Bawaslu PALI Pantau Ketat Pelaksanaan Coklit

PALI -- Dalam mengawal jalannya proses tahapan Pilkada di Bumi Serepat Serasan yang digelar serentak pada 9 Desember 2020 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus tongkrongi setiap kegiatan yang dilakukan penyelenggara Pilkada dalam hal ini KPU yang saat ini memasuki tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih (Coklit). 

Proses pelaksanaan Coklit memang dilakukan serentak diseluruh wilayah Bumi Serepat Serasan, tetapi Bawaslu pun menggerakkan anggota ad hoc  terutama Pengawas Kelurahan/desa (PKD) untuk mengawal jalannya Coklit yang dilakukan PPDP. 

"Terkait pengawasan pelaksanaan coklit ini, Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) melalukan pengawasan serentak mengawal PPDP mendatangi dari rumah kerumah memastikan riil data A.KWK  dengan pemilik KTP dan KK," ujar H Heru Muharam ketua Bawaslu PALI melalui Iwan Dedi divisi pengawasan Bawaslu," Selasa (21/7).

Bahkan saat coklit data pemilih serentak perdana yang dilaksanakan di Kecamatan Talang Ubi, Kecamatan Penukal yang dihadiri Ketua KPU Pròvinsi Sumatera Selatan Kelly Mariana, beberapa hari lalu, Iwan Dedi menyebut bahwa Ketua Bawaslu provinsi Sumatera Selatan, Iin Irwanto ST. MM ikut memonitoring bersama ketua serta anggota Bawaslu dan Panwascam Talang Ubi. 

"Pada monitoring kegiatan itu, di Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal masih ada ditèmukannya pemilih lengkap persyaratannya sebagai pemilih, mempunyai KTP Elektronik dan lengkap dengan KK dan sudah pernah memilih di Pemilu Pileg Pilpres 2019 namun tidak terdaftar di A.KWK. Tentu harapan kami dengan temuan itu bisa segera ditindak lanjuti penyelenggara," tukasnya. 

Iwan Dedi juga menyarankan kepada penyelenggara Pilkada untuk wilayah jangkauannya jauh yang harus menempuh rute jalan terjal dan rawan juga tetap dilakukan coklit oleh PPDP dan pengawasan PKD dengan meminta pengawalan dari pihak keamanan.

"Intinya tidak ada daftar pemilih yg ada di A.KWK bisa terlewati terhadap pengawasan PKD. Kerjasama dan koordinasi PPDP dan PKD terhadap pemutahiran data untuk dilakukan rutin supaya memastikan kebenaran dalam hal pencoklitan," harapnya. 

Dalam suasana pandemi corona ini, Iwan Dedi juga menekankan agar pelaksanaan coklit juga harus mengedepankan peraturan kesehatan sesuai protokol covid-19.

"APD atau alat pelindung diri wajib dipakai terutama masker, jangan berkerumun upayakan jaga jarak saat pendataan agar antara pengawas, penyelenggara dan calon pemilih dalam hal ini masyarakat terhindar dari penyebaran virus corona," sarannya.

Berkenaan dengan pemuktahiran data yang benar, supaya penyelenggara terhindar dari jerat hukum yang berlaku, Iwan Dedi mengingatkan agar pihak penyelenggara tetap patuh pada koridor yang telah ditetapkan. 

"Hindari jeratan hukum saat pelaksanaan proses tahapan Pilkada. Salah satu contoh bentuk pelanggaran pada Pasal 177B anggota PPS, PPK, anggota KPU Kab/Kota dan provinsi, dengan sengaja melakukan perbuatan melanggar hukum tidak melakukan verifikasi dan rekapitulasi terhadap data dan daftar pemilih sebagaimana dimaksud dalam pasal 58, maka sanksinya penjara paling singkat 24 bulan dan paling lama 72 bulan denda Rp 24 juta sampai Rp  72 juta," tandas Iwan Dedi. (sn/ril) 
Share:

Perkembangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 20 Juli 2020







Share:

Juarsah: Kita Siap Dukung Sumselbar, Tapi Muara Enim Jadi Ibukota

MUARA ENIM, SININEWS.COM
Rencana pembentukan Provinsi baru yakni Sumatera Selatan Barat (Sumselbar) okeh presidium siap didukung oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Namun Plt Bupati Juarsah decara probadi berharap Muara Enim bisa jadi ibukota.

“Untuk tujuan kemaslahtan, kesjahteraan dan kemajuan dan pelayanana kepada masyrakat Sumsel pada umumnya, kita siap mendukung apa yang jadi rencana presidium pemkaran provinsi baru, tapi kalo biso Muara Enim jadi Ibukotanyo,” ujar Juarsah saat audiensi dengan presidium provinsi Sumselbar, di ruang rapat Bupati, Senin (20/07/2020).

Namun, lanjut Juarsah, pada prisnsipnya, apa saja yang menjadi kebutuhan untuk menjadikan provinsi baru ini, pihaknya siap mendukung. “Masalah surat menyurat atau legal formal dan lain lain tinggal kita komunikasikan lebih intens,” tambahnya seraya menambahkan semuanya tetap menunggu hasil dari konsultan.

Smentara itu, Ketua Presidium Sumselbar H Djazuli Kuris mengatakan, keinginan ini sudah lama direncanakan, namun baru saat ini bisa dimulai dan dijalankan. “Ini berawal dari niat pendahulu kita Bapak Hasan Zein. Jadi ini menjadi tanggung jawab kami untuk melanjutkan,” ujarnya.

Jadi, tujuan kunjungan tim presidium adalah meminta dukungan Bupati dan Ketua DPRD Muara Enim agar keinginan kita bersama ini bisa terealisasi. “Selain ke Bupati dan Ketua DPRD, kita juga sudah membicarakan hal ini kepada mantan mantan gubernur seperi, Ramli Hasanbasri, Rosihan Arsyad, Syahrial Oesman dan Alex Noerdin,” terang Djazuli.

Saat ini, lanjut Djazuli, presidium sudah berkomunikasi dengan 7 Kabuoaten kota termasuk Muara Enim mengenai rencana presidium. “Dari delapan daerah, tinggal PALI yang nanti siang akan kita lakukan audiensi dengan Bupatinya terkait hal ini. Dari semua Kabupaten/Kota, semuanya setuju dan mendukung,” terangnya.

Dalam hal ini, presidium tidak memiliki tenggat waktu, mengingat kondisi saat ini masih dalam masa pendemik dan juga belum dicabutnya moratorium daerah otonom baru. “Jadi yang jelas kita meminta dukungan dan persetujuan dari daerah daerah, kemudian baru kita lanjutkan ke gubernur,” ujarnya.

Sebagai syarat Pemekaran Provinsi baru, harus ada minimal 6 Kabupaten/kota. Dalam presidium Sumselbar ini ada 8 Kabupaten/kita di Sumsel yang akan masuk dalam wilayah baru yakni, Pagar Alam, Lahat, Empat Lawang, Muara Enim, Linggau, Musi Rawas, Musi Rawas Utara dan PALI. 

Sementara itu, Plt Ketua DPRD kabupaten Muara Enim, Liono Basuki mengatakan, siap mendukung rencana pemekaran Provinsi baru. “Pada prinsipnya secara pribadi kuta mendukung. Namun banyak kajian dan proses yang harus dilewati. Tapi untuk kesejahteraan masyarakat kita siap mendukjng,” pungkasnya.

Sementara Sekertaris Daerah (Sekda) H Hasanuddin mengatakan, berkaitan legal formal mengenai surat menyurat, dan juga hal yang berkaitan sumber informasi mengenai potensi dan data lain pihaknya siap. “Saya siap mendukung berdasarkan perintah mengenai surat menyuratnya,” pungkasnya.
Share:

Perkembangan Terkini Covid-19 Pali Pertanggal 19 Juli 2020







Share:

Minta Jatah,? Tiga Warga Gemawang Ditangkap Polisi

Foto : Ketiga tersangka diduga pungli diamankan polisi beserta barang bukti uang warga desa Gemawang Kab.Muara Enim, minggu (19/7/20)
MUARA ENIM, SININEWS.COM -  Karena meminta uang jalan kepada 13 truk pengangkut batu, yang dipekerjakan oleh PT Musi Hutan Persada (MHP), untuk alasan uang sosial perorangan, tiga warga Desa Gemawang, Kecamatan Rambang Niru diamankan petugas Polsek beserta barang bukti, Sabtu (18/07/2020). 

Persitiwa berawal saat truk pengangkut matrial batu guna pengerasan jalan logging milik PT MHP di wilayah I Suban Jiriji melintas di depan rumah tersangka Andi Prayitno (44). Iring iringan kendaraan tersebut dihentikan oleh tersangka bersama kedua temannya Empli (45) dan Erwan (33). 

Selanjutnya para tersangka berkata kepada sopir truck angkutan batu supaya pengurus angkutan batu tersebut menemui para tersangka yang kemudian di iyakan oleh para sopir. Tak lama kemudian datanglah pengurus yaitu pelapor (Armawan-red) yang merupakan karyawan PT. MHP. 

Setelah bertemu dengan para TSK, lalu pelapor berusaha membujuk dan meminta tolong agar truck yang di tahan oleh para tersangka bisa melanjutkan perjalanan. 

Namun para tersangka masih berkeras menahan. Karena tidak puas, TSK Andi meminta untuk bisa berkomunikasi dengan Didit (orang yang dipercaya membantu kelancaran angkutan-res) lalu pelapor Armawan (karyawan MHP) menghubungi Didit. Setelah terhubung, terangka Andi berbicara marah - marah kepada Didit sambil menanyakan uang sosial perorangan untuk dirinya dan kawab kawan.

Karena takut terjadi kekerasan terhadap supir ataupun kendaraan angkutan batu, lalu Didit menyanggupi memberikan uang kepada Andi sebesar Rp. 1.500.000. Namun Andi dan kawan kawan menolak dan tetap menahan mobil jika tidak menyelesaikan uang sosial perorangan sebesar Rp 3.000.000. 

Didit kemudian menyanggupi memberikan uang menjadi 3.000.000. Selanjutnya Didit menyuruh Armawan untuk menyerahkan uang tersebut kepada Andi yang selanjutnya tersangka memperbolehkan truk melintas di depan rumahnya. 

Namun, sebelum supir berangkat, tersangka Andi menegaskan kembali dengan mengatakan bahwa kalau uang tersebut untuk perorangan yang berarti setelah lewat depan rumahnya, maka ia tidak tanggung jawab lagi masalah keamanan mobil. 

Atas kejadian tersebut, PT. MHP mengalami kerugian sekitar Rp. 3.000.000,- yang kemudian menunjuk Armawan Melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rambang Dangku untuk ditindak lanjuti. 

Setelah menerima laporan tentang adanya penyetopan truck angkutan batu yang dilakukan oleh kelompok Andi CS, kemudian Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriansyah, SH, M.Si saat itu juga langsung memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Syawaludin, SH anggotanya berangkat ke desa gemawang untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap para tersangka 

Selanjtnya, petugas berhasil mengamankan 3 orang tersangka berikut barang bukti uang sejumlah Rp. 3.000.000,- yang ada di dalam rumah Tersangka Andi. 

Ketiga tersangka langsung di bawa dan diamankan ke polsek rambang dangku untuk dimintai keterangan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra S.H., S.I.K., M.M. melalui Kaposek Rambang angku AKP Apriansyah, SH, M.Si membenarkan kejadian perkara tersebut. 

"Pelaku dan barang bukti uang kertas RI sebesar Rp. 3.000.000,- dg rincian pecahan @100.000,- sebanyak 26 lembar dan pecahan @50.000,- sebanyak 8 lembar sudah kita amankan di polsek rambang dangku guna diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kapolsek Rambang Dangku.(sn)
Share:

Ketua Umum SMSI: Tingkatkan Kualitas Jurnalistik

PALEMBANG, - Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus hadir di tengah mahasiswa. Pada momen itu, Firdaus dinobatkan sebagai pembicara utama (keynote speaker) pada webinar nasional. Seminar virtual itu digelar Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya Universitas Sriwijaya (LPM GS Unsri) pada Sabtu (18/7). 

Sebagai ketua Umum yang mengantar SMSI menjadi konstituen Dewan Pers, Firdaus mengimbau para pengelola media, khususnya anggota SMSI agar dapat meningkatkan kualitas karya jurnalistik. Pada webinar yang mengusung tema "Peluang dan Tantangan Industri Media di Tengah Tatanan Kenormalan Baru" itu, Firdaus memprediksi Booming perkembangan media online di Indonesia akan berakhir dalam 5 (lima) tahun mendatang. 

Menurut Firdaus, media online akan menjadi media tradisional yang tergerus dengan zaman jika tidak berkejaran dengan teknologi. “Media online menjadi primadona di masa new-normal ini namun berkembangnya terbatas. Kalaupun terus berkembang, maksimum 5 tahun mendatang, media online sudah menjadi tradisional," ujar Firdaus.

Direktur Majalah Teras dan korantangerang.com ini menambahkan, untuk tetap mampu bersaing pada masa mendatang, media online harus menjaga kualitas jurnalistik dan juga mengoptimalkan digitalisasi dengan mengoneksikannya pada platform digital dan media sosial.
“Yang menentukan hidup atau matinya media masa mendatang tidak lepas dari pembaca dan pengelola media tersebut yang saat ini disebut (generasi) milenial saat ini," jelasnya.

Karena itu, lanjut Firdaus, platform media online  juga harus mengelola media sosial seperti youtube, facebook,IG untuk meningkatkan trafik pembaca. Karena Pembaca milenial kini beralih ke smartphone. “Dengan traffic baik media online mampu menghasilkan uang dengan adsen," paparnya.

Dia menjelaskan,  kemampuan untuk bertahan dan tetap bersaing pada masa mendatang menjadi tantangan bagi pengelola media online saat ini. Bagaimana menyajikan konten atau produk jurnalistik yang menarik sesuai perkembangan zaman.

Dilanjutkan Firdaus, ketika berbicara jurnalis dan bicara bisnis medianya terdapat plus minus. Seperti media elektronik dan siber. Biaya produksinya rendah, tetapi pendapatan iklannya meningkat dan pemirsanya meningkat karena orang-orang beralih menggunakan televisi atau gadget. 

"Untuk media harus menjaga kualitas jurnalistik. Karena produk media adalah produk jurnalistik. Di era new normal media online jadi primadona. Ketika berbicara industri media, bagaimana tidak meninggalkan pedoman bisnis media dan mengombinasi media tradisioal ke teknologi, serta mengoptimalkan media sosial,"  pungkasnya.(*)
Share:

SMSI Kota Prabumulih Susun Program Kerja Jangka Panjang

PRABUMULIH - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Prabumulih bahas perihal program program kerja kedepan untuk memajukan media online.

Rapat berlangsung di Kediaman Ketua SMSI Kota Prabumulih berlokasi di Jalan Krakatau No.49 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih. Seluruh anggota SMSI Kota Prabumulih sekaligus para pemilik media online turut menghadiri rapat internal tersebut pada Minggu (19/7/2020).

Adapun rapat tersebut membahas perihal program program kedepan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Prabumulih, diantaranya poin-poin yang dibahas dalam rapat internal tersebut meliputi kinerja para anggotanya terutama kinerja para kepala bidang dalam memajukan serta berperan aktif demi kemajuan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Prabumulih.

Selanjutnya kerjasama dengan siberindo yang bisa didapatkan oleh para anggota (peluang bisnis), peningkatan media melalui verifikasi di dewan pers. Pembentukan media center di kota Prabumulih serta kualitas dan kuantitas perusahaan media.

Rapat internal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Prabumulih, selain membahas perihal program kerja kedepan, rapat tersebut juga diisi dengan sesi tanya jawab antar para pengurus SMSI Kota Prabumulih.

Abdullah Donny SH selaku Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Prabumulih memberikan arahan kepada seluruh anggota SMSI Kota Prabumulih, agar selalu mengedepankan kekompakan serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap kemajuan SMSI Kota Prabumulih.

"Untuk semua anggota SMSI Kota Prabumulih saya selaku Ketua SMSI meminta kepada semua anggota untuk selalu menjaga kekompakan. SMSI selain bisa menggelar UKW juga bisa melakukan verifikasi media perusahaan para anggotanya, selaku perpanjang tangan dewan pers. Namun, secara faktual tetap dilakukan oleh dewan pers," terangnya.

Ditambahkan menurut Ketua SMSI Kota Prabumulih bahwasanya di dalam SMSI Kota Prabumulih adalah sebagai wadah organisasi pemilik atau pengusaha media online. Selain itu, berfungsi sebagai penjaringan terhadap media-media anggota untuk pelaksanaan kerjasama atau MoU dengan Siberindo.

"Siberindo.co adalah sebuah wadah atau news room bagi media-media anggota yang orientasinya merupakan bisnis media. Jadi dengan tergabungnya disini (SMSI), ini murni bisnis media biar lebih memberikan dampak yang lebih positif kedepannya," tambahnya.

Ketua SMSI Kota Prabumulih juga mengimbau kepada seluruh anggota SMSI Kota Prabumulih kedepannya agar lebih aktif dengan kebijakan-kebijakan yang ada. "Sekali lagi saya imbau jaga selalu kekompakan dengan lebih mengedepankan kebersamaan," imbaunya. (*)
Share:

Hasil Survei Lembaga LSI, Petahana Ilyas Panji Alam Perkasa Diposisi Teratas

INDRALAYA, SININEWS.COM - Konferensi pers Lingkaran Survei Indonesia (LSI) untuk pra Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang digelar di Ballroom Hotel Batiqa Jalan Kapt A Rivai Palembang, Minggu (19/7) pukul 10.00. Hasilnya, petahana (incumbent) HM Ilyas Panji Alam kokoh diposisi teratas "top of mind" dengan persentase 47.73 persen.

Kemudian disusul top of mind kedua AW Nofiadi Mawardi 12.05 persen. Kedua kandidat tersebut, sudah jauh-jauh hari bakal digadang akan maju pada pesta demokrasi Pilkada Kabupaten OI Desember mendatang. Sedangkan, kandidat lainnya masih memiliki tingkat elektabilitas yang sangat rendah (dibawah lima persen). 

Sementara dari keseluruhan persentase angka masing-masing kandidat, 35.46 persen masyarakat belum menentukan pilihan. Mereka secara spontan dikategorikan sebagai "swing voters" atau bakal memilih salah satu kandidat. Diwaktu bersamaan pada simulasi tertutup, elektabilitas HM Ilyas Panji Alam tetap jauh mengungguli calon kandidat lainnya yakni 56.82 persen, kemudian top of mind kedua AW Nofiadi Mawardi 18.42 persen. Selisih yang sangat jauh artinya elektabilitas AW Nofiadi masih jauh dibawah petahana (Incumbent) HM Ilyas Panji Alam. Sedangkan persentase 18.63 masyarakat belum menentukan pilihan. 
Demikian, hasil survei yang dilakukan lembaga LSI yang menghadirkan Divisi Strategi dan Riset LSI, Scholastika Meitisya Aprodite. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja politisi PDIP di Kabupaten OI ini, cukup tinggi yakni sebesar 71.37 persen masyarakat yang menyatakan sangat puas. Selain itu, 66.13 persen menilai pemerintahan OI di bawah IPA sangat berhasil dan berhasil.

“Tingkat kepuasan tertinggi diberikan masyarakat dalam penanganan masalah pendidikan, keamanan, kesehatan, penyediaan listrik dan air bersih. Serta pelayanan administrasi publik dengan persentase diatas 70 persen,” ujar Scholastika Meitisya Aprodite dari Divisi Strategi dan Riset Lingkaran Survei Indonesia saat melakukan rilis hasil survei Pra-Pilkada OI 2020 di Hotel Batiqa, Minggu (19/7). 

Disampaikan Dite, sapaan karib Scholastika Meitisya Aprodite, dalam survei yang dilakukan pada 4 - 10 Juli 2020 dengan total 440 responden yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten OI ini, LSI juga memotret tingkat popularitas, kesuksesan dan elektabilitas sejumlah kandidat Bupati OI, termasuk HM Ilyas Panji Alam. Hasilnya kembali menunjukkan keunggulan Ilyas Panji Alam sebagai sosok yang paling dikenal, disukai dan memiliki elektabilitas tertinggi per-Juli 2020.

“Tingkat popularitas Ilyas Panji Alam sebesar 95,91 persen dengan tingkat kesukaan 82,27 persen serta elektabitas tertutup 56,82 persen. Tokoh lain yang mampu menyainginya hanya Ahmad Wazir Noviadi (Ovi) Mawardi, dengan tingkat poparitas 88,18 persen dengan tingkat kesukaan 65 persen dan tingkat ketidaksukaan 13,14 persen,” paparnya.(Ber)
Share:

Kendala Cuaca Tak Halangi Satgas TMMD Buka Akses Jalan

INDRALAYA, SININEWS.COM - Intensitas curah hujan meningkat akhir-akhir ini tak menghalangi Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 Kodim 0402/OKI melakukan pengerjaan akses jalan milik warga Desa Sarang Lang - Pulau Negara Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir (OI). Mengingat untuk menyelesaikan pekerjaan ditargetkan selesai sampai dengan akhir Juli mendatang.

Jadi, walaupun dalam kondisi cuaca yang tak bersahabat guyuran hujan dan sesekali terik panas matahari, bagi warga dan Satgas TMMD ke-108 Kodim 0402/OKI bukanlah suatu hambatan untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan target yang telah ditentukan. Memasuki pekan ketiga, warga Desa setempat bersama Satgas TMMD ke-108 Kodim 0402/OKI, Jumat (15/7) melakukan pengerjaan fisik disetiap sektor yakni pembangunan badan jalan dan rehab masjid. 

Untuk pembangunan akses badan jalan di lokasi, warga dan Satgas TMMD terkendala medan longsor akibat guyuran hujan yang terjadi akhir-akhir ini. Mengatasi kendala itu, secara bergotong royong Satgas TMMD bersama warga mengerahkan satu unit kendaraan alat berat jenis Exavator. Kendaraan Exavator tersebut, difungsikan untuk menancapkan terucuk atau pagar kayu jenis gelam tujuannya agar tanah timbunan badan jalan tidak mengalami longsor.

"Terucuk atau pagar kayu penahan tanah timbun harus dibuat sekuat mungkin baik ditepi kiri maupun tepi kanan badan jalan. Tujuannya, agar tanah tidak longsor kedalam rawa," kata Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) TMMD ke-108 Kodim 0402/OKI Kapten Inf Mukhtar, di lokasi Jumat (17/7). 

Kapten Inf Mukhtar menyakini pengerjaan fisik di Desa Sarang Lang - Pulau Negara Pemulutan Barat akan selesai sebelum waktu peresmian nanti akhir Juli mendatang. "Pengerjaan pelebaran pembangunan akses jalan warga saat ini sudah memasuki 75 persen begitu pun juga pengerjaan fisik lainnya seperti rehab masjid sudah hampir selesai," terang Kapten Inf Mukhtar.

Sementara diketahui, pengerjaan fisik pembangunan pelebaran jalan sepanjang 1.8 kilometer yang menghubungkan antara Desa Sarang Lang - Pulau Negara Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir pelaksanaan pembangunannya melalui program TMMD ke-108 Kodim 0402/OKI. Nantinya, jalan tersebut akan dimanfaatkan oleh warga sebagai akses penghubung antar dua Desa. 

Karena selama ini, warga Desa Sarang Lang Pemulutan Barat cukup mengalami kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian menuju ke Desa Pulau Negara. Diharapkan nantinya, dengan telah selesainya pembangunan akses jalan penghubung dua Desa tersebut, dapat mempermudah aktivitas keseharian warga.

Dikatakan Aguscik (50), warga Desa Sarang Lang yang selalu ikut bersama Satgas TMMD bekerja membangun jalan menyampaikan, walaupun terkendala cuaca pihaknya tetap bekerja dengan semangat bersama anggota Satgas TMMD. 

“Walaupun cuaca tak menentu, kadang panas dan kadang turun hujan deras di siang hari, tidak sedikitpun menyurutkan tekad kami bersama anggota Satgas TMMD bekerja memasang terucuk penahan tanah jalan inI," ucap Aguscik.(Ber)
Share:

Dewan PALI Ini Ajak Warga Patroli Sungai Penukal Lindungi Ekosistem Air

PALI -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dari fraksi PKS, Edi Eka Puryadi mengajak masyarakat Bumi Serepat Serasan untuk selalu menjaga kelangsungan ekosistem air yang mana cukup melimpah dan menjadi penopang hidup sebagian masyarakat.

Ajakan itu dikatakannya saat ikuti kegiatan patroli dan penelusuran aset Desa Air Itam yang berupa Sungai maupun Suak di sepanjang Sungai Penukal, Minggu (19/7) bersama pemerintah desa dan puluhan warga setempat dengan menelusuri Sungai Penukal.

"Jangan pernah racuni sungai atau menggunakan setrum ketika menangkap ikan. Karena hal itu dapat merusak ekosistem ikan yang ada di sungai. Mari bijak memanfaatkan sumber daya alam dengan menggunakan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan," ajak anggota dewan kelahiran Air Itam itu.

Edi Eka juga menegaskan meracun sungai atau penggunaan alat penangkap ikan yang dilarang pemerintah bakal berhadapan dengan hukum.

"Ada undang-undang yang mengatur tentang penangkapan ikan, yakni UU no 31 tahun 2004 dan UU no 45 tahun 2009 yang melanggar diancam penjara maksimal 6 tahun atau denda Rp 1,2 M. Jadi kami berharap warga yang biasa menjadi nelayan atau pencari ikan untuk menghindari hal itu daripada tersandung hukum," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Air Itam Agus Salim mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka mensosialisasikan ke masyarakat dengan memasang spanduk larangan untuk tidak menggunakan racun dan setrum dalam menangkap ikan.

Pasalnya apabila menggunakan racun atau setrum nelayan tradisional gigit jari. "Ada lebih 200 KK warga Air Itam bergantung hasil ikan di sungai-sungai yang ada di desa kami. Apabila di racun, tentu saja ekosistem rusak dan secara otomatis penghasilan nelayan berkurang. Dalam menjaga ekosistem dan menjaga aset desa, kami berpatroli bersama masyarakat dan perangkat desa serta BPD didukung juga anggota dewan agar masyarakat sadar akan kelangsungan ekosistem air," terang Kades.

Untuk aset desa, diakui Kades bahwa sejak adanya kasus penangkapan ikan menggunakan racun dan setrum, lelang sungai jatuh harganya lantaran hasil ikan jauh berkurang.

"Lelang sungai kalau tahun lalu bisa mencapai Rp 100 juta/tahun, tetapi tahun ini jatuh, paling tinggi hanya mencapai Rp 10 juta/tahun," ucap Kades. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts