Mulwadi Ketua PWI Prabumulih, Minta Usut Tuntas Penganiayaan Wartawan Di Gelumbang


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Teguh Sainal  wartawan salah satu media online yang bertugas di kecamatan Gelumbang dan sekitarnya di bacok orang tidak dikenal saat akan pulang kedesa Gaung Telang kecamatan Gelumbang  kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan saat  berboncengan dengan istrinya  pulang dari kota Prabumulih  di perlintasan rel kereta api Desa Karang Endah tiba- tiba di datang orang tak di kenal dengan mengendari sepeda motor Scopy warna putih langsung membacok korban.Minggu (16/1/2022).


Menurut korban saat  melintasi rel desa Karang Endah kendaraan lambat pelaku sudah menunggu di depan langsung melakukan pembacokan dengan menggunakan parang .Istri korban menjerit minta tolong bacokan pelaku mengenai rahang kiri korban kendaraan motor oleng pasutri ini terjatuh pelaku langsung kabur .


Akibat kejadian tersebut Teguh mengalami luka bacok di rahang langsung di rawat Puskesmas terdekat 


Setelah di laporkan ke Polsek Gelumbang polisi melakukan olah TKP namun sejauh ini belum di ketahui motif pembacokan tersebut .


Terkait insiden pembacokan wartawan ketua  PWi Prabumulih Mulwadi  Komar    mengutuk keras penganiayaan wartawan ini selanjutnya   mendesak Polsek Gelumbang Usut tuntas kasus ini .'apapun motifnya tindakan pembacokan ini tidak di benarkan oleh hukum dan polisi juga harus menggunakan UU 40 tahun 1999 dan KUHP ,Ungkapnya


Terpisah ketua PWI  Sumsel Firdaus Komar mendesak polisi usut dan tangkap pelaku apapun motifnya .


Sementara itu korban Teguh S merasa tidak memiliki musuh tetapi kalo soal pemberitaan bisa saja ,  ungkapnya via whatshap .(*)

Share:

Anak di PALI Wajib Divaksin, Begini Penjelasan Kepala Dinkes


 PALI. SININEWS.COM -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dr Zamir Alwi mewajibkan seluruh anak usia 6-11 tahun ikut program vaksinasi dalam mencegah penyebaran covid-19 yang saat ini vaksinasi untuk anak di kabupaten PALI telah dimulai. 


Apabila keberatan atau tidak bersedia ikut vaksinasi, maka anak bersangkutan sementara waktu belum bisa ikuti proses belajar mengajar secara tatap muka, lantaran menurut Kepala Dinkes PALI bahwa syarat digelarnya proses belajar mengajar secara tatap muka adalah seluruh anak didik dan tenaga pendidik harus di vaksin. 

"Dari hasil kesepakatan rapat bahwa Pemda memang mengharuskan anak wajib di vaksin dan itu sesuai edaran kementerian. Jadi aturan itu bukan dibuat-buat tapi memang sudah anjuran pemerintah pusat," ujar dr Zamir, Senin (17/1/22). 

Dijelaskan dr Zamir bahwa vaksin anak anak sama prinsipnya dengan vaksin dewasa yaitu melalui scrining.

"Kalau layak vaksin, anak tersebut dipersilahkan diberikan vaksin, kalau tidak layak bisa dilakukan tunda vaksin dan menunggu fisik bagus juga layak vaksin untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan," tukasnya.

Terkait adanya surat persetujuan dari orang tua siswa yang harus diisi dan tandatangani diatas materai sebelum pemberian vaksin dimana ada salah satu isi persetujuan itu berbunyi setiap akibat yang ditimbulkan pasca vaksin pihak keluarga tidak akan menuntut dijabarkan dr Zamir bahwa hal itu sudah menjadi prosedur suatu tindakan medis. 
 
"Setiap tindakan medis ada risiko, persetujuan tindakan medis itu sudah prosedur. Sebelum melakukan tindakan medis termasuk pemberian vaksin dijelaskan keuntungan dan kerugiannya, jadi hal itu sudah SOP. Kita juga memantau pasca pemberian vaksin terhadap anak, apabila ada gejala atau alergi terhadap vaksin, untuk dosis kedua tidak kita lanjutkan," paparnya. 

Kepala Dinkes juga mengajak seluruh masyarakat agar mengajak anaknya ikut di vaksin dan jangan pernah percaya berita yang tidak jelas terkait kejadian pasca di vaksin. 

"Kalau ada berita ada yang mual atau kejang bahkan yang lebih fatal lagi, jangan langsung mengasumsikan itu imbas vaksin, tapi telusiri dulu kebenaran dan akar permasalahannya. Pasalnya saya sudah pernah alamai kejadian seperti itu dan rupanya penyebab bukan karena vaksin tapi akibat penyakit lain. Untuk itu, ajak dan yakinkan anak kita ikut vaksin agar kita semua terhindar dari penyebaran covid-19. Serta meski pun saat ini kita gencar melakukan vaksin anak, tapi bagi dewasa dan lansia tetap kita layani," tutupnya. (sn/perry)
Share:

Terkait Bedah Rumah, Kementerian PUPR dan Bappenas Akan Kunjungi Prabumulih

 

Foto : Elman,ST Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih usai menghadiri peresmian bedah rumah di Kelurahan Anak Petai.

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kota Prabumulih dalam waktu dekat akan kedatangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta 100 orang perwakilan kepala daerah Kabupaten/ Kota Seindonesia, Minggu (17/1/22).

 

Kabar baik itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Prabumulih Elman, ST beberapa waktu lalu usai menghadiri penyerahan kunci pembangunan rumah layak huni di Kelurahan Anak Petai yang dibangun oleh PT.Perta Samtan Gas.

 

Dalam pidotanya Elman mengatakan Kota Prabumulih akan kedatangan tamu dari berbagai daerah untuk belajar dan mencontoh progtam Bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) menjadi Rumah Layak Huni (RLH).

 

“Dari Bappenas dan Kementerian PUPR akan ada kunjungan kerja 100 orang dari kabupaten kota seindonesia untuk bagaiman belajar program bedah rumah layak huni” ucapnya kepada media ini.

 

Kunjungan Kerja (Kunker) rombongan Kementerian dijadwalkan pada Selasa 18 Januari 2022 besok yang direncanakan terpusat di Kelurahan Anak Petai.

“Salah satunya disini kagek yo Anak Petai”

 

Untuk informasi program bedah rumah dari Pemerintah Kota Prabumulih kini berhasil mengubah wujud nyata perumahan kumuh menjadi layak huni yang dananya berasal dari infaq seluruh pegawai ASN di Prabumulih dan perusahaan swasta yang sebagian disalurkan melalui Perkim dan Baznas.

 

Namun tak sedikit program RTLH ini dimanfaat oknum yang tak bertanggungjawab dengan memperjual belikan bantuan bedah rumah dan tak hanya itu dari pantauan media ini masih banyak pembangunan rumah yang salah sasaran. (tau/sn)



 

Share:

Wako Prabumulih Ridho Yahya Wacanakan Pameran Artefak Rasulullah Akan Hadir Kembali Saat HUT Kota

 

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Dengan Program kerja yang berlandaskan agama Islam Walikota Prabhmulih akan menggelar kembali Pameran Artefak Rasul pada Oktober Mendatang.

Pameran tersebut akan di laksanakan sekaligus untuk memperingati HUT Kota Prabumulih yang akan di gelar di Islamic Center Kota Prabumulih. 

"Sudah kita minta HUT Kota nanti, tapi di perbanyak lagi kalau bisa sekitar 41, nanti kita undang semua Se-Sumsel jadi dapat hadir ke Islamic Center," jawabnya kepada awak media.

Terkait perihal kesiapan, pihaknya akan segera menyiapkan anggaran serta pengamanan. "Nanti kita siapkan pengamanan dan anggaranya, jadi olahraganya ada Islamnya ada," jelasnya usai membuka dan menghadiri pameran Artefak Rasulullah di Masjid Al-Hikmah, Minggu (16/01).

Terkait hal itu, Ketua Mutowid Ustadz Ahmad Fatoni mengatakan bahwa Walikota Prabumulih akan menggelar Pameran Artefak itu.

"Rencana pak walikota tadi meminta untuk ulangtahunnya kota prabumulih, dan kita usahakan moga-moga artefak ini masih ada di Indonesia karna rencana April artefak ini akan di rolling," tuturnya.

Selain itu dirinya juga mengatakan bahwa Pameran Artefak itu bertujuan agar rindu serta kecintaan umat muslim dapat terobati. "karna tujuan artefak ini adalah menambah kecintaan dan mengobati rindu semua umat Islam," terangnya.

Ditambahnya, bahwa keaslian semua benda bersejarah Rasulullah yang pamerkan itu sudah terverifikasi.

"Artefak ini semua terverifikasi keasliannya terjamin karna di teliti dengan lab dari siapa dari siapa dan ternyata dari setiap di lab di sinar x bendanya Rasulullah mengeluarkan cahaya,"tukasnya. (Ari/SN)

Share:

Sepuluh Artefak Rasulullah Di Pamerkan Di Masjid Al- Hikmah Kota Prabumulih


PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Guna, Meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Masjid Al-Hikmah Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih Gelar Pameran Artefak Peninggalan Rasul, Minggu (16/01).

Pameran benda-benda sejarah yang di selenggarakan oleh Takmir Masjid Al-Hikmah itu di buka dan di Resmikan secara langsung oleh Walikota Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, MM serta di dampingi oleh Sekda Elman, ST.

Sebelum memberikan sambutan serta membuka Pameran Walikota Prabumulih Secara langsung melihat 10 Jenis benda-benda yang bersejarah itu.

Tak lain ke-10 Artefak tersebut yaitu Ekstrak keringat rosulullah, Darah bekam, Janggut, Rambut, Turban, Tongkat, Tanah suci makam, Kayu sugi, Potongan sorban dan Kiswah.

Dengan meminimalisi resiko rombongan Barisan Pengawal Artefak Rasulullah (BAPER) hanya membawa sebagian Artefak untuk di Pamerkan kepeda Umat Muslim Kota Prabumulih.

"Karna ini kita test unsur dulu, karna kemampuan mobil kalo kebanyakan kita tanggung resiko," kata Ahmad Fatoni Selaku Ketua Matowif Barisan Pengawal Artefak Rasulullah saat di wawancarai.

Sambungya, ia juga menjelaskan bahwa pameran yang di mulai buka pada pukul 08.00 Wib hingga bada Maghrib itu memiliki antusias tinggi dari masyarakat Kota Prabumulih.

"Tiket yang sudah keluar itu sekitar 3 Rb tapi kita atur tertib agar tidak terjadi penumpukan, karna kita juga prokes dan standar pengamanan baik makanya itu ada polisi, pol pp juga pengaman dari masjid sendiri," tuturnya.

Dengan hadirnya pameran Artefak Rasulullah di Prabumulih, Ketua Matowif BAPER itu mengharapkan agar rindu para umat muslim di Kota Prabumulih yang tak dapat bertemu Nabi Muhammad SAW serta sahabat dapat terobati.

"Kami harapkan semua masyarakat Prabumulih dengan hadirnya ini bertambah cintanya kepada rasulullah dan dapat mengobati rasa rindu, serta sifat-sifat rasul tertanam di Kota Prabumulih, ini bukan mimpi ini nyata orang yang mimpi Rasulullah saja dasyat ini bendanya langsung ada dan ini nyata, semoga berkah untuk Kota Prabumulih," tukasnya.

Sementara, dalam sambutanya Ketua Pameran Artefak Rasulullah Muhammad Abdul Wahid yang sangat mencurahkan kebanggaannya atas hadirnya peninggalan yang bersejarah itu.

"Suatu kehormatan bagi kami bisa menghadirkan peninggalan Rasulullah SAW yang di datangkan dari museum besar sejumlah negara, dulu karena kecintaanya para sahabat rela berdesak-desakan mengambil sisa air wudhu Baginda Rasul, sekarang masyarakat Prabumulih bisa melihat langsung peninggalan Rasul tanpa harus jauh pergi ke Turki dan mengeluarkan biaya besar," terangnya yang sangat mengapi-api dalam memberikan sambutan.

Terpisah dengan Walikota Prabumulih, orang nomor satu di Kota Prabumulih ini membeberkan bahwa pedoman hidup dari umat muslim ialah Al-Qur'an.

"Wong Tuo Kito itu pasti benar ngajarke, begitu jugo dengan Artefak Peninggalan Nabi, apo yang di ajarkan nabi sudah Ado dalam Al-Qur'an nah Kito jalankan isi Al-Qur'an itu," Ucap Ridho usai membuka dan menghadiri Pameran Itu.

Bapak tiga anak ini juga mengingatkan untuk para umat muslim agar kedepanya setelah melihat pameran ini dapat mencerminkan sifat dari Nabi Muhammad SAW.

"Jangan cuma nonton pameran Bae, gek balek dari sini masih nak ngatoke wong, sudah balek jingok jalan nabi dak sembayang, balek dari sini sembayang, itu," ajak Walikota Prabumulih dua Periode itu. (Ari/SN)


Share:

Fakar Lematang Ajak Diskusi Sejumlah Awak Media


PALI. SININEWS.COM -- Aka Cholik Darlin S.Pd.i MM ketua umum Fakar Lematang provinsi Sumatera Selatan mengajak sejumlah awak media untuk berdiskusi ringan di Pondok Harmoko, Desa Raja kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  Minggu (16/1/22).


Acara santai itu dihadiri ketua PWI PALI Bung Anas, Ketua IWO Efran dan ketua AWDI Hendri Irdianto serta sejumlah awak media yang bertugas di Bumi Serepat Serasan. 

"Setelah kita lelah dengan kegiatan Pilkada lalu, mari kita bersama hilangkan perbedaan dan kita bersatu padu membangun kabupaten PALI lebih maju kedepannya. Untuk itu, saya sebagai Ketua Fakar Lematang mengundang sahabat jurnalis untuk menyamakan persepsi," ujar Aka Cholik membuka kegiatan tersebut. 

Karena dikatakan Aka Cholik bahwa peran pers sangat penting dalam kemajuan suatu daerah. 

"Wartawan dalam memberikan informasi sangat penting, baik sebagai kontrol sosial maupun menyampaikan program-program pemerintah," tukasnya. 

Kegiatan tersebut dilanjutkan diskusi ringan dan saling menyampaikan pendapat. (sn/perry)
Share:

Rencana Warga Lunas Jaya Gruduk PT Servo Luntur Setelah Tiga Kali Pertemuan


PALI. SININEWS.COM -- Akibat dampak debu batubara dan bising yang disebabkan aktivitas PT Servo Lintas Raya (SLR) membuat masyarakat Desa lunas Jaya kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berniat mengadakan aksi turun ke jalan. Namun rencana aksi itu mendadak surut setelah Kepala Desa, BPD, dan mantan P3N mengajak massa berunding di Balai Desa setempat tiga malam berturut-turut. 


Dimana pada Rabu malam (12/01/22) Mantan P3N, Busroni berpidato di forum musyawarah dihadapan massa, di ruang gedung serbaguna desa lunas jaya, dengan semangat yang berapi-api akan berjuang bersama masyarakat untuk aksi turun kejalan, " Demi kecintaan saya terhadap masyarakat desa lunas jaya, saya bersama BPD juga di dampingi Kades akan ada di depan masyarakat, kita turun kejalan servo, kita hadapi sama-sama, apapun resikonya saya tidak takut, demi kecintaan kami terhadap masyarakat dan lingkungan. Saya tidak peduli 30 orang membenci saya karna semua ini, asal 70 orang masih senang dengan saya" Papar Busroni saat pidatonya yang berapi-api membakar semangat massa.


Keesokan harinya, tepat hari Kamis (13/01) di informasikan oleh beberapa masyarakat bahwa mereka bertiga (Kades, BPD, dan mantan P3N) mendatangi kantor PT SLR yang berada di Kabupaten Muara Enim, entah apa perbincangan mereka yang jelas sepulang dari sana, ketiga orang ini seakan terhipnotis, saat menyampaikan gagasannya di forum musyawarah, dalam pidato sebelumnya berapi-api membakar semangat,  setelah itu, berubah 180 derajat, di saat musyawarah ke dua rencana aksi dengan masyarakat, di Balai Desa Lunas Jaya , Jum'at malam, (15/01).

Hal itu sempat membuat bingung masyarakat, dengan sikap ketiga orang itu, pasalnya, sebelum berangkat ke Muara Enim, semangat mereka seakan api yang membakar  semak kering, namun apa yang terjadi malam itu, justru terkesan takut dan hilang semangat. Akibat gelagat mereka yang membingungkan masyarakat, hingga musyawarah dengan masyarakat pun tak menemukan kata sepakat, dan dilanjutkan dengan musyawarah ketiga kalinya, Sabtu malam Minggu, di gedung serbaguna desa lunas jaya. 

Ironisnya, saat musyawarah antara pemerintah desa dengan masyarakat, membahas masala dampak aktivitas PT SLR, forum musyawarah hanya dihadiri pemerintah desa dengan masyarakat saja tanpa dihadiri pihak perusahaan, sehingga terkesan pemerintah bukan menengahi masalah keluhan masyarakat denga pihak perusahaan, malah pemerintah desa justru  terkesan memaksakan masyarakat menuruti kemauan perusahaan.

Ditambah lagi, kades terkesan memutuskan sepihak, mau mengurangi nominal kompensasi yang sudah disepakati oleh 58 KK desa lunas jaya melalui aliansi emak-emak peduli lingkungan dengan pihak PT SLR,  padahal pada hari Senin tanggal 01 November 2021, pihak perusahaan sudah melakukan perjanjian memberikan kompensasi dampak Debu batu bara dan bising juga biaya kesehatan sejumlah Rp 500,000 per KK, kepada aliansi emak-emak peduli lingkungan yang berjumlah 58 KK, setiap bulan, dan perjanjian tersebut sudah ditandatangani di atas materai 10000, juga di saksikan beberapa saksi dan di ketahui kades Lunas Jaya,

Tapi seakan kebal hukum, Rudi Junaidi SH, mengambil keputusan akan mengurangi nominal kompensasi Yang akan di terima emak-emak setiap bulan, dari perusahaan Rp 500.000, dan akan di salurkan kurang dari separuh, sembari tak memberi ruang bicara peserta musyawarah, dengan arogan mengatakan, "Saya kades, kalian masyarakat ku, Aku berhak mengambil keputusan" katanya dihadapan emak-emak, 

Namun 58 anggota aliansi emak-emak peduli lingkungan tetap tidak setuju dengan keputusan kades, BPD juga mantan P3N. Justru mereka meninggalkan ruang musyawarah sebelum selsai, sembari berseru, "Sepeserpun kami tidak mau kurang dari perjanjian dengan servo, ketika itu terjadi, kami tidak akan tinggal diam" cetus nya sembari meninggalkan gedung serbaguna.

Sementara itu, H, Muhammad Ferdinand, S, yang merupakan mantan Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, dia menyarankan agar masyarakat mau menerima tawaran dari pihak PT SLR, dengan kompensasi merata seluruh warga desa lunas jaya,  sebesar Rp 160,000/bulan/KK.
"Terimalah tawaran itu, demo juga belum tentu berhasil, dan jika warga tidak bisa di bina maka binasakan" ujar Ferdinand dihadapan masyarakat.

Di tempat terpisah, puluhan masyarakat desa lunas jaya, Adi Saputra dan lainya, menyatakan keberatan hasil musyawarah ini, dikatakan nya, uang kompensasi sejumlah Rp 160.000 bukanlah jumlah yang wajar di banding kesehatan yang terancam,  "lagipula jika malam ini emak-emak setuju Rp 160,000 di tukar dengan kesehatan, tapi kami berhak menyatakan tidak setuju, karna kami laki-laki dan anak-anak kami juga berhak hidup sehat. Silakan saja itu di setujui dan di sepakati, namun tidak akan mengurangi semangat kami untuk aksi turun ke jalan, oke kali ini konsentrasi kami buyar karna ada yang memili turun perahu dan membelah perusahaan, tapi kami pastikan massa yang akan turun kedepan ini bukan hanya ibu-ibu, tapi tergabung, ibu-ibu, bapak-bapak, dan para pemuda juga mahasiswa." Papar Adi.

Kembali Ke Kades Lunas Jaya, saat diminta tambahan statement Via WhatsApp, dia membantah kalau di katakan musyawarah terkesan memaksakan, apalagi mengambil keputusan sepihak,

"Kalau memutuskan sepihak itu tidak benar. Tidak diberi ruang bicara itu juga tidak benar. Karena apa diadakan musyawarah sampai 3 kali, karena saya tidak mau ambil keputusan atas prinsip dan kehendak saya pribadi. Tapi keputusan harus ada. Karena itu  berdasarkan mediasi ketua BPD. Tokoh masyarakat dan kepala Desa serta pihak perusahaan ada tanggapan maksimal yaitu uang Rp 500 jt per tahun untuk desa kita. Disetiap musyawarah saya tidak memaksakan, yang saya sampaikan kita terima atau tidak. Kalau tidak kita cari solusi lain salah satunya mengadakan aksi damai. Itu yang saya katakan. kalau ruang bicara selalu diberikan. yang namanya musyawarah identik dengan tanya jawab.masukan-masukan dan usulan-usulan itu hak mereka dan sudah kami berikan. Dalam situasi ini untuk stabilitas desa dan menyelesaikan perseteruan masyarakat saya memang harus mengambil keputusan. Kalau kebal hukum tidak ada yang kebal hukum. Jangankan saya hanya seorang kepala desa, presiden pun aku rasa tidak kebal hukum. Dasar keputusan saya adalah suara terbanyak. kalau ada suara masyarakat 70 % dan ada yg 30%, sudah pasti saya akan menurut suara yang 70%. Tapi tetap yang 30 % secara bersama-sama kita carikan jalan solusi yang terbaik sebatas kemampuan kita. Saya pribadi dan sebagai kepala desa mohon maaf bila terdapat banyak hal-hal yang kurang memuaskan dan kurang berkenan," bantah kades melalui pesan whatsapp. (sn) 
Share:

Sedekah Adat di Prambatan, Bupati PALI: Jadikan Momen Ini Tetap Bersatu Padu Bangun Daerah


PALI. SININEWS.COM -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM berpesan kepada seluruh masyarakat agar terus bahu membahu membangun daerah supaya lebih maju demi kesejahteraan masyarakat. 


Hal itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan saat hadiri acara sedekah dusun dan Istighosah bersama di Desa Prambatan kecamatan Abab kabupaten PALI, Minggu (16/1/22) yang dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru diwakilkan Kepala Biro Pemerintahan Dr Sri Sulastri serta Ketua PCNU kabupaten PALI Dr Kyai M Erlin Susri. 

"Dengan adanya persedekahan adat ini diharapkan agar seluruh masyarakat Prambatan khususnya dan masyarakat PALI umumnya untuk meningkatkan sodakoh dan saling bahu membahu membangun daerah agar di jauhkan dari mara bahaya baik dari bumi maupun lautan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman. Diharapkan juga agar persedekahan adat ini dapat berlanjut setiap tahunnya," pesan Bupati. 

Sementara itu, Kepala Desa Prambatan Armansol menyebut persedekahan adat ini merupakan agenda tahunan setelah menjelang panen raya yang rutin dilakukan oleh masyarakat Desa Prambatan, namun memang sempat tertunda beberapa tahun karena wabah Covid-19. 

"Dalam persedekahan adat ini kita melakukan Dzikir & Doa bersama agar kita terhindar dari penyakit dan wabah terutama wabah yang sedang melanda Dunia ini yaitu Covid-19," terang Kades. 

Ditempat sama, Dr Sri Sulastri menyampaikan permohonan maafnya karena Gubernur Sumsel yang tidak sempat hadir. Namun menurut Dr Sri Sulastri gubernur mengapresiasi kegiatan sedekah dan zikir tersebut. 

"Dengan sedekah dan zikir ini memohon perlindungan dari Allah SWT dan semoga terhindar dari wabah Covid-19 ini agar kegiatan-kegiatan seperti sedekah adat ini dapat berlanjut setiap tahunnya. Harapan kami akan membawa manfaat dan berkah bagi kita dan perlindungan bagi kita warga PALI agar terhindar segala bentuk penyakit, sehingga kita dapat membangun desa prambatan ini agar sejahtera untuk kita semua," harapnya. (sn/dn)
Share:

Elman Sekda Prabumulih Terkejut Ada Warga 6 Kali Ajukan Bedah Rumah Tak Direspon

 

Foto : Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih Elman, S.T

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih Elman, S.T menanggapi keluhan Misna warga Gunung Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat terkait rumahnya tak kunjung diperbaiki setelah enam kali diajukan, Sabtu (15/1/22).

Hal tersebut diungkapnya usai menghadiri acara peresmian pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) dari PT Perta Samtan Gas di Kelurahan Anak Petai waktu lalu.Jumat (14/1/22).

 

Kisah piluh Misna lumpuh akibat penyakit stroke yang tinggal digubuk reot itu sempat membuat Sekda Prabumulih terkejut setelah enam kali pengajuan tak pernah dapat.

“Coba lihat dulu namanya, karena rumah ini banyak seharusnya konfirmasinya ke dinas, disini ada Perkim dan Bapeda, atau ke kami langsung (Sekda), kenapa sampai 6 kali tidak di bedah itu kenapa, apa masalahnya” ucap Elman kepada Wartawan.

Sekda meminta jika berkas pengajuan bedah rumah milik Misna warga Gunung Kemala itu untuk segera diserahkan kepdanya langsung jika tak ada respon.


Ditempat terpisah Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Prabumulih Najamudin via telepon mengaku sudah mengetahu informasi rumah Misna, namun pihaknya saat ini masih meminta berkas pengajuan milik Misna ke Bapeda namun hingga kini masih menunggu.

“berkasnya masih kami tunggu dari Bapeda tapi kami belum dapat” tuturnya.

 

Beberapa waktu lalu Lurah Gunung Kemala Jusmairi mengatakan jika rumah Misna menjadi prioritas untuk dibangun namun untuk gelombang pertama sebanyak 24 rumah dari 63 pengajuan yang akan dibedah nama Misna tidak tercantum.

 

“ jadi begini pak jika rumah Misna tidak dibangun oleh Dinas Perkim biar kami (Baznas) akan bangun” lanjut Najamudin seraya mengatakan berkas milik Misna sedang dicari di Bapeda.

 

Untuk informasi saat ini masyarakat Gunung Kemala banyak yang mengeluhkan pembangunan bantuan bedah rumah dari Perkim atau pun dari Baznas yang tak tepat sasaran.

 

“Disini ado rumah yang sudah dibangun tapi sampai sekarang tidak ditempati, dan ado jugo bantuan bangun rumah ke orang mampu, sekarang rumah itu sudah dirobohkan dibangun rumah baru lagi padahal itu bantuan pemerintah” ucap salah seorang warga Gunung Kemala.

 

Disinggung masalah bantuan rumah yang tak ditempati dan dirobohkan itu mengaku belum mengetahui kebenaran informasinya dan meminta kepada warga dan pihak pemerintah kelurahan agar lebih teliti dalam memberikan kebijakan terkait permohonan bedah rumah.

“Mohon maaf seharusnya Pemerintah Kelurahan yang mengeluarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) harus dicek kebenarannya dan lebih teliti” himbaunya (sn/tau)



 

 

Share:

Sebanyak 20 Warga Wonosari Terima Bantuan CSR Yang Di Salurkan Oleh BSB Prabumulih


 PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Sebanyak 20 warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih terima bantuan CSR Sumsel Mandiri Pangan yang di salurkan oleh Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Kota Prabumulih sebagai upaya mendukung Program Pemprov Sumsel, Jum'at (14/1).

Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Kota Prabumulih yakni Tian Kedaumpu Yamin  melalui Penyelia Administrasi Umum dan Akuntasi Joko menuturkan, Sumsel Mandiri Pangan tersebut merupakan program dari Provinsi Sumsel.

"Bank Sumsel Babel pusat ini berpartisipasi di program tersebut yakni memberikan bantuan CSR dengan total dana sekitar Rp. 1,2 M , untuk seluruh Kabupaten / Kota di Sumsel. Dengan masing-masing kabupaten / kota itu mendapat bantuan dana sebesar Rp 60 juta," jelasnya kepada awak media.


Kota Prabumulih dalam hal ini menerima bantuan sebesar Rp 60 juta dari BSB, wacana awal bantuan CSR itu diberikan kepada 10 KK (Kartu Keluarga) dengan setiap penerima dibantu senilai Rp 6 juta. 

"Disepakati bahwa untuk jumlah penerima bantuan di Prabumulih ditambah 10 KK lagi jadi totalnya sebanyak 20 orang penerima,"terangnya.

Ditambahnya, dana yang akan di berikan kepada 20 orang tersebut mendapatkan bantuan sebesar Rp 3 Juta per penerima bantuan. "Itu dibantu langsung berupa barang yakni 8 ayam petelur, 300 bibit ikan nila, 300 bibit ikan lele, bibit tanaman dan sayuran, serta lengkap dengan pakan, kandang, dan Drum untuk wadah ikannya," terangnya.

Terpisah, Dwi Indah W. ST Lurah Kelurahan Wonosari ini menyampaikan bahwa para penerima Bantuan CSR Mandiri Pangan tersebut merupakan warga pilihan yang di dapat melalui hasil survei.


"Kami lihat sekitar di rumahnya bisa nanam, apa yang punya kolam dia mau. Maksudnya itu miskin tapi punya lahan untuk kembangin bantuan itu, karena miskin tapi ngak ada lahan kan ngak bisa juga mereka kelola bantuan itu percuma," kata mantan Seklur Kelurahan Majasari Itu.

Tak hanya itu, pihaknya akan terus mendorong untuk para penerima bantuan agar kedepannya bantuan yang tersalurkan akan lebih bermanfaat dan terus berkembang. 

"Jangka panjang, jadi ngak cuma dikasih terus selesai, harapannya itu bisa berkelanjutan, jadi mereka bisa mengembangkan dan mengelola bantuan. Bisa mandiri pangan dari rumahnya sendiri, dan bahkan bisa berkembang lagi untuk meningkatkan ekonomi mereka," tukasnya. (Ari/SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts