Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 3 Februari 2021

 






Share:

Polres PALI Bagikan 5.000 Masker


PALI. SININEWS.COM -- Kepolisian Resort (Polres) PALI bersama Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten PALI membagikan sedikitnya 5000 masker Rabu (3/2/2021).


Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Ampera, Pasar Bawah, serta Terminal Pendopo, kecamatan Talang Ubi, kabupaten PALI itu dihadiri langsung oleh Kepala Polres PALI, AKBP Rizal Agus Triadi, SIk, Kepala BPBD Kabupaten PALI, Junaidi Anuar, Perwakilan Kejaksaan Negeri PALI, dan Anggota Koramil Talang Ubi. 


"Hari ini sudah ada ribuan masker kain gratis yang dibagikan kepada masyarakat di wilayah Terminal dan pedagang di pasar. Pembagiannya ini dilakukan secara bertahap,” kata Kapolres PALI. 


Kapolres PALI menjelaskan, pembagian masker di wilayah yang ramai masyarakat sebagai upaya preventif melindungi dan mengedukasi warga dari Covid-19. Apalagi, sambung Kapolres protokol kesehatan juga mewajibkan masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.


“Nah, untuk masker itu kita bagikan yang kain, supaya bisa dicuci dan digunakan lagi. Kalau masker bedah kita konsentrasi gunakan untuk tenaga medis, dokter dan staf rumah sakit,” katanya.


Di sisi lain, Kapolres juga menyebut, pembagian masker kain kepada masyarakat bertujuan pula untuk mengedukasi mereka. Dengan harapan, masyarakat bisa membuat sendiri masker berbahan dasar kain tersebut. “Masyarakat kita edukasi dengan masker kain, syukur-syukur mereka bisa membuat sendiri dan memperbanyak untuk dijual. Kalau mereka bisa membuat itu, akhirnya kan juga bisa meningkatkan ekonomi,” tutupnya. 


Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten PALI Junaidi Anuar menambahkan bahwa pembagian masker bertujuan untuk memutus mata rantai covid-19 di Kabupaten PALI. 


"Kita ketahui bersama, Covid-19 masih menujukkan peningkatan baik di daerah maupun secara nasional. Untuk itu, kami kembali membagikan ribuan masker sekaligus juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan," terang Junaidi. 


Junaidi juga mengatakan bahwa sasaran dari pembagian masker kali ini yaitu pengendara motor, pedagang, serta pengunjung pasar. "Kita harapkan masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena dengan begitu, kita bisa meminimalisir terjangkit virus corona," pungkasnya. (sn/perry)

Share:

Tak Hanya Cegah Corona, Posko covid-19 PALI juga Layani Donor Darah


PALI. SININEWS.COM -- Keseriusan pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam mengantisipasi dan menekan penyebaran virus corona dibuktikan dengan pendirian empat titik posko Covid-19 yang siaga selama 24 jam. Pada posko tersebut, bukan hanya melaksanakan operasi Yustisi dalam menegakkan penerapan protokol kesehatan, melainkan juga melayani cek kesehatan secara gratis bahkan layanan donor darah. 


Dikatakan Junaidi Anuar, sekretaris Satgas covid-19 bahwa pelayanan kesehatan tersebut, Satgas menyiagakan petugas kesehatan dan PSC 119.


"Kami tidak melulu lakukan operasi Yustisi, tapi juga melayani masyarakat yang ingin berobat atau mengecek kesehatannya. Petugas kesehatan siaga penuh selama 24 jam. Juga apabila ada kejadian kegawatdaruratan, tim PSC 119 siap melayani," ucap Junaidi, Rabu (3/2/21).


Ditambahkan Junaidi bahwa secara berkala, PMI juga akan melakukan pelayanan donor darah. 


"Seperti kali ini dilakukan donor darah di Posko Covid-19 Desa Persiapan Talang Bulang Selatan, ini terbuka untuk seluruh masyarakat. Jadi apabila ada yang bersedia mendonorkan darahnya, silahkan datang ke posko. Membuka pelayanan donor darah rencananya akan dilakukan secara rutin hanya saja waktunya tidak setiap hari," tukasnya. 


Selama posko didirikan, Junaidi akui bahwa ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk memakai masker. 


"Alhamdulillah dampak positifnya terlihat. Masyarakat sudah banyak yang sadar dan memakai masker saat keluar rumah. Mudah-mudahan dengan upaya ini, PALI khususnya bisa meminimalisir kasus terkonfirmasi covid-19," harapnya. (sn/perry)

Share:

Permudah Pelayanan, PLN Pendopo Luncurkan Aplikasi PLN Mobile


PALI. SININEWS.COM --  Permudah akses pelayanan terhadap pelanggan, PLN Area Lahat Rayon Pendopo luncurkan PLN Mobile dan secepatnnya akan mensosialisasikannya kepada masyarakat yang menjadi pelanggan.

Kepala PLN Area Lahat Rayon Pendopo Teddy Triadi, menjelaskan guna aplikasi PLN Mobile. 


"Aplikasi ini sangat gampang digunakan, tinggal masyarakat download di Handphone, melalui Play Store, kemudian pelanggan mendaftarkan diri, " ujarnya, Rabu (3/2/21).

Ditambahkan Teddy bahwa Aplikasi PLN mobile banyak manfaat untuk masyarakat, terutama terhindar dari calo yang mengambil keuntungan saat akan melakukan pemasangan meteran baru.

"Pembayaran listrik bisa melalui aplikasi ini, dan pemasangan baru listrik pun bisa melalui aplikasi ini juga, " tukasnya.

Teddy berkeinginan untuk menekan adanya oknum dilapangan yang curang, yang seenaknya menaikkan pembayaran listrik, dan pemasangan baru listrik yang cukup mahal.

"Karena kami (PLN) sering mendapatkan keluhan dari masyarakat, bahwa ada oknum bermain di lapangan. Bukan itu saja Aplikasi ini juga mengecek tagihan listrik, dan apabila ada keluhan silakan isi di kolom aplikasi PLN Mobile tersebut, " tutupnya.(sn/perry)


Teddy mengungkapkan akan meluncurkan Aplikasi PLN Mobile kepada Pemerintah Kabupaten PALI, dan akan mensosialisasikan nya kepada masyarakat.


"Sebelum di luncurkan Aplikasi PLN Mobile, akan di sosialisasikan terlebih dahulu, agar masyarakat paham kegunaan dan manfaat Aplikasi tersebut, serta berharap Aplikasi ini bisa di download secepatnya, " harapnya.  (sn/perry)

Share:

Diguyur Hujan Semalaman, SMPN 11 Talang Ubi Terendam


PALI. SININEWS.COM --  Hujan deras yang turun sejak selasa sore hingga Rabu pagi menyebabkan debit air sungai Bulang yang ada di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meluap dan merendam puluhan rumah warga serta bangunan SMPN 11 Talang Ubi. 


Beruntung proses belajar mengajar saat ini masih dilakukan secara daring jadi tidak mengganggu proses belajar bagi siswa sekolah tersebut. 

Dikatakan Sihab penjaga SMP 11 Talang Ubi bahwa banjir yang dialami di desanya baru pertama kali dialaminya. 

"Memang ini akibat hujan deras mengguyur hampir semalaman, tapi biasanya tidak banjir. Ini mungkin saja diakibatkan saluran air tersumbat menuju sungai," ucap Sihab, Rabu (3/2/21).

Diakuinya bahwa ketinggian air mencapai satu meter lebih dan masuk ke ruang kelas dan ruang kantor juga ruang guru juga terendam. 

"Yang kami khawatirkan adanya komputer, laptop dan dokumen sekolah berada di ruang guru dan kantor yang terendam. Tapi alhamdulillah semuanya bisa terselamatkan," tukasnya.

Sementara itu, Menriadi kepala desa Talang Bulang mengharapkan pemerintah kabupaten PALI menyelesaikan normalisasi sungai Bulang. 

"Selain musim hujan, juga drainase kurang maksimal. Untuk itu kami minta rampungkan normalisasi sungai yang memang saat ini baru dibagian hilir saja agar permasalahan banjir bisa teratasi," pintanya. (sn/perry)
Share:

Banyak Dikeluhkan, Pemdes Ini Bakal Jebloskan ke Penjara Oknum Pembuang Sampah Sembarangan


PALI. SININEWS.COM --  Kebisaan buruk dari oknum warga yang membuang sampah sembarangan masih terlihat di tepi jalan lintas PALI-Simpang Belimbing, tepatnya masuk wilayah Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Tentu hal ini membuat gusar sejumlah pengguna jalan karena selain merusak keindahan juga menimbulkan bau busuk yang keluar dari tumpukan sampah tersebut. 

Seperti dikatakan Amrin, salah satu pengendara sepeda motor dari arah Belimbing menuju Pendopo. Menurutnya pemerintah desa setempat harus menyiapkan tempat pembuangan sampah. 

"Imbas dari buang sampah sembarangan tentu sangat mempengaruhi keindahan lingkungan juga bau busuk menyengat mengganggu penciuman warga yang melintas di jalan ini. Untuk itu kami berharap pemerintah desa setempat menyediakan tempat pembuangan sampah agar warga ada sampah tidak berserakan," kata Amrin. 

Sementara itu, Menriadi kepala desa Talang Bulang membantah kalau pihak desa tidak menyiapkan tempat pembuangan sampah, bahkan pemerintah desa tersebut mengangkut sampah dari rumah ke rumah lalu membuang sampah ke tempat yang telah disiapkan. 

"Kami juga geram dengan oknum warga pembuang sampah. Tapi kami menduga sampah itu bukan dari desa kami, itu dari luar desa. Karena kami telah menganggarkan pengangkutan sampah melalui ADD, dengan rincian untuk operasional Rp 500 ribu, supir Rp 1 juta dan petugas yang memuat sampah juga Rp 1 juta per bulannya. Tempat pembuangan sampah kami siapkan lahan lebih kurang 1 hektar," terang Kades, Rabu (3/2/21).

Atas dasar itu, Menriadi menegaskan telah membuat peraturan desa atau Perdes yang akan menjerat hukum oknum pembuang sampah sembarangan di wilayah desa tersebut. 

"Hukum yang berlaku kalau masih ada yang bandel membuang sampah sembarangan. Kami juga telah memerintahkan seluruh perangkat desa dan linmas bahkan masyarakat Talang Bulang agar menangkap siapa saja oknum pembuang sampah sembarangan, karena kami telah sering membersihkan sampah yang berserakan dipinggir jalan," tandasnya. (sn/perry)




Share:

dr.Muwarni Emasrissa : Sudah Vaksin, Perjalanan Kemanapun Tanpa Harus Rapid Tes dan Swab 

PRABUMULIH, SININEWS.COM – dr Muwarni Emasrissa Latifah memastikan Vaksin Covid-19 Sinovac didistribusi ke seluruh daerah di Indonesia dijamin aman digunakan pada manusia.

“Vaksin Covid-19 Sinovac ini telah melalui tahap uji klinis demi memastikan keamanan untuk digunakan pada manusia,” tegas dr Muwarni Emasrissa Latifah saat menjadi narasumber dalam acara seminar bersama sejumlah awak media dengan mengusung tema Vaksin Aman, Masyarakat Sehat, Selasa (02/02/2021) di Cafe Container. 

Menurut dokter yang akrab disapa Risa ini menuturkan, banyak manfaat yang diperoleh setelah dilakukan vaksin diantaranya yakni menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat covid-19, herd immunity atau mencapai kekebalan kelompok dalam mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.

"Seperti kita ketahui vaksin ini mampu menjaga dan meningkatkan imun tubuh manusia. Dengan demikian diharpakan melalui vaksin ini kita bisa terhindar dari bahaya virus corona, walaupun resiko terhindar dari virus melalui vaksin ini hanya sebesar 65 persen. Tapi setidaknya kekebalan tubuh kita sudah terbentuk dengan dilakukannya vaksin covid-19 jenis sinovac ini," ujar Rissa.

Dalam kesempatan itu, dr Risa juga menyampaikan pengalamannya setelah menjalani suntik vaksin covid-19 sinovac beberapa waktu lalu. Efek samping yang didapat setelah vaksin adalah merasakan kantuk. 

Namun menurutnya hal itu adalah suatu kewajaran karena reaksi vaksin pada tubuh manusia. Di samping itu suntik vaksin Covid-19 Sinovac ini berkaitan dengan pembentukan antibodi dan mutasi virus corona. Sehingga suntik vaksin ini harus dilakukan sebanyak dua kali pada manusia dengan rentang waktu berbeda sesuai dosisnya.

"Satu lagi keuntungan bagi orang yang telah menjalani vaksin covid-19 sinovac ini adalah bebas melakukan perjalanan kemanapun tanpa harus melakukan rapid tes dan swab," beber dara kelahiran Palembang 16 Agustus 1995 itu. 

Putri sulung pasangan Ir H Ridho Yahya MM dan Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini menjelaskan, dengan telah diresmikannya vaksin covid-19 sinovac di Indonesia maka masyarakat harus secara terus menerus diyakinkan bahwa manfaat vaksinasi jauh lebih besar dari kemungkinan timbulnya reaksi vaksin yang tidak diinginkan.

Dengan demikian program pemerintah ini dapat berjalan dengan adanya keyakinan dan kepercayaan serta dukungan penuh dari masyarakat.

"Kenapa harus menggunakan jenis vaksin sinovac, karena jenis vaksin ini telah memenuhi beberapa faktor uji klinis seperti memenuhi unsur aman, efektif, dan mutu. Hal inilah yang menjadi penentu pemerintah memilih vaksin sinovac," ungkapnya. 

Di akhir acara, wanita lulusan Fakultas Kedokteran di Universitas Sriwijaya ini berpesan agar masyarakat Kota Prabumulih tetap mematuhi dan menjalani protokol kesehatan. Mengingat wabah virus corona dapat menyerang siapa saja yang proses penularannya begitu cepat.

"Sayangi diri sendiri dan orang lain, tetap gunakan masker dan jaga jarak serta mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Kita berharap pandemi ini segera berakhir," tandasnya. (sn)

Share:

Proyek Gerbang Batas PALI Kembali Tuai Masalah


PALI. SININEWS.COM -- Molornya pembangunan gerbang batas kabupaten yang ada di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menimbulkan persoalan. Warga yang bermukim disekitar pembangunan gerbang batas mengeluhkan drainase yang terlalu kecil dan terhalang tiang gerbang yang mengakibatkan banjir ketika hujan deras turun. 


Seperti pada Selasa malam (2/2/21), hujan deras yang mengguyur hampir diseluruh wilayah Bumi Serepat Serasan termasuk di desa Talang Bulang mengakibatkan beberapa rumah terendam banjir.


Dodi, salah satu warga sekitar mengaku bahwa selama ini belum pernah rumahnya kebanjiran, namun akibat pembangunan gerbang batas yang tidak memperhatikan drainase menyumbat aliran air. 


"Pada Selasa malam saat turun hujan, ketinggian air di dalam rumah hampir satu meter. Semua alat rumah tangga termasuk kasur basah semua. Bahkan ada mobil yang parkir di halaman rumah nyaris hanyut," ujar Dodi, Rabu (3/2/21).



Sama halnya dikeluhkan Ita, pemilik warung kopi persis didekat lokasi pembangunan gapura yang terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam. 


"Baru kali ini tempat kami kebanjiran. Seisi rumah terendam bahkan kulkas rusak serta beras yang baru saja dibeli basah semua, karena banjir terlalu tinggi terpaksa kami mengungsi. Saat awal pembangunan sudah kami minta kepada pihak pemborong agar dibuat gorong-gorong besar agar aliran air lancar, namun tidak digubris," katanya.


Ita berharap agar pemerintah kabupaten PALI mengevaluasi pekerjaan gerbang batas antar kabupaten tersebut. 


"Harapan kami perbesar gorong-gorong dan cepat selesaikan pembangunan gerbang batas ini," harapnya. 


Sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas Perkim belum memberikan klasifikasinya terkait permintaan warga. 


Namun sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perkim Ahmad Hidayat melalui Ardi Ferdian PPTK pekerjaan gerbang batas  menjelaskan bahwa molornya pembangunan gerbang batas diakibatkan beberapa faktor. Yang pertama permasalahan lahan, kemudian aliran listrik. 


"Pembangunan gerbang batas itu baru 60 persen dikerjakan. Memang batas akhir kontrak sampai akhir tahun 2020 lalu. Namun karena adanya beberapa kendala pihak pelaksana mengajukan adendum atau perpanjangan kontrak yang akhirnya disetujui dan diberi batas akhir hingga tanggal 19 Februari mendatang," jelasnya. (sn/perry)

Share:

Situasi Terkini covid-19 di PALI pertanggal 2 Februari 2021

 






Share:

Sekda dan Polres PALI Gagal di Vaksin, Gantinya Kajari PALI


PALI. SININEWS.COM -- Pelaksanaan launching vaksinasi covid-19 di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dilakukan Selasa (2/2/21) di Puskesmas Talang Ubi. Orang pertama yang diberikan vaksin sinovac adalah Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Marcos M Simaremare. Karena Kajari PALI orang pertama masuk kriteria sebagai penerima vaksin sinovac. 

Pada pelaksanaan vaksinasi itu, dikatakan Mudakir, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI bahwa pada launching vaksinasi, rencana awal pemberian vaksin sinovac pertama kali adalah Sekda PALI Syahron Nazil disusul Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi, namun setelah scrining, dua pejabat tersebut tidak masuk kriteria. 

"Ada 17 kriteria yang tidak boleh diberikan vaksin, salah satunya pernah terkonfirmasi covid-19 termasuk pak Bupati. Kemudian pak Wabup berhalangan karena orangtuanya meninggal dunia. Sebagai pengganti bupati adalah pak Sekda, tetapi setelah melalui scrining pak Sekda ada penyakit bawaan. Kemudian pak Kapolres juga alami hipertensi yang pada akhirnya, pak Kajari menjadi orang pertama diberikan vaksin," terang Mudakir

Dijelaskannya bahwa setelah menerima vaksin, Kajari PALI harus istirahat selama 30 menit untuk mengetahui adanya efek samping atau tidak. 

"Kita berikan buku catatan bagi penerima vaksin untuk mengetahui efek sampingnya. Kemudian 14 hari kedepan penerima vaksin diberikan lagi vaksin kedua. Setelah Kajari PALI, disusul kepala BPBD, Inspektur, direktur RSUD PALI serta seluruh kepala OPD dilingkup Pemkab PALI. Lalu pemberian vaksin dilanjutkan kepada tenaga kesehatan," tukasnya. 

Sementara itu, Kajari PALI akui bahwa setelah menerima vaksin tidak ada gejala efek samping yang dialaminya. 

"Setelah menunggu sama 30 menit pasca pemberian vaksin, tidak ada efek samping dan sehat-sehat saja. Mudah-mudahan dengan adanya vaksinasi ini Indonesia bisa cepat terbebas dari corona," harap Kajari. (sn/perry)


Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts