Polisi dan BNN Grebek Rumah Diduga Bandar Narkoba, 2 Kg Sabu-sabu Diamankan

PALI-- Keheningan Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak heboh lantaran ada puluhan petugas menggunakan 6 unit mobil, menggrebek rumah salahsatu warga setempat yang diduga bandar narkoba.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, penggrebekan dilakukan pada Selasa pagi (20/3) sekitar pukul 08:30 WIB.

"Informasi yang menggrebek dari Polda atau Polres Muara Enim dan BNN Sumsel. Barang Bukti (BB) yang saya lihat juga banyak warga lainnya lihat sekitar 2 kilogram diduga narkona jenis sabu-sabu serta uang tunai sejumah lebih kurang Rp 200 juta," ungkap Ferry kepala desa Air Itam Timur, Selasa (20/3).

Dijelaskan Ferry bahwa rumah diduga bandar narkoba berinisial Ar. "Sayangnya tidak satupun pelaku berhasil ditangkap. Lebih lanjutnya silahkan hubungi pihak berwenang," tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan,belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. (marsindo)
Share:

SP 1 Intai Pegawai PALI Yang Sering Mangkir

PALI -- Ini peringatan yang harus diketahui oleh seluruh pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dimana tindakan tegas bakal dilakukan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terhadap pegawainya baik itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Tenaga Kerja Sukarela (TKS) apabila tidak disiplin maupun lalai dalam melakukan tugasnya. Termasuk mangkir saat ikuti apel gabungan yang diadakan setiap hari Senin dipertengahan bulan.

Surat Peringatan Pertama atau SP 1 bakal dilayangkan kepada pegawai bersangkutan yang kedapatan tanpa keterangan tidak ikut apel gabungan.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Setda) kabupaten PALI, Robby Kurniawan saat pimpin apel gabungan dan secara langsung turun tangan mengabsen pegawai satu persatu setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di halaman kantor Bupati, Senin (19/3).

Dikatakan Sekda PALI bahwa kegiatan seperti itu dilakukan untuk membantu meningkatkan disiplin pegawai dalam meningkatkan kinerjanya. Karena  menurutnya modal dasar untuk dapat bekerja dengan baik adalah harus disiplin, apalagi terhadap pegawai pemerintahan sebagai pelayan masyarakat.

"Dari itu, hari ini (Senin,red) kita melakukan pengabsenan langsung terhadap setiap OPD." ucap Sekda.

Apabila ada pegawai yang tidak ikuti apel atau pun tidak masuk kerja tanpa ada keterangan, maka ditegaskan Robby Kurniawan yang bersangkutan siap-siap menerima SP 1. Dan diucapkannya bahwa SP 1 akan dilayangkan setelah Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) PALI selesai merekap absen.

"Dari hasil rekapan BKSDM, diketahui siapa saja dan dari dinas mana yang tidak masuk kerja, maka kita akan langsung memberikan SP 1. Dengan seperti ini, kita semua akan sadar untuk bekerja dengan baik, ikhlas, dan lugas, dan akan meningkatkan performa kinerja kita." tambah Robby.

Sekda juga akan memerintahkan kepada setiap OPD dalam setiap absen pegawainya harus menggunakan alat Fingerprint agar tidak ada lagi absen titipan atau yang mengisi orang lain.

"Mulai April nanti, setiap OPD tidak lagi menggunakan absen manual tetapi sudah menggunakan Fingerprint. Dan dalam minggu ini, Asisten serta Inspektorat bakal lakukan pembinaan ke setiap OPD terkait kedisiplinan dan akreditasi kinerja masing-masing OPD," tandas Sekda. (marsindo)
Share:

Sepekan Terendam Banjir, Banyak Tanaman Petani Layu dan Mati

PALI--Sejumlah petani kacang panjang dan sayuran lainnya di Desa Curup,desa Sedupi,desa Suka Raja dan Desa Tanah Abang Selatan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir terpaksa harus memendam impian akan memperoleh panen yang melimpah. Sebab, lebih dari satu pekan tanaman petani yang hampir panen terendam banjir akibat luapan Sungai Lematang yang tidak mampu menampung air hujan yang turun aktif setiap hari akhir-akhir ini.

Akibat terendam banjir itulah, tanaman petani perlahan mulai layu serta banyak petani memutuskan memanen tanamannya meskipun belum saatnya mengurangi bertambah besarnya kerugian yang bakal dialami.

Sunar, salahsatu petani kacang panjang dan tomat asal desa Tanah Abang mengaku bahwa dipastikan dirinya merugi karena kebun miliknya terendam dan tanamannya mulai layu. Serta diakuinya bahwa dirinya terpaksa memanen kacang panjangnya yang belum waktunya sebelum tanamannya mati.

"Hampir satu minggu tanaman kacang kebanjiran, apalagi tanaman tomat, sama sekali tidak bisa memetik hasilnya," ungkap Sunar.

Diharapkan Sunar, ada bantuan dari pemerintah untuk memberikan bibit pasca banjir.

"Hasil panen dini saat ini tidak berapa nilainya, untuk mengembalikan modal saja berat. Untuk itu kami meminta pemerintah memberikan bantuan bibit sayuran ke petani, agar beban petani bisa sedikit ringan," harap Sunar.

Terpisah, wakil ketua DPRD PALI Darmadi Suhaimi menyarankan pemerintah daerah harus pro aktif, terutama dinas terkait agar menjemput bola melakukan pendataan. Karena hampir separuh wilayah Kabupaten PALI terkena imbas banjir beberapa hari lalu.

Menurut politisi PAN ini, petani yang terkena dampak langsung banjir harus dibantu untuk mengurangi beban petani.

"Banyak keluhan petani yang menyampaikannya ke Dewan, terutama petani di bantaran sungai Lematang yang mati tanamannya karena lama teremdam. Bantulah dan data petani terkena dampak langsung," saran Darmadi.

Sementara itu, Plt Dinas Pertanian Kabupaten PALI Akhmad Jhoni mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan dan menginventarisasi kerugian petani. Bahkan pihanya bakal membantu bibit bukan hanya sayuran melainkan bibit padi juga sudah siap dibagikan.

"Untuk bibit padi hibrida sudah siap dibagikan karena yang terkena imbas tak hanya petani sayuran. Juga bibit kacang tanah serta jagung telah tersedia untuk petani yang kena banjir," jelas Jhoni. (marsindo)
Share:

Kawal Truck Batubara Masuk Kota, 2 Preman Diringkus Tantura Polres Prabumulih

PRABUMULIH – Tim Tantura Polres Prabumulih mengamankan dua pemuda pelaku Pungli yakni Herianto (31) alias Korek warga Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat dan Hendra Supriadi (23) Warga Talang Ubi Kota Prabumulih

Penangkapan berawal saat tim Tantura Sat Shabara Polres Prabumulih sedang melakukan Patroli Rutin guna mencegah dan mengantisipasi tindak pidana 3C dan Pelanggaran hukum lainnya,minggu (18/3/18).

Tim yang beranggotakan delapan personil itu bergerak dan menyisir titik yang dianggap rawan terhadap tindakan kriminal, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Padat Karya hingga pelosok yang disinyalir daerah berbahaya, giat patroli yang dilaksanakan sekitar pukul 03.00 wib dini hari itu memberhentikan mobil truck yang bermuatan batubara yang melintas dijalan kota (Jalan Jend.Sudirman.red)

Saat tim pimpinan Katimsus Tantura Bhayangkara IPDA Sardinata,SH memberhentikan mobil tersebut petugas memergoki seorang pelaku yakni Kotek melakukan Pungli dengan modus Pengawalan terhadap sopir truck Batubara

Petugas melakukan penggeledahan terhadap tersangka dan mendapati uang Rp.200.000 diduga hasil pungli, setelah pelaku di introgasi Kotek mengaku dirinya bekerjasama dengan rekannya. Tak lama Hendra pun dibekuk Petugas didepan Rumah Makan Arjuna Kota Prabumulih

Setelah dilakukan penyelidikan kedua pelaku Pungli mengaku sopir truck batubara membayar uang keamanan jalan untuk melintas di jalan kota Jend.Sudirman sebesar Rp.700.000 perbulan

Dari kejadian itu Tim Tantura Sat Shabara Polres Prabumulih telah mengamankan kedua pelaku dengan barang bukti Satu unit motor, dua buah handphone dan uang Rp.200.000 hasil pungli diamankan di Polres Prabumulih guna penyelidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut (bio/sn01)
Share:

Umat Hindu Karya Mulia Rayakan Nyepi

PRABUMULIH – Umat agama Hindu di Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih mulai melaksanakan ibadah Mecaro Taur Kesangka dalam memperingati hari Raya Nyepi kemarin, jum’at (16/3/18)

Ibadah Mecaro Taur Kesangka adalah ibadah menyambut hari raya Nyepi bagi umat hindu yang meliputi upacara Urun Umbun yang ditujuhkan untuk Bumi Pertiwi

Serangkaian acara keagamaan itu dilanjutkan dengan upacara Tileman yang bertujuan untuk mensucikan diri dari dosa yang telah diperbuat semasa hidup

Acara tersebut dilaksanakan sebelum menghadapi ibadah Catur Brata yang diamana umat agama Hindu diwajibkan untuk tidak beraktifitas selama ibadah berlangsung seperti aktifitas ke kebun, bekerja, dan menyalakan api

Selama ibadah Catur Brata berlangsung Masyarakat khususnya umat agama Hindu hanya berdiam diri saja dirumah tanpa beraktifitas

I Gusti Mangku Brata selaku ketua Pure Udiyana mengatakan ibadah umat Hindu ini dilaksanakan sebelum hari Raya Nyepi guna membersihkan diri dari dosa

Selama giat ibadah berlangsung umat Hindu Desa Karya Mulia mendapat pengamanan dari Personil Polres Prabumulih dan Polsek Rambang Kapak Tengah

Kapolsek Rambang Kapak Tengah (RKT) Iptu Vetria Sukri bersama anggotanya yang turut hadir memberikan keamanan selama ibadah berlangsung sampai hari raya Nyepi, sabtu (17/3/18). bio/sn01
Share:

Prabumulih Terendam Banjir Kapolres: Hati-hati Terseret Arus

PRABUMULIH - Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, S.E., M.M bersama dengan jajarannya mengecek banjir yang terjadi di tiga Kelurahan di wilayah Kota Prabumulih, Kamis (15/3/2018).

Adapun ketiga wilayah tersebut yaitu Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur, Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat, Kelurahan Sungai Medang Kecamatan Cambai Kota Prabumulih.

Dalam kesempatan pengecekan di tiga lokasi banjir tersebut Kapolres Prabumulih didampingi Para Kapolsek , Lurah, Babinsa serta Bhabinkamtibmas.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, S.E., M.M dalam kesempatan tersebut menyampaikan himbauan kepada warga agar tetap waspada dengan banjir susulan mengingat curah hujan di Kota Prabumulih yang masih tinggi.

" Awasi anak-anak yang bermain air bajir agar tidak hanyut terbawa arus, serta apabila mengungsi waspada dengan segala tindak pidana yang mungkin terjadi(Bio/sn01)
Share:

Hujan Deras Turun Semalaman, Sejumlah Desa Di PALI Banjir

PALI-- Hujan yang turun cukup deras pada Rabu malam (14/3) hingga Kamis pagi (15/3) mengguyur hampir diseluruh wilayah Bumi Serepat Serasan menyebabkan banjir semakin meluas.

Sejumlah desa teremdam pasca hujan turun pada Kamis pagi, dimana sebelumya hanya di desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saja.

Seperti di Desa Panta Dewa Kecamatan Talang ubi, Talang Puyang Talang Ubi, desa Purun Kecamatan Penukal, Tanah Abang dan Desa Persiapan Jerambah Besi.

Akibatnya, aktivitas warga sempat lumpuh dan banyak kendaraan roda dua mogok karena pengendara memaksa menerobos banjir.

 

Herman,salahsatu warga Desa Persiapan Jerambah Besi kecamatan Talang Ubi mengaku akibat banjir,isi kolam ikannya habis.

"Ikan didalam kolam habis semua karena kolam terendam banjir," keluh Herman.

Terpisah, Junaidi Anuar, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI mengaku bahwa banjir selain di desa Curup merupakan karena air hujan yang cukup deras, namun ketika hujan reda beberapa jam saja, air akan surut.

"Hanya lewat saja banjir itu," ucap Junaidi.

Tetapi diakui Junaidi, pihaknya mendirikan posko banjir di desa Curup sebagai antisipasi serta menanggulangi banjir yang diperkirakan belum akan berakhir di Desa tersebut.

"Kita sudah dirikan posko dari Rabu kemarin bersama Dinkes dan Dinsos di Desa Curup," katanya.(marsindo)
Share:

Polres Prabumulih Masuk Nominasi Wilayah Bebas Korupsi

PRABUMULIH - Personil Polres Prabumulih melaksanakan kegiatan penandatanganan Pakta Integritas yang dilaksanakan di halaman Polres Prabumulih, Rabu (14/3/201.

Polres Prabumulih sendiri menjadi satu-satunya Polres di wilayah Sumsel yang ditunjuk masuk penilaian zona Integritas menuju zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Penilaian WBK tersebut merupakan penunjukan langsung dari Polda yang selanjutnya akan dikirimkan ke Mabes Polri dan MenPAN RB.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, S.E., M.M saat di konfirmasi mengatakan saat ini baru akan dilakukan penilaian.

Untuk menuju WBK sendiri, pihaknya sudah melakukan penandatanganan pakta integritas dengan seluruh anggota. Adapun penilaiannya sendiri, di mulai bulan April hingga November mendatang dan pada Desember nanti akan diumumkan.

"Kalau sudah ditetapkan berarti masuk WBK," ujar Kapolres.

Dalam hal penilaian tersebut, pihaknya pun sudah melayangkan surat ke Pemkot, ke Kejaksaan dan lainnya untuk memberitahukan karena ini terkait dengan pelayanan di wilayah hukum Prabumulih.

Untuk penilaian ini, pihaknya juga akan terus melakukan pelayanan dengan baik dan meningkatkan pelayanan. "Seperti pelayanan SKCK, pembuatan SIM dan lainnya memang harus sesuai standar dan harus dijauhi calo," jelasnya.

Pihaknya juga bakal melakukan inovasi dan akan diupayakan terkait dengan sarana-prasarana yang saat ini dalam tahap proses. "Seperti misalnya di Samsat ada kursi roda, ruang menyusui yang saat ini sudah ada dan bakal diperbaiki dan sekarang tahap proses, mudah-mudahan cepat selesai ," imbuhnya.

Dengan diraihnya WBK nantinya maka juga akan mempengaruhi kenaikan Tunkin (tunjangan kinerja) Polres Prabumulih. "Dengan diraihnya WBK ini nantinya juga akan mempengari kenaikan tunkin yang bakal naik satu grade," jelasnya.

Jika nantinya sudah meraih WBK dan dipertahankan selama lebih-kurang dua tahun, maka akan meningkat kembali menjadi WBBM (wilayah birokrasi bersih melayani).

Kami juga mengharapkan peran serta semua pihak dan masyarakat Kota Prabumulih untuk mendukung dan mengawasi agar Polres Prabumulih bisa meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi " Tungkas Kapolres (bio/sn01)
Share:

Rendam Ratusan Rumah,Aka Kholik Turun Tangan Dan Minta BPBD Dirikan Posko Banjir

PALI-- Banjir yang melanda di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Bahkan debit air semakin meningkat merendam ratusan rumah di desa tersebut karena intensitas curah hujan yang masih tinggi.

Ketinggian air rata-rata diatas pinggang orang dewasa bahkan ada yang lebih, membuat aktivitas warga yang kebanjiran lumpuh.

Kepala Desa Curup, Ballian mengharapkan pemerintah kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk segera mendirikan posko banjir di desanya terutama posko kesehatan.

"Sudah ada beberapa warga yang mengalami keluhan sakit, rata-rata perempuan,anak-anak dan Lansia. Tapi hingga saat ini dari Pemkab terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait baru sebatas pemantauan, belum ada tindaklanjut akan memberikan bantuan," ungkap Ballian,Rabu (14/3).

Diakuinya, meskipun separuh desanya terendam, namun belum ada satupun warga yang mengungsi. "Air sudah masuk rumah, walaupun bentuk rumah panggung. Artinya, banjir sudah kategori parah. Tetapi warga enggan mengungsi karena belum ada tempat untuk mengungsi, dan untuk beraktivitas, warga menggunakan perahu," jelasnya.

Semakin tingginya air merendam ratusan rumah di Desa Curup langsung mengundang perhatian salahsatu anggota dewan PALI,yakni Aka Cholik Darlin.

Wakil ketua Komisi I ini meminta BPBD untuk segera mendirikan posko dan harus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

"Saat ini warga butuh obat-obatan serta dokter jaga. Karena warga banyak yang mengeluhkan gatal-gatal serta banyak Lansia yang mengaku kambuh rematiknya akibat banjir. Untuk itu, kami dari komisi I yang bermitra dengan BPBD untuk segera bangun Posko,ajak juga Dinkes dan Dinsos," pintanya.

Sementara itu, Junaidi Anuar kepala BPBD PALI bakal segera berkoordinasi dengan Dinkes PALI untuk terjun kelapangan.

"Tadi malam,(Selasa malam,red),kami sudah ke lokasi banjir, dan dari pantauan kami masih aman. Namun, kalau siang harinya air tambah tinggi, maka kami akan ajak Dinkes untuk ke lokasi. Kami juga menghimbau warga, terutama yang berada persis di bantaran Sungai Lematang untuk tetap waspada," tukasnya.(marsindo)
Share:

Simpan Sabu Di Magicom, Pria Ini Diamankan Polres Prabumulih

PRABUMULIH – Penangkapan pecandu narkoba kembali terjadi, kali jni Agus Suryanto (33) warga Jalan Surip Sumaharjo Gang Pagar Alam Rt.02 Rw.04 Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih diamankan petugas kepolisian Polres Prabumulih, senin (12/3/18)

Penangkapan pelaku penyalagunaan narkoba jenis shabu bermula dari laporan masyarakat dan hasil penyelidikan pelaku sering melakukan transaksi narkoba

Berdasarkan bukti lapor Lp/A-38/III/2018/ Sumsel/Sat Resnarkoba Pbm, Tgl 12 Maret 2018 anggota Satres Narkoba Polres Prabumulih melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka sekitar pukul 17.30 wib

Dari hasil penggeledahan dirumah tersangka petugas berhasil mengamankan paketan kecil diduga narkotika jenis Shabu dengan berat bruto 0,20 Gram yang disimpan dalam tempat memasak nasi (Magic Com) dan seperangkat alat hisap yang juga turut diamankan

Selanjutnya tersangka beserta barang bukti Shabu diamankan di Mapolres Prabumulih guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut

Sementara, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Melalui Kasat Narkoba AKP Ali Asri saat dikonfimasi membenarkan telah terjadi penaangkapan pelaku penyalagunaan narkoba
“iya benar sekarang sudah diamankan dan sedang dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasus” tutupnya (Bio/sn01)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts