Pastikan Terdata Jadi Pemilih di Pilkada, KPU PALI Ajak Klik Laman Lindungi Hak Pilihmu Serentak Tanggal 15 Juli

PALI -- Untuk memastikan apakah warga PALI sudah terdata atau belum untuk menjadi pemilih pada Pilkada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PALI mengajak seluruh warga Bumi Serepat Serasan untuk mengikuti klik serentak pada laman lindungi hak pilihmu pada tanggal 15 Juli 2020 mendatang. 

Hal itu dikatakan ketua KPU PALI Sunario SE melalui Komisioner KPU PALI divisi pro data, Fikri Ardiyansah belum lama ini. 

"Dimulai dari pukul 10.00 WIB. Caranya gampang, setelah klik pada laman tersebut, kemudian warga memasukkan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jika sudah terdata, maka langkah selanjutnya capture dan sosialisasi ke akun media sosial masing-masing. Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Pilkada, dan bersama-sama menyukseskan Pilkada PALI," jelas Fikri. 

Namun, jika belum terdaftar pada laman tersebut, maka nantinya akan ada petugas dari KPU yang akan mendata ulang. 

"Nantinya Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) akan mendatangi warga PALI untuk mendata kembali dalam tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit). Jika belum terdaftar, maka akan dicatat dan diusulkan agar bisa memilih pada Pilkada 9 Desember mendatang. Untuk itu, kami harap partisipasi masyarakat dalam menyukseskan semua tahapan Pilkada PALI," tutup mantan Sekretaris DPD KNPI Kabupaten PALI itu. 

Ditambahkan Sunario, ketua KPU Kabupaten PALI bahwa proses Coklit yang melibatkan 408 PPDP dari 408 Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan dimulai dari 15 Juli - 13 Agustus 2020.

"Coklit ini bertujuan untuk pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih, untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PALI, tahun 2020," terangnya. 

Terkait wabah pandemi virus corona, Sunario memastikan jika PPDP yang nantinya ke rumah warga sudah dalam keadaan sehat dan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Sebelum bertugas, PPDP akan dilakukan rapid test. Jika hasilnya reaktif, petugas tersebut terpaksa akan diganti. Selain itu, para PPDP akan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker Dan sanitizer. Tentunya, dalam menyukseskan Pilkada PALI di tengah wabah pandemi virus corona, unsur keselamatan dan kesehatan menjadi prioritas kami," pungkasnya. (sn/ril)

Share:

Perkebangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 10 Juli 2020






Share:

Tekan Penyebaran Covid 19 dengan Aturan Tegas dari Pemerintah Daerah

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Untuk menekan jumlah penyebaran virus covid 19 di wilayah Kabupaten Muara Enim, dibutuhkan keputusan tegas dari Pemerintah Daerah berupa aturan tertulis yang nantinya bisa disosialisasikan dan dilaksanakan serta dilakukan penerapannya oleh instansi instansi terkait. 

Komandan Kodim 0404 Muara Enim, Letkol Infanteri Syafruddin mengatakan, pihaknya saat ini hanya bisa berinisiatif melakukan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat tanpa bisa melakukan tindakan berupa sangksi tegas karena terkendala aturan yang belum ada hingga saat ini.

“Seperti tadi, kita lakukan peninjauan langsung ke pasar, dan ternyata masyarakat yang berbelanja dan pedagang belum sepenuhnya patuh akan imbauan tentang protokol kesehatan. Mereka masih banyak yang acuh,” ujar saat dibincangi disela peninjauan pasar inpres Muara Enim, Jumat (10/07/2020).

Ketidak pedulian masyarakat ini, lanjutnya, dikarenakan minimnya informasi yang diterima masyarakat tentang kondisi Kabupaten Muara Enim saat ini. “Kalau wartawan atau mereka yang mengerti teknologi mungkin mudah untuk mengakses informasi tentang update status muara enim saat ini,” ujarnya.

Dari pantauanya dilapangan, masih banyak pedagang dan toko juga pembeli yang tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menyediakan tempat cuci tangan di area mereka. “Padahal hal ini adalah penting. Mengingat saat ini muara enim sudah dalam status zona merah,” tegasnya.

Komandan yang amah bila diajak berbincang ini juga mengatakan, pihaknya (TNI) saat ini hanya bisa mengimbau dan melaksanakan sosialisasi akan protokol kesehatan. “Kalau untuk mengambil tindakan akan pelanggaran kita tidak bisa, karena belum adanya aturan resmi dari Pemda mengenai kondisi Kabuoaten saat ini,” tambahnya.

Saat ini, lanjutnya lagi, Pemkab sudah memeprsiapkan aturan mengenai status new normal (tatanan baru) yang akan diberlakukan di Muara Enim. “Mudah mudahan dalam minggu minggu ini aturannya sudah ada. Jadi masyarakat mengerti betul kondisi lingkungannya,” terangnya lagi.

Letkol satu ini juga menyoroti mengenai perubahan tatanan yang saat ini banyak diberlakukan di berbagai daerah. “Tapi kita tidak bisa langsung memberlakukan hal itu karena masyarakat saat ini saja masih banyak yang belum paham dan menjalankan kebiasaan sesuai dengan protokol kesehatan. Maka akan butuh waktu lagi,” ujarnya.

Saat ini, TNI sebagai bagian dari gugus tugas terus melakukan sosialisasi dan pengertian kepada masyarakat akan protokol kesehatan. “Kita menitikberatkan pada tempat tempat keramaian. Baik itu di wilayah kecamatan yang zona merah seperti muara enim dan tanjung enim, serta wilayah kecamatan lain di muara enim,” tukasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Muara Enim Kompol Suhardiman mengatakan, pihaknya beserta anggota siap mendukung pelaksanaan aturan yang dibuat oleh Pemda yang harus dilaksanakan masyarakat. “Kita siapkan pasukan untuk menekan angka penularan. Tapi tetap menunggu aturan resmi dari Pemda,” pungkasnya.
Share:

Hari Ini Positif Corona di PALI Nambah 11, Total 62 Kasus

PALI, SININEWS.COM - Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dr Zamir menyebut pada Jumat (10/7) kasus terkonfimasi positif Covid-19 di Bumi Serepat Serasan bertambah 11, setelah hasil swab dari BBLK Palembang keluar sebanyak 85 sampel. 

"Dari 85 sampel swab tes yang keluar, 11 diantaranya hasilnya positif. Dengan rincian satu orang warga Palembang yang bekerja di PALI, satu kasus yang meninggal dimakamkan sesuai standar Covid-19 warga Talang Ubi, sisanya warga Talang Ubi," ungkap dr Zamir. 

Disamping kasus positif bertambah, dr Zamir juga mengabarkan ada 3 PDP yang sembuh. 

"Tiga orang yang sebelumnya positif Covid-19, pada hasil swab tes terakhir dinyatakan sembuh, dan sudah diperbolehkan pulang namun tetap harus isolasi mandiri di rumahnya selama dua minggu," terangnya. 

Dengan penambahan itu, dr Zamir menyebut data terakhir kasus terkonfimasi positif Covid-19 di PALI berjumlah 62 orang. 

"Total 62 kasus, sembuh 18 dan meninggal 3 orang. Yang dinyatakan positif kita evakuasi ke rumah sehat SLB Talang Kerangan. Dengan penambahan ini, kami tetap mengimbau warga PALI untuk tetap mentaati  protokol kesehatan," tutupnya. (sn)
Share:

Genjot Produksi, Pertamina EP Tajak Sumur BLK INF-2 di Muara Enim

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Dalam upaya peningkatan produksi untuk ketahanan energi nasional, Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang juga merupakan kontraktor kontrak kerja sama di bawah koordinasi dan supervisi SKK Migas,  kembali melakukan pengeboran sumur. Upaya tersebut dibuktikan dengan tajak sumur LBK INF-2 yang dikelola PT Pertamina Asset 2 di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (7/7).

Pengeboran yang dilaksanakan dengan prosedur yang ketat dalam implementasi protokol kesehatan ini, direncanakan akan dilakukan hingga kedalaman akhir sumur 1.718 meter, dan menargetkan produksi minyak 250 BOPD dan gas 0.5 MMSCFD. 

Tim teknis perusahaan melaksanakan pemboran dari lapisan Talang Akar secara directional drilling dengan perkiraan total 49 hari kerja. Setelah pengeboran selesai dan sukses, nantinya pengelolaan sumur akan dilanjutkan oleh Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field

Sebagai bentuk rasa syukur atas pengeboran tersebut, Pertamina EP Asset 2 memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, termasuk bantuan 200 sembako dan lainnya sebagai bentuk kepedulian dan juga perhatian kepada masyarakat di wilayah kerjanya. 

Prabumulih Field Manager (FM), Ndirga Andri Sisworo dalam sambutannya berharap, agar proses pengeboran dapat berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang diharapkan. "Dengan pemboran ini diharapkan dapat menambah produksi minyak sebesar 250 BOPD dan 0,5 MMSCF bagi perusahaan. Dan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional mohon doa dan dukungan semua stakeholder, termasuk Pemerintah Kecamatan dan masyarakat Lembak agar pengeboran ini berjalan lancar dan aman” ujarnya. 
 
Sementara itu, Sekcam Lembak, Didi Haryanto mengungkapkan, adanya pemboran sumur ini adalah hal yang positif bagi wilayah Lembak. “Pemkab bisa mendapatkan PAD, dan bermanfaat bagi masyarakat Lembak khususnya,” terangnya. Ia juga meminta warga untuk mendukung proses pemboran tersebut agar berjalan lancar dan menghasilkan. “Dan, berdampak bagi masyarakat Lembak,” tukasnya.

Pertamina EP Asset 2 merupakan wilayah kerja Pertamina EP dengan wilayah kerja di Sumatera Selatan yang terdiri dari Field Prabumulih, Field Pendopo, Field Limau, dan Field Adera. Hingga Juni 2020, produksi minyak sebesar  17.468 BOPD, dan gas sebesar 315,1 MSCFD.(ril)
Share:

Perang Terhadap Narkoba, Bupati Ogan Ilir : Ada Warga Terindikasi Narkoba, Segera Lapor BNN

INDRALAYA, SININEWS.COM - Bupati Ogan Ilir (OI) HM Ilyas Panji Alam menegaskan bila melihat dan menemukan ada warga, saudara maupun keluarga yang terindikasi menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) segera lapor ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Hal ini ditegaskan Bupati HM Ilyas Panji Alam saat menyampaikan pidatonya dihadapan ratusan relawan anti narkoba, Jumat (10/7) di gedung Serbaguna Tanjung Senai Indralaya.

Bupati mengukuhkan ratusan relawan anti narkoba bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Kabupaten OI yang turut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel Brigjen Pol John Turman Pandjaitan. 

"Narkoba musuh bersama, musuh negara, musuh pemerintah, musuh kita semua. Harus kita sikat. Saya sampaikan kepada para relawan, dan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, mari bersama kita berantas narkoba. Bila ditemukan ada warga maupun suadara kita terindikasi narkoba segera lapor ke BNN secara sukarela," himbau Bupati HM Ilyas Panji Alam.

Mengapa demikian, disebutkan orang nomor satu di Kabupaten OI, berdasarkan amanat Undang-undang apabila dilaporkan secara sukarela. Maka yang bersangkutan itu termasuk korban, kecuali kalau tertangkap tangan menyalahgunakan dan peredaran gelap narkoba. "Itu sudah masuk ke ranah hukum dan ada unsur pidananya," tandas Bupati HM Ilyas.

Bupati HM Ilyas Panji Alam juga menjelaskan kepada ratusan tenaga relawan anti narkoba yang baru saja dikukuhkan, pelaporan diri secara sukarela bila melihat dan menemukan adanya warga terindikasi narkoba. Maka pihak BNN maupun BNNK merupakan wadah resmi dan akan berwenang melakukan pencegahan dalam wujud rehabilitasi.

"Saya sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para relawan anti narkoba yang baru saja dikukuhkan dan ikut berperan aktif dalam kompetensi bangsa menghadapi kejahatan narkoba," ucap Bupati HM Ilyas. 

Sementara itu, diwaktu bersamaan Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol John Turman Pandjaitan momen peringatan HANI, dirinya mengajak seluruh lapisan warga masyarakat Sumsel khususnya Kabupaten Ogan Ilir secara bersama mari berantas narkoba. Mengingat bahaya narkoba sudah menjalar ke semua kalangan.

"Narkoba bisa menyebabkan ketergantungan, dapat menghancurkan lingkungan hingga rumah tangga. Maka dari itu, melalui momen peringatan HANI. Mari bersama kita berantas narkoba," ajak Kepala BNNP Sumsel.(Ber)
Share:

RSUD Kota Prabumulih Segera Punya Nama

PRABUMULIH – Managemen RSUD Kota Prabumulih membuka pengumuman terbuka dilaman facebook, untuk usulan nama RSUD Kota Prabumulih yang belum memiliki nama.

“Kan memang RSUD kita belum ada nama. Jadi kami melibatkan masyarakat untuk mengusulkan nama. Nama-nama yang masuk kami tampung dulu,” kata Direktur RSUD Hj Dr Hesti Widyaningsih.

Menurut Hesti pihaknya sengaja mengajak masyarakat berpartisipasi mengusulkan nama. “Kalau ada sesepuh Prabumulih yang mengetahui sejarah ataupun tau bisa mengusulkan,” ungkapnya mengatakan pemberian nama tersebut tak lepas dari usulan DPRD.

“Kemarin ada usulan dari DPRD untuk pemberian nama jadi kita tindaklanjuti,” lanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD H Ahmad Palo SE mengakui DPRD sudah mengusulkan kepada RSUD dan pemkot agar RSUD segera diberi nama. “Kita menunggu kalau sudah ada namanya, dan nanti akan kita perdakan,” katanya.

Menurut Palo, untuk nama memang lebih diusulkan kenama tokoh. Dengan tujuan bentuk penghargaan kepada warga Kota Prabumulih yang telah berjasa untuk Kota Prabumulih. “Dari pada hanya RSUD Prabumulih, lebih baik ada nama tapi lebih ke nama tokoh yang berjasa untuk kota Prabumulih atau memiliki jasa dibidang kesehatan dan lainnya,” tukasnya.(SN)
Share:

Sejak Corona Kasus DBD Menurun

PRABUMULIH – Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat yang semakin tinggi sejak munculnya wabah corona, berdampak pada turunnya jumlah kasus DBD di Kota Prabumulih.

Informasi itu seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo melalui Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Hj Mifta Kosim.

 “Sejak corona kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan (PHBS), hidup sehat dengan rutin mengkonsumsi makanan sehat dan vitamin sudah cukup tinggi. Dan itu sedikit banyak berpengaruh pada jumlah kasus,” katanya.

Diakuinya selama trisemester pertama kasus masih tinggi dimana Januari 36 kasus, Februari 39 kasus dan Maret masih tinggi yakni 50 kasus.

“Tapi setelah itu mulai turun, April turun 13 kasus, Mei 8 kasus dan Juni 3 kasus,” terangnya.
Meski jumlah penyebaran kasus DBD terus mengalami penurunan. Namun, untuk sosialisasi pencegahan terus dilakukan.

“Sosialisasi melalui Puskesmas, Kader jumantik dan kader-kader dimasing-masing kelurahan desa, untuk tetap waspada terhadap penyakit DBD,” jelasnya yang tetap mengajak masyarakat untuk melakukan PSN (Pemberantasan Saran Nyamuk) dengan 3 M Plus.

“Penampungan air harus rutin dikuras atau ditutup, karena jentik akan mudah dan cepat berkembang biak ditempat penampungan air,” pesannya.(SN)
Share:

Tak Lagi Blanko Khusus, Kini Akta KK Dicetak di Kertas HVS

PRABUMULIH –   Blanko KK dan Akta yang sebelumnya dicetak menggunakan blanko security, kini di hanya menggunakan kertas HVS 80 gram ukuran A4, dan disertai Barcode atau TTE (Tanda Tangan Elektronik).

Cetak KK akta di kertas HVS sudah berlaku sejak awal Juli 2020.  Dimana perubahan berdasarkan Surat edaran yang tertuang dalam Pasal 12 Permendagri Nomor 109 Tahun 2019 tentang Formulir dan Buku yang digunakan dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan.

“Sesuai arahan Ditjen Dukcapil bahwa KK dan Akta saat ini di cetak di kertas Hvs 80 gram ukuran A4, dan tidak lagi dicetak menggunakan kertas security. Ini berlaku seluruh bukan hanya Prabumulih saja,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Prabumulih Haryadi SH.

Akibat perubahan itu terangnya, meski ada kelemahan seperti mudah rusak namun dengan dicetak dikertas HVS pengadaan blanko tak lagi menunggu dari pusat. “Kita bisa pengadaan kertas sendiri jadi tak harus menunggu. Dan kalau sudah buat Akta KK hendaknya segera dilaminating supaya tidak rusak,” ungkapnya.

Dikatakannya, meski dicetak dikertas biasa namun akta dan kk tetap sulit dipalsukan, karena memiliki tanda tangan khusus. “Ada barcode, jadi tidak bisa dipalsukan,” tegasnya.

Kemudian ia melanjutkan, perubahan dari banko security ke kertas HVS, tak lain bertujuan untuk mempermudah masyarakat. “Kalau misal hilang bisa mudah dan cepat diganti, jadi akan lebih mudah,” tukasnya.(SN)
Share:

Penyaluran BST Paling Lama Akhir Juli

PRABUMULIH – Setelah dinanti oleh masyarakat, akhirnya  Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap 3 dari Kementerian Sosial diterima oleh masyarakat penerima.

“Penyalurannya ada yang dari pos dan bank, tapi lebih banyak melalui kantor pos,” kata Kepala Dinas Sosial Drs A Heriyanto.

Penyaluran BST ditarget selesai 20 Juli, lantaran masih ada penerima yang tak sempat menerima bantuan sesuai  jadwal penyaluran. “Akhir bulanlah paling lama, bagi penerima yang belum ambil bisa menyusul sampai akhir Juli,” ungkapnya

Bantuan tersebut lanjut dia, merupakan dana tunai senilai Rp 600 ribu. “Yang ambil penerima, kalau di kelurahan ada yang disalurkan di kantor lurah,” imbuhnya.

Sementara itu, di Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat penyaluran BST disalurkan oleh pihak kantor pos di Kantor Lurah.

“Kami menerapkan protokol kesehatan, penerima yang datang tetap menjaga jarak dan menggunakan masker,” kata Lurah Sopyan Hadi.

Sopyan mengaku Ada sekitar 250 masyarakat kurang mampu menerima BST dari kementerian sosial. “Ini bantuan diliat PKH, jadi warga yang menerima juga beda,” akunya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts