Turut Tekan Dampak Pandemi Covid-19, Pertamina EP Sebar Bantuan ke Stakeholder

JAKARTA, SININEWS.COM – PT Pertamina EP menyikapi serius wabah Covid-19 yang telah menjadi pandemi di seluruh belahan dunia. Sebagai anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SKK Migas, PT Pertamina EP (PEP) tidak hanya melakukan kegiatan pencegahan dan penanggulangan di internal perusahaan, namun juga fokus menyalurkan bantuan yang menyasar masyarakat, tim medis, relawan, pemerintah daerah serta stakeholder lainnya yang berada di sekitar area perusahaan di seluruh Indonesia. 

Public Relation Manager Pertamina EP, Hermansyah Y. Nasroen, menyampaikan bantuan yang diberikan meliputi alat-alat kesehatan seperti hand sanitizer, cairan disenfektan, bantuan penyemprotan disenfektan, masker, Alat Pelindung Diri (APD), hingga sembako ke wilayah-wilayah yang terdampak. 

“Dengan meluasnya masyarakat yang terdampak penyebaran virus Covid-19, Pertamina EP juga memperluas bantuan melalui Kantor Pusat, Asset dan Field di seluruh Indonesia,” ujar Hermansyah.

Untuk wilayah Jakarta, lanjut Hermansyah, bantuan yang telah disalurkan sampai dengan Selasa, (31/03/2020) meliputi hand sanitizer 60 ml sebanyak 300 botol, hand sanitizer 250 ml sebanyak 300 botol, cairan disenfektan 500 ml sebanyak 50 botol. Bantuan diberikan melalui Posko Gerakan Sejuta Hand Sanitizer kerjasama SKK Migas-KKKS dengan Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JAKA) yang merupakan Alumni dari Universitas Airlangga di Jakarta.

“Kami mewakili Posko Gerakan Sejuta Hand Sanitizer ini sangat bahagia mendapatkan bantuan dari Pertamina EP, diharapkan dengan bantuan ini akan semakin banyak pekerja harian dan pekerja informal yang pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan pokok sehari-hari dapat terhindar dari wabah virus dengan senantiasa membersihkan tangannya walaupun tidak terdapat air dan sabun di sekitarnya”, ungkap Fifi Ervi Ria, Panitia Gerakan Sejuta Hand Sanitizer yang menerima bantuan. Fifi juga berdoa agar seluruh SDM Pertamina EP senantiasa dilindungi Tuhan YME dari penyakit apapun.

Sedangkan untuk di daerah lainnya, hingga Selasa (31/03/2020) Pertamina EP telah menyalurkan bantuan 2.000 lembar masker kepada rumah sakit, pemerintah daerah dan jurnalis serta paket sembako hingga 1.000 paket untuk masyarakat yang terdampak jam malam di Asset 1 Rantau Field.

Bantuan juga diberikan Asset 4 Cepu Field berupa sarana cuci tangan umum sebanyak 50 tanki ukuran 70 liter beserta sabun cuci tangan menyebar di wilayah Kecamatan Cepu dan penyemprotan rutin cairan disenfektan di jalan protokol dan fasilitas umum Kecamatan Cepu menggunakan mobil damkar perusahaan, begitu pula Asset 4 Sukowati Field yang menyalurkan bantuan empat paket sarana cuci tangan, enam unit alat semprot disinfektan dan 10 botol sabun cuci tangan; 

Pertamina EP juga telah memberikan bantuan APD berupa masker N95 sebanyak 100 buah, sepatu safety karet 4 pasang, dan sarung tangan latex sebanyak 36 pasang khusus untuk penanganan Covid-19 ke RSUD Tarakan melalui Asset 5 Tarakan Field. Kasubag Umum dan Perlengkapan RSUD Tarakan Heri Arfandi mengakui pihak rumah sakit membutuhkan bantuan utamanya dalam hal APD. 

“Tentunya bantuan Pertamina EP ini sangat bermanfaat, apalagi APD sudah sulit dicari dan sangat diperlukan”, terang Heri. 

Selain itu diserahkan juga alat-alat sarana kebersihan untuk 13 rumah ibadah di Kutai Kartanegara melalui Asset 5 Sangasanga Field, serta bantuan paket sembako sebanyak 100 paket untuk pemilik pedagang UMKM yang tidak dapat berjualan serta petugas kebersihan di Taman Rekreasi 10K binaan Asset 5 Tanjung Field yang ditutup dan disterilisasi sementara selama wabah.

“Bantuan ini tidak berhenti sampai disini, kedepannya kami masih akan membantu kebutuhan seperti APD, gown/hazmat, masker, hand sanitizer dan cairan disenfektan melalui unit-unit operasi kami diseluruh Indonesia dan kami juga terus memantau perkembangan bantuan yang dibutuhkan rumah sakit dan kelompok rentan dalam penanggulangan Covid-19”, jelas Hermansyah.(ril/SN)
Share:

Tahapan Pilkada di Tunda, Bawaslu PALI Bekerja di Rumah

PALI -- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heru Muharam mengemukakan bahwa pihaknya juga menerapkan sistem bekerja di rumah atau work in home dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Hal itu dilakukan mengingat berdasarkan keputusan KPU RI yang menunda tahapan Pilkada juga berdasarkan edaran Bawaslu RI. 

"Kegiatan tahapan Pilkada ditunda  artinya aktivitas yang berkaitan dengan Pilkada sepi. Untuk itu kami juga menerapkan sistem work in home, karena dengan minimnya kegiatan Pilkada, maka pekerjaan lainnya bisa dilakukan di rumah,"ungkap Heru Muharam, Rabu (1/4).

Batas waktu work in home ditambahkan Heru Muharam sampai ada pemberitahuan dari Bawaslu RI. 

"Kita tetap menempatkan pegawai untuk piket di kantor meskipun sebagain pegawai melakukan aktivitas di rumah masing-masing. Jadi apabila ada masyarakat ingin berurusan dengan Bawaslu bisa ke kantor," tukasnya. 

Diakui Ketua Bawaslu PALI bahwa meski kegiatan tahapan Pilkada ditunda, tetapi pihaknya tetap melakukan pengawasan apabila ada pelanggaran dilapangan. 

"Sejak tanggal 31 Maret 2020 PPK dan PKD diberhentikan sementara, namun kami instruksikan apabila menemukan pelanggaran untuk melapor ke Bawaslu. Artinya sejak PPK dan PKD diberhentikan sementara pengawasan kembali ke Bawaslu. Masyarakat juga bisa melapor apabila ada pelanggaran melalui langsung ke kantor atau via online," tandasnya. 

Heru Muharam juga berharap dengan sistem work in home, Bawaslu PALI bisa berpartisipasi dalam memutus rantai penyebaran virus corona. 

"Kami hindari kerumunan, maka diterapkan sistem work in home. Kita berdoa dan ikhtiar supaya wabah ini cepat berlalu," harapnya. (sn) 
Share:

Data Terakhir ODP Covid-19 di PALI Meningkat, Ini Jumlahnya

PALI -- Data terbaru dari juru bicara Satgas penanggulangan penyebaran Covid-19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hingga Selasa (31/3)  pukul 12.00 WIB jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) meningkat jadi 49 orang. 

"Jumlah ODP ada 49, namun ada 5 orang telah selesai pemantauan, artinya jumlah itu berkurang," ungkap dr Zamir, Jubir Satgas terpadu Kabupaten PALI, Rabu (1/4).

Sementara untuk jumlah pelaku perjalanan ada 591."Sekarang ada edaran baru dari pemerintah pusat bahwa Orang Tanpa Gejala (OTG) masuk kategori pelaku perjalanan. Jadi bagi warga yang baru saja tiba di PALI berasal dari zona merah berjumlah 591 orang. Data terbaru akan dilaporkan pada Rabu pukul 12.00 WIB, dan dipastikan jumlah pelaku perjalanan bakal bertambah, karena pemudik dari pantauan kawan-kawan di perbatasan masih saja berdatangan," jelas dr Zamir. 

Diakuinya bahwa Satgas terpadu Kabupaten PALI telah melakukan Rapid tes terhadap dua warga ODP. 

"Alhamdulillah hasil dari dua ODP itu  negatif, dan satu orang yang dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sempat di rawat di RSMH Palembang juga sudah keluar hasilnya yang menyatakan negatif terpapar Covid-19. Rapid tes bakal dilanjutkan dengan target ODP, mengingat alat tersebut jumlahnya terbatas hanya dapat 3 box," tukasnya. 

Satgas terpadu juga ditegaskan dr Zamir memperketat penjagaan di pintu masuk PALI, terutama dari arah Prabumulih. 

"Diketahui bahwa Prabumulih dinyatakan zona merah. Nah ini yang menjadikan penjagaan di perbatasan diperketat agar virus corona tidak masuk ke PALI," tandasnya. (sn) 
Share:

Putus Rantai Penyebaran Covid 19, Minta Identitas Pasien Positif Tidak Ditutupi

Ist
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Bertambahnya jumlah penderita Covid-19 di Kota Prabumulih membuat resah sejumlah masyarakat. Terlebih, informasi yang disampai Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah terkesan kurang terbuka. 

Pengamat Pemerintah Kota Prabumulih Akhmad Muftizar Z SIP MEd, menilai. Seharusnya Pemerintah hadir dan jelaskan kepada masyarakat langkah-langkah apa disiapkan agar masyarakat tahu dan tidak menebak-nebak yang mengakibatkan kekisruhan dimedia sosial. 

"Yang diharapkan kepada Pusat, Provinsi dan Kota, jangan memberikan informasi setengah-setengah kepada masyarakat," kata Mufti, Rabu (1/4). 

Adapun informasi yang membuat resah masyarakat, kata Mufti, salah satunya penyampaian informasi terkait kasus salah satu warga Prabumulih yang akhirnya dinyatakan positif. 

"Kalau memang hasil yang kemarin belum fix atau belum ada sama sekali, jangan memastikan bahwa 1 positif dan 1 negatif. Toh kalaupun memang  harus melalui 2 kali tes atau lebih itu harus disosialisasikan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kegaduhan," ungkapnya.

Mungkin, kata Mufti, tujuan Pemerintah melakukan hal itu agar masyarakat tidak panic. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat malah menjadi panik lantaran adanya mis informasi. 

"Yang seperti ini dampaknya lebih buruk lagi. Masyarakat krisis kepercayaan kepada pemerintah akibat dari hal itu," terangnya.

Begitupun dengan status kota Prabumulih, tutur Mufti. Dari data pusat kota Prabumulih masuk dalam zona merah, sementara data provinsi Prabumulih zona kuning. 

"Mengapa bisa timbul dua data yang berbeda. Kalau dibiarkan maka asumsi dari masyarakat akan berkembang liar dan bersiko menimbulkan kehaduhan di sosial media. Dan saat ini yang kita butuhkan adalah pegangan atau arahan yang kuat dari kepala daerah, bukan pegangan yang ambigu sehingga masyarakat bingung dan disuruh mencari jawaban sendiri," tuturnya. 

Sementara, sejumlah netizen disosial media mendesak agar Pemerintah memberikan data terperinci terkait pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Ini bertujuan, agar masyarakat bisa waspada dan dapat mengantisipasi terjadinya kontak fisik dengan pasien untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Berikut pernyataan sejumlah netizen yang berhasil dirangkum sininews.com : 

"Ngapo identitas di rahasiakn..?itu bukan aib tapi bisa memutus penyebaran virus" Anwar Rifai.

"Tolong di ksh tau identitas korban asal prabumulih alamatnya,supaya yg berdomisili sama dgn korban dpt selalu mendeteksi kesehatannya" Raswan Edi.

"Okelah men nak dirahasioke, tapi cukup kesadaranyo be bagi yg pernah kontak utk isolasi diri, yg penting utamakan kselamatan wong banyak 😇..." Ari Marwa Dinata.

"Kalo lah beratus yg positif, baru lah di katoke daerah ini daerah itu...nutupi sikok wong tapi merugike ribuan wong..." Richa January.

"Aneh nian. Katonyo nak mutoske mata rantai corona. Tp identitas yang lah positif di sembunyike jadi cak Mano nak waspada. Kalu bae entah keluargo apo tetanggo kito yang keno sedangke kito dak tau" Elyn Nv.

"banyak lagi uang tepapar kalo dinkes selalu di rahasiakan nak nunggu laporan resmi kalo nunggu 2 munggu baru resmi yg ter papar lah banyak nah sudah prabumulih jadi kota covid 19 men selalu nak nunggu" Rudi Bata Prabumulih.

"kemungkinan prabu nambah kalu inisial galo namo" Bayu Sanjaya.

"Terkena virus corona bukanlah aib jd jgn malu untuk menginfokan, agar orang2 yg disekitar bisa memprotek diri agar tidak tertular.
Mohon infonya jgn ditutup2i biar virusnya tidak semakin menyebar. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang orang yg kena virus corona bukan berarti mempermalukan korban, tp sebagai bentuk pencegahan ke yg lain agar tidak tertular" Joseph Candra.(SN)
Share:

Warga PALI Berstatus PDP Dinyatakan Negatif Covid-19

PALI -- Juru bicara tim satuan gugus tugas penanggulangan penyebaran Covid-19 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dr Zamir menyatakan bahwa satu warga PALI berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang sempat di rawat di RSMH Palembang dinyatakan negatif terpapar Covid-19 setelah lalui pemeriksaan pada BPLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Palembang.

Bahkan pasien tersebut menurut dr Zamir sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya.

"Dengan keluarnya hasil itu, maka seluruh keluarga dan orang yang pernah kontak dengan pasien kita nyatakan juga terbebas. Pasien tersebut sudah pulang karena kondisinya membaik," terang dr Zamir, Rabu (1/4).
Share:

Ini Daftar 41 Bank Yang Memberikan Keringanan Debitur oleh OJK

JAKARTA, SININEWS.COM – Covid-19 Pandemi Global yang mematikan, banyak bentuk usaha dan perkreditan menurun drastis, hal tersebut banyak berdampak pada masyarakat ekonomi kebawah, rabu (1/4/20) 

Demi meringankan beban masyarakat Presiden RI Joko Widodo telah memerintahkan jajarannya untuk membuat kebijakan yang adil bagi masyarakat 

Dikutip dari cnbcindonesia.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menyebutkan sebanyak 41 bank umum telah memberikan kesempatan kepada debiturnya untuk melakukan restrukturisasi kreditnya. 

Hal ini merupakan bagian dari kebijakan OJK kepada industri perbankan agar tetap tumbuh di tengah merebaknya virus corona (COVID-19) di Indonesia. 

Berikut daftar bank umum yang telah menyampaikan program restrukturisasinya secara resmi: 

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BMRI) 
3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 
4. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) 
5. PT Bank Permata Tbk (BNLI) 
6. PT Bank BTPN Tbk (BTPN) 
7. PT Bank DBS Indonesia 
8. PT Bank Index Selindo 
9. PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) 
10. PT Bank Nobu Tbk (NOBU) 
11. PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) 
12. PT Bank Jasa Jakarta 
13. PT Bank Multiarta Sentosa 
14. PT Bank Sahabat Sampoerna 
15. PT IBK Indonesia 
16. PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) 
17. PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) 
18. PT Bank Mega Tbk (MEGA) 
19. PT Bank Mayora 
20. PT Bank UOB Indonesia 
21. Bank Fama International 
22. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) 
23. PT Bank Mandiri Taspen 
24. PT Bank Resona Perdania 
25. PT Bank Kesejahteraan Ekonomi/BKE 
26. PT Bank Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) 
27. PT Bank SBI Indonesia 
28. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) 29. PT Bank Commonwealth 
30. PT Bank HSBC Indonesia 
31. PT Bank ICBC Indonesia 
32. JPMorgan Chase Bank, N.A Kantor Cabang Jakarta 
33. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) 
34. PT Bank MNC 
35. PT Bank KEB Hana Indonesia 
36. PT Bank Shinhan Indonesia 
37. Standard Chartered Bank Indonesia 
38. Bank of China (HK) Cabang Jakarta 
39. PT Bank BNP Paribas Indonesia 
40. PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) 
41. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) (sn)
Share:

Bagi Alat Cuci Tangan, Kader PDI-P PALI; Mari Bergotong Royong Cegah Virus Corona

PALI, SININEWS.COM - Antisipasi Penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) menyebar kesejumlah wilayah di Bumi Serepat Serasan, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Bagi-bagi strong Acid, Selasa (31/03/2020)

Adapun strong Acid merupakan pengganti hand sanitizer kegunaan untuk cuci tangan. Pembagian tersebut kepada masyarakat yang masih bekerja di luar seperti para tukang ojek dan pedagang  di lakukan di simpang lima pendopo Kecamatan Talang  Ubi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Ferdian Andreas Lacony, S.Kom MM melalui kader muda PDI perjuangan Yogi S.Memet, S.IP mengatakan, pembagian tersebut dalam hal ini sesuai merupakan instruksi DPP Partai.

"Kami DPC PDI-Perjuangan kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir terus bergotong royong menghalau covid-19 agar masyarakat tetap menjaga kebersihan sesuai dengan penerapan protokol kebersihan," ujar Yogi.

Kegiatan tersebut bentuk Partisipasi kami sebagai kader Partai, dalam menyikapi Wabah Pademi Covid-19. 

"Yang mana kita ketahui sebelumnya anggota fraksi kita sudah memantau pos penjagaan covid 19 di setiap Dapil masing masing atas perintah dari ketua DPRD kab Pali yang juga kader PDI Perjuangan," katanya.

"Serta bersama seluruh elemen masyarakat, sudah sangat serius dalam upaya menanggulangi dampak dari musibah ini," tambah Politisi Muda  itu.

Kendati demikian, Yogi berharap pendemi Covid-19 ini segara berlalu, sehingga masyarakat dapat kembali merasakan kenyamanan dalam beraktivitas. Selain itu, dirinya juga meminta masyarakat agar dapat mengisolasi dengan Social Distancing dan Physical Distancing.

” Semoga saja, dapat segera teratasi dan marilah kita bersama-sama memberikan suport dan dukungan untuk Pemerintah dalam melaksanakan Pencegahan Virus Pandemi (Covid-19) dengan cara mengisolasi diri dirumah, mengurangi aktivitas diluar rumah, menjaga pola makan tubuh, dan beribadah,” tandas yogi.(SN)
Share:

Hebat! Muara Enim Siap Dalam Penanganan Wabah Covid-19

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus covid-19 di Muara Enim, Bupati Muara Enim, H. Juarsah, S.H umenggelar rapat khusus bersama jajarannya membahas kesiapan penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Muara Enim. 

Pembahasan rapat kali ini difokuskan pada mengantisipasi dampak terburuk (ekstrim) yang mungkin saja sewaktu-waktu dapat terjadi.

Berdasarkan hasil laporan dari masing-masing kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, secara umum persiapan dan langkah-langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah berjalan dengan baik, namun tentu saja masih terdapat hal-hal yang dimatangkan lagi. 

Untuk ketersediaan cadangan pangan, seperti beras, gula dan minyak goreng, Disperindag memastikan cukup tersedia sampai 3 bulan ke depan. Begitupula dengan harga yang masih terbilang normal. Skenario dapur umum darurat-pun sudah dipersiapkan oleh Dinas Sosial dan BPBD, baik dengan tenda maupun mobil dapur umum.

Dari Dinkes juga melaporkan stok ketersediaan masker, cairan pembersih tangan, alat pelindung diri (APD) dan vitamin masih ada untuk 1 bulan, namun tentu saja masih belum mencukupi dalam kebutuhan yang besar. 

Kepala Dinkes menyampaikan telah mengupayakan mencari kekurangan tersebut. Rumah sakit, Puskesmas maupun rumah sakit darurat di Islamic Center juga telah siaga. Dinas Tanaman Pangan, Hortikuktura & Peternakan juga menjamin ketersediaan bahan pangan pengganti beras, seperti jagung dan kentang yang cukup. 

Tak ketinggalan Bulog-pun menjamin ketersediaan beras, gula dan minyak sayur masih mencukupi jika sewaktu-waktu dampak buruk terjadi.

Sekda Muara Enim juga menyampaikan gugus tugas dari tingkat desa, kecamatan hingga di kabupaten telah dibentuk dan terus berkoordinasi. Sesuai dengan arahan Mendagri dalam Surat Edaran Mendagri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah yang baru diterima hari ini, Selasa (31/03), maka besok diumumkan kembali susunan Gugus Tugas Kabupaten Muara Enim yang baru dengan ketua dijabat langsung oleh Plt. Bupati Muara Enim.

Wakil Ketua DPRD Muara Enim, Nino Adrian, S.E mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas langkah-langkah strategis Pemkab. Muara Enim yang dinilainya sangat tanggap dan telah tersusun dengan baik. 

Sementara itu Kapolres dan Dandim 0404 Muara Enim memastikan keamanan wilayah maupun ketertiban masyarakat terjaga dengan aman. Begipula dengan Kajari yang siap melakukan pendampingan hukum terhadap refocusing anggaran yang digunakan Pemkab. Muara Enim dalam situasi darurat bencana wabah Covid-19 ini.(SN)
Share:

Tim Trabazz Polsek Gunung Megang Kembali Amankan Pelaku Pencabulan

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Tim Trabazz Polsek Gunung Megang kembali berhasil melaksanakan  ungkap kasus Tindak Pidana Perkara Pencabulan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP yang terjadi pada, Jum'at 13 Februari 2020 bulan lalu sekitar pukul 04.30 wib bertempat di dalam kamar rumah pelapor di Desa Cinta Kasih Kec. Belimbing Kab. Muara Enim.

Dari informasi didapat korban anggap saja Mawar (39) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Desa Cinta Kasih Kec. Belimbing Kab. Muara Enim pada hari Jum'at 13 Februari 2020 sekitar pukul 04.30 wib bertempat di dalam kamar rumahnya, pelaku melakukan tindakan bejatnya pada korban, bermula pada saat dirinya bersama anaknya sedang tidur dikamar rumahnya.

Lalu seketika diketahui oleh korban bahwa pelaku Heriadi Alias Cik Wi Bin Boyadi (31) warga dusun IV desa Cinta Kasih kecamatan Belimbing telah masuk kedalam rumah korban dengan cara memecahkan kaca jendela rumah korban dan memanjat dinding kamar korban, setelah itu pelaku langsung menindih, membekap mulut korban danmrlakukan tindakan asusilanya, sehingga korban membrontak dan anak korban terbangun dari tidurnya dan pelaku melarikan diri.

Atas apa yang menimpanya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Megang guna menuntut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menindak lanjuti laporan itu Tim Trabazz Polsek Gunung Megang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Gunung Megang AKP Feryanto, SH dan Kanit Reskrim Iptu M. Heri Irawan, SE terus melakukan penyelidikan keberadaan pelaku tersebut, lalu pada hari ini Senin tanggal 30 Maret 2020 telah didapati informasi keberadaan pelaku, kemudian Tim Trabazz Polsek langsung berangkat ketempat keberadaan pelaku dan langsung dilakukan penangkapan.

"Benar kita telah melakukan penangkapan terhaddap pelaku tindak pidana pencabulan terhadap seorang IRT di wilayah hukum Polsek Gunung Megang dan saat ini pelaku bersama barang bukti telah dibawa dan diamankan ke Polsek Gunung Megang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,"ungkap Kapolres Muara Enim AKBP. Donny Eka Syahputra melalui Kapolsek Gunung Megang AKP. Feryanto, Selasa (31/03/2020).

Adapun Barang Bukti yang telah diamankan Tim Trabazz Polsek Gunung Megang lanjut Feryanto adalah 1 (satu) pasang sepatu merk sport warna biru milik Pelaku.

"Kita telah mengamankan sebuah barang milik pelaku dan melakukan beberapa tindakan diantaranya Cek TKP, memeriksa korban dan saksi-saksi, memeriksa pelaku dan melakukan dokumentasi terkait tindak pidana tersebut guna melanjutkan ketindakan berikutnya," pungkas Feryanto.(SN)
Share:

Pasien Positif Covid-19 Sumsel Bertambah, Salah Satunya dari Prabumulih!

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Pasien Virus Corona (Covid-19) di Sumatera Selatan kembali meningkat. Dari pantauan website resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, 5 orang pasien positif terjangkit virus corona, selasa (31/2) 

Kota Prabumulih kembali menjadi sasaran Covid-19, satu pasien positif Corona kembali berasal dari Prabumulih. Dikutip dari tribunsumsel.com pasien yang positif juga dari tenaga medis yang sebelumnya kontak langsung dengan ES yang telah lebih dulu dinyatakan positif dan telah meninggal dunia 23 maret lalu

"Ya pasien dari Prabumulih itu adalah tenaga kesehatan yang merawat awal almarhum pasien 02 (ES) di Prabumulih," Ucap Prof Yuwono selaku Jubir Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Corona Sum-Sel  
Pantauan saat ini pasien positif covid-19 di sumatera selatan telah bertambah menjadi 5 orang positif dengan rincian 1 Pasien asal Kota Palembang, Kabupaten OKI dan OKU 2 orang, serta Kota Prabumulih 2 Orang dengan total 5 pasien positif terjangkit virus corona 

Sementara itu, dr.Happy Tedjo Sumali Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku kaget dan belum mengetahui pasti karena dirinya baru pulang dari kerja 

“Aku belum tau, aku baru balek dari lapangan saat ini juga belum ada WA” terangnya 

Dinas Kesehatan Kota Prabumulih saat ini masih menunggu kabar resmi dari Pemerintah Provinsi namun sambung, dr.Tedjo di situs resmi sumsel sudah terlihat perubahan data pasien yang positif 

Disinggung mengenai identitas pasien yang positf covid-19 asal Prabumulih Dinkes masih merahasiakannya karena masih menunggu kabar resmi dari Pemprov sumsel.(tau/SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts