'Pak De' Soemarjono Kembali Nahkodai Pertina PALI


PALI. SININEWS.COM -- Melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Rabu (10/3/21) di RM Sejahtera Kelurahan Handayani Mulya, Pak De Soemarjono secara aklamasi kembali terpilih menjadi ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Pertina PALI periode 2021-2024.


Pasca terpilih mengomandoi Pertina PALI, Soemarjono bertekad menggenjot atlet tinju PALI untuk terus meraih prestasi. 

"Pada Porprov Sumsel lalu di kota Prabumulih, atlet kita mendapat 3 emas, dan kedepan kami punya target minimal mempertahankan yang telah diperoleh bahkan bisa bertambah perolehan medalinya," ujar Cawabup PALI tersebut. 

Untuk meraih target itu  Soemarjono bakal menjaring atlet-atlet tinju potensial dari lokal PALI. 

"Kita akan cari bibit atlet dari PALI sendiri untuk dipersiapkan dalam hadapi even atau turnamen tingkat provinsi atau bahkan nasional. Untuk mengenalkan dan mencari bakat olah raga tinju, kita akan roadshow ke kecamatan-kecamatan," tukasnya. 

Pak De Soemarjono juga meminta dukungan pemerintah dalam hal ini KONI agar Pertina di PALI bisa lebih maju lagi. 

"Termasuk penganggaran, kami minta dukungan dari KONI PALI," pintanya. (sn/perry)
Share:

Giliran Kader Pendata di Tanah Abang Ikuti Orientasi


PALI. SININEWS.COM -- Setelah kemarin (senin) Dinas  Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) kabupaten PALI memberikan pengetahuan kepada 125 Kader Pendata dari Kecamatan Talang Ubi, maka hari ini, Selasa (9/3/21) OPD yang dikomandoi Dra Hj Yenni Nopriani kembali menggemleng 48 kader pendata asal Kecamatan Tanah Abang, dimana pelaksanaan orientasi dalam rangka persiapan pelaksanaan Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK21) di Balai Desa Tanah Abang Jaya. 


Pada kegiatan orientasi itu, Tristanty Wulan Sari S.farm Apt, Kabid P4 ( Pengendalian Penduduk Penyuluhan dan Pergerakan) mewakili kepala DPPKBPPPA membuka acara tersebut.

 

"Orientasi ini sama dengan pembekalan pada kader pendata di kecamatan Talang Ubi. Yaitu para kader diajarkan materi tata cara pendataan dengan menggunakan formulir dan smartphone," terang Tristanty. 


Sama halnya pada pelaksanaan orientasi di Kecamatan Talang Ubi, Tristanty menekankan kader pendata harus menerapkan protokol kesehatan saat bertugas. 


"Memakai masker dan prokes lainnya menjadi syarat wajib bagi kader dalam melaksanakan tugas mengumpulkan data keluarga yang dilakukan secara door to door. Ini agar terhindar dari penyebaran virus corona. Setelah orientasi di Tanah Abang akan dilanjutkan ke Penukal, Penukal Utara dan Abab," tutupmya. (sn/perry)

Share:

Situasi Terkini Covid-19 Pertanggal 9 Maret 2021







 

Share:

MPPDT ajak Pemuda, Pelajar dan Civitas Akademika di Tempirai Raya jadi Agen Perubahan (Agend of Change) Bangun Tempirai Raya Yang MAJU


PALI. SININEWS.COM -- MPPDT mengucapkan terima kasih kepada para pemuda, civitas akademika di Tempirai Raya yaitu SMAN 1 Penukal Utara, SMPN 4 Tempirai, SMP PGRI, SMPI Daarul Mukhlisin-Yapika Umar Ruib dan Lembaga AEC-KIT yang telah mendukung acara penanaman 105 Pohon Tabebuya dan 10 Palem Putri tanggal 28 Februari '21 dan tanggal 5 Maret ' 21 hasil Donasi masyarakat yang peduli pembangunan Desa Tempirai Raya melalui MPPDT.


Pekerjaan besar bangun Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata ini merupakan PR  untuk bersama masyarakat untuk lakukan perubahan Besar, yang menghadapi tantangan dan hambatan besar bagi kita semua, untuk itu perlu strategi dan langkah-langkah yang nyata.

Keberadaan Pelajar dan Pemuda menjadi hal yang sangat strategis hal ini  peran pelajar dan permuda bisa menjadi  agen perubahan ditengah-tengah masyarakat "Agend Of Change" untuk merealisasikan pemikiran besar Wang Tempirai dengan langkah-langkah kecil "Think Big Start Small"

"MPPDT mengajak para pemuda dan civitas akademika mulai dengan langkah-langkah kecil dgn terapkan 3M yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai sekarang, dan Mulai dari yang bisa dilakukan," ujar Subiyanto Pudin, ketua MPPDT, Selasa (9/3/21).

Dalam mewujudkan SAPTA PESONA Keindahan dan Kebersihan, agar pelaksanaannya bisa konsisten, Subiyanto mengatakan bahwa jika civitas akademika ambil peran membentuk Komunitas Peduli Lingkungan Hidup, bentuk kegiatannya lakukan JumSih (Jum'at Bersih) setiap hari Jum'at, luangkan waktu 1 jam (jam 07.00-08.00) dengan gerakan bersih-bersih dilingkungannya masing-masing dan pelan-pelan merambah ke area lingkungan luar sekolah  menuju semua wilayah  Desa Tempirai Raya.

"Seiring waktu dengan melakukan gerakan JumSih secara konsisten akan menimbulkan gerakan budaya JumSih pada hari Jum'at disetiap kampung/Tumbang di  Desa Tempirai Raya yang tentunya dapat mencapai sasaran Tempirai Bersih dan Indah," harapnya. 

Selain dari pada itu ditambahkan Subiyanto, para pemuda dan pelajar harus menjadi generasi muda yang tangguh dengan literasi yang tinggi.

"Juga mempunyai ketahanan yang kuat terhadap dampak negatif dari globalisasi, modernisasi dan teknologi digitalisasi untuk menangkal radikalisme, bahaya miras dan narkoba yang mengancam dan akan menghancurkan masa depan para pemuda dan para pelajar di Desa Tempirai Raya," pungkasnya. (sn/yogi)
Share:

Fakar Lematang Muara Enim Berharap EPD jadi Lahan MIGAS


Muara Enim. SININEWS.COM -- Dengan adanya kegiatan seismik 3D di kecamatan EPD (Empat Petulai Dangku) menjadi harapan baru warga Kecamatan EPD untuk nantinya jadi Area Migas Baru Kabupaten Muara Enim yang tentu akan menambah DBH ( Dana Bagi Hasil ) Migas untuk APBD Kabupaten Muara Enim 


Hal tersebut disampaikan Oleh Firdaus Marabes ketua Umum Fakar Lematang Kabupaten Muara Enim. Tentu saja firdaus berharap kepada semua pihak dapat mendukung dan mensukseskan program Negara ini karena Seismik merupakan program Nasional yang nantinya akan berdampak baik bagi masyarakat sekitar 

"Memang saat ini warga hanya di bayar oleh seismik sesuai Pergub untuk dilewati serta Recording. Tentu saja, jika nanti di lahan tersebut ada sumber minyak akan menjadi berkah pemilih lahan , tentu saja Pertamina akan bayar besar , oleh sebab itu kita sukseskan dulu kegiatan seismik ini," harapnya. (sn/perry)
Share:

TP-PKK Kota Prabumulih Langsungkan Rapat Dengan TP-PKK Kecamatan

 





PRABUMULIH -- TP PKK kota Prabumulih melangsung rapat Konsultasi dengan TP PKK Kecamatan, Kelurahan dan Desa se- Kota Prabumulih, dengan tema "Kita Tingkatkan Sinergitas Peran PKK untuk Mengoptimalkan Program".


Pada rapat kali ini,dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Ir. Hj Suryani Ngesti Rahayu Ridho dan Wakil Ketua Hj. Reni Indahyani Fikri, S.Km dengan peserta rapat seluruh pengurus TP PKK Kecamatan, Kelurahan dan Desa.


Dalam kegiatan ini dibuka langsung oleh Walikota (Wako) Prabumulih Ir.H .Ridho Yahya MM yang dalam sambutannya.


PKK jangan membiasakan yang biasa dalam berpangku tangan,tapi harus diubah membiasakan untuk kegiatan benar.


"Ayolah,semua programnya PKK  berlomba untuk jalan kebaikan," pesan Wako.


Selanjutnya Wako 2 periode ini mengingatkan,pada rapat PKk hendaknya ada Formalasi program kedepan.


"Nanti kalau sudah ada Programnya,akan kita adakan Musrenbang,dan seluruh masukan atas usulan kemudian kita anggarkan untuk kegiatan kegiatan PKK khususnya Desa dan kelurahan," pungkas Ridho Yahya.(sn)

Share:

Blusukan ke Talang Sebetung, MPPDT ajak Masyarakat Peduli Lingkungan


PALI. SININEWS.COM -- Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Tempirai (MPPDT) melakukan blusukan ke Komunitas Adat Terpencil (KAT) Talang Sebetung, untuk mengajak masyarakat Desa Tempirai Raya melestarikan alam di sekitar agar alam memberikan manfaat kehidupan yang baik. 


Masyarakat KAT Talang Sebetung dan masyarakat Tempirai Raya harus mensyukuri atas nikmat Allah SWT diberikan alam yang asri, subur yang banyak paye-paye, Danau Desa dengan air yang bersih, sejuk dan bening seperti air teh. Air dari 1000 akar yang mungkin memiliki khasiat untuk kesehatan. 


"Implementasi rasa syukur itu masyarakat Desa Tempirai Raya harus diaktualisasikan dalam bentuk aksi nyata yaitu mencintai, memelihara, merawat dan memelihara keasrian alam sekitarnya dengan cara tidak menciptakan kemusnahan populasi flora dan fauna yang ada," ujar Ketua Umum MPPDT, Subiyanto Saripudin, Selasa (9/3/2021).



Menurutnya, MPPDT prihatin mendengar informasi dari masyarakat ada beberapa spesies ikan paye khas Tempirai Raya yang sudah punah seperti ikan kiung, ikan buju, ikan serandang dan lain-lainnya.


"Hal ini terjadi mungkin karena eksploitasi penangkapan ikan dengan cara diportas dan disetrum sehingga semuanya benih-benihnya ikut mati," katanya.


"MPPDT mengajak PemDes Tempirai Raya, elemen masyarakat Desa termasuk Ibu-ibu yang mempunyai peran sangat strategis dalam mendidik anak-anak dan mengingatkan suaminya untuk tidak mengeksploitasi sumber daya alam melampaui batas," tambahnya.


Meski demikian, hal itu karena sudah merupakan Sunnatulah, bahwa alam semesta ini ciptaan Allah SWT bertasbih kepada Allah dan memberikan manfaat yang baik bagi kehidupan umat manusia jika kita manusia mencintai, merawat dan melestarikan lingkungan hidup dengan menjaga keseimbangan alam yang ada disekitar kita. 


Untuk itu, MPPDT mengajak Ibu-ibu dan Bpk-Bpk dan seluruh Wang Tempirai untuk melakukan gerakan kembalik ke alam (back to nature) yaitu tidak membuang sampah plastik sembarangan dan dipaye-paye ditanam  seperti ; 


1.Pohon remiye dan pohon Aren/Enau (untuk konservasi air bersih) remiye bisa buat budidaya sagu untuk bahan baku shoun dan pohon Aren/Enau, banyak manfaatnya daunnya buat atap, lidinya dibuat sapu lidi, ijuknya dibuat sapu ijuk, buahnya dibuat kolang-kaling dan tandan nya bisa dibudidayakan untuk manes Kabung atau gula aren (gule abang) 


2.Pohon mengkuang dan rumbai, daunnya untuk budidaya kerajinan tikar pandan (kerajinan asli Tempirai) 


3.Dan beberapa spesies lainnya yang indah yang  banyak hidup dipohon2 atau paye2 merupakan anugerah dari Allah SWT bisa dibudidayakan untuk memberikan nilai ekonomi sebagai tambahan pendapatan keluarga untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan tetap melestarikan alam dan lingkungan yang sehat.


"Gerakan ini tidak harus menunggu dari Pemerintah, mulai lakukan dengan konsep 3M yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai saat ini dan Mulai yang bisa kita lakukan. Kalau bukan sekarang kapan lagi Kalau bukan kita siapa lagi," pungkasnya. (sn/yogi)

Share:

MPPDT ajak Wang Tempirai Raya Kompak Cegah Praktek Broker Proyek


PALI. SININEWS.COM -- MPPDT mengajak PemDes dan elemen masyarakat Desa Tempirai Raya Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI yang terdiri dari Pelajar, Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemangku Adat dan semua komponen masyarakat untuk kompak dalam mencegah adanya broker atau calo proyek suatu pembangunan di wilayah desa tersebut. 


Sebab, dari kunjungan lapangan, dan berdialog langsung didapatkan informasi di Desa Tempirai diduga sudah beroperasi praktek oknum broker proyek Pembangunan, kapasitas yang bersangkutan belum memiliki kompetensi sebagai pelaksana Proyek Pembangunan sesuai standar kompetensi dan sertifikasi syarat sebagai kontraktor.

"Diduga oknum broker proyek ini bisa individu atau sekelompok orang sebagai perpanjangan tangan CV atau PT pemenang tender proyek pembangunan dari Pemerintah dengan dalih menjamin/backup keamanan yg mendapatkan bayaran dari CV/PT, yang mendapatkan tender tidak merasa perlu  bertanggung jawab langsung dilapangan pada waktu pelaksanaan proyek pembangunan," ujar Subiyanto, Selasa (9/3/21).

Ditambahkannya, prilaku oknum broker proyek ini bersikap premanisme karena merasa dibackup oknum tertentu yang diduga sudah dapat jatah, bahkan broker proyek ini tidak segan-segan mencatut nama Bupati dijadikan Tameng, sehingga oknum Broker proyek bisa bertindak sewenang-wenang, bersikap intimidatif terhadap warga masyarakat yang bertanya atas hak-haknya yang terkena proyek tersebut atau masyarakat umum sebagai pihak pemangku kepentingan (stake holder) yang mau tahu dan punya hak untuk mengawasi proses Pembangunan.

"Prilaku broker proyek menimbulkan rasa ketakutan bagi masyarakat, sehingga proyek pembangunan tidak ada Pengawasan dari masyarakat umum," tukasnya. 

Dampak dari adanya itu, dijelaskan Subiyanto bahwa kondisi pelaksanaan pekerjaan proyek jadi asal-asalan, proyek tanpa papan nama, tidak ada gambar teknis, tidak sesuai spesifikasi, tidak memperhatikan AMDAL dan lainnya  yang akhirnya pelaksanaan proyek pembangunan tidak memiliki parameter sebagai ukuran kualitas dan kuantitas untuk dasar evaluasi baik buruknya proyek pembangunan.

"Wang Tempirai jangan membiarkan kondisi itu,  karena Wang Tempirai sebagai pihak yang memiliki hak atas pembangunan sesuai hukum yang berlaku," tandasnya.

Secara hakiki jika Proyek pembangunan tidak sesuai spesifikasi, pagu anggarannya dan tujuan pembangunan tersebut, maka diutarakan Subiyanto  masyarakat Tempirai adalah pihak yang paling dirugikan yaitu nilai dan kualitas bangunan tidak sesuai spesifikasi, sementara broker proyek dapat keuntungan pribadi diatas penderitaan masyarakat Desa Tempirai Raya dan CV/PT yang dapat untung besar tertawa terbahak-bahak menikmati keuntungannya, sambil bergumam "Tempirai tempat kita cari uang".

"Akibatnya sesame Wang Tempirai saling curiga dan tidak kompak yang membuat semakin subur praktek broker proyek pembangunan.Kondisi tersebut bisa dicegah jika masyarakat Tempirai Raya apabila KOMPAK, peduli terhadap hak-hak pembangunannya secara utuh, jangan sampai seperti pribahasa yang populer di Tempirai yaitu "Wang Lain ngempaske Telok, Kite Wang Tempirai Ngempaske kotoran," pungkasnya. (sn/perry)
Share:

MPPDT Ajak Pelaku UMKM dan Komunitas Mancing Mania Jadikan Tempirai Desa Wisata


PALI. SININEWS.COM -- Ketum Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Tempirai (MPPDT) Subiyanto Pudin dalam kesempatan penanaman pohon Tabebuya dipinggir jalan danau Desa Tempirai lokasi Cerucup tanggal 28 Februari '21 menyempatkan dialog langsung dengan Mari salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengrajin pembuatan perahu dan acara mancing bersama dengan Sambas dan kawan-kawan juga Komunitas Mancing Mania Tempirai.


Dalam dialog tersebut MPPDT bertanya kepada pelaku UMKM juga komunitas mancing Tempirai tentang kesediaannya mendukung pembangunan Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata, dimulai dengan menanam pohon Tabebuya untuk ciptakan SAPTA PESONA keindahan di pinggir Danau Desa Tempirai, 

"Mereka memberikan jawaban diluar dugaan yaitu sangat setuju, termasuk saudara Mari yang langsung responsif bertanya apakah usaha pembuatan perahunya bisa berkembang jika Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata?," ujar Subiyanto. 


Begitu juga saudara.Sambas dkk yang bertanya apakah hobbi mancing bisa dikembangkan jadi usaha pemancingan.

"Kami (MPPDT) menjawab, insyaa Allah jika Desa Tempirai Raya terwujud jadi Desa Wisata banyak orang-orang dari luar Desa Tempirai berbondong-bondong datang ke Tempirai," tambahnya. 

Sebab dijabarkan Subiyanto bahwa apabila Tempirai jadi destinasi wisata maka banyak orang datang untuk melihat pesona keindahan di Tempirai, tamu-tamu ingin bermain naik perahu dan berenang di Danau Tempirai maka kebutuhan untuk penambahan perahu akan meningkat dan juga UMKM lainnya juga akan merasakan manfaat desa Tempirai jadi desa wisata. 

"Seperti pedagang makanan-minuman, oleh-oleh ikan panggang, ikan salai, ikan asin, yang hobi mancing difasilitasi dengan usaha pemancingan dan usaha home stay serta kampung Inggris Tempirai di Desa Tempirai akan hidup dan berkembang karena  orang yang berwisata ke Tempirai membawa uang untuk bersenang-senang atau refreshing eksplorasi nilai-nilai keindahan alam, berenang di Danau Tempirai yang bersih dan sejuk, mancing di Danau Tempirai, kesenian tradisional Tempirai yang indah, keramahan Wang Tempirai dan lain-lainnya," urainya. 

Dengan bahasa yang sederhana dikatakan Subiyanto bahwa kalau semuanya terwujud, uang dari luar akan masuk ke Desa Tempirai yang akan menggerakkan perekonomian masyarakat.

"InsyaAllah semua pelaku usaha UMKM akan hidup dan berkembang MAJU.
MPPDT menitipkan pesan dan harapan kepada masyarakat di Cerocop melalui saudara Mari dan beberapa komponen masyarakat yaitu Pelajar, Pemuda, komunitas mancing, tokoh Agama, tokoh Adat dan semua komponen masyarakat. MPPDT meminta keikhlasan semuanya untuk merawat pohon Tabebuya yang di tanam agar tumbuh besar, sehat dan menghasilkan oksigen yang Sehat serta berbunga yang indah seperti bunga Sakura di Jepang. Jika sudah berbunga akan tumbuh bijinya yang bisa dijadikan budidaya pembibitan untuk jadi pendapatan masyarakat sebagai penghasilan tambahan agar tidak tergantung hanya pada karet," urainya. 



MPPDT juga mengajak PemDes dan segenap elemen masyarakat Desa Tempirai Raya, untuk bersama-sama membangun Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata untuk mewujudkan Desa Tempirai Raya yang MAJU, kalau bukan sekarang, kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi.

Dikesempatan itu Ketum MPPDT yang juga anggota DJSN RI menyampaikan pentingnya pelaku usaha UMKM melindungi dirinya dalam program JamSosnaker, minimal program dasar yaitu JKK, JKM dan JHT supaya jika terjadi resiko sosial kecelakaan dan atau kematian tidak membuat ahli waris jatuh jadi orang miskin/tidak mampu karena kehilangan sumber penghasilan sebab pelaku UMKM merupakan tulang punggung ekonomi keluarga.

Diakhir dialog tersebut MPPDT menyampaikan pesan dan juga ajakan kepada PemDes dan elemen masyarakat Tempirai untuk menjadikan Desa Tempirai yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata masyarakat Desa Tempirai Raya harus ada kemauan besar melakukan perubahan besar yaitu ciptakan SAPTA (TUJUH) PESONA Desa Tempirai Raya yaitu 1). Keindahan, 2). Kebersihan, 3). Keamanan, 4). Ketertiban, 5). Kesejukan, 6). Kenyamanan dan 7).Kenangan (Tempirai Raya Berkesan) 

"Kalau bukan sekarang kapan lagi, Kalau bukan kita siapa lagi," tutup Subiyanto. (sn/yogi)
Share:

Tercepat Se-Indonesia Serahkan LKPD dan Terima LHP LKPD TA 2020 Prabumulih Raih WTP KE 8 Berturut-Turut

 

PALEMBANG,-Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menerima berkas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kota Prabumulih Tahun Anggaran (TA) 2020 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumatera Selatan.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang berlangsung hampir satu bulan  itu disampaikan oleh, Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel, Harry Purwaka CSFA diwakili Kepala Sub Auditorat Sumsel  II Teguh Prasetyo, kepada Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, di Gedung Perwakilan BPK RI Sumatera Selatan di Jalan Demang Lebar Daun Kota Palembang, Senin (08/03/2021).

Berdasarkan LHP tersebut, Kota Prabumulih menjadi kota tercepat pertama di Indonesia penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2020 dan tercepat pertama di Indonesia menerima LHP BPK tahun 2020. Atas keberhasilan itu, Kota Prabumulih diganjar predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun ini merupakan predikat yang ke 8 kali berturut-turut diraih oleh Kota Prabumulih.

"Laporan hasil pemeriksaan hasilnya adalah kami memberikan opini wajar  tanpa pengecualian (WTP), atas laporan keuangan pemerintah kota prabumulih tahun 2020," ujar Kepala Sub Auditorat Sumsel  II Teguh Prasetyo, ketika diwawancarai usai kegiatan penyerahan LHP LKPD Kota Prabumulih TA 2020.

Dikatakan ada beberapa hal yang membuat kota prabumulih meraih predikat tersebut yaitu kecukupan pengungkapan, kesesuaian dengan standar, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. "Serta efektifitas SPI (Sistem pengendalian internal), itu empat hal yang menjadi pertimbangan kami," ungkapnya seraya mengatakan dalam pemberian predikat itu pihaknya tidak melalui proses yang langsung tapi melalui proses.

Lebih lanjut Teguh menjelaskan, Kota Prabumulih merupakan kota pertama se Indonesia yang menyerahkan laporan keuangan auditnya pada tanggal 7 Januari 2021. "Bila dihitung pas 2 bulan, kami menyerahkan laporan yang tercepat diseluruh Indonesia," bebernya seraya berharap Prabumulih mendapat reward yang bagus dari pemerintah pusat untuk menambah pendapatan kota Prabumulih.

Pada kesempatan itu pula, Teguh mengimbau kepada Pemerintah Kota Prabumulih untuk meningkatkan pendapatan daerah lantaran APBD Kota Prabumulih masih cukup rendah. "Di Kota Prabumulih pas-pasan, kecil untuk ukuran diwilayah sumatera selatan," Ungkapnya.

Sementara, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan keberhasilan pemkot prabumulih meraih WTP dan berhasil menjadi kota tercepat dalam menyerahkan LKPD dan LHP LKPD tahun anggaran 2020 itu, tidak terlepas dari peranan BPK RI. "Alhamdulillah berkat masukan-masukan kawan-kawan dari BPK," Ungkapnya.

Lanjut Ridho, keberhasilan meraih WTP lantaran setiap tahun diperiksa oleh BPK. "Karena setiap tahun diperiksa kita tahu kelemahan dan tahun depan kita tidak terulang lagi kita perbaiki dan WTP kita dapat," katanya sembari mengatakan sejak awal menjabat dirinya sudah mengimbau kepada pejabat untuk melapor ke BPK sebelum melakukan perjalanan dinas.

Disinggung mengenai langkah yang dilakukan pemerintah untuk mempertahankan WTP,Walikota Innovatip ini  mengatakan sepanjang pihaknya memperbaiki masukan dari BPK. "Misalnya temuan sekarang kita perbaiki saya rasa tidak ada masalah," bebernya sembari menegaskan meraih predikat WTP bukan berarti tidak ada kesalahan akan tetapi ada kesalahan yang bisa ditolerir",Ungkapnya. (Ril)


Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts