 (satu) bilah pisau bersarung kayu, bergagang kayu, 2 (dua) buah tali alat untuk mengikat tangan dan kaki korban, 1 (satu) helai kain alat untuk mengikat korban, pakaian korban dan 1 (satu) pasang sandal korban warna biru.

Semntara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian, S.H, S.Ik, M.H, menyebutkan pelaku melanggar 340 KUHP (Pembunuhan Berencana) dan atau 338 (Pembunuhan biasa) dan atau 365 ayat 4 KUHP (Pencurian dengan kekerasan yg mengakibatkan korban meninggal dunia) dengan ancaman hukuman hukuman mati atau seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

"Agar Para tersangka lain segera menyerahkan diri dalam waktu 1x24 Jam. Jika tidak menyerahkan diri, kami  akan lakukan upaya paksa dengan cara tegas dan terukur terhadap para pelaku yang belum tertangkap" tegas AKP Dwi Satya Arian S.H, S.Ik, M.H.(SN)
Share:

Update Corona, Warga Prabumulih Yang Meninggal Positif Covid-19?

Foto : Ilustrasi
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Virus Corona atau sering disebut Covid-19 kini mulai masuk kewilayah pertahanan Kota Prabumulih, minggu lalu 23 Maret 2020 warga Prabumulih yang merupakan petinggi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) meninggal dunia diduga akibat sakit yang dideritanya, namun hal tersebut masih menjadi misteri 

Kepergian direktur RSUD kota Prabumulih itu membawa tanda tanya besar bagi masyarakat, pasalnya dirinya meninggal ditengah wabah virus corona yang mematikan. 

Sebelumnya dari konferensi pers Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru waktu lalu menyebutkan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yakni JS warga Komplek Kenten Hill Block G No.1 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Kota Palembang meninggal dunia pada pukul 05.45 Wib dan dari hasil tes positif terjangkit virus corona 

Direktur RSUD Kota Prabumulih ES yang juga meninggal dihari yang sama sekitar pukul 06.15 wib itu telah dikebumikan di Pemakaman Desa Sugihan Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim, Sumsel pukul 14.47 wib, namun hasil tes covid-19 masih simpang siur 

Dikutip dari sripoku.com satu warga Kota Prabumulih, Sumsel positif terpapar Virus Corona setelah dikonfirmasi oleh Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanggulangan Covid-19. Yusri, Juru Bicara Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (sumsel) mengatakan pasien terbaru yang positif terpapar virus corona yakni warga Prabumulih 

“Dua pasien meninggal dihari yang sama hanya berselang beberapa jam saja, Sesuai data yang baru kita rekap dini hari, satu tambahan pasien positif Virus Corona itu merupakan warga Prabumulih," katanya. 

Hingga saat ini dari situs resmi http://www.corona.sumselprov.go.id/index.php?module=home&id=1 minggu 29 Maret 2020 korban Positif virus corona bertambah menjadi 2 orang, 555 Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 24 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih dr.Happy Tedjo saat dikonfirmasi pagi ini melalui sambungan telepon mengatakan berita kematian warga Prabumulih yang positif corona sudah masuk namun dirinya masih belum menerima surat resmi 

“ya beritanya sudah masuk ke kita tapi saya sudah konfirmasi pihak rumah sakit Mohammad Husein namun belum ada surat resminya” katanya sembari menunggu surat resmi dari RSMH dirinya tak mau gegabah dalam mengambil sikap (tau/sn)   
Share:

Cegah Wabah Covid-19, Seluruh Bagian Sudut Pasar Inpres Dilakukan Penyemprotan Disinfektan

INDRALAYA, SININEWS.COM -- Instruksi dari Bupati Ogan Ilir (OI) HM Ilyas Panji Alam, agar seluruh stakeholder-stakeholder terkait yang terlibat wajib berperan aktif dalam mengantisipasi penyebaran ancaman wabah covid-19. 

Untuk itu, bekerjasama dengan petugas BPBD Kabupaten OI, Kepala Pasar Indralaya beserta jajaran, Jumat malam (27/3) pukul 20.00 melakukan penyemprotan disinfektan disetiap sudut ruangan pasar Inpres Indralaya. 

Kepala Pasar Inpres Indralaya Prata Angga Pracipta mengatakan, penyemprotan cairan Disinfektan, sebagai langka Pencegahan  penyebaran virus Covid-19.

Dengan adanya Penyemprotan cairan Disinfektan ini, pihaknya berharap agar Pasar Indralaya terbebas dan steril dari adanya penyebaran Virus Corona. 

"Ini sesuai intruksi dari Bupati Ogan Ilir,  Bapak HM Ilyas Panji  Alam. Seluruh stakeholder wajib berperan aktif dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona," ujar Kepala Pasar Indralaya. 

Lebih lanjut , Parta Angga Pracipta menerangkan, sempat ada wacana pasar akan di tutup sementara. Namun atas permintaan pedagang dan masyarakat, kalau bisa pasar jangan di tutup. 

"Maka dari itu, kita langsung berkoordinasi bersama dengan Kepala Dinas Perdagangan Ogan Ilir, untuk mencari solusinya. Hasil keputusan, pasar tidak di tutup, dengan syarat harus di strerilkan melalui penyemprotan cairan anti virus Disinfektan," ujar Kepala Pasar Indralaya.(Ber/SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts