Menggapai Asa, Menuju Kebangkitan Bangsa

SININEWS.COM - Momentum Hari Kebangkitan Nasional adalah momen yang sangat tepat untuk merekatkan kembali perbedaan-perbedaan pandangan yang semakin tajam. Saling menghujat, saling menghina, saling memojokan sudah sepatutnya dihentikan. Karena pada dasarnya hari Kebangkitan Nasional yang digagas oleh pendiri-pendiri negara ini bertujuan untuk membangkitkan rasa nasionalisme bangsa ini, untuk menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat. 

Sehingga tidak hanya menjadi sebuah jargon saja, tapi lebih dapat dimaknai sebagai hari bersejarah bagi bangsa ini yang mempunyai nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme, apalagi di tengah situasi dan kondisi bangsa yang sedang dilanda pandemi virus corona (Covid-19). Hari Kebangkitan Nasional seharusnya dimaknai sebagai hari bangkitnya rasa nasionalisme anak bangsa, generasi muda, generasi pembelajar, generasi pembaruan, dan generasi perubahan. 

Sehingga tugas berat dari seluruh komponen bangsa ini dan tokoh-tokoh nasional kita sudah harus membangkitkan kembali makna dari Kebangkitan Nasional ini, jika tidak ingin bangsa ini mengalami kemunduran di segala hal. Coronavirus telah menjelma jadi pandemi mematikan, yang menyerang siapa saja tanpa kenal batas negara, bangsa, agama, ras, dan golongan. Semua menyimpan duka mendalam.

Seluruh tatanan kehidupan porakporanda dan mobilitas sosial pun lumpuh. Ancaman virus ini masih di hadapan kita, kendati kita berharap badai segera berlalu. Saat ini hampir semua orang dalam keadaan putus asa, takut, gelisah, waspada, cemas bahkan panik. Pertanyaan yang selalu mengemuka kapan pandemi ini akan berakhir? Grafik atau informasi pakar, baik matematika maupun sains yang menganalisis kecenderungan kasus ini akan semakin menurun seakan berlomba dengan pengumuman nasional yang mengatakan dari hari ke hari kasus positif dan meninggal terus bertambah. Berita kapan pandemi ini akan berakhir dan cerita bagaimana bangsa lain menyelesaikan pandemi menjadi informasi yang dinantikan. 

Orang juga tidak berani mengatakan saya lah yang paling sehat berhadapan dengan pandemi ini. Juga tidak ada yang berani mengatakan saya pasti terbebas dari pandemi ini. Semua harap-harap cemas seperti menanti giliran. Dan kita tidak pernah tahu masuk antrean yang ke berapa. Melihat perkembangan dari penyebaran virus corona di Indonesia sekarang, muncul kecemasan dalam diri masyarakat, yaitu suatu keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi (Nevid, 2005). 

Banyak hal yang menjadi penyebab kecemasan ini timbul, salah satunya dalam benuk kepanikan. Kepanikan sosial atau social panic seharusnya dinetralisir agar masyarakat tetap bersama-sama waspada dengan cara yang lebih elegan dan manusiawi. Ibnu Sina pernah berkata “kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat dan kesabaran adalah langkah awal kesembuhan”. 

Kepanikan berlebihan ketika menghadapi virus corona akan berdampak buruk pada kesehatan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% penyakit yang diderita berasal dari fikiran negatif-emosi negatif yang salah satunya adalah kepanikan yang berlebihan (Nico Manggala, 2015). Maka dari itu perlu adanya upaya-upaya yang dilakukan diri sendiri maupun kelompok untuk meredam dan menetralisir kepanikan.

Hakikatnya, kecemasan, ketakutan, dan kepanikan ini merupakan sepenggal cobaan yang Allah berikan kepada hambaNya. Virus ini sekarang telah menetap di negara kita, dan di sini, kita harus belajar untuk hidup dengannya. Setidaknya sampai vaksin ditemukan. 

Berapa lama pemerintah akan melakukan pembatasan sosial? Berapa lama pintu keluar akan diblokir? Sekarang kita harus melawan virus ini sendiri, dengan mengubah gaya hidup kita, dengan memperkuat kekebalan kita. Kita harus mengadopsi gaya hidup yang berusia ratusan tahun. 

Makan makanan murni, beli hanya apa yang diperlukan, membebaskan diri dari cengkeraman dokter dan antibiotik. memperbanyak jumlah makanan bergizi, melupakan jenis makanan cepat saji, pizza, burger, minuman dingin dll. Kita mungkin harus mengganti jenis peralatan kita yang mengadopsi kapal-kapal besar yang terbuat dari kuningan, perunggu, tembaga, bukannya aluminium, baja dll, yang secara alami membantu menghilangkan virus. Lupakan rasa lidah, gorengan pedas, sampah hotel. Ini harus diikuti secara ketat setidaknya 7 hingga 8 bulan ke depan. 

Hanya dengan begitu kita bisa selamat. Sementara mereka yang tidak berubah bisa jadi dalam masalah. Kita tidak bisa terus-menerus mengeluh tentang dampak covid-19. Suka tidak suka, mau tidak mau covid akan selalu ada di muka bumi. Jadi pertanyaannya bukan kapan selesainya. 

Tapi kapan manusia bisa berubah beradaptasi hidup normal tapi dengan standar anti covid. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19. Mengapa? Karena ada potensi bahwa virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. 

Berdampingan bukan berarti menyerah, tapi menyesuaikan diri. Kita lawan keberadaan virus ini dengan mengedepankan dan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat. Pemerintah terus melakukan pemantauan berdasarkan data dan fakta di lapangan untuk menentukan periode terbaik bagi masyarakat agar kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19. Keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas. 

Covid-19 ini penyakit berbahaya, tapi kita bisa mencegah dan menghindarinya asal disiplin menjaga jarak aman, cuci tangan setelah beraktivitas, dan memakai masker. Itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal life atau tatanan kehidupan normal yang baru. 

Manusia sudah lama hidup dengan virus lain, misalnya TBC, DBD, malaria, tipus, Mers, SARS dll. Nah sekarang ada virus baru namanya Covid-19 yang mana adalah adik dari SARS. Kamu, saya, kita, tidak bisa selamanya menutup rumah, mengunci pintu. Lalu teriak-teriak : "kapan virus reda ? saya udah gak bisa makan". Yang terjadi nanti akhirnya manusia akan menggunakan senjata alaminya, ADAPTASI. Karena kita semua harus kerja, petani, guru, pedagang, insinyur, tukang, ojek, penjahit, hingga dokter harus kerja. 

Maka dibutuhkan adaptasi dengan Covid-19. Karena adaptasi adalah senjata manusia paling ampuh. Apa itu ? Meningkatkan standar kualitas hidup. Sering cuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker, menggunakan pakaian untuk keluar ruangan, menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan yang bergizi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, makan-makanan yang matang. 

Itu adalah sedikit gaya hidup yang akan menghiasi tahun-tahun kita mendatang, disamping tetap melakukan sosial distancing dan rajin minum vitamin. Dan mungkin nanti membawa hand sanitizer dan semprotan desinfectant sudah menjadi standar baku. Kita akan lazim melihat orang ngopi, kongkow atau nonton bioskop, tapi sebelum duduk mereka akan menyemprotkan desinfectant ke meja dan kursi. 

Itu adalah cara manusia berdamai dengan keadaan. Yang disiplin akan bertahan, yang tidak disiplin mungkin akan menjalani imunisasi alami. Sakit lalu sembuh dan mendapat imun alami, atau yang dikenal dengan herd immunity. 

Corona telah menjelma jadi pandemi mematikan, yang menyerang siapa saja tanpa kenal batas negara, bangsa, agama, ras, dan golongan. Semua menyimpan duka mendalam. Seluruh tatanan kehidupan porakporanda dan mobilitas sosial pun lumpuh. 

Ancaman virus ini masih di hadapan kita, kendati kita berharap badai segera berlalu. Mengutip pemikiran dari tokoh bangsa Bapak Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa kita harus punya rasa empati dan sikap ta’awun. Karenanya rasa empati dan sikap ta'awun tanpa sekat menjadi niscaya terus kita gelorakan dengan sesama hingga ke ranah semesta. Bak api yang harus terus kita nyalakan dan tidak boleh padam. Bila sebagian langkah negara tampak gamang, rakyat selaku pemilik negeri harus tetap tegar meski bergelut beban. 

Sebaliknya sikap arogan, egois, tidak peduli, dan menyepelekan keadaan mesti dibuang jauh. Lebih dari cukup betapa pandemi ini telah menelan ratusan ribu korban di berbagai belahan dunia. Lihatlah para dokter dan petugas kesehatan yang harus berjibaku dengan seribusatu resiko bertaruh nyawa. 

Pemerintah dan warga tak boleh gegabah, hanya karena merasa negerinya tidak terkena wabah sebesar negeri-negeri lain. Kematian satu orang pun sangat mahal, apalagi ratusan nyawa. Kita memang tidak boleh panik, namun perkataan-perkataan dan langkah yang terkesan meringankan wabah justru menunjukkan ketidakarifan, ketika banyak anak manusia telah menjadi korban serta para petuas medis sedang bertaruh nyawa dalam menjalankan tugas kemanusiaan. 

Berhentilah merasa diri perkasa dan kebiasaan menggampangkan urusan. Introspeksi diri agar hidup makin arif, merasa memerlukan orang lain, dan mengakui Kemahakuasaan Tuhan Semesta Alam. Mari bersatu merajut kebersamaan menggapai asa menuju kebangkitan bangsa. Mereka yang diam-diam berjuang dalam sepi mengaburkan batas antara mimpi dengan realita. Setiap waktu yang mereka miliki adalah usaha menyibak sekat-sekat impian. 

Dan waktu menunjukkan keadilannya. Hasil memang tak akan pernah mengkhianati usaha. Sedikit demi sedikit keringat yang mereka kucurkan membuahkan hasil yang teramat manis. Dan benarlah bahwa kesulitan-kesulitan yang pernah mereka lalui hanyalah bumbu kehidupan yang akan menjadi kenangan tak terlupakan. 

Sedangkan sebagian besar orang yang menimbun mimpi tanpa upaya realisasi tentu tak akan mendapatkan apapun. Keinginan hanya tinggal ucapan. Mimpi hanya soal retorika. Sementara pencapaian mimpi membutuhkan usaha yang tak pernah menjadi mudah. Jadi semakin jelaslah bahwa hasil yang diperoleh bukan hanya tentang keberuntungan. Ini tentang perjuangan yang tiada henti. Pencapaian akan berpihak pada mereka yang merelakan malam-malamnya tanpa tidur hanya demi menjaga keinginannya mewujud. 

Pencapaian akan membela mereka yang tak pernah lelah untuk memantaskan diri. Kita di tuntut untuk selalu membangun asa, menggapai asa, melalui semangat etos kerja tinggi agar kita dapat memperoleh apa yang kita harapkan. Membangun semangat memiliki arti yang sangat luas dan komplek, bisa berarti membangkitkan semangat jiwa yang telah lesu oleh pengaruh bebagai keadaan, terkadang tekanan dan himpitan dari berbagai problem yang menyebabkan hidup tidak bergairah, agar jiwa semangat bangkit kembali, maka harus dibangun melalui pondasi 

"pengharapan baik" atau optimis melihat masa depan , dengan upaya maksimal, dan bukan menghayal tanpa bertindak. Membangun semangat itu kewajiban mutlak, karena merupakan kebutuhan pokok jiwa. Menggapai asa merupakan impian semua orang, namun hal yang lebih penting adalah memintal benang semangat, merajut kebersamaan, membangun semangat, untuk meraih harapan (asa) denganupaya yang maksimal, do’a yang khusu’ melalui ibadah rutinitas dan tawakal maksimal.(sn)
Oleh: BAYUMIE SYUKRI, AP., SE., M. Si (Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, Sosial, Budaya) 
Share:

Total 41 Warga Ogan Ilir Positif Terpapar Corona Virus

INDRALAYA, SININEWS.COM - Dari hari ke hari angka kasus warga terpapar positif corona virus disease (covid19) asal Kabupaten Ogan Ilir (OI), terus mengalami peningkatan. Kini berdasarkan data masuk ke tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 Kabupaten OI, Selasa (19/5) pukul 16.00 sudah 41 kasus terpapar positif covid-19. Semula hanya 40 kasus, dan terjadi penambahan satu kasus.

Penambahan satu kasus tersebut diketahui merupakan pasien ke-579 perempuan berusia 13 tahun asal Kecamatan Rantau Alai. Ini disampaikan juru bicara penanggulangan covid-19 Ogan Ilir Wahyudi Wibowo.

"Hari ini ada penambahan satu kasus semula 40 kasus positif terkonfirmasi. Hari ini bertambah. Jadi total kasus terkonfirmasi covid-19 asal Kabupaten OI berjumlah 41 kasus," kata Jubir Wahyudi Wibowo.

Diakui Wahyudi, diketahui dari hasil swab tim medis yang menangani kasus covid-19 di Sumsel, angka kasus konfirmasi positif covid-19 yang terjadi Kabupaten OI terus mengalami peningkatan. Faktor minimnya kesadaran dan pemahaman baik pasien maupun warga masyarakat akan bahayanya virus corona ini.

Seperti yang terjadi di ruang isolasi RSUD Tanjung Senai Indralaya beberapa waktu lalu berusaha melarikan diri tanpa alasan. Padahal pasien tersebut sedang menjalani proses pemulihan usai dinyatakan positif covid-19. 

"Akan tetapi hal itu sudah kita antisipasi dan pasien dimaksud sudah kembali menjalani perawatan medis. Untuk mengantisipasi hal ini, penjagaan di RSUD dimaksimalkan dibantu dari tim gugus covid-19," jelas Wahyudi seraya menyebut tiga orang masih dirawat di RSUD Tanjung Senai, dan 24 orang dirujuk ke rumah sehat wisma Atlit Jakabaring Palembang.

Dipaparkan Wahyudi pasien tersebut merupakan OTG (orang tanpa gejala) sementara hasil tracking dan tes swab terkonfirmasi positif. Berdasarkan data yang diterima tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19, jumlah ODP sebanyak 209 orang. Kemudian, pasien dalam pengawasan berjumlah 7 orang, sedang OTG yang menjalani pemeriksaan swab sebanyak 171 orang. Hasilnya keseluruhan sampai dengan hari ini, Selasa (19/5) kasus terkonfirmasi positif covid-19 berjumlah 41 kasus.(Ber)
Share:

Tenaga Medis Pertanyakan Insentif Tak Kunjung Dibayar

INDRALAYA, SININEWS.COM - Guna menuntut kejelasan insentif dan juga rumah singgah dalam penanganan virus Corona atau Covid-19 yang saat ini sedang melanda dunia, tak terkecuali di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Ratusan tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) OI yang terdiri dari dokter, perawat hingga sopir ambulance menggelar demonstrasi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OI, Selasa (19/5). 

Lebih kurang 150 orang tenaga medis mendatangi Gedung DPRD OI, untuk menuntut kejelasan terhadap apa yang menjadi tuntutan hak mereka. Akhirnya setelah hampir setengah jam menunggu, sebanyak 20 perwakilan tenaga medis termasuk Direktur RSUD OI dr Roretta Arta Guna Riama, diterima anggota DPRD Ogan Ilir dari Komisi IV.

Rizal Mustofa selaku Ketua Komisi IV DPRD OI ketika diwawancarai mengatakan bahwa diketahui bersama bahwa Indonesia saat ini dalam kondisi prihatin karena dampak virus corona atau covid-19, dan termasuk juga kabupaten ogan ilir ini, tentunya didalam penangganan covid-19 ini para tenaga medis mereka butuh payung hukum yang jelas baik berupa regulasi maupun intruksi dari pihak direktur. 

“Hari ini perwakilan mereka kami terima, dan ada beberapa tuntutan yang mereka sampaikan terkait penangganan pasien yang terpapar covid-19 ini, mudah-mudahan nanti ada jalan keluar yang baik dan kita juga menyesalkan kenapa bisa terjadi seperti ini mungkin ada manajemen yang keliru dari pihak rumah sakit dan sama-sama nanti akan kita bahas dan kita berharap akan ada jalan keluar dari permasalahan ini hingga pelayanan kesehatan di kabupaten ogan ilir akan tetap berjalan dengan baik terutama pelayanan terhadap para pasien yang terpapar covid-19,” kata Rizal Mustofa.

Dikatakannya, ada beberapa tuntunan yang mereka sampaikan, yakni yang pertama mereka menuntut APD sesuai tahapan, APD lengkap sesuai tahapan, sesuai dengan fungsi mereka, kemudian yang kedua mereka meminta jaminan rumah singgah atau isolasi ketika mereka menangani pasien yang terpapar virus covid-19, yang ketiga mereka meminta tambahan vitamin. 

“Karena timing penanganan pasien covid-19 ini kita tidak bisa menentukan jadwal yang pasti jadi mereka meminta tambahan vitamin, dan yang keempat mereka mempertanyakan Gaji yang tak kunjung dibayar Selama 2 Bulan serta tambahan insentif atau uang lelah dan ini kami akan fasilitasi pada pihak manajemen rumah sakit,’ jelasnya

Lebih lanjut dia mengatakan bila perlu nantinya akan difasilitasi ke pemerintah daerah agar perbupnya dikeluarkan sehingga ini bisa terpenuhi, tentunya dengan menimbang dan memperhatikan keuangan daerah, adapun hasil pertemuan tadi mereka pihak rumah sakit membuka diri, terkait rumor yang berkembang akan adanya pemberhentian itu tidak benar.(Ber)
Share:

Na'as, Zulkarnain Warga Tempirai Tewas Diduga Kena Gigitan Ular

Foto ilustrasi 


PALI -- Nasib naas dialami Zulkarnain (33) warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pria lajang tersebut harus meregang nyawa lantaran menjadi korban gigitan ular diduga jenis cobra saat korban hendak memancing ikan di sungai Jelikeh.

Kejadian naas itu dialami korban pada Senin malam (18/5) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, korban berniat melihat tajur yang telah dipasangnya sekitar pukul 17.00 WIB dengan menyusuri bibir sungai. 

"Namun saat hendak mengangkat salah satu tajur, korban yang pergi berdua dengan temannya merasakan ada rasa sakit dibagian kakinya. Awalnya rasa sakit itu dikira korban tertusuk duri, namun lama-kelamaan, rasa sakit itu kian bertambah," kenang Darwis, salah satu tetangga korban, Selasa (19/5).

Kemudian korban memanggil rekannya untuk melihat luka dikakinya, dan ternyata ada dua lubang mirip gigitan ular. 

"Setelah mengetahui luka itu diduga digigit ular, korban mengajak rekannya pulang. Tetapi akibat jarak cukup jauh, sesampai di rumahnya, korban kondisinya lemah," tukasnya. 

Mengetahui korban lunglai, keluarga korban langsung memanggil dokter. Namun saat dokter datang, korban meninggal dunia. 

"Korban tidak sempat dibawa ke Puskesmas karena saat datang ke rumahnya, kondisi tubuh korban sangat lemah. Korban meninggal dunia saat hendak dilakukan pertolongan medis oleh dokter yang dijemput pihak keluarga," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Tempirai Muhamad Jonot membenarkan kejadian tersebut. 

"Korban sudah dimakamkan. Dia (korban) hendak najur (mancing) berdua bersama teman masih tetangganya. Kejadian ini harus menjadi perhatian kita bersama agar hati-hati, terlebih yang hobi mancing di sungai," saran Kades. (sn)  

Share:

Cegah Covid-19, Giliran Anggota Polres PALI di Rapid Tes

PALI -- Sebanyak 200 personil Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lakukan rapid tes dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Selasa (19/5) di Mapolres PALI dengan mendatangkan tim medis dari gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 kabupaten PALI.

Dikatakan Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi melalui Wakapolres PALI Kompol Rizvy SH bahwa langkah itu diambil untuk memastikan seluruh anggota Polres aman dari reaktif virus.

"Hasil rapid tes alhamdulillah yang telah keluar negatif semua, namun ini belum selesai karena seluruh personil bakal di rapid tes secara bertahap. Ini dilakukan dalam rangka pencegahan dan mendata apakah hasilnya reaktif atau tidaknya," ungkap Wakapolres.

Apabila ada temuan dikatakan Wakapolres bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan atasan untuk ditindaklanjuti.

"Mudah-mudahan sampai selesai rapid negatif semua. Tapi apabila ada yang reaktif tentu akan ditindaklanjuti, dimana sebelumnya akan berkoordinasi dengan atasan dalam hal ini Polda," tukasnya.

Untuk hindari penyebaran Covid-19 Wakapolres menghimbau seluruh anggota untuk tetap patuhi protokol kesehatan.

"Setiap apel pagi kami sampaikan himbauan kepada seluruh personil bahwa tetap jaga jarak, gunakan masker hindari kerumunan, jaga kebersihan dan terapkan pola hidup bersih dan sehat agar kita semua terhindar dari wabah corona," tandasnya. (sn)
Share:

Perlunya Perhatian dan Pembinaan Kelompok Anarko Di Wilayah Sumatera Selatan

SININEWS.COM -  Kata “anarki” berasal dari bahasa Yunani, awalan an (atau a), berarti “tidak”, “ingin akan”, “ketiadaan”, atau “kekurangan”, ditambah archos yang berarti “suatu peraturan”, “pemimpin”, “kepala”, “penguasa”, atau “kekuasaan”. Atau, seperti yang dikatakan Peter Kropotkin, anarki berasal dari kata Yunani yang berarti “melawan penguasa”. (Kropotkin’s Revolutionary Pamphlets, hal 284). 

Meski kata-kata Yunani anarchos dan anarchia seringkali diartikan “tidak memiliki pemerintah” atau “ada tanpa pemerintah”, seperti yang dapat dilihat, arti orisinil anarkisme yang tepat bukanlah sekedar “tidak ada pemerintah”. “Anarki” berarti “tanpa suatu peraturan” atau lebih umum lagi, “tanpa kekuasaan”, dan dalam pemahaman inilah kaum anarkis terus menggunakan kata ini . 

Karena negara adalah bentuk “tertinggi” dari hierarki, kaum anarkis, sesuai definisi, adalah anti negara; namun definisi ini tidak cukup untuk menjelaskan anarkisme. Artinya kaum anarkis yang sesungguhnya melawan semua bentuk organisasi hierarkis , tidak hanya negara. 

Dalam pernyataan Brian Morris: Term anarki berasal dari Yunani dan secara esensial berarti ‘tanpa aturan’. Kaum anarkis adalah orang-orang yang menolak semua bentuk pemerintahan atau kekuasaan koersif, semua bentuk hierarki dan dominasi. 

Secara ideologis, anarkisme mengambil berbagai bentuk dan spektrum dari aliran kiri maupun kanan, termasuk sampai ekstrem kanan yang berwatak individualistik. Lokasi konflik anarkisme terletak pada titik antara negara dan masyarakat, kendatipun terdapat berbagai aliran pemikiran mengenai hal ini. 

Namun demikian, semua jenis anarkis memiliki sebuah pendekatan dasar. Kaum anarkis menempatkan prioritas yang tinggi pada kebebasan, menginginkannya baik untuk diri sendiri maupun orang lain. kaum anarkis menganggap esensial untuk menciptakan suatu masyarakat yang didasarkan pada tiga prinsip: kebebasan, persamaan dan solidaritas, yang saling terkait. 

Sebuah masyarakat anarkis akan menjadi ciptaan manusia, bukan prinsip ketuhanan atau transendental lainnya, Karena “tidak ada yang pernah menyusun dirinya, paling tidak dalam hubungan dengan manusia. 

Manusia lah (demikian) yang menyusunnya, dan mereka melakukannya sesuai dengan tingkah laku mereka serta pemahaman terhadap sesuatu.” (Alexander Berkman, ABC of Anarchism, hal 42).Anarkisme mendasarkan dirinya pada kekuatan pemikiran dan kemampuan orang untuk bertindak dan mengubah kehidupannya berdasarkan apa yang mereka anggap benar. 

Gerakan Anarkisme di Indonesia Anarki, anarkis atau anarkisme acap kali ditafsirkan sebagai kegiatan negatif oleh setiap pendengarnya. Hal ini disebabkan masyarakat, khususnya di Indonesia mengalami bias dalam menerjemahkan sejumlah kata tersebut. 

Penyebabnya antara lain minimnya referensi bacaan dari kacamata sejarah, pemikiran filsafat dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Pada gilirannya, anarki sering kali diterjemahkan menjadi aktivitas bernuansa destruktif, huru-hara, kekacauan, kerusuhan, pemberontakan dan chaos. Sementara itu anarkis mengacu pada pelaku yang disebut sebagai orang pembuat onar, perusuh, pengacau maupun pemberontak. 

Perlu diketahui, gagasan anarkisme sudah lahir bahkan sebelum naskah proklamasi dibacakan. Sekira tahun 1923, Soekarno menulis tentang anarkisme dan dimuat dalam Harian Pikiran Ra'jat. Meski begitu, belum jelas kapan tepatnya gerakan anarkisme muncul di Indonesia. 

Jika menarik lebih ke belakang, gagasan anarkisme sempat diperkenalkan oleh orang-orang Belanda beraliran sosial demokrat atau sosialis. Saat itu, Edward Douwes Dekker dengan nama samaran 'Multatuli' (1820-1887) mengkritik sistem kolonialisme di Hindia Belanda lewat sejumlah tulisannya Karya tulis Multatuli yang menyerang pemerintah kolonial telah menggugah opini publik, pada awal abad ke-20. Ia mengangkat kebrutalan kolonialisme Hindia Belanda. 

Teks bacaan miliknya memberi pengaruh signifikan pada pekerja anarkis dan sindikalis di Belanda. Pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, tidak ada tanda-tanda adanya gerakan anarkis dalam bentuk apapun di negara ini. 

Elit politik negara baru menggunakan label “anarkisme” untuk mengutuk lawan-lawan mereka. Setelah tahun 1945, para pekerja mulai secara spontan merebut rel kereta api, perusahaan industri dan perkebunan, membangun kontrol atas mereka, dan pihak berwenang setempat menjuluki gerakan ini "anarko-sindikalisme" 

Abdulmajid, yang menjadi pemimpin mahasiswa Indonesia setelah keberangkatan Hatta, dan kaum sosialis lainnya “membawa” ungkapan anarko-sindikalis dari Belanda. Seperti pada bulan Februari 1946, Wakil Presiden Hatta secara terbuka menyerang “sindikalisme,” berbicara pada sebuah konferensi ekonomi di Yogyakarta bahwa perusahaan-perusahaan tersebut telah melewati kontrol negara. 

Presiden Soekarno, pada gilirannya, mengkhawatirkan kecenderungan “anarko-sindikalis” di Partai Buruh Indonesia yang diciptakan oleh serikat pekerja. Akan tetapi tuduhan ini tidak ada kaitannya dengan gerakan anarkis atau anarko-sindikalis yang sesungguhnya. Gerakan anarkisme diperkirakan muncul kembali ke permukaan sekitar tahun 1990-an. 

Masa pemerintahan Soeharto atau sering disebut Masa Orde Baru rupanya punya andil besar di balik kemunculan kaum anarkis. Pada saat itu, kaum anarkis identik dengan kelompok Punk. Sekira tahun 1993-1994, mengutip dari laman Anarkis.org, punk Indonesia muncul dengan mengedepankan aktivitas anti-kediktatoran dan anti-fasis. 

Mereka membangun hubungan dengan gerakan sosial dan gerakan buruh. "Pada waktu itu anarki identik dengan punk, dan beberapa orang di komunitas itu mulai menaruh perhatian lebih pada ideologi dan nilai anarkis. Sejak saat itu, wacana anarkis mulai berkembang di antara individu dan kolektif di komunitas punk/hardcore, dan kemudian berada dalam kelompok aktivis, pelajar, pekerja yang lebih luas..." 

Dialog dan diskusi diawali dengan mengangkat pertanyaan, "bagaimana menciptakan kelompok dan organisasi secara non-hierarkis dan terdesentralisasi?" Pertama, majalah-majalah kecil mulai diterbitkan, yang isinya membahas masalah gerakan-gerakan sosial; terkait feminisme, nilai anarkis, anti-kapitalisme, perlawamam sosial, anti-globalisasi, ekologi dan lain-lain.Akses ke Internet juga turut memfasilitasi penyebaran anarkisme. 

Masalah serius waktu itu adalah kurangnya literatur anarkis dalam bahasa Indonesia Gerakan anarkisme di Indonesia muncul dengan beberapa gejala. Salah satunya ditandai dengan terbentuknya affiniti (kelompok kolektif kecil) di sejumlah wilayah di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta hingga Makassar, Manado, Palembang dan Medan. Kelompok anarkis menyelenggarakan beberapa aksi maupun kongres, saat kondisi kelompok tersebut belum begitu stabil. 

Di Jakarta misalnya, Komite Aksi Rakyat Tertindas dan Anti-Fasis-Rasis Action bekerja menyebarkan informasi tentang anarkisme dan teori-teorinya, sekitar akhir 1990-an dan awal 2000-an. Sementara di Kota Bandung, kolektif konter-kultur aktif melakukan aksi langsung "dalam kehidupan sehari-hari. Pada 2001 di Jawa Barat, sekelompok anarkis memproklamirkan gagasan membentuk sebuah "anarko-platformis" dan gerakan anarko-sindikalis.

Pasang-surut masalah mewarnai perjalanan kelompok-kelompok anarkis di Indonesia. Banyak kelompok yang kolaps karena umur dan pemahaman soal ide anarkisme masih seumur jagung. Perbedaan cara pandang dan karakter anarkis tiap individu dalam kelompok juga memengaruhi usia kelompok-kelompok tersebut. Pada tanggal 1 Mei 2007, kelompok-kelompok seperti Affinitas (Yogyakarta), Jaringan Otonomis (Jakarta), Apokalips (Bandung), Jaringan Otonomi Kota (Salatiga), aktivis individu dari Bali dan Semarang, juga beberapa orang dari band punk Jakarta melakukan koordinasi. 

Penyatuan ini untuk memulai gerakan tertentu yang disebut dengan “Jaringan Anti-Otoritarian”. Aksi May Day tahun 2007 mengumpulkan lebih dari 100 orang dan menandai kemunculan anarkisme di dalam pandangan publik.Setelah itu, kelompok-kelompok baru muncul di berbagai kota, dan anarkisme mengambil bagian aktif dalam demonstrasi sosial, tindakan melawan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir, dll. 

Perkembangan Isu Aksi Anarko pada 18 April 2020 Di tengah pandemi corona, isu kemunculan gerakan anarko Indonesia kembali menarik perhatian masyarakat. Sebab baru-baru ini, polisi berhasil mengungkap hubungan tindakan vandalisme dan kelompok anarko di Indonesia. Seperti yang dilansir CNN, Sabtu (11/4/2020), polisi menyebut kelompok anarko sedang menyusun skenario penjarahan besar-besaran di Pulau jawa. 

"Mereka berencana melakukan aksi besar, aksi vandalisme di Pulau Jawa pada 18 April 2020. Tujuannya menciptakan keresahan dan memanfaatkan masyarakat untuk melakukan keonaran hingga penjarahan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dalam konferensi pers belum lama ini. 

Kabar besar itu diketahui oleh polisi dari pemeriksaan telepon genggap milik salah seorang anggota kelompok anarko yang ditahan usai melakukan aksi vandalisme di Tangerang, Kamis (9/4/2020) lalu.

Nana membeberkan motif pelaku vandalisme di Tangerang, yakni ketidakpuasan terhadap pemerintah. Para pelaku memiliki latar belakang yang berbeda, namun didominasi oleh pemuda yang mempunyai pandangan sendiri terhadap pemerintah. Beberapa di antaranya berstatus pelajar SMA, mahasiswa, bahkan pengangguran.

Menulis kata-kata provokatif dengan cat semprot di ruang-ruang publik. Dalam aksi vandalisme mereka menuliskan kalimat-kalimat yang provokatif misalnya “Kill the rich”, “Sudah Krisis Saatnya Membakar”, “God Hate State, Insurrection Now” hingga “ Mau Mati Konyol atau Melawan” .

Tulisan tersebut kemudian diberi tanda khusus yaitu huruf A besar dalam lingkaran. Pembinaan Kelompok Anarko Keberadaan kelompok anarko di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera-Selatan belum terlalu banyak menarik perhatian publik, walaupun pemerintah melalui instansi terkait sudah cukup lama mengamati dan mengidentifikasi keberadaan dan perkembangannya ditengah masyarakat. 

Kelompok anarko cenderung melakukan gerakan penyusupan dan bersifat sporadis, termasuk dilakukan melalui media sosial. Keberadaan dan perkembangan gerakan kelompok anarko bersifat timbul dan tenggelam, pada saat ini perlu disikapi secara serius, terutama dalam kondisi negara yang tidak normal disebabkan wabah covid 19, dengan semua dampak yang ditimbulkannya. 

Dalam kondisi seperti ini sangat rentan dan mudah emosi masyarakat tersulut untuk diajak melakukan hal-hal yang mengarah ke anarkisme dan perbuatan melawan hukum lainnya. Tentu saja upaya untuk melakukan pembinaan terhadap kelompok anarko bukanlah hal yang sederhana, sebab persoalannya sudah bersifat kompleksitas. 

Upaya penyadaran diri kelompok anarko di wilayah Sumatera Selatan agar kembali menjadi warga negara yang baik dan bertanggungjawab, bukanlah hal yang mudah dilakukan. 

Diperlukan dukungan serta koordinsi yang baik oleh semua pihak yang terkait mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Tokoh adat, Lembaga-lembaga sosial dan keagamaan,serta Aparat pemerintah dan utamanya apa yang sudah dilakukan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan selama ini. 

 Oleh : Dr. Arief Wisnu Wardhana,SH.,M.Hum
Share:

Walikota Prabumulih Tidak Akan Potong Anggaran Media

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Menanggapi pemberitaan terkait permintaan dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, Firdaus Komar yang meminta agar seluruh kepala daerah untuk tidak melakukan refocusing dan realokasi anggaran media akhirnya ditanggapi oleh Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM.

Ridho mengaku tidak akan memangkas atau memotong anggaran publikasi media yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Prabumulih. Hal ini disampaikan oleh Walikota di hadapan sejumlah awak media pada Senin (18/05/2020), dalam kegiatan Confrence pers Percepatan Penanganan Covid-19 di ruang rapat lantai satu kantor Pemkot Prabumulih.

Dalam kesempatan itu Ridho mengatakan, meskipun pemerintah pusat telah memangkas APBD terhadap seluruh kabupaten dan kota se Indonesia akibat dampak corona atau covid-19, namun pihaknya tetap komitmen untuk tidak mengurangi anggaran publikasi media. Sebab menurutnya, media juga merupakan garda terdepan yang turut serta membantu pemerintah. Khususnya dalam hal publikasi berita terkait kinerja atau upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran wabah covid-19.

Ridho mengaku, media cetak, televisi, radio, maupu online adalah penyambung lidah bagi pemerintah. Melalui media inilah masyarakat dengan mudah mengakses informasi yang dibutuhkan pembaca

Tanpa media, masyarakat tentunya tidak akan tahu kinerja serta upaya dan langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam memerangi wabah covid-19. Untuk itu ia juga berharap agar para awak media bisa menyampaikan berita yang berimbang kepada masyarakat, khususnya dalam hal pemberitaan perkembangan kasus covid-19.

"Jangan malah membuat isu atau berita hoax yang akan memicu pelomik di tengah masyarakat. Maka dari itu kepada rekan-rekan wartawan kami harapkan bisa menyampaikan berita yang sejuk kepada pembaca. Apalagi mengenai berita covid-19, karena berita ini sangat sensitif bagi pembaca jika penyajiannya tidak berimbang," ujar Ridho.

Masih kata Ridho yang didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Drs Muhammad Ali M.Si menuturkan, bukan hanya tidak memangkas anggaran namun pihaknya juga akan berusaha untuk menambah anggaran media jika kondisi keuangan Pemkot Prabumulih memungkinkan. Penambahan anggaran media ini akan dikaji ulang dalam ABT jika memang diperlukan.

"Tapi disatu sisi pemberitaan yang disampaikan itu adalah berita yang dapat mendinginkan masyarakat, jangan malah berita-berita yang buat panas masyarakat. Disinilah peran media kita harapkan sehingga bisa membantu pemerintah dalam hal penyampaian informasi yang dibutuhkan masyarakat," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar meminta kepada seluruh kepala daerah untuk tidak melakukan refocusing dan realokasi anggaran media yang telah bekerjasama dengan pemerintah. Hal ini disampaikannya mengingat sudah ada beberapa kepala daerah yang melakukan pemotongan anggaran media.

Padahal menurutnya, media adalah garda terdepan dalam hal menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya upaya atau kinerja yang telah dilakukan pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran wabah covid-19.

Menurut Firdaus, alasannya pandemi  Covid-19 yang meluluhlantakkan semua sendi kehidupan, membuat kalang kabut dan kekhawatiran dunia, begitu juga dialami Sumatera Selatan. Salah satu sektor yang merasakan dampak dan benar-benar terimpit adalah industri media.

Pada tahun 2020 ini Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini sebesar Rp 400,1 Triliun. Bahkan masing-masing kota dan kabupaten di Sumsel juga menganggarkan  melalui APBD yang besarnya variatif.

Karena pada dasarnya media memiliki tugas dan fungsinya untuk melakukan tugas pers. Seharusnya mendapatkan porsi atau minimal tidak dikurangi dari anggaran.

Disisi lain media justru makin sulit dalam mempertahankan industri media meski hanya untuk menghidupkan medianya sendiri. Apalagi seiring dengan makin berkurangnya aktivitas bisnis di Tanah Air karena pengaruh wabah virus corona sehingga menyebabkan media kehilangan sumber pendapatan terutama untuk biaya produksi dan operasional.

Sebaliknya, media dituntut berperan dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat dan tidak hoax, apaIagi berkaitan dengan pemberitaan positif pencegahan dan penanganan covid -19.(ril)
Share:

Bantuan Tahap Kedua, Walikota Akan Bagikan 38 ribu Paket. Ridho : Kita Usahakan Semua Dapat

Foto : Ilustrasi / Walikota Prabumulih Ridho Yahya
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Pemerintah Kota Prabumulih pimpinan Ir.H.Ridho Yahya, MM melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan segera kembali mendistribusikan pangan (Sembako) tahap kedua kepada masyarakat akibat dampak Covid-19, selasa (19/5) sekaligus sebagai persiapan menjelang pemberlakuan pembatasan berskala besar (PSBB) 

Hal tersebut diungkap Walikota Prabumulih saat Konferensi Pers kemarin pagi digedung rapat Pemkot Prabumulih (18/5/20) yang mengatakan dalam waktu dekat akan menyalurkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat 

Bantuan tahap kedua ini dinyatakan Walikota lebih banyak dari sebelumnya karena semua warga Prabumulih akan diusahakan mendapat bantuan sembako (miskin baru dan miskin lama) akibat dampak corona virus disease (covid19) 

“kita usahakan semuanya merata mendapat jatah sembako, tapi kita masih menunggu instruksi Menteri Dalam Negeri” ucapnya seraya mengatakan sekitar 38 ribu warga Prabumulih yang terdampak akan mendapatkan sembako 

Bantuan sembako tahap kedua ini berupa 10 kg beras, 1 dus mie instan dan 1 bungkus kecap manis 

Dana yang berasal dari APBD Prabumulih itu akan mencakup seluruh warga miskin baru dan miskin lama yang terdampak covid19 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial A.Heriyanto mengatakan berdasarkan data BTKS untuk warga miskin lama sekitar 13.075 orang dan 25.000 orang miskin baru, jadi total warga yang akan disalurkan bantuan sekitar 38.000 lebih warga 

“seluruh warga Prabumulih diusahakan semuanya dapat sembako tanpa terkecuali miskin dan kaya” terang Kadinsos Heriyanto 

Perlu diketahui Pemerintah telah menyiapkan 14 lokasi Pos PSBB diperbatasan wilayah Prabumulih, dan pemberlakuan PSBB direncanakan dimulai tanggal 26 Mei mendatang pukul 24.00 kemudian dalam waktu dekat akan digelar simulasi pemberlakuan pembatasan berskala besar (tau/sn) 
Share:

Walikota Cairkan Semua Insentif, Ridho : Rabu 20 Mei Nanti Batas Akhir Pencairan

Foto : ilustrasi / Walikota Prabumulih Ridho yahya 
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Walikota Prabumulih Ir.H Ridho Yahya, MM kembali mengintruksikan jajarannya untuk segera mencairkan insentip Tenaga Harian Lepas (PHL), Hansip, Pemandi Jenazah, RT,RW dan lainnya paling lambat hari rabu 20 Mei mendatang, senin (18/5/20) 

"saya sudah panggil pihak bank untuk segera cairkan semua gajih dan tunjangan yang ada, paling lambat hari rabu 20 mei nanti” ucap Walikota Prabumulih Ridho Yahya usai Konferensi Pers di Gedung Pemkot Prabumulih tadi siang 

Ridho menegaskan akan terus mempercepat pencairan agar warga Prabumulih tidak terus menerus bertanya, dan pihak bank dimintanya untuk tidak libur dalam melayani masyarakat 

“akan kita percepat pencairannya agar tidak ada lagi yang bertanya pak kapan cair?” candanya 

Sementara pihak bank dimintanya untuk tetap melayani masyarakat dalam proses pencairan dengan kerja ekstra dan tidak libur sebelum selesai hari rabu mendantang 

"mudah-mudahan cepat selesai pencairan dana insentifnya apalagi ditengah covid-19 ini warga kita untuk makan ditambah mau berlebaran” sambung Ridho 

Tak hanya itu orang nomo satu di Prabumulih itu juga mengingatkan untuk tetap menjaga jarak pada saat antri, menjaga kebersihan dan wajib memakai masker (tau/sn)  
Share:

PT MHP Berbagi Kasih Bersama Anak Panti Asuhan

PALI -- Bulan Suci Ramadhan ini memang dirasakan kaum muslim sangat berbeda dengan bulan puasa sebelum-sebelumnya. Sebab saat ini diketahui virus corona telah menjadi wabah global yang telah merubah peradaban karena penyebaranannya sangat cepat memaksa hampir seluruh negara menerapkan protokol kesehatan agar bisa memutus mata rantai penyebarannya. 

Tetapi dengan adanya wabah tersebut, selain pemerintah menggaungkan untuk anjurkan masyarakat taati protokol kesehatan, banyak pihak juga bahu membahu ikut berpartisipasi mensosialisasikan cara pencegahan Covid-19 juga berbagi dengan memberi bantuan, baik terhadap tim medis maupun kaum duafa yang terdampak merebaknya virus corona. 

Seperti yang dilakukan PT Musi Hutan Persada (MHP) pada Senin (18/5).

Perusahaan tersebut berbagi bersama anak-anak yang berada di panti asuhan Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

Bantuan berupa uang tunai diberikan langsung perwakilan PT MHP Zulkarnain selaku Manager GA didampingi Mutakabir SH, Superintendent PHS Unit VI. 

"Memang nilainya tidak seberapa, tetapi inilah bukti kepedulian perusahaan terhadap warga disekitar wilayah kerja kami yang kurang mampu ditambah terdampak wabah corona," ungkap Zulkarnain disampaikan Mutakabir yang biasa di sapa Obby. 

Dipilihnya panti asuhan dijelaskan Obby bahwa sangat layak mendapat bantuan, mengingat ada puluhan anak-anak dalam panti asuhan tersebut yang harus terpenuhi kebutuhannya setiap hari.

"Masa sulit akan lebih berat dirasakan pengelola panti asuhan dalam mencukupi kebutuhan anak-anak yang berada didalamnya. Untuk itu meskipun nilai bantuan yang kami berikan tidak seberapa, tapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban pengelola panti asuhan," harapnya. (sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts