Pemilih Pemula Agar Tidak Golput, KPU Sumsel Sambangi PALI

PALI-- Dongkrak partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Provinsi Sumatera Selatan, Komisi Pemilihan Umum Sumsel dengan menggandeng netizen Sumatera Ekspres kunjungi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (27/4).

Kali ini sasarannya pemilih pemula dengan target pelajar tingkat SLTA yang dikemas dalam kegiatan KPU Sumsel Goes to School. Kegiatan tersebut dipusatkan di gedung Orkes Komplek Pertamina Pendopo yang diikuti ratusan pelajar tingkat SLTA di kota Pendopo.

Ahmad Naafi, SH, M.kn Komisoner KPU sumsel divisi Partisipasi masyarakat dan SDM dalam paparannya menjelaskan pengertian pilkada dan pemilu, dilanjutkan dengan memperkenalkan para calon gubernur dan wakil gubernur melalui slide foto calon dihadapan ratusan pelajar.

"Jangan Golput, silahkan datang ke TPS pada 27 Juni mendatang, karena seluruh warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat berhak memilih dan dipilih," ajak Ahmad Naafi.

Selain itu, pemilih pemula diajak berinteraksi melalui komunikasi dua arah melalui kuis berhadiah hiburan berupa kaos dan payung.

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh komisioner KPUD PALI Divisi Hukum, Santosa dan Adell Rosita SE, Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM serta sejumlah guru dari beberapa sekolah yang ada di kota Pendopo. (red)
Share:

Pemangku Adat Harus Mampu Jadi Duta Budaya PALI

PALI--Kaya akan peninggalan sejarah, Kecamatan Tanah Abang berpotensi bakal banyak datangkan wisatawan untuk mengunjungi wilayah tersebut. Sebab disamping mempunyai situs Candi Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang juga disinyalir mempunyai banyak kebudayaan yang Kini terpendam.

Untuk itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus berupaya menggali kembali budaya lokal yang dilupakan warga sekitar bahkan ada yang nyaris punah.

Salahsatu upaya pengembalian budaya lokal agar bisa dimunculkan kembali, Disbudpar menekankan kepada Pemangku Adat kecamatan Tanah Abang agar lebih aktif menelusuri dan mengumpulkan data supaya adat istiadat atau kesenian asli Tanah Abang bahkan yang berkaitan dengan sejarah Candi Bumi Ayu untuk digali kembali.

"Kami telah laksanakan pembekalan terhadap seluruh Pemangku Adat di Kecamatan Tanah Abang dan empat kecamatan lainnya, agar mereka sebagai tokoh yang ditunjuk melestarikan budaya mampu menjadi inisiator kembalinya budaya yang menghilang," ucap Suprihyatno, Kepala Disbudpar PALI didampingi Filomina Emawati, Kabid Kebudayaan, Kamis (26/4).


Diharapkan selain menggali budaya yang dilupakan, Pemangku Adat juga berkewajiban mendorong semangat pelaku kesenian yang saat ini telah ada. Seperti tarian Ritus Candi Bumi Ayu, Tari Burung Putih dan tari-tarian lainnya serta musik Senjang.

"Pemangku Adat juga sebagai duta budaya, yang ikut berpartisipasi mengenalkan budaya lokal serta memberikan semangat kepada penari maupun pelatihnya agar terpelihara," tambah Suprihyatno.

Karena saat ini sering terlihat kurangnya dukungan dari masyarakat terhadap tarian atau kesenian khas lokal. Terbukti, dikatakan Suprihyatno bahwa setiap penampilan penari atau penabuh Senjang, respon masyarakat hanya menonton, tetapi kurang di apresiasi.

"Coba kalau nyawer biduan orgen tunggal, banyak warga berebut untuk memberikan uang saweran. Tetapi sebaliknya, apabila ada penari yang tampil, hanya beberapa orang memberikannya. Ini harus kita rubah agar pelaku seni yang melestarikan budaya kita bersemangat supaya seni dan budaya lokal tidak punah," pungkas Kadisbudpar PALI.(red)
Share:

Komisi III DPRD PALI Kunjungi Korban Kebakaran

PALI-- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Komisi III kunjungi korban kebakaran di Pasar Inpres Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI sebagai bentuk kepedulian anggota Dewan terhadap masyarakat yang terkena musibah.

Pada saat mengunjungi korban kebakaran, komisi III DPRD PALI berjanji akan memberikan solusi kepada para korban kebakaran.

"Secara pribadi maupun dari kelembagaan DPRD PALI tentu sangat prihatin atas musibah yang menimpa kepada saudara-saudara kita. Untuk itu, kami dari komisi III akan mencari solusi terbaik untuk para korban. Dan kami minta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) untuk segera menyikapi ini, apapun bentuknya, paling tidak ada tahapan awal dulu bantuannya," ungkap Irwan, ST ketua komisi III DPRD PALI.

Terkait harapan para korban untuk meminta bantuan modal, ketua DPD Golkar kabupaten PALI itu akan berkoordinasi lebih lanjut ke Bupati PALI dan Disdagprin.

"Kita akan coba koordinasikan lebih intensif dengan dinas terkait. Yang pasti kami berusaha mencari solusi terbaik untuk para korban," pungkasnya.

Di tempat yang sama Plt. Kepala Disdagprin kabupaten PALI Dewi Apriyanti menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu ke pimpinannya.

"Bisa saja ini mendapat bantuan dari Pemkab PALI. Namun, seperti apa nanti bentuk bantuannya kita akan koordinasikan dahulu ke pimpinan," ungkapnya.

Sementara itu, Epi Susanto alias Kevin salah satu korban kebakaran pada Rabu (18/4) malam kemarin berharap ada bantuan dari Pemkab PALI kepada dirinya dan beberapa korban kebakaran yang lain.

"Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada komisi III DPRD PALI yang telah bersedia menjadi penyambung antara kami (korban, red) dengan pemerintah. Tentu kami sangat berharap dengan adanya kunjungan ini bisa mendapat bantuan modal dari Pemkab PALI. Tujuannya untuk membangun kembali usaha kami yang sudah terbakar," ujarnya.

Untuk diketahui, pada hari Rabu (18/4) lalu sekitar pukul 23.00 WIB, telah terjadi kebakaran hebat di Pasar Baru Pendopo. Akibat dari kebakaran tersebut, sedikitnya lima unit rumah toko (ruko) dan satu unit rumah semi permanen dilalap si jago merah. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Selain Irwan, ST hadir pula dalam kunjungan itu anggota DPRD Komisi III seperti Adi Warsito, Edi Eka Puryadi, Erwin Eriza Putra, Suaidi Yusuf, Tuti Ilsan dan Disdagprin kabupaten PALI.(SN/Adv)
Share:

Maling HP, Tiga Bujang Tanggung Ditangkap Tim Opsnal Polsek Barat

PRABUMULIH - Muhammad Ari Ramadhan alias Rama warga Jalan Nigata Rt. 01 Rw. 03 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih ditangkap Petugas kepolisian Polsek Prabumulih Barat

Rama ditangkap karena melakukan pencurian dengan pemberatan di toko Indarto yang berada di jalan Pranasib Rw.21 Rw.09 Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara

Penangkapan pelaku pencurian itu berawal saat dirinya hendak menawarkan tabung gas elpiji (LPG) 3 kilo gram kepada korban, selasa (24/4/18)

Korban tiba-tiba dipanggil oleh kasirnya karena ada keperluan dan langsung pergi meninggalkan pelaku yang saat ini masih berada didalam rumah

Melihat kesempatan didepan mata, pelaku Rama melihat telepon selular (HP) merk Oppo A57 yang tergeletak diatas meja dan langsung membawa lari HP milik korbannya

Dari kejadian itu korban langsung melihat Rekamaan CCTV dan melihat pelaku telah mencuri HP miliknya, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian yang ditafsir sekitar Rp.3,5 juta dan langsung melaporkan kejadian itu kepihak kepolisian

Sementara itu, berkat laporan korban petugas langsung melacak keberadaan pelaku

Berkat Informasi yang didapat dari masyarakat tim opsnal Polsek Prabumulih Barat langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku, rabu (25/4/18)

Saat itu pelaku Rama ditangkap petugas saat sedang asyik main di Warung Internet di samping bank BRI, setelah dilakukan interogasi pelaku mengaku telah menjual HP hasil mencuri itu kepada seorang temannya yakni Purwanto (17) dan Ahmad Putra (18) (Penadah).

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutahuruk, SIK, MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Sofyan Affandi, SH memebenarkan telah terjadi penangkapan pelaku Curat

“Pelaku pencurian beserta barang bukti sudah kita amankan di kapolsek guna penyelidikan lanjutan” tegasnya

Pelaku curat akan diancam dengan pasal 363 KUHP dan penadah dua orang penadah akan diancam dengan pasal 480 (bio/sn01)
Share:

Lestarikan Budaya PALI, Disbudpar Lakukan Sosialisasi Pemangku Adat

PALI-- Lestarikan budaya asli Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) PALI merangkul pemangku adat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga adat istiadat warga di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Bukan hanya merangkul pemangku adat dalam melestarikan budaya leluhur asli Kabupaten yang baru berumur empat tahun ini,namun Disbudpar juga melakukan pertemuan rutin dengan para pemangku adat di masing-masing kecamatan.

Dimulai tanggal 10 april sampai dengan 17 april 2018, Disbudpar PALI berkeliling mensosilisasikan dan memberi pembekalan terhadap 340 orang pemangku adat dimana ketua pemangku adat Kabupaten PALI oleh Sedi Suhardi.

Diawali di Kecamatan Talang Ubi dan diakhiri Kecamatan Tanah Abang, Sosialisasi kepada pemangku adat mendapat antusias cukup tinggi dari pemangku adat.

Materi yang diberikan adalah penyampaian implementasi UU nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Dimana menurut kepala Dunas Budpar PALI, Drs Suprihyatno didampingi Kabid Kebudayaan, Filomina Emawati bahwa dari pemaparan undang-undang nomor 5 tersebut ada 11 objek pemajuan kebudayaan.

Dimana, pemangku adat harus paha dan ikut berperan aktif diantara 11 objek pemajuan kebudayaan itu.

"Ditekankan pemangku adat harus berpartisipasi terhadap Adat dan istiadat, namun tidak menutup kemungkinan ke 11 pemajuan kebudayaan pemangku adat bisa menguasai. Adapaun 11 pemajuan kebudayaan adalah Seni, Adat istiadat, Ritus, Manuskrip,Tradisi lisan, Pengetahuan tradisional, Permainan rakyat, Olahraga tradisional, Teknologi tradisional, Bahasa dan Cagar Budaya," beber Suprihyatno.

Kedepan dijelaskan Suprihyatno hasil kompilasi akan dievaluasi dan hasilnya sudah terkonsep dan akan terisi di aplikasi APIK yang akan disampaikan pada Kongres Nasional Kebudayaan di Kota Solo pada November 2018 mendatang.

"Nantinya kita rumuskan dan gali kembali adat istiadat asli PALI, untuk melestarikan dan menggali kembali budaya asli di Bumi Serepat Serasan," terang Kadisbudpar.

Diharapkan juga, dengan adanya konsep budaya asli PALI, akan menarik minat wisatawan datang ke PALI selain untuk mengunjungi objek wisata Candi Bumi Ayu.

"Kita sudah punya candi Bumi Ayu, dan akan lebih menarik lagi apabila ada asat istiadat atau budaya PALI yang menjadi ciri khasnya," pungkas Suprihyatno.(red)
Share:

Malam Festival Budaya Meriahkan HUT PALI Ke-5

PALI--Sedikitnya 7 kesenian khas kabupaten PALI dari lima kecamatan yang ada meramaikan Malam Festival Budaya dalam rangka memeriahkan HUT PALI ke-5 tahun 2018, Minggu (22/4) malam sekitar pukul 20.00

Tujuh kesenian itu antara lain berupa gitar tunggal, tari bekarang, tari hageria, tari lading, tari burung putih, yoki (penyanyi tunggal perempuan tua), tari ngusir hama.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten PALI Drs. Supriyatno mengatakan bahwa digelarnya malam festival budaya ini sebagai bentuk kegembiraan warga PALI dalam rangka HUT PALI kelima tahun 2018 ini.

"Ada 7 kesenian dari lima kecamatan tampil pada malam hari ini (Minggu malam,red). Semua ini masih dalam rangkaian HUT PALI ke-5 tahun," ungkapnya didampingi Kabid Kebudayaan kabupaten PALI.

Ia juga mengatakan bahwa budaya bisa dijual sebagai dalam sektor pariwisata sehingga bisa menambah Pendapatan  Asli Daerah (PAD) Kabupaten PALI.

"Kalau hanya membangun gedung, negara barat jauh lebih hebat. Namun, yang tidak dimiliki oleh bangsa barat adalah budaya kita, budaya timur. Untuk itu, kami harap dengan festival budaya ini bisa meningkatkan kecintaan kita terhadap budaya asli bangsa kita terutama kabupaten PALI, dengan begitu secara sendirinya akan kita  lestarikan budaya tersebut hingga anak cucu kita," imbuhnya.

Dari pariwisata juga, sambung Suprihyatno bisa menekan angka kemiskinan.

"Saya menghimbau agar adat istiadat daerah kita junjung tinggi. Maraknya musik remik melanggar adat istiadat nenek moyang kita dulu. Jangan sampai budaya kita budaya timur kalah dengan budaya asing," tutupnya.

Ditempat yang sama, Bupati PALI dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten III Setda Kabupaten PALI H. Ruswandi, SH mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Terutama para pelaku seni yang turut melestarikan kebudayaan khas kabupaten PALI.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dapat meningkatkan kecintaan terhadap budaya. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para pelaku seni yang turut melestarikannya. Kami berharap bisa digelar kegiatan serupa namun dalam skala yang lebih besar," ungkapnya seraya membuka malam festival budaya secara resmi. (red)
Share:

Begini Cara KPUD PALI Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilgub Sumsel

PALI--Berbagai cara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengajak masyarakat menyongsong Pilkada dan Pilgub yang bakal digelar secara serentak di Indonesia pada 27 Juni 2018 mendatang. Dari sosialisasi, gelar seni budaya, penyampaian road show ke sekolah-sekolah sampai melalukan konvoi,KPU menghimbau dan mengajak masyarakat agar datang ke TPS untuk memberikan hak pilihnya.

Begitu juga yang dilakukan KPUD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  pada Rabu (25/4), puluhan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat berkeliling di wilayah Kecamatan Talang Ubi.

Konvoi kendaraan dari KPUD PALI dan PPK Talang Ubi mampu menarik perhatian ratusan warga yang berada dipinggir jalan. Warga langsung menuju sumber suara dan menonton iring-iringan puluhan kendaraan dari KPUD PALI.

"Kali ini kita lakukan karnaval, untuk mengajak masyarakat PALI agar datang ke TPS pada 27 Juni nanti," ujar Ketua KPUD PALI, H Hasyim melalui Adella Rosita, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

Sebelumnya diakui Adella bahwa KPUD melalukan pengenalan Pilgub Sumsel ke pelajar pemilih pemula di Kecamatan Penukal.

"Kita lakukan sosialisasi juga ke pemilih pemula agar sama-sama mensukseskan Pilgub dengan mendatangi sekolah-sekolah tingkat menengah atas," jelas Adella.

Karena dikatakannya bahwa masa depan bangsa ini tergantung pada pilihan masyarakat. "Partisipasi masyarakat dengan mendatangi TPS untuk menyampaikan hak pilihnya sangat penting, untuk itu kami gencar sosialsaikan jelang Pilgub, agar pesta demokrasi berjalan sukses," harapnya.(red)
Share:

Pjs Wako Prabumulih Tinjau UNBK Tingkat SMP Sederajat

PRABUMULIH - Pjs Walikota Prabumulih, H Richard Chahyadi pantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTS) di kota Prabumulih, Selasa (24/4).

Adapun sekolah yang di datangi Pjs Walikota Prabumulih ini, mulai dari MTS Negeri 1 Prabumulih, SMK Negeri 1 yang merupakan lokasi tes SMP Negeri 8, 9 dan 10 serta SMP Negeri 1 Prabumulih.



"Hasil pantauan dari tiga lokasi untuk tempat sangat nyaman, memadai dan anak-anak dinilai cukup enjoy," ujar Richard.

Dirinya pun mengaku masih ada nya sekolah di Prabumulih tingkat SMP yang tidak memiliki fasilitas ujian dan harus ditingkatkan.



"Terutama fasilitas IT (Informasi dan Teknologi) ujian akhir dan ini merupakan persoalan kepala daerah," lanjutnya.

Pihaknya pun mengaku harus mampu memahami karena tidak semua wali murid mampu membelikan fasilitas seperti laptop dan lainnya.

"Dengan adanya fasilitas itu di sekolah anaknya mampu memahami karena sekarang tidak bisa lagi ujian tertulis karena sudah pakai teknologi semua," ungkapnya.



Richard menegaskan masih ada nya sekolah yang menumpang persoalannya cuma satu yakni keterbatasan anggaran di prabumulih.

"Karena tidak hanya dunia pendidikan yang difikirkan, makanya kedepan setiap tahun harus dianggarkan," terangnya.



Sementara berdasarkan pantauan kemarin pelaksanaan UNBK tingkat SMP berjalan lancar dan tidak ada gangguan. Pihaknya pun menargetkan kelulusan tertinggi dan nilai tertinggi.

"Hari ini lancar dan tidak ada gangguan tapi kemarin soal sempat offline," tuturnya.(SN01/Adv)
Share:

Pagelaran Seni Budaya Ajang KPU Sosialisasikan Pemilu Serentak 2019

PALI-- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan pagelaran seni budaya, yang dikemas dengan kearifan lokal Kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan. Kegiatan tersebut, dimaksudkan untuk mensosialisasikan Pemihan Umum (Pemilu), yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan secara serentak oleh KPU kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua KPU Kabupaten PALI, H Hasyim  saat membuka pagelaran seni budaya guna sosialisasi Pemilu tahun 2019, Sabtu (21/4) di lapangan Gelora November Komplek Pertamina Pendopo.

"Kegiatan pagelaran seni budaya ini merupakan agenda KPU pusat yang digelar secara serentak pada 21 April 2018 di seluruh Indonesia," ucap H Hasyim.

Tujuannya dijelaskan H Hasyim adalah selain mensosilisasikan Pemilu 2019, juga mengajak masyarakat agar berpartisipasi dalam pesta demokrasi mendatang.

"Jangan Golput, silahkan datang ke TPS pada waktunya, dan bagi masyarakat yang telah berusia 17 tahun yang belum mempunyai KTP, silahkan urus, agar bisa menyampaikan haknya untuk memilih saat Pemilu," ajak Ketua KPU.

Sementara, Adella Rosita SE, Divisi SDM dan Partisipasi masyarakat KPUD PALI menyebut bahwa kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan kearifan lokal agar lebih menyentuh.

"Kita adakan pertunjukan barongan dan tari-tarian agar masyarakat berminat datang di acara sosialisasi tersebut. Dan alhamdulillah, acara itu sukses dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi," terang Adella.

Selain mengajak berpartisipasi saat Pemilu 2019 mendatang, Kabupaten PALI juga dikatakan Adella bakal menggelar Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan pada 27 Juni 2018 mendatang. Untuk itu, KPUD PALI juga berpesan agar seluruh warga yang telah masuk pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menyalurkan haknya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Tugas kami menyampaikan informasi, dan Kabupaten PALI juga bakal ikuti Pilgub. Jadi pada pagelaran Seni budaya, kami juga ingatkan masyarakat untuk datangi TPS yang berjumlah 311 yang tersebar di wilayah PALI untuk menyalurkan haknya," tukas Adella.


Adella juga mengajak masyarakat agar bersama-sama mensukseskan Pilgub 27 Juni 2018 dan Pemilu 2019 mendatang.

"Suara kita menentukan nasib bangsa ini, untuk itu, ayo datang ke TPS, gunakan hak suara kita dan mari bersama-sama ciptakan iklim kondusif agar Pilgub dan Pemilu sukses, karena Pilgub dan Pemilu adalah pesta demokrasi," pungkas Adella. (red)
Share:

Sedekah Dusun Gunung Kemala, Puluhan Siswa Dari 3 Provinsi Ikut Hanyutkan Rakit

PRABUMULIH – Tradisi Sedekah Dusun merupakan warisan leluhur dari nenek moyang terdahulu yang mesti dilestarikan. Kelurahan Gunung Kemala salah satu daerah di Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih yang sampai saat ini masih melestarikan adat istiadat Sedekah Dusun, sabtu (21/4/18)

Sedekah Dusun yang digelar di Balai Adat Kelurahan Gunung Kemala itu diikuti oleh masyarakat dan puluhan pelajar dari tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan



Warga bersama pemangku adat membawa rakit sesajen sedekah untuk hanyutkan kesungai


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat mengunjungi Kelurahan Gunung Kemala dalam Gebyar Seni Budaya Multikultural Se Indonesia berpetualang dalam kegiatan Jejak Tradisi Daerah (Jetrada) 2018

Kegiatan tersebut mengekplorasi tradisi-tradisi daerah guna melestarikan nilai budaya yang mulai tinggal oleh zaman

Puluhan pelajar yang mewakili Provinsi masing-masing yakni Provinsi Bengkulu diwakili oleh SMA Xaverius Curup dan SMAN 1 Rejang Lebong, Provinsi Sumatera Barat SMAN 15 dan 16 Padang dan Provinsi Sumatera Selatan diikuti oleh SMA Negeri 2, 4, 5 dan 18 Palembang dan juga diikuti oleh SMA Negeri 1,5,6 dan 7 Prabumulih



Warga gunung kemala menunggu siraman air suci (belanger) untuk mensucikan diri


Mereka diberikan pendidikan tentang pentingnya dalam melestarikan nilai budaya sekaligus Observasi tentang adat yang ada di Gunung Kemala

Tak hanya itu, puluhan siswa juga menampilkan tarian adat dan drama cerita lokal dari masing-masing provinsi yang digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Gunung Kemala, kamis (19/4/18) seperti cerita Malin Kundang yang diperankan oleh siswa SMAN 15 Padang yang mengisi acara Sedekah Dusun yang menarik perhatian masyarakat setempat

Sedekah Dusun yang diakhiri dengan belangir atau mensucikan diri dengan cara menyiramkan air langir yang terbuat dari berbagai macam tumbuhan seperti buah kundu dan jeruk nipis, kemudian air suci itu disemburkan menggunakan sapu yang terbuat dari batang belidang emas, daun beringin dan kayu salah yang didapat dihutan dan disiram kewarga yang telah duduk rapi menunggu belangir

Tradisi dilanjutkan dengan penghanyutan Rakit yang terbuat dari bambu dan batang pisang yang berisikan sesajen berupa apam serabi, ayam, buah pinang dan sesajen lainnya

Rakit yang dibuat dan sudah diberi mantra oleh Cik Alim Pemangku adat Gunung Kemala lengkap dengan sesajen dihanyutkan keilir sungai, hal tersebut diyakini agar seluruh penyakit dan dosa-dosa yang diperbuat masyarakat akan hilang terbawah arus sungai sedupi


warga bersama siswa menghantarkan sesajen untuk dihanyutkan

“Rakit sesajen kita arak menuju sungai untuk kemudian kita hanyutkan ke sungai sedupi, dengan demikian warga gunung kemala harus berpantang, tidak boleh membakar hutan, menyapu dihalaman dan aktifitas yang menggangu sedekah” tutur Cik Alim

Tradisi yang masih dijalankan oleh masyarakat Gunung Kemala menjadi kebanggaan dan bahan pembelajaran siswa yang ikut dalam jejak tradisi daerah 2018

Kadril, SH selaku ketua Jetrada 2018 Sumatera Barat saat dibincangi wartawan media ini mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan leluhur yang hingga saat ini masih dijalankan

“hal seperti inilah yang kami cari, kami memberikan pemahan kepada anak didik kami pentingnya melestarikan adat daerah, karena adat juga merupakan hukum yang tak pernah bisa dilawan oleh masyarakat dan harus dipatuhi masyarakat setempat” tukasnya


Keseruan sedekah dusun yang turut di abadikan masyarakat setempat

“kepatuhan inilah yang menjadi motivasi bagi kita, karena hukum negara masih ada yang bisa melawan namun hukum adat yang melekat membuat mereka patuh dengan perintah adat” tambahnya

Setelah sedekah dusun dilaksanakan warga Gunung Kemala diwajibkan berpantang diri dari aktifitas yang akan mengganggu sedekah selama tiga hari (Taufik)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts