Pos Jaga Ini Pantau Dua Pintu Masuk PALI

PALI -- Antisipasi penyebaran virus corona tetap dilakukan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), salah satunya tetap melakukan penjagaan ketat di 6 pos jaga pintu masuk PALI agar seluruh warga yang masuk terpantau. 

Seperti yang terlihat pada pos jaga III Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tanah Abang. Pada pos jaga itu memantau dua jalur masuk, yakni dari Tanjung Dalam dan Modong. 

Sedikitnya ada 700 sampai 800 kendaraan lalu lalang pada jalur tersebut, namun seluruh kendaraan baik roda dua dan empat yang hendak masuk ke PALI harus lalui bilik  sterilisasi serta penumpangnya dicek suhu tubuh serta kesehatannya. 

Ketatnya penjagaan pada pos jaga III Tanjung Dalam nyaris tidak satupun yang luput dari pemamtauan, bahkan ada beberapa warga dari luar PALI dianjurkan putar arah lantaran tujuannya hanya hendak memancing di wilayah Tanah Abang. 

Dijelaskan Amrullah, ketua seksi  perencanaan dan penyiapan daerah, gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 kabupaten PALI yang juga menjabat Plt Kepala Bapenda PALI menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan dalam mencegah penyebaran Covid-19. 

"Petugas kita menjaga selama 24 jam. Terlebih pos jaga ini memantau dua pintu masuk, yang tentunya perlu penjagaan ekstra," ungkap Amrullah, Minggu (12/4).

Diakuinya bahwa seluruh warga yang masuk ditanya riwayat perjalanannya serta apabila ada yang suhu tubuhnya tinggi dan baru datang dari zona merah didata kemudian tim PSC 119 bakal datang ke rumah warga bersangkutan. 

"Kita laporkan ke PSC 119 setiap ada warga yang suhu tubuhnya diambang batas normal. Lalu tim PSC datang untuk memeriksa, apabila dicek kondisinya memburuk, maka tim PSC akan merujuk ke rumah sakit," tukasnya. 

Amrullah berharap wabah corona bisa cepat berlalu. "Perlu dukungan dan kesadaran masyarakat agar patuhi anjuran pemerintah agar wabah ini bisa cepat berlalu dan rantai penyebarannya terputus," harapnya. (sn)  
Share:

Tidak Kalah Siaga, Pos Jaga Covid-19 Desa Ini Pantau Hilir Mudik Kendaraan Full 24 Jam

PALI -- Mewaspadai masuknya virus corona ke desanya, pemerintah desa Gunung Menang Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) seolah tidak ingin kecolongan. Meski telah ada pos jaga induk disetiap pintu masuk kabupaten PALI, tetapi desa ini tetap siaga penuh memantau dan menghentikan laju kendaraan setiap ada yang masuk ke desa tersebut. 

"Kami telah mencatat ada 111 warga yang baru mudik dari zona merah. Namun semua warga itu tidak ada gejala serta kesehatannya dalam batas normal. Data itu kami peroleh berkat kerja keras tim gugus tugas desa ini yang siang malam menjaga pintu masuk," ungkap Sayadi, Kades Gunung Menang melalui Sekdesnya, Akbar, Sabtu (11/4).

Diakui Akbar, pihak desa juga berkoordinasi dengan angkutan travel untuk memberitahukan apabila ada penumpangnya yang berasal dari wilayah zona merah. 

"Kami data setiap warga yang datang, kemudian kami cek kesehatannya lalu dianjurkan agar Isolasi mandiri bagi yang berasal dari zona merah. Jumlahnya hingga saat ini ada 111, mereka  dipantau setiap hari dan kita tekankan agar jangan berkeliaran," tukasnya. 

Dalam melindungi warganya, Sekdes menyebut bahwa Pemdes Gunung Menang telah menyebarkan 15 unit tempat cuci tangan, masker 70 lusin yang dibagikan langsung ke warganya secara door to door.

"Master itu kami peroleh dari membeli dan separuhnya lagi hasil karya PKK desa ini. Juga kita lakukan penyemprotan dalam satu minggu 2 kali penyemprotan ke seluruh wilayah desa. Untuk penyemprotan jalan dan gang-gang, kami pakai bentor," terang Sekdes. 

Selain pengawasan pada pintu masuk Desa Gunung Menang, Sekdes juga mengakui bahwa Pemdes setempat tak henti-henti mensosialisasikan ke masyarakat agar taat anjuran pemerintah dalam menghindari penyebaran virus corona. 

"Kita ajak masyarakat untuk rajin cuci tangan, kurangi aktivitas di luar rumah, mengkonsumsi makanan bergizi dan jaga lingkungan tetap bersih agar rantai penyebaran Covid-19 terputus," tandasnya. (sn) 




Share:

Lawan Corona, Bentor Pengangkut Sampah di PALI Beralih Fungsi

PALI -- Hampir seluruh desa yang ada di Bumi Serepat Serasan memanfaatkan aset yang ada dalam memerangi virus corona agar tidak masuk ke desanya. Salah satu yang dilakukan adalah menggunakan sepeda motor roda tiga yang biasa dipakai untuk pengangkut sampah untuk menyemprotkan cairan disinfektan ke gang-gang pemukiman warga.  

Seperti contoh yang dilakukan Pemerintah Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Setiap satu minggu sekali selama wabah corona melanda, kendaraan roda tiga atau Bentor itu dipakai untuk menyemprotkan cairan disinfektan. 

"Untuk pemukiman warga, setiap hari kita lakukan penyemprotan dalam satu dusun. Di Babat ini ada 7 dusun, artinya bergiliran satu minggu sekali," ungkap Arie Meidiansyah, Kepala Desa Babat, Sabtu (11/4).

Disamping melakukan penyemprotan, Kades menyebut pihaknya telah membagikan ribuan masker dan menyebarkan tempat cuci tangan. 

"Ada 17 bak cuci tangan yang ditempatkan pada fasilitas umum. Seperti pasar 6 unit, mushola 6 unit dan sisanya di distribusikan ke desa persiapan. Untuk masker, kita dapat 250 lembar, disusul ada 1.855 lembar yang telah kita bagikan serta buatan PKK sendiri sebanyak 200 helai," terangnya. 

Diakuinya bahwa desa Babat juga mendirikan pos gugus tugas penanggulangan penyebaran Covid-19. Dan selama pos tersebut didirikan, pihak Desa mencatat ada 56 warga baru pulang mudik dari zona merah tetapi dikategorikan Orang Tanpa Gejala (OTG) 

"OTG ada 56 warga, seluruhnya pemudik. Kita pantau dan menganjurkan untuk isolasi mandiri," imbuhnya. 

Sejak wabah corona melanda, Kades menyebut banyak warga desanya terdampak virus tersebut. 

"Kami telah mendata jumlah warga miskin baru terdampak corona dan telah diajukan ke Dinsos sebanyak 322 KK di luar penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Diharapkan semua data yang diajukan mendapat bantuan dari pemerintah serta kita berdoa dan berupaya agar wabah virus corona ini cepat berakhir," harap Arie Meidiansyah. (sn) 
Share:

Gugus Tugas Covid-19 PALI Terus Plototi Ratusan Kendaraan Keluar Masuk Via Kota Baru Tiap Hari

PALI -- Gerbang masuk di perbatasan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  menuju PALI, pada pos jaga induk di Desa Kota Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tetap dijaga ketat meskipun lalu lintas jalur tersebut kurang begitu ramai serta Kabupaten Muba juga tidak termasuk zona merah. 

Petugas jaga siaga selama 24 jam penuh memantau pergerakan lalu lintas pada jalur tersebut terutama yang hendak masuk ke wilayah Bumi Serepat Serasan. 

"Ada sekitar 300 sampai 400 kendaraan yang masuk setiap hari dari jalur Kota Baru. Kami pantau dan wajibkan seluruh kendaraan yang masuk PALI untuk lalui bilik sterilisasi yang langsung menyemprotkan cairan disinfektan, serta penumpangnya kita cek suhu tubuh serta riwayat perjalanannya," ungkap Lihan salah satu petugas jaga yang juga menjabat Kabid Kesiapsiagaan BPBD PALI, Minggu (11/4).

Sementara itu, Alfasikin Kepala Desa Kota Baru menyebut bahwa desanya saat ini mendata warga yang baru datang bepergian dari wilayah zona merah dan baru pulang mudik. 

"Ada 36 warga yang baru datang dari zona merah, kita anjurkan isolasi mandiri selama 14 hari yang kita pantau melalui kadus dan bidan desa. Diantara 36 warga itu, 8 lainnya telah lalui masa pengawasan," kata Kades. 

Dalam melawan virus corona, Alfasikin telah membagikan ribuan masker ke warganya. 

"Kita lakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh fasilitas umum, pemukiman dan menyebar tempat cuci tangan serta sabunnya," tukasnya. 

Disamping ada pos jaga induk, Desa Kota Baru diakui Kades tetap mendirikan pos gugus tugas di desanya.

"Fungsi pos desa adalah untuk memantau warga dalam pengawasan yang dilengkapi bak cuci tangan untuk membiasakan warga rajin mencuci tangan supaya rantai penyebaran Covid-19 bisa diputus," tutupnya. (sn) 


Share:

Bandar Kambuhan Disikat Petugas

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Satuan reserse narkoba Polres Muara Enim mengamankan seorang lelaki yang kedapatan miliki 1 (satu) paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto  0,38 Gram pada hari Selasa (06/04/2020)

Pelaku tersebut diketahui bernama Adrie Barja (43 Tahun),Pekerjaan Swasta, yang berdomisili di Jalan Pramuka III  No.10 A Kel.Pasar II Kec.Muara Enim Kabupaten Muara Enim.

Penangkapan tersebut bermula adanya informasi yang di terima personil  Sat Resnarkoba dari masyarakat kemudian berdasarkan informasi tersebut personil Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan  tentang kebenaran informasi tersebut yang mana hasil penyelidikan benar bahwa pelaku sering melakukan pesta narkoba di TKP jalan Pramuka III No.20 A Kel.Pasar II Kec.Muara Enim Kab.Muara Enim.

Selanjutnya personil Sat Resnarkoba langsung menghampiri dan mengamankan pelaku kemudian dilakukan pemeriksaan rongga badan di ketemukan barang bukti tersebut diatas.
 
Selanjutnya pelaku dan barang bukti di bawa ke Sat Resnarkoba untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra S.H., S.I.K., M.M., melalui Kasat Reserse Narkoba Polres Muara Enim AKP I Putu Suryawan SH SIK menjelaskan pelaku dan barang bukti sudah kita amankan di sat Resnarkoba Polres Muara Enim guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 (satu) paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto  0,38 Gram dan 1 (satu) kotak rokok merk Surya Gudang Garam , tambah kasat Resnarkoba.

Kami akan tetap berkomitmen untuk memberantas penyalahgunaan Narkoba diwilayah hukum Polres Muara Enim dan kami juga butuh peranan masyarakat dalam memberikan informasi penyalahgunaan narkoba di sekitar lingkungannya, tegas Kasat Resnarkoba Polres Muara Enim.
Share:

Desa di PALI Ini Catat 28 Warganya ODP

PALI -- Kepala Desa Karang Tanding Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sunaryo Banjar menyebut ada 28 warganya yang masuk daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) dengan kondisi kesehatan dalam batas normal. 

Namun dari 28 ODP itu, yang telah lepas dari pengawasan atau telah lalui isolasi mandiri mencapai 24 orang. 

"Sisanya tinggal 4 orang yang masih dalam pengawasan. Tapi tetap kita pantau dan dari Puskesmas juga aktif mengontrol warga yang masih ODP. Warga yang ditetapkan ODP semuanya yang baru pulang mudik dari daerah pandemik, di dominasi dari Jakarta," ungkap Kades, Sabtu (11/4).

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di desanya, Kades menyatakan bahwa Pemdes setempat telah menyebarkan 35 unit alat cuci tangan dan bakal membagikan 500 masker. 

"Hari ini kita bakal lakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum serta pemukiman. Untuk masker, kita berdayakan warga setempat yang mempunyai mesin jahit untuk membuat masker. Pembagiannya nanti bakal dilakukan PKK desa," jelasnya. (sn) 



Share:

Pertamina EP Asset 4 Poleng Field Serahkan 20 Unit Tempat Cuci Tangan Portable

SURABAYA, SININEWS.COM – Sebagai salah satu bentuk tindakan nyata dalam mendukung upaya pemerintah memerangi penyebaran virus covid-19, PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng memberikan bantuan berupa 20 paket peralatan cuci tangan portable kepada masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Sebanyak 7 unit peralatan cuci tangan berukuran 350 liter sudah disalurkan langsung ke warga sekitar kantor Perusahaan di wilayah Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Senin (6/4). Tepatnya, ketujuh unit itu diletakkan di titik-titik keramaian yang berada di Kelurahan Jemurwonosari, Kelurahan Sidosermo, Kelurahan Bendul Merisi, dan Polsek Wonocolo. 

Sedangkan 1 unit lagi diserahkan kepada Sekopaska TNI-AL yang menjadi stakeholders Perusahaan. Selanjutnya sebanyak 12 unit akan diserahkan ke desa – desa Ring 1 wilayah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Bangkalan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Poleng Field Manager Rachmad Dwi Laksono, Camat Wonocolo Denny Christupel Tupamahu, Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih, Danramil 0832/07 Wonocolo Mayor Inf. Asmadi, Lurah Jemurwonosari Dwi Anggara Widya Sukma, serta Ketua LPMK Jemurwonosari Choirul Anam.

Dalam sambutannya Denny menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kepedulian Perusahaan Migas yang ada di wilayahnya. 

“Terima kasih kepada Pertamina yang sudah membantu Kecamatan Wonocolo di bidang kesehatan. Selain tempat cuci tangan portable, kemarin kami juga sudah menerima 15 unit jamban sehat untuk Kelurahan Jemur Wonosari. Saya minta ke masyarakat agar bantuan ini dapat diterima dan dijaga dengan baik dengan semangat kebersamaan,” ungkapnya.

Rachmad Dwi Laksono berharap dengan bantuan ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya hidup sehat yang dimulai dengan perilaku cuci tangan untuk memutus penyebaran virus covid-19. 

“Dalam kesempatan ini kami mengajak masyarakat Wonocolo melawan covid-19 dengan melakukan pola hidup sehat, jangan stress berlebihan karena itu dapat menurunkan daya tahan tubuh, dan gunakan masker jika perlu keluar rumah,” ujarnya.

Kompol Masdawati Saragih juga turut menghimbau kepada masyarakat yang masih beraktivitas diluar rumah untuk rajin mencuci tangan. “Semoga wabah ini cepat selesai dan kita selalu diberikan kesehatan, terima kasih Pertamina,” ungkapnya.

Sesuai himbauan pemerintah, dalam operasinya PEP Poleng Field tetap menerapkan secara ketat berbagai prosedur pencegahan terhadap seluruh pekerja dan mitra kerja, diantaranya melakukan medical screening, penyemprotan disintekfan di seluruh ruang kantor dan operasional, aturan penggunaan masker di lingkungan kantor dan pengaturan mobilisasi pekerja selama masa tanggap darurat.(ril)
Share:

PT Pertamina EP Sangatta Field Serahkan Bantuan Fasilitas Cuci Tangan

SANGATTA, SININEWS.COM - Dalam merespon wabah Covid-19, PT Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field memberikan bantuan fasilitas cuci tangan untuk Kecamatan Sangatta Selatan, Selasa (07/04). Hadir langsung untuk menyerahkan bantuan Sangatta Field Manager Hanif Setiawa. 

Bantuan yang diserahkan berjumlah 4 unit dan diperuntukkan di fasilitas umum di mana masyarakat masih melakukan aktivitas yang tidak bisa dihidari seperti pasar dan puskesmas.

Saat ini Indonesia berada dalam kondisi luar biasa menghadapi penyebaran virus corona baru (Covid-19). Pemerintah maupun WHO telah mencanangkan beberapa protokol kesehatan yang harus dilakukan dalam merespon wabah ini. 

Salah satunya dengan rajin mencuci tangan, terlebih saat sebelum menyentuh permukaan muka, hidung dan mata. Berdasar hal ini, Sangatta Field Manager berinisiatif mencegah penyebaran Covid-19 melalui pengadaan fasilitas cuci tangan berupa tandon air dilengkapi dengan wastafel portable.

Hanif Setiawan menyatakan bahwa upaya ini dilakukan karena pencegahan virus ini menjadi tanggung-jawab bersama, tidak terkecuali perusahaan. 

“Kita semua memiliki peran untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih massif, kami selaku perusahaan yang berdampingan dengan masyarakat Kecamatan Sangatta Selatan turut mengambil langkah pencegahan ini. Semoga langkah kecil ini berdampak besar bagi pencegahan wabah di sekitar kita”, terang Hanif.

Didampingi oleh Camat Sangatta Selatan Hasdiah bantuan ini diserahkan langsung di titik-titik yang telah ditentukan, yakni Kantor Kepala Desa Sangatta Selatan, Puskesmas induk Sangatta Selatan, Posko Relawan Covid19 Desa Sangkima, serta Pasar Km 0 Sangatta Selatan. 

Hasdiah mengapresiasi langkah Pertamina EP Sangatta Field, menurutnya pengadaan fasilitas cuci tangan sangat penting mengingat masih ada beberapa titik pelayanan masyarakat yang masih harus beroperasi di tengah pembatasan sosial ini. 

“Terimakasih kami sampaikan kepada managemen Sangatta Field untuk bantuan tandon air lengkap dengan wastafelnya, nanti untuk air akan disediakan oleh PDAM”, ungkap Hasdiah.

Hanif Setiawan beserta managemen dan keluarga besar PEP Sangatta Field berharap dapat berkontribusi dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di tanah Kutai Timur ini.

“Dengan usaha ini, kami juga turut berdoa wabah ini segera berakhir dengan tingkat penyebaran yang seminimal mungkin, sehingga kita bisa kembali beraktifitas normal seperti sediakala”, pungkasnya.(ril)
Share:

Belum Dapat Sembako, Sejumlah Warga Protes. Tepat Sasaran Kah?

Foto : warga Talang Borvit yang protes saat pembagian sembako yang merasa tidak kebagian 
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Pemerintah Kota Prabumulih kucurkan dana sebesar Rp.15 miliar untuk penanganan dampak dari Virus Corona Deasies (Covid-19) salah satunya pembagian paket sembako sebanyak 15.000 paket dengan rincian 20 kg beras, 2 dus mie instan beserta kecap, jumat (10/4/20) 

Pembagian paket sembako yang diresmikan langsung Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM, Wakil Walikota H.Hendriansyah Fikri, SH dan Sekretaris Daerah (Sekda) Elman,ST serta perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Prabumulih. 

Pembagian sembako disetiap Desa dan Kelurahan itu mendapat sambutan baik bagi warga yang mendapatkan haknya, namun sebaliknya sebagian warga Rt.02 Rw.04 Talang Borvit Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat mengaku tak mendapatkan bagian sembako dari pemerintah yang ditujukan kepada warga miskin akibat wabah covid-19.
Tonton Videonya Klik Link :
Mulyana (60) salah satu warga yang merasa belum mendapatkan sembako dari pemerintah, dirinya mengaku tak mendapat bantuan sembako bahkan bantuan bulanan dari kartu PKH 

“PKH bae kami dak dapat pak, aku ni jando lah tuo” ucapnya 

Janda berusia 60 tahun itu saat ini tinggal bersama cucunya Natasya Wilona (4) yang telah ditinggal orang tuanya dua tahun lalu dan kini dibesarkan sang nenek sendirian. 

Senasib yang dialami Suali (25) warga Rt.01 Rw.04 Talang Borvit Gunung Kemala ini juga tak kebagian sembako yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan kedepan. 

Digubuk yang sederhana dirinya bersama sang istri hanya mengandalkan hasil menyadap karet yang akhir ini harganya terus merosot 

“kito berharap pemerintah mendata warga yang benar layak untuk menerima bantuan, jangan sebaliknya”harapnya 

Sementara itu, Lurah Gunung Kemala Sumarden, SKM saat dikonfirmasi mengatakan pembagian sembako dari Pemerintah Kota didata langsung oleh Pemkot, diantaranya penerima kartu PKH yang berharak mendapat bantuan sembako 

“Gunung Kemala mendapat 361 paket yang akan disebar di 4 RW” ujarnya 

Perlu diketahui bagi warga yang belum mendapatkan sembako pihak pemerintah memberikan solusi dengan cara copy KTP dan KK dan serahkan ke perangkat Desa/Kelurahan dan tim Pemerintah akan mengecek langsung kerumah penerima sembako, dan jika dinyatakan layak maka pemerintah akan segera memberikan paket sembako tersebut (tau/sn)   
Share:

Warga Prabumulih Banjiri Kantor Disnaker Daftar Kartu Prakerja


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Upaya pencegahan virus corona atau Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah kota Prabumulih berdampak ke berbagai sektor yang ada di kota Prabumulih maupun diluar kota Prabumulih.

Maka dari situ, Pemkot Prabumulih melalui Dinas Tenaga Kerja meneruskan sesuai kebijakan dari Presiden Joko Widodo yang meminta agar masing-masing kepala Daerah diminta untuk mulai mendata calon peserta Kartu Pra Kerja.Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM malalui Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mengatakan dengan membuat kartu Pra Kerja bisa menjadi salah satu antisipasi bagi yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena terimbas virus corona, bahkan selain itu bisa juga untuk pekerja harian yang kehilangan penghasilan, serta pengusaha mikro yang tak dapat omzet.

"Untuk pendaftaran kita secara online melalui Prakerja.go.id dengan syarat yakni Nomor Induk Keluarga (NIK), alamat, tempat tanggal lahir dan sertakan surat yang menyatakan tempat bekerja terakhir," kata Kepala Disnaker kota Prabumulih Ir Bambang Sukaton ketika diwawancarai di Rumah dinas Walikota, jum'at (10/4/2020).

Dikatakannya, dari persyaratan yang harus dilengkap tentu terdapat juga kriteria yang tidak bisa dapat kartu Pra kerja adalah pelajar dan mahasiswa. "Kalau untuk usia tidak ada batasnya. Jika dia termasuk pemutusan lapangan kerja atau dia dirumahkan ada dua macam misalnya ada yang formal dan informal yang artinya Formal itu dari PT atau perusahaan lalu kalau Informal seperti bekerja di ruko-ruko yang tutup maupun tempat lainnya," terangnya.

Lebih lanjut bambang menjelaskan, pihaknya telah memasang spanduk persyaratan agar masyarakat mengetahui diantaranya di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Balai Latihan Kerja (BLK).

Untuk saat ini di kota prabumulih sendiri sudah terdata sebanyak kurang lebih empat ribu yang mendaftarkan dirinya untuk membuat kartu Pra Kerja dengan melalui daftar secara online yang langsung terhubung ke Disnaker provinsi dan langsung menseleksi dikirim langsung ke pusat.

"Jadi disini Disnaker Prabumulih hanya mendata siapa yang telah lulus dalam pendaftaran, lalu untuk yang sudah lulus nanti silahkan mengajukan untuk memilih keahlian terlebih dahulu yang ingin dipilih. Dengan begitu dana yang dikeluarkan oleh pusat tidak cuma-cuma, itu juga nanti melalui rekening masing-masing, dengan syarat bahwa dia mau ikut pelatihan nantinya," jelasnya.

Bambang menuturkan, dana yang akan diterima bagi peserta yang telah memiliki kartu Pra Kerja total uang sebesar Rp 3.550 ribu rupiah selama Tiga bulan dan di samping untuk pendidikan itu juga dapat digunakan untuk kepentingan maupun keperluannya sendiri.

"Kartu Pra kerja ini salah satu program dari bapak Presiden untuk mengatasi krisis yang terjadi dampak dari pada covid 19 ini, yang dampaknya ada pada perusahaan yang memberhentikan atau merumahkan karyawannya, lalu dampak dari situ otomastis mereka tidak dapat gaji, dengan tidak dapat gaji mereka mau memenuhi kebutuhan keluarga mau gimana," imbuhnya.(sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts