Kukuhkan Forum BPD dan Forum Pemangku Adat Kecamatan Tanah Abang, Bupati Bakal Anggarkan Satu Motor Satu Desa Untuk BPD

PALI--Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM secara resmi mengukuhkan Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  dan Forum Pemangku Adat se-kecamatan Tanah Abang,Selasa malam (20/3) di gedung Harmoko Desa Raja Kecamatan Tanah Abang.

Pembentukan Forum BPD bertujuan memudahkan kinerja kepala desa, karena BPD bukan musuh bagi kepala desa melainkan mitra, seperti halnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan pemerintah  yang harus saling menunjang demi pembangunan suatu daerah. Begitu juga Forum Pemangku Adat yang fungsinya memelihara budaya asli lokal serta sebagai pembimbing bagi generasi muda.



Aka Cholik Darlin S.Pd.I MM, ketua umum Forum BPD dan Forum Pemangku Adat menjelaskan bahwa meskipun hujan mengiringi prosesi pengukuhan dua forum tersebut,namun tak mengurangi semangat anggota BPD serta pemangku adat yang hadir saat itu.

"Tugas BPD merupakan mitra yang harus saling mendukung pembangunan. Dan ada empat poin ikrar forum BPD, salahsatunya akan mendukung penuh Ir H Heri Amalindo MM untuk melanjutkan kepemimpinannya selama dua periode. Selain itu ada ikrar akan mendukung program pemerintah, ikrar itu harus dilaksanakan," ungkap Aka Cholik Darlin.



Sementara itu, Bupati PALI menyatakan sangat mengapresiasi dengan adanya Forum BPD dan Forum Pemangku Adat.

Bupati juga berjanji tahun 2018 ini bakal memberikan satu desa satu sepeda motor inventaris untuk BPD serta pemberian honor pemangku adat.

"Tadi kami adakan pertemuan dengan seluruh kepala desa, di desa ada Dana Desa dan dari APBD ada Alokasi Dana Desa (ADD) sebenar 10 persen dari DBH sebesar Rp 85 Milyar. Dan kami sudah koordinasi dengan Kapolres dan Kepala Kejari agar mencari celah agar BPD dan Pemangku Adat bisa mendapatkan honor dari ADD," jelas Bupati.



Dengan adanya Forum BPD dan Forum Pemangku Adat,diharapkan Bupati sebagai wadah komunikasi serta berkoordinasi untuk menyusun program-program BPD maupun Pemangku Adat. (marsindo)
Share:

Jembatan Gantung di Muara Enim Diresmikan, Pangdam Berharap Bisa Bermanfaat Bagi Masyarakat

Muara Enim-- Setelah 41 hari, akhirnya perbaikan Jembatan Gantung sepanjang 187x1.5 Meter yang melintang diatas Sungai Lematang sebagai penghubung Desa Berugo dengan Tanjung Dalam, Kec. Belimbing, Kab. Muara Enim, Prov. Sumsel, selesai diperbaiki oleh prajurit jajaran Kodam II/Swj, melalui program Karya Bakti.

Peresmikan penggunaannya, dilakukan hari ini, Selasa (20/3/2018) oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos., didampingi oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Zulkarnain, Kadispenad (diwakili Kolonel Inf Fadjar Tjahjono), Bupati Muara Enim beserta Forkompimda Kab. Muara Enim, para pejabat di tingkat Kec/Desa se-wilayah Kab. Muara Enim, Para Tokoh Masyarakat/Agama/Adat/Pemuda beserta masyarakat setempat.

Kehadiran rombongan Pangdam II/Swj disambut meriah oleh warga setempat yang memenuhi kiri kanan jalan menuju lokasi kegiatan. “Saya merasa bangga dan mengucapkan terima kasih, atas kebersamaan serta sinergitas kita selama lebih kurang 41 hari ini, sehingga proses perbaikan Jembatan Gantung yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat ini dapat terselesaikan”, tutur Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos di awal sambutannya. "Semoga dengan dioperasionalkannya kembali Jembatan Gantung ini, akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di sekitarnya, dapat memperlancar aktivitas sehari-hari para warga dan tentunya kesejahteraan rakyat semakin meningkat, terutama anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa, semoga setelah ini tidak lagi mengambil resiko atau membahayakan dirinya dengan bergelantungan menyeberangi jembatan, hanya untuk bisa menuju ke sekolah mereka atau kembali ke rumah masing-masing”, sambungnya.

“Ini adalah wujud nyata dari Kemanunggalan antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah dengan Rakyat, yang harus tetap kita bangun dan lestarikan, karena kita menyadari tanpa keikutsertaan Rakyat, TNI/Polri tidak akan dapat menjalankan tugas pokoknya secara optimal”, imbuhnya.

Keputusan untuk melakukan perbaikan Jembatan Gantung tersebut dinilai penting, karena Jembatan Gantung ini merupakan salah satu urat nadi aktivitas msyarakat, penghubung antara 2 Desa dan kegiatan semacam ini adalah salah satu bentuk implementasi tugas TNI dalam rangka mendukung tugas-tugas pemerintah di daerah untuk bersama-sama bersama komponen bangsa lainnya, mengatasi persoalan yang ada di wilayah.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, bahwa sejak tahun 2016 lalu Jembatan Gantung ini tidak lagi bisa difungsikan sebagaimana mestinya, karena mengalami kerusakan sehingga menghambat aktivitas kedua warga Desa. Bahkan beberapa anak-anak sekolah, setiap harinya harus meniti serpihan-serpihan kerangka jembatan untuk menuju ke sekolah mereka yang berada di seberang sungai. Kisah para siswa beserta warga yang berjuang hingga mencapai daratan seberang inipun akhirnya diberitakan oleh salah satu stasiun TV hingga disaksikan oleh Kasad, Jenderal TNI Mulyono di Jakarta.

Informasi mengenai kerusakan jembatan dan kesulitan warga ini, selanjutnya disampaikan oleh Kasad langsung kepada Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos. Kasad meminta agar Kodam II/Swj membantu, apa yang bisa dibantu sehingga meringankan beban masyarakat. Seketika itu juga pimpinan TNI AD di wilayah Sumbagsel memerintahkan kepada Dandim 0404/Muara Enim untuk menemukan lokasinya, sekaligus melakukan survey.

Sehari kemudian, tepatnya pada tanggal 6/2/2018, diputuskan untuk dilakukan perbaikan melalui program Karya Bakti dengan mengerahkan Kodim 0404/Muara Enim yang diperkuat oleh satuan Yonzipur-2/SG, mengingat satuan ini merupakan salah satu unsur TNI AD di jajaran Kodam II/Swj yang berkemampuan melaksanakan fungsi teknis militer Zeni, baik di daerah pertempuran maupun daerah aman.

Kegiatan Karya Bakti Kodam II/Swj ini ternyata bukan pekerjaan yang ringan. Kencangnya hembusan angin menyebabkan badan jembatan yang dibangun oleh Pemkab Muara Enin di tahun 2006 silam selalu bergoyang, sehingga diperlukan penguatan pada konstruksi jembatan. Terlebih kondisi cuaca yang hujan beberapa hari terakhir, menyebabkan target perbaikan yang direncanakan memakan waktu 3 minggu, terpaksa harus mundur menjadi 41 hari.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Pangdam II/Swj mengucapkan terimakasih kepada para prajuritnya Kodim 0404/Muara Enim dan Yonzipur-2/SG beserta masyarakat yang telah bekerja secara optimal dan bergotong royong menyelesaikan sasaran Karya Bakti, kepada para Babinsa dan Babinkamtibmas sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas di wilayah serta kepada semua pihak yang juga turut serta mendukung terselesainya kegiatan ini. Ia juga berpesan, agar nantinya Jembatan Gantung yang telah diperbaiki tersebut dipelihara dan dirawat dengan baik untuk memperpanjang usia pakai, serta difungsikan sebagaimana mestinya.

Jenderal Bintang Dua ini juga mengingatkan kepada para prajurit Kodam II/Swj, dimanapun berada harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta siap membantu mengatasi setiap kesulitan rakyat di sekelilingnya. Ia juga meminta agar dalam bekerja selalu dilandasi oleh keikhlasan, hati nurani dan jangan pernah sekalipun mengharapkan imbalan atau pujian.

Berdasarkan data, jembatan ini sudah 3 kali diadakan peningkatan dan perbaikan oleh Pemkab Muara Enim, yakni pada tahun 2008, 2012 serta 2013. Namun pada akhir tahun 2016, kembali mengalami kerusakan. Jembatan penghubung 2 Desa ini, merupakan akses utama para siswa menuju ke sekolah dan para warga menuju ke Puskesmas atau Pasar Kalangan yang berada di Teluk Lubuk. Namun selama 2 tahun terakhir terjadi kerusakan Jembatan Gantung, masyarakat harus menggunakan jalan melambung hingga 8 Km atau menaiki sampan untuk dapat mencapai ke seberang.

Selain meresmikan Jembatan Gantung, pada kesempatan tersebut Pangdam II/Swj juga menyerahkan bantuan Sembako sebanyak 300 paket, yang disasarkan kepada warga masyarakat kurang mampu dan santunan kepada anak yatim di wilayah setempat. Acara yang dikemas sederhana itu berlangsung penuh kekeluargaan dan apresiasi yang diberikan oleh masyarakat begitu besar. Beberapa warga yang ikut menyaksikan kegiatan peresmian, mengaku senang dan berterimakasih kepada TNI telah mewujudkan harapan masyarakat di Desanya.

Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar dalam sambutannya, mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih atas atensi yang telah diberikan oleh Pangdam II/Swj beserta unsur-unsurnya, dalam membantu kesulitan masyarakat di wilayahnya. Ia juga berpesan, agar masyarakat bisa menjaga dan memelihara jembatan yang sudah diperbaiki oleh Kodam II/Swj tersebut serta tetap memelihara kerukunan antar warga kedua Desa, untuk kepentingan bersama.(**)
Share:

Maling Motor Pedagang, Mirsal Diamankan Petugas

PRABUMULIH – Timsus Gurita Polres Prabumulih berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan (Curas) yakni Mirsal Apriansyah (19) warga Jalan baru Rt.05 Rw.01 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, senin (19/3/18) sekitar pukul 23.30 wib

Berdasarkan Laporan Polisi No : Lp/B-156 :/ V / 2016 /Sumsel/Pbm/Res Pbm Tmr, tgl 21 Mei 2016 pelaku Mirsal ditangkap lantaran karena melakukan pencurian sepeda motor dengan kekerasan terhadap Ansori (45) warga jalan Lingkar Rt.11 Rw.01 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Pelaku melancarkan aksinya dengan modus yang cukup nekat, dengan memberhentikan laju motor korbannya secara paksa pelaku bersama rekannya RS (DPO) meminta korban untuk diantar ke jalan Nigata Kelurahan Sukajadi dengan berboncengan tiga orang

Setelah sampai dijalan yang sepi kedua pelaku memberhentikan paksa dan langsung memukul Ansori (korban) dengan menggunakan kayu berulang kali, melihat kondisi korban yang sudah tak berdaya kedua pelaku langsung membawa lari motor Yamaha Mio J milik korban

Dari laporan korban, petugas kepolisian Tim Gurita Polres Prabumulih bersama Polsek Prabumulih Timur mendapat informasi tentang keberadaan pelaku

Tak butuh waktu lama Tim Gurita Polres Prabumulih dan Polsek Prabumulih Timur yang dipimpin langsung oleh Kateam dua AIPDA Suripto melakukan penggrebekan dirumah pelaku di Jalan Baru Rt.05 Rw.01 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur dan menangkap pelaku beserta alat

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, SE.MM membenarkan penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan
“iya pelaku sudah kita amankan di Mapolres Prabumulih untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya”

Saat ini pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan hukuman kurangan selama-lamanya sembilan tahun penjara (bio/sn01)
Share:

Didatangi Polisi Cilik, Kapolres Prabumulih Himbau Tertib Berlalu Lintas

PRABUMULIH - Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina yang berada di Kelurahan Patih Galung Samping Kantor Polsek Prabumulih Barat Kota Prabumulih melakukan kunjungan ke Polres Prabumulih, Selasa (20/3/2018).

Kunjungan TK Negeri Pembina ke Polres Prabumulih tersebut langsung diterima oleh Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, S.E., M.M didampingi oleh Kasat Lantas Polres Prabumulih AKP Novrizal Dwiyanto, S.H beserta staff Sat Lantas Polres Prabumulih.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Prabumulih menyampaikan kepada anak-anak TK Negeri Pembina untuk rajin serta disiplin dalam belajar agar dapat menggapai cita-cita yang diinginkan, ingatkan kedua orang tua dan keluarga dirumah untuk tertib berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Prabumulih AKP Novrizal Dwiyanto, S.H memberikan sosialisasi tentang arti rambu-rambu lalu lintas serta memberikan himbauan kepada adik-adik dan juga kepada guru-guru terkait tertib berlalu lintas.

” Untuk adik-adik ingatkan orang tuanya untuk memakai helm saat berkendara sepeda motor, jangan berkendara dengan kecepatan tinggi serta memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya ” Ujar AKP Novrizal.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, S.E., M.M melalui Kasat Lantas Polres Prabumulih AKP Novrizal Dwiyanto, S.H. mengatakan dengan sosialisasi yang dilakukan oleh Sat Lantas Polres Prabumulih kepada anak-anak sekolah-sekolah seperti ini bisa menumbuhkan rasa tertib berlalu lintas sejak usia dini, sehingga dapat meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan di Kota Prabumulih.
Share:

1,125 Kg Sabu dan Uang Ratusan Juta Berhasil Diamankan Satresnarkoba Polres Muara Enim

PALI-- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Muara Enim dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Darmawan, pada Selasa pagi (20/3) sekitar pukul 08:30 WIB menggrebek sebuah rumah diduga bandar narkoba di Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pada penggrebekan di rumah yang diketahui milik Aa (23) warga desa tersebut berhasil diamankan Barang Bukti berupa diduga narkoba jenis Sabu-sabu seberat 1,125 kilogram,uang tunai sebesar Rp 359.470.000,-,satu buah brankas, dua unit timbangan digital, tujuh bungkus besar klip plastik dan satu buah KTP atas nama tersangka.

Namun sayang, pada penggrebekan itu, tersangka berhasil melarikan diri meskipun polisi sempat melakukan penembakan.

"Kita turunkan 14 orang anggota  ditambah back up dari Polsek -polsek tetangga," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP, saat lakukan press release di depan Mapolsek Talang Ubi,dihadiri Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM, ketua DPRD PALI, Drs Soemarjono dan Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Yunitha Arifin, Selasa (20/3).

Diakui Kapolres bahwa sebelum penggrebekan, anggotanya telah melakukan pengintaian selama dua minggu terhadap dua tempat milik tersangka.

Dan BB yang di dapat terdapat di dua tempat, ada yang didalam brankas dan ada diluar brankas.

"Tersangka berhasil melarikan diri, anggota kami sempat melakukan penembakan ketika melihat tersangka lari. Namun karena suasana semakin ramai oleh warga, kami hentikan tembakan. BB kita amankan dan nilai Narkoba yang didapat berkisar nilanya Rp 2 Milyar," tandas Kapolres.

Diharapkan Kapolres bahwa dengan keberhasilan mengungkap kasus ini, bisa mendorong terbentuknya Polres di PALI.

"Kami berharap sesuai keinginan Bupati PALI dalam mempercepat terbentuknya Polres PALI pasca pengungkapan kasus ini. Dan dengan pengungkapan ini akan kita lakukan pengembangan selain kita buru tersangka ini," tandas Kapolres.

Sementara itu, Bupati PALI mengapresiasi kinerja Polres Muara Enim yang telah berhasil mengungkap kasus tersebut.

"Ini capaian yang luar biasa, dan kami sarankan kepada gembong narkoba untuk insyaf. Karena kita semua bakal mati, jangan racuni generasi muda kita dengan racun narkoba," ujar Bupati. (marsindo)
Share:

Diduga Disabotase, Pipa Minyak Milik Pertamina Pendopo Bocor

PALI--Kebocoran pipa minyak mentah milik PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field kembali terjadi, kali ini tidak tanggung-tanggung ada 7 titik yang secara bersamaan mengalami kebocoran akibat diduga disabotase pihak yang tidak bertanggungjawab.

Kejadian bocornya 7 titik pipa minyak milik Pertamina Pendopo ini pada Minggu (24/2) lalu, namun penanganannya sampai saat ini masih dilakukan pihak Pertamina.

Lokasi pipa minyak tersebut terletak di perbatasan antara Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Pal 3 Desa Setia Jaya kecamatan Jirak Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kejadian itu diketahui saat line checker bernama Ryan melakukan pengecekan pada jalur pipa tersebut pada Minggu (24/2) sekitar pukul 18:40 WIB. Mengetahui ada kebocoran pipa minyak tersebut, Ryan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada HSSE dan dengan cepat tim penangulangan dampak insiden lingkungan  PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field melalui PT Elnusa OMTAP  melakukan langkah penanggulangan.

Sebagai langkah awal untuk menghentikan semangkin meluasnya ceceran minyak tersebut PT Elnusa OMTAP menutup kebocoran pipa tersebut dengan dicor/disemen pada titik yang bocor serta memasang oil boom pada hilir anak sungai supaya ceceran minyak tidak menggalir lebih jauh.

Selain itu juga dilakukan penyedotan ceceran minyak dengan menggunakan vacum truck dan pengambilan sisa minyak dengan mengunakan kantong limbah.

Pendopo Legal & Relation Ast. Man R. Ferry Prasetyo Wibowo saat di konfirmasi menyampaikan bahwasannya benar telah terjadi kebocoran pipa minyak di Pal 3 perbatasan Desa Setia Jaya Kecamatan Jirak Jaya Kabupaten Musi Banyuasin dengan Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI akibat di sabotase oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Diketahui sebanyak 6 titik dengan jarak  lebih kurang 100 meter di gesek dan satu titik  flange sengaja dikendorkan,tentu kita sangat menyesalkan kejadian ini, sebagai tindak lanjut, kita langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Talang Ubi dan Polsek Sungai Keruh agar kejadian tersebut segera ditindak lanjuti," ungkap Ferry, Selasa (20/3).

Diakui Ferry bahwa kejadian tersebut beruntung segera diketahui sehingga insiden ini tidak menyebar jauh ke lokasi yang lebih luas. Namun demikian, sebanyak 8 barel minyak tumpah tetapi berhasil di recovery dengan penyedotan menggunakan vacum truck.

Dan belum lama ini, bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, pihak Pertamina meninjau hasil pembersihan selama ini.

"Kami melalui PT Elnusa OMTAP akan terus melakukan  pembersihan  hingga lokasi tersebut benar-benar bersih,dan belum lama ini kami meninjau hasil pembersihan ceceran minyak tersebut bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten PALI," pungkas Ferry.(marsindo)
Share:

Hindari Jerat Hukum, Bupati PALI Imbau Kades Agar Kelola Dana Desa Secara Transparan

 

PALI. Pentingnya penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) secara transparan, partisipatif dan akuntabel agar tidak tersandung hukum terus digelorakan pemerintah dan mengingatkan kepala desa sebagai pengguna anggaran agar melaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar sosialisasi Percepatan penyaluran dana desa dan alokasi dana desa tahun 2018 dengan tema ‘Mari kita wujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan, partisipatif dan akuntabel sebagai implementasi undang-undang no 6 tahun 2014 menuju desa Maju, mandiri dan sejahtera’,Selasa (20/3) di gedung Pesos komplek Pertamina Pendopo.



Dalam sosialisasi tersebut, Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM mengingatkan agar seluruh kepala desa tidak main-main dalam penggunaan DD serta ADD.

Karena besarnya anggaran DD yang setiap tahunnya meningkat harus dibarengi dengan transparansi penggunaanya. Serta dikatakan Bupati bahwa selain anggaran DD yang sebentar lagi dikucurkan ke rekening desa,juga ada Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten PALI sebesar Rp 85 Milyar.

"Jangan pernah main-main dalam penggunaan Dana Desa dan ADD, tetapi kepala desa juga jangan takut melakukan terobosan dan menyampaikan inovasi demi pembangunan," pesan Bupati saat menyampaikan sambutannya di acara sosialisasi percepatan penyaluran dana desa dan alokasi dana desa tahun 2018,yang di gelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PALI, Selasa (20/3) di gedung Pesos komplek Pertamina Pendopo.

Agar tidak tersandung hukum, disarankan Bupati bahwa Kepala desa agar Sering-sering berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Kami juga dalam menyalurkan ADD bakal melakukan kerjasama dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan, silahkan berkoordinasi ke instansi terkait bagi kepala desa agar tidak tersandung hukum," saran Bupati.



Bupati juga menjelaskan bahwa inti anggaran DD dan ADD tidak seluruh desa mendapat anggaran sama, terutama ADD bakal dibagi sesuai hasil tinjauan dan penilaian tim terpadu.

"Jadi ADD tidak dibagi rata, melainkan sesuai hasil peninjauan dan penilaian tim terpadu yang dibentuk pemerintah melalui DPMD," jelas Bupati.

Dari pantauaan, Sosialisasi tersebut dihadiri juga Ketua DPRD PALI DRS.Soemarjono, Kejari PALI Yunitha Arifin, Sejumlah Kepala OPD terkait, Kapolres Muara Enim yang diwakili Kapolsek se-kabupaten PALI serta puluhan Kades yang ada di Bumi Serepat Serasan.(marsindo)
Share:

Polisi dan BNN Grebek Rumah Diduga Bandar Narkoba, 2 Kg Sabu-sabu Diamankan

PALI-- Keheningan Desa Air Itam Timur Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak heboh lantaran ada puluhan petugas menggunakan 6 unit mobil, menggrebek rumah salahsatu warga setempat yang diduga bandar narkoba.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, penggrebekan dilakukan pada Selasa pagi (20/3) sekitar pukul 08:30 WIB.

"Informasi yang menggrebek dari Polda atau Polres Muara Enim dan BNN Sumsel. Barang Bukti (BB) yang saya lihat juga banyak warga lainnya lihat sekitar 2 kilogram diduga narkona jenis sabu-sabu serta uang tunai sejumah lebih kurang Rp 200 juta," ungkap Ferry kepala desa Air Itam Timur, Selasa (20/3).

Dijelaskan Ferry bahwa rumah diduga bandar narkoba berinisial Ar. "Sayangnya tidak satupun pelaku berhasil ditangkap. Lebih lanjutnya silahkan hubungi pihak berwenang," tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan,belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. (marsindo)
Share:

SP 1 Intai Pegawai PALI Yang Sering Mangkir

PALI -- Ini peringatan yang harus diketahui oleh seluruh pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dimana tindakan tegas bakal dilakukan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terhadap pegawainya baik itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Tenaga Kerja Sukarela (TKS) apabila tidak disiplin maupun lalai dalam melakukan tugasnya. Termasuk mangkir saat ikuti apel gabungan yang diadakan setiap hari Senin dipertengahan bulan.

Surat Peringatan Pertama atau SP 1 bakal dilayangkan kepada pegawai bersangkutan yang kedapatan tanpa keterangan tidak ikut apel gabungan.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah (Setda) kabupaten PALI, Robby Kurniawan saat pimpin apel gabungan dan secara langsung turun tangan mengabsen pegawai satu persatu setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di halaman kantor Bupati, Senin (19/3).

Dikatakan Sekda PALI bahwa kegiatan seperti itu dilakukan untuk membantu meningkatkan disiplin pegawai dalam meningkatkan kinerjanya. Karena  menurutnya modal dasar untuk dapat bekerja dengan baik adalah harus disiplin, apalagi terhadap pegawai pemerintahan sebagai pelayan masyarakat.

"Dari itu, hari ini (Senin,red) kita melakukan pengabsenan langsung terhadap setiap OPD." ucap Sekda.

Apabila ada pegawai yang tidak ikuti apel atau pun tidak masuk kerja tanpa ada keterangan, maka ditegaskan Robby Kurniawan yang bersangkutan siap-siap menerima SP 1. Dan diucapkannya bahwa SP 1 akan dilayangkan setelah Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) PALI selesai merekap absen.

"Dari hasil rekapan BKSDM, diketahui siapa saja dan dari dinas mana yang tidak masuk kerja, maka kita akan langsung memberikan SP 1. Dengan seperti ini, kita semua akan sadar untuk bekerja dengan baik, ikhlas, dan lugas, dan akan meningkatkan performa kinerja kita." tambah Robby.

Sekda juga akan memerintahkan kepada setiap OPD dalam setiap absen pegawainya harus menggunakan alat Fingerprint agar tidak ada lagi absen titipan atau yang mengisi orang lain.

"Mulai April nanti, setiap OPD tidak lagi menggunakan absen manual tetapi sudah menggunakan Fingerprint. Dan dalam minggu ini, Asisten serta Inspektorat bakal lakukan pembinaan ke setiap OPD terkait kedisiplinan dan akreditasi kinerja masing-masing OPD," tandas Sekda. (marsindo)
Share:

Sepekan Terendam Banjir, Banyak Tanaman Petani Layu dan Mati

PALI--Sejumlah petani kacang panjang dan sayuran lainnya di Desa Curup,desa Sedupi,desa Suka Raja dan Desa Tanah Abang Selatan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir terpaksa harus memendam impian akan memperoleh panen yang melimpah. Sebab, lebih dari satu pekan tanaman petani yang hampir panen terendam banjir akibat luapan Sungai Lematang yang tidak mampu menampung air hujan yang turun aktif setiap hari akhir-akhir ini.

Akibat terendam banjir itulah, tanaman petani perlahan mulai layu serta banyak petani memutuskan memanen tanamannya meskipun belum saatnya mengurangi bertambah besarnya kerugian yang bakal dialami.

Sunar, salahsatu petani kacang panjang dan tomat asal desa Tanah Abang mengaku bahwa dipastikan dirinya merugi karena kebun miliknya terendam dan tanamannya mulai layu. Serta diakuinya bahwa dirinya terpaksa memanen kacang panjangnya yang belum waktunya sebelum tanamannya mati.

"Hampir satu minggu tanaman kacang kebanjiran, apalagi tanaman tomat, sama sekali tidak bisa memetik hasilnya," ungkap Sunar.

Diharapkan Sunar, ada bantuan dari pemerintah untuk memberikan bibit pasca banjir.

"Hasil panen dini saat ini tidak berapa nilainya, untuk mengembalikan modal saja berat. Untuk itu kami meminta pemerintah memberikan bantuan bibit sayuran ke petani, agar beban petani bisa sedikit ringan," harap Sunar.

Terpisah, wakil ketua DPRD PALI Darmadi Suhaimi menyarankan pemerintah daerah harus pro aktif, terutama dinas terkait agar menjemput bola melakukan pendataan. Karena hampir separuh wilayah Kabupaten PALI terkena imbas banjir beberapa hari lalu.

Menurut politisi PAN ini, petani yang terkena dampak langsung banjir harus dibantu untuk mengurangi beban petani.

"Banyak keluhan petani yang menyampaikannya ke Dewan, terutama petani di bantaran sungai Lematang yang mati tanamannya karena lama teremdam. Bantulah dan data petani terkena dampak langsung," saran Darmadi.

Sementara itu, Plt Dinas Pertanian Kabupaten PALI Akhmad Jhoni mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan dan menginventarisasi kerugian petani. Bahkan pihanya bakal membantu bibit bukan hanya sayuran melainkan bibit padi juga sudah siap dibagikan.

"Untuk bibit padi hibrida sudah siap dibagikan karena yang terkena imbas tak hanya petani sayuran. Juga bibit kacang tanah serta jagung telah tersedia untuk petani yang kena banjir," jelas Jhoni. (marsindo)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts